Ini Pesan Bupati Gresik untuk Zykky Karamy dan Putri Syailah Terpilih Jadi Duta GenRe Gresik 2022

GRESIK,1minute.id – Muhammad Zykky Karamy dan Putri Syailah Ramadhani dinobatkan sebagai Duta GenRe Gresik 2022. Keduanya pelajar SMA negeri 1 Gresik. Grand final pemilihan Duta GenRe yang diselengarakan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik digelar di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu, 13 November 2022.

Pemilihan Duta GenRe itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Serta, Ketua Tim Penggerak PKK Gresik juga Bunda GenRe Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani serta Kepala KBPPPA Gresik drg Syaifuddin Ghozali. 

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan, duta GenRe merupakan pelaku perubahan, generasi yang kaya kreatifitas, mempunyai rencana yang sangat besar demi kemajuan bangsa. “Saya berharap tidak berhenti sampai disini, namun segera turun langsung ke desa dan sekolah, untuk menjadi agen perubahan, grand final ini menjadi awal kesuksesan kalian,”pesan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, setelah ini jangan sampai redup, namun turun memberikan motivasi kepada remaja. Dalam mensosialisasikan pencegahan pernikahan dini, menurunkan angka stunting dan bahaya penggunaan Narkoba. 

“Harus benar-benar menjadi sosok anak muda yang teladan, mampu bekerjasama, mempunyai nilai luhur budi pekerti yang baik dan cepat dalam merespon,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya dapat memberikan support terhadap program “Bangga Kencana” (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana). “Duta GenRe harus dapat memberikan informasi kepada generasi muda, terkait program Bangga Kencana, serta mampu membantu menurunkan angka stunting,” tandasnya.

Sementara itu, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengucapkan selamat kepada finalis dan selamat bergabung dalam keluarga GenRe Gresik. “Semoga dapat meningkatkan semangat dan komunikasi, dalam pelaksanaan Bangga Kencana, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik,”harapnya.

Dikatakan, sasaran penurunan angka stunting dari hulu, tahun depan anak muda bukan hanya menjadi objek penurunan angka stunting. Tetapi juga menjadi subyek, anak muda menjadi pemangku pencegahan terjadinya hubungan dan pencegahan stunting. “Keterlibatan Duta GenRe diharapkan menjadi warna baru dalam gerakan penurunan stunting serta bisa mensosialisasikan kepada generasi muda untuk ke arah yang lebih baik,”terangnya.

Ia berharap, duta GenRe juga bisa ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program pemberdayaan perempuan dan anak. “Selain itu juga membantu program pemerintah lainnya, untuk menjadikan Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi,”pungkasnya. (yad)

Ini Pesan Bupati Gresik untuk Zykky Karamy dan Putri Syailah Terpilih Jadi Duta GenRe Gresik 2022 Selengkapnya

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga

GRESIK,1minute.id – Ikan bandeng selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah omega-3 yang baik untuk mendukung fungsi otak hingga menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi asam lemak omega 3 secara rutin dan dalam jumlah yang tidak berlebihan selama masa kehamilan, akan dapat membantu perkembangan otak janin Ibu hamil. Selain itu, omega 3 ini juga baik untuk meningkatkan volume dan kualitas ASI. 

Ikan bandeng juga sangat lezat untuk disantap bila diolah dengan baik. Otak-otak bandeng, bandeng keropok , bandeng presto dan lain-lain. Namun, tidak semua orang bisa mengolah masakan berbahan utama bandeng itu. 

Tim Penggerak (TP) PKK Gresik bersinergi dengan Tim Pokja 3 TP PKK Jawa Timur menggelar sosialisasi ragam produk perikanan dalam rangka peningkatan gizi keluarga. Sosialisasi digelar di atrium Gressmall Gresik pada Selasa, 6 September 2022. Sosialisasi digagas oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dihadiri oleh Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak itu menghadirkan Chef Muhammad Chilmi dari Kota Pasuruan. 

Arumi Bachsin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk membawa produk perikanan yang bergizi tinggi ke dapur keluarga di Jawa Timur dan menjadi makanan sehari hari serta disukai oleh seluruh anggota keluarga terutama ibu-ibu hamil dan anak-anak dengan berbagai macam ragam olahannya.

“Sebagai salah satu tanggung jawab kita semua untuk mengurangi Stunting di wilayah Jawa Timur dengan meningkatkan ragam olahan pangan perikanan untuk mendapatkan pangan bergizi beragam dan seimbang,”ujar istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini.

Untuk diketahui, Provinsi Jawa Timur menghasilkan produk perikanan dengan jumlah terbesar di Indonesia baik untuk konsumsi domestik dan ekspor. “Potensi ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ketahanan pangan, peningkatan gizi dan pengentasan stunting di wilayah Jawa Timur.

“Salah satu permasalahan kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya,” terangnya.

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 % pada 2024. Upaya menanggulangi permasalahan stunting melalui Program Suplementasi yaitu perubahan perilaku konsumsi masyarakat agar mengkonsumsi sumber makanan yang beragam, kaya akan kandungan gizi termasuk zat gizi mikro yang sehat, aman dan fortifikasi pangan.

“Stunting merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah, bahkan diputus mata rantainya dengan memperhatikan asupan nutrisi dalam makanan yang kita makan, salah satu nutrisi dan protein yang penting untuk tubuh yakni dengan mengkonsumsi ikan,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dalam sambutannya mengajak peserta sosialisasi yang semuanya kaum hawa menyatukan tekad dan niat kita untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan serta kecerdasan oleh para ahli gizi.

“Untuk membangun sesuatu yang besar tentunya dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, begitu juga halnya untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat haruslah kita mulai dari peningkatan konsumsi ikan di Keluarga,”kata Ning Nurul Haromaini. 

Dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing serta berkarakter maka pembangunan pembinaan fisik dan mental haruslah dimulai dari keluarga, maka pemberian nutrisi dan gizi yang baik pada anak harus dimulai sejak dari usia dini terutama saat dalam kandungan sehingga usia balita dimana perkembangan fisik dan mental pada anak bisa berkembang dengan pesat.

“Asupan yang sehat dan bergizi serta bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan membentuk kecerdasan anak tak lupa adalah kehalalan makanan yang sangat berpengaruh terhadap mental dan perilaku atau akhlak anak,

Ikan salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga. Dari dahulu hingga sekarang ahli-ahli gizi tidak bosan bosan mengingatkan kita untuk selalu mengkonsumsi ikan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan sangat berkualitas tinggi beberapa keunggulan daging ikan adalah kadar kolestrol daging ikan yang rendah, daging ikan mengandung asam lemak tidak jenuh atau Omega 3, penyerapan protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi daging ikan dan lain lain.

Ibu-ibu penggerak PKK berperan penting dalam memasyarakatkan nilai lebih dari konsumsi ikan melalui sosialisasi keutamaan nilai gizi yang terkandung dalam daging ikan dan difertifikasi produk olahan berbahan ikan kepadaaayarakat khususnya ibu ibu Posyandu maupun dasawisma,” tambahnya.(yad)

Cegah Stunting, Ning Nurul dan Arumi Ajak Bunda Olah Produk Perikanan untuk Peningkatan Gizi Keluarga Selengkapnya

Mencegah Fatalitas Damkar Ajari Emak-emak PKK dan Anggota DPRD Gresik Memadamkan Api dengan Apar

GRESIK,1minute.id – Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja. Dimana saja. Nah, untuk mencegah fatalitas akibat kebakaran itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik melatih emak-emak  anggota tim penggerak (TP) PKK Gresik untuk memadamkan amuk si jago merah. 

Pelatihan memadamkan amuk lidah api dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) digelar di Pendapa Bupati Gresik pada Kamis, 4 Agustus 2022. FGD mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Pemahaman Dini Pemadaman kebakaran ini menghadirkan tiga pembicara yakni Kepala Dinas (Kadis) Damkar dan Penyelamatan Gresik Agustin Halomoan Sinaga, dan dua anggota DPRD Gresik Hudaifah, FPKB  dan Miftahol Jannah, Fraksi Golkar. Keduanya anggota Komisi I DPRD Gresik.

FGD dibuka oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini berlangsung gayeng. Sebab, peserta tidak hanya mendapatkan materi. Peserta yang semuanya kaum hawa mendapatkan pelatihan memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) dan karung goni. 

“Sempat nderedeg karena baru pertama praktik memadamkan api,”kata Miftahol Jannah, anggota Komisi I DPRD Gresik dari daerah pemilihan (Dapil) Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu. Miftahol Jannah memadamkan api menggunakan karung goni. Sedangkan, Hudaifah menggunakan karung goni dan APAR.  

Setelah dua anggota DPRD Gresik itu, giliran anggota TP PKK Gresik mendapatkan kesempatan menjajal alat damkar itu. Tidak semua bisa mengoperasikan APAR sehingga harus dibimbing oleh petugas Damkar. 

Sebelumnya, dalam forum diskusi itu muncul sejumlah ide untuk lebih memberdayakan peran Damkar Gresik untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Hudaifah mengusulkan pembentukan posko Damkar di setiap kecamatan. Hal senada, juga diungkapkan Miftahol Jannah. “Sosialisasi harus lebih diperluas hingga di pedesaan. Peserta bisa UMKM, Fatayat, Aisyiyah dan lainnya,”ujar legislator perempuan dari Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

PADAM API : Hudaifah, anggota DPRD Gresik menjajal memadamkan api menggunakan APAR. Sedangkan, Miftahol Jannah (foto atas) mendapatkan bimbingan dari petugas Damkar dalam pelatihan dalam FGD di Pendapa Bupati Gresik pada Kamis, 4 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia juga mengusulkan Dinas Damkar mendirikan posko di Pulau Bawean yang berjarak 80 mil laut dari Pusat Pemerintahan Gresik itu. “Tahun depan, Saya berharap posko damkar sudah ada di Bawean,”katanya. Selain itu, ia mendorong Pemkab Gresik untuk melakukan perubahan peraturan daerah (Perda) 17/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Sebab, Permendagri sudah lebih up to date. 

Sementara itu, Kadis Damkar Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengungkapkan tentang perkembangan kejadian kebakaran di Kota Industri-julukan lain-Kabupaten Gresik kurun waktu 5 tahun terakhir. Mulai 2017 hingga Agustus 2022. Kejadian kebakaran tren terus meningkat. Pada 2017 tercatat “hanya” 69 kebakaran. Pada 2020 meningkat menjadi 367 kejadian. Pada Januari sampai 4 Agustus 2022 sudah tercatat 303 kebakaran. “Mayoritas yang terbakar adalah alang-alang dan sampah,”katanya. 

Sedangkan tindakan rescue sudah 129 tindakan penyelamatan yang dilakukan. Evakuasi hewan ular, tawon, kucing, dan kera. Juga, penyelamatan manusia. “Karena tugas itu, kini masyarakat menjuluki kami yang di Damkar sebagai hero,”seloroh Sinaga. (yad)

Mencegah Fatalitas Damkar Ajari Emak-emak PKK dan Anggota DPRD Gresik Memadamkan Api dengan Apar Selengkapnya

Luncurkan Program Jaketku, Inisiasi TP PKK untuk Entas 1.892 Anak Putus Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi program dilaunching oleh Pemkab Gresik. Program anyar itu adalah Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku). Data Pemkab Gresik ada 1.892 anak Gresik yang putus sekolah. Mereka ini yang menjadi sasaran awal dari program yang berkolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik itu.

Program Jaketku dilaunching di Gedung Serbaguna Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Senin, 25 Juli 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan program Jaketku ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam rangka mewujudkan perbaikan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Saya tadi sampaikan kepada peserta agar tidak perlu pesimis atau malu. Karena dengan hari ini mengikuti program Jaketku ini merupakan langkah awal dan yakinlah bahwa tidak ada persiapan yang sia-sia. Ini merupakan suatu proses panjang dan Insya Allah semua akan ada hasilnya,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Hal senada disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. Gagasan program Jaketku ini muncul saat TP PKK turun ke desa dan menemukan banyak dari anak-anak  yang belum bisa menuntaskan pendidikannya. Program Jaketku ini merupakan jalur pendidikam non formal yang difasilitasi oleh pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah formal.

Didalamnya terdapat 3 paket yakni Paket A untuk kesetaraan tingkat SD, Paket B untuk kesetaraan tingkat SMP dan Paket C untuk kesetaraan tingkat SMA. Data yang ada, terdapat 1.892 anak-anak Gresik yang terputus sekolahnya dan akan menjadi sasaran awal program kolaborasi yang diinisiasi oleh Tim Penggerak (TP) PKK Gresik bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Komunikasi dan Informas ( Kominfo) dan Dinas Sosial Gresik.

Dari total data tersebut, terdiri dari 8 anak yang terputus di tingkat pendidikan SD, 431 anak di tingkat SMP, dan 1.093 di tingkat SMA.

“Mereka ini akan kita fasilitasi mendapatkan akses dan kesempatan untuk meneruskan pendidikannya dengan proses melalui ujian dan sebagainya sehingga mendapatkan ijasah,” terang Ning Nurul, sapaan akrab Ketua TP PKK Gresik itu.

Lewat program inovasi yang dilaunching hari ini, disamping membantu kualitas anak-anak secara tidak langsung juga akan bisa mengangkat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Menurut data BPS 2021, IPM Gresik adalah 76,50 menempati urutan ke-72 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia atau urutan ke-8 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. IPM ini dipengaruhi oleh angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah,”tambah istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Selepas melaunching program JAKETKU secara resmi, Bupati Yani bersama Ning Nurul langsung membaur di gebyar hari anak nasional yang diadakan di halaman kantor SKB. Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan berbagai pertunjukan seni dari anak-anak Gresik, serta berbagai stan UMKM dari berbagai kecamatan.(yad)

Luncurkan Program Jaketku, Inisiasi TP PKK untuk Entas 1.892 Anak Putus Sekolah  Selengkapnya

Gerakan PKK Sehat Lestari Terencana Dilaunching, Forkopimda Pun Ikut Menyosialisasikan

GRESIK,1minute.id – Gerakan Pembinaan Terpadu PKK Sehat Lestari Terencana bakal masif dibumikan di Kabupaten Gresik. Gerakan bertujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain itu, menurunkan angka stunting, penyuluhan kepada masyarakat untuk menghidupkan lingkungan yang bersih dan sehat serta pelayanan KB. Juga, mendukung program vaksin Covid-19 itu dilaunching di Pendapa Bupati pada Selasa, 23 November 2021.

Istimewanya lagi, acara yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Yani dan Dinas KB-PPA Gresik dilakukan oleh forum koodinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Kehadiran  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ; Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ; Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto ; Kasdim 0817/Gresik Mayor Sugeng Riyadi ; perwakilan dari Polres Gresik dan Pengadilan Negeri Gresik bentuk dukungan dan komitmen pemerintah mensukseskan program tersebut. 

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali menyatakan gerakan pemberdayaan ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan keluarga, progam keluarga berencana dan pembangunan kesehatan nasional yang terkait dengan 10 program PKK, khususnya kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Program PKK Sehat Lestari Berencana yang sebelumnya adalah program Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan. Ia berharap kegiatan dapat meningkatkan komitmen dari dinas terkait mendukung program tersebut. 

Antara lain, penurunan AKI dan AKB.  “Serta penurunan angka stunting, penyuluhan kepada masyarakat untuk menghidupkan lingkungan yang bersih dan sehat, pelayanan KB serta mendukung program vaksin Covid-19,”ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali.
Selain itu, imbuhnya, program PKK Sehat Lestari Terencana sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kader PKK kepada masyarakat untuk mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga lingkungan masyarakat.

Kader PKK harus aktif memantau kesehatan balita melalui posyandu serta merencanakan keluarga sehat dan kesejahteraan keluarga berencana. Meskipun kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian lomba, Ning Nurul menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremonial lomba saja, melainkan bisa dilaksanakan di kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan untuk membawa generasi Indonesia yang lebih sehat. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya berpesan sosialisasi ini tidak boleh berhenti di perlombaan saja. Hal ini karena program-program PKK memiliki peran yang penting dalam masyarakat sehingga wajib hukumnya untuk bisa direalisasikan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja, tetapi benar-benar terealisasi ditengah masyarakat. Karena semuanya berawal dari keluarga, pencegahan stunting hingga pencegahan narkoba semuanya berawal dari keluarga. Ini sangat luar biasa jika kita bisa kelola dengan baik,”ujarnya. (yad)

Gerakan PKK Sehat Lestari Terencana Dilaunching, Forkopimda Pun Ikut Menyosialisasikan Selengkapnya