Melongok “Galeri” Lukis di Ruang Tamu Achmad Feri, Pelukis Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ruang tamu di Kompleks Perumahan Alam Bukit Blok E.7 nomor 2 , Desa Suci Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik bagai sebuah galeri lukis. Ada puluhan lukisan terpajang di ruang tamu berukuran 5 meter x 6,5 meter itu. Ukurannya bervariasi. 

Ada lukisan abstrak yang berukuran separuh triplek. Ada juga goresan tangan yang seukuran korek api. Saking kecilnya lukisan itu, penikmat lukisan harus menggunakan kaca pembesar alias srikonto atawa suryakanta atau lup. 

Wartawan 1minute.id menyempatkan memoloti lukisan bertema Damarkurung berukuran 8×10 mm itu. Untuk melukis karya itu, Feri membutuhkan waktu “hanya” tiga hari.

“Ini hanya sebagai kecil saja. Karena ruang tidak muat,” kata pelukis Achmad Feri ketika wartawan 1minute.id bertandang ke rumahnya beberapa waktu lalu. Achmad Feri, sarjana Jurusan Seni Rupa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya, kini Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 1996. 

Bapak dua anak berusia 44 tahun ini mengaku mulai senang melukis sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putra. “Waktu itu, Saya melukis Superman. Tapi, guru saya tidak percaya karena dianggap terlalu apik,” kenang Feri sambil tersenyum. Feri lulus sekolah dasar pada 1986. 

Akan tetapi, Feri tidak mutung. Ia bahkan semakin aktif melukis. “SD melukis bahkan jual hasil karya. Triplek Saya gambar Mickey Mouse saat Pasar Bandeng,” katanya. Lulus SD, Feri melanjutkan ke SMP NU 1 Gresik, kemudian SMA Negeri 2 Gresik, kini, SMA Negeri 1 Manyar atau Smanema.

Sejak di sekolah dasar itu, Feri terus mengasah keahlian corat-coret di atas kertas maupun kanvas. Ia pun kerap mengikuti berbagai perlombaan dan pameran tingkat lokal (Kabupaten), Provinsi hingga nasional. Aliran lukisan pun tidak saklek. 

Aliran lukis anggotaGaleri Seni Rupa Gresik (Gasruk) ini bisa absatrak-ekspresionis maupun Realis. Termasuk kalikatur dan kaligrafi. Keahlian Feri semakin terasa saat kuliah di jurusan Seni Rupa IKIP Surabaya, kini Unesa. Pada 2019, Feri menggelar pameran tunggal di Iconmall Gresik. “Pameran tunggal ini paling terkesan. Saya memamerkan 24 karya,” kata Feri. 

Pada Mei 2025, Feri bersama puluhan pelukis Gresik yang tergabung dalam Sanggar Lentera menggelar pameran di Lobi Gedung DPRD Gresik. 

Art Exhebition 2025 di Lobi Gedung DPRD Gresik. Pameran diinisiasi oleh Sanggar Lentera Gresik yang dibuka okeh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir ini memamerkan 50 karya berlangsung mulai 14-16 Mei 2025. Di event Art Exhebition itu, Feri memamerkan dua karya abstraks yakni “5 Waktu dan Naluri”. 

Naluri, lukisan berukuran 120 x 155 centimeter ini dipajang di teras depan bersebelahan dengan Dzikir. “Naluri tidak hanya dimiliki manusia. Hewan pun memiliki Naluri,” kata Feri ketika ditemui pada Rabu malam, 14 Mei 2025. Ia menceritakan, ada induk burung memberikan makan anaknya. Sementara ada anak burung kelaparan karena ditinggal induknya, burung lainnya tergerak untuk memberikan makan anak burung. “Begitu lah kehidupan. Coba sampeyan lihat agak jauh. Akan terlihat burungnya,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Melongok “Galeri” Lukis di Ruang Tamu Achmad Feri, Pelukis Gresik  Selengkapnya

SMP Daris dan Gresik Heritage Berkolaborasi dengan Unesa Buat Senam Berirama Khas Gresik,  Kado Ulang Tahun Kota Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik bakal memiliki senam tradisional. Senam berirama khas Gresik. Lirik lagu ditulis oleh Oemar Zainuddin, pemerhati bangunan heritage  di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pun, aransemen lagunya. Lirik lagu berjudul “Jajanan Gresik” sudah puluhan tahun di simpan oleh salah satu kebturunan pemilik rumah di Kampung Kemasan itu.

Sumarga Adhi Satria, Kepala SMP Darul Islam (Daris) Gresik juga Ketua Gresik Heritage, salah satu komunitas pecinta sejarah dan budaya Kota Lama Gresik itu kemudian menginisiasi lagu tersebut menjadi lagu untuk senam berirama. Sumarga berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk proses pembuatan gerakan senam berirama berjudul “Jajanan Gresik” itu. 

Gayung bersambut dua institusi yakni SMP Daris Gresik dan Unesa membuat Nota kesepahaman (MoU) pembuatan senam berirama tradisi kota Gresik ini. MoU telah ditandatangani pada Selasa, 28 Februari 2023.

Dalam pembuatan gerakan senam berirama khas Gresik ini, dikerjakan oleh para dosen di Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. “FIO Unesa selaku pembuat gerakan senam irama tradisi pertama di Gresik ini,” kata Sumarga pada Jumat, 3 Maret 2023.

Ia mengatakan Nota Kesepahaman antara SMP Daris Gresik dengan Unesa ini momen fonomenal dan bersejarah bagi kami (SMP Daris dan Gresik Heritage,Red),” imbuhnya. Mengapa kami menganggap momen fenomenal dan bersejarah? “Sebab, senam berirama khas Gresik ini kali pertama. Senam berirama khas Gresik ini kami jadikan kado bagi Gresik,” tegasnya. 

Untuk diketahui, tahun ini, Kota Gresik genap berusia 356 tahun dan HUT ke-49 Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Ulang Tahun Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

Sumarga berharap senam berirama tradisi kali pertama di Kota Santri ini menjadi momentum pengangkatan kembali prestasi non akademik di bidang Pendidikan dan Kebudayaan Gresik. 

“Menjadi momen nilai sejarah yang berkualitas dan bermanfaat bagi pelajar dan masyarakat di Kota Gresik di masa sekarang dan yang akan datang,” katanya dengan nada optimistis. 

Ia memimpikan senam berirama tradisi “Jajanan Gresik” ini bisa dilaunching bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Gresik pada 9 Maret nanti oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Sehingga bisa nenjadi Ikon baru yang bernilai  sejarah dan mampu memberikan warna baru keanekaragaman pendidikan dan budaya di Kota Gresik Ini,” harap Sumarga. (yad)

SMP Daris dan Gresik Heritage Berkolaborasi dengan Unesa Buat Senam Berirama Khas Gresik,  Kado Ulang Tahun Kota Gresik  Selengkapnya