Rayakan Harhubnas, KSOP Tanam 520 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring Gresik

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-52 mulai terasa di Gresik. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik bersama masyarakat maritim menggelar penanaman mangrove di ekowisata Mangrove di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 7 September 2022.

Sebanyak 520 bibit mangrove yang ditanam di kawasan pesisir itu. Rencananya penanaman mangrove secara simbolis dilakukan oleh Kepala KSOP Gresik Roni Fahmi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, kondisi perairan di Pantai Karangkiring sedang pasang sehingga bibit tanaman mangrove diserahkan kepada nelayan setempat diatas perahu nelayan. 

Hampir sepekan terakhir air laut di perairan Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sedang pasang. “Ini sudah seminggu ini air pasang dan angin kencang,”kata seorang warga. Ketinggian air di pesisir Karangkiring setinggi leher orang dewasa. 

Kepala KSOP Gresik Roni Fahmi mengatakan, penanaman mangrove ini menjaga habitat,  ekosistem dan biota yang ada di pesisir pantai Gresik ini “Agar habitat bisa tumbuh dan berkembang,”kata Fahmi usai acara. Selain menjaga habitat, lanjutnya, penanaman pohon mangrove sebanyak 520 pohon untuk menjaga abrasi pantai. “Saat ini di pesisir Dari teluk Gresik sudah mulai berkurang hutan mangrove,”katanya. 

Ia berharap penanaman mangrove ini bisa membantu kelestarian lingkungan terutama yang ada di pesisir pantai. Sebab, ada beberapa daerah konservasi lingkungan yang harus terus dijaga . “Dipupuk Dan dipelihara karena pesisir laut adalah daerah yang rentan terjadinya abrasi. Menanam mangrove mencegah abrasi dan menjaga hidupnya biota-biota laut,”tegas mantan Kepala KSOP Papua ini.

SUSUR PANTAI : Nelayan Pesisir Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menarik perahu bermuatan bibit pohon mangrove untuk ditanam memperingati Harhubnas ke-52 digagas KSOP Gresik pada Rabu, 7 September 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Fungsi mangrove untuk pelayaran, jelas Fahmi, adalah simbiosis mutualisme. Masyarakat bisa manfaatkan untuk mencari ikan. Sedangkan, bagi para pelaut adanya pohon mangrove itu bisa menjadi tanda kedangkalan air. “Teman-teman pelaut bisa membidik atau menentukan alur itu belum masuk alur pelayaran. Sehingga pelaut bisa mengetahui daratan atau mengetahui tingkat kedangkalan bisa diketahui,”tegas Fahmi. (yad)

Rayakan Harhubnas, KSOP Tanam 520 Pohon Mangrove di Pesisir Karangkiring Gresik Selengkapnya

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358

GRESIK,1minute.id – Tim Bengawan Solo Expedition (BSE) atau Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS) 2022 mengakhiri misinya di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kedatangan tim ekspedisi sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa untuk menapaki jejak peradapan Jawa itu disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

BSE 2022 ini menjelajahi jarak 484 kilometer. Melewati 12 Kabupaten/Kota di dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mulai Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Surakarta, Karanganyar dan Sragen, Jawa Tengah. Lalu, Blora dan Ngawi. Berikutnya, Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan berakhir di Gresik. 

“Ini merupakan suatu ekspedisi luar biasa dengan riset dan penelitian terpanjang yang dilakukan oleh komunitas Misi Ekspedisi Sungai Bengawan Solo (MEBS) dan Komunitas lainnya,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyambut tim BSE di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah pada Minggu sore, 14 Agustus 2022.

Dijelaskan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, tim berangkat  dari Wonogiri, Jateng pada 14 Juli dan berakhir di Desa Bedanten Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik pada 14 Agustus 2022. Ekspedisi sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah berlangsung selama 30 hari, dengan menempuh jarak sejauh 462 kilometer, melintasi 491 desa yang berada di 12 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

JALUR EKSPEDISI BENGAWAN SOLO: Selama sebulan Tim Ekspedisi Sungai terpanjang di Jawa. Berangkat dari DAS Wonogiri, Jateng berakhir di DAS Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 14 Agustus 2022 (Foto : Istimewa )

“Naditira Bedanten merupakan Pit Stop terakhir dari Ekspedisi, Desa Naditira paling hilir yang mempunyai catatan sejarah dan jejak peninggalan juga menyambung sejarah dengan Bengawan Solo,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Di wilayah Kabupaten Gresik, sesuai dengan prasasti Canggu, desa-desa tepian Bengawan Solo yang disinggahi oleh Raja Hayam Wuruk berturut turut salah satunya adalah “i Madanten” (di Bedanten) sebagai salah satu desa tepian sungai yang melayani jasa tambangan atau penyeberangan (naditira Pradeca) tersebut dengan nama “Medanten”. atau sekarang yang dikenal Desa Bedanten. 

Untuk itu, Bupati mengajak generasi muda sekarang dan yang akan datang untuk sadar sejarah. “Dari sejarah kita dapat belajar tentang kejayaan masa lampau dan dari sejarah pula kita dapat melihat kehancuran,”katanya bertamsil.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan, dan Kepala Desa Bedanten Abdul Madjid.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, meresmikan museum untuk menyelamatkan temuan kuno atau peninggalan masa lalu dan mengunjungi salah satu makam yaitu makam Mbah Sayyid Husaini.

Acara ini juga merupakan bentuk kolaborasi Pemdes Bedanten dengan MEBS (Misi Ekspedisi Bengawan Solo) dan beberapa komunitas. Seperti Ademos Indonesia, National Geographic, Saya Pejalan Bijak, Stand Up Paddle dan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik. 

Tak hanya seremonial akhir Ekspedisi mereka juga menggelar sarasehan bedah sejarah dan budaya “Naditira Madanten” 1358 refleksi nilai leluhur dalam upaya menjaga dan melestarikan bengawan dengan menghadirkan pembicara dan ahli sejarah serta diramaikan oleh musik adhibaya kesenian desa dan hiburan lainnya. (yad)

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat

GRESIK,1minute.id – Semarak HUT ke-50 Petrokimia Gresik sekaligus menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda. Menyambut hari istimewa itu, Petrokimia Gresik mengajak masyarakat dari 8 desa/kelurahan di sekitar perusahaan untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan melalui program Petrokimia Gresik Lestari Bumi.

Kegiatan tersebut dikemas melalui pelatihan diet sampah dan lomba kebersihan desa, yang penganugerahan pemenangnya dilaksanakan pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, usai menyerahkan penghargaan menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar perusahaan.

“Kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari kesehatan lingkungannya. Oleh karena itu, kami memiliki komitmen tinggi terhadap program-program yang mendorong terciptanya kesehatan lingkungan, salah satu adalah program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini,” ujar Dwi Satriyo.

Melalui pelatihan diet sampah, 80 tokoh penggerak dari delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan dibekali pemahaman terkait jenis-jenis sampah, materi pola hidup bersih dan sehat, cara membuang sisa obat dan masker yang benar, penyakit yang bisa ditularkan melalui sampah dan hewan, strategi mengurangi sampah keluarga, ventikultur sebagai contoh urban farming, hingga soal peraturan daerah, sanitasi dan tata ruang.

Selanjutnya, lomba kebersihan desa menjadi stimulus untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh tersebut. Dalam penjuriannya, Petrokimia Gresik melibatkan sejumlah ahli di bidangnya, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), Duta Lingkungan Jawa Timur, hingga juri internal perusahaan.

Adapun Juara I lomba kebersihan desa diraih oleh Kelurahan Sukorame; Juara II Kelurahan Ngipik, dan Juara III Kelurahan Kroman. Masing-masing pemenang mendapat tunjangan kebersihan senilai Rp10 juta, Rp7,5 juta dan Rp5 juta. Tidak hanya itu, lima desa/kelurahan lain yang menjadi peserta juga mendapat tunjangan kebersihan masing-masing senilai Rp3 juta, antara lain Kelurahan Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Karangturi, dan Desa Roomo.

Selain menciptakan lingkungan sehat, Petrokimia Gresik juga berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pola Hidup Sehat (PHS). Upaya ini diwujudkan dengan memberikan bantuan doorprize serta dana operasional untuk pelaksanaan jalan sehat di delapan desa/kelurahan tersebut, masing-masing senilai Rp15 juta.

“Kesehatan yang utuh tercipta dari lingkungan sehat serta penerapan pola hidup sehat masyarakatnya, sehingga komprehensif dan saling mendukung. Dengan derajat kesehatan yang utuh, harapannya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga di sekitar perusahaan. Inilah muara atau tujuan dari program-program yang kami gulirkan,” tandas Dwi Satriyo.  

Sementara itu, Lurah Sukorame Uman Iswahyudi usai menerima penghargaan Juara I mengungkapkan bahwa program Petrokimia Gresik Lestari Bumi ini mampu mengubah lingkungan di Kelurahan Sukorame, dari semula gersang menjadi lebih asri, bersih dan adem.

“Karena program ini, masyarakat di Sukorame terdorong jadi lebih kompak dalam hal kesehatan dan kebersihan lingkungan. Semoga apa yang dilakukan Sukorame mampu menginspirasi daerah lain dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat,”tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Lestari Bumi, Dorong Warga 8 Desa/Kelurahan Membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri membagikan 1.110 bibit pohon. Ribuan bibit pohon untuk penghijauan hutan dan taman kota Gresik sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan. 

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh VP Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan bersama VP Lingkungan Petrokimia Gresik Liliek Harmianto kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Gresik Ketut Pratikno pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Secara terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan  dalam upaya pengelolaan lingkungan di Gresik, Petrokimia Gresik senantiasa berkoordinasi dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, agar program-programnya selaras dengan kebijakan daerah.

“Salah satunya bantuan bibit pohon ini, merupakan aksi nyata Petrokimia Gresik dalam merespon program pemerintah daerah guna menciptakan kota yang nyaman, sehat dan aman dari risiko bencana,”tandas Dwi Satriyo.

Ribuan bibit pohon yang diserahkan terdiri dari bibit hujan mas (200 pohon), pucuk merah (50 pohon), dolar (10 pohon), andang merah (200 pohon), lamtana (400 pohon), klengkeng (50 pohon), jambu kristal (100 pohon) dan alpukat (100 pohon).

Plt. Kepala DLH Kabupaten Gresik Ketut Pratikno mengatakan bantuan bibit pohon dari Petrokimia Gresik ini sebagian akan diaklimatisasi dan dikembangkan untuk pembibitan lebih lanjut guna menghasilkan bibit yang lebih banyak untuk selanjutnya ditanam di hutan atau taman kota. Sedangkan untuk bibit tanaman buah, akan langsung ditanam di hutan kota.

“Kita memiliki banyak lahan yang perlu ditanami. Belum lagi banyak permintaan bantuan bibit dari desa-desa, khususnya yang tengah mengembangkan wisata desa. Semoga bantuan dari Petrokimia Gresik ini dapat menginpirasi perusahaan lain,”tandasnya.

Lebih lanjut, Ketut Pratikno mengapresiasi komitmen dan kepedulian yang telah ditunjukkan Petrokimia Gresik selama ini. Ia berharap, ke depan kolaborasi antara Pemkab dengan Petrokimia Gresik dapat terus berlanjut dalam rangka memberikan manfaat bagi masyarakat, melalui penyediaan sarana dan prasarana di bidang lingkungan.

Sebagai informasi, selain melalui bantuan bibit pohon ini, Petrokimia Gresik juga aktif berkontribusi melakukan penghijauan di Kabupaten Gresik melalui program restorasi lahan mangrove di Mengare, Kali Lamong, hingga Ujung Pangkah. Selain itu, dalam waktu dekat ini, Petrokimia Gresik juga akan kembali menanam mangrove sebagai bagian dari peringatan momen golden anniversary perusahaan. (yad)

Petrokimia Gresik Gelontorkan Ribuan Bibit Pohon, Hijaukan Hutan dan Taman Kota Gresik Selengkapnya

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi Kampung Pecinan berlanjut. Pasca revitalisasi infrastruktur jalan Kampung dan eksterior lampu penerangan jalan berornamen khas warga Tionghoa. 

Kini, revitalisasi menyasar bangunan rumah milik warga di kawasan heritage di Jalan Setiabudi, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Bangunan rumah warga Kampung Pecinan itu bakal dilakukan pengecetan. Untuk Mempercantik kawasan itu, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik menggandeng pabrik cat Nippon Paint. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala DCK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dan Asisten General Manager Nippon Paint Wirya Atmaja mengawali melakukan pekerjaan pengecatan di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL) itu. Rumah yang menjadi kali pertama dilakukan milik Mustafa. 

Kampung Pecinan, salah satu kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Kawasan ini memiliki bangunan ikonik yakni Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Kiem Hien Kiong yang diklaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 atau 869 tahun lalu itu. Kawasan ini juga dikenal multietnis yakni Arab, Tionghoa dan Melayu (warga pribumi). Mereka hidup rukun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, revitalisasi tujuh kawasan di Gresik Kota Lama dibiayai oleh pemerintah pusat, dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. APBN 2022 mengalokasikan anggaran Rp 47 miliar. “Anggaran APBD untuk Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) untuk jalan lingkungan, ornamen lampu,”katanya didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kadis CK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah. 

BANTUAN : (ki-ka) Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan cat kepada warga di Kampung Pecinan pada Senin, 11 Juli 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Revitalisasi di Kota Bandar Gresik ini, adalah salah satu program Nawa Karsa, Gresik Lestari. Kota Bandar Gresik ini karena di kawasan ini terdapat 4 peradaban yakni kolonial, Arab, China dan Melayu. “Mudah-mudaha kawasan heritage kedepan semakin baik. Sehingga menjadi identitas Kota Gresik,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Revitalisasi Kotaku ini melibatkan masyarakat. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk ikut merawat lingkungan serta menggandeng Nippon Paint. Bentuk CSR, Nippon Paint memiliki komitmen, kepedulian terhadap lingkungan. 

“(Rumah warga) di cat. Saya hakul yakin akan bertambah bagus, dan akan menambah daya tarik wisatawan. Mudah-mudahan bisa menjadi kebangkitan ekonomi kreatif, UMKM bisa tumbuh di lingkungan ini,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Program Kotaku di kawasan GKL bakal berlanjut untuk tahun depan. “Tahun ini selesai dianggaran Rp 47 miliar, tahun depan ada tambahan anggaran dari pusat Rp 22 miliar dan APBD. sehingga desa di sekitar bisa ikut berkontribusi melakukan pembenahan disebuah kawasan heritage,”harapnya. 

Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja menambahkan, pihaknya sangat senang  dilibatkan acara seperti ini (revitalisasi kawasan heritage). Kita akan support kampung lain. Termasuk heritage,”tegas Wirya Atmaja. Untuk pengecatan rumah warga di kawasan Pecinan ini, pihaknya telah menyediakan cat kualitas premium. “Cat ini minimal bisa bertahan sampai 5 tahun. Warna cat tidak akan memudar,”lanjutnya. Untuk mendapatkan hasil berkualitas itu, lanjut Wirya Atmaja, pihaknya akan melakukan pendampingan dalam proses pengecetan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahandan Kawasan Permukiman Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) pengecatan rumah warga. “Mereka bakal dibekali pelatihan hingga proses pelaksanaan pengecatan,”katanya. “Suatu kawasan akan bertambah cantik bila rumah warga juga cantik,”tambahnya. (yad)

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga  Selengkapnya

Tiga Wakil Rakyat Gresik Dorong Warga Sinergi Atasi Persoalan Sampah Agar Bisa Jadi Berkah

GRESIK,1minute.id – Sampah perkotaan  menjadi salah satu problem yang belum tertangani secara maksimal. Rencana pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di dua tempat belum teralisasi. Meski MoU pengelolaan sampah dengan pihak ketiga telah ditandatangani pada 9 Maret 2022.

Persoalan pengelohan sampah menjadi topik diskusi yang menarik dalam Forum Grup Discussion (FGD) di Pendapa Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 30 Juni 2022. Ada tiga anggota DPRD Gresik yang menjadi pembicara dalam FGD mengusung tema ” Pengelolaan Sampah di wilayah Kecamatan Duduksampeyan” itu.

Tiga anggota DPRD Gresik itu adalah Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, M. Hamzah Takim dan Komsatun. Acara diikuti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Perwakilan dari Pegadaian, LSM dan  Perwakilan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Duduksampeyan.

Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi saat membuka acara berpesan pada peserta agar bisa mengikuti kegiatan secara seksama dan harus proaktif, sehingga saat pulang bisa mendapatkan informasi yang detail dan bisa ditransfer pada anggota lainnya yang ada di desa.

Narasumber pertama Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah sebelum menyampaikan materi, Ia memberi pemahaman tentang tujuan dari FGD dengan maksud agar semua yang hadir bisa proaktif, sehingga bisa tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan kegiatan. Namanya diskusi maka harus terjadi komunikasi dua arah, sehingga apa yang menjadi gagasan bisa dicerna secara detail. 

NARASUMBER FGD : (ki-ka) Anggota DPRD Gresik Komsatun, M Hamzah Takim dan Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah dalam Forum Grup Discussion di Pendapa Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 30 Juni 2022. (Foto : istimewa)

“Selain itu dalam penentuan (ploting) anggaran itu harus mengarah pada skala prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan mendasar, namun tetap ada sinkronisasi dengan program pemerintah yang ada di atasnya,”terang politisi perempuan dari Partai Gerindra ini.

Nur Saidah juga berpesan agar desa melakukan dan mempersiapkan piranti yang dibutuhkan sebelum menentukan program, khususnya keinginan untuk membentuk bank sampah dan fasilitas pengelolaan sampah, agar bisa terarah.

Senada juga disampaikan Anggota DPRD Gresik Hamzah Takim, bahwa desa harus benar-benar siap dan mampu menentukan programnya, sehingga desa akan bisa menyesuaikan kebutuhan anggarannya.

Politisi Golkar ini berpesan kepada warga desa, khususnya yang hadir saat ini untuk mempersiapkan konsep yang detail dalam merencanakan, sehingga akan bisa efektif dan terukur. “Perencanaan yang baik dan terukur persoalan sampah bisa berubah menjadi berkah,”kata Hamzah yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik itu. 

Sementara, Komsatun, lebih menitikberatkan pada peran dan keikutsertaan masyarakat dalam realisasi pengelolaan sampah. Politisi asal Partai Golkar ini mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik aktif memberikan pendampingan pada pelaksanaan program, sehingga tetap terkontrol progresnya. “Juga perlu adanya edukasi masyarakat sejak dini terkait bagaimana membuang sampah dan bagaimana memilah serta mengelola sampah yang benar,”ujar Komsatun. (yad)

Tiga Wakil Rakyat Gresik Dorong Warga Sinergi Atasi Persoalan Sampah Agar Bisa Jadi Berkah Selengkapnya

MoU Sudah Diteken, Kini DLH Gresik Membuat PKS, Pengelolaan Sampah 

GRESIK,1minute.id – Memorandum Of Understanding (MoU) pengelolaan sampah telah diteken Pemkab Gresik dan pihak swasta. Nota kesepahaman itu ditandatangani bertepatan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik pada 9 Maret 2022.

Ada dua lokasi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang bakal dikelola oleh pihak swasta tersebut. Yakni TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean dan TPA Ngipik di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. Masing-masing berkapasitas 100 ton per hari. Total berkapasitas 200 ton per hari. 

Bagaimana kelanjutan MoU Pengolaan sampah itu? Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembuatan draf perjanjian kerjasama (PKS) operasional. “Kami perkiraan bulan Juli selesai,”katanya pada Rabu, 22 Juni 2022. Setelah PKS rampung dikerjakan, lanjut Najikh, draf PKS akan diserahkan kepada tim koordinasi kerja sama daerah (PKKSD) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Sumber 1minute.id menyebutkan draf PKS itu berisi antara lain, biaya operasional pengelolaan sampah yang harus ditanggung Pemkab Gresik. Draf itu, biaya operasional kepada pihak swasta sebesar Rp 100 ribu per ton. Selain itu, Pemkab Gresik berkewajiban membangun tempat pengolahan sampah tersebut. Sedangkan, pihaknya ketiga berkewajiban melakukan pengelolaan sampah sebanyak 100 ton per tahun. 

Benarkah? Mokh Najikh ketika ditanya tentang hal itu hanya tersenyum. “Kami masih melakukan tahap PKS. Untuk pembangunan TPST adalah kewajiban pemerintah,”katanya. Saat ini, pembangunan atap untuk penetapan mesin pengolaan sampah masih tahap lelang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. 

Kontrak kerjasama pengelolaan sampah ini menjadi angin segar. Sebab, persoalan sampah perkotaan masih menjadi problem Pemkab Gresik yang belum tertangani secara maksimal.  Tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. Bila hujan, “bukit” sampah menimbulkan bau tidak sedap. Pengelolaan sampah berbasis zero waste to land. Artinya, sampah tidak ada lagi masuk ke tanah. “Semuanya dipakai,”tegas Najikh. (yad)

MoU Sudah Diteken, Kini DLH Gresik Membuat PKS, Pengelolaan Sampah  Selengkapnya

Program Pengelolaan Sampah PT Smelting Jadi Magnet Pengunjung di Ajang Festival Peduli Sampah Nasional Di Kementerian LHK Di Jakarta

GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, PT Smelting turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Peduli Sampah Nasional, Expo dan Forum. Kegiatan yang digelar di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini mengusung tema “Satu Bumi untuk Masa Depan” diselenggarakan mulai 14 hingga 17 Juni 2022.

Sejumlah inovasi dan program pengelolaan sampah yang dilaksanakan PT Smelting yang dipamerkan dan dipadukan dengan forum talk show. PT Smelting menampilkan upaya pengurangan sampah di internal pabrik melalui program 3R. Ini menjadi komitmen perusahaan untuk pendukung program proper.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting Irjuniawan P. Radjamin didampingi  Senior Manager General Affairs PT Smelting Saptohadi Prayetno menyebutkan, pihaknya mendukung upaya dan program pemerintah dalam mengurangi sampah di pabrik termasuk mendorong komunitas masyarakat mengurangi sampah domestik. Pengurangan sampah tidak hanya sekedar mengurangi secara fisik, namun juga menjadikannya bernilai ekonomis bagi warga sekitar pabrik. Salahsatunya dengan mengolah sampah menjadi Eco Enzim di Gresik, Jawa Timur dan pengolahan sampah menjadi energi di Sukabumi, Jawa Barat. 

“Kami juga melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan program pemberdayaan seperti membantu melatih UKM memproduksi makanan kecil dan produk kopi, batik ecoprint, kerajinan bambu baik di Kabupaten Gresik Jawa Timur maupun di Kabupaten Kadudampit Sukabumi, Jawa Barat,”jelas Irjuniawan.

Pola pembinaan UMKM memang tidak hanya dilakukan di ring-1 hingga  ring-3, namun secara nasional di Indonesia. Ini sesuai filosofi perusahaan untuk setiap orang, masyarakat dan bumi. Dijelaskan, selama 2 hari pameran antusias masyarakat mengunjung stan PT Smelting ini cukup menggembirakan. Pengunjung tertarik dengan program pengelolaan sampah serta inovasi pembuatan eco enzim yang dikelola oleh komunitas masyarakat di Gresik ternyata memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik.

“Inovasi ini juga yang kami angkat dalam Forum Talk Show. Kami mengangkat tema pengolahan sampah berbasis komunitas masyarakat di Sukabumi dan pengolahan sampah menjadi Eco Enzim di komunitas masyarakat sekitar Kabupaten Gresik. Ini merupakan upaya PT Smelting untuk mendorong masyarakat mengolah dan memanfaatkan sampah yang memiliki manfaat ekonomi dan manfaat sosial lainnya,”jelas Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting ini. (*)

Program Pengelolaan Sampah PT Smelting Jadi Magnet Pengunjung di Ajang Festival Peduli Sampah Nasional Di Kementerian LHK Di Jakarta Selengkapnya

Warga Bawean Hijaukan Bumi Di Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis lingkungan hidup melakukan aksi bersih-bersih lingkungan. Bersih-bersih saluran air hingga penanaman pohon. Kegiatan sosial peduli lingkungan itu melibatkan Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Bawean, Fatayat Nahdlatul Ulama, Penggerak PKK dan aktivis lingkungan, konservasi Bawean pada Minggu, 5 Juni 2022.

Aksi peduli terhadap lingkungan sekitar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia  yang diperingati setiap 5 Juni itu.

Kepala Desa (Kades) Diponggo, Kecamatan Tambak  M. Salim mengatakan, kegiatan bersih-bersih lingkungan desa melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. “Kegiatan HLHD tahun ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih sadar terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,”kata Salim.

Kades Tanjungori, Kecamatan Tambak Nur Ahli menambahkan aksi bersih difokuskan  fasilitas umum dan infrastruktur perairan. “Saluran air dan selokan yang tadinya tersumbat, hari ini kita bersihkan supaya nanti ketika musim hujan tiba, saluran air tidak tersumbat lagi dan lancar,”ujarnya.

Selain bersih lingkungan sekitar, peringatan Hari Lingkungan Hidup juga dilakukan penanaman pohon mangrove dan kelapa. Aksi dilakukan puluhan anggota Fatayat NU Bawean. Rafi’a mengatakan, penanaman bibit kelapa dan mangrove di bibir pantai itu untuk mencegah bahaya abrasi. “Selain menanam pohon kelapa dan mangrove, tadi kami mulai hari ini mengajak masyarakat mengungut sampah dan buanglah pada tempatnya,” ujarnya.

Terpisah Muhammad, anggota Konservasi Bawean mengapresiasi aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh semua stakeholder di Pulau Bawean. “Budaya peduli kebersihan lingkungan ini mudah-mudahan bisa diikuti oleh warga lainya. Sehingga nanti tidak ada lagi sampah yang berserakan di mana-mana,” kata Muhammad.  (yad)

Warga Bawean Hijaukan Bumi Di Hari Lingkungan Hidup se-Dunia  Selengkapnya

Dubes  Denmark Kunjungi Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi RDF PT Solusi Bangun Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Kerajaan Denmark di Indonesia H.E. Lars Bo Larsen mengunjungi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat, 3 Juni 2022. 

Kunjungan itu sebagai bentuk kerjasama strategis dalam proyek pengelolaan sampah yang telah terjalin antara SBI dengan Kedutaan Besar Kerajaan Denmark sejak 2013 itu. Dubes Kerajaan Denmark H.E. Lars Bo Larsen bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dan diterima oleh Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo dan Direktur Manufacturing SBI Soni Asrul Sani. Selain peningkatan hubungan bilateral kedua negara, kunjungan kali ini juga bertujuan untuk meninjau kembali teknologi RDF dalam pengelolaan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku, serta manfaatnya dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Duta Besar Denmark H.E. Lars Bo Larsen dalam sambutannya menyampaikan, Denmark mendukung keberadaan fasilitas RDF di Cilacap untuk mempercepat transisi hijau di Indonesia, yang kami yakini akan membawa banyak peluang dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Denmark juga berminat untuk berinvestasi pada proyek-proyek energi terbarukan khususnya pengolahan sampah menjadi energi. “Fasilitas percontohan di Cilacap ini telah menunjukkan teknologi yang teruji dan memberi banyak pelajaran penting untuk menarik pendanaan bagi replikasi di daerah lain,”kata Larsen. 

Teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) adalah upaya pengelolaan sampah berkelanjutan yang mampu mengubah sampah menjadi energi alternatif terbarukan dan dapat mengurangi emisi CO2. Setelah diresmikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada 21 Juli 2020, saat ini fasilitas RDF telah beroperasi penuh dengan kapasitas 120–150 ton sampah per hari.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Cilacap, atas dana hibah dari Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta SBI yang ditunjuk sebagai operator.

Proyek ini diinisiasi oleh SBI sebagai perwujudan kepedulian lingkungan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan terkait termasuk Pemerintah Kerajaan Denmark dalam studi awal hingga implementasi.

Sementara itu, Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo menjelaskan, aplikasi teknologi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Pengelolaan limbah dan sampah menjadi energi alternatif terbarukan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, dapat membantu perwujudan pembangunan keberlanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Kerja sama lintas pemangku kepentingan yang terjalin dalam proyek RDF di Cilacap ini, kami harap dapat terus berlangsung dan diterapkan di lebih banyak daerah di Indonesia,”kata Lilik Unggul Raharjo.

Manfaat pengelolaan sampah dengan teknologi RDF di Kabupaten Cilacap, bahkan menginspirasi Pemerintah Indonesia untuk mereplikasi teknologi RDF ke-34 kota di Indonesia sebagaimana disebut oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat peresmian fasilitas RDF di Cilacap pada 2020. Dalam perkembangannya, Kedutaan Denmark juga turut mendukung beberapa inisiatif antara lain dengan memberikan dukungan untuk studi kelayakan dalam proyek RDF Plant di Provinsi Aceh.  

Selain di Kabupaten Cilacap, Tuban dan DKI Jakarta, pada 2021, SBI telah menandatangani dua kesepakatan bersama untuk pengelolaan sampah regional milik Pemerintah Provinsi Aceh yang akan dibangun di TPA Blang Bintang, serta pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas berupa penerimaan residu sampah dari PDU Banyumas untuk dimanfaatkan di Pabrik SBI Cilacap. SBI juga telah bekerja sama dengan pihak swasta yakni Unilever untuk mengurai problematika sampah dengan meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruklegi, Cilacap.

Sesi kunjungan ini diharapkan dapat memberikan banyak masukan dan manfaat bagi hubungan bilateral antara kedua negara dalam mendorong upaya waste-to-energy untuk membantu memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan sampah yang ada di Indonesia. (yad)

Dubes  Denmark Kunjungi Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi RDF PT Solusi Bangun Indonesia  Selengkapnya