Smelting dan TSI Edukasi Siswa di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Di Cimungkad 

SUKABUMI,1minute.id – Taman Safari Indonesia dan PT Smelting menggelar sosialisasi pendidikan konservasi Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa, Cimungkad, Kadudampit Sukabumi pada  Jumat, 27 Mei 2022.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan siswa berasal dari beberapa lembaga pendidikan mendapatkan pengenalan tentang Elang Jawa. Mayoritas siswa sekolah dasar di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu nyaris tidak mengetahui kalau  Elang Jawa menjadi lambang negara, Garuda itu kali pertama ditemukan di daerahnya. “Di hutan ini Elang Jawa menjadi lambang negara Indonesia ini ditemukan,”ucap salah satu trainer.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Exploitasia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT Smelting dan Taman Safari itu. Menurut Indra, setelah melakukan meta populasi di 62 kantong populasi ada sekitar 100-500 pasang Elang Jawa di alam bebas.

FOTO BARENG: Peserta sosialisasi pendidikan konservasi Elang Jawa (Nisaetus Bartels) foto bareng dengan undangan di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa, Cimungkad, Kadudampit Sukabumi pada  Jumat, 27 Mei 2022. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Rentang tengahnya 300 pasang, jadi setidaknya ada 600 ekor di alam bebas, nah ini trennya meningkat. Seiring dengan upaya yang dilakukan Smelting dan Taman Safari diharapkan dapat semakin meningkatkan populasi Elang Jawa,”kata Indra.

Model konservasi Elang Jawa yang dikembangkan Taman Safari dan PT Smelting yaitu eksitu link to insitu, yakni pelestarian di luar habitatnya, kemudian dikembalikan ke habitat asli satwa tersebut. “Dan mari jadikan wilayah penyebaran Elang Jawa sebagai wilayah pemantauan dari perburuan liar,”imbuh Indra.

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manangsang menyampaikan, hingga kini ada 14 ekor Elang Jawa yang dikembangkan secara Eksitu. Sejak 2019, lanjut Jansen, PT Smelting mendorong pengembangan fasilitas konservasi di Taman Safari Bogor. “Yakni pembangunan sangkar pengembangbiakan dan ruang perawatan anakan Elang Jawa,”tutur Jansen dalam sambutannya.

Sementara itu, Senior Manager General Affairs PT Smelting Sapto Hadi Prayetno menyampaikan, hutan damar di lokasi pusat edukasi konservasi Elang Jawa ini semakin menunjukkan tujuannya, yakni sebagai wisata minat khusus, pendidikan konservasi. 

“Program kami ada juga pemberdayaan masyarakat di sini, sudah membentuk beberapa pokja Pokdarwis, Kami memberikan Mesin destilator di Desa Muara dua, membentuk tour guide, pelatihan kerajinan. Tujuannya bagaimana memberdayakan kawasan, untuk kemakmuran bersama,”ujar Sapto.

Bagi Sapto, upaya pelestarian Elang Jawa dan sosialisasi konservasinya seperti mengulang sejarah Bartels yang kali pertana menemukan spesies Elang Jawa di Gunung Gede Pangrango dan membangun pusat konservasi di Cimungkad.

“Dalam waktu dekat, Elang Jawa yang sudah siap akan dilepasliarkan disini. Ada rencana bahwa kami akan mendukung provinsi yang lain. Ada rencana untuk pelepas liaran komodo juga,”paparnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman dalam sambutannya mewakili Bupati Sukabumi menyampaikan kepada peserta sosialisasi, agar tidak hanya sebatas paham isi materi tapi dapat mengkampanyekan pentingnya menjaga Elang Jawa yang terancam punah. 

“Melalui sosialisasi ini pula warga Sukabumi semakin banyak memahami pentingnya menjaga ekosistem,” katanya. Menurut Ade, Kondisi ini sangat miris, dia mengajak semua pihak harus dapat mendorong tumbuh kembang kembali Elang Jawa.

“Kita tahu elang jawa itu rantai makanan puncak, otomatis ekosistem akan terganggu jika spesies dibawah Elang Jawa mengalami ledakan populasi,”katanya.(yad)

Smelting dan TSI Edukasi Siswa di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa Di Cimungkad  Selengkapnya

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis

GRESIK,1minute.id –  Jelang lebaran 1443 H sekaligus menyongsong Golden Anniversary bulan Juli mendatang, Petrokimia Gresik membagikan 8.600 paket sembako senilai Rp 700 juta untuk masyarakat di delapan desa/kelurahan sekitar perusahaan pada Rabu, 20 April 2022.  Uniknya, penerima bantuan wajib mengumpulkan sampah plastik di lingkungannya untuk ditukar dengan sembako secara gratis.

 Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Balai Desa Roomo menjelaskan bahwa, program ini sekaligus menjadi wujud peringatan Hari Bumi, diperingati setiap 22 April.  “Dalam hal ini, kami tidak hanya memberikan bantuan sembako secara cuma-cuma, tapi juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah plastik, sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat ganda,” ujar Dwi Satriyo.

 Melalui program ini, para penerima bantuan harus menukar lima sampah botol plastik untuk setiap paket sembako. Sampah plastik yang terkumpul kemudian akan dikelola oleh Bank Sampah binaan Petrokimia Gresik di masing-masing wilayah.

 Lebih lanjut, Dwi Satriyo mengungkapkan capaian Propernas Emas yang diraih Petrokimia Gresik akhir tahun lalu menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan untuk terus meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan. Dimana program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini menjadi salah satu implementasinya.

 “Ini merupakan aksi kecil, namun kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan 3R yakni Reuse (menggunakan kembali),  Reduce  (mengurangi), dan Rescycle (mendaur ulang) sampah yang masih dapat didayagunakan,”tandas Dwi Satriyo.

 Sementara itu, setiap paket sembako yang dibagikan terdiri dari 3 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mi instan. Bantuan tersebut dibagikan untuk masyarakat Ngipik (495 paket), Sukorame (925 paket), Karangturi (930 paket), Karangpoh (875 paket), Tlogopojok (1.500 paket), Kroman (875 paket), Lumpur (1.500 paket) dan Desa Roomo (1.500 paket).

 Di tempat yang sama, Kepala Desa Roomo, Rusdiyanto mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap masyarakat dan lingkungan yang ada di Desa Roomo. Menurutnya, Program Penukaran Sampah Plastik dengan Sembako Gratis ini sejalan dengan program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

 “Semoga bantuan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Karena pengelolaan sampah yang tepat itu harus dimulai dari lingkup keluarga,” ujarnya.

Ditemui terpisah, salah satu penerima bantuan, Musidah mengaku lebih termotivasi untuk mengelola sampah plastik setelah mengikuti program ini. Menurutnya, disamping melestarikan lingkungan, manfaat ekonomis yang diperoleh dengan mengelola sampah secara tepat juga cukup besar. “Saya berharap program ini bisa terus berlangsung tiap tahunnya. Sehingga kami bersama keluarga lainnya semakin termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan” ujar Musidah.

 Sebelumnya, menjelang Ramadan tahun ini, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan senilai Rp 612 juta untuk 85 masjid dan musala, serta 50 pondok pesantren dan panti asuhan di sekitar perusahaan. Selanjutnya, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Petrokimia Gresik juga telah menyalurkan bantuan kepada 1.486 mustahik yang ada di sekitar perusahaan senilai Rp 278,35 juta. 

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan maupun charity. “Kemajuan perusahaan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dan wujudkan melalui berbagai program, khususnya menjelang peringatan 50 tahun perusahaan tahun ini,” pungkas Dwi Satriyo.(yad)

Komitmen Petrokimia Gresik Selamatkan Bumi dari Plastik, 8.600 Warga Cerdas Berplastik Dapat Sembako Gratis Selengkapnya

KAI Daop 8 Surabaya Hijaukan 20 Stasiun untuk Kenyamanan Pelanggan Kereta Api 

GRESIK,1minute.id – Stasiun Indro, Gresik bakal semakin asri dan nyaman. Sebab, PT Kereta Api Indonesia (KAI) perseroan Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melakukan penanaman pohon (Green Stasiun) pada Kamis, 31 Maret 2022. Program pelestarian lingkungan dan pro aktif mensukseskan program penghijauan “BUMN Hijaukan Indonesia” itu dipimpin oleh Deputy EVP Daop 8 Surabaya Mariyanto dan diikuti secara serentak 19 stasiun wilayah Daop 8 Surabaya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan kegiatan ini merupakan peran aktif perusahaan dalam program BUMN Hijaukan Indonesia. Melalui program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TJSL) Bina Lingkungan Perusahaan, KAI Daop 8 Surabaya menanam sebanyak 239 tanaman yang terdiri dari beberapa jenis, yakni Pucuk Merah, Tabebuya Kuning, Tabebuya Ungu, hingga tanaman buah-buahan.

“Dalam program ini, lokasi penanaman dilaksanakan di 20 stasiun yang berada di wilayah Daop 8 Surabaya,”kata Lukman Arif. Sebanyak, 20 stasiun Daop 8 Surabaya itu, diantaranya Stasiun Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, Malang, Indro Gresik, Porong, Tanggulangin, Sidoarjo, Tobo, Bojonegoro, Babat, Lamongan, Ngebruk, Tarik, Tandes, Blimbing, Wlingi, Tulangan, Kepanjen, Sengon, dan Wonokerto.

Langkah penghijauan stasiun wilayah Daop 8 Surabaya juga dilakukan dengan adanya beberapa taman di area stasiun, yang juga bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Dengan semakin banyak stasiun yang asri dan indah maka pelanggan akan merasa nyaman saat akan menggunakan layanan kereta api.

“KAI berupaya untuk dapat terus meningkatkan kenyamanan dengan banyaknya tumbuhan di stasiun, sehingga diharapkan menghasilkan kualitas udara yang bersih kepada pelanggan kereta api saat berada di stasiun,”ucap Luqman Arif. Di Daop 8, sebelumnya telah menanam sebanyak 11.495 pohon, dan secara nasional KAI telah melakukan penanaman 56.337 batang pohon di stasiun, kantor, dan lokasi lainnya di wilayah operasi KAI sebagai bentuk BUMN Hijaukan Indonesia.

Upaya preservasi lingkungan KAI Daop 8 dilakukan dengan serius, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan. Program berupa penghijauan ini akan berlanjut dengan jumlah pohon yang semakin banyak dan variatif pada tahun ini. Hal ini sebagai wujud keselarasan pembangunan infrastruktur yang tetap mendukung pelestarian, konservasi, dan menjaga ekosistem lingkungan setempat. (yad)

KAI Daop 8 Surabaya Hijaukan 20 Stasiun untuk Kenyamanan Pelanggan Kereta Api  Selengkapnya

Ini Khasiat Buah Merah Khas Bawean 

GRESIK,1minute.id – Tanaman Buah Merah asli Bawean menarik perhatian dalam peringatan Hari Air Sedunia 2022 di Gresik. Tanaman itu ditandur oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di dekat rumah pompa Banjar Anyar-2 di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Rabu, 30 Maret 2022.

Buah Merah tergolong tanaman langka. “Ini (tanaman) bisa dibudidayakan,”kata Washil-panggilan-Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman disela acara pada Rabu, 30 Maret 2022.
Apa khasiat Buah Merah Khas Bawean itu? Sejumlah literatur yang dikumpulkan wartawan  1minute.id  menyebut, buah merah berbentuk bulat, memiliki bulu halus, dan berwarna merah jika sudah matang atau tua.

Ada dua jenis buah merah yakni  Merah Biasa dan Mentega. Buah merah biasa  memiliki tekstur daging yang lembut dan bau yang khas. Sedangkan, buah merah mentega berwarna agak kuning dan tekstur daging yang lebih lembut serta baunya lebih khas. 

Buah merah dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi jus, brownis, dan jenis kue lainnya. Lalu apa khasiat mengkonsumsi buah Merah Khas Bawean? Diantaranya, Mencegah kanker. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah merah dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas ; mencegah diabetes ; mencegah tekanan darah tinggi dan penyakit lain yang terkait ; menjaga kesehatan mata serta membantu mencegah hepatitis B. Itu khasiat Buah Merah Khas Bawean. (yad)

Ini Khasiat Buah Merah Khas Bawean  Selengkapnya

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan bibit pohon ditanam dan ribuan benih ikan ditebar di dekat rumah pompa Banjar Anyar 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 30 Maret 2023.  Penanaman 665 pohon dan  penebaran 5 ribu benih ikan dilakukan untuk memperingati Hari Air Sedunia itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Puluhan jenis pohon produktif yang ditanam lahan aset Pemkab Gresik di dekat jalan Tol KLBM itu. Yang menarik perhatian adalah tanaman Buah Merah Khas Bawean. Tanaman langka asli Bawean itu ditandur oleh Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman pada kesempatan itu meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gresik aksi menanam pohon ini tidak hanya sekadar simbolis. “Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat dengan baik. Sehingga bisa tumbuh dengan baik,”ujarnya. Saat ini, penanaman pohon masih di musim hujan kemungkinan bakal hidup. 

“Kami berharap teman-teman di rumah pompa bisa melakukan penyiraman secara penuh pada musim kemarau nanti. Sehingga dampaknya pohon yang ditanam bisa hidup. Dan,  ini salah satu yang membahagiakan kita setelah sekian tahun kemudian. Pohon-pohon menjadi resapan air tanah,”tegas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu. 

Washil-panggilan-Achmad Washil Miftahul Rachman berharap gerakan menanam pohon tidak terhenti. Ia lalu mencontohkan program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bernama Sehari Menanam Satu (SMS) Pohon. “Kalau bisa ditambahkan sehari menanam sak karape ,”ujarnya.  

Lahan penanaman harus dilakukan ditempat strategis. “Bila kemungkinan berkembang bisa untuk anak cucu kita kelak yang bisa menjadi sumber air,”ujar mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dina Cipta Karya  Perumahandan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik itu. Peringatan Hari Air Sedunia diperingati setiap 22 Maret. Tahun ini bertemakan “Air Tanah, Membuat yang Tak Terlihat menjadi Terlihat“. (yad)

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik Selengkapnya

SIG Donasikan 999 Bibit Pohon Untuk Pelestarian Alam Dan Restorasi Kampung Long Duhung Di Wehea-Kelay

GRESIK1minute.id  –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyerahkan 999 bibit pohon kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada Rabu, 23 Maret 2022. Bantuan bibit pohon untuk memperingati Hari Hutan Sedunia 2022.

Ratusan bibit pohon itu merupakan hasil dari partisipasi karyawan melalui kegiatan Virtual Race #MulaiBergerakDariRumah, sebagai rangkaian peringatan HUT ke-9 SIG. Melalui kegiatan tersebut, seluruh karyawan SIG Group berhasil mengumpulkan jarak sejauh 45.490 km yang dikonversikan menjadi sebanyak 999 donasi bibit pohon.

Jenis pohon yang diserahkan diantaranya tanaman durian, rambutan, alpukat, meranti serta ulin. Selanjutnya bibit-bibit pohon tersebut akan ditanam di Kampung Long Duhung, Kecamatan Kelay, Berau, Kalimantan Timur.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan pemberian bibit ini merupakan salah satu upaya SIG dalam pelestarian alam dan restorasi di Kampung Long Duhung yang merupakan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea-Kelay. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menularkan semangat yang dapat memicu dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen SIG yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menjalanan operasional perusahaan. “Bagi SIG, sustainability adalah masa depan yang harus diwujudkan sejak sekarang,” kata Vita Mahreyni.

Sementara itu, Direktur Development dan Marketing YKAN Ratih Loekito menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh SIG kepada YKAN. “Pemberian 999 bibit pohon ini sebagai upaya reforestasi untuk mewujudkan Kampung Long Duhung menjadi desa makmur di tengah hutan yang lestari. Semoga kerja sama ini dapat bermanfaat bagi kelestarian alam serta kehidupan masyarakat disana,”kata Ratih Loekito.

Hutan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya pemanasan global. Hutan berfungsi sebagai media penangkap dan penyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jangka waktu yang lama dan merupakan salah satu upaya memitigasi pemanasan global dan perubahan iklim.

Komitmen Pelestarian Lingkungan SIG dalam Pelestarian Lingkungan telah melakukan reklamasi lahan pascatambang menjadi kawasan hutan. Salah satunya dilakukan di Pabrik Tuban. Hingga Februari 2022, SIG telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 329,30 Ha dengan ditanami sebanyak 496.058 pohon diantaranya jati, johor, mahoni, sengon, flamboyan, kesambi, juwet hingga trembesi.

SIG senantiasa berpegang pada penerapan praktik penambangan yang baik dan sejalan dengan pelestarian lingkungan demi kehidupan yang berkelanjutan. Pelaksanaan reklamasi dilakukan secara terencana, mulai dari tahap pra-penambangan, sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.

Keberlanjutan (sustainability) adalah persoalan masa depan yang harus diwujudkan sejak masa kini. SIG sebagai bagian dari BUMN, berkomitmen menghasilkan kontribusi untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan, SIG punya tujuan besar untuk mengupayakan pembangunan masa depan yang lebih baik. (yad)

SIG Donasikan 999 Bibit Pohon Untuk Pelestarian Alam Dan Restorasi Kampung Long Duhung Di Wehea-Kelay Selengkapnya

Peringatan Hari Air Sedunia, Pegiat Lingkungan di Pulau Bawean Melepasliarkan 2 Ekor Penyu Sisik 


GRESIK,1minute.id – Dua ekor penyu dilepasliarkan ke laut lepas oleh komunitas pencinta lingkungan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 22 Maret 2022. Pelepasliaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Pantai Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.

Menurut Yusra, Kabid Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi Lembaga konservasi Bawean mengatakan, dua ekor penyu sisik hibah dari Sriyono, nelayan asal Bawean yang menemukan penyu terjerat jaring.”Penyu itu kemudian diambil dan dirawat dirumahnya sekitar sudah 15 hari,”ujar Yusra.

Sebelum dilepasliarkan sejumlah pegiat lingkungan yakni lembaga Konservasi Bawean, BKSDA Jatim Bawean, dan Masyarakat adat Bawean (MAB) melakukan pengukuran penyu tersebut. Penyu itu memiliki berat 3,4 kg, ukuran kerapas (panjang 34 cm dan lebar 31). Panjang dari kepala 45 cm, panjang kaki depan 17 cm, kaki belakang 10 cm. 

Sedangkan, satu penyu lainnya berukuran lebih besar. Yakni, berat 5,4 kg, ukuran kerapas (panjang 40 cm dan lebar 37), panjang dari kepala 53 cm, panjang kaki depan 21 cm, kaki belakang 13 cm. “Ini langkah awal kami untuk menyelamatkan habitat penyu di Pulau Bawean,”kata Yusra. Langkah selanjutnya, imbuhnya, amelakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar habitat penyu. “Tim RKW 11 Pulau Bawean juga akan aktif melakukan komunikasi terkait penyu dengan pemerhati penyu (Sriyono,Red),”katanya. 

Seperti diberitakan, pegiat lingkungan di Pulau Bawean resah. Sebab, habitat Penyu di kaki Bandara Harun Thohir, Pulau Bawean terancam punah. Pasalnya, tempat mereka bertelur mulai rusak. Rusaknya kawasan tersebut diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir secara ilegal. Selain itu, ditengarai adanya jual-beli telur penyu secara liar. 

“Banyak masyarakat yang kurang paham terkait biota tersebut yang dilindungi UU, Saya berharap ada dinas terkait segera mungkin melakukan sosialisasi dan memperdayakan masyarakat untuk lebih peduli akan habitat penyu,”kata seorang warga enggan disebutkan identitasnya pada Rabu, 23 Februari 2022.

Pada bulan-bulan tertentu penyu menuju daratan untuk bertelur. Di kawasan kaki Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean salah tempat penyu bertelur kemudian menetas. Sebab, kawasan itu masih asri. Sejak beberapa bulan terakhir kawasan tempat penyu bertelur mulai rusak. Penyebab kawasan itu rusak akibat penambangan pasir secara ilegal. 

Kepala Bidang Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, penyu termasuk hewan dilindungi dan pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur. Pihaknya mengajak kepada semua pihak dan masyarakat adat Bawean untuk melindungi dan melestarikan tempat singgah habitat penyu bertelur di kawasan konservasi pantai di kaki bukit bandara Harun Thohir Bawean. (yad)

Peringatan Hari Air Sedunia, Pegiat Lingkungan di Pulau Bawean Melepasliarkan 2 Ekor Penyu Sisik  Selengkapnya

Rusa Bawean Berbiak, Pemilik Penangkaran Tak Lagi Kuat Memberi Upah Penjaga


GRESIK,1minute.id –  Matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean, Kabupaten Gresik datang sambil membawa makanan. 

Daun tanaman itu berwarna hijau. Segar. Puluhan ekor rusa bernama latin Axis Kuhli itu langsung menyerbunya. Puluhan Rusa terlihat doyan memakan dedaunan itu. Sehari Nur Samsi bertugas menyediakan makanan. Sedangkan, seorang penjaga bertugas memberikan  makan hewan yang pernah menjadi maskot Asian Games 2018 itu. 

“Sehari minimal kami memberikan makan tiga kali,”kata Nur Samsi ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu sore, 20 Maret 2022. Untuk kebutuhan makan puluhan ekor Rusa itu membutuhkan biaya sekitar Rp 300 ribu per harinya. Rusa Bawean yang awalnya kurus, dengan ketelatenan Nur Samsi dan seorang penjaganya membuat hewan yang dilindungi itu semakin gemuk di tempat penangkaran di Batu Gebang, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Bulu Rusa juga terlihat bersinar. Tidak lagi kusam. Artinya, di tempat penangkaran itu, Rusa Bawean terawat dengan baik. Sebab, makanan maupun vitamin bagi rusa terjamin. Sehingga populasi Axis Kuhli juga terus berbiak. Awalnya, 8 bulan lalu jumlah Rusa Bawean di tempat penangkaran hanya 28 ekor. Kemudian berbiak menjadi 30 ekor. Pada Jumat, 18 Maret 2022, salah satu induk rusa Bawean kembali beranak. Anak Rusa Bawean diberi nama Nisfu Syahban karena lahir bertepatan dengan Nisfu Syahban.

Di tempat penangkaran ini, jumlah rusa betina  mendomisi. “Jumlahnya sekitar 18-an ekor rusa betina. Awalnya dulu, Rusa jantan yang banyak,”tegasnya. 

Dengan semakin banyaknya Rusa Bawean otomatis biaya perawatan nanti akan bertambah. Nur Samsi risau. Sebab, sejak 4 bulan terakhir, pemilik penangkaran tidak lagi memberikan anggaran untuk petugas yang berjaga dan memberikan makanan kepada hewan. Kontrak penjaga akan berakhir dua bulan ke depan.  “Ini yang saya khawatirkan. Karena tanpa ada keeper Rusa Bawean khawatirkan tidak terurus dengan baik. Nanti, kami disorot media lagi karena rusa kurus,”katanya. 

Ia berharap, pemerintah turun tangan untuk memberikan anggaran bagi penjaga di tempat penangkaran Rusa Bawean itu. “Anggaran sekitar Rp 1 juta per bulan Saya rasa sudah cukup,”katanya. 

Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan Rusa Bawean sebagai Satwa dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis) , Rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur. (yad)

Rusa Bawean Berbiak, Pemilik Penangkaran Tak Lagi Kuat Memberi Upah Penjaga Selengkapnya

Populasi Rusa Bawean Bertambah Satu Ekor Bernama Nisfu Syaban

GRESIK,1minute.id – Rusa Bawean di tempat penangkaran di Batu Gebang, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik bertambah satu ekor.  Anak rusa itu diberi nama Nisfu Syaban. Nama itu disematkan karena anak rusa bernama latin Axis Kuhli itu lahir tepat pada malam Nisfu Syakban atau Jumat, 18 Maret 2022.

Bertambahnya satu ekor hewan langka yang pernah menjadi maskot Asian Games 2018 lalu membuat bahagia bagi masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean dan masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebab, bertambahnya hewan yang dilindungi itu populasi Rusa Bawean semakin bertambah banyak. 

Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean Nur Samsi membenarkan lahirnya anak Rusa Bawean. “Iya ada betina rusa yang melahirkan,”kata Nur Samsi dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Minggu, 20 Maret 2022. Kini, tambahnya, Rusa Bawean berjumlah 31 ekor di tempat penangkaran Batu Gebang. “Lebih menyenangkan lagi, populasi Rusa Bawean didominasi betina,”jelas Nur Samsi. 

Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan Rusa Bawean sebagai Satwa dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis) , Rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur . 

Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi Rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup lahan konservasi seluas  4.556,6 ha. Hampir separoh luas Pulau Bawean. Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada Babi Kutil, Landak dan Elang. (yad)

Populasi Rusa Bawean Bertambah Satu Ekor Bernama Nisfu Syaban Selengkapnya

Resmi Di Launching Bupati Gresik, Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Pakai Sampah

GRESIK,1minute.id –  Semakin banyak pilihan bagi masyarakat yang mau peduli dengan sampah. Di Kampung Kreasi, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik warga bisa ngopi bayar sampah (Kosam). Kini, Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik warga dusun setempat bisa bayar listrik pakai sampah.

Nah, inovasi baru warga Dusun Sidorukun itu diberi label “Bank Sampah Cinta Bumi” itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 17 Maret 2022. Temuan baru warga Dusun Sidokumpul ini mengganden PT Pertamina Lubricant. Fandi Akhmad Yani menyebut solusi terbaru penanganan sampah diubah menjadi berkah, ini merupakan sesuatu yang harus didukung secara maksimal. “Ayo bayar listrik dengan sampah,”kata Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan banyak hal yang harus  dilakukan ditengah kemajuan zaman ini. “Kita dituntut dengan banyak kreatifitas, seperti pada hari ini yang sudah dilakukan oleh Bank Sampah Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Dengan Sampah* yang bisa dilakukan di Toko Tengah Sawah (TTS) merupakan sebuah inovasi yang sangat luar biasa,”ujar Gus Yani.

Peresmian Bank Sampah Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Dengan Sampah dihadiri diantaranya oleh anggota DPRD Jawa Timur Ahmad Iwan Zunaih, Manager Pertamina Lubricant Gresik Setyo Nugroho, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Moh. Najikh, dan Kasun Sidorukun Tristianto. (yad,)

Resmi Di Launching Bupati Gresik, Cinta Bumi, Ayo Bayar Listrik Pakai Sampah Selengkapnya