Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id– Dinas Pendidikan Gresik menetapkan masa libur sekolah selama lebaran Idul Fitri 1445 hijiriah mulai 5 Aprill sampai 17 April 2024. Sebelum liburan tiba, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar santunan anak yatim pada Jumat, 5 April 2024.
Sebanyak 52 anak yatim yang mendapatkan santunan dari siswa, guru dan alumni sekolah angkatan 1995 keatas serta sumbangan infaq dari Badan Amill Zakat Nasional (Baznas) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. 

“Senang bisa berbagi untuk adik adik ini kita lakukan setiap tahun nantinya, semoga bisa bermanfaat buat mereka,” kata Vera, alumni 1998 ini.  Santunan kepada anak yatim ini, sebagai agenda penutupan kegiatan selsma bulan suci Ramadan. 

Sebelumnya, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu, menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti berbagi takjil dan zakat dari anak OSIS, Pramuka Garuda, Suporter Spenda kepada abang becak, petugas kebersihan, masyarakat sekitar sekolah ; Pesantren Ramadan dengan tema “Love Ramadhan” selama 9 hari dimulai  27 Maret sampai 5 April 2024 dan ditutup Peringatan Nuzulul Quran dan santunan anak yatim dari alumni dan Baznas serta UPZ sekolah. Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa, guru dan para alumni. “P

anitia, OSIS dan guru yang luar biasa semangat kegiatan Ramadan,” kata Mohammad Salim pada Sabtu, 6 April 2024. Ia juga tidak lupa mengingatkan kepada para siswa selama dua pekan libur untuk melakukan kegiatan yang positif. “Saya mengingatkan anak-anak untuk berlebaran dengan bahagia, aman dan tetap menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” pesan Salim. (yad)

Kolaborasi Siswa, Guru sampai Alumni Spenda Santuni Anak Yatim Selengkapnya

SMANSI Gresik Gelar Semarak Si Pena Gandeng Perpusnas

GRESIK,1minute.id – SMA Negeri 1 Sidayu (Smansi) Gresik menggelar Semarak Si Pena pada Jumat, 5 April 2024. Pembukaan gerakan Semangat Menulis Sekolah Penggerak dalam puiSI, cerPen, Essay, Novel dan Artikel di Aula sekolah yang dipimpin Syafaul Anam itu dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik Kiswanto.

Ratusan siswa kelas X terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan budaya literasi kali pertama tersebut. Sebelum memulai gerakan literasi, dilakukan Deklarasi Kesepakatan dan Pembekalan Semarak Si Pena antara guru dan siswa. Sekolah menghadirkan beberapa pemateri untuk memberikan pembekalan penulisan dan bimbingan kepada siswa kelas X yang berjumlah 11 rombongan belajar (rombel) atau kelas itu. 

Untuk pemateri penulisan esai diberikan oleh Chusnul Cahyadi, wartawan media online, 1minute.id, kemudian penulisan artikel diisi oleh Galih Wicaksono, wartawan Jawa Pos. Sedangkan, beberapa pemateri lainnya untuk penulisan cerpen, puisi serta novel. 

SEMARAK SI PENA : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto memberikan sambutan Gerakan Semarak Si Pena SMA Negeri 1 Sidayu Gresik didampingi Kepala Smansi Gresik Syafaul Anam (kanan) pada Jumat, 5 April 2024 ( Foto : Smansi untuk 1minute.id)

“Kami kembangkan budaya literasi karena SDM disini sudah siap. Bahkan, banyak guru yang sudah menulis buku,” kata Syafaul Anam di temui di sekolah pada Jumat, 5 April 2024. 

Program literasi penulisan buku yang digagas oleh Smansi  Gresik ini cukup komplit. Di sejumlah sekolah gerakan dalam penulisan buku antologi menulis puisi, sajak, artikel dan esai. “Di Smansi ada satu jenis penulisan yakni novel,” kata mantan Kepala SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik ini.  

Syafaul Anam yang baru sebulan di Smansi Gresik ini mengatakan, Semarak Si Pena akan diupayakan bisa masuk dalam perpustakaan nasional (Perpusnas). Dalam perilisan hasil tulisan dari Semarak Si Pena pihaknya akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Tidak semua buku bisa menjadi koleksi bacaan di perpustakaan nasional itu. 

“Insya Allah di Gresik ini baru pertama yang kerja sama dengan Perpusnas,” ungkap Syafa-sapaan akrab-Syafaul Anam itu. Ia berharap semua siswa kelas X bisa.secara sungguh-sungguh belajar menulis. “Kalau karya bisa tercetak dalam buku akan legasi bagi siswa dan sekolah,” ujarnya. 

Sehingga dirinya berharap buku karya pelajar dari Gresik tersebut bisa beredar di kancah nasional. Syafaul Anam melanjutkan bahwa gerakan tersebut merupakan salah satu tanggung jawab sebagai sekolah penggerak. “Merilis buku ini termasuk program utama pada sekolah penggerak,” bebernya. SMAN 1 Sidayu sendiri sudah menjadi sekolah penggerak sejak 2021.

Tidak hanya menyasar para pelajar, Syafa juga mendorong para dewan guru untuk turut menyumbangkan pemikiran mereka ke dalam buku antologi. “Tidak harus melulu sastra puisi, cerpen, tapi guru-guru juga bisa menelurkan konsep inovasi pada buku,” paparnya.

SI PENA : Kepala SMA Negeri 1 Sidayu Syafaul Anam (tengah) bersama guru dan siswa kelas X dalam gerakan Semarak Si Pena di aula sekolah (Foto : Smansi Gresik untuk 1minute.id)

Sebelumnya Smansigres, telah berhasil merilis 4 buku hasil karya dari para pelajar. Buku-buku bergenre novel remaja tersebut berjudul The Exterminator, Jalan Hidup, Satria Bajigur, dan Devra. Karya terakhir merupakan hasil tulisan dari Annabah Najla Rofifah. 

Najla mengungkapkan bahwa bukunya sedikit banyak berangkat dari kisah asrama. Mengenai dua orang remaja yang saling menaruh rasa namun harus berpisah pada akhirna. “Saya ingin menyampaikan bahwa cinta itu tidak harus memiliki,” tutur Najla.

Penulis buku lain, Evlyna Ega Daniswar menuangkan ceritanya ke dalam buku yang berjudul The Exterminator. Bukunya berkisah tentang perlawanan seorang petarung melawan kekuatan jahat yang tak kasat mata. “Kekuatan jahat representasi dari hal buruk di dunia perlu dilawan untuk jadi lebih baik,” sambungnya.

Dalam perilisan gerakan literasi tersebut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto. Dirinya menyampaikan bahwa menulis adalah salah satu kemampuan yang tidak akan lekang oleh zaman. “Karena kemampuan menulislah yang mengantarkan saya bisa kuliah S-2,” tuturnya. (yad)

SMANSI Gresik Gelar Semarak Si Pena Gandeng Perpusnas Selengkapnya

Menyongsong 5 Abad, Sanggring Kolak Ayam Gumeno Makin Semarak

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menghadiri semarak menyongsong 5 Abad Sanggring Kolak Ayam. Tradisi ini disajikan saat buka puasa tiap malam 23 ramadan di masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno Kecamatan Manyar.

“Tradisi sanggring di Desa Gumeno bahkan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) RI. Yang kini sudah menginjak 499 tahun dan masih dilestarikan hingga saat ini,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah saat menghadiri Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Kolak Ayam pada Selasa, 2 April 2024.

Wabup menuturkan tentang sejarah kolak ayam bermula saat Sunan Dalem, putra kedua Sunan Giri ketika membangun masjid untuk menyebarkan agama Islam, mengalami sakit. Tidak diketahui jenis penyakitnya, dan tak ada satu pun jenis obat yang mampu menyembuhkan Sunan Dalem dari sakitnya.

“Sanggring berasal dari kata, Sang dan Gring. Sang yang artinya raja/penggedhe dan Gring yang berarti gering atau sakit. Jadi, Sanggring mempunyai arti kurang lebih, raja yang sedang sakit,” tutur wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Hingga suatu hari, di malam dua puluh tiga ramadan, Sunan Dalem memutuskan untuk salat istikharah dan akhirnya Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT. Sunan Dalem lantas meminta para santrinya untuk menyiapkan ayam jago kampung ke masjid untuk di potong dan di masak menjadi kolak ayam.

“Ajaibnya setelah menyantap hidangan kolak ayam yang bahannya dicampur dengan rempah rempah tersebut. Akhirnya Sunan Dalem berangsur sembuh dari penyakitnya,” ungkapnya.

Dikatakan, selain menjadi warisan budaya takbenda asal Kabupaten Gresik, kuliner ini juga dipercaya sebagai obat dari segala penyakit. Sehingga sampai hari ini masyarakat masih melestarikannya, dengan harapan semoga siapa saja yang memakan Sanggring akan mendapat kesembuhan dari penyakit yang di derita.

“Ini sebuah tradisi yang baik, mengingatkan bagaimana perjuangan Sunan Dalem dalam mensyiarkan agama Islam. Ini kita teruskan, mudah-mudahan membangkitkan motivasi kita agar tidak menyerah dalam kondisi apapun,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Gumeno Ahmad Fathoni mengatakan, untuk melestarikan tradisi ini, warga Desa Gumeno selalu melibatkan generasi muda dalam setiap kegiatan. Anak-anak yang ada di desa diberikan wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri. “Untuk pelaksanaan tahun ini, menghabiskan 254 ekor ayam. Kemudian ada sekitar 3200 porsi (kolak ayam) yang kami sediakan untuk takjil berbuka puasa,” katanya. (yad)

Menyongsong 5 Abad, Sanggring Kolak Ayam Gumeno Makin Semarak Selengkapnya

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau malam likuran. Malam selikur ( malam 21 Ramadan), lorekur (22 Ramadan), telulikur (23 Ramadan)  sampai sangolikur (29 Ramadan). Di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di malam likuran Ramadan banyak event budaya yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat Gresik dan se-Jawa Timur. Bahkan, di Indonesia.

Penasaran apa saja event malam likuran Ramadan itu? Kita mulai dari malam 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar; malam 25 Ramadan, tradisi ngalap berkah ke makam Waliyullah, Sunan Giri di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas dan malam 27 Ramadan adalah Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng Kawak di sepanjang Jalan H. Samanhudi sampai Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Gresik. Seperti apa tradisi itu ?

KOLAK AYAM : Daging ayam yang telah siap untuk disantap berbuka puasa bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dalam tradisi Sanggring Kolak Ayam digelar setiap 23 Ramadan ( Foto Dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. SANGGRING KOLAK AYAM 

Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segera Penyakit

BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Selasa besok, 2 April 2024. Tahun ini, panitia tradisi turun temurun itu memasuki ke-499 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1445 hijriah itu memotong lebih dari 250 ekor ayam. 

Ratusan ekor ayam kampung pilihan yang di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa. “Sanggring Kolak Ayam tahun ini akan lebih meriah karena menyongsong 5 abad,” ujar Ketua Panitia Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno, Didik Wahyudi melalui pesat Whatsapp pada Senin, 1 April 2024 malam.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan, antara lain, Festival Banjari Semarak Sanggring ke-499 tahun. Dan, Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno “Bersama Kita Lestarikan” Sanggring Kolak Ayam ke-499 tahun. Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, pada 2019 tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia ini. 

Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat. Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.

EMBER WADAH KUAH : Daging ayam dimasukkan dalam wadah ember kemudian ditambahu kuah yang juru masak semuannya lelaki pada tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (yad/bersambung)

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik  Selengkapnya

Ratusan Mualaf Se-Kabupaten Gresik Ngaji dan Buka Puasa Bareng

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 120 mualaf se-Kabupaten Gresik binaan Lembaga Muallaf Center (eLCM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Ngaji Bareng dan Buka Puasa Bersama pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Kegiatan kerohanian memgusung tema “Bahagia Bersama Islam dari Mualaf Menuju Islam Kaffah” dihadiri sejumlah organisasi amil zakat dan organisasi kemasyarakatan diantaranya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah ini dipusatkan di Aula Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Ketua eLMC DMI Gresik Atta Syifa Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut untuk mendekatkan dan mengenalkan Islam Kaffah kepada para mualaf yang baru masuk Islam. “Mari sama-sama belajar menuju Islam Kaffah dan nantinya akan ada pembinaan dan bantuan agar kita bisa lebih khusus dalam beribadah di jalan Allah,” kata Gus Atta. 

Sementara itu, Ketua DMI Gresik Zainal Abidin mengatakan, undangan mualaf sebenarnya berjumlah 120. Tapi, yang hadir sebanyak 85 orang karena ada keperluan lainnya. “Tapi, Alhamdulillah bisa hadir silaturahmi dan ngaji bersama eLMC DMI, nanti akan ada pembinaan di setiap desa serta kecamatan kepada mualaf sehingga bisa belajar dan saling membantu sesama,” kata Zainal. 

Di tempat sama, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Gresik Devan Gunawan mengaku senang bisa berkumpul bersama dengan para mualaf.  “Saya yang  mualaf merasa bahagia dan terharu bisa bersama buka puasa bersama,” katanya. (yad)

Ratusan Mualaf Se-Kabupaten Gresik Ngaji dan Buka Puasa Bareng Selengkapnya

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.

Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya. 

Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.

Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.

Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar. 

DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati  menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya. 

Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik  Selengkapnya

Keselamatan Nomor 1, DPRD Gresik Usulkan Pembentukan Perda Khusus Kendaraan Listrik

GRESIK,1minute.id – Abdullah Hamdi risau. Pesatnya pengguna kendaraan bertenaga listrik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini semakin mengkhawatirkan. Sebab, kendaraan listrik itu dikendarai anak di bawah umur sehingga membahayakan keselamatan.

Wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu mengusulkan pembentukan peraturan daerah (perda) khusus kendaraan bertenaga listrik. Ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan di jalan raya.  Abdullah Hamdi mengatakan akhir-akhir ini memang pengguna kendaraan listrik meningkat. Minimnya sosialisasi, membuat pola berkendara menjadi tidak tertib. “Padahal, aturan terkait penggunaan kendaraan bertenaga listrik sudah ada. Tapi banyak yang belum tahu,” ujar anggota Komisi III DPRD Gresik itu.

Misalnya, hingga saat ini masih banyak pengendara sepeda listrik yang tidak memakai helm. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 45/2020, ada kewajiban memakai helm. “Kemudian terkait kecepatan, dalam aturan tersebut juga dibatasi. Yakni 25 kilometer per jam. Tapi nyatanya di jalan kecepatan sangat tinggi,” terang Abdullah Hamdi.

Dikatakan, dalam Permenhub juga ada ketentuan umur pengguna sepeda listrik. Yakni minimal 12 tahun. Sedangkan 12 tahun sampai 15 tahun harus didampingi orang dewasa. “Tapi di jalan banyak anak-anak kecil yang pakai sepeda listrik. Ini kan sangat berbahaya,” katanya. 

Dengan kondisi ini, pihaknya akan mengusulkan pembentukan perda khusus terkait kendaraan listrik. Sehingga sosialisasi bisa lebih masif. Selain itu juga perlu ada fasilitasi dari pemerintah terkait pengendara sepeda listrik. Misalnya jalur khusus di jalan raya,” kata anggota komisi yang membidangi pembangunan ini.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.

“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.

“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.

Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.

Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.

Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)

Keselamatan Nomor 1, DPRD Gresik Usulkan Pembentukan Perda Khusus Kendaraan Listrik Selengkapnya

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.

“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.

“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.

DEKLARASI : Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto (tengah) didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (kanan) dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.

Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.

Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah  Selengkapnya

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (3)

GRESIK,1minute.id – Gapura Makam Sayyid Abdurrahman sudah hilang. Hilang “tertelan” tanah longsor pada Maret 2020 lalu. Gapura yang menjadi tetenger menuju makam paman Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Putri Cempo hanya tinggal kenangan. 

Beruntung Saya sempat ngelutus ke tempat yang kerap menjadi jujugan warga untuk “berwisata” hati itu. Begini bentuk gapura yang sebelum hilang karena tanah longsor yang sempat diabadikan oleh wartawan 1minute.id

Kondisi makam Sayyid Abdurrahman juga  memprihatinkan. Imbas tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo itu, makam paman Sunan Giri di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mulai retak-retak.

Sejumlah orang mengkhawatirkan situs sejarah itu rusak. Menurut Akhmad Saifudin, juru kunci makam Syekh Sayyid Abdurrahman, sejak 2020  tanah makam terus longsor. Bahkan pada musim hujan pada 2022 terjadi penurunan tanah 10 sentimeter setiap hari.

TANGGA RUSAK : Selain gapura makam Sayyid Abdurrahman, paman Sunan Giri yang hilang karena longsor pada Maret 2020 lalu. Juga tangga menuju makam rusak karena tanah longsor. Foto atas Gapura diambil pada 13 Juli 2019 atau setahun sebelum longsor dan tangga makam diambil pada 5 September 2019. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk menyelamatkan situs religi Syaifuddin kemudian menyusun batu bata masuk menuju makam itu. Upaya Syaifuddin untuk sementara waktu bisa menyelamatkan pesarean Sayyid Abdurrahman itu. Letak makam Syekh Sayyid Abdurrahman dekat dengan makam Putri Cempo. Makam itu kali terakhir direnovasi pada 1991. Renovasi dilakukan karena ada bagian makam yang tertimpa tower telekomunikasi.

“Ada yang menyebut Sayyid Abdurrahman ini sebagai paman Sunan Giri. Beliau ini keturunan Sunan Ampel,” jelas Saifudin. Bukit Putri Cempo kini banyak mengalami perubahan. Area yang dulu sakral itu, kini menjadi pusat kongko para milenial menikmati  suasana malam Kota Industri dengan cerobong-cerobong pabrik yang terus mengeluarkan asap itu. (yad/bersambung)

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang Selengkapnya