Kini, Refill Oksigen Konsentrator Cukup ke Posko Darurat, Gratis .


GRESIK,1minute.id – Warga Kota Santri yang menjalani isolasi mandiri dan membutuhkan isi ulang (refill) oksigen semakin mudah. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan refill oksigen di empat posko darurat. Refill oksigen gratis.

Di Gresik ada empat posko darurat. Yakni Kecamatan Kebomas untuk melayani kebutuhan warga Gresik Kota yakni Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Posko di Kecamatan Cerme untuk warga Kecamatan Cerme, Duduksampeyan, Benjeng dan Balongpang. 

Posko Kecamatan Sidayu untuk masyarakat di Kecamatan Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Sedangkan posko Kedamean melayani warga Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Satu lagi, posko di Pulau Bawean ditempatkan di Pesanggrahan untuk warga Kecamatan Sangkapura dan Tambak. 

“Refill oksigen sudah siap 24 jam dan gratis di posko darurat,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diperpanjang sampai 2 Agustus 2021.

SEMPROT DESINFEKTAN : Dua relawan Posko Darurat di Kecamatan Kebomas disemprot desinfektan usai menjemput dua pasutri lansia terpapar covid-19 yang tinggal di Kompleks Perumahan GKB pada Senin, 26 Juli 2021 ,(Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pendirian lima posko darurat sejak PPKM Darurat itu diinisiasi oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dengan bersinergi satu badan amil zakat dan tujuh lembaga amil zakat (BAZ/LAZ) se-Gresik. Posko untuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak dan isoman. Selain mendistribusikan sembako, vitamin dan multivitamin. Posko ini juga menyediakan alat pelindung diri dan hazmat hingga kantong jenazah bagi desa yang membutuhkan.

Sejak Minggu, 25 Juli 2021, posko darurat melayani refill oksigen gratis. Di posko Kebomas ada tiga tabung masing-masing berukuran 6 meterkubik (M³). “Masyarakat atau keluarga isoman yang membutuhkan refill oksigen bisa ke posko. Posko buka 24 jam dan refill gratis,”ujar koordinator Posko Darurat  Zainal Abidin pada Senin, 26 Juli 2021. Untuk refill oksigen ini hanya menyertakan surat keterangan dari rukun tetangga atau rukun warga setempat.

Dalam pengamatan 1minute.id, posko darurat ini juga melakukan tugas kemanusiaan menjemput warga yang membutuhkan pertolongan pertama di puskesmas. “Ini tadi menjemput pasutri lansia yang isoman untuk dirawat ke puskesmas,”ujar seorang relawan di kecamatan Kebomas. (yad)

Kini, Refill Oksigen Konsentrator Cukup ke Posko Darurat, Gratis . Selengkapnya

PPKM Level 4, Bupati Ingatkan Kades untuk Maksimal Dana Desa, Mengoptimalkan Posko Covid dan Puskesmas


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terus memacu para Kepala Desa untuk memaksimalkan Dana Desa (DD) dalam penanggulangan Covid-19 di desa masing-masing. Penggunaan dana desa diperbolehkan melebihi 8 persen. Bupati Fandi Akhmad Yani mencontohkan  membeli Oxymeter atau alat pengukur kandungan oksigen dalam darah juga diperbolehkan.

“Anda boleh menggunakan dana desa tersebut lebih dari ketentuan tersebut asal pertanggungjawabannya jelas,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani yang diamini juga oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Heru Winoto dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan PPKM level 4 di ruang Graita Eka Praja pada Senin, 26 Juli 2021. 

Rapat dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala desa, kepala puskesmas, danramil dan kapolsek di wilayah hukum kabupaten Gresik secara virtual. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kebijakan yang dilakukan sejumlah pihak di Kecamatan Panceng. Menurut Gus Yani, Manajemen penanganan Covid di wilayah Panceng sangat bagus. Sehingga Panceng sudah bisa memberikan sumbangan dana bahkan oksigen kepada warga yang membutuhkan.
“Saya ingatkan kembali kepada para kepala desa yang masih dibawah delapan persen penggunaan Dana Desa untuk penanggulangan Covid-19 agar lebih ditingkatkan lagi,”kata Gus Yani.

Selain memaksimalkan penggunaan DD, Gus Yani juga menyinggung arahan Pemprov Jawa Timur agar pasien Covid sabaiknya tidak melakukan isolasi mandiri tapi isolasi terpusat. Hal ini agar ada pendampingan dari tenaga kesehatan. Bupati juga mengingatkan agar masyarakat melalui Satgas Covid Desa dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan manfaat Posko Covid dan Puskesmas.

Para Kades, Lurah dan Camat, imbuh Gus Yani, agar tetap mendukung penanggulangan PPKM level 4 dang mengingatkan kembali tentang keberadaan dan fungsi Posko penanggulangan Covid-19.

“Tolong didata lebih valid semua warga yang saat ini terpapar Covid-19 baik yang isoman maupun yang dirawat di Rumah Sakit. Optimalkan penggunaan Posko Covid yang ada di setiap wilayah eks wilker Pembantu Bupati. Saat ini Posko sudah ada pengisian oksigen untuk masyarakat Isoman, tentunya selain obat-obatan dan sembako serta fasilitas ambulans,”tandasnya.

Dimasa PPKM level 4 Pemkab Gresik bertekad agar lebih meningkatkan vaksinasi di seluruh wilayah Gresik. Pihaknya akan terus mengupayakan pengadaan vaksin untuk masyarakat Gresik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan tenaga nakes harus tetap fit. Dia juga mengatakan bahwa Pemkab Gresik sudah mendapat tambahan 200 tenaga kesehatan untuk membantu puskesmas. Saat ini, kata Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah, sepuluh puskesmas sudah beroperasi untuk pelayanan Covid tingkat pertama dan lima puskesmas yang lain untuk persalinan normal Covid.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta agar seluruh apartur negara mendukung kebijakan PPKM level 4 ini. Termasuk satgas Covid di tingkat Desa dan RT/RW. “Kami akan terus melaksanakan aktivitas yang lebih humanis,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Sementara Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail siap mendukung kebijakan isolasi terpusat. Menurutnya isolasi terpusat dapat meminimalisir dampak di masyarakat. (yad) 

PPKM Level 4, Bupati Ingatkan Kades untuk Maksimal Dana Desa, Mengoptimalkan Posko Covid dan Puskesmas Selengkapnya

Perampok Bersenpi Sekap Istri dan Anak Kuras Harta Pengusaha Kafe


GRESIK,1minute.id – Kawanan perampok  bersenjata api dirumah Mustofa, pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik. Pelaku menggasak uang tunai Rp 35 juta dan perhiasan milik Nursiah, istri pengusaha berusia 46 tahun itu. Perampokan itu membuat keluarga Munasir syok. Polisi masih menyelidiki kejadian di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian perampokan rumah Mustofa itu terjadi sekitar pukul 02.30 pada Jumat, 23 Juli 2021. Pagi itu, rumah pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik itu lengang. Dirumah hanya ada istri Mustofa, Nursiah, 35, dan anaknya. Pelaku berjumlah dua orang itu diduga masuk rumah melalui pintu samping rumah.

Pelaku memakai penutup wajah alias memakai kerepus memuju ruang tamu. Seorang pelaku  menodongkan pistol ke arah anak korban yang sedang terlelap tidur di karpet ruang tamu. Pelaku lainnya, masuk kamar pribadi Nursiah, 36, sambil menodongkan pisau. Mereka lalu meminta korban menunjukkan tempat penyimpanan uang dan perhiasan. 

Dalam kamar istri pengusaha kafe itu, pelaku menguras harta dan perhiasan setelah menujukkan brankas penyimpanan uang dan perhiasan. “Karena korban dan anaknya diancam akan dibunuh,”katamya.

“Kabarnya, pelaku menggasak uang tunai Rp 35 juta dan sejumlah perhiasan seperti kalung, anting dan gelang,”imbuh sumber 1minute.id  pada Senin, 26 Juli 2021. Perampok bersenpi dan sajam itu beraksi sangat cepat. Mereka seperti penjahat profesional. “Pelaku kabur setelah menyekap korban dalam kamar,”tegasnya.

Kejadian itu, membuat istri dan anak Mustofa syok. Keluarga korban menduga, pelaku sudah “menggambar” rumah calon korban sebelumnya. Pelaku masuk melewati belakang rumah yang merupakan sawah. Kondisi gelap kemudian terus masuk ke lorong samping rumah korban. Pelaku lalu masuk dari pintu samping rumah tidak di kunci.

PINTU SAMPING : Korban menunjukkan pintu samping rumah yang diduga sebagai akses masuk kawanan perampok bersenpi dirumah pengusaha kafe di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik ( Foto : ist )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian yang menimpah keluarga Mustofa tersebut. “Korban maupun keluarga korban sampai hari ini  belum melaporkan ke Polsek karena masih syok,”kata Sujiran dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 26 Juli 2021.

Karena korban belum melapor, imbuh mantan Kapolsek Ujungpangkah itu, belum bisa menceritakan kronologisnya. “Apakah pelaku benar membawa senpi dan sajam saya tidak bisa berkomentar. Karena korban belum melapor ke polsek. Nanti, kalau sudah melapor saya beritahu,”dalih Sujiran. (yad)

Perampok Bersenpi Sekap Istri dan Anak Kuras Harta Pengusaha Kafe Selengkapnya

Bupati : Bunuh Rasa Ketakutanmu dengan Rasa Kemanusiaan, Sekarang adalah Garis Koordinasi tak Terputus

GRESIK,1minute.id – Presiden Jokowi memperpanjang masa Pemberlakukaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021. Ratusan kabupaten/kota di Jawa-Bali. Di Jawa Timur ada tujuh kabupaten kategori level 3. Sedangkan, level 4 terdapat 31 kabupaten/kota..

“Total ada 95 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4 di Jawa-Bali, untuk PPKM level 3 yang diterapkan di 33 kabupaten/kota di Jawa-Bali,”ujar Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam telekonferensi pers Evaluasi dan Penerapan PPKM pada Minggu malam, 25 Juli 2021.

Setelah lima hari penerapan PPKM Darurat yang berakhir 25 Juli 2021 ada tren penurunan kasus baru. Untuk PPKM level di Jawa dan Bali, pemerintah telah menerbitkan regulasi melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 dan 3 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan itu ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada 25 Juli dan berlaku sampai 2 Agustus 2021

Keteria level sebagai berikut. Untuk level 3 berdasar adanya 50-150 kasus Covid-19 per 100.000 penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100.000 penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100.000 penduduk di daerah tersebut.

Sementara, dinyatakan level 4 yaitu terdapat lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100.000 penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100.000 penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100.000 penduduk. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya tidak akan bosan-bosan mengingatkan dan terjun ke bawah (turba) berbicara dan mendengarkan masukan kepala desa. Mengajak para kades untuk bersikap proaktif, bergerak progresif. “Karena yang dibutuhkan sekarang adalah garis koordinasi tak terputus,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam pertemuan posko darurat di Kecamatan Sidayu pada Sabtu lalu, 24 Juli 2021.

Garis koordinasi tersambung mulai Pemkab sampai pemerintahan desa (Pemdes). Koneksitas itu telah diperkuat. Penguatan melalui puskesmas. “Dengan mendirikan posko-posko darurat. Melakukan konsolidasi para relawan nakes, pemulasaran dan bantalan sosial,”jelasnya. 

Gus Yani berharap sinergitas yang telah dilakukan, kedepan bisa memiliki baris pemerintahan lebih kuat. Yang satu arah, satu semangat dan saty terpaduan kerja. Insya Allah dibalik semuanya, selalu ada hikmah terbaik yang dapat diambil. “Bunuh rasa ketakutanmu dengan rasa kemanusia,”tegasnya. (yad)

Provinsi Jawa TimurKabupaten/Kota kategori level 3

1. Kabupaten Pasuruan. 2. Kabupaten Pacitan. 3. Kabupaten Kediri. 4. Kabupaten Probolinggo 5. Kabupaten Sampang. 6. Kabupaten Pamekasan. 7. Kabupaten Sumenep


Kabupaten/Kota kategori level 4:

1. Kota Surabaya. 2. Kota Mojokerto. 3. Kota Malang. 4. Kota Madiun. 5. Kota Kediri. 6. Kota Blitar. 7. Kota Batu. 8. Kabupaten Sidoarjo. 9. Kabupaten Gresik. 10. Kabupaten Lamongan. 11. Kabupaten Tuban. 12. Kabupaten Tulungagung. 13. Kabupaten Madiun. 14. Kabupaten Trenggalek 15. Kabupaten Ponorogo. 16. Kabupaten Ngawi. 17. Kabupaten Nganjuk 18. Kabupaten Mojokerto. 19. Kabupaten Malang. 20. Kabupaten Magetan. 21. Kabupaten Lumajang. 22. Kabupaten Jombang. 23. Kabupaten Jember. 24. Kabupaten Bondowoso. 25. Kabupaten Bojonegoro. 26. Kabupaten Blitar. 27. Kabupaten Banyuwangi. 28. Kabupaten Bangkalan. 29. Kota Probolinggo. 30. Kota Pasuruan. P31. Kabupaten Situbondo

Bupati : Bunuh Rasa Ketakutanmu dengan Rasa Kemanusiaan, Sekarang adalah Garis Koordinasi tak Terputus Selengkapnya

Relaksasi, Kuliner Setigi Dibuka, Angkutan Logistik dan Ojol Boleh Lewat Penyekatan


GRESIK,1minute.id – Hore…!  Driver online tidak perlu memutar akibat penyekatan. Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Gresik memberikan kelonggaran bagi driver online. Relaksasi ini diberikan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 jilid 2. 

Dalam akun instagram @satlantasresgresik menyatakan ojek online dan angkutan logistik boleh melewati titik-titik penyekatan. Kabar menggembirakan bagi driver online diunggah 10 jam lalu ketika naskah berita ini ditulis. Unggah telah mendapatkan puluhan like itu.

Sebelumnya, di PPKM Darurat sejumlah driver online wadul ke Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Mereka diterima di Ruang Dhurung Bawean di Kompleks Kantor Bupati. Dalam pertemuan itu, Muhammad Burhanudin, koordinator driver online meminta aparat yang melakukan penyekatan di jalan protokol untuk memberikan dispensasi kepada sopir online. 

“Antar dan jemput penumpang harus memutar karena belum ada kenaikkan tarif. Mohon untuk dilonggarkan,”kata Burhanuddin waktu itu. Sebab, mereka mengaku merugi bila harus putar-putar jalan alternatif. Kini, memasuki PPKM level 4 perpanjangan aparat mulai melonggarkan kebijakan tentang penyekatan.

Para ojol pun kini tidak perlu memutar mencari jalan “tikus” untuk antar  jemput penumpang. Disisi lain, pasar kuliner di destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi) kembali dibuka mulai hari ini, pada Senin, 26 Juli 2021. “Mulai hari ini pasar kuliner Setigi dibuka tapi untuk warga lokal. Warga Gresik,”kata Abdul Halim dalam instagramnya @abdhalim_12.

Namun, Halim tetap mengingatkan masyarakat yang mampir di kuliner Setigi tetap menjaga protokol kesehatan. “Bertahan secara ekonomi semoga menambah imun meningkat,”imbuh Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik ini. (yad)

Relaksasi, Kuliner Setigi Dibuka, Angkutan Logistik dan Ojol Boleh Lewat Penyekatan Selengkapnya

Ambulans Mewah, Mengaspal di Gresik Bawa Pasien hingga Jenazah Covid-19


GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di Kota Santri beberapa hari belakangan ini. Sebuah mobil mewah, Toyota Vellfire berlalu lalang di jalanan. Mobil mewah yang mengaspal itu telah dimodifikasi. 

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Dilengkapi sirene. Lambung kanan dan kiri bertuliskan ambulans untuk umum gratis. Pada bagian kap depan terdapat foto Gus Yani dan Bu Min “Manut Kyai”. Sedangkan, bagian pintu terdapat logo dan nama perusahaan, PT Yani Putra Raya.Sebuah perusahaan transporter. 

Istimewanya, ambulans itu mengangkut pasien juga membawa jenazah Covid-19. Dalam pantauan 1minute.id ambulans mewah itu terlihat di Posko PPKM Darurat di halaman Kantor Kecamatan Kedamean pada Sabtu, 24 Juli 2021. 

Dalam waktu lain, terlihat berada rumah flat atawa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Desa Kambingan,  Kecamatan Cerme, Gresik. Ambulan Vallfire memperkuat ikhtiar pemerintah untuk posko dararut Covid-19.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan posko darurat mendapat tambahan kekuatan dari perusahaan di Gresik yang menyumbangkan mobil untuk dijadikan ambulans. Perusahaan PT Yani Putra Raya menyumbang mobil Toyota Vellfire yang sudah dimodif menjadi ambulans. Mobil mewah itu, kata Gus Yani, akan digunakan untuk membantu di empat posko. 

“Ada ambulans dari perusahaan Yani Putra kita pakai manfaat buat masyarakat. Ambulan akan kita kelilingkan dari posko satu ke posko emoat. Ambulans mobile keliling,” terangnya pada Sabtu, 24 Juli 2021 (yad)

Ambulans Mewah, Mengaspal di Gresik Bawa Pasien hingga Jenazah Covid-19 Selengkapnya

Roadshow ke Posko Darurat, Gus Yani Dorong Desa Lebih Proaktif, Gelontor DD untuk Pencegahan Covid

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Butuh kerjaekstra keras dan gotong royong mencegah terjadinya persebaran dan penurunan angka kematian akibat wabah memasuki tahun kedua ini.

Kondisi darurat itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus melakukan roadshow ke sejumlah kecamatan pada hari libur, Sabtu, 24 Juli 2021. Ada tempat tersebar di tiga kecamatan yang dikunjungi, yakni Posko Darurat di Kecamatan Kedamean dan Sidayu. Serta, tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) atau mahasiswa dari luar negeri di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Desa Kambingan, Kacamatan Cerme.

Di dua posko darurat di Kecamatan Kedamean dan Sidayu  berbincang langsung dengan  para desa untuk mensosialisasikan penanganan pertama terpapar Covid-19. Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak kepala desa proaktif. Melapor dan mendata warga yang terpapar covid-19. Langkah pertama adalah ke puskesmas, untuk mendapatkan diagnosa. Jika kategori ringan bisa melakukan isolasi mandiri atau dilarikan ke Stadion Gelora Joko Samudro, termasuk kategori sedang langsung dibawa ke stadion yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas itu. 

Jika pasien masuk dalam kategori berat, petugas akan merujuk ke rumah sakit pasien Covid-19 rujukan. “Desa harus proaktif. Kalau ada warga mau jemput bola. Bawa ke puskesmas. Nanti, puskesmas yang melakukan diagnosa dan memutuskan pasien harus di bawa kemana,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Dalam roadshow di Kecamatan Kedamean dan Cerne di hari libur kerja ini, Gus Yani didampingi Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Slamet Riyadi, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Muhammad Zainul Arifin, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. 

Gus Yani melanjutkan penanganan medis Covid-19 di buka 10 puskesmas tersebar di utara dan selatan. Lima puskesmas khusus ibu hamil total ada15.  “Gresik memiliki 32 puskesmas kita buka 15. kenapa kok 15 ? Agar puskesmas yang lain bisa membantu puskesmas yang buka,”terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sepuluh puskesmas menangani Covid-19 adalah puskesmas Mentaras di Kecamatan Dukun ;  Ujungpangkah ; Sidayu ; Manyar, dan  Kebomas. Kemudian, puskesmas Benjeng, Dapet  dan Kesamben Kulon (Kedamean) serta  Driyorejo dan Menganti. 
Sedangkan lima puskesmas untuk menangani pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19 adalah puskesmas Bungah ; Alun-alun Gresik ; Cerme ; Menganti dan Wringinanom. Puskesmas yang tidak masuk dalam penanganan Covid-19 akan diperbantukan memperkuat puskesmas yang telah ditunjuk Pemkab Gresik. 

Pemkab Gresik juga memperkuat posko darurat covid-19 bantalan sosial yang tersebar di empat titik di wilayah Gresik daratan dan satu di wilayah Pulau Bawean dengan pengisian tabung oksigen. Kemudian, disiagakan mobil dinas dari Bagian Umum yang disulap menjadi mobil ambulans jenazah Covid-19. 

POSKO SIDAYU : (ki-ka) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Camat Sidayu Nuryadi di Posko Darurat pada Sabtu, 24 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Penguatan posko darurat mendapat tambahan kekuatan dari perusahaan di Gresik yang menyumbangkan mobil untuk dijadikan ambulans. Perusahaan PT Yani Putra Raya menyumbang mobil Toyota Vellfire yang sudah dimodif menjadi ambulans. Mobil mewah itu, kata Gus Yani, akan digunakan untuk membantu di empat posko. 
“Ada ambulans dari perusahaan Yani Putra kita pakai manfaat buat masyarakat. Ambulan akan kita kelilingkan dari posko 1 ke posko 4. Ambulans mobile keliling,”terangnya.

Semua bantalan sosial itu berada dibagian hulu. “Dibagian hilir (masyarakat) juga harus diperkuat. Desa harus lebih aktif . Ini namanya bergotong royong berbagi tugas,”kata Gus Yani. Gus Yani berharap desa bisa mengalokasikan anggaran dana desa lebih  maksimal untuk penanganan Covid-19. 

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pemkab Gresik Edy Hadiswoyo menambahkan, kepala desa jangan takut mengalokasikan lebih dari 8 persen dana desa. “Selama penggunaan benar untuk penanganan Covid dan tidak di korupsi dijamin tidak akan berimbas hukum,”tegasnya. Kabag Ops Polres Gresik Kompol Zainul Arifin setali tiga uang dengan Kepala Inspektorat Edy Hadiswoyo. 

Setelah dari Posko Kedamean, Gus Yani menuju rusunawa di Cerme lalu melanjutkan ke Sidayu. Di Sidayu ini, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah turut hadir bertemu dengan kepala desa dari kecamatan Sidayu, Dukun, Panceng dan Ujungpangkah. (yad)

Roadshow ke Posko Darurat, Gus Yani Dorong Desa Lebih Proaktif, Gelontor DD untuk Pencegahan Covid Selengkapnya
Karantina

Nyaman, Bisa Pilih Kamar Lagi, Rumah Flat untuk Karantina PMI dan Mahasiswa


GRESIK,1minute.id – Nandia terlihat semringah. Mahasiswa di Taiwan asal Gresik itu tidak menyangka bisa bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Nandia adalah satu dari delapan orang yang menjalani karantina di rumah flat tersebut. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan rumah bertingkat berkapasitas 168 orang menjadi tempat singgah sementara bagi mahasiswa dan tenaga migran Indonesia (PMI) pulang dari luar negeri. Penghuni bisa memilih kamar sendiri. 

Sebelumnya tempat isolasi mahasiswa dan PMI dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS). Seiiring peningkatan kasus baru Covid-19 sebulan belakangan ini, Pemkab Gresik meningkatkan status stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas itu sebagai rumah sakit lapangan indoor. Pasien terpapar Covid-19 kategori ringan ditempatkan di lantai III. Sedangkan, pasien kategori sedang di lantai II yang dilengkapi oksigen medis.

Sekitar pukul.12.30 Gus Yani, Kasdim 0817 Gresik Mayor Slemet Riadi, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Muhammad Zainal Arifin tiba di rumah flat Desa Kambingan. Mereka disambut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan (Perkim) Gresik Achmad Washil Mifrahul Rachmad, dan muspika Cerme.

AMAN : (kanan) Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Nandia, mahasiswa di Taiwan asal Gresik yang sedang menjalani karantina di rusunawa Kambingan, Kecamatan Cerme, Gresik pada Sabtu, 24 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan akrab -Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat kondisi kamar dan berdialog langsung dengan penghuni di rumah flat itu. Bahkan, Gus Yani berdialog dengan penghuni cukup dekat. “Ini kami sedang sama Mbak Nandia, asli GKB dari kuliah di Taiwan yang hari ini pulang. Kita karantina dulu,”kata Gus Yani. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, tempat untuk karantina ini bagus dan representatif. Bahkan, segala fasilitas tersedia, sehingga nyaman. “Kami siapkan untuk tempat karantina kepulangan saudara kita yang bekerja atau kuliah di luar negeri. Kami pastikan agar mereka sehat ketika kembali ke keluarga,” katanya.

Gus Yani menyatakan, pemerintah daerah menyiapkan 42 ruangan untuk karantina. Satu ruangan bisa dipakai empat orang. Sehingga, seluruh ruangan bisa dimanfaatkan 168 orang. Ia menyebut sebelum dikarantina di daerah, para warga yang datang dari luar negeri ini sudah menjalani sekrening mulai sampai dari Bandara Juanda. Kemudian, dikarantina beberapa hari oleh Pemprov Jatim. Jika hasil positif langsung isolasi di Surabaya. 

“Kita terima sudah negatif, namun kami tetap sediakan tempat karantina. Kita ngak lepas, sebelum pulang disekrening lagi, pulang pasti sehat. Dan dipastikan bebas dari Covid,”tegasnya. Nandia mengaku fasilitas tempat karantina di rumah flat sangat memadai. “Enak dan nyaman,”kata Nandia sambil membetulkan letak kacamatanya. (yad)

Nyaman, Bisa Pilih Kamar Lagi, Rumah Flat untuk Karantina PMI dan Mahasiswa Selengkapnya

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar


GRESIK,1minute.id – Lomba burung berkicau atawa gantangan burung di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik berujung penjara. Polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka. Enam tersangka itu diantaranya, pasangan suami-istri, Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya, warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman paling lama 5,5 tahun. Mereka pun tertunduk menyesali perbuatannya.

Bagaimana kronologisnya? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, lomba kicau burung digelar pada Sabtu,17 Juli 2021 sekitar pukul 14.00. Lomba itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah. Yakni, Gresik, Surabaya hingga Madura. Kerumanan tidak terelakkan.

Ahmad Ari Afandi, 32, warga setempat khawatir lomba burung berkicau itu dihelat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat itu  menimbulkan persebaran Covid-19. Postingan pemuda 32 tahun itu lalau mempostingdi Facebook itu mendapatkan respon Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Satgas  langsung bergerak ke lokasi dan  Satgas membubarkan ajang lomba berkicau baru beberapa menit dimulai itu.

“Sepuluh orang, mulai penyedia tempat, juri lomba hingga peserta kami mintai keterangan,”kata Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana dalam Konferensi Press di Mapolsek Manyar pada Jumat, 23 Juli 2021.

Setelah dibubarkan, sejumlah orang berkumpul di rumah Zain di Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Mereka mencari dan menemukan orang yang dianggap sebagai biang kerok perhelatan burung berkicau itu dibubarkan.
Basofi dkk mendatangi rumah korban sekitar pukul 17.00.

TERTUNDUK : Pelaku pengeroyokan warga yang diringkus Reskrim Polsek Manyar saat konferensi pers di Mapolsek Manyar, Gresik pada Jumat, 23 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mereka melabrak tempat kos korban Ari Afandi. Cekcok mulut antara Basofi dengan korban Ari dilerai oleh Dhamas, warga setempat. Margono terbawa emosi lalu mendorong korban Ari nyaris terjengkang. “Tersangka M mendorong dua kali,”jelas alumnus Akpol 2013 itu.
Cekcek mereda.

Zain dan Diah Ayu Putri datang. Cekcok mulut semakin memanas. Istri Basofi itu kemudian meludahi korban dua kaki. “Tersangka DAP menendang korban sekali lalu pergi,”jelas AKP Bima Sakti didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Ekwanhudin.

Tersangka Diah Ayu Putri rupanya belum puas. Perempuan 24 tahun kembali masuk tempat kos sambil membawa tongkat stainless steel sepanjang satu meter. Besi itu diacungkan kearah korban. “Wes Digepuki Ae, Aku sing nanggung,”kata Bima Sakti menirukan pengakuan tersangka.

Emosi pelaku tersulut. Apalagi, Aries Rachman Apriyanto membawa balok kayu sepanjang 1,5 meter untuk mengintimidasi korban. Tersangka lainnya bertambah emosinya. Korban Ari Afandi akhirnya sasaran amukan. “Akibat penganiayaan itu korban mengalami memar dan trauma,”tegas Bima Sakti.

Korban Ari Afandi kemudian melapor pengeroyokan dialami ke Polsek Manyar. Sejumlah anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek di backup Satreskrim Polres Gresik melakukan penangkapan pelaku. “Kurang dari 1 x 24 jam, enam pelaku kami tangkap. Tidak ada perlawanan,”tegas Bima Sakti.

Enam pelaku pengeroyokan itu adalah Basofi, 32, dan Diah Ayu Putri Hafidia, 24. Keduanya warga Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Aries Rochman Apriyanto, 39, warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas ; Bryan Zuhri, 35, warga Jalan Beton, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI), Kecamatan Manyar ; Margono, 35, warga Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Aditya Prasetiyo, 22, warga Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Penyidik menjerat keenam tersangka dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP berbunyi barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan diancam hukuman paling lama 5,5 tahun. “Tersangka kami tahan,”ujar Bima Sakti. (yad)

Emosional, Panitia dan Peserta Gantangan Burung Pengeroyok Warga Diringkus Reserse Kriminal Polsek Manyar Selengkapnya

Posko PPKM Darurat dapat Amunisi Tambahan 170 Personel dari Tim PKH


GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 memasuki hari ketiga pada Jumat, 23 Juli 2021. Menyisakan waktu dua hari lagi. Masa injury time di lima hari menentukan di masa PPKM Jawa-Bali level 4, Pemkab Gresik mendapat tambahan amunisi baru untuk memperkuat posko PPKM Darurat.

Amunisi baru adalah, bergabungnya 170 anggota tim program keluarga harapan (PKH) di Posko PPKM Darurat yang dibentuk Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berkalaborasi dengan badan atau lembaga amil zakat (BAZ/LAZ). Mereka akan ditempatkan di lima posko yang telah berdiri beberapa waktu lalu itu. 
Koordinator PKH Gresik Lestari Widodo mengatakan, kehadiran 170 personel tenaga pendamping PKH di masing-masing Posko PPKM Darurat merupakan bagian dari panggilan jiwa dan pengabdian penuh kepada masyarakat.

“KIta siagakan 161 orang unsur SDM PKH dan  9 orang dari unsur Dinsos. Kehadiran SDM PKH Gresik dalam aksi penjagaan pada setiap posko bagian keterpanggilan jiwa mengabdi sebagai bagian dari pemberdaya sosial,” katanya.

Tugas para personel pendamping PKH tidak hanya menjaga posko saja. Tetapi juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait penanganan kepada masyarakat,  melayani warga yang Isoman atau sakit maupun warga yang datang ke Posko. Mereka juga membantu pendistribusian bantuan.

“Peran SDM PKH melakukan koordinasi pada stakeholder. Maupun menyampaikan warga binaan yang sakit atau isoman pada pihak Posko, agar bersama-sama untuk dilakukan penanganan dengan cepat,”tandasnya.
Setiap harinya, lanjut dia, pihaknya telah mengatur jadwal piket bagi seluruh tenaga pendamping PKH se-Kabupaten Gresik. Masing-masing posko akan dikerahkan sebanyak 20 orang dari unsur pendamping pemberdayaan sosial naungan Kementerian Sosial (Kemensos ) ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengunjungi Posko PPKM Darurat di halaman kantor Kecamatan Cerme menyatakan terimakasih atas kontribusi dan dedikasi yang diberikan para pendamping pemberdayaan sosial PKH untuk membantu para tenaga yang bertugas di Posko Darurat Covid-19 Gresik.

“Semoga tenaga anda ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dengan memperkuat tenaga yang ada di Posko Covid,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 22 Juli 2021. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ke Posko PPKM Darurat untuk rapat koordinasi dengan camat, kepala desa dari kecamatan Cerme, Benjeng, Duduksampeyan dan Balongpanggang.
Gus Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. (yad)

Posko PPKM Darurat dapat Amunisi Tambahan 170 Personel dari Tim PKH Selengkapnya