Satlantas dan Samapta Polres Gresik Gerebek Balapan Liar, 31 Motor Diamankan


GRESIK,1minute.id – Arena balapan liar di Jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme – Jalan Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik digerebek polisi pada Sabtu, 2 Oktober 2021 pukul 16.00. Aparat gabungan dari Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) dan Samapta Polres Gresik mengamankan 31 sepeda motor, 5 motor, diantaranya protolan yang akan digunakan para joki balapan liar.

Informasi yang dihimpun penggerebekan disusun sangat rapi. Aparat gabungan Satlantas dan Samapta melakukan pemblokade dua sisi ruas jalan tersebut.  Sekitar pukul 16.00 para joki balapan liar mulai memanasi mesin motor. Suara knalpot mulai meraung-raung. Puluhan aparat dari Satlantas dan Sabhara Polres Gresik merangsek dalam arena balapan liar. 

Penggerebekan yang dipimpin oleh Kasatlantas AKP Engkos Sarkosi ; Kasat Samapta AKP Hery Moeriyanto Tampake ;  Kanit Turjawali Satlantas Iptu Darwoyo dan Danru I Dalmas Samapta Aiptu Didik Suswanto mengamankan puluhan anak muda.

Mereka berupaya melarikan diri. Namun, sia-sia karena akses jalan dua arah sudah di blokade oleh aparat. Puluhan orang dengan sepeda motornya diangkut ke Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Puluhan pemuda dan barang bukti  diangkut ke Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik untuk menjalani identifikasi.

PEMBINAAN: Puluhan pemuda yang terjaring dalam penggerebekan balapan liar menjalani pembinaan dj Mapolres Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021 ( Foto : ist)

“Penggerebekan balapan liar berawal dari informasi masyarakat,”kata Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Setelah mendapatkan laporan, anggota Satlantas melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi masyarakat itu. Selanjutnya, disusun strategi penggerebekan.

“Pengendara kami tilang,”ujar Engkos. Bagaimana dengan 31 unit sepeda motor,  5 motor diantaranya protolan? Kasat Lantas AKP Engkos mengatakan, puluhan barang bukti bisa diambil setelah 15 hari.  “Orang tua membuat surat pernyataan dan kendaraan  harus lengkap sesuai persyaratan teknis dan laik jalan,”imbuh Engkos. (yad)