PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan dan penanaman pohon di pesisir Lumpur pada Jumat, 8 Maret 2024. 

Baksos rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan PT Indospring Tbk itu dipusatkan di Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik. Kegiatan baksos kesehatan dan penghijauan ini diikuti oleh puluhan warga pesisir dengan antusias. Selain mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, mereka juga mendapatkan paket sembako. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari insan pers kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Selain memberikan pelayanan dan cek kesehatan gratis, PWI Gresik juga menanam 100 pohon di sekitar Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Gresik Kota.

“Kami sebagai profesi jurnalistik tidak hanya pandai buat berita tetapi juga ada kepedulian sosial yang ditujukan kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Deni.

SEMBAKO : Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat dalam kegiatan Baksos Digelar PWI, PT Indospring Tbk dan Dinkes Gresik di halaman Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Maret 2024 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PWI Gresik. Ia mengatakan bahwa, kolaborasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan penghijauan.

“Kami berterima kasih kepada PWI Gresik yang telah mengajak kami berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada warga setempat, khususnya nelayan Lumpur, yang telah menyambut kami dengan baik. Insan pers adalah mitra kami untuk menterjemahkan apa yang ada di perusahaan, juga termasuk apa saja yang ada di Gresik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, juga berharap agar kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi masyarakat Gresik untuk tetap istiqomah mendukung Gresik menjadi kabupaten percontohan di kancah nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, mengungkapkan bahwa pola hidup sehat itu sangat penting. Termasuk mengapresiasi adanya kegiatan yang dilakukan oleh PWI Gresik bersama PT Indospring Tbk.

“Bagaimana kita menanam pohon, merawat kehidupan. Termasuk pengecekan kesehatan, untuk mengetahui gimana kondisi kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik, khususnya Kroman, Lumpur, dan Kebungson,” katanya. (yad)

PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur  Selengkapnya

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota 

GRESIK,1minute.id – Kirab Piala Adipura meriah pada Selasa, 5 Maret 2024. Ribuan pasang mata berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan Piala Adipura yang dibawa secara bergantian oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah. 

Piala Adipura diarak dengan naik bus susun berangkat dari depan Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas melewati Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Sepanjang jalan yang dilewati kirab Piala Adipura itu, masyarakat tumplek-blek. Mereka mulai anak-anak sampai orang dewasa. Mereka bangga, Gresik yang dikenal sebagai Kota Industri, tetap bisa meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Piala Adipura 2023, kali pertama dalam kurun waktu satu dasawarsa atau 10 tahun terakhir itu serahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. Sore harinya, Piala Adipura yang kali terakhir diterima Kabupaten Gresik pada 2013 itu akhirnya bisa kembali ke Gresik dibawa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. Teriakan histeris masyarakat terus menggema sepanjang 5 kilometer begitu mereka melihat Piala Adipura itu. 

Kirab Piala Adipura seakan menjadi oase setelah paceklik penghargaan di bidang lingkungan ini. “Piala Adipura ini kami persembahkan untuk semua warga Kabupaten Gresik. Ini kado kami yang sedang merayakan Hari Jadi Kota Gresik,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik merayakan ulang tahun emas atau 50 tahun pada 27 Februari 2024. Dan, Hari Jadi ke-537 Kota Gresik. Namun, orang nomor satu itu berharap raihan Piala Adipura ini bisa menjadi momuntum bagi semua stakeholder untuk terus berkolaborasi dan sinergi menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. 

Fasilitas umum dan sosial harus dijaga kebersihan.”Toilet di terminal, Alun-alun dan tempat umum lainnya harus dijaga tetap bersih,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sedangkan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik akan terus mendorong bertambahnya ruang terbuka hijau (RTH) di Gresik. “Saat ini, kita masih belum punya Hutan Kota. Tahun ini, akan kita terus melakukan penanaman. Menanam sampai mati,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani bertamsil.

Pembuatan Hutan Kota

PAHLAWAN SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) didampingi Kepala Dinas DLH Gresik Sri Subaidah bersama pasukan kebersihan (paskun) usai kirab Piala Adipura di Gedung WEP pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani memiliki obesesi untuk membuat kawasan perkotaan hijau royo-royo. Kawasan perkotaan yang menjadi pusat industri dengan menjaga kualitas lingkungan yang bersih dan sehat. “Tahun ini, kita berupaya untuk membuat hutan kota. Karena kita saat belum memiliki hutan kota,” kata Gus Yani kepada wartawan usai kirab Adipura di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). 

Hutan Kota, lanjutnya, akan dipusatkan di belakang Stadion G-JOS. Saat ini, stadion yang menjadi markas kesebelasan Gresik United itu masih dalam proses revitalisasi. “Revitalisasi dilakukan di bagian dalam Stadion Gelora Joko Samudro. Sedangkan, bagian luar nanti DLH bersama CKPKP melakukan pembenahan dan penghijauan,” ujarnya. 

Hilirisasi Sampah

SISWA ADIWIYATA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membawa Piala Adipura sedang melayani ucapan selamat dari para pelajar ketika memasuki halaman Gedung WEP usai Kirab Adipura pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean telah beroperasi. Bahkan, sampah hasil olahan di TPST Belahanrejo dan TPA Ngipik, yang telah dilengkapi fasilitas RDF di  dua fasilitas tersebut akan dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.  Pemkab Gresik bersama Semen Indonesia Tbk telah menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF itu pada 29 Februari 2024. Tahun ini, kita akan bangun TPST di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Selain pembangunan TPST di Gresik Utara, imbuhnya, Pemkab Gresik juga telah membangun TPST di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. “TPST di Pulau Bawean ini belum kami resmikan,” katanya. Berbagai upaya itu dilakukan oleh Pemkab Gresik dengan harapan kedepan kelestarian, dan kesehatan masyarakat Gresik semakin baik. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk terus menanam tanaman. “Mimpi Saya kawasan belakang Gelora Joko Samudro ditanami palem seperti di Stadion GBK (Gelora Bung Karno, Jakarta),” katanya. (yad)

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota  Selengkapnya

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Luncurkan Produk Inovasi Kebas. Pertama Di Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa beda di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Jumat, 23 Februari 2024. Di momen itu, sekolah “Zero Waste”  berlokasi di Jalan KH Kholil 16 Gresik itu melaunching sejumlah produk ramah lingkungan. Diantaranya, Kompos kertas bekas (KEBAS) dan eco enzim berbahan sampah buah dan sayur dapur.

“Untuk kompos kertas bekas ini yang pertama di Jawa bahkan mungkin di Indonesia,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai acara pada Jumat, 23 Februari 2024. Kompos kertas bekas ini, menggunakan bahan kertas yang dihasilkan oleh siswa. Misalnya, siswa salah tulis kemudian kertas di robek-robek dan di buang ke bak sampah yang ada di sekolah. 

Kertas-kertas lecek, sobek-sobek dengan sedikit tinta pulpen itu kemudian dikumpulkan oleh kelompok cinta lingkungan (KCL) yang beranggotakan 58 siswa itu. Kertas kemudian dibusukkan menggunakan air bekas cuci beras. “Selama sebulan proses pembusukannya,” terang Salim yang didampingi oleh Pembinaan Kelompok Cinta lingkungan koordinator Lingkungan Hidup SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Sumiarsih. 

Kompos Bekas Kertas ini telah dilakukan ujicoba untuk penyubur tanaman di sekolah berlabel Adiwiyata Mandiri itu. “Sangat subur dan aman,” tegas Sumiarsih yang juga Tata Usaha di Spenda Gresik itu. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sedang melakukan penelitian kandungan yang terdapat dalam Kompos berbahan kertas itu. 

“Kami ingin setiap momen Hari Lingkungan Hidup ada produk inovasi yang di inisiasi oleh anak kelompok cinta lingkungan ( KCL ) untuk mendukung Inovasi ekonomi hijau,” kata Salim. 

KEBAS : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pamerkan inovasi Kompos Kertas bekas (Kebas) dan melakukan sedekah sampah kardus untuk Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024 di halaman sekolah pada Jumat, 23 Februari 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, peringkatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa meriah. Meski, digelar secara sederhana di halaman sekolah. Produk inovasi karya siswa tersebut menjadi perhatian orang tua siswa yang mengikuti seminar Parenting. Hari Peduli Sampah Nasional ini diperingati setiap 21 Februari. Tampak hadir dalam acara tersebut, antar lain, Fungsional Teknis Penyehatan Lingkungan pada DLH Gresik Umaya.

Pada kesempatan itu, Spenda juga menggelar Jumat Berkah dengan Sedekah Sampah Kardus dari siswa. “Sampah kardus itu kami sedekah kan ke DLH Gresik,” kata Salim. 

Seperti diberitakan sejak Oktober 2023, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menjadikan UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai sekolah percontohan zero waste Kabupaten Gresik. Sejak saat itu sekolah dipimpin oleh Mohammad Salim menjadi jujugan studi tiru. Antara lain, 27 orang pegiat lingkungan dari berbagai organisasi. Diantaranya, Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik; Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) ; Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) ; Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Juga organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat, Fatayat, Nasiyatul Asyiyah, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Gresik. 

Kemudian,  40 Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023. Spenda juga pelopor kantin Halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sekitar 90 persen, produk makanan yang ada di kantin sekolah itu telah mengantongi label Halal. (yad)

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Luncurkan Produk Inovasi Kebas. Pertama Di Indonesia  Selengkapnya

Aksi Nyata Petrokimia Gresik Pada Lingkungan, Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Pantai Mengare

GRESIK1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menanam 10.000 bibit mangrove bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Agrie Conservation di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Aksi nyata itu dilakukan pada momen Hari Gerakan Satu Juta Pohon pada Rabu, 10 Januari 2024. 

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Petrokimia Gresik terhadap pengelolaan lingkungan, sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap program rehabilitasi hutan mangrove yang dijalankan Pemerintah.

“Petrokimia Gresik tiga kali berturut-turut mendapatkan Proper Emas, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan lingkungan. Artinya, standarisasi pengelolaan lingkungan yang dijalankan Petrokimia Gresik harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui program penanaman mangrove di pantai Gresik utara ini,” ujar Dwi Satriyo.

Ia menambahkan, yang menarik dari kegiatan penanaman mangrove kali ini yaitu terdapat kontribusi aktif dari karyawan Petrokimia Gresik melalui program Charitree 2.0. Karyawan yang terlibat aktif mengumpulkan sampah anorganik dari rumah maupun lingkungan, untuk kemudian dikumpulkan di Eco-Dropbox. Atas keterlibatan tersebut, setiap karyawan telah berkontribusi dalam pengumpulan bibit mangrove.

“Petrokimia Gresik memandang sampah anorganik yang selama ini menjadi problem lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan perubahan positif,” tandasnya.

Karyawan mengumpulkan sampah anorganik dari berbagai sumber seperti plastik, kertas, kaca, e-waste, metal, dan minyak jelantah yang seringkali menjadi beban bagi lingkungan. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di Eco-Dropbox yang sudah ada di lingkungan perusahaan. Sampah-sampah tersebut dikonversikan dalam rupiah, dan semua partisipan yang turut serta dalam acara ini juga akan mendapatkan sertifikat donasi bibit mangrove.

“Petrokimia Gresik dalam menjalankan proses bisnisnya tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga ingin menumbuhkan kepedulian dan keterlibatan karyawan dalam pelestarian lingkungan,” jelas Dwi Satriyo.

Sementara itu, pelestarian mangrove menjadi kegiatan yang telah rutin Petrokimia Gresik selenggarakan. Pada 2023 mulai dari Charitree 1.0, Petrokimia Gresik telah menanam sebanyak 3.750 bibit mangrove; kemudian di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 perusahaan, Petrokimia Gresik juga menanam 5.100 bibit; dan pada program Envirocamp 2023 sebanyak 2.000 bibit.

“Selanjutnya Petrokimia Gresik mengawali tahun 2024 dengan menanam 10.000 bibit mangrove. Petrokimia Gresik terus berkomitmen lebih untuk berkontribusi agar lingkungan lebih hijau dan berkelanjutan, serta dapat menjadi teladan dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi milik bersama ini,” pungkas Dwi Satriyo. (yad) 

Aksi Nyata Petrokimia Gresik Pada Lingkungan, Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Pantai Mengare Selengkapnya

Hattrick, Bukti Komitmen Dalam Pengelolaan Lingkungan, Petrokimia Gresik Terima Penghargaan PROPER EMAS Dari Wakil Presiden RI

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali mendapatkan penghargaan PROPER Emas. Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dalam pengelolaan lingkungan. Penghargaan tahun ini, kali ketiga., hattrick.Secara simbolis penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin di Jakarta pada Rabu, 20 Desember 2023.

Usai menerima penghargaan, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang kembali diberikan Wapres dan KLHK kepada Petrokimia Gresik. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau PROPER dengan kategori EMAS ini merupakan yang ketiga diraih Petrokimia Gresik selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2021.

“PROPER EMAS ini memang yang tertinggi, tapi upaya pengelolaan lingkungan bukan berarti berhenti di titik ini. Komitmen ini harus terus ditingkatkan, karena semakin baik pengelolaan lingkungan hidup sebuah perusahaan, maka semakin banyak dampak positif yang bisa diberikan maupun didapatkan. Untuk itu, tiap tahunnya Petrokimia Gresik terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan diapresiasi melalui penghargaan PROPER EMAS hingga ketiga kalinya,” ujar Dwi Satriyo.

Ia menambahkan, PROPER mendorong setiap aktivitas bisnis tidak sekadar pemenuhan ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup, tapi juga menjadi platform bagi praktik bisnis berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Kriteria penilaian PROPER tiap tahun kian kompleks mengikuti kebutuhan dan tuntutan zaman.

“Petrokimia Gresik sebagai anggota holding, senantiasa mendukung Pupuk Indonesia untuk menjadi perusahaan go internasional dengan mengedepankan wawasan lingkungan. Pencapaian PROPER EMAS ini menjadi bukti jika pengembangan perusahaan selaras dengan kelestarian lingkungan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Dwi Satriyo.

Adapun salah satu program andalan Petrokimia Gresik yang juga mendukung perusahaan memperoleh PROPER EMAS adalah program Community Development (Comdev) Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi (Literasi) yang ada di Desa Sumbersari, Kec. Sambeng, Kab. Lamongan, Jawa Timur. Program yang bertransformasi menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) ini terbukti tidak hanya membawa kesejahteraan anggota dan berdampak positif bagi pelestarian lingkungan, tapi juga mampu memberikan manfaat dan menginspirasi stakeholder pertanian maupun peternakan.

Petrokimia Gresik sendiri telah melakukan pendampingan peternak sapi di Sumbersari ini sejak tahun 2018. Program ini sejak awal difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelolaan ternak, penciptaan produk olahan limbah ternak, pengembangan usaha kelompok, serta penguatan manajemen kelompok. Kini terus berkembang menjadi pusat pembelajaran.

Selain itu, tambah Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik juga memiliki sejumlah program untuk mewujudkan industri hijau. Antara lain melakukan efisiensi energi dengan sejumlah inovasi di pabrik dan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan Pemerintah. Kemudian penghematan konsumsi air seperti pemanfaatan Neutralized Water Effluent Treatment I untuk Pabrik AlF3, Purified Gypsum I dan II.

PROPER EMAS : (ki-ka) Wakil Dirut Pupuk Indonesia Gusrizal dan Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo usai menerima penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta pada Rabu, 20 Desember 2023 ( Foto: Petrokimia Gresik for 1minute.id)

“Dalam menjalankan proses bisnis, kami selalu berupaya untuk mengurangi dampak ke lingkungan, melalui program-program eco inovasi berdasarkan siklus LCA (Life-Cycle Assessment) dengan scope cradle to grave yaitu Pemasangan Cone Strainer untuk efisiensi energi, Perubahan Sistem Drift Eliminator untuk penghematan air dan Program Recovery Emisi Ammonia untuk penurunan beban emisi. 

Program eco inovasi tersebut dapat mengurangi dampak water footprint, eutrofikasi, hujan asam dan cumulative energy demand. Melalui penerapan prinsip sirkular ekonomi, aktifitas inovasi tersebut menghasilkan penghematan hingga Rp314,6 miliar.” ujar Dwi Satriyo mencontohkan.

 Terakhir, ia pun memastikan, capaian PROPER EMAS ini akan memotivasi seluruh Insan Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi menciptakan breakthrough di bidang pengelolaan lingkungan. Sehingga masyarakat semakin merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

“Dengan capaian ini, standardisasi Petrokimia Gresik dalam pengelolaan lingkungan juga akan terus ditingkatkan. Hal ini tentunya akan didorong dengan inovasi-inovasi untuk masa depan bersama lebih baik lagi,” tutupnya. (yad)

Hattrick, Bukti Komitmen Dalam Pengelolaan Lingkungan, Petrokimia Gresik Terima Penghargaan PROPER EMAS Dari Wakil Presiden RI Selengkapnya

Puluhan Bunda PAUD Studi Tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik, Kantin Sehat Bersertifikat Halal

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 40 Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023. Rombongan didampingi Nurul Fadilah, analis lingkungan dan Umaya, Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik itu disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim serta Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), Duta Spenda dan Pramuka Garuda.

Rombongan langsung menuju ruang Perpustakaan sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu untuk sharing pengelolaan sampah. Usai diskusi secara lesehan itu cukup gayeng dilanjutkan studi lapangan. Para Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu melihat dari dekat sistem pengolahan sampah, TPA, komposter hingga kantin sehat dengan makanan yang memiliki label Halal itu. Mereka pun antusias untuk bisa menirunya.

Sampah masih menjadi persoalan pelik di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Diantaranya, di Kabupaten Gresik. Volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik berkisar 250 meter kubik per hari. Belum semua sampah bisa diolah. Sehingga tumpukan sampah nyaris menyerupai bukit. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong sejumlah desa mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Sampah di olah di TPST yang ada di desa-desa.  Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik juga telah memiliki sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Selain TPA Ngipik, dalam waktu dekat berdiri TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. 

DISKUSI: Puluhan Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di SPENDA Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023 (Foto: SPENDA Gresik for 1minute.id)

Disini lain, pengolahan sampah juga dilakukan di sejumlah sekolah. Upaya itu dilakukan untuk mewujudkan tekad, Gresik Merdeka Sampah 2030. Diantaranya, Spenda Gresik yang kini menjadi jujugan bagi pegiat lingkungan dan Bunda PAUD. 

Bunda Asih dari SPS PAUD Permata Bunda, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas mengapresiasi sistem pengolahan sampah di Spenda Gresik ini. “Kegiatan zero waste di sekokah ini sangat keren dan perlu ditingkatkan karena untuk bekal anak didik kita dimasa depan,” puji Bunda Asih. 

Nur Siah dari PAUD Bundasari, Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Zero Waste Spenda telah memberikan inspirasi. “Insyaallah kita akan menerapkan di PAUD kami kegiatan positif zero waste dan kami akan menginisiasi juga tentang kantin sehat halal seperti di SMPN 2 Gresik ini,” ujarnya. 

Sementara Bunda i’in Budiarti, Kepala Bunda Puspagiri, Desa Singosari, Kecamatan Kebomas mengaku senang bisa mengikuti studi tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik. “Terima kasih atas ilmunya dari Spenda dan salut kepada KCL (Kelompok Cinta Lingkungan,Red) yang kompak mengembangkan lingkungan hidup sekolah ini,” kata Iin yang juga penyiar radio ini. 

Sepekan sebelumnya, pengolahan sampah di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari sejumlah pegiat lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Dalam pengolahan sampah di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim melibatkan semua stakeholder. Mulai orang tua, murid, hingga pihaknya sekolah. Orang tua ketika mengirimkan bekal makan untuk anak tidak memakai bungkus plastik. Sekolah juga menjamin panganan di kantin sekolah aman dan sehat karena telah bersertifikat halal. 

“Kantin kami sudah tersertifikasi halal sehingga sumber sampah sudah dapat di minimalisir dan sehat,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada suatu kesempatan. (yad)

Puluhan Bunda PAUD Studi Tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik, Kantin Sehat Bersertifikat Halal Selengkapnya

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik?

GRESIK,1minute.id – Sampah rumah tangga masih menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Meski, volume sampah berada di TPA berlokasi Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik berkurang. 

“Volume sampah yang masuk TPA Ngipik sekitar 200-an meter kubik per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah usai acara penanaman pohon mangrove, Wilmar Go Green di kawasan wisata Mangrove Karangkiring di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023.

Di TPA Ngipik, semua sampah rumah tangga warga di kabupaten berjumlah penduduk 1,3 jiwa di tampung. Kementerian Lingkungan Hidup telah membuat kebijakan pada 2030, tidak memperbolehkan pendirian TPA. Benarkah? Sri Subaidah membenarkan.  Ia menyebut Gresik darurat Sampah. 

DIALOG : Kepala DLH Gresik Sri Subaidah berdiskusi dengan Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes (depan bertopi) dalam acara Wilmar Peduli, Wilmar Go Green, penanaman pohon mangrove di wisata Mangrove Karangkiring, Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Namun, perempuan berhijab itu, optimistis Gresik akan Merdeka Sampah pada 2030 mendatang. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah mendorong sejumlah desa mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). “Sampah di olah di TPST yang ada di desa-desa,” katanya. Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik juga telah memiliki sejumlah TPST. Selain TPA Ngipik, dalam waktu dekat berdiri TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. 

“Kedepan sampah itu harus diolah ditempat asal itu juga. Tidak ada yang dibuang lagi di TPA,” kata Sri Subaidah. Selain mendorong pendirian TPST di setiap desa, Dinas Lingkungan Hidup Gresik yang berkantor di bekas kantor Bupati Gresik di Alun-alun Gresik itu telah memberikan teladan tidak menyediakan minuman berbahan plastik. Bahkan, bekal makanan bagi aparatur sipil negera (ASN) di DLH Gresik “wajibkan” membawa wadah yang ramah lingkungan. “Di kantor kami, tidak menyediakan minuman gelas plastik. Saya bawa bekal makanan ramah lingkungan,” tegasnya. 

Ia pun berharap di sejumlah instansi, kawasan perkantoran di Kabupaten Gresik tidak lagi menggunakan bahan plastik. Sehingga, tekad pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan merdeka sampah teralisasi pada 2030. “Kalau Gresik Lestari jargonnya Menanam sampai Mati. Untuk bebas sampah ada lagi jargon yakni Gresik Kawasan Merdeka Sampah,” tegasnya. (yad)

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik? Selengkapnya

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati

GRESIK,1minute.id – Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Peduli menggelar penanaman ratusan bibit pohon mangrove di pesisir Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 11 November 2023. Bakti sosial bertajuk Wilmar Go Green ini dipimpin langsung oleh Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes.

“Selain kuantitas, kami akan lebih fokus untuk kualitas,” kata Ridwan Brandes dalam sambutannya. Menurutnya, pihaknya tidak hanya berfokus berapa banyak bibit pohon mangrove yang ditanam. “Kami akan pelihara dan pemantaun berapa pohon mangrove yang bisa tumbuh. Jadi, kami tidak asal menanam. Tapi, juga akan memeliharanya,” tegasnya. Wilmar Peduli dengan menanam pohon mangrove di pesisir Desa Karangkiring atau Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, lebih kurang 2.500 pohon mangrove yang telah ditanam. 

SIMBOLIS: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes menyerahkan bibit mangrove kepada Kepala DLH Gresik Sri Subaidah di Wisata Mangrove Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

“Pohon mangrove sangat penting karena bisa menghasilkan banyak oksigen,” katanya. Gerakan Wilmar Go Green dengan menanam pohon mangrove ini, dihadiri antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, Kepala Satuan Polisi Air ( Polair) Polres Gresik AKP Winardi, Camat Kebomas Yusuf Anshori , Kades Karangkiring Dedik Hartono, serta warga pesisir Karangkiring. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Wilmar ini. Ia pun mengajak semua stakeholder untuk terlibat aktif melakukan penanaman pohon. Sri Subaidah bercerita, dirinya telah mendapat wejangan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar terus aktif melestarikan lingkungan. Caranya, melakukan penanaman pohon terus menerus untuk mewujudkan Gresik Lestari, satu dari sembilan program Nawa Karsa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  “Bu Kadis tolong wujudkan Program Gresik Lestari, menanam pohon sampai mati,” cerita Sri Subaidah membuat peserta yang hadir dalam Wilmar Go Green ini tersenyum. 

Sri Subaidah berharap, kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh Wilmar bisa diikuti oleh perusahaan lainnya yang ada di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Selain menanam secara berkelanjutan, juga dilakukan pemeliharaan tanamannya. “Jadi tidak asal tanam, setelah itu ditinggal kemudian pohonnya mati,” ujarnya.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menyebut, luas kawasan Mangrove di Kabupaten Gresik mencapai 2.854,32 hektar yang tersebar di sepuluh kecamatan. Salah satu berada dalam kawasan wisata Mangrove Karangkiring ini. 

TANAM MANGROVE: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah di lokasi penanaman mangrove di kawasan wisata Mangrove Karangkiring Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Setelah proses seremonial penyerahan bibit mangrove dari Wilmar kepada Dinas LH Gresik kemudian dilanjutkan penanaman pohon mangrove secara simbolis. Karena lokasi penanaman sekitar 400 meter dari bibir pantai, sehingga mereka naik perahu lokasinya. Penanaman mangrove dilakukan sekitar pukul 10.10 WIB karena menunggu air laut pasang. Sinar matahari mulai menyengat kulit, namun mereka terlihat antusias menanam pohon mangrove. 

Kepala Desa Karangkiring Dedik Hartono mengatakan, kawasan tanaman mangrove di pesisir Karangkiring ini luasan mencapai 12 hektar. Untuk penanaman mangrove bersama Wilmar Go Green ini dipusatkan di sisi utara. “Kalau di sisi selatan sudah banyak mangrove, selain itu sisi selatan ini tempat warga mencari kerang dan kepiting,” kata Dedik usai acara.  (yad)

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  memfasilitasi pengembangan green hydrogen dan green ammonia terintegrasi di kawasan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan inisiasi dari Pupuk Indonesia kolaborasi dengan PT PLN  dan ACWA Power Company, perusahaan asal Arab Saudi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam segmen BUMN Performance Report 2023 di Program Squawk Box CNBC Indonesia, di Jakarta, baru-baru ini menyampaikan bahwa di tahun 2023 ini, Pupuk Indonesia telah menyiapkan master plan pengembangan bisnis, salah satunya adalah pengembangan green hydrogen dan green ammonia yang akan menjadi penopang pertumbuhan Pupuk Indonesia di masa mendatang.

“Kita telah bekerja sama dengan banyak pihak, dan kita juga sudah menetapkan beberapa titik untuk pengembangan dengan teknologi dan metode yang berbeda-beda. Di Gresik (Petrokimia Gresik, Red) kita akan mengembangkan industri hijau dengan berbasiskan tenaga surya,” ujarnya. “Ini adalah industri masa depan. Jika kita tidak dari sekarang, maka kita akan ketinggalan gerbong,” imbuh Rahmad Pribadi.

Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program pengembangan green hydrogen dan green ammonia. Ia mengungkapkan, perjanjian studi pengembangan energi bersih di Petrokimia Gresik ini telah ditandatangani para pihak dan disaksikan oleh Kementerian BUMN pada bulan Juli 2023 lalu. Saat ini sudah pada tahapan feasibility study atau pengumpulan data teknis terkait Pabrik Amoniak eksisting dan sejumlah fasilitas yang akan dimanfaatkan.

“Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas dari Pupuk Indonesia menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan electrolyzer, atau alat yang akan menghasilkan green hydrogen dari air. Selanjutnya green hydrogen tersebut akan dikirim ke Pabrik 1A atau 1B Petrokimia Gresik, tergantung nanti hasil kajian mana yang lebih feasible, sehingga dapat menghasilkan green ammonia,” tandas Dwi Satriyo.

Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar proyek ini berjalan lancar dan sesuai target. Dimana target yang diberikan pada Kuartal IV tahun 2026 telah berjalan secara komersial.

Kerjasama pengembangan green hydrogen dan green ammonia merupakan upaya nyata penerapan komitmen Pupuk Indonesia Grup terhadap pengembangan energi bersih yang sebelumnya telah bekerjasama dengan ACWA Power Company. “Hal ini menjadi salah satu upaya Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik dan anak perusahaan lain dalam mendukung program ketahanan energi yang menjadi fokus Pemerintah dalam Visi Indonesia Emas 2024,” ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik menjadi tempat pembangunan pabrik green hydrogen dan green ammonia karena memiliki potensi sumber energi bersih dari PLTS dan PLTB dengan kapasitas maksimum 200 MW yang menghasilkan green hydrogen yang kemudian dikonversi menjadi green ammonia di Petrokimia Gresik.

Melalui kerjasama ini, Pupuk Indonesia bersama PLN dan ACWA Power Company akan mengevaluasi konversi green hydrogen menjadi green ammonia dengan menggunakan fasilitas Pabrik Ammonia yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama dengan offtaker green ammonia jangka panjang.

Untuk diketahui green hydrogen adalah hidrogen yang diperoleh dari sumber bersih tanpa emisi karbon. ACWA Power Company sedang mengembangkan proyek green hydrogen NEOM di Arab Saudi dengan kebutuhan green energy sebesar 40 GW dan merupakan salah satu proyek green hydrogen terbesar di dunia. Selain itu, ACWA juga telah mengembangkan Noor Energy Project di UEA-Abu Dhabi yang merupakan concentrated solar power terbesar di Dunia, serta Shuaa Solar Power Energy Project.

Pupuk Indonesia sebagai salah satu produsen amoniak terbesar di dunia dapat memainkan peran strategisnya dalam mendukung energi bersih melalui pengembangan green ammonia di Indonesia. Seperti diketahui, green ammonia adalah senyawa kimia yang dapat menjadi sumber energi bersih masa depan sekaligus sebagai media untuk mengangkut hidrogen atau hydrogen carrier. (yad)

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak  Selengkapnya

Industri Hijau, Raih Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023 dari Kementerian ESDM

GRESIK,1minute.id – Keberhasilan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Sebanyak empat penghargaan sekaligus yang disabet pada ajang Good Mining Practice Award 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di Hotel Bidakara, Jakarta pada akhir pekan lalu. Dua penghargaan diberikan kepada SIG untuk Pabrik Tuban dan Rembang, sedangkan dua penghargaan lainnya untuk PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban dan Narogong.

SIG menerima Penghargaan Utama kategori Aspek Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang IUP PMDN Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk Pabrik Tuban, Jawa Timur dan Pabrik Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan dua penghargaan yang diterima SBI antara lain Penghargaan Pratama kategori Aspek Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang IUP PMDN Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. Dan, Penghargaan Pratama kategori Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang Perizinan Berusaha Komoditas Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk SBI Pabrik Narogong.

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, SIG senantiasa melaksanakan aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di semua lini usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Khususnya pada operasional tambang, SIG menerapkan standar keselamatan yang tinggi untuk mewujudkan Nihil Kecelakaan Kerja (zero accident), Nihil Penyakit Akibat Kerja (PAK), dan Nihil Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK).

“SIG yakin bahwa lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan membuat karyawan lebih produktif dalam bekerja sehingga dapat berkontribusi positif pada capaian kinerja Perusahaan,” kata Reni Wulandari. Penghargaan Good Mining Practice Award 2023, ia melanjutkan, membuat SIG semakin termotivasi untuk terus menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik sebagai bentuk penerapan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance) yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG pada Pilar Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas.

Lebih lanjut, Reni Wulandari menjelaskan, SIG berfokus pada tiga aspek sebagai bentuk penerapan keselamatan pertambangan, meliputi aspek keselamatan (safety), aspek kesehatan (health), dan aspek lingkungan (environment).

Pada aspek keselamatan, SIG menerapkan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), serta menciptakan inovasi driving monitoring system (DMS) dengan memasang fatigue sensor dan in-cabin camera di seluruh armada tambang. DMS merupakan sistem pemantauan operator tambang untuk mencegah terjadinya accident akibat fatigue dan unsafe action saat mengoperasikan unit ketika bekerja.

Sementara pada aspek kesehatan, SIG melakukan pencegahan Penyakit Tenaga Kerja (PTK), melaksanakan health risk asesessment dan pengelolaan lingkungan kerja yang dilakukan untuk memetakan area kerja risiko kesehatan tinggi untuk mencegah adanya PAK dan KAPTK. Adapun pada aspek lingkungan, SIG melakukan penanaman pohon di area sabuk hijau (green belt) dan mereklamasi lahan pascatambang untuk filterisasi dampak debu, emisi asap, dan kebisingan akibat kegiatan pertambangan.

Berkat inisiatif tersebut, sepanjang tahun 2022 – 2023 SIG berhasil mencatatatkan zero accident, zero frequency accident rate, zero severity accident rate dan leading indicator safety performance dengan hasil 100%, serta mencatatkan Nihil PAK dan Nihil KAPTK pada operasional tambang di Pabrik Tuban, Jawa Timur dan Pabrik Rembang, Jawa Tengah.

Sementara itu, inisatif yang dilakukan oleh SBI Pabrik Tuban hingga meraih penghargaan Good Mining Practice 2023 adalah mengelola keselamatan pertambangan dengan memperhatikan aspek compliance, kompetensi tenaga kerja, serta standar keselamatan pertambangan yang diamanatkan oleh pemerintah. 

Sedangkan SBI Pabrik Narogong melakukan beberapa inisiatif pada aspek-aspek yang dapat meningkatkan keselamatan, kegiatan produksi dan teknis penambangan yang efisien seperti penyusunan panduan tambang untuk kegiatan penambangan, penerapan raw material handbook mulai dari eksplorasi hingga kontrol kualitas, serta memberikan pelatihan terkait teknis penambangan dan inovasi yang dapat membantu kegiatan penambangan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“SIG terus berupaya untuk menjalankan operasional tambang yang berkelanjutan melalui penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik secara konsisten dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja, serta kelestarian lingkungan, untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Reni Wulandari

Good Mining Practice Award 2023 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah terhadap Badan Usaha Pertambangan serta Perusahaan Jasa Pertambangan yang berprestasi dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik. Selain itu, juga menjadi salah satu tolok ukur hasil kinerja pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM terhadap Badan Usaha Pertambangan dan Perusahaan Jasa Pertambangan pada 2022. (yad)

Industri Hijau, Raih Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023 dari Kementerian ESDM Selengkapnya