Puluhan Bunda PAUD Studi Tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik, Kantin Sehat Bersertifikat Halal

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 40 Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023. Rombongan didampingi Nurul Fadilah, analis lingkungan dan Umaya, Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik itu disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim serta Kelompok Cinta Lingkungan (KCL), Duta Spenda dan Pramuka Garuda.

Rombongan langsung menuju ruang Perpustakaan sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu untuk sharing pengelolaan sampah. Usai diskusi secara lesehan itu cukup gayeng dilanjutkan studi lapangan. Para Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu melihat dari dekat sistem pengolahan sampah, TPA, komposter hingga kantin sehat dengan makanan yang memiliki label Halal itu. Mereka pun antusias untuk bisa menirunya.

Sampah masih menjadi persoalan pelik di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Diantaranya, di Kabupaten Gresik. Volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik berkisar 250 meter kubik per hari. Belum semua sampah bisa diolah. Sehingga tumpukan sampah nyaris menyerupai bukit. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong sejumlah desa mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Sampah di olah di TPST yang ada di desa-desa.  Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik juga telah memiliki sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Selain TPA Ngipik, dalam waktu dekat berdiri TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. 

DISKUSI: Puluhan Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di SPENDA Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023 (Foto: SPENDA Gresik for 1minute.id)

Disini lain, pengolahan sampah juga dilakukan di sejumlah sekolah. Upaya itu dilakukan untuk mewujudkan tekad, Gresik Merdeka Sampah 2030. Diantaranya, Spenda Gresik yang kini menjadi jujugan bagi pegiat lingkungan dan Bunda PAUD. 

Bunda Asih dari SPS PAUD Permata Bunda, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas mengapresiasi sistem pengolahan sampah di Spenda Gresik ini. “Kegiatan zero waste di sekokah ini sangat keren dan perlu ditingkatkan karena untuk bekal anak didik kita dimasa depan,” puji Bunda Asih. 

Nur Siah dari PAUD Bundasari, Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Zero Waste Spenda telah memberikan inspirasi. “Insyaallah kita akan menerapkan di PAUD kami kegiatan positif zero waste dan kami akan menginisiasi juga tentang kantin sehat halal seperti di SMPN 2 Gresik ini,” ujarnya. 

Sementara Bunda i’in Budiarti, Kepala Bunda Puspagiri, Desa Singosari, Kecamatan Kebomas mengaku senang bisa mengikuti studi tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik. “Terima kasih atas ilmunya dari Spenda dan salut kepada KCL (Kelompok Cinta Lingkungan,Red) yang kompak mengembangkan lingkungan hidup sekolah ini,” kata Iin yang juga penyiar radio ini. 

Sepekan sebelumnya, pengolahan sampah di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari sejumlah pegiat lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Dalam pengolahan sampah di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim melibatkan semua stakeholder. Mulai orang tua, murid, hingga pihaknya sekolah. Orang tua ketika mengirimkan bekal makan untuk anak tidak memakai bungkus plastik. Sekolah juga menjamin panganan di kantin sekolah aman dan sehat karena telah bersertifikat halal. 

“Kantin kami sudah tersertifikasi halal sehingga sumber sampah sudah dapat di minimalisir dan sehat,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada suatu kesempatan. (yad)

Puluhan Bunda PAUD Studi Tiru Merdeka Sampah di Spenda Gresik, Kantin Sehat Bersertifikat Halal Selengkapnya

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik?

GRESIK,1minute.id – Sampah rumah tangga masih menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Meski, volume sampah berada di TPA berlokasi Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik berkurang. 

“Volume sampah yang masuk TPA Ngipik sekitar 200-an meter kubik per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah usai acara penanaman pohon mangrove, Wilmar Go Green di kawasan wisata Mangrove Karangkiring di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023.

Di TPA Ngipik, semua sampah rumah tangga warga di kabupaten berjumlah penduduk 1,3 jiwa di tampung. Kementerian Lingkungan Hidup telah membuat kebijakan pada 2030, tidak memperbolehkan pendirian TPA. Benarkah? Sri Subaidah membenarkan.  Ia menyebut Gresik darurat Sampah. 

DIALOG : Kepala DLH Gresik Sri Subaidah berdiskusi dengan Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes (depan bertopi) dalam acara Wilmar Peduli, Wilmar Go Green, penanaman pohon mangrove di wisata Mangrove Karangkiring, Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Namun, perempuan berhijab itu, optimistis Gresik akan Merdeka Sampah pada 2030 mendatang. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah mendorong sejumlah desa mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). “Sampah di olah di TPST yang ada di desa-desa,” katanya. Sementara itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik juga telah memiliki sejumlah TPST. Selain TPA Ngipik, dalam waktu dekat berdiri TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. 

“Kedepan sampah itu harus diolah ditempat asal itu juga. Tidak ada yang dibuang lagi di TPA,” kata Sri Subaidah. Selain mendorong pendirian TPST di setiap desa, Dinas Lingkungan Hidup Gresik yang berkantor di bekas kantor Bupati Gresik di Alun-alun Gresik itu telah memberikan teladan tidak menyediakan minuman berbahan plastik. Bahkan, bekal makanan bagi aparatur sipil negera (ASN) di DLH Gresik “wajibkan” membawa wadah yang ramah lingkungan. “Di kantor kami, tidak menyediakan minuman gelas plastik. Saya bawa bekal makanan ramah lingkungan,” tegasnya. 

Ia pun berharap di sejumlah instansi, kawasan perkantoran di Kabupaten Gresik tidak lagi menggunakan bahan plastik. Sehingga, tekad pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menjadikan merdeka sampah teralisasi pada 2030. “Kalau Gresik Lestari jargonnya Menanam sampai Mati. Untuk bebas sampah ada lagi jargon yakni Gresik Kawasan Merdeka Sampah,” tegasnya. (yad)

Gresik Darurat Sampah, Kementerian LH Larang Pendirian TPA baru. Ini Langkah DLH Gresik? Selengkapnya

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati

GRESIK,1minute.id – Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Peduli menggelar penanaman ratusan bibit pohon mangrove di pesisir Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 11 November 2023. Bakti sosial bertajuk Wilmar Go Green ini dipimpin langsung oleh Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes.

“Selain kuantitas, kami akan lebih fokus untuk kualitas,” kata Ridwan Brandes dalam sambutannya. Menurutnya, pihaknya tidak hanya berfokus berapa banyak bibit pohon mangrove yang ditanam. “Kami akan pelihara dan pemantaun berapa pohon mangrove yang bisa tumbuh. Jadi, kami tidak asal menanam. Tapi, juga akan memeliharanya,” tegasnya. Wilmar Peduli dengan menanam pohon mangrove di pesisir Desa Karangkiring atau Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, lebih kurang 2.500 pohon mangrove yang telah ditanam. 

SIMBOLIS: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes menyerahkan bibit mangrove kepada Kepala DLH Gresik Sri Subaidah di Wisata Mangrove Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

“Pohon mangrove sangat penting karena bisa menghasilkan banyak oksigen,” katanya. Gerakan Wilmar Go Green dengan menanam pohon mangrove ini, dihadiri antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, Kepala Satuan Polisi Air ( Polair) Polres Gresik AKP Winardi, Camat Kebomas Yusuf Anshori , Kades Karangkiring Dedik Hartono, serta warga pesisir Karangkiring. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Wilmar ini. Ia pun mengajak semua stakeholder untuk terlibat aktif melakukan penanaman pohon. Sri Subaidah bercerita, dirinya telah mendapat wejangan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar terus aktif melestarikan lingkungan. Caranya, melakukan penanaman pohon terus menerus untuk mewujudkan Gresik Lestari, satu dari sembilan program Nawa Karsa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  “Bu Kadis tolong wujudkan Program Gresik Lestari, menanam pohon sampai mati,” cerita Sri Subaidah membuat peserta yang hadir dalam Wilmar Go Green ini tersenyum. 

Sri Subaidah berharap, kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh Wilmar bisa diikuti oleh perusahaan lainnya yang ada di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Selain menanam secara berkelanjutan, juga dilakukan pemeliharaan tanamannya. “Jadi tidak asal tanam, setelah itu ditinggal kemudian pohonnya mati,” ujarnya.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menyebut, luas kawasan Mangrove di Kabupaten Gresik mencapai 2.854,32 hektar yang tersebar di sepuluh kecamatan. Salah satu berada dalam kawasan wisata Mangrove Karangkiring ini. 

TANAM MANGROVE: Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) Ridwan Brandes bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah di lokasi penanaman mangrove di kawasan wisata Mangrove Karangkiring Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 11 November 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Setelah proses seremonial penyerahan bibit mangrove dari Wilmar kepada Dinas LH Gresik kemudian dilanjutkan penanaman pohon mangrove secara simbolis. Karena lokasi penanaman sekitar 400 meter dari bibir pantai, sehingga mereka naik perahu lokasinya. Penanaman mangrove dilakukan sekitar pukul 10.10 WIB karena menunggu air laut pasang. Sinar matahari mulai menyengat kulit, namun mereka terlihat antusias menanam pohon mangrove. 

Kepala Desa Karangkiring Dedik Hartono mengatakan, kawasan tanaman mangrove di pesisir Karangkiring ini luasan mencapai 12 hektar. Untuk penanaman mangrove bersama Wilmar Go Green ini dipusatkan di sisi utara. “Kalau di sisi selatan sudah banyak mangrove, selain itu sisi selatan ini tempat warga mencari kerang dan kepiting,” kata Dedik usai acara.  (yad)

Wilmar Go Green, Tanam 2.500 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring, DLH Gresik : Gresik Lestari, Tanam Pohon Sampai Mati Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  memfasilitasi pengembangan green hydrogen dan green ammonia terintegrasi di kawasan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan inisiasi dari Pupuk Indonesia kolaborasi dengan PT PLN  dan ACWA Power Company, perusahaan asal Arab Saudi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi dalam segmen BUMN Performance Report 2023 di Program Squawk Box CNBC Indonesia, di Jakarta, baru-baru ini menyampaikan bahwa di tahun 2023 ini, Pupuk Indonesia telah menyiapkan master plan pengembangan bisnis, salah satunya adalah pengembangan green hydrogen dan green ammonia yang akan menjadi penopang pertumbuhan Pupuk Indonesia di masa mendatang.

“Kita telah bekerja sama dengan banyak pihak, dan kita juga sudah menetapkan beberapa titik untuk pengembangan dengan teknologi dan metode yang berbeda-beda. Di Gresik (Petrokimia Gresik, Red) kita akan mengembangkan industri hijau dengan berbasiskan tenaga surya,” ujarnya. “Ini adalah industri masa depan. Jika kita tidak dari sekarang, maka kita akan ketinggalan gerbong,” imbuh Rahmad Pribadi.

Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program pengembangan green hydrogen dan green ammonia. Ia mengungkapkan, perjanjian studi pengembangan energi bersih di Petrokimia Gresik ini telah ditandatangani para pihak dan disaksikan oleh Kementerian BUMN pada bulan Juli 2023 lalu. Saat ini sudah pada tahapan feasibility study atau pengumpulan data teknis terkait Pabrik Amoniak eksisting dan sejumlah fasilitas yang akan dimanfaatkan.

“Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas dari Pupuk Indonesia menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan electrolyzer, atau alat yang akan menghasilkan green hydrogen dari air. Selanjutnya green hydrogen tersebut akan dikirim ke Pabrik 1A atau 1B Petrokimia Gresik, tergantung nanti hasil kajian mana yang lebih feasible, sehingga dapat menghasilkan green ammonia,” tandas Dwi Satriyo.

Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar proyek ini berjalan lancar dan sesuai target. Dimana target yang diberikan pada Kuartal IV tahun 2026 telah berjalan secara komersial.

Kerjasama pengembangan green hydrogen dan green ammonia merupakan upaya nyata penerapan komitmen Pupuk Indonesia Grup terhadap pengembangan energi bersih yang sebelumnya telah bekerjasama dengan ACWA Power Company. “Hal ini menjadi salah satu upaya Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik dan anak perusahaan lain dalam mendukung program ketahanan energi yang menjadi fokus Pemerintah dalam Visi Indonesia Emas 2024,” ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik menjadi tempat pembangunan pabrik green hydrogen dan green ammonia karena memiliki potensi sumber energi bersih dari PLTS dan PLTB dengan kapasitas maksimum 200 MW yang menghasilkan green hydrogen yang kemudian dikonversi menjadi green ammonia di Petrokimia Gresik.

Melalui kerjasama ini, Pupuk Indonesia bersama PLN dan ACWA Power Company akan mengevaluasi konversi green hydrogen menjadi green ammonia dengan menggunakan fasilitas Pabrik Ammonia yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama dengan offtaker green ammonia jangka panjang.

Untuk diketahui green hydrogen adalah hidrogen yang diperoleh dari sumber bersih tanpa emisi karbon. ACWA Power Company sedang mengembangkan proyek green hydrogen NEOM di Arab Saudi dengan kebutuhan green energy sebesar 40 GW dan merupakan salah satu proyek green hydrogen terbesar di dunia. Selain itu, ACWA juga telah mengembangkan Noor Energy Project di UEA-Abu Dhabi yang merupakan concentrated solar power terbesar di Dunia, serta Shuaa Solar Power Energy Project.

Pupuk Indonesia sebagai salah satu produsen amoniak terbesar di dunia dapat memainkan peran strategisnya dalam mendukung energi bersih melalui pengembangan green ammonia di Indonesia. Seperti diketahui, green ammonia adalah senyawa kimia yang dapat menjadi sumber energi bersih masa depan sekaligus sebagai media untuk mengangkut hidrogen atau hydrogen carrier. (yad)

Petrokimia Gresik Kembangankan Industri Green Hydrogen & Green Amoniak  Selengkapnya

Industri Hijau, Raih Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023 dari Kementerian ESDM

GRESIK,1minute.id – Keberhasilan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Sebanyak empat penghargaan sekaligus yang disabet pada ajang Good Mining Practice Award 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di Hotel Bidakara, Jakarta pada akhir pekan lalu. Dua penghargaan diberikan kepada SIG untuk Pabrik Tuban dan Rembang, sedangkan dua penghargaan lainnya untuk PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban dan Narogong.

SIG menerima Penghargaan Utama kategori Aspek Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang IUP PMDN Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk Pabrik Tuban, Jawa Timur dan Pabrik Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan dua penghargaan yang diterima SBI antara lain Penghargaan Pratama kategori Aspek Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang IUP PMDN Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. Dan, Penghargaan Pratama kategori Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara, Kelompok Pemegang Perizinan Berusaha Komoditas Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu dan Batuan untuk SBI Pabrik Narogong.

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, SIG senantiasa melaksanakan aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di semua lini usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Khususnya pada operasional tambang, SIG menerapkan standar keselamatan yang tinggi untuk mewujudkan Nihil Kecelakaan Kerja (zero accident), Nihil Penyakit Akibat Kerja (PAK), dan Nihil Kejadian Akibat Penyakit Tenaga Kerja (KAPTK).

“SIG yakin bahwa lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan membuat karyawan lebih produktif dalam bekerja sehingga dapat berkontribusi positif pada capaian kinerja Perusahaan,” kata Reni Wulandari. Penghargaan Good Mining Practice Award 2023, ia melanjutkan, membuat SIG semakin termotivasi untuk terus menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik sebagai bentuk penerapan prinsip ESG (Environmental, Social and Governance) yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG pada Pilar Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas.

Lebih lanjut, Reni Wulandari menjelaskan, SIG berfokus pada tiga aspek sebagai bentuk penerapan keselamatan pertambangan, meliputi aspek keselamatan (safety), aspek kesehatan (health), dan aspek lingkungan (environment).

Pada aspek keselamatan, SIG menerapkan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), serta menciptakan inovasi driving monitoring system (DMS) dengan memasang fatigue sensor dan in-cabin camera di seluruh armada tambang. DMS merupakan sistem pemantauan operator tambang untuk mencegah terjadinya accident akibat fatigue dan unsafe action saat mengoperasikan unit ketika bekerja.

Sementara pada aspek kesehatan, SIG melakukan pencegahan Penyakit Tenaga Kerja (PTK), melaksanakan health risk asesessment dan pengelolaan lingkungan kerja yang dilakukan untuk memetakan area kerja risiko kesehatan tinggi untuk mencegah adanya PAK dan KAPTK. Adapun pada aspek lingkungan, SIG melakukan penanaman pohon di area sabuk hijau (green belt) dan mereklamasi lahan pascatambang untuk filterisasi dampak debu, emisi asap, dan kebisingan akibat kegiatan pertambangan.

Berkat inisiatif tersebut, sepanjang tahun 2022 – 2023 SIG berhasil mencatatatkan zero accident, zero frequency accident rate, zero severity accident rate dan leading indicator safety performance dengan hasil 100%, serta mencatatkan Nihil PAK dan Nihil KAPTK pada operasional tambang di Pabrik Tuban, Jawa Timur dan Pabrik Rembang, Jawa Tengah.

Sementara itu, inisatif yang dilakukan oleh SBI Pabrik Tuban hingga meraih penghargaan Good Mining Practice 2023 adalah mengelola keselamatan pertambangan dengan memperhatikan aspek compliance, kompetensi tenaga kerja, serta standar keselamatan pertambangan yang diamanatkan oleh pemerintah. 

Sedangkan SBI Pabrik Narogong melakukan beberapa inisiatif pada aspek-aspek yang dapat meningkatkan keselamatan, kegiatan produksi dan teknis penambangan yang efisien seperti penyusunan panduan tambang untuk kegiatan penambangan, penerapan raw material handbook mulai dari eksplorasi hingga kontrol kualitas, serta memberikan pelatihan terkait teknis penambangan dan inovasi yang dapat membantu kegiatan penambangan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“SIG terus berupaya untuk menjalankan operasional tambang yang berkelanjutan melalui penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik secara konsisten dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja, serta kelestarian lingkungan, untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Reni Wulandari

Good Mining Practice Award 2023 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah terhadap Badan Usaha Pertambangan serta Perusahaan Jasa Pertambangan yang berprestasi dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik. Selain itu, juga menjadi salah satu tolok ukur hasil kinerja pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM terhadap Badan Usaha Pertambangan dan Perusahaan Jasa Pertambangan pada 2022. (yad)

Industri Hijau, Raih Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023 dari Kementerian ESDM Selengkapnya

Inovasi Petrokimia Gresik Di Bidang Lingkungan Raih 6 Penghargaan EPSA 2023

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia  memborong enam penghargaan di ajang Eco Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2023. Penghargaan hasil Inovasi di bidang lingkungan.

Penghargaan dari Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) ini diterima oleh SVP Teknologi Erinto mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo di Semarang, baru-baru ini.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik adalah produsen pupuk dan bahan kimia dengan varian terlengkap di Indonesia, serta penghasil pupuk NPK terbesar di Tanah Air yang selalu memegang prinsip kepedulian terhadap lingkungan dalam menjalankan operasional bisnis.

“Penghargaan ini menjadi salah satu bukti bahwa Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan memajukan pertanian Indonesia melalui produk-produk inovatifnya senantiasa peduli terhadap pengelolaan lingkungan, dengan berbagai inovasi,” ujar Dwi Satriyo di Gresik pada Rabu, 6 September 2023.

Enam penghargaan yang diraih Petrokimia Gresik dua diantaranya adalah Gold Winner yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang ini. Gold Winner diraih Petrokimia Gresik untuk Kategori Eco-Cycle Innovation dan Ecosystem Protect. Penghargaan tersebut dimenangkan dari inovasi pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi substitusi filler clay di unit NPK Petrokimia Gresik, dan geobag rangka bambu sebagai pelindung mangrove dan kerang dari gelombang pasang yang ramah lingkungan.

Selanjutnya,  tiga Silver Winner, yaitu Kategori Green Power Innovation atas program efisiensi energi melalui pemanfaatan purge gas sebagai bahan bakar boiler. Inovasi ini sekaligus mendapatkan Bronze Winner untuk Kategori Low Carbon Innovation.

Silver Winner selanjutnya diraih untuk Kategori Eco-Hazard Innovation atas inovasi Petrokimia Gresik dalam memanfaatkan gipsum sebagai komposisi bahan pengisi untuk pupuk NPK. Silver Winner terakhir diraih di Kategori Hydro Smart Innovation oleh inovasi Petrokimia Gresik berupa critical operation recovery menggunakan penyemprot air bongkar pasang penyerap asam klorida.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan, karena kami menyadari jika pengelolaan lingkungan adalah instrumen penting untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo.

Selain penghargaan ini, kepedulian dalam pengelolaan lingkungan Petrokimia Gresik juga dapat dilihat dari perolehan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Industri Hijau Level 5 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang diraih sebelumnya.

EPSA merupakan ajang pemberian penghargaan bagi setiap perusahaan yang berkomitmen dalam menghadirkan inovasi teknologi sebagai upaya dalam menjaga dan melindungi lingkungan. EPSA menjadi kesempatan bagi perusahaan di seluruh Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam berinovasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (yad)

Inovasi Petrokimia Gresik Di Bidang Lingkungan Raih 6 Penghargaan EPSA 2023 Selengkapnya

Gus Yani Sabet Pembina Proklim Terbaik Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Piagam penghargaan yang diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertambah. Penghargaan terbaru yang diraih Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani adalah pembina Program Kampung Iklam (Proklim) nomor wahid dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

Penghargaan Proklim itu diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jatim di Malang pada Senin, 4 September 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam keterangannya mempersembahkan penghargaan ini kepada masyarakat Gresik yang gigih dalam upaya pelestarian lingkungan. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada desa/kelurahan hingga tingkat RT dan RW, yang peduli pada lingkungan. Penghargaan ini, adalah penghargaan untuk mereka semua,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 4 September 2023.

Data Dinas Lingkungan Hidup Gresik mencatat hingga akhir Agustus  2023, terdapat 28 kampung iklim yang sudah berjalan di Kabupaten Gresik. Puluhan kampung iklim ini, tersebar merata. Gresik di wilayah utara, tengah, dan selatan. Selain Bupati Fandi Akhmad Yani, ajang tersebut memberikan penghargaan kepada lembaga pendidikan, desa atau kelurahan.

Total ada 9 lembaga pendidikan yang mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2023. Yakni,  UPT SMPN 5 Gresik ; UPT SDN 49 Gresik ; UPT SDN 35 Gresik; UPT SDN 41 Gresik ; UPT SDN 29 Gresik dan UPT SDN 33 Gresik. 

Berikutnya, MI Ma’arif NU Nurul Ulum, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng; MI Bahrul Ulum Sekapuk dan SD Yimi Full Day School. Sedangkan untuk penghargaan desa/kelurahan berseri, adalah Desa Ketanen dalam kategori pratama. Sedangkan, Desa Prupuh, Desa Balongpanggang, dan Kelurahan Sidokumpul mendapat penghargaan di kategori madya.

Pemkab Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong pelestarian lingkungan hingga ke tingkat RT/RW. Hal ini didukung dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati perihal Penguatan Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kabupaten Gresik.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama ikut melestarikan lingkungan. Konsep pentahelix. “Dengan Proklim diharapkan bisa mendukung program Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk menyelesaikan masalah sampah dari sumbernya, peningkatan RTH/tutupan vegetasi serta mewujudkan sirkuler ekonomi dan kemandirian masyarakat,” terang Kepala DLH Gresik Sri Subaidah. (yad)

Gus Yani Sabet Pembina Proklim Terbaik Jawa Timur  Selengkapnya

Kapolres Gresik: Baksos Bentuk Kepedulian dan Kebersamaan Polri dengan  Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota Samapta Polres Gresik membersihkan area wisata religi Sunan Giri pada Kamis, 8 Juni 2023. Mulai area parkir, makam hingga masjid Sunan Giri. Bakti sosial peduli lingkungan ini rangkaian HUT ke-77 Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli itu.

Selain membersihkan makam religi wali sanga itu, baksos ini menjadi ajang silaturahmi dengan warga sekitar wisata religi di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri, sebagai bagian dari komponen masyarakat yang juga memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan, kerapian, dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Kamis, 8 Juni 2023.

Kegiatan bakti sosial yang dipimpin Kasat Samapta AKP Sugeng Sulistiyono diharapkan bisa meningkatkan ikatan tali silaturahmi antara Kepolisian dengan para tokoh agama dan juga masyarakat.

“Rangkaian kegiatan Bakti Sosial kemasyarakatan dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai program Kapolri untuk lebih mendekatkan personil Polri dengan masyarakatnya, Alhamdullillah kegiatan berjalan aman dan lancar,” tandas AKBP Adhitya Panji Anom itu. (yad)

Kapolres Gresik: Baksos Bentuk Kepedulian dan Kebersamaan Polri dengan  Masyarakat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Edukasi Siswa Pengolahan Sampah, Liliek Harmianto : Ikhtiar Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar edukasi pengelolaan sampah sejak dini bagi anak Sekolah Dasar (SD) di Gresik, Jawa Timur. Edukasi kepada puluhan pelajar itu untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni itu. Puluhan siswa itu terlihat antusias mengikuti kegiatan itu.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo diwakili Vice President (VP) Lingkungan, Liliek Harmianto menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik terhadap lingkungan khususnya di wilayah Kabupaten Gresik. “Edukasi pengelolaan sampah hari ini menjadi kegiatan pembuka, ini menjadi upaya kita mengenalkan dan membangun kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini kepada siswa-siswi SD,” ujar Liliek pada Senin, 5 Juni 2023.

Kegiatan edukasi diikuti oleh 50 pelajar dari delapan SD peraih Adiwiyata yang ada di sekitar perusahaan. Sekolah-sekolah ini memang sudah memiliki komitmen yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendidik masyarakat sejak usia dini dan bisa terus berlanjut untuk menciptakan generasi muda yang inovatif dan solutif terhadap permasalahan lingkungan hidup,” tandasnya.

Edukasi pengelolaan sampah  dipusatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu, peserta mendapatkan pelatihan  untuk memilah sampah plastik, organik dan anorganik sehingga dapat ditentukan untuk perlakuan lebih lanjut pada sampah hasil pilahan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembuatan pupuk kompos, pembudidayaan maggot, pembuatan Eco Enzym dan penanaman pohon di TPA Ngipik ini dihadiri dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala UPT TPA Ngipik dan Guru Pendamping.

 “Kami memberikan pembekalan pengelolaan sampah, komposting kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya bisa menjadi habit bagi mereka, dan diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga menginspirasi bagi teman-teman serta keluarganya,” tutup Liliek.

Selain kegiatan ini, program Petrokimia Gresik dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilanjutkan dengan Charitree (Challenges Donasi Pohon X Viral); Enchall (Lomba KTI mahasiswa seluruh Indonesia); Penanaman Pohon Langka di SOR PT Petrokimia Gresik; Penandatangan Employee Green Behaviour (EGB), serta Grebek Sampah Plastik di Pasar Gresik bersama DLH. (yad)

Petrokimia Gresik Edukasi Siswa Pengolahan Sampah, Liliek Harmianto : Ikhtiar Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan  Selengkapnya

Siti Fitriah Sabet Kartini BZW 2023, Gemes Gresik Dampingi Warga Desa Pangkah Wetan Kelola Sampah jadi Cuan

GRESIK,1minute.id – Siti Fitriah dinobatkan sebagai Kartini Belajar Zero Waste (BZW) 2023. Ketua Yayasan Gemar Memilah Sampah (Gemes) Gresik itu menyisihkan ratusan kandidat dengan memperoleh 52,6 persen suara dalam kegiatan bertajuk : Perempuan inspiratif Kartini Belajar Zero Waste 2023. “Dari Perempuan untuk Perempuan, Kebaikan Zero Waste untuk Lingkungan dan sesama”. 

Di urutan kedua dan ketiga diraih oleh perempuan tangguh dari Jogjakarta yakni Soraya Ayu meraih 14,3 persen dan Shalina Nur H., 13,6 persen. 

“Zero waste ini merupakan salah satu cara saya untuk belajar hidup berkesadaran. Zero wiste prilaku bijak minim konsumsi. Semakin banyak melakukan semakin banyak prilaku baik yang muncul,” kata Siti Fitriah yang juga Ketua Eco Enzyme Nusantara (EEN) Gresik pada Rabu, 10 Mei 2023. 

Perempuan kelahiran Lampung yang tinggal di Jalan Raya Dewi Sekardadu, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu lebih dari satu dasawarsa bergelut dengan sampah itu berawal dari rasa tidak nyaman melihat sampah yang menumpuk karena baunya. Fitriah pun bergerak sendirian. Ia memungut sampah dari rumah-rumah penduduk. 

Rupanya, aktivitas Fitriah memungut sampah dari rumah-rumah penduduk membuat sejumlah pemulung sakit hati. Pendiri Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) itu pun sempat mendapatkan ancaman dari pemulung karena dianggap sebagai saingan. Ia dihadang oleh sejumlah pemulung ketika hendak pulang mengambil sampah dari warga. Fitria tak bergeming. Fitria terus mengembangkan dan mewujudkan ide-ide kreatifnya. Antara lain, mendirikan Bank Sampah Meduran Bersatu (BSMB).  Dari 3 bank sampah berkembang biak menjadi 350 bank sampah. 

Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reuse , Reduce dan Recycle). Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. 

Pengelolaan ini diterapkan pada sampah non-organik seperti plastik, minyak jelantah dan lain sebagainya menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Minyak jelantah dikemas menjadi sabun dan minyak wangi. Tidak berhenti sampai disitu, Fitriah mulai mengembangkan pengelolaan sampah organik menjadi eco enzim. 

Tekad Fitria untuk mewujudkan zero waste di Gresik mendapatkan berbagai penghargaan. Pada Agustus 2021 lalu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan reward kepada Fitriah terkait upaya turut membantu pemerintah dalam mengurangi sampah domestik atau sampah rumah tangga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Selama lebih kurang dari satu dasawarsa, Fitriah akhirnya bisa mengubah mindset masyarakat yang semula menganggap sampah adalah kotor dan menjijikan menjadikan sampah berharga dan menghasilkan cuan

Fitriah mengatakan, ia bersama Yayasan Gemes Gresik saat ini sedang konsentrasi melakukan pendampingan pengelolaan sampah kepada warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Pengelolaan sampah daur ulang. Sampah organik dan non organik. Ia akan memberikan pendampingan selama 2 bulan. 

Fitria mengaku cukup senang karena antusiasme masyarakat desa setempat sangat tinggi untuk lebih peduli kepada lingkungannya. Bank sampah tumbuh subur bagai jamur di musim hujan di setiap kampung. Sebab, sampah yang semula tidak dilirik bahkan dianggap barang kotor kini bisa menjadi cuan setelah warga melakukan proses 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). 

Volume sampah yang mencapai antara 3,5 ton sampai 4 ton di Desa Pangkah Wetan kini telah menghasilkan uang Rp 8 juta per 10 hari. 

“Saat ini sudah berdiri 21 bank sampah di sana. Dan, 4 bank sampah di lingkungan pondok pesantren,” katanya. Pemerintah desa setempat, kata Fitria, dalam waktu dekat akan mendirikan badan usaha milik Desa (BUMDes) yang salah satu unit usaha mendirikan Bank Sampah Induk (BSI) Pangkah Wetan Berseri (Bersih Lestari).

“Harapannya dari perubahan perilaku akan muncul peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan ekonomi dan peningkatan kerukunan.

TELADA : Kades Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi (kanan) memberikan teladan ikut melakukan gerakan memilih sampah di Balai Desa setempat pada Selasa, 9 Mei 2023 ( Foto : Istimewa)

Sementata itu, Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi mengatakan, pihaknya terus berusaha mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

“Kami mulai dengan pemilahan sampah dari rumah. Paling tidak bisa mengurangi sampah di TPS maupun TPA,” kata Sandi-panggilan-Syaifullah Mahdi kepada wartawan pada Selasa, 9 Mei 2023.

Ia melanjutkan sudah ada 21 kelompok bank sampah di masing-masing RT/RW di Desa Pangkah Wetan. Sampah yang dipilah tiap rumah seperti botol plastik, besi, kaleng, kresek, kardus dan banyak lagi. “Hari ini dilakukan penimbangan, total ada 3 ton sampah yang terkumpul dan terjual dengan harga 8,7 juta,” ungkap Sandi. Sandi berharap, masyakat yang berpartisipasi dan pendapatnya bertambah dari memilah sampah makin banyak. (yad)

Siti Fitriah Sabet Kartini BZW 2023, Gemes Gresik Dampingi Warga Desa Pangkah Wetan Kelola Sampah jadi Cuan Selengkapnya