Satu Dekade Berdiri, Batik Bangsawan Legowo Go Internasional Berkat Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Dari sebuah gang sempit di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Batik Bangsawan kini menembus pasar global hingga Thailand dan New York.

Capaian itu tak lepas dari pendampingan berkelanjutan  PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia. 

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Petrokimia Gresik mengisahkan perjalanan satu dekade Batik Bangsawan yang dirintis sejak 2016.

Usaha milik Midhiatul Fitriyah ini berawal dari nol. Bersama almarhum suaminya, perempuan yang akrab disapa Fitri itu merintis usaha di tengah keterbatasan modal, pengetahuan produksi, hingga pemasaran.

“Saya ini didampingi dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini,” ujar Fitri.

Kini hasilnya terlihat. Batik Bangsawan mampu mencatat omzet sekitar Rp70 juta per bulan dan membuka lapangan kerja bagi sembilan orang di lingkungan sekitarnya.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, menegaskan pendampingan tersebut bertujuan membangun fondasi usaha yang kuat.

“Yang ingin kami dorong adalah bagaimana UMKM terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya, kemudian tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Batik Bangsawan menjadi gambaran bagaimana pendampingan berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang,” ujar Nuril.

Salah satu tonggak penting adalah diraihnya sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2025 dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik.

Penguatan kualitas itu membuka pintu ke panggung yang lebih luas. Pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, Batik Bangsawan bersama Gula Aren Temon difasilitasi Petrokimia Gresik untuk bertemu calon pembeli mancanegara.

Langkah itu berlanjut di INACRAFT 2026. Bersama OG Jewelry dan Deweluxe, Batik Bangsawan menjadi bagian dari 20 UMKM binaan Pupuk Indonesia Group yang tampil. Booth UMKM binaan Pupuk Indonesia bahkan dikunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat pembukaan.

Dampaknya, pemasaran yang semula hanya di Gresik kini merambah pasar nasional dan internasional, termasuk melalui platform digital. Batik Bangsawan juga meraih penghargaan Platinum pada Bina Mitra UMKM Award 2025.

“Di forum pameran itu kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru,” tutur Fitri.

Dukungan nyata juga dirasakan dari kepercayaan Petrokimia Gresik yang menggunakan produk Batik Bangsawan untuk kebutuhan suvenir perusahaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik. Tidak hanya diberikan pelatihan, kami juga dibantu dalam penjualan. Berkat pendampingan dan bimbingannya, UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis dan terus diminati,” katanya.

Nuril menambahkan, pengembangan UMKM batik memiliki dampak ganda.

“Ketika UMKM batik tumbuh, ada lapangan pekerjaan yang tercipta, ekonomi masyarakat yang ikut bergerak, sekaligus warisan budaya yang terus hidup dan semakin dikenal. Inilah dampak yang ingin terus kami dorong,” tandas Nuril.

Fitri pun berharap usahanya terus berkembang. “Dulu saya mulai dari kecil sekali. Sekarang Alhamdulillah bisa memberikan pekerjaan untuk orang lain. Saya berharap Batik Bangsawan bisa terus berkembang, semakin dikenal, dan membawa nama Gresik lebih jauh,” pungkasnya.

Pendampingan Petrokimia Gresik dilakukan secara komprehensif, mulai dari akses permodalan, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, dukungan standardisasi produk, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi