Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan tahun baru Imlek 2573 Kongzili dirayakan secara sederhana oleh warga Tionghoa di Gresik. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat perayaan pergantian tahun tanpa ada pertunjukan seni Barongsai dan kembang api. 
Selama dua tahun ini umat Konghucu  merayakan Imlek hanya melakukan sembayang dan doa bersama di Kelenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik. 

Puluhan umat Tri Dharma mulai berdatangan sejak pukul 22.00. Mereka berasal dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sekitar Jawa Timur lainnya. Sembayang dan doa bersama  dilakukan mulai pukul 12.00 malam. Selama 45 menit sembayang yang dipimpin oleh Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong Edi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong) itu berlangsung secara khidmat. 

“Ada tiga dari 9 altar yang menjadi tempat sembayang,”kata Edi Prasetyo Tedjo usai sembayang. Tiga altar yang wajib disembayangi dalam perayaan Imlek ini adalah Altar Thian Kong ,(Tuhan Yang Maha Kuasa) Altar Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Laut dan Dewa Bumi.

Selain itu, dia juga mendoakan kepada umat Tionghoa yang telah memberikan donasi untuk TITD Kim Hin Kiong. Sumbangan diantaranya lampu lampion. Jumlah lampion berjumlah ratusan. Sehingga Klenteng berlokasi di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu terasa semarak.

“Tadi satu per satu nama penyumbang kami laporkan dan di doakan. Bagi yang belum menyumbang juga di doakan yang sama,”katanya.  Umat yang mengajukan untuk menyumbang lampion ini cukup banyak sehingga pengurus Klenteng yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi atau 869 tahun ini terpaksa menolaknya.

“Klenteng sudah penuh lampion,”ujarnya. Dia menyebutkan lampion memiliki filosofi tentang menerangi diri sendiri , hidup sejahtera dan rukun damai.
Edy Prasetyo Tedjo menegaskan dalam sembayang umat berdoa pada tahun ke depan hidup semakin rukun dan damai. Dengan rukun dan damai bisa lebih sejahtera. “Kami juga berdoa pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Gresik dan NKRI,”tegasnya. Usai sembayang umat Tionghoa bersilaturahmi dan saling.  

SILATURAHMI: Anggota Formagam bersilaturahmi dengan pengurus Klenteng Kim Hin Kiong pada Senin malam, 31 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya sembayang bersama, anggotaForum Masyarakat Cinta Keberagaman  (Formagam) melakukan silaturahmi ke pengurus Klenteng. Formagam terdiri dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan. Antara lain, Ansor,  Banser dan Gusdurian.

Gusdurian merupakan kelompok yang beranggotakan individu, komunitas, atau lembaga yang sama-sama memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. Fokus gerakan ini ialah pada isu-isu tertentu. Di antaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan tradisi.

Mereka datang bersama Ketua Formagam Djoko Pratomo ditemui ketua TITD Kim Hin Kiong Edy Prasetyo Tedjo. Pertemuan terasa gayeng. Seperti kerukunan antarumat beragama yang sudah lama terjalin rukun dan damai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik Selengkapnya

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa

GRESIK,1minute.id – Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong mulai melakukan bersih-bersih tempat ibadat untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili akan diperingati 1 Februari 2022. 

Selain membersihkan tempat ibadat, mereka juga menyucikan rupang para dewa mereka. Diantaranya, YM Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Samudra, Dewa Kwan Im atau Dewi Welas Asih dan lainnya. Ada sepuluhan orang yang bersih-bersih di kelenteng berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Mereka membersihkan 8 altar plus satu altar utama tempat Yang Mulia (YM) Makco Thian Sang Sing Boo.

SUCIKAN RUPANG DEWA : Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong), sembayang tahun baru Imlek 2573 Kongzili akan dilakukan secara bergelombang. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Umat yang melakukan sembayang berasal dari berbagai kota/Kabupaten di Indonesia. “Kami  akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan 5M,”ujarnya. Sembayang Imlek akan dilakukan pada Senin malam, 31 Januari 2022.

Ratusan umat Tionghoa itu melakukan sembayang ke Kelenteng yang berusia 869 tahun itu untuk melakukan doa bersama. Mereka akan berdoa untuk perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita berdoa semoga diberikan hidup sehat, rukun damai dan pandemi Covid-19 segera berakhir di NKRI,”tegas Budi Prasetyo Tedjo pada Kamis, 27 Januari 2022.

RUPANG DEWA UANG: Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bersih-bersih Kelenteng dilakukan mulai pagi hari, pukul 08.00. Ada ratusan rupang para dewa. Tidak semua umat Tionghoa bisa ikut membersihkan rupang para dewa itu. Mereka ada orang-orang pilihan yang dianggap memiliki jiwa bersih dan mendapatkan restu dari para dewa. Untuk membersihkan tempat ibadat dan menyucikan rupang para dewa butuh waktu 1 hari sampai 2 hari. (yad)

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa Selengkapnya

G-JOS Jadi Venue 64 Besar Liga 3 Nasional, GU Janji Semakin Giras

TROPY LIGA 3,: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur Ahmad Riyadh dalam pembukaan kompetisi Liga 3 di G-JOS pada 3 November 2021 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) menjadi salah satu dari 8 venue babak 64 Besar Liga 3 Nasional. Terpilih stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik membuat asa tim Gresik United (GU) semakin optimistis bisa naik kasta, Liga 2. Sebab, G-JOS adalah home base GU, tim kesebelasan kebanggaan arek-arek Gresik ini. 

Manajer Gresik United Toriqi Fajerin mengatakan manajemen sangat total untuk mewujudkan tim naik ke Liga 2. Keseriusan itu salah satunya ditunjukkan melalui keinginan jadi tuan rumah Liga 3 Babak 64 Besar. ”Kami berharap masyarakat Gresik dan Ultras Gresik juga memberi dukungan total kepada kami. Doa serta terus berkontribusi untuk membeli merchandise Gresik United,”paparnya.

Pria yang akrab disapa Kaji Ricky itu menambahkan seluruh kesiapan untuk jadi tuan rumah sudah dilaksanakan. Gresik United berjanji bakal menjadi tuan rumah yang baik. ”Kami akan menyambut tim-tim peserta dengan baik. Kami akan buktikan bahwa Kota Gresik bisa jadi tuan rumah yang baik di Liga 3,” tegasnya.

Tak lupa, dia juga menyampaikan harapan besar kepada pelatih dan pemain. Terpilihnya Gresik United jadi tuan rumah diharap bisa memotivasi tim untuk tampil bagus dan bisa lolos ke babak selanjutnya. ”Kami berharap bisa bermain Giras dan membuat bangga masyarakat Gresik,”ucapnya.

Karteker Pelatih Gresik United Khusairi menuturkan senang dengan terpilihnya Gelora Joko Samudro sebagai tuan rumah Babak 64 Besar Liga 3 Nasional. Dia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa lolos ke Babak 16 Besar Liga 3 Nasional. ”Anak-anak pasti senang bisa bermain di rumah sendiri. Kami juga berharap doa dan dukungan dari Ultras dan masyarakat Gresik,” harapnya. 

8 Tuan Rumah 64 Besar Liga 3 Nasional 

(1) Persikota Kota Tangerang (2) Persikab Kab. Bandung (3) PSGC Ciamis (4) Persipa Pati (5) Gresik United (6) Deltras Sidoarjo (7) Persedikab Kab. Kediri dan (8) Sumbersari FC Malang. (yad)

G-JOS Jadi Venue 64 Besar Liga 3 Nasional, GU Janji Semakin Giras Selengkapnya

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wangiharum bunga itu begitu semerbak. Mirip wangi bunga Melati. Puluhan ekor semut terlihat mengerubuti kelopak bunga yang mulai mekar malam hari itu. Bunga itu adalah Wijaya Kusuma (Epiphyllum  oxypetalum). Malam semakin larut kelopak bunga yang berwarna putih, kuning semakin mekar. Oh…begitu cantik bentuknya saat mekar.

Bunga Wijaya Kusuma adalah bunga yang klasik dan ciamik cantik. Struktur daun Wijaya Kusuma juga tak kalah menarik untuk diamati. Daunnya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan berbentuk zig-zag. Kelopak bunganya yang besar akan mekar dengan anggun di tengah kegelapan malam. Hanya mekar di malam hari.

MEKAR DI MALAM HARI: Bunga Wijaya Kusuma yang berjuluk Queen of the Night ketika mekar di malam hari. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah itu, bunga layu dan merunduk. Kemudian rontok. 
Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  kelopak bunga Wijayakusuma mulai merekah hingga mekar sempurna hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam. Beberapa kali melakukan pengamatan secara langsung bunga berjuluk “Queen of the Night” ini mekar.

Saat pagi hari atau cahaya matahari bersinar, kelopak bunga sudah menutup. Kelopak bunga ketika mekar berdiri tegak kemudian merunduk. Karena itulah bunga Wijaya Kusuma mendapatkan julukan ‘Queen of the Night’.

Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Cara merawat bunga Wijaya Kusuma sendiri terbilang mudah. Sebab, Wijaya Kusuma dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan. Yang pasti, Anda harus menaruhnya di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Meski tergolong dalam keluarga Kaktus, namun Wijaya Kusuma lebih cocok disebut sebagai tanaman tropis. Ia tak bisa tumbuh di suhu udara lebih dari 38 derajat celcius. Suhu udara optimal untuk tanaman ini berada di antara 10-32 derajat Celcius. 

Mitos yang Mengelilingi Bunga Wijaya Kusuma 

HARUM : Kelopak bunga Wijaya Kusuma ini sangat harum ketika mekar di malam hari (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan dalam mitologi Jawa, Wijaya Kusuma dianggap sebagai tanaman sakti. Wijaya Kusuma menjadi syarat bagi seorang raja yang akan naik takhta, yang dipercaya di kalangan keraton di Jogjakarta dan Surakarta (Solo). Selain itu, bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka Raja Dwarawati, Prabu Kresna, yang merupakan titisan Batara Wisnu, sang pelestari alam.

Berikut mitos-mitos bunga Wijaya Kusuma mengutip berbagai sumber.

MEKAR : Bunga Wijaya Kusuma ketika awal mekar berdiri tegak pada malam hari. Keesokan harinya bunga merunduk (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. Bunga penting di kalangan kerajaan

Konon, di zaman dahulu kala, bunga ini menjadi favorit petinggi-petinggi kerajaan. Selain karena kelopaknya yang anggun, bunga ini juga dianggap langka, karena hanya dimiliki kalangan kerajaan dan orang-orang mampu. Dikisahkan, para pengawal bahkan harus bepergian jauh untuk memetik bunga Wijaya kKusuma. Konon, istana yang memiliki bunga Wijaya Kusuma akan menjadi kerajaan yang makmur.

2. Membawa Keberuntungan

Salah satu mitos yang paling lekat dengan bunga klasik ini adalah sifatnya yang membawa hoki. Konon, barang siapa yang melihat bunga ini mekar di malam hari, akan mendapatkan keberuntungan. Kabar burung ini muncul dari nama bunga itu sendiri. Dalam bahasa Jawa, ‘wijaya‘ bermakna ‘kemenangan’, sementara ‘kusuma‘ berarti ‘tegak’.

3. Berasal dari Indonesia

Karena namanya, tanaman satu ini sering kali dianggap sebagai tanaman asli Indonesia. Padahal, kenyataannya tanaman ini berasal dari Meksiko. Bunga ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di masa Kerajaan Majapahit.

MERUNDUK : Hanya satu malam mekar. Keesokan harinya bunga Wijaya Kusuma kemudian merunduk, layu dan beberapa hari kemudian rontok. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, bunga Wijaya Kusuma merupakan bunga yang cantik dan layak dikoleksi pecinta tanaman hias. Bentuknya yang klasik membuat taman rumah jadi lebih elegan di malam hari. (yad)

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik Selengkapnya

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari

GRESIK,1minute.id – Mesin pengolah sampah di TPA Ngipik itu masih berdiri kokoh. Meski, sebagai cat besi ada yang mulai memudar dan berkarat. Wartawan 1minute.id mencoba melihat dari dekat pengolah sampah itu. Namun, sampai pukul 14.30 tidak terdengar mesin pengolah sampah itu menderu. Corong terbuat mirip terpal yang biasa digunakan “memuntahkah” hasil pengolahan diikat ke atas. Seharusnya corong itu ujungnya ke bawah.

Tidak ada satu pun orang di sekitar mesin pengolah sampah itu. Hanya ada dua truk yang parkir di sekitar mesin pengolah sampah milik Semen Indonesia Foundation itu. Lahan TPA Ngipik dengan luas sekitar 9 hektare itu aset perusahaan plat merah, penghasil semen. Mesin pengolah sampah itu didatangkan dari Jerman. 

BUKIT SAMPAH : Begini kondisi sampah di TPA Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konon kemampuannya bisa mengolah sampah menjadi tanah uruk, komposer, dan plastik (bahan bakar). Kalau mesin pengolah sampah tersebut berjalan maksimal, semua sampah di TPA Ngipik dapat dimanfaatkan. Bukit sampah yang menggunung di TPA Ngipik semakin berkurang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu mencapai antara 200 ton sampai 300 ton per hari.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya akan berencana membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota dan Gresik Selatan. “Bila dua pabrik pengolahan sampah bisa beroperasi maksimal masing-masing bisa mengolah 100 ton sampah per harinya,”kata Najikh dikonfirmasi melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari Selengkapnya

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah

GRESIK,1minute.id – Bukit sampah yang menjulang keangkasa di TPA Ngipik menjadi berkah bagi para pemulung. Jumlah puluhan. Mereka sebagai besar berasal dari luar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sulasmi, antara lain. “Super” women berusia 60 tahun itu berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Nenek 3 cucu mengais rezeki di TPA Ngipik sejak 1983. 

SUPER WOMEN : Pemulung perempuan sedang mengais rezeki di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu 22 Januari 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semula Sulasmi bersama suami memilah, memilih dan memungut sampah di TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu. Sulasmi memilih sampah plastik, botol air mineral maupun kardus. Sampah itu lalu dikumpulkan digubuknya di Ngipik. Ia kini sendirian bekerja. “Sudah 2 tahun suami meninggal,”kata Sulasmi suara lirih sambil mengais sampah plastik di TPA Ngipik pada Sabtu, 22 Januari 2022.

BUKIT SAMPAH: Seorang pemulung perempuan berjibaku memilah, memilih, memungut sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sulasmi melanjutkan, suami sakit di Gresik. Karena kondisi kesehatan semakin parah, Sulasmi kemudian membawa suaminya pulang ke kampung halaman di Pacitan, Jawa Timur. “Suami meninggal disana (Pacitan,Red),” katanya dengan nada lirih. 

BISKUIT: Seorang pemulung perempuan di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik mewadahi biskuit di karung setelah kalengnya mereka ambil untuk dijual pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Hampir separuh umur Sulasmi dihabiskan untuk mengais rezeki di TPA Ngipik. Sulasmi mengaku menjadi pemulung di TPA Ngipik sejak 1983. Kini, sudah 39 tahun, perempuan tangguh itu berjibaku dengan tumpukan sampah. “Nyuwun pandongane mugi-mugi pinaringan sehat terus ngih,”katanya. Berapa penghasilan Sulasmi setiap harinya? Nenek 60 tahun hanya tersenyum. “Alhamdulillah, cekap (cukup,Red),”dalihnya. (yad)

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah Selengkapnya

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang

GRESIK,1minute.id – Sampah kota bakal menjadi problem krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menampung mayoritas sampah rumah tangga warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa. 

ANTRE: Truk pengangkut sampah menunggu antrean membuang sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Antrean panjang truk pengangkut sampah menjadi pemandangan saban hari. Sejak musim hujan. Para sopir harus sabar antre menunggu giliran membuang sampah di TPA Ngipik itu pada Sabtu, 22 Januari 2022. “Kalau sampeyan kesini hari efektif (Senin sampai Jumat) antrean sampai luar pagar (gerbang) TPA,”cerita Imam Solikin, salah satu sopir pengangkut sampah ditemui 1minute.id pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Pada Sabtu dan Minggu antrean berkurang. Solikin mengaku sudah 30 menit menunggu giliran membuang sampah. Sampah yang diangkut Solikin diambil dari Kecamatan Cerme, Gresik itu. “Sehari Saya empat sampai lima kali rit,”katanya. 

BECEK : Air hujan bercampur air lindi sampah membuat TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik becek pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id antrean panjang truk sampah itu terjadi mulai terlihat begitu masuk gerbang TPA hingga tempat pembuangan. Sebanyak 8 truk yang antre setelah jembatan timbangan. Antrean lebih panjang sebelum jembatan timbang. Antrean terjadi karena jalan di TPA Ngipik becek karena musim hujan. 

Antrean semakin parah karena alat berat yang beroperasi hanya masing-masing satu unit backhoe dan bulldozer. Menurut sejumlah orang yang ada di TPA itu, biasanya ada tiga unit backhoe yang beroperasi untuk meratakan sampah. Namun, sejak sepekan terakhir dua dari tiga backhoe rusak. “Satu backhoe yang beroperasi,”kata salah satu pemulung di TPA Ngipik. 

ALAT BERAT: Operator Backhoe sedang meratakan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

TPA Ngipik, satu-satunya lahan pembuangan akhir yang dimiliki Pemkab Gresik. Di TPA itu tempat menampung semua sampah rumah tangga mulai dari Kota, Gresik Selatan, dan Utara. Gresik Selatan meliputi Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan. Kemudian, Gresik Utara mulai dari Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Berikut, sampah rumah tangga di kawasan Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Saban hari volume sampah yang dibuang ke TPA Ngipik berkisar antara 200 ton – 300 ton.

BANGAU: Tumpukan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik menjadi tempat burung Bangau untuk mencari makan pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya tumplek-blek dibuang di TPA Ngipik. 
Pemkab Gresik sudah berancang-ancang membuka sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) lainnya. Yakni, Gresik Selatan, Utara dan Pulau Bawean. Namun, hingga saat ini belum teralisasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik  Mokh Najikh mengatakan,  ada dua TPST yang akan dipersiapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. “TPST Ngipik dan Belahanrejo, Kecamatan Kedamean,”kata Najikh dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang Selengkapnya

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 digelar di SD Muhammadiyah Gresik pada Jumat, 21 Januari 2022. Acara bertajuk “Isi Bekal Kami” ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik berupaya untuk membudayakan pemenuhan gizi bagi anak didiknya dengan makanan-makanan yang terjamin kebersihannya.

Wabup Aminatun Habibah mengajak masyarakat insan pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi bagi anak sebagai langkah usaha bersama penanggulangan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, Saya mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah Gresik yang sudah menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional,”ujarnya. Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Tahun ini, Hari Gizi Nasional mengambil tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, Peringatan Hari Gizi ini  menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah Gresik sangat mendukung kesehatan bagi anak-anak yang salah satunya dengan memberikan makanan bergizi. “Dan ujungnya akan membentuk kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak secara maksimal sehingga menghindarkan anak-anak kita dari stunting,” ujar Bu Min.

Ia berpesan agar kebiasaan pemenuhan gizi lewat makanan yang bergizi bisa terus dilakukan selepas momen peringatan Hari Gizi Nasional baik itu di sekolah maupun di rumah.Di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung hingga saat ini, selain pemenuhan gizi lewat makanan yang sehat, juga dibutuhkan pemberian vaksinasi untuk menangkal virus penyebab Covid-19. 

Sesuai instruksi dari pemerintah pusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik mengenai pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. SD Muhammadiyah Gresik tidak mau ketinggalan. Disela peringatan Hari Gizi Nasional itu, Bu Min menyempatkan meninjau pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua di sekolah itu. Sebanyak 125 siswa mendapatkan suntik vaksin merek Sinovac itu. Gelaran vaksinasi dimulai pada Senin lalu, 17 Januari 2022 berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Alun-Alun Gresik itu. (yad)

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi Selengkapnya

APBN Gelontorkan Anggaran, APBD Suppport Revitalisasi Kawasan Heritage di Gresik Kota Lama

GRESIK,1minute.id – Hujan baru saja reda sekitar pukul 18.35 pada Selasa, 18 Januari 2022. Paving jalan Kampung Pecinan di kawasan Kelenteng Kin Hin Kiong itu masih terlihat basah. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kampung berlokasi di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu sudah menyala. 

Kampung terlihat semakin ciamik. PJU itu nyala kali pertama pascarevitalisasi kawasan heritage di Gresik Kota Lama kelar medio Desember 2021. Malam itu Ida Lailatussa’adiyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik terlihat di Kampung tersebut. Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu didampingi salah satu kepala bidang datang untuk menyalahkan setrum listrik PJU itu. 

“Kami malam ini menyalahkan listriknya,”ujarnya. Kabel PJU di kawasan Kelenteng tidak lagi semrawut karena kabel listrik ditanam. Kampung Pecinan pun semakin elok. Mata tidak lagi sepet ketika berada di kawasan yang terdapat tempat peribadatan penganut tiga agama, Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong itu. “Untuk sementara ini, listrik masih menggunakan token,”imbuhnya. 

Warga Tionghoa yang bakal merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini akan merasakan suasana berbeda. Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama tahun ini dilanjutkan oleh DPKP. Ada 6 dari 7 ruas lainnya yang akan dikerjakan dengan anggaran dari APBN sebesar Rp 38 miliar. Enam ruas itu adalah kawasan Jalan Basuki Rahmat, AKS Tubun,  Kramatlangon,  KH Zubair, Agus Salim dan Malik Ibrahim. Satu ruas telah kelar dikerjakan adalah Kampung Pecinan itu. 

CIAMIK : Kepala DPKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah di Kampung Pecinan Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik yang semakin ciamik usai revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama pada Selasa malam, 18 Januari 2022 (Foto: DPKP for 1minute.id)

Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama yang digagas oleh DPKP ini, salah satu program Nawa Karsa, Gresik Lestari. APDB Gresik 2022 akan mensupport kawasan permukiman pribumi seperti Kampung Kemasan ; Kampung Bedilan dan Kampung Pulopancikan. Kampung Kemasan terdapat bangunan rumah tinggal milik warga yang dibangun mulai 1898. Arsitektur bangunannya memadukan konsep Jawa, Kolonial dan Tionghoa. Kawasan ini selama ini menjadi jujugan wisatawan minat khusus. 

Wisatawan tidak hanya dari dalam negeri, tapi manca negara. Sebagai besar adalah mahasiswa jurusan arsitektur. Antara lain , puluhan peserta Community and Technological (CommTECH) Camp Highlight 2019. Peserta program singkat musim panas yang digelar ITS itu berasal dari Tiongkok, Taiwan, Thailand, Bangladesh, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Polandia, Hungaria, dan Rusia.

Para mahasiswa tersebut dibagi dalam dua kelas. Yakni, kelas A mengusung tema  Exploring Indonesian Art and Culture dan kelas B berjudul Smart Living itu melakukan kunjungan pada 15 Juli 2019. Di kawasan Basuki Rahmat terdapat bangunan kuno era Kolonial Belanda. Ada kantor Pos Pelabuhan, Bangunan atau monumen gardu sauling (Garling) yang lokasi di simpang tiga Jalan Raden Santri, HOS Cokroaminoto dan Basuki Rahmat di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Ada juga bekas Wedana yang kini menjadi Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Sedangkan di Pulopancikan terdapat Kampung Arab yang tertua di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kampung ini muncul dan berkembang seiring penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Maulana Malik Ibrahim. Kampung Pulopancikan masih dapat mempertahankan eksistensinya. Berbagai peninggalan masa lampau masih dapat dijumpai di kampung ini.

Ida Lailatussa’adiyah mengatakan, konsep revitalisasinya nanti tematik. Disesuaikan dengan sejarah masa lampau. Revitalisasi nanti berupa pembangunan saluran air terdapat pedistrian, penerangan jalan, pavingisasi dan lainnya. “Untuk konsepnya kita sesuaikan dengan kawasan tersebut,”ujarnya. (yad)

APBN Gelontorkan Anggaran, APBD Suppport Revitalisasi Kawasan Heritage di Gresik Kota Lama Selengkapnya

Jelang Imlek, Kampung Pecinan Semakin Ciamik

GRESIK,1minute.id – Kampung Pecinan semakin elok. Warga Tionghoa yang bakal merayakan Tahun Baru Imlek di TITD Kim Hin Kiong akan merasakan suasana berbeda. 

Kampung Pecinan berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu lebih ciamik. Lantai paving tiga warna sehingga menimbulkan kesan 3D. Yakni, hitam, merah dan abu-abu mirip lantai kawasan kasino di Makau, Tiongkok. Lampu penerangan jalan juga bernuansa Tionghoa. Sayangnya, dalam pengamatan wartawan 1minute.id,  kabel penerangan jalan umum (PJU) masih semrawut. “Bagus, tapi kabel belum di tata. Kalau malam lampu belum menyala,”kata Rokimah, pengguna jalan tersebut. 

Dalam maket revitalisasi di kawasan Gresik Kota Lama, kabel PJU itu tertanam bawah tanah. Revitalisasi dilakukan oleh Dinas Perumahan dan KawasanPermukiman  (DPKP) Gresik

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroaksi RI Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, dan Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2022. 

Imlek tanggal berapa? merujuk pada surat keputusan tersebut muncul hasil bahwa Tahun Baru  Imlek 2022 jatuh pada 1 Februari 2022 dan bertepatan dengan hari Selasa. (yad)

Jelang Imlek, Kampung Pecinan Semakin Ciamik Selengkapnya