Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari

PIAGAM ADIWIYATA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah menyerahkan Piagam Adiwiyata kepada 48 sekolah di Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Problem sampah rumah tangga bakal segera teratasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerjasama dengan Danone untuk melakukan pengelohan sampah di dua lokasi. Yakni, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean dan TPA Ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Pengelohan sampah di dua TPST itu masing-masing berkapasitas 100 ton per hari atau 200 ton per hari. Volume sampah rumah tangga di Kabupaten Gresik mencapai 450 ton per hari. Sebanyak 216 ton sampai 250 ton sampah masuk ke TPA Ngipik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bertepatan  HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik telah dilakukan nota kesepahaman alias MoU dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah di Kabupaten Gresik. “Sudah tahun merdeka, sampah di kabupaten Gresik belum ada penanganan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai upacara Peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 9 Maret 2022.

Pemkab Gresik, imbuhnya, kerjasamanya dengan PT Resigi dan Danone mengolah sampah di TPA ngipik di Desa Ngipik, Kecamatan Gresik dan Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean . “Target 200 ton perhari,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Mekanismenya, sampah rumah tangga dambil dari rumah atau TPS di desa untuk ditarik ke TPA. Ada sejumlah keuntungan yang diperoleh oleh Pemkab Gresik dalam kerjasama pengolahan sampah ini. Antara lain, efisien anggaran operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sebesar Rp 15 miliar per tahun. “Dan persoalan sampah di Gresik bisa teratasi Sudah terolah bahkan sampai zero waste sampah,”kata Bupati berusia 36 tahun itu. 

Kerjasama pengolahan sampah antara Pemkab Gresik  dengan swasta ini menjadi solusi dalam penanganan problem sampah perkotaan. Pasalnya, volume TPA Ngipik semakin penuh. Bukit sampah bahkan terlihat dari Telaga Ngipik.  

Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone menambahkan, pengolahan sampah di dua TPST itu akan menggunakan teknologi dari anak bangsa. “Seratus persen lokal,”tegasnya. Teknologi pengolahan sampah tersebut telah diujicobakan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Diantaranya, Lamongan,  Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat.  “Di dua pilot project itu, Saya optimistis pengelolahan sampah di Kabupaten Gresik ini lebih bagus,”kata.

Mengapa menggunakan teknologi anak bangsa? Karyanto mengatakan, pihaknya tidak impor alat karena karakteristik sampah itu unik. Tidak bisa disamakan dengan sampah di luar negeri. Sehingga solusinya harus solusi lokal. Bahkan, kalau di Indonesia, karakteristik sampah setiap daerah berbeda. Misalnya, sampah di Bali dengan Gresik berbeda  “Jadi itu kita mengenalkan teknologi lokal yang Insya Allah bisa membantu mengurangi sampah di TPA Ngipik,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Gandeng Swasta Pengolahan Sampah Berkapasitas 200 Ton Per Hari Selengkapnya

TPST Prupuh Beroperasi, Volume Sampah Warga Terbatas, Pengelola Berencana Ambil Sampah dari Desa Lain

HASIL PENGOLAHAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad didampingi Kades Prupuh Mushollin melihat hasil pengolahan sampah di TPST Prupuh, Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Februari 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id –  Harapan baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam problem sampah perkotaan. Ketika sampah rumah tangga semakin menjulang ke angkasa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik telah beroperasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Tempat pengolahan dikelola oleh Pemerintah desa (Pemdes) setempat bersinergi dengan salah satu perusahaan multiinternasional berpusat di Prancis. 

TPST ini sempat dikunjungi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 23 Februari 2022 memanfaatkan sampah rumah tangga warga Desa Prupuh. Bupati Fandi Akhmad Yani berharap TPST di Desa Prupuh ini menjadi Pilot Project  atawa proyek percontohan dalam pengolahan sampah di Kabupaten Gresik.

Menurut Kepala Desa Prupuh Mushollin mengatakan, semua sampah rumah tangga warganya di olah di TPST tersebut. Volume sampah rumah tangga sekitar 5 kubik setiap harinya. Sampah itu lalu dipilah. Sampah plastik dipilah untuk di jual. “Sampah organik dibuat makan maggot atau larva dari lalat tentara hitam (black soldier fly) karena mampu menghasilkan nilai tambah bagi ekonomi rumah tangga.

Maggot mampu mereduksi sampah organik dalam jumlah besar dan cepat. “Yang sampah daun-daunan digiling jadi kompos,”kata Mushollin dikonfirmasi 1minute.id melalui pesan WhatsApp pada Senin, 28 Februari 2022. Dengan pengolahan itu, semua sampah rumah tangga bisa memiliki nilai lebih. Bahkan, kini Mushollin berencana mengambil sampah dari desa lainnya. “Kalo khusus sampah Prupuh ndak banyak pak! Ini rencananya mau ambil sampah dari desa lain karena kalo hanya Prupuh saja masih kurang,”tegasnya. 

BUKIT SAMPAH: Begini kondisi TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Seperti diketahui, pengolahan sampah rumah tangga masih menjadi problem bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Sampah di TPA Ngipik semakin ke angkasa. Semakin menggunung menyerupai bukit. Sebab, hampir semua sampah rumah tangga tersebar di 16 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik di tampung di TPA Ngipik. Dua Kecamatan lainnya yakni Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Pemerintah Kabupaten berencana membangun TPST di tiga tempat yakni Gresik Selatan, Gresik Utara dan Pulau Bawean.  Dari tiga lokasi itu, baru TPST Prupuh yang sudah beroperasi. (yad)

TPST Prupuh Beroperasi, Volume Sampah Warga Terbatas, Pengelola Berencana Ambil Sampah dari Desa Lain Selengkapnya

Fasilitas Pengolahan Limbah Menjadi Bahan Bakar Alternatif di SBI Pabrik Narogong Berkapasitas 160 Ribu Ton/Tahun

GRESIK, 1minute.id – Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengunjungi Pabrik pengolahan sampah, Pabrik Narogong, Jawa Barat pada Jumat,  25 Februari 2022. 

Pabrik pengolahan sampah dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Kunjungan tersebut untuk melihat teknologi pengelolaan limbah dan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku yang dilakukan oleh SIG itu dihadiri oleh Minister for Economic Affairs and Development dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui, beserta tim Kedubes Jepang di Indonesia dan JICA. 

Sampah perkotaan dan limbah industri masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi di Indonesia untuk mencapai target SDGs (Sustainable Development Goals) yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial. Meskipun beragam inisiatif telah dilakukan oleh Pemerintah dalam menangani persoalan ini, perlu ada dukungan secara konsisten dari seluruh lapisan masyarakat dan juga para pelaku usaha di berbagai sektor guna menciptakan iklim yang ramah lingkungan. 

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG terus berinovasi untuk memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya adalah ekonomi sirkular melalui teknologi pemanfaatan limbah industri  dan sampah perkotaan untuk diubah menjadi energi alternatif terbarukan. “Teknologi ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan limbah industri, sekaligus membantu memecahkan permasalahan sampah domestik yang dihadapi oleh pemerintah daerah”, kata Donny Arsal dalam siaran pers yang diterima redaksi 1minute.id pada Senin, 28 Februari 2022.

Berbagi nilai dan komitmen pada pembangunan berkelanjutan, SBI menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Sinergi SIG, SBI, dan TCC, akan semakin mendorong kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs, melalui pengembangan produk dan solusi yang ramah lingkungan termasuk optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dari pemanfaatan limbah industri dan sampah perkotaan.

Unit bisnis pengelolaan limbah SBI, Nathabumi, telah menjadi mitra bagi pemerintah serta perusahaan di berbagai bidang industri dalam memberikan solusi dan inovasi pengelolaan limbah dan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan menginisiasi fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, lanjutnya, SBI juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pemanfaatan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF melalui metode landfill mining. 

Sementara itu, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menambahkan, ini merupakan cerminan dari komitmen kami untuk mewujudkan pembangunan keberlanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Kami menjadi inisiator dan operator resmi fasilitas RDF di Cilacap, Jawa Tengah, serta pengelolaan limbah dengan metode co-processing di pabrik semen kami dengan didukung fasilitas pre-processing GreenZone, Narogong. Dengan demikian, hasil dari seluruh pengolahannya bisa dimanfaatkan kembali tanpa menimbulkan pencemaran dan residu apa pun,”kata Lilik Unggul Raharjo. 

Minister for Economic Affairs and Development dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui mengatakan bahwa Jepang dan Indonesia telah memiliki sejarah panjang dalam kerja sama bilateral termasuk kerja sama bidang ekonomi yang tidak hanya dilakukan antara pemerintah, tetapi juga antara pelaku usaha.

“Pemerintah Jepang mendukung upaya-upaya kerja sama ini termasuk kerja sama yang dilakukan oleh SIG, SBI, dan TCC. Saya sangat menghargai kerja sama yang telah dibangun ini dan ingin melihat lebih banyak proyek yang dilakukan dan bagaimana teknologi Jepang berkontribusi pada ekonomi sirkular di Indonesia” kata Masato Usui.

GreenZone (Fasilitas Pengelolaan Limbah Terintergrasi). GreenZone merupakan fasilitas pre-processing limbah terintegrasi terbesar di Asia Tenggara yang dimiliki oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit bisnis pengelolaan limbah Nathabumi di Pabrik Narogong, Jawa Barat. 

Dibangun di lahan seluas 5,2 hektar, GreenZone dibagi menjadi 3 area dengan total luas bangunan 2,3 hektar yang mampu mengelola berbagai jenis limbah baik B3 maupun non-B3 dalam bentuk padat, cair dan gas. Dilengkapi dengan Laboratorium Limbah yang terakreditasi ISO 17025 dengan teknisi ahli dalam analisa limbah. GreenZone memiliki kapasitas pengelolaan limbah sebesar 160.000 ton per tahun yang diolah sebagai bahan bakar alternatif. 

Metode Co-processing adalah metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, menggunakan tanur semen milik PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk yang bersuhu tinggi – sampai dengan 1.500°C dan stabil, untuk memusnahkan limbah tanpa meninggalkan residu apa pun. Limbah yang dapat diolah dengan cara ini antara lain limbah industri, bahan yang tidak memenuhi syarat, produk kadaluwarsa serta jenis limbah lain yang tidak dapat didaur ulang dengan proses biasa. (yad)

Fasilitas Pengolahan Limbah Menjadi Bahan Bakar Alternatif di SBI Pabrik Narogong Berkapasitas 160 Ribu Ton/Tahun Selengkapnya

Kawasan Bawah Kaki Bandara Harun Thohir Rusak, Penyu Laut Di Pulau Bawean Terancam Punah

GRESIK,1minute.id – Habitat Penyu di kaki Bandara Harun Thohir , Pulau Bawean terancam punah. Pasalnya, tempat mereka bertelur mulai rusak. Rusaknya kawasan tersebut diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir secara ilegal. Selain itu, ditengarai adanya jual-beli telur penyu secara liar. 

“Banyak masyarakat yang kurang paham terkait biota tersebut yang dilindungi UU, Saya berharap ada dinas terkait segera mungkin melakukan sosialisasi dan memperdayakan masyarakat untuk lebih peduli akan habitat penyu,”kata seorang warga enggan disebutkan identitasnya pada Rabu, 23 Februari 2022.

Pada bulan-bulan tertentu penyu menuju daratan untuk bertelur. Di kawasan kaki Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean salah tempat penyu bertelur kemudian menetas. Sebab, kawasan itu masih asri. Sejak beberapa bulan terakhir kawasan tempat penyu bertelur mulai rusak. Penyebab kawasan itu rusak akibat penambangan pasir secara ilegal. 

KAKI BANDARA HARUN THOHIR : DI kawasan ini, biasanya tempat penyu bertelur pada 9 Juni 2021. Kini, diduga akibat maraknya aktivitas tambang pasir ilegal kawasan itu mulai rusak. (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Penelitian, Pendidikan, Pengembangan SDM dan Inovasi dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra mengatakan, penyu termasuk hewan dilindungi dan pantai Bawean termasuk salah satu tempat habitat penyu bertelur. Pihaknya mengajak kepada semua pihak dan masyarakat adat Bawean untuk melindungi dan melestarikan tempat singgah habitat penyu bertelur di kawasan konservasi pantai di kaki bukit bandara Harun Thohir Bawean.

“Ada Undang-undang semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Terlebih, penyu hewan dilindungi yang hampir punah dan penyu merupakan penjaga ekosistem laut,”ungkapnya. 

Yusra menegaskan, segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati, maupun tubuh bagian itu dilarang. Hal tersebut sesuai dengan Permen LHK No.20 tahun 2018 tentang jenis dan satwa yang dilindungi dan Permen LHK No. 106 tahun 2018 tentang perubahan Permen LHK No.20 tahun 2018 menyatakan bahwa enam jenis penyu tergolong satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang. “Begitu juga menurut Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,”tegasnya. (yad)

Kawasan Bawah Kaki Bandara Harun Thohir Rusak, Penyu Laut Di Pulau Bawean Terancam Punah Selengkapnya

Tujuh Desa dan 1.809 Unit Rumah di Balongpanggang Terendam Air Bah Luapan Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Hujan deras mengguyur kawasan hulu  Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Sebanyak 1.809 rumah tersebar di tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik terendam air bah. Ketinggian air sepaha orang dewasa. 

Tujuh desa itu adalah Desa Wotansari Tinggi genangan 40 – 100 cm , rumah terendam 201 unit dan sawah 42 hektare ;  Desa Banjaragung ketinggian genangan  50 – 100 cm , rumah terendam 600 rumah dan jalan poros Desa 300 meter ; Desa Sekarputih tnggi genangan  50 – 100 cm , rumah terendam  235 somah dan jalan poros desa 50 meter ; Desa Karangsemanding tnggi genangan  50 – 75 cm. rumah terendam 105 unit dan area  persawahan 55 ha.

Berikutnya,  Desa Dapet ketnggian genangan  50 – 75 cm, rumah terendam 352 rumah, area persawahan 30 Ha , jalan poros desa 250 meter dan jalan lingkungan 1.520 meter ; Desa Pucung ketinggianngenangan :30 – 100 cm, rumah terendam  290 rumah , area persawahan 30 Ha, jalan poros desa  3 kilometer dan jalan lingkungan 5 kilometer. Kemudian, Desa Ngampel ketinggian genangan 30 – 50 cm, rumah terendam 26 rumah, dan jalan lingkungan  800 meter. 

Air bah kiriman dari dua kabupaten tetangga Gresik itu menggenangi rumah penduduk mulai  pukul 23.30 pada Rabu, 9 Februari 2022. Malam itu mayoritas warga di tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang mulai terlelap tidur. Air kiriman itu terus naik hingga dini hari air semakin tinggi. Data yang dihimpun 1minute.id, hingga pukul 13.00 sebanyak 7 desa yang masih terendam banjir. Banjir Kali Lamong ini untuk kali pertama di tahun ini. Meski, Pemkab Gresik telah melakukan normalisasi Kali Lamong di Gresik.  Normalisasi akan dilanjutkan tahun ini. 

Camat Balongpanggang Muhammad Amri ketika di konfirmasi mengatakan, ketinggian air berangsur surut. “Semoga air lebih cepat surut,”kata Amri pada Kamis, 10 Februari 2022. Luapan Kali Lamong , selain menggenangi sawah, infrastruktur jalan. “Juga, rumah warga tergenangi,”tegas mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Gresik itu. (yad)

Tujuh Desa dan 1.809 Unit Rumah di Balongpanggang Terendam Air Bah Luapan Kali Lamong  Selengkapnya

Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata 


GRESIK,1minute.id – Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengajak dunia industri untuk berkolaborasi dan sinergi mengembangkan eko edukasi wisata di Gresik. Pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mulai tumbuh pesat. Perkembangan yang bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. 

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Qodir ketika menjadi narasumber dalam Workshop memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022 bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Workshop digelar di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa malam, 8 Februari 2022. Abdul Qodir menjadi narasumber secara dalam jaringan (daring).

Menurut Abdul Qodir semangat eco tourism sejalan dengan pengembangan green ekonomi yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo. Yakni suatu gagasan di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. “Ini yang kemudian menjadi semangat kita semua. Kesejahteraan meningkat, lingkungan terjaga,”kata Abdul Qodir.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Driyorejo dan Wringinanom itu pun mengapresiasi wisata desa yang mulai banyak tumbuh di Kota Santri-sebutanlain-Kabupaten Gresik ini. Apalagi mayoritasnya adalah wisata alam yang mengedepankan potensi lingkungan. Sehingga secara bersamaan lahirnya wisata desa akan menjaga lingkungan sekitar tetap lestari. Keterlibatan masyarakat di dalamnya juga memunculkan nilai tambah.

Melalui konsep eco tourisme ini diharapkan bisa mengikis disparitas sosial. Menyetarakan tatanan kehidupan masyarakat. “Saya juga titip, agar PWI ikut berperan mendukung wisata desa yang sekarang banyak tumbuh di Gresik. Menyampaikan informasi dan edukasi wisata yang ekonomis berbasis wisata tapi tidak meninggalkan kelestarian lingkungan hidup,”pesannya. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada perusahaan di Gresik agar memberi perhatian terhadap pengembangan eco tourism. “Perusahaan juga harus memberi sumbangsih terhadap kelestarian lingkungan,”tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik ini. (yad)

Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata  Selengkapnya

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wangiharum bunga itu begitu semerbak. Mirip wangi bunga Melati. Puluhan ekor semut terlihat mengerubuti kelopak bunga yang mulai mekar malam hari itu. Bunga itu adalah Wijaya Kusuma (Epiphyllum  oxypetalum). Malam semakin larut kelopak bunga yang berwarna putih, kuning semakin mekar. Oh…begitu cantik bentuknya saat mekar.

Bunga Wijaya Kusuma adalah bunga yang klasik dan ciamik cantik. Struktur daun Wijaya Kusuma juga tak kalah menarik untuk diamati. Daunnya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan berbentuk zig-zag. Kelopak bunganya yang besar akan mekar dengan anggun di tengah kegelapan malam. Hanya mekar di malam hari.

MEKAR DI MALAM HARI: Bunga Wijaya Kusuma yang berjuluk Queen of the Night ketika mekar di malam hari. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah itu, bunga layu dan merunduk. Kemudian rontok. 
Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  kelopak bunga Wijayakusuma mulai merekah hingga mekar sempurna hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam. Beberapa kali melakukan pengamatan secara langsung bunga berjuluk “Queen of the Night” ini mekar.

Saat pagi hari atau cahaya matahari bersinar, kelopak bunga sudah menutup. Kelopak bunga ketika mekar berdiri tegak kemudian merunduk. Karena itulah bunga Wijaya Kusuma mendapatkan julukan ‘Queen of the Night’.

Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Cara merawat bunga Wijaya Kusuma sendiri terbilang mudah. Sebab, Wijaya Kusuma dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan. Yang pasti, Anda harus menaruhnya di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Meski tergolong dalam keluarga Kaktus, namun Wijaya Kusuma lebih cocok disebut sebagai tanaman tropis. Ia tak bisa tumbuh di suhu udara lebih dari 38 derajat celcius. Suhu udara optimal untuk tanaman ini berada di antara 10-32 derajat Celcius. 

Mitos yang Mengelilingi Bunga Wijaya Kusuma 

HARUM : Kelopak bunga Wijaya Kusuma ini sangat harum ketika mekar di malam hari (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan dalam mitologi Jawa, Wijaya Kusuma dianggap sebagai tanaman sakti. Wijaya Kusuma menjadi syarat bagi seorang raja yang akan naik takhta, yang dipercaya di kalangan keraton di Jogjakarta dan Surakarta (Solo). Selain itu, bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka Raja Dwarawati, Prabu Kresna, yang merupakan titisan Batara Wisnu, sang pelestari alam.

Berikut mitos-mitos bunga Wijaya Kusuma mengutip berbagai sumber.

MEKAR : Bunga Wijaya Kusuma ketika awal mekar berdiri tegak pada malam hari. Keesokan harinya bunga merunduk (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. Bunga penting di kalangan kerajaan

Konon, di zaman dahulu kala, bunga ini menjadi favorit petinggi-petinggi kerajaan. Selain karena kelopaknya yang anggun, bunga ini juga dianggap langka, karena hanya dimiliki kalangan kerajaan dan orang-orang mampu. Dikisahkan, para pengawal bahkan harus bepergian jauh untuk memetik bunga Wijaya kKusuma. Konon, istana yang memiliki bunga Wijaya Kusuma akan menjadi kerajaan yang makmur.

2. Membawa Keberuntungan

Salah satu mitos yang paling lekat dengan bunga klasik ini adalah sifatnya yang membawa hoki. Konon, barang siapa yang melihat bunga ini mekar di malam hari, akan mendapatkan keberuntungan. Kabar burung ini muncul dari nama bunga itu sendiri. Dalam bahasa Jawa, ‘wijaya‘ bermakna ‘kemenangan’, sementara ‘kusuma‘ berarti ‘tegak’.

3. Berasal dari Indonesia

Karena namanya, tanaman satu ini sering kali dianggap sebagai tanaman asli Indonesia. Padahal, kenyataannya tanaman ini berasal dari Meksiko. Bunga ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di masa Kerajaan Majapahit.

MERUNDUK : Hanya satu malam mekar. Keesokan harinya bunga Wijaya Kusuma kemudian merunduk, layu dan beberapa hari kemudian rontok. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, bunga Wijaya Kusuma merupakan bunga yang cantik dan layak dikoleksi pecinta tanaman hias. Bentuknya yang klasik membuat taman rumah jadi lebih elegan di malam hari. (yad)

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik Selengkapnya

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari

GRESIK,1minute.id – Mesin pengolah sampah di TPA Ngipik itu masih berdiri kokoh. Meski, sebagai cat besi ada yang mulai memudar dan berkarat. Wartawan 1minute.id mencoba melihat dari dekat pengolah sampah itu. Namun, sampai pukul 14.30 tidak terdengar mesin pengolah sampah itu menderu. Corong terbuat mirip terpal yang biasa digunakan “memuntahkah” hasil pengolahan diikat ke atas. Seharusnya corong itu ujungnya ke bawah.

Tidak ada satu pun orang di sekitar mesin pengolah sampah itu. Hanya ada dua truk yang parkir di sekitar mesin pengolah sampah milik Semen Indonesia Foundation itu. Lahan TPA Ngipik dengan luas sekitar 9 hektare itu aset perusahaan plat merah, penghasil semen. Mesin pengolah sampah itu didatangkan dari Jerman. 

BUKIT SAMPAH : Begini kondisi sampah di TPA Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konon kemampuannya bisa mengolah sampah menjadi tanah uruk, komposer, dan plastik (bahan bakar). Kalau mesin pengolah sampah tersebut berjalan maksimal, semua sampah di TPA Ngipik dapat dimanfaatkan. Bukit sampah yang menggunung di TPA Ngipik semakin berkurang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu mencapai antara 200 ton sampai 300 ton per hari.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya akan berencana membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota dan Gresik Selatan. “Bila dua pabrik pengolahan sampah bisa beroperasi maksimal masing-masing bisa mengolah 100 ton sampah per harinya,”kata Najikh dikonfirmasi melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari Selengkapnya

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah

GRESIK,1minute.id – Bukit sampah yang menjulang keangkasa di TPA Ngipik menjadi berkah bagi para pemulung. Jumlah puluhan. Mereka sebagai besar berasal dari luar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sulasmi, antara lain. “Super” women berusia 60 tahun itu berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Nenek 3 cucu mengais rezeki di TPA Ngipik sejak 1983. 

SUPER WOMEN : Pemulung perempuan sedang mengais rezeki di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu 22 Januari 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semula Sulasmi bersama suami memilah, memilih dan memungut sampah di TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu. Sulasmi memilih sampah plastik, botol air mineral maupun kardus. Sampah itu lalu dikumpulkan digubuknya di Ngipik. Ia kini sendirian bekerja. “Sudah 2 tahun suami meninggal,”kata Sulasmi suara lirih sambil mengais sampah plastik di TPA Ngipik pada Sabtu, 22 Januari 2022.

BUKIT SAMPAH: Seorang pemulung perempuan berjibaku memilah, memilih, memungut sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sulasmi melanjutkan, suami sakit di Gresik. Karena kondisi kesehatan semakin parah, Sulasmi kemudian membawa suaminya pulang ke kampung halaman di Pacitan, Jawa Timur. “Suami meninggal disana (Pacitan,Red),” katanya dengan nada lirih. 

BISKUIT: Seorang pemulung perempuan di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik mewadahi biskuit di karung setelah kalengnya mereka ambil untuk dijual pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Hampir separuh umur Sulasmi dihabiskan untuk mengais rezeki di TPA Ngipik. Sulasmi mengaku menjadi pemulung di TPA Ngipik sejak 1983. Kini, sudah 39 tahun, perempuan tangguh itu berjibaku dengan tumpukan sampah. “Nyuwun pandongane mugi-mugi pinaringan sehat terus ngih,”katanya. Berapa penghasilan Sulasmi setiap harinya? Nenek 60 tahun hanya tersenyum. “Alhamdulillah, cekap (cukup,Red),”dalihnya. (yad)

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah Selengkapnya

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang

GRESIK,1minute.id – Sampah kota bakal menjadi problem krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menampung mayoritas sampah rumah tangga warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa. 

ANTRE: Truk pengangkut sampah menunggu antrean membuang sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Antrean panjang truk pengangkut sampah menjadi pemandangan saban hari. Sejak musim hujan. Para sopir harus sabar antre menunggu giliran membuang sampah di TPA Ngipik itu pada Sabtu, 22 Januari 2022. “Kalau sampeyan kesini hari efektif (Senin sampai Jumat) antrean sampai luar pagar (gerbang) TPA,”cerita Imam Solikin, salah satu sopir pengangkut sampah ditemui 1minute.id pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Pada Sabtu dan Minggu antrean berkurang. Solikin mengaku sudah 30 menit menunggu giliran membuang sampah. Sampah yang diangkut Solikin diambil dari Kecamatan Cerme, Gresik itu. “Sehari Saya empat sampai lima kali rit,”katanya. 

BECEK : Air hujan bercampur air lindi sampah membuat TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik becek pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id antrean panjang truk sampah itu terjadi mulai terlihat begitu masuk gerbang TPA hingga tempat pembuangan. Sebanyak 8 truk yang antre setelah jembatan timbangan. Antrean lebih panjang sebelum jembatan timbang. Antrean terjadi karena jalan di TPA Ngipik becek karena musim hujan. 

Antrean semakin parah karena alat berat yang beroperasi hanya masing-masing satu unit backhoe dan bulldozer. Menurut sejumlah orang yang ada di TPA itu, biasanya ada tiga unit backhoe yang beroperasi untuk meratakan sampah. Namun, sejak sepekan terakhir dua dari tiga backhoe rusak. “Satu backhoe yang beroperasi,”kata salah satu pemulung di TPA Ngipik. 

ALAT BERAT: Operator Backhoe sedang meratakan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

TPA Ngipik, satu-satunya lahan pembuangan akhir yang dimiliki Pemkab Gresik. Di TPA itu tempat menampung semua sampah rumah tangga mulai dari Kota, Gresik Selatan, dan Utara. Gresik Selatan meliputi Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan. Kemudian, Gresik Utara mulai dari Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Berikut, sampah rumah tangga di kawasan Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Saban hari volume sampah yang dibuang ke TPA Ngipik berkisar antara 200 ton – 300 ton.

BANGAU: Tumpukan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik menjadi tempat burung Bangau untuk mencari makan pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya tumplek-blek dibuang di TPA Ngipik. 
Pemkab Gresik sudah berancang-ancang membuka sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) lainnya. Yakni, Gresik Selatan, Utara dan Pulau Bawean. Namun, hingga saat ini belum teralisasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik  Mokh Najikh mengatakan,  ada dua TPST yang akan dipersiapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. “TPST Ngipik dan Belahanrejo, Kecamatan Kedamean,”kata Najikh dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang Selengkapnya