Pemkab Gresik Dirikan Dapur Umum di Desa Kedungrukem untuk Siapkan Makan Sahur dan Berbuka 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif meninjau dapur umum di Balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Minggu malam, 2 Maret 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu membuat Kali Lamong kembali meluap.

Badal Tarawih, Gus Yani dan dr Alif berangkat menuju ke Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Desa Sedapurklagen, satu dari lima desa di Kecamatan Benjeng mengalani dampak terparah akibat banjir susulan Kali Lamong. Data BPBD Gresik terdapat 300 unit rumah yang tergenangi air dengan ketinggian 10-30 centimeter. Sejumlah, fasilitas umum atau fasum seperti SDN, TK, PAUD, Masjid dan Pustu.

Mereka meninjau rumah warga lalu mengunjungi Balai Desa Kedungrukem, tempat dapur umum Pemkab Gresik didirikan untuk menyediakan makanan sahur dan berbuka bagi warga terdampak.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Wabup, Sekda, Dinas PUTR, Dinsos, BPBD, serta para camat di wilayah terdampak. Ada sejumlah langkah antisipasi yang kita bahas, terutama karena curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir menyebabkan air Kali Lamong kembali meluap,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani , baru tiba ke Gresik setelah 8 hari mengikuti retret atau Pembekalan Kepala Daerah (Gubernur, Wali Kota dan Bupati) di Akmil Magelang, Jawa Tengah. Memakai Tshirt warna hitam dan topi hitam ketika meninjau lokasi banjir. Karena ada warganya yang berada di Daerah Aliran Sungai atau DAS Kali Lamong mendapat musibah banjir, Gus Yani didampingi dr Alif tanpa istirahat meninjau ke lokasi banjir.

Ia menambahkan, karena bencana ini terjadi di bulan Ramadan, Pemkab Gresik memutuskan mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang menjalankan ibadah puasa. “Kami ingin memastikan warga terdampak tetap bisa sahur dan berbuka dengan baik. Semoga air cepat surut dan hujan tidak turun lagi malam ini, sehingga luapan air bisa terkendali,” tambahnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, Senin, 3 Maret 2025  sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik mengalami hujan inrensitas ringan. Wilayah tersebut, antara lain, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerne, dan Menganti. 

Sedangkan, di Gresik bagian Utara atau DAS Bengawan Solo, hujan intensitas ringan terjadi di Kecamatan Dukun, Bungah, Panceng, Ujungpangkah, Sidayu dan Manyar. 

Gus Yani mengatakan, selain penanganan kegawatdaruratan, pihak telah melakukan  diskusi bersama jajaran terkait, Pemkab Gresik merancang sejumlah langkah percepatan penanganan banjir, termasuk pembangunan kolam retarding basin atau kolam retensi sebagai penampung air sementara.

“Tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk kolam retarding basin kedua, seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cerme. Kami berharap pembebasan lahan untuk percepatan pembangunan kolam retensi di sepanjang sungai Kali Lamong dapat segera dimulai,” kata Gus Yani.

Ia optimistis, jika proyek ini terealisasi, risiko banjir di kawasan sekitar Kali Lamong bisa berkurang secara signifikan.

“Kolam retensi di Cerme memang sudah optimal, tapi kapasitas tampungannya terbatas. Oleh karena itu, tahun ini kami mulai membangun kolam retensi kedua di Balongpanggang. Kami juga berharap DPRD Gresik dapat mendukung optimalisasi anggaran untuk proyek ini,” jelasnya. (yad)

Pemkab Gresik Dirikan Dapur Umum di Desa Kedungrukem untuk Siapkan Makan Sahur dan Berbuka  Selengkapnya

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Gus Yani Ngaku Tambah Ilmu, Jejaring Kepala Daerah untuk Nawa Karsa Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Retret kepala daerah antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Akmil Magelang, Jawa Tengah Jumat besok berakhir, 28 Februari 2025. Sehari menjelang cek out atau pada Kamis, 27 Februari 2025, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif meluncur ke Akmil Magelang untuk bergabung dengan Bupati Fandi Akhmad Yani yang telah mengikuti retret sejak 21 Februari 2025. Gus Yani – dr Alif, sama-sama baju loreng. 

Apa kesan Gus Yani, begitu biasa disapa,  selama 7 hari, mulai 21-27 Februari 2025 mengikuti retret atau pembekalan untuk kepala daerah ( Gubernur, Wali Kota dan Bupati) di Akademi Militer atau Akmil Magelang, Jawa Tengah ?  Selain, pembekalan disiplin dan kesederhanaan sebagai bagian dari pelatihan kepemimpinan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengaku memperoleh banyak wawasan dan materi baru yang dapat diterapkan dalam membangun daerah, termasuk dalam penyusunan kebijakan saat melakukan efisiensi anggaran. “Kami sudah menerapkan efisiensi anggaran dan menyusun program prioritas. Ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto demi terealisasinya Proyek Strategis Nasional,” ujar Gus Yani pada Kamis, 27 Februari 2025.

Gus Yani menambahkan bahwa dirinya juga diajak untuk mengidentifikasi potensi wilayah guna bersama-sama memperkuat pembangunan daerah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, bersama Wabup Gresik dr. Alif, dirinya sudah menyiapkan sembilan strategi utama atau Nawa Karsa demi mewujudkan “Gresik Baru Lebih Maju.”

Mulai dari Gresik Cerdas dan Sehat dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk percepatan penanganan stunting. Selanjutnya, Gresik Religius dan Berbudaya dengan menguatkan nilai-nilai keagamaan serta melestarikan budaya lokal.

Nawa Karsa lainnya adalah Gresik Sejahtera, yang berfokus pada dukungan terhadap UMKM, industri kreatif, serta program perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Kemudian, Gresik Produktif, dengan mendorong industrialisasi berkelanjutan dan pengembangan kawasan ekonomi strategis.

Ada pula Gresik Mandiri, yang bertujuan memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan wirausaha berbasis inovasi. Selanjutnya, Gresik Nyaman dan Berkelanjutan, yang mengedepankan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Strategi berikutnya adalah Gresik Maju dan Modern, yang diwujudkan melalui penerapan teknologi digital dalam pemerintahan dan pengembangan Smart City. Kemudian, Gresik Terhubung, dengan meningkatkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur transportasi dan akses digital.

Terakhir, Gresik Aman dan Harmonis, yang bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, serta mendorong kehidupan sosial yang rukun dan toleran. “Banyak ilmu yang kami dapat. Terlebih, kami bisa mengenal para kepala daerah dari berbagai wilayah sehingga dapat saling berjejaring dan berbagi ilmu,” jelasnya.

“Koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat sangat dibutuhkan untuk membangun daerah,” tambah bupati periode kedua tersebut. Pembangunan memang membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/ kota, dan pusat.

Hal senada disampaikan Wabup Gresik dr. Alif, yang baru bergabung dalam retret pada Kamis (27/2). Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam penciptaan lapangan kerja.

“Mas Yani sudah menerbitkan Perbup tentang perlindungan tenaga kerja lokal, sehingga perusahaan di Gresik diwajibkan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja dari warga Gresik,” tegasnya. Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun Gresik. Apalagi, sebagian wilayah di Gresik terdampak bencana banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong dan Kali Surabaya.

“Dengan kekompakan, kita bisa menyelesaikan semua persoalan. Mudah-mudahan banjir di wilayah Gresik Selatan segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas dengan lancar,” harapnya. (yad)

Ini jadwal hari kedelapan retret di Akmil Magelang. 

Jumat, 28 Februari 2025

1. 06.30 – 07.30 WIB  : Sarapan

2. 09.00 – 11.30 WIB : Pengarahan Presiden & Penutupan

3. 14.00 WIB – selesai : Check out Kepala Daerah

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Gus Yani Ngaku Tambah Ilmu, Jejaring Kepala Daerah untuk Nawa Karsa Gresik Baru Selengkapnya

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah

GRESIK,1minute.id – Hari ini, Pemerintah Kabupaten Gresik genap berusia 51 tahun pada Kamis, 27 Februari 2025. Sebagai rangkaian memperingati Hari Jadi Gresik atau Harjagres 2025 yakni HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD melakukan ziarah ke makam Waliyullah.

Syekh Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri ; Sunan Prapen dan makam Bupati Gresik yang pertama KRT Poesponegoro. Ziarah dilakukan usai acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik. 

Kali pertama melakukan ziarah ke makam Sunan Giri. Kedatangan rombongan disambut oleh Forkopimcam Kebomas dan pengurus Yayasan Sunan Giri. Acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil serta doa bersama yang dipimpin oleh seorang kiai setempat.

Setelah berziarah ke Makam Sunan Giri atau Raden Paku, rombongan Wabup melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Di Makam Sunan Giri, suami dari dr. Shinta Puspitasari ini berkesempatan memegang keris serta mencium sajadah, dua benda peninggalan Sunan Giri. Ziarah dilanjutkan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Dokter Alif, begitu sapaan melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik. Mereka juga berziarah ke Makam Bupati Gresik pertama, KRT Poesponegoro, yang berlokasi tidak jauh dari Makam Maulana Malik Ibrahim.

Selain berziarah, Wabup juga menyempatkan diri menyapa warga dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di sepanjang jalan menuju makam. Prosesi tabur bunga di makam para wali pun turut dilakukan dalam rangkaian kegiatan ini. 

Sebelum kembali, Wabup yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini menunaikan salat Duhur berjemaah serta menjadi imam salat di Aula Maulana Malik Ibrahim. Ziarah ke makam Waliyullah ini menjadi tradisi bagi Pemkab Gresik saat merayakan HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari dan Hari Jadi Gresik diperingati setiap 9 Maret.

Ziarah tahun ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak bisa ikut karena sedang mengikuti Retret di Akmil Magelang pasca pelantikan pada 20 Februari 2025. Sehingga, ziarah ke makam Wali Sanga dipimpin oleh Wabup dr Asluchul Alif. Tampak hadir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachaman, Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dawam, Kabag Logistik Polres Gresik Kompol Moh Nur Amin serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Wabup Alif menyampaikan bahwa ziarah ini dilakukan dalam rangka HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

“Gresik dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Mari kita jadikan peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik ini sebagai momentum untuk selalu mengingat para pendahulu kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para leluhur, terutama bagi generasi muda dan para pemangku kebijakan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Mari kita teladani perjuangan para pendahulu. Selain menjadi inspirasi bagi generasi muda, hal ini juga dapat memupuk semangat para pemangku kebijakan dalam menjalankan tugasnya untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah Selengkapnya

Harjagres, Upacara Pakai Baju Khas Gresik, Wabup Gresik Dorong Sinergitas, Gresik Maju Bareng-bareng

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik dan Hari Ulang Tahun ke-51 Pemerintah Kabupaten Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 26 Februari 2025.

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif yang memimpin apel pagi mengusung tema “Semangat Bersinergi, Meningkatkan Produktivitas, Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan, dan Akselerasi Pelayanan Kesejahteraan Inklusif ini. Pemimpin dan peserta upacara memakai baju khas Gresik.

Wabup Alif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Gresik agar semakin maju dan sejahtera. “Hari ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu. Mari kita wujudkan karya bakti yang bermanfaat bagi masyarakat dan demi kepentingan kita semua,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat akan sejarah panjang dan kemasyhuran Gresik sejak masa lampau. Dimulai sejak masa pra islam, masa penyebaran islam, hingga masa kolonial.  “Kita memiliki sejarah gemilang, mulai dari Gresik sebagai kota bandar yang berjaya, hingga menjadi pusat penyebaran agama Islam oleh Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Fatimah binti Maimun. Warisan sejarah ini harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus bergerak maju,” tambahnya.

Meski berlangsung dengan semangat kebersamaan, Wabup Alif turut menyampaikan simpati kepada masyarakat yang hingga kini masih terdampak banjir di beberapa wilayah. “Di tengah peringatan ini, hati kami tetap bersama saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi banjir. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk mempercepat penanganan dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik,” tegasnya.

Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para tokoh besar yang menjadi bagian dari sejarah Gresik, yakni Sunan Giri, Sunan Prapen, Syech Maulana Malik Ibrahim, Poesponegoro, dan Taman Makam Pahlawan. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan perjuangan dan pengorbanan para pendahulu demi kemajuan Gresik. (yad)

Harjagres, Upacara Pakai Baju Khas Gresik, Wabup Gresik Dorong Sinergitas, Gresik Maju Bareng-bareng Selengkapnya

Kunjungi Korban Banjir Kali Lamong, Kapolres & Wabup Gresik Himbau Warga Jaga Anak-anak saat Bermain

GRESIK,1minute.id – Satri tergolek sakit di RS Wali Songo yang berlokasi di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang. Perempuan asal Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur nyaris terseret arus Kali Lamong pada Selasa malam, 24 Februari 2025.

Kabar yang dialami Satri itu sampai ke telinga Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka berdua pun menyempatkan mengunjugi Satri usai memantau perkembangan banjir Kali Lamong di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.  “Terima kasih pak kapolres dan pak Wabup,” ujarnya.

Kapolres Gresik AKBP Rovan mengimbau kepada warga, terutama untuk mengawasi anak-anaknya, agar tidak bermain di genangan air karena arus yang cukup deras dapat membahayakan keselamatan.

“Kami berharap banjir ini cepat selesai tidak ada korban lagi, himbauan untuk warga yang memiliki anak-anak kecil untuk menjaga, warga bisa koordinasi dengan kades, camat, danramil, polsek, kita satu komando, untuk menangani semua korban bencana yang ada,” ucap alumnus Akpol 2006 itu.

Ny Supiyati, salah satu warga yang terdampak banjir, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Kapolres dan jajaran pemerintah daerah. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Supiyati.

Di sisi lain, Wakil Bupati Gresik memastikan bahwa seluruh warga yang mengalami sakit akibat dampak banjir akan mendapatkan jaminan pengobatan melalui BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah dan jajaran kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah tanggap darurat guna membantu masyarakat yang terdampak banjir, serta memastikan kondisi tetap terkendali. (yad)

Kunjungi Korban Banjir Kali Lamong, Kapolres & Wabup Gresik Himbau Warga Jaga Anak-anak saat Bermain Selengkapnya

Wabup Gresik Alif & Kapolres Gresik Rovan Kunjungi dan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Air Kali Lamong mengalir jauh. Dampak banjir meluas. Bila Selasa malam masih enam desa di kecamatan Balongpanggang. Kini, air bah merambah enam desa lainnya di  Kecamatan Benjeng.

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif bersama Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu meninjau lokasi banjir akibat Kali Lamong meluap itu pada Selasa, 25 Maret 2025. Mereka menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak dan memastikan kondisi warga terdampak dalam keadaan aman dan sehat. 

Banjir akibat luapan Kali Lamong merendam enam desa di Kecamatan Balongpanggang dan empat desa di Kecamatan Benjeng. Serta empat desa di Kecamatan Driyorejo akibat Kali Surabaya meluap.

Wabup Asluchul Alif menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik, bersama TNI, Polri, dan relawan, telah turun langsung untuk meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat. “Kecamatan Balongpanggang memiliki delapan desa terdampak banjir, tetapi dua desa sudah surut, sehingga kini tersisa enam desa yang masih tergenang.

Sementara itu, di Kecamatan Benjeng terdapat empat desa yang terdampak, dan di Kecamatan Driyorejo juga ada empat desa yang terendam akibat meningkatnya debit air dari Kali Surabaya,” ujar dr Alif, sapaan akrabnya.

Selain menyalurkan bantuan, Wabup Alif juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera mendata lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat banjir. Pendataan ini dilakukan agar Pemkab Gresik dapat memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami kerugian.

“Dinas Pertanian harus segera mendata jumlah lahan pertanian yang gagal panen, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai. Namun, perlu dipastikan juga bahwa tidak semua sawah yang terkena banjir mengalami gagal panen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wabup Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Benjeng untuk mendistribusikan makanan ke wilayah terdampak.

“Di Kecamatan Balongpanggang juga ada dapur umum mandiri untuk mengantisipasi kekurangan pasokan makanan. Jika ada kebutuhan tambahan, Pemkab siap memberikan bantuan,” tambahnya.

Wabup juga mengimbau warga agar tetap waspada dan melarang anak-anak bermain di area banjir demi menghindari risiko kecelakaan. “Saya mengimbau kepada warga, terutama anak-anak, agar tidak bermain di air banjir guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita harus bersama-sama menjaga keselamatan,” pesannya.

Usai meninjau lokasi banjir, Wabup dan Kapolres Gresik mengunjungi Satri, 60, salah satu warga Dusun Karangmelati, Desa Jombang, yang sedang menjalani perawatan di RS Wali Songo, Kecamatan Balongpanggang. (yad)

Wabup Gresik Alif & Kapolres Gresik Rovan Kunjungi dan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir Kali Lamong Selengkapnya

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid KH Robbach Ma’sum di Kompleks Islamic Center lebih riuh dari biasanya pada Senin, 24 Februari 2025. Sebanyak 500 orang pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dari unsur guru untuk berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon.

Bila satu guru satu pohon. Ada sebanyak 500 batang pohon yang tertanam di kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabapaten Gresik. Bila satu pohon hidup berusia setahun bisa menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Dalam sehari satu dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari (tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia). 

Bila total 500 pohon yang ditanam semua hidup bisa menyediakan oksigen sebanyak 4 orang sama dengan 2.000 jiwa mendapatkan oksigen gratis. Artinya, kebutuhan oksigen untuk warga sekitar Islamic Center terpenuhi. Selain oksigen, halaman Islamic Center yang menjadi salah satu tempat destinasi edukasi berbasis teknologi akan ijo royo-royo. Semakin ciamik dan sejuk.

Penanaman pohon ini merupakan implementasi Peraturan Bupati Gresik Nomor 39 Tahun 2024, yang mewajibkan berbagai pihak untuk turut serta dalam penghijauan. Kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi CPNS dan calon PPPK, tetapi juga bagi PNS yang menerima kenaikan pangkat serta individu atau badan yang mengajukan izin mendirikan bangunan atau persetujuan bangun gedung (IMB/PBG) dan dokumen lingkungan.  

Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan kawasan yang hijau dan asri di sekitar Islamic Center Balongpanggang. Ia berharap kawasan ini nantinya menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama generasi muda Gresik.  

“Kami ingin kompleks Islamic Center ini penuh dengan pohon yang rindang, rapi, asri, dan nyaman. Ini akan menjadi destinasi baru di Gresik Selatan, yang kami sebut Gresik Universal Sains and Art,” ujarnya dalam sambutan pada Senin, 24 Februari 2025. Penanaman pohon ini, adalah hari keempat dokter Alif menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik.

Pada kesempatan tersebut, Asluchul Alif juga berpesan kepada peserta PPPK agar menjadi teladan bagi murid-murid mereka.  “Guru adalah panutan bagi siswa. Perilaku baik dari guru akan menginspirasi siswa untuk meniru nilai-nilai positif,” tutupnya.  

Dalam kegiatan penanaman pohon ini, dokter Alif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Gresik Ida Lailatul Sa’diyah, dan Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Gresik Agung Endro D.S. Utomo dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemkab Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang mendukung perkembangan pendidikan dan budaya di daerah ini.  (yad)

Wabup Gresik dr Asluchul Alif, Pimpin 500 Guru PPPK Tanam Pohon di Islamic Center Selengkapnya

Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerak Jalan Tradisional Balongpanggang – Gresik kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Tradisi yang sudah puluhan tahun itu menempuh jarak sekitar 35 kilometer. Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif yang memberangkatkan peserta gerak jalan pada Sabtu, 22 Feberuari 2025.

Start di Kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring dan finish di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. Gerak jalan dalam rangkaian merayakan HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik ini diikuti sebanyak 2.438 peserta. Hadiah yang disediakan senilai Rp 42 juta. 

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Ia berharap gerak jalan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan.  

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik ke-51 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-538. Ini adalah momen bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang Gresik sekaligus merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan daerah tercinta,” ujar dokter Alif, begitu sapaan akrabnya.

Mengapa start tradisi Gerak Jalan Balongpanggang-Gresik dipusatkan di Kompleks Islamic Center ?  Ia mengatakan, kegiatan ini turut memperkenalkan Islamic Center sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gresik. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, Islamic Center juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi dan edukasi.  

“Di kompleks Islamic Center ini terdapat Masjid KH Robbach Ma’sum dan perpustakaan berbasis digital. Oleh karena itu, kegiatan Harlah NU dan gerak jalan diselenggarakan di sini sebagai upaya memperkenalkan fasilitas ini kepada masyarakat,” jelasnya.  

Ia juga menyampaikan bahwa lokasi Islamic Center yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Lamongan menjadikannya sebagai destinasi yang bisa dikunjungi masyarakat dari luar kota. Meskipun masih dalam tahap penyelesaian, pemerintah berkomitmen untuk segera merampungkan pembangunan.  

“Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Yani – Alif, kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Islamic Center ini secepat mungkin,” tambahnya.  Selain sebagai ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya pasar kaget dan keikutsertaan UMKM lokal, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.  

“Kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. Dalam gerak jalan ini, peserta berlomba memakai kostum unik untuk menarik perhatian masyarakat. Ada yang berkostum nenek sihir dengan sapu lidi, ada juga kostum wayang orang , dan super hero. Sepanjang jalan dilalui peserta, warga berjubel untuk menyaksikan hiburan gratis tersebut. (yad)

Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik Selengkapnya

Hari Pertama Ngantor, Wabup Gresik Blusukan ke SDN 16 Gresik dan Sidak Air Bersih di Pranti

GRESIK,1minute.id –  dr Asluchul Alif langsung tancap gas. Di hari pertama, Jumat, 21 Februari 2025 sebagai Wakil Bupati Gresik langsung blusukan ke Kecamatan Kedamean. Dokter Alif, sapaan akrabnya, meninjau kondisi infrastruktur pendidikan dan sanitasi warga. 

Salah satu sekolah yang menjadi perhatiannya adalah UPT SMP Negeri 16 Gresik yang mengalami kerusakan cukup parah. Ia meninjau sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan, seperti plafon yang ambrol, tembok dan lantai yang retak, serta ruang bimbingan konseling yang tidak layak digunakan.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Pada 2025, perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan akan menjadi prioritas utama,” ujar dr Alif pada Jumat, 21 Februari 2025.

Ia didampingi Staf Ahli Bupati bidang Fisik dan Prasarana Johar Gunawan, Sekretaris Dinas Pendidikan  Herawan Eka Kusuma, serta Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Rian Pramana Suwanda.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengunjungi sekolah-sekolah lain yang mengalami kondisi serupa. Menurutnya, laporan mengenai sekolah rusak di Kabupaten Gresik telah diterima hingga ke Komisi IV DPR, dan data tersebut akan disinkronkan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Gresik.

Selain itu, dr. Alif menjelaskan bahwa Instruksi Presiden atau Inpres nomor 1 Tahun 2025 akan dimanfaatkan secara efisien untuk mempercepat renovasi sekolah. “Kami akan berupaya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, baik melalui anggaran pusat, dana CSR, maupun sumber pendanaan lainnya,” tegasnya. “Kami tidak ingin lagi mendengar ada sekolah yang ambruk atau plafon yang jebol. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan,” tambahnya.

Setelah meninjau SD Negeri 16 Gresik, Wabup Alif melanjutkan inspeksi ke Desa Pranti, Kecamatan Menganti, untuk mengecek pelayanan air bersih bagi warga. Dalam kesempatan tersebut, dr. Alif didampingi Kepala Desa Pranti Hardi, meninjau saluran air bersih yang dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Fasilitas air bersih menjadi salah satu target utama kami agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses air bersih dengan mudah. Ini penting untuk mewujudkan pola hidup sehat serta mendukung program pembangunan di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Gresik akan terus berupaya meningkatkan akses air bersih demi kesejahteraan masyarakat. “Saya berharap masyarakat semakin mudah mengakses kebutuhan air bersih, terutama untuk keperluan rumah tangga. Dengan begitu, kesejahteraan dan kesehatan warga akan meningkat, termasuk dalam upaya menurunkan angka stunting,” katanya.

Untuk merealisasikan visi-misi pembangunan periode 2025-2030, dr. Alif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Dari data yang ada, sebanyak 385 warga di Desa Pranti membutuhkan akses air bersih, namun hingga saat ini baru 80 warga yang telah mendapatkan aliran air. Ini menjadi persoalan yang harus segera kami selesaikan agar seluruh warga Desa Pranti dapat menikmati air bersih,” pungkasnya. (yad)

Hari Pertama Ngantor, Wabup Gresik Blusukan ke SDN 16 Gresik dan Sidak Air Bersih di Pranti Selengkapnya

Wabup Gresik Pamitan, ASN Gresik Brebes Mili, Bu Min : Jabatan ada Batasnya, tetapi Pengabdian kepada Masyarakat Tidak Boleh Berhenti

GRESIK,1minute.id – Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah segera berakhir. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pun mulai pamitan kepada para aparatur negeri sipil atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik pada Senin, 17 Februari 2025.

Bu Min, begitu biasa disapa, pamitan ketika memimpin apel pagi di halaman kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Suasana apel pun haru. Ada yang mbrebes mili alias terharu terutamapegawai perempuan. Bu Min adalah Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang akan memasuki usia 51 tahun pada 27 Februari 2025 nanti.

Bu Min menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh ASN atas dedikasi, kerja sama, dan dukungan selama dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Gresik sejak 26 Februari 2021. Masa kepemimpinannya bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, akan berakhir pada 20 Februari 2025.

“Empat tahun ini bukan perjalanan yang mudah, tetapi berkat kebersamaan dan kerja keras kita semua, banyak hal yang bisa kita capai untuk kemajuan Gresik,” ujarnya.

Cukup banyak capaian yang sudah diraih selama kepemimpinan Bu Min bersama Bupati Fandi Akhmad Yani. Masih lekat di ingatan, kala keduanya mengawali masa kepemimpinan berjibaku dengan pandemi Covid-19. Selepas itu ketika pandemi berlalu, upaya pemulihan segala bidang terus dilakukan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Gresik terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, termasuk memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu dan meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN.

Di sektor kesehatan, katanya, penurunan angka stunting menjadi prioritas, dengan berbagai program intervensi yang melibatkan banyak pihak. Selain itu, Gresik juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya Kabupaten Layak Anak atau KLA serta capaian dalam upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik.

Tak hanya itu, Bu Min juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Kepeduliannya terhadap pemberdayaan perempuan dan anak-anak menjadi salah satu warisan penting, dengan berbagai program untuk mendorong peran perempuan dan pemenuhan hak-hak anak.

Di akhir sambutannya, Bu Min berpesan kepada seluruh ASN untuk terus berinovasi dan bekerja dengan hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jabatan itu ada batasnya, tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Saya titip Gresik kepada panjenengan semua, teruslah bekerja dengan hati, berikan yang terbaik untuk masyarakat. Jangan mempersulit hal-hal yang sebenarnya mudah,” pesannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan. “Saya manusia biasa yang tentu tidak luput dari kesalahan. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf jika ada ucapan atau tindakan saya yang kurang berkenan. Terima kasih atas segala bantuan, kerja sama, dan doa panjenengan semua. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutupnya. (yad)

Wabup Gresik Pamitan, ASN Gresik Brebes Mili, Bu Min : Jabatan ada Batasnya, tetapi Pengabdian kepada Masyarakat Tidak Boleh Berhenti Selengkapnya