Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan 

GRESIK,1minute.id – KUR Expo 2025 dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Jawa Timur. Ratusan pengusaha Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), diantaranya, “Rombongan” Mbak Nila memenuhi gedung atap berarsitektur mirip keong itu.

Mereka terlihat semringah. Sebab, kegiatan kolaboraya antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Akademisi dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), antara lain, BRI, BNI dan Mandiri serta Komisi VII DPR RI bertujuan memberikan akses kemudahan UMKM mendapatkan kredit perbankan anggota Himbara hingga Rp 100 juta tanpa agunan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Bagi UMKM kredit tersebut sebuah oase. Apalagi, perbankan siap untuk mempercepat proses pencarian kredit dalam dua hari kerja. Biasanya, persetujuan kredit butuh waktu 7 hari kerja. 

Dalam KUR Expo 2025 ini, ada sejumlah kegiatan, pelayanan perbankan, juga pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dilakukan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik. Stan-stan itu “diserbu” oleh para entreneuer yang mayoritas kaum hawa itu.

Ada juga, talk show mengusung tema “Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!”. Narasumbernya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti. Nila adalah anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim X yakni Kabupaten Gresik dan Lamongan yang menginisiasi kegiatan tersebut. 

Nila arek Gresik asli ini tergabung dalam komisi VII yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi. Talk show yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).Gresik Darmawan berlangsung seru karena antusiasme peserta. 

Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan menyatakan, pinjaman untuk UMK tanpa jaminan akan bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik. “Kemudahan proses KUR ini sebagai upaya UMKM bisa lebih maju dan bertahan di tengah kondisi global sekarang,” kata Darmawan dalam sambutannya pada Minggu, 16 November 2025.

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyampaikan komitmen untuk terus mengupayakan UMKM bertumbuh sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM dan mendongkrak pertubuhan perekonomian Gresik serta menurunkan angka pengangguran. Ia mencontohkan, bantuan ratusan rombong untuk para UMKM yang telah dilakukan. “Ternyata disini banyak Rombongan Mbak Nila,” ujarnya sambil tersenyum. 

Ia berharap, para UMKM di Gresik bisa memanfaatkan kemudahan untuk mendapatkan KUR tanpa jaminan ini. “Permodalan itu ditujukan untuk menjadi stimulus pengembangan usaha para pelaku UMKM. Jangan sampai mereka mengembangkan usaha dengan pinjaman online atau pinjaman berbunga besar,” ujar Nila di acara Talk Show Kolaboraya untuk UMKM Gresik Berdaulat!

Dalam kesempatan tersebut, Ia menegaskan, setiap produk lokal membawa cerita dan setiap cerita pantas dipentaskan hingga panggung nasional. “Ayo melangkah berkolaboraya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—bela, beli, bagi untuk nyala lilin UMKM Gresik menjadi mercusuar yang menopang kesejahteraan bersama,” katanya.

Perkembangan UMKM di Gresik 2020-2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Dengan prediksi peningkatan signifikan hingga 2025. Sektor unggulan terlihat pada sektor makanan olahan, kerajinan tangan, dan fasyen, yang terus berinovasi dan menarik minat pasar luas. Selain itu, UMKM juga berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja, menyerap banyak tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran di Gresik.

Permodalan menjadi jantung pertumbuhan UMKM. Tanpa pembiayaan yang memadai, potensi UMKM sulit terealisasi. “Semoga pinjaman KUR ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi para pelaku UMKM,” pungkasnya. (yad)

Kolaboraya Komisi VII DPR RI, Himbara dan Pemkab Gresik Gelar KUR Expo 2025, UMKM Bisa Ajukan KUR Rp 100 Juta Tanpa Jaminan  Selengkapnya

18 Produk UMKM Gresik binaan Dekranasda Ramaikan Sea Food Expo 2025 di China

GRESIK,1minute.id –  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Bea Cukai Gresik mengirimkan produk unggulan UMKM ke China.

Sebanyak 18 produk bahari hasil kurasi tersebut telah diseleksi oleh eksportir berpengalaman untuk mengikuti pameran internasional “Sea Food Expo 2025” di Qingdao, China.

Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali menyampaikan, kegiatan hasil kolaborasi Dekranasda, Diskoperindag dan Bea cukai dalam meningkatkan peran UMKM Gresik. “Dengan kolaborasi ini, tidak hanya di pasar lokal tapi produk UMKM bisa menembus pasar internasional. Kita terkenal dengan potensi hasil lautnya, di sinilah kita mengenalkan produk-produk bahari khas Gresik ke pasar luar,” ujar Ning Nurul, sapaan,  Nurul Haromaini Ali di Galeri Dekranasda Gresik Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Ia percaya bahwa produk-produk UMKM, khususnya olahan hasil laut, memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk luar negeri. “Dengan peran pemerintah dan pihak terkait harus saling mendukung, bagaimana kita semua bersinergi bisa membawa UMKM Gresik go internasional,” ucap ibu dua anak itu. 

Sementara itu, Imanda, perwakilan dari perusahaan eksportir PT Aji Bakuh Anugrah, menjelaskan bahwa produk-produk olahan UMKM Gresik telah melalui proses kurasi yang ketat dan memenuhi standar internasional. “Dengan produk yang sudah kami kurasi secara ketat, produk hasil olahan UMKM Gresik tidak hanya enak rasanya dan otentik, tetapi juga dari kemasan dan logistiknya sudah masuk standar internasional,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk memperluas pasar UMKM Gresik hingga ke kancah global. (yad)

18 Produk UMKM Gresik binaan Dekranasda Ramaikan Sea Food Expo 2025 di China Selengkapnya

PetroNite Fest, Kerja Nyata Petrokimia Gresik Mendorong Pemberdayaan UMKM Lokal

GRESIK,1minute.id – PetroNite Fest 2025 memasuki hari ketiga. Event tahun diinisiasi oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini diikuti 668 UMKM di sekitar perusahaan turut meramaikan pameran yang digelar dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-53 Petrokimia Gresik dan Hari UMKM Internasional ini.

Kerja nyata Petrokimia Gresik dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero) Dwi Satriyo Annurogo saat Opening Ceremony PetroNite Fest 2025, menjelaskan, bahwa Petrokimia Gresik berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam memajukan UMKM lokal melalui banyak platform. Salah satunya event Pasar Rakyat yang digelar sejak 2011, dan bertransformasi menjadi PetroNite Fest pada 2022. Dan tahun ini diselenggarakan sembilan hari hingga 6 Juli 2025 nanti.

“PetroNite Fest sangat ditunggu masyarakat, termasuk UMKM. Tahun lalu, dalam sehari ada 25.000 pengunjung, dengan perputaran ekonomi harian di pameran hingga Rp 10 miliar. Alhamdulillah, tahun ini jumlah tenan semakin banyak dan mengusung konsep futuristik modern. Harapannya mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan memperbesar dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha lokal,” ujar mantan Direktur Utama Petrokimia Gresik ini. 

Di tempat yang sama, Senior Vice President (SVP) Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menambahkan, ratusan tenant yang terlibat dalam PetroNite Fest 2025 terdiri dari UMKM binaan Petrokimia Gresik dan UMKM masyarakat umum sekitar perusahaan. Selain itu, UMKM binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik juga turut meramaikan.

UMKM tersebut memasarkan barang kerajinan, pakaian, dan lainnya. Paling menarik, di PetroNite Fest ini juga terdapat berbagai jenis makanan, mulai dari makanan tradisional berbagai daerah, makanan modern, dan makanan yang disajikan dengan unik dalam Food Truck.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana para pelaku UMKM untuk bisa memperkenalkan serta mempromosikan karya dan barang yang mereka jual, baik berupa makanan, pakaian, maupun kerajinan,” ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Untuk menarik pengunjung, tambahnya, dalam PetroNite Fest 2025 ini dihadirkan musisi nasional, musisi lokal, kesenian tradisional, hadrah, kasidah, kompetisi dance antar-SMA/SMK Gresik, serta perwakilan dari Persatuan Istri Karyawan (PIKA PG) yang turut andil dalam kesenian Kolintang. Banyak sekali hiburan yang disuguhkan setiap harinya.

“UMKM memiliki peranan strategis sebagai pilar perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Oleh karena itu, Petrokimia Gresik sebagai bagian dari BUMN yang juga salah satu pilar penggerak perekonomian, menaruh komitmen dan perhatian tinggi terhadap UMKM. Semoga kegiatan ini memberikan kebermanfaatan bagi UMKM dan masyarakat,” tutup Adit. (yad)

PetroNite Fest, Kerja Nyata Petrokimia Gresik Mendorong Pemberdayaan UMKM Lokal Selengkapnya

Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional

GRESIK,1minute.id – Penikmat Kopi Lelet Pandawa tidak hanya warga Rembang, Jawa Tengah. Kopi racikan Mohammad Totok Wahyudi, 42, ini telah merambah hampir semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Rembang (RB Rembang) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik, Kopi Lelet Pandawa mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Mohammad Totok Wahyudi, 42, pemilik usaha Kopi Lelet Pandawa di Desa Sendangagung, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bersyukur menjadi bagian dari RB Rembang sejak tahun 2020. Ia mengaku, RB Rembang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis Kopi Lelet Pandawa. Tidak hanya dibekali pelatihan administratif dan manajemen bisnis untuk menjalankan usahanya, tetapi juga penguatan branding hingga perluasan pasar melalui digital marketing, sehingga memperkuat daya saing produknya.

“Dulu saya hanya berangkat dari semangat ingin menjaga tradisi minum kopi di pesisir Kabupaten Rembang. Namun setelah bergabung dengan RB Rembang, kami mendapatkan banyak pelatihan, peluang untuk promosi, hingga perluasan jejaring usaha, yang justru membuat saya lebih termotivasi untuk terus melangkah maju,” ujar Totok, sapaan akrab, Mohammad Totok Wahyudi.

Totok mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak Oktober 2019 silam dengan modal awal Rp 25 juta itu, kini telah mengalami banyak perkembangan dari segi pemasaran. Berbekal alat sangrai kopi sederhana, Totok mulai mengenalkan kopi racikannya yang khas kepada kerabatnya, lalu memasarkannya di toko kelontong dan pasar tradisional secara mandiri.

Saat ini, Totok menjalankan usaha dengan dibantu 14 orang karyawan yang merupakan warga Desa Sedangagung, mulai dari proses produksi kopi, pengemasan, hingga distribusi. Kopi Lelet Pandawa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tapi juga menjangkau pasar yang lebih luas seperti Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, hingga Tuban di Jawa Timur. Bahkan dengan peran e-commerce, Totok mampu menjangkau pemasaran hingga Provinsi Jawa Barat, Kalimantan dan Bali.

Dengan kualitas premium dan racikan otentik tanpa campuran seharga Rp 19 ribu per bungkusnya, Kopi Lelet Pandawa kini mampu menjual hingga 2.100 bungkus per hari dan meraih omzet rata-rata Rp 30 juta per hari.

”Alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya rasakan semenjak menjadi bagian dari RB Rembang. Bahkan, kami dibantu membangun jaringan dengan sesama pegiat UMKM. Terima kasih SIG dan Semen Gresik, semoga ke depan semakin banyak UMKM yang bisa dirangkul. Semua pengalaman ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang,” imbuh Totok.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kepedulian terhadap UMKM melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh SIG di RB Rembang, Jawa Tengah, terus melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang ikut berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

“Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas yang diikuti dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang. Pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan, serta pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Vita Mahreyni.

Di balik aroma khas kopi yang mengepul di tiap cangkirnya tidak hanya mempertahankan tradisi minum kopi masyarakat pesisir utara Jawa, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing secara nasional. (yad)

Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional Selengkapnya

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global 

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) hadir di INACRAFT 2025. Semen Indonesia bersama dengan 14 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN lain dalam satu booth Rumah BUMN ini melibatkan 52 UMKM binaan mereka dari berbagai kategori, seperti fasyen, kerajinan tangan, dan aksesoris, serta menghadirkan 149 jenis produk unggulan yang siap menembus pasar internasional.

INACRAFT 2025 yang berlangsung hingga Minggu besok, 9 Februari 2025, booth Rumah BUMN terletak di area Main lobby dan Assembly Hall JICC (Jakarta International Convention Center), menjadi tempat menarik bagi pengunjung untuk berbicara langsung dengan pengrajin, mengetahui proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Tema yang diangkat beragam, mulai dari Batik Lasem oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), merajut tas bersama Perumnas, ecoprint pada media kain oleh PTPN IV, hingga patchwork tissue pouch dengan Bank BTN. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan pengrajin, mempelajari proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, UMKM dan BUMN adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. BUMN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan korporasi, tetapi juga berperan aktif membantu UMKM Indonesia agar semakin berkembang dan tangguh di pasar nasional serta internasional dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

”Kementerian BUMN memiliki peran besar dalam membantu memajukan UMKM di Indonesia. Kami terus mendorong UMKM untuk berkembang melalui berbagai program dan kerja sama dengan lembaga lain,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang mendukung kemajuan dan pengembangan UMKM Indonesia, SIG secara konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada UMKM, salah satunya dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. 

Dalam pameran INACRAFT 2025, SIG memfasilitasi dua UMKM binaannya yang bergerak di bidang fashion Nusantara yaitu Hastadana Batik Tulis Lasem dan Saleen. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, termasuk dalam hal fashion. Indonesia tercatat memiliki beragam wastra (kain tradisional), mulai dari batik, tenun, songket, ulos, dan lain-lain. 

Keikutsertaan dua UMKM binaan SIG yaitu Batik Tulis Lasem Hastadana dan Saleen dalam pameran INACRAFT 2025 merupakan bagian dari upaya mempromosikan wastra nusantara kepada masyarakat.

“Wastra Indonesia bukanlah sekadar kain, tetapi sebuah identitas kebanggaan bangsa. Kreativitas UMKM binaan SIG dalam memadukan wastra indonesia dengan tren fashion kekinian diharapkan menumbuhkan rasa bangga dan menarik minat masyarakat, utamanya generasi muda. Melalui pameran INACRAFT 2025, SIG berharap fashion nusantara akan lebih dikenal luas oleh masyarakat bahkan mendunia, serta dapat menghidupkan industri kreatif di tanah air,” kata Vita Mahreyni.

Melalui Rumah BUMN, dengan memberikan kesempatan berpartisipasi, SIG berupaya membantu para pengusaha lokal agar lebih siap bersaing di pasar internasional melalui pembinaan yang lebih baik dan akses pasar yang lebih luas. Keberhasilan UMKM binaan BUMN ini adalah cerminan nyata dari kontribusi besar BUMN terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. (yad)

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global  Selengkapnya

LP3H STAI Ihyaul Ulum Dukun Melakukan Rekrutmen & Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal 

GRESIK,1minute.id – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal atau LP3H Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAI Ihyaul Ulum, Gresik mengadakan Pelatihan Pendamping Halal pada 1 hingga 4 Februari 2025. 

Pelatihan inin sebagai bagian dari rekrutmen pendamping halal ini diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat umum. 

Pelatihan hari pertama berlangsung secara luar jaringan atau luring di Aula Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang halal, yakni Ketua Pusat Halal Unair Surabayq Dr. Abdul Rahem ; Direktur Lembaga Pemeriksa Halal/MUI Jawa Timur Ainul Yaqin serta LP3H Unair Surabaya Adistiar Prayoga.

Dalam sesi tersebut, para narasumber memberikan materi mengenai Ketentuan Syariat Islam terkait Jaminan Produk Halal, Kebijakan dan Regulasi Jaminan Produk Halal atau JPH, serta Proses Produk Halal pada Usaha Mikro dan Kecil atau UMK.

Hari kedua hingga keempat pelatihan akan dilaksanakan secara dalam jaringan atau daring, dengan materi pendalaman dan studi kasus. Pada hari ketiga, peserta akan mengikuti post-test, sementara hari terakhir, keempat akan menjadi sesi pengumuman kelulusan serta pemberian treatment bagi peserta yang belum lulus.  

Selain materi utama, pelatihan ini juga menghadirkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik, yang memberikan pembekalan mengenai prosedur penerbitan Nomor Induk Berusaha atau NIB dan Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT.

Sementara itu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan atau Diskoperindag Gresik turut serta memberikan wawasan mengenai perkembangan industri halal di Kabupaten Gresik.  

Ketua LP3H STAI Ihyaul Ulum Gresik Fathul Qorib, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencetak pendamping halal yang kompeten guna mempercepat proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, khususnya di Kabupaten Gresik.  

“Dengan adanya pendamping halal yang tersertifikasi, diharapkan semakin banyak UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal. Ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk halal, tetapi juga mendukung penguatan industri halal di Indonesia,” ujarnya.  

Sementara, Ketua STAI Ihyaul Ulum Ubaidillah, menyatakan bahwa kehadiran LP3H ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran dan implementasi sertifikasi halal di tengah masyarakat.

“Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik, kami merasa terpanggil untuk memberikan peran yang lebih besar dalam memastikan produk-produk yang dikonsumsi masyarakat, khususnya umat Islam, memiliki jaminan halal yang terstandar,” kata Ubaidillah

“LP3H ini adalah wujud dari kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan produk halal,” imbuh Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau ISNU Kabupaten Gresik ini. 

Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka berharap program ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh kemudahan dalam mengurus sertifikasi halal, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar. (yad)

LP3H STAI Ihyaul Ulum Dukun Melakukan Rekrutmen & Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal  Selengkapnya

Program Desa BRILiaN dari BRI Sukses Berdayakan Kacang Nepo, Camilan Khas yang Diminati di Indonesia

JAKARTA,1minute.id – Kacang Nepo made in Suparman menasional. Camilan ini hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan lainnya yang menghadirkan cita rasa gurih dan renyah.

Nama Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan itu pun ikut melejit. Bagaimana ikhtiar Suparman, dari desa bisa menasional, karena sukses mengembangkan bisnisnya Kacang Nepo itu ? 

Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Namun, hasil bumi yang biasanya dijual mentah kini telah diolah menjadi produk siap konsumsi berkat inovasi dari Suparman, pengusaha lokal yang memproduksi camilan “Kacang Nepo”.

Kacang Nepo hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan lainnya yang menghadirkan cita rasa gurih dan renyah.

Menurut Suparman, ide awal usahanya muncul pada 2022. “Saya melihat banyak hasil bumi di desa ini dijual mentah ke luar, sehingga tercetus ide untuk mengolahnya agar punya nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dengan kemasan awal yang sederhana, produk ini kemudian mendapat dukungan dari BRI melalui program Desa BRILiaN di tahun 2023. BRI memberikan pelatihan dalam bidang pemasaran, kemasan, hingga penggunaan teknologi digital. Berkat pemberdayaan ini, produk Kacang Nepo kini tampil lebih menarik dan dikenal luas.

Program Desa BRILiaN dari BRI memberikan dampak signifikan bagi perkembangan usaha Suparman. Pelatihan khusus dari BRI dan kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata membantu Suparman meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek rasa dan pengemasan, sehingga lebih kompetitif di pasar. Selain itu, BRI juga membekali UMKM Desa Nepo dengan teknologi digital seperti QRIS, yang memungkinkan sistem pembayaran non-tunai dan memudahkan akses ke pasar yang lebih luas.

“Untuk pemasaran di toko lokal dan supermarket, sekarang semakin mudah dengan QRIS,” jelas Suparman. Ia menambahkan, penggunaan teknologi ini membuat proses transaksi lebih cepat dan memudahkan konsumen dalam berbelanja.

Saat ini, Kacang Nepo yang telah menghasilkan pendapatan hingga belasan juta per bulan menjadi sumber pendapatan utama bagi Suparman dan beberapa warga yang ia pekerjakan. Dengan semakin banyaknya permintaan, Suparman berharap bisa memperluas tim dan mengajak lebih banyak warga terlibat dalam produksi. 

“Harapannya, UMKM di desa kami semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya penuh semangat.

Suparman juga menyampaikan harapannya agar produk lokal seperti Kacang Nepo tidak hanya dikenal di lingkup lokal, tapi bisa menjadi ikon kuliner khas Desa Nepo yang dikenal lebih luas. “Kami ingin kacang yang keluar dari desa ini dalam bentuk kemasan yang punya nilai tambah, bukan sekadar bahan mentah lagi,” tegasnya. Dengan produk yang semakin diminati, Suparman bermimpi membawa Kacang Nepo ke pasar nasional.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan komitmen BRI sebagai bank yang memiliki fokus kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

“Peran BRI tidak terbatas sebagai lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa,” ujarnya.

“Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa beserta seluruh UMKM yang ada didalamnya yang pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia,” tegas Supari. (yad)

Program Desa BRILiaN dari BRI Sukses Berdayakan Kacang Nepo, Camilan Khas yang Diminati di Indonesia Selengkapnya

Dorong UMKM Tumbuh Hebat dan Kuat, Hanya Yani-Alif yang Bisa Bawa Harapan dan Aspirasi Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon atau paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – dr Asluchul Alif melakukan sosialisasi visi dan misi di kafe esroad di Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin malam, 4 November 2024.

Sosialisasi mengusung tema Pemberdayaan UMKM ini diikuti ratusan orang. Peserta laki-laki dan emak-emak. Semua yang hadir adalah pelaku UMKM. Ada pengerajin dan juga pedagang panganan khas Giri, dan lainnya. Saking gayengnya, diskusi bersama paslon nomor urut #1 itu mulai badal Isya hingga pukul 21.00 WIB terasa begitu cepat.

Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kecamatan Kebomas dikenal sebagai central UMKM. UMKM memiliki ciri khas sendiri. UMKM kearifan lokal ini yang harus didorong agar terus tumbuh sehingga semakin mensejahterakan masyarakat. 

“Mudah-mudahan bisa kami wujudkan setelah Pilkada 27 November 2024,” ujar Gus Yani yang didampingi Cawabup dr Asluchul Alif dan Ketua Pemenangannya, Haji Nadlir dan Akhmad Roni usai acara kepada wartawan pada Senin, 4 November 2024.

UMKM di Kabupaten Gresik memiliki potensi tumbuh sangat besar. Sebab, Gresik menjadi daya tarik investor. Banyak industri beroperasi di kota Santri-julukan lain-Kabupaten Gresik ini. “Pertumbuhan UMKM ini harus terus kita dorong karena pangsa pasarnya sudah tersedia, yakni industri yang ada di Gresik,” ujarnya.

Karena itu, Gus Yani mengajak kepada semua warga Gresik di hari coblosan pada 27 November 2024 bisa datang ke tempat pemungutan suara atau TPS. “Karena hanya pasangan Yani-Alif yang bisa membawa harapan dan aspirasi masyarakat Gresik,” tegasnya.

Cawabup Gresik dr Asluchul Alif menambahkan, UMKM bisa menjadi sumber kemajuan di Gresik. “Gresik menjadi tujuan industri dan investor. 

Kesejahteraan masyarakat bisa didorong melalui UMKM karena peluang daya beli ada,” kata dr Alif, begitu panggilan akrab, dr Asluchul Alif. Kebangkitan UMKM, bisa menjadi salah satu kunci peningkatan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran. “Tidak semua masyarakat Gresik harus menjadi karyawan industri,  Kita bangun UMKM yang hebat dan kuat  untuk kebutuhan industri juga,” tegasnya. (yad)

Dorong UMKM Tumbuh Hebat dan Kuat, Hanya Yani-Alif yang Bisa Bawa Harapan dan Aspirasi Warga Gresik Selengkapnya

Kredit UMKM Tembus Rp 1.105 Triliun, Dirut BRI Sunarso : UMKM Prioritas Utama Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI komitme memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Triwulan III/2024, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy).  Dari total penyaluran kredit tersebut sekitar Rp 1.105,70 triliun atau  81,70% diantaranya merupakan kredit kepada segmen UMKM.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Sunarso.

Pada kesempatan terpisah, Sunarso mengungkapkan bahwa perseroan telah memiliki strategi dalam memberdayakan UMKM sehingga layak dilirik oleh perbankan dan mendapatkan pembiayaan.

“Sesungguhnya UMKM kita itu lebih membutuhkan edukasi daripada advokasi. Kenapa demikian? Kalau advokasi sebenarnya menempatkan UMKM di bawah. Di bawah bank, di bawah lembaga pembiayaan. Kalau diedukasi sebenarnya menempatkan UMKM sejajar dengan bank sebagai mitra,” ujar Sunarso.

Menurut Sunarso terdapat lima hal yang perlu diedukasi kepada UMKM. Pertama, tentang spirit atau semangat kewirausahaan. “Itu yang harus kita educate kepada UMKM. Karena pelaku UMKM sangat banyak sehingga masih beragam level-nya,” ujar Sunarso.

Kedua yaitu tentang kemampuan mereka melakukan administrasi dan manajerial. Menurut Sunarso ini merupakan pekerjaan rumah yang penting. Sebab kedua hal tersebut masih merupakan area yang sangat luas untuk dikerjakan.

Ketiga, tentang aksesibilitas UMKM terhadap informasi, pasar, teknologi dan pendanaan. “Itu juga penting,” ujarnya.

Keempat, Sunarso mengatakan UMKM juga harus diedukasi soal keberlanjutan. Baik itu tentang keberlanjutan bisnis terlebih juga keberlanjutan lingkungan.

Terakhir, Sunarso menekankan pentingnya edukasi soal prinsip Good Corporate Governance kepada UMKM. “Kita perlu educate UMKM untuk menjalankan bisnis dengan prinsip-prinsip GCG dengan baik. Itulah yang akan menjadikan UMKM bertumbuh dan berkembang berkelanjutan,” tandasnya.

Sunarso menegaskan komitmen BRI untuk terus memberikan dukungan terhadap UMKM di Indonesia. “Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, khususnya pada segmen UMKM, melalui penyaluran kredit yang berkualitas serta program-program pemberdayaan lainnya,” pungkas Sunarso. (yad)

Kredit UMKM Tembus Rp 1.105 Triliun, Dirut BRI Sunarso : UMKM Prioritas Utama Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Selengkapnya

Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp 45,36 Triliun

JAKARTA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi ekonomi domestik yang masih penuh dengan tantangan.

Dengan fokus memperkuat fundamental kinerja, hingga akhir Triwulan III/2024 BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 45,36 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada press conference Kinerja Keuangan BRI  Triwulan III / 2024 di Jakarta pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Dalam paparannya, Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat. “Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsisten memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ungkap Sunarso.

Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21 % secara year to year atau YoY. Dari total penyaluran kredit tersebut, 81 70% diantaranya atau sekitar Rp 1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.

Penyaluran kredit yang tumbuh positif tersebut juga membuat aset BRI tercatat meningkat sebesar 5,94% yoy menjadi sebesar Rp 1.961,92 triliun.

Dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Sunarso.

Dengan penyaluran kredi yang terus tumbuh BRI juga mampu mengelola kualitas asetnya dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari rasio Non performing Loan atau NPL BRI yang membaik, dimana NPL pada Triwulan III/2024 tercatat sebesar 2 90% atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,07%

Disamping NPL, perseroan juga berhasil mencatat rasio Loan at Risk atau LAR yang lebih baik, dari semula sebesar 13,80% pada akhir triwulan III/2023 menjadi 11,66% pada akhir triwulan III/2024. Penurunan rasio NPL dan LAR ini didukung oleh penerapan strategi pengelolaan manajemen risiko yang disiplin di seluruh lini bisnis.

BRI secara aktif memantah kualitas kredit dan mengadopsi Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah kredit sedini mungkin. Selain itu, BRI juga memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien.

Disamping kualitas kredit yang semakin membaik, BRI juga tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 215,44%. “BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko, mulai dari selective growth, pemantauan kredit secara proaktif, penguatan pencadangan, hingga penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah,” ujar Sunarso.

Sementara itu, dari sisi liabilitas BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga atau DKP sebesar Rp 1.362,42 triliun atau tumbuh 5,59% yoy. Komposisi dana murah atau CASA masih mendominasi DKP BRI dengan porsi mencapai 64,17% atau meningkat dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 63,44%.

Salah satu faktor utama dalam peningkatan penghimpunan dana murah adalah tranaformasi digital yang dilakukan BRI. Melalui super apps BRImo, BRI telah menciptakan solusi perbankan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh nasabah kapan saja dan di mana saja.

Inovasi ini terbukti mampu mendorong peningkatan jumlah nasabah tabungan, khususnya di kalangan milenial dan generasi muda yang semakin digital-savvy. Hingga akhir September 2024 tercatat penggunaan BRImo telah mencapai 37,14 juta user dengan volume transaksi mencapai Rp 4.034 triliun atau tumbuh 35,20% yoy.

Melalui pengembangan layanan hybrid bank, BRI juga telah memperluas jangkauan perbankan ke segmen-segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal, termasuk masyarakat di daerah terpencil melalui agen BRIlink.

Hal ini sesuai dengan misi BRI untuk mendukung inklusi keuangan nasional serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep sharing economy. Tercatat hingga akhir September 2024 BRI telah memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink yang tersebar di 62.227 desa di seluruh Indonesia.

Sepanjang Januari hingga September 2024 agen-agen tersebut berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp 1.170 triliun yang berasal dari 859 juta transaksi finansial.

Pada kesempatan tersebut, Sunarso juga menjelaskan bahwa capaian kinerja positif BRI hingga Triwulan III/2024 tersebut juga didukung kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Dimana Loan to Deposit Rasio atau LDR Bank berada di level 89,18% serta Capital Adequacy Rasio atau CAR mencapai sebesar 26,76%.

“Kedepan, BRI akan terus mengelola likuiditas yang prudent untuk memastikan BRI siap menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik,” ujar Sunarso.

Sunarso pun optimis dapat menutup tahun 2024 dengan capaian positif. “BRI optimis dapat menutup tahun 2024 ini dengan kinerja positif, utamanya dengan fokus memperkuat fundamental kinerja dan membentuk ketangguhan sehingga BRI selalu siap menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari global maupun domestik”, pungkasnya. (yad)

Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp 45,36 Triliun Selengkapnya