GRESIK, 1minute.id – Plt. Bupati Gresik, Asluchul Alif, bersama Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, membuka Randuboto Fishing Tournament I di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu pada Minggu, 8 November 2026.
Turnamen memancing perdana ini diinisiasi Randuboto Fishing Community (RFC) bersama Pemerintah Desa Randuboto. Sebanyak 98 tim pemancing dari Gresik, Lamongan, hingga Surabaya ambil bagian.
Kompetisi berlangsung di spot rumpon kerang hijau yang menjadi salah satu potensi perairan Desa Randuboto.
Selain membuka turnamen, Plt. Bupati Alif juga ikut menjadi peserta dan membaur bersama para angler. Keikutsertaannya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan komunitas yang mengangkat potensi lokal melalui olahraga rekreasi.
Plt. Bupati Alif mengapresiasi penyelenggaraan turnamen perdana tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi pemancing untuk menyalurkan hobi, tetapi juga membuka kesempatan memperkenalkan potensi wisata bahari Gresik kepada masyarakat luar daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mempertemukan para pemancing dari berbagai daerah sekaligus mengenalkan potensi perairan yang dimiliki Gresik. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata bahari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, menjelaskan pemilihan rumpon kerang hijau sebagai lokasi lomba didasarkan pada kekayaan potensi perikanan di kawasan tersebut. Sejumlah jenis ikan menjadi target tangkapan yang banyak dijumpai pemancing.
“Spot rumpon kerang hijau ini memiliki potensi ikan yang cukup beragam. Di antaranya kakap, kerapu, sembilang hingga dukang. Kami ingin potensi ini semakin dikenal, salah satunya melalui penyelenggaraan turnamen memancing,” ungkap Andhi.
Penyelenggaraan perdana ini diharapkan menjadi langkah awal mengembangkan potensi Desa Randuboto, khususnya di sektor perikanan dan wisata bahari. Dengan dukungan komunitas, pemerintah desa, serta pemerintah daerah, kawasan pesisir Randuboto diharapkan semakin dikenal dan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung. (yad)
Editor: Chusnul Cahyadi

