Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini”

Kesadaran peduli lingkungan perlu di bangun dan disuarakan oleh berbagai pihak baik itu pemerintah dan masyarakatnya. Isu kerusakan lingkungan dan  perubahan iklim adalah tanggungjawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan alamnya, karena pemanasan global yang tambah meningkat, memicu perubahan iklim yang tidak menentu.

Banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang peduli tentang lingkungan, terkait juga tentang masyarakat pesisir pulau Bawean yang perlu terus dibangun sumber daya masyarakat pesisir dan nelayannya, seperti menjaga ekosistem didalam laut contohnya ekosistem lamun dan karangnya, selain itu bagian daratnya mulai dari mangrove dan Nipah, tidak lupa mengenai sampahnya di bibir-bibir pantai, karena itu semua berkaitan dengan keberlangsungan jenis mahluk hidup di laut.

Kegiatan pada umumnya di masyarakat sudah memiliki konsentrasi dan kemauan yang sama untuk menjaga lingkungannya terutama masyarakat adat Bawean  yang mewarisi dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Semangat ini, perlu dimotivasi dan di bangun oleh pemerintah dan bersama masyarakatnya.

Ada beberapa kegiatan berbagai pendekatan seperti aksi lingkungan, Edukasi, advokasi, pendidikan dan adat leluhur ( Masyarakat Adat Bawean )  semuanya bersinergi menjaga bumi Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi di 3 tahun terakhir ini perlu digalakkan.

“Peran serta anak muda sangat penting dalam merespon ancaman dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim masa kini. Kita bisa lakukan mulai dari hal kecil untuk melestarikan lingkungan kita dengan merawat tanaman, menanam pohon, merawat sungai, tidak membuang sampah ke sungai maupun ke pantai serta menjaga kelestarian alam kita mengingat suhu bumi meningkat lebih cepat dari prediksi yang sudah ditentukan”.

Kita berharap, anak muda Bawean bagian dari masyarakat adat Bawean itu sendiri yang merupakan ujung tombak dalam hal menciptakan perubahan akan semakin peduli terhadap isu iklim dan lebih tahu untuk mencintai dan melestarikan alam.

“Kalau kita bersama sama dan semakin sadar untuk mencintai lingkungan, khususnya terkait alam pulau Bawean dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, pulau kita akan aman dari berbagai ancaman,”.

Sedikit usulan kami pada pemerintah daerah atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Bawean.Pemetaan kemampuan tanah atau lahan terkena curah hujan tinggi dalam kategori rentan (agregat tanah kurang mampu menahan run off). Melakukan dan memperhatikan kawasan yang lebih tinggi (dataran tinggi atau medium) agar segera membuat resapan alami dengan tanaman bambu  yang mampu menahan limpahan air run off.

Dan pada desa desa terdampak bisa dipetakan bagaimana model serapan run off saat dalam intensitas tinggi. Pentingnya waduk sebagai penampung dan pengendali debit air di beberapa kawasan yang rawan. “Selain konservasi, alam juga perlu direkayasa secara alami”. 

Oleh : Yusra, S.Pd., M.Si  (Koordinator Penelitian, pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean)

Sinergi Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pulau Bawean Selengkapnya

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar penanaman pohon di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan pada Rabu, 1 Maret 2023. Gerakan peduli lingkungan ini rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari ulang tahun (HUT) ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengusung tema “Menanam Pohon Merawat Kehidupan”.

Hadir dalam gerakan nyata peduli lingkungan ini, diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah, perwakilan perusahaan dari Petrokimia Gresik, Wilmar Nabati Indonesia dan Indospring Tbk menjadi langkah awal memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Target pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik adalah membawa pulang Piala Adipura ke Gresik. Pemkab Gresik “puasa” Piala Adipura, penghargaan bergengsi di bidang kebersihan lingkungan sejak 2015.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sejumlah strategi dirancang oleh Pemkab Gresik untuk mengembalikan Piala Adipura ke Gresik pada 2024. Strategi yang dilakukan adalah membangun tempat pengolahan sampah terpadu  (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. “TPST Belahanrejo mulai beroperasi akhir tahun ini,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani kepada wartawan usai acara penanaman pohon di rest area atau titik nol Gresik di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 1 Maret 2023.

Persoalan sampah masih menjadi problem saat ini di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sehingga indikator penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura masih kurang. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa membawa pulang Piala Adipura ke Gresik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Selain persoalan sampah, imbuhnya, juga penghijauan yang belum maksimal. “Saya sudah membeli pohon sendiri,  uang sendiri dan saya kasihkan ke DLH untuk menanamnya,” terangnya.  

Pohon itu dibeli oleh Gus Yani, di sentra tanaman hias yang tersebar di tiga kecamatan Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom.  Gus Yani memberikan teladan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk peduli terhadap lingkungan. “Pohon itu nanti akan ditanam di sepanjang Jalan Raya Gresik-Lamongan,” ungkap.  Namun, penanaman pohon secara masal itu didahului oleh PWI Gresik. “Saya mengapresiasi. Karena akan semakin banyak pohon yang akan ditanam,” tegasnya. 

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, meminta kepada DLH Gresik harus konsentrasi kepada perbaikan lingkungan. Kondisi lingkungan bersih, udara sehat. Ia mengaku mendukung upaya pemerintah yang menata kembali zona Manyar dan sekitarnya dengan melarang berdirinya stockpile Batubara di kecamatan Manyar dan sekitarnya.

Menurut Qodir, keberadaan stockpile batubara tersebut salah satu penyumbang rendahnya baku mutu air di kawasan itu. Ia mencontohkan landasan stockpile yang hanya beberapa sentimen. Selain itu, tidak ada penutup atapnya. “Ketika hujan air merembes ke tanah,” katanya. Karena itu, parlemen sepakat perapian zona Manyar tidak diperbolehkan adanya stockpile batubara baru itu. “Kami di DPRD Gresik sepakat itu (tidak boleh ada gudang stockpile batubara baru),” tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Sebelumnya, Ketua PWI Gresik As’adi Ikhsan mengatakan, sebanyak 250 pohon tabebuya yang akan di tanam perbatasan  jalan Gresik-Lamongan. “Penanaman diawali di titik nol perbatasan Gresik-Lamongan ini,” kata As’adi. Ia menjelaskan pohon tentunya ini salah satu pohon peneduh yang bisa menyerap korbon dioksida (CO²). 

Satu pohon bisa menghasilkan 1,2 kilometer oksigen (o²). Kebutuhan oksigen manusia sebanyak 0,5 kilometer perhari. Sehingga satu pohon bisa menghidupi 2 orang. “Kalau 250 pohon tetebuya yang kami tanam hidup semua bisa menghidupi 500 orang,” terangnya. (yad)

PWI Menanam 250 Pohon Tabebuya, Bisa Menghidupi 500 Orang, Bupati Gresik : Bawa Pulang Piala Adipura ke Gresik  Selengkapnya

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong merambah  Kecamatan Cerme dan Menganti. Sejumlah desa di dua kecamatan itu terendam air luapan Kali Lamong itu. 

Di Jalan Raya Desa Morowudi, Kecamatan Cerme ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Jalan Raya Morowudi pun ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Sepeda motor maupun mobil.  Namun, sejumlah pengendara tetap nekat menerobos genangan air itu. Sebab, mereka enggan berputar melewati Benjeng untuk tujuan ke Benowo, Surabaya karena jaraknya berlipat-lipat jauh.

Akibatnya, kendaraan yang mereka naikki mogok karena kemanusukan air.  “Seharusnya tadi saya ambil Utara,  karena ada anak renang saya pilih bagian sisi selatan akhirnya mogok,” kata Rahardian, pengendara Granmax ditemui 1minute.id pada Senin, 20 Februari 2023.

Ia pun harus menuntun kendaraan berbodi bongsor sejauh 200 meteran. “Lumayan pegel,” katanya sambil nyengir.  Jalan Raya Morowudi mulai banjir pada Minggu petang. Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah desa di aliran Kali Lamong di Gresik kebanjiran sejak Sabtu, 18 Februari 2023. 

TELAGA DADAKAN : Seorang bocah didampingi ibunya berenang di Jalan raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terendam luapan Kali Lamong pada Senin, 20 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mulai kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti. Air bah selain merendam sawah, rumah dan jalan poros desa. Juga, sejumlah gedung sekolah tergenangi air.  Di Desa Morowudi, diantaranya, halaman SMK Muhammadiyah 7 Cerme tergenangi air setinggi mata kaki orang dewasa. “Sudah banyak berkurang. Biasa air lewat saja,” kata Camat Cerme Umar Hasyim pada Senin, 20 Februari 2023.

Saat ini, imbuhnya, genangan air luapan Kali Lamong hanya tersisa di Desa Morowudi dan Desa Dungus. “Mulai surut,” imbuhnya.  Sementara itu, air bah itu terus mengalir jauh. Air bah merambah di Desa Gadingwatu, Boboh dan Beton. Menurut Camat Menganti Gunawan Purna Admaja mengatakan, untuk Desa Gading Watu karena kondisi desa rendah sehingga menjadi langganan banjir. “Hanya beberapa rumah saja,” kata Gunawan.

Sedangkan, di Desa Boboh, kondisi geografis desa sehingga air yang menggenang tidak bisa keluar. “Untuk yang di Desa Beton karena ada tanggul yang jebol. Tapi, hanya area persawahan yang tergenangi air luapan Kali Lamong,,” kata mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik itu. Kondisi genangan air akan cepat surut bila di bagian huli yakni Lamongan dan Mojokerto tidak hujan. “Karena air ini hanya kiriman saja,” katanya.  

Sementara itu, dalam pengamatan wartawan 1minute.id luapan air bah menjadi arena bermain bagi anak-anak. Mereka berenang di air genangan yang menyerupai Telaga dadakan. Sejumlah orang memanfaatkan air banjir untuk membersihkan motor dan memancing. Karena banjir luapan Kali Lamong tahun mendekati tahun politik, sejumlah view “telaga” dadakan “dibanjiri” baliho anggota dewan atau calon anggota dewan. Baliho itu menampilkan senyum manis mereka, sementara rakyat berjalan kaki menerjang banjir. (yad)

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok Selengkapnya

TPA Ngipik Menyerupai Bukit Jadi Habitat  Burung Kuntul Mencari Makan

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 250 ton sampah di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik setiap harinya. Sampah rumah tangga yang terdiri plastik, kertas, dan lainnya telah menyerupai bukit. Bukit sampah di tengah kawasan industri di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

MENJELANG SENJA : Ratusan burung Kuntul mencari makan di bukit sampah, TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu 14 Januari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bukit sampah ini tentu mengkhawatirkan bila tidak ditangani secara serius. Bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di dalam area TPA Ngipik. TPST Ngipik sudah beroperasi. Meski, kapasitas pengolahan masih belum maksimal. 

HINGGAP DAN TERBANG : Puluhan ekor burung Kuntul hinggap mencari makan kemudian terbang di TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 14 Januari 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sudah (TPST) sudah beroperasi. Sebagian hasil pengelolaan telah digunakan sebagai pupuk,” kata Ngadi, seorang petugas di TPA Ngipik pada Sabtu, 14 Januari 2023.

BUKIT SAMPAH : Mobil pikap melewati “bukit” sampah di TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 14 Januari 2023 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Keberadaan TPA Ngipik sebagai orang dianggap sebuah berkah. Mereka mengais rezeki memilah dan memilih berbagai jenis sampah. Terutama sampah kertas dan plastik. Puluhan pemulung mengais rezeki di sana. Mereka mengais rezeki bersama dengan ratusan bahkan ribuan ekor burung kuntul. Pemandangan yang menarik di tengah kekhawatiran menumpuknya sampah tersebut. (yad)

TPA Ngipik Menyerupai Bukit Jadi Habitat  Burung Kuntul Mencari Makan Selengkapnya

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis dari berbagai sekolah, pramuka, instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan di Pulau Bawean melakukan aksi sosial pada Kamis, 5 Januari 2023.  Bakti sosial dengan memungut sampah yang “terdampar” di sepanjang pesisir Dusun Labuhan, Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak. 

Tumpukan sampah itu memanjang hingga 500 meter di pesisir jalan lingkar Bawean itu. Bakti Sosial memungut sampah di dekat bandara Harun Thohir itu melibatkan organisasi kepanduan, Pramuka Penegak dari Madrasah Aliyah (MA) MIDA Kepuh Teluk ; MA Miftahul Ulum, Sukaoneng ; SMP/SMA Islamiyah ; SMP Negeri 1 Tambak dan PKPPS PENABER. Mereka berkolaborasi dengan organisadi perangkat daerah dan pemerintah desa setempat, Koramil dan kepolisian setempat. Serta aktivis Perkumpulan Konservasi Bawean. 

Bakti Sosial dimulai pukul 08.00 WIB. Puluhan siswa telah berkumpul di pesisir Dusun Labuhan yang memiliki pemandangan alam yang bagus itu. Mereka membawa sejumlah perlengkapan untuk memungut sampah yang sebagai besar adalah sampah plastik itu.

Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tambak Hasanuddin mengapresiasi antusiasme aktivis lingkungan membersihkan pesisir pantai Labuhan ini. “Kegiatan ini (bersih-bersih pantai) akan kami agenda secara rutin. Mungkin sebulan sekali,” kata Hasanuddin. 

Sementara itu, perwakilan Perkumpulan Konservasi Bawean Yusra menambahkan,  kegiatan bersih pantai ini, bagian kepedulian bersama dan untuk  mengurangi potensi pencemaran pesisir pantai dan laut, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir pantai.

“Menjaga kelestarian pesisir pantai Pulau Bawean yang memiliki potensi cukup besar ini, merupakan ruang hidup masyarakat, baik wisata pantai maupun pemanfaatan sumberdaya pesisirnya,” ujarnya. 

Menurut Yusra, tumpukan sampah di pesisir Pantai Labuhan itu adalah akibat dari kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan di lautan. Karena saat ini, cuaca ekstrim, ombak tinggi dan angin kencang membuat sampah itu hanyut dan menumpuk di sepanjang pesisir pantai Labuhan ini. (yad)

Aktivis Lingkungan Punguti Sampah di Pesisir Pantai Labuhan Bawean  Selengkapnya

Lindungi Lingkungan di Kawasan Kalimireng, Bupati Gresik dan Petronas Menanam 10 Ribu Mangrove 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 10 ribu pohon mangrove ditanam di kawasan Kalimireng, Desa ManyarSidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Selasa, 8 November 2022. 

Penanaman secara  simbolis dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, President Director Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof, Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Nurwahidi, dan Danlanal Batuporon Letkol Laut Mahfud Efendi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penanaman bibit mangrove ini merupakan bentuk kesadaran dari perusahaan, pemerintah maupun stakeholder untuk kelestarian lingkungan. 

“Tanggungjawab sosial dan lingkungan, adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi upaya dan strategi untuk menjembatani hubungan antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Yang harus berkelanjutan dan berkesinambungan, tantangan resesi sudah jelas tapi tidak boleh waspada berlebihan. 

“Tantangan resesi sudah jelas, kemudian isu kemiskinan menjadi PR besar dan sesuai arahan Presiden bahwa pada 2023 angka kemiskinan dan stunting harus turun,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Masih kata Bupati Fandi Akhmad Yani, upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove ini, tidak dapat dilaksanakan hanya oleh Pemerintah, melainkan dibutuhkan keterlibatan dan kerjasama semua pihak. “Melalui kegiatan pada hari ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat dalam mendukung kelestarian alam dan lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, President Director Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menjelaskan, kegiatan yang bertajuk “Mangrove Untuk Kebaikan, Bersama Petronas” merupakan turunan dari rencana strategis IOG 4.0, yang diinisiasi oleh SKK Migas sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan.

“Program ini juga merupakan bagian dari langkah kongkrit, untuk mendukung _Petronas Sustainability Agenda_ dalam rangka pencapaian target Net Zero Carbon Emission (NZCE) pada 2050,”ungkapnya.

Pihaknya yakin, penanaman pohon mangrove ini juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies biota laut, berkontribusi juga pada kesehatan ekosistem di sekitarnya secara keseluruhan. Penanaman pohon ini merupakan, yang kedua di tahun ini, sebelumnya kami sudah melakukan penanaman 30 pohon setinggi 2 meter berlokasi di fasilitas ORF kami.

“Sangat penting bagi kita untuk mengedukasi hal ini, mudah-mudahan program pelestarian lingkungan ini tidak berhenti disini, kita harus bersama menjaga dan merawat, agar membawa dampak positif lingkungan dan masyarakat sekitar,” pungkas Yusof. (yad)

Lindungi Lingkungan di Kawasan Kalimireng, Bupati Gresik dan Petronas Menanam 10 Ribu Mangrove  Selengkapnya

Peduli Lingkungan, 3 Ribu LRB untuk Resapan Air Dibuat Desa Mojopurogede

GRESIK,1minute.id – Ribuan biopori di Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Jumat,4 November 2022. Lubang resapan bagian dari Gerakan pembuatan 3 Ribuan Lubang Resapan Biopori dan manfaatkan Tempat Pengelolaan Sampah Reuce, Reduce, Recycle (TPS3R).

Wakil Bupati Gresik mengatakan, biopori ini bertujuan untuk, menjaga air tanah bilamana saat musim hujan, mengurangi potensi banjir dan tanah longsor. Serta peran masyarakat dalam pengolahan sampah sangatlah penting guna mendukung program pemerintah menuju Gresik zero waste.

“Dengan adanya TPS3R, nantinya akan dilakukan pengambilan sampah di rumah warga, yang selanjutnya dibawa ke pengelolaan sampah atau TPS3R, di tempat inilah dilakukan pemilahan dan pengomposan sampah,”terang Wabup saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Mojopurogede Kecamatan Bungah.

Dikatakan, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini masyarakat Desa Mojopurogede sudah meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad dalam bentuk menjaga alam dan kebersihan lingkungan.

Pemerintah sangat mendukung setiap bentuk gerakan dalam menjaga dan merawat lingkungan. “Mudah mudahan memberikan efek yang luar biasa nantinya kepada anak cucu kita,”ujarnya. Acara itu dihadiri Pemangku Pondok Pesantren Al Islah Bungah KH. Thonawi Hadin.

Sebelumnya, Kepala Desa Mojopurogede Kasmuji menyampaikan, pihaknya melibatkan warga guna mendukung program pemerintah melalui pencanangan gerakan sejuta lubang resapan biopori. Juga program mewujudkan Gresik zero waste, kami melibatkan warga dan peran karang taruna.

“Masyarakat Desa Mojopurogede mengambil peran secara langsung dalam pembuatan lubang resapan biopori dan pengolahan sampah melalui TPS3R,” kata Kasmuji.

Dijelaskan, LRB dapat dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah organik biasa, dimana sampah-sampah organik tersebut akan diurai oleh biota tanah, agar dapat menghasilkan pupuk kompos untuk tanaman pertanian. “Kerja sama akan terus berlanjut, terutama melalui dukungan semangat dan kebersamaan pemerintah dan masyarakat Desa Mojopurogede,” ujarnya.

Untuk TPS3R, imuh dia, di Kecamatan Bungah saat ini baru ada di Desa Pegundan dan di Desa Mojopurogede. “Semoga kedepan tiap desa di Kecamatan Bungah ada TPS3R, mengingat keberadaannya sangat bermanfaat,”tandasnya. (yad)

Peduli Lingkungan, 3 Ribu LRB untuk Resapan Air Dibuat Desa Mojopurogede Selengkapnya

Penasaran Ubin Kuning di Trotoar Kawasan Heritage Gresik Kota Lama untuk ini

GRESIK,1minute.id – Penciptaan kota yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan merupakan satu dari tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kota mempertimbangkan keselarasan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu cerminan penataan kota berkelanjutan adalah keberadaan fasilitas publik seperti trotoar untuk memberikan kualitas hidup yang baik kepada warganya.

Seperti etalase kehidupan warga kota, trotoar menjadi tolok ukur yang menunjukkan peradaban dan identitas sebuah kota maju. Karena itu, kota-kota di sejumlah negara termasuk Indonesia, gencar melakukan revitalisasi trotoar untuk menghadirkan fasilitas publik yang layak bagi warganya.

TROTTOIR : Kondisi trotoar di kawasan heritage di Gresik Kota Lama di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 15 Oktober 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, revitalisasi trotoar di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Ada tujuh ruas jalan yang di revitalisasi di  kawasan heritage, Gresik Kota Lama (GKL). Diantaranya, kawasan heritage di Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Gresik. Trotoar yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat, tepatnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman, Jawa Timur ini sudah terlihat ciamik pada Sabtu, 15 Oktober 2022.

Meski pembangunan trotoar dalam bahasa Belanda : Trottoir ini belum kelar seratus persen. Trotoar menggunakan lantai warna hitam,  abu-abu lalu setrip ubin warna kuning. Ubin warna kuning yang membentuk mirip garis terlihat mencolok. 

Pertanyaannya, ubin yang berwarna kuning apa gunanya dan apa artinya ? Ternyata, ubin warna kuning berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber  biasa disebut guiding block atau jalan pemandu yang merupakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Jalur berwarna kuning yang biasanya ditemukan di atas trotoar itu dibangun untuk memberikan kemudahan bagi penyintas disabilitas, khususnya penyandang tuna netra yang melintasi trotoar tersebut.

Kenapa guiding block berwarna kuning?Penggunaan warna kuning atau jingga di guiding block bermaksud untuk memberikan perbedaan warna antara ubin jalur pemandu dengan ubin lain. Selain itu, pemasangan guiding block di jalur pedestrian yang sebelumnya telah ada juga perlu memperhatikan tekstur dari ubin agar tidak terjadi kebingungan. Kini, Anda sudah mengetahui fungsi ubin warna kuning itu. (yad)

Penasaran Ubin Kuning di Trotoar Kawasan Heritage Gresik Kota Lama untuk ini Selengkapnya

ForKot Dorong Perusahaan Gresik Ramah Lingkungan, Masyarakat Tidak Bakar Sampah

GRESIK,1minute.id – Lembaga swadaya masyarakat, Forum Kota (Forkot) Gresik menggelar dialog mengkaji terkait perubahan iklim di Balai Nelayan Pasusukan, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Dialog bertajuk ‘Mari Berkontribusi Menanggulangi Perubahan Iklim’ itu mengundang dua tokoh sebagai narasumber, yakni Anggota DPRD Gresik Musa dan Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Purwo Sudirjo. 

Dalam paparannya, Purwo Sudirjo mengatakan, perubahan iklim terjadi karena dampak gas emisi gas sisa pembakaran serta efek rumah kaca yang berlebihan. Sehingga tanpa disadari akan menyebabkan kerusakan lapisan ozon dan pemanasan global, dimana suhu bumi akan naik signifikan. “Pemanasan global disebabkan karena pemakaian gas, naik ke atas lalu bertemu dengan lapisan ozon, akibatnya ozon rusak dan berlubang,”ujarnya. 

Purwo menerangkan, risiko pemanasan global akibat perubahan iklim juga akan dirasakan oleh berbagai sektor termasuk pertanian. Karena itu, dibutuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan serta pengelolaan limbah hingga membangun koridor hijau. “Karena kerugian perubahan iklim juga akan dirasakan oleh para petani akibat cuaca tidak menentu, karena itu dibutuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, sehingga bisa mengurangi kondisi buruk yang ada saat ini,” terang dia.

Selain itu, pola pengelolaan limbah rumah tangga juga sangat penting. Mengingat, meningkatnya aktivitas kehidupan manusia sehari-hari juga pasti berpengaruh terhadap produksi limbah rumah tangga, seperti limbah popok dan plastik.

“Karena banyaknya sampah plastik di sekeliling kita juga menjadi problem tersendiri dan harus ada penanganan. Sebab jika ditimbun akan berdampak terhadap pencemaran sumber-sumber air. Maka dari itu, air yang bening belum tentu layak dikonsumsi,”katanya. 

Peserta dialog lesehan ini perwakilan dari Persatuan Anak Lumpur (PAL), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Gresik, Ikatan Pelajar Putra – Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), dan Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra), Pemuda Pancasila (PP).

Kemudian Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), Lembaga Avicenna for Good Goverment and Public Policy, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Gresik, serta sejumlah nelayan Kelurahan Lumpur.

Sementara itu, anggota DPRD Gresik Musa setali tiga uang dengan Prof.Purwo Sudirjo. Musa mengatakan risiko perubahan iklim harus diantisipasi oleh semua pihak, karena sangat berbahaya dan berdampak terhadap lingkungan maupun berbagai sektor khususnya pertanian. Apalagi, Kabupaten Gresik merupakan wilayah dengan basis industri. 

“Bila perlu perusahaan harus dipaksa melalui kampanye lingkungan, karena saya melihat pemerintah daerah melalui dinas lingkungan hidup (DLH) juga kinerja yang dilakukan masih bersifat rutinitas, sehingga penanggulangan terhadap perubahan iklim ini sangat kecil,” bebernya.

Politisi asal Nasdem itu menuturkan, faktor penyebab perubahan iklim yang paling utama adalah penggunaan energi. Perusahaan-perusahaan berbasis energi menjadi penyumbang terbesar perubahan iklim. Selain itu, bahan kimia yang digunakan oleh industri juga sangat berpengaruh. “Selain itu juga karena pembakaran sampah. Hasil riset kebanyakan dari kita adalah membakar 20 persen sampah yang tiap hari diproduksi dibakar,”ucapnya. (yad)

ForKot Dorong Perusahaan Gresik Ramah Lingkungan, Masyarakat Tidak Bakar Sampah Selengkapnya

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim!

GRESIK,1minute.id – Memperingati Hari Maritim Nasional, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan komitmennya dalam menerapkan Green Port.

Green Port yakni konsep pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan penerapan konsep Green Port di pelabuhan Petrokimia Gresik telah dilakukan sejak 2021 sebagai komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritim dunia. “Oleh karena itu, penerapannya perlu didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan yang mendukung pembangunan keberlanjutan,” ujarnya.

Upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Green Port salah satunya diwujudkan dengan mengerahkan 60 personil dalam “Gerakan Bersih Pantai dan Laut” beberapa waktu lalu. “Melalui aksi ini, Petrokimia Gresik mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sebagai Juara I dalam gerakan tersebut,”imbuh Dwi Satriyo.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga aktif dalam pelestarian lingkungan laut melalui konservasi hutan mangrove. Terbaru, Petrokimia Gresik melakukan penanaman 31 ribu bibit mangrove di pesisir pantai sekitar perusahaan.

Upaya pelestarian lingkungan Pelabuhan Petrokimia Gresik berikutnya adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal, melalui kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) atau Latihan Penanggulangan Pencemaran di Laut secara periodik bersama KSOP Kelas II Gresik.

“Meskipun sejauh ini tidak ada material berjenis minyak dalam kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Petrokimia Gresik, ke depan tidak menutup kemungkinan sejalan dengan upaya komersialisasi pelabuhan, sehingga pelatihan ini sebagai langkah antisipatif,”tandas Dwi Satriyo.

Marpolex sendiri sejalan dengan program International Maritime Organization (IMO) tentang Marine Pollution (MARPOL) 73/78 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta dalam upaya menjaga lingkungan perairan dan pelabuhan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan, penerapan Green Port di Petrokimia Gresik diperkuat melalui konservasi energi. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport) untuk mengurangi penggunaan energi pada kendaraan serta meningkatkan layanan distribusi pupuk.

“Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif,”ujar Dwi Satriyo.

Sementara untuk aspek community development, Petrokimia Gresik senantiasa melibatkan masyarakat sekitar pelabuhan untuk konservasi hutan mangrove. Karena manfaat dari adanya hutan mangrove jug dirasakan oleh masyarakat.

Diantaranya mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting yang mendukung sektor perikanan. Sehingga, dengan adanya hutan mangrove ini diharapkan mampu mendukung sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai sekitar perusahaan.

Dalam konservasi hutan mangrove ini, Petrokimia Gresik melibatkan masyarakat dari Desa Roomo, Kelurahan Korman dan Lumpur sehingga mereka juga turut menjaga hutan itu sendiri. “Kami percaya Green Port berdampak baik bagi kinerja perusahaan secara global. Hal ini dikarenakan adanya aspek pengelolaan energi, pengelolaan limbah, pengelolaan lingkungan yang tentunya dapat meningkatkan kinerja dan citra perusahaan,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim! Selengkapnya