Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK

GRESIK,1minute.id – Tingginya angka pengangguran membuat pemerintah mencari terobosan baru. Diantaranya, menginisiasi pertemuan dan kerjasama SMK se-Kabupaten Gresik dengan manajemen Wing Food di Aula SMK Islamic Qon, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 8 September 2021.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakab jumlah pengangguran terbuka di Gresik masih diatas rata-rata Jawa Timur. “Ini merupakan suatu pekerjaan kita bersama untuk bisa memperbaiki keadaan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam pertemuan yang dihadiri Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto ; Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMK swasta se-Gresik Gresik Abdul Hanan serta perwakilan dari Manajemen Wings Food Peter Sindaru itu.

Pertemuan antara pelaku usaha dengan lembaga pendidikan Kejuruan ini, lanjutnya, sebagai usaha Pemkab untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. “Apabila perusahaan membuka lapangan pekerjaan maka yang dihubungi pertama kali adalah sekolah-sekolah yang ada di Gresik sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan segera pulih,”harapnya.  

Ia mengapresiasi  manajemen Wing Food yang komitmen merekrut lulusan SMK di Gresik. “Beliau (Peter Sindaru) sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja yang ada di Mie Sedap dari teman – teman lulusan SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Bu Min. 

Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik sebanyak 60 SMK negeri dan swasta di Gresik. Termasuk 4 SMK di Pulau Bawean. Total sekitar 16 ribu siswa. Setiap tahunnya meluluskan 4 ribu siswa. Sebanyak 20 persen atau sekitar 800 siswa melanjutkan kuliah. Sisanya, 3.200 fresh graduate memilih bekerja. 

Menurut  Plt Kancab Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, besarnya angka kelulusan tersebut dimana hampir semuanya keinginannya adalah bekerja. “Bisa dibayangkan bagaimana efek jika fresh graduate ini tidak terserap,”ungkap Kiswanto. Karena itu, dengan menggandeng perusahaan seperti ini, ia berharap, ada sikronisasi link and match. “Sehingga perusahaan yang ada di Gresik ini bisa memberikan manfaat langsung untuk lulusan SMK di Gresik,”imbuhnya. (yad)

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK Selengkapnya

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.

Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean.
Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi. 

Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.

“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik. 

VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru. 

Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min. 

Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.

Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP Selengkapnya

Pemerintah Wacanakan Buka Tempat Wisata, KPI Dilengkapi Monumen Ratu Agro

GRESIK,1minute.id – Pemerintah mulai melakukan ujicoba pembukaan 20 tempat wisata di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-3 Jawa-Bali. Anak berusia dibawah 12 tahun tidak boleh masuk tempat wisata.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Mendagr0i Tito Karnavian pada 6 September 2021, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Anak (kurang) 12 tahun dilarang untuk memasuki tempat wisata yang dilakukan uji coba ini,”demikian bunyi Inmendagri yang dikutip 1minute.id pada Selasa, 7 September 2021. Selain itu, tempat wisata yang masuk dalam daftar uji coba wajib mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Pengunjung dan pegawai wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining. “Daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,”masih mengutip inmedagri.

Pemerintah juga mengizinkan fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya di wilayah PPKM level 2 Jawa-Bali buka dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Lalu tempat wisata yang boleh beroperasi belum disebutkan oleh pemerintah.  Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Abdul Halim ngebut menyelesaikan agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI). Kebun ini berada dalam Kompleks Wisata Selo Tirta Giri (Setigi). 

KPI ini rencanakan dilaunching 2-2-2022 ini dilengkapi dengan monumen diberi nama “Ratu Agro”. Menurut Abdul Halim,  “Ratu” merujuk pada dua hal, yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. “Namun, maksud Ratu Agro di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai,”kata Abdul Halim pada Selasa, 7 September 2021.

Sementara “Agro “memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang tengah dibangun Pemdes Sekapuk ini bisa lebih produktif dan bermanfaat dari sebelumnya. 

“Dengan mengucap Bismillah, semoga diberikan kelancaran semuanya, mohon doa restunya untuk Agrowisata Kebun Pak Inggih Sekapuk akan dibangun sebuah monumen Ratu Agro selesai sesuai perencanaan,”kata Halim. (yad)

Pemerintah Wacanakan Buka Tempat Wisata, KPI Dilengkapi Monumen Ratu Agro Selengkapnya

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Saat ini Gresik berada di zona oranye. Bagi mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat tidak boleh terhenti karena wabah SARS-CoV-2. Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Mereka dari jurusan yakni Akuntansi, Manajemen, PGSD, Pendidikan, dan Matematika.  Berikut, jurusan Psikologi, Teknik Informatika serta Teknik Industri. 
Puluhan mahasiswa ini tergabung dalam kelompok 18.  KKN dimulai 26 Juli 2021 dan berakhir hari ini, Jumat, 3 September 2021. Kondisi Pandemi membuat tugas pengabdian kepada masyarakat itu dilakukan secara daring. Mahasiswa dengan inovasinya membuat karya berjudul

“Dispenser Hand sanitizer” dari bahan PVC. Murah tapi bermanfaat untuk mencegah persebaran Covid-19 dan Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Gaya hidup di New normal.  Lalu bagaimana mereka menjelaskan cara membuat Dispenser Handsanitizer kepada masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 18 UMG Maulidah Nabilah menyatakan, kondisi pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak memungkinkan untuk sosialisasi secara offline. Bertahap muka dengan masyarakat. “Solusinya, sosialisasi melalui grup WhatsApp dan channel YouTube,”kata mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi UMG itu pada Jumat, 3 September 2021. 

Tahap awal, mahasiswa menetapkan peserta sasaran sosialisasi di salah satu kampung yang menjadi lokasi KKN. Setelah melakukan pendataan identitas dan nomor smartphone dimasukkan grup WhatsApp. “Sosialisasi kemudian dilakukan dalam grup WhatsApp itu,”kata Nabilah. 

Sedangkan untuk tutorial pembuatan Dispenser Handsanitizer, imbuhnya, bisa diakses melalui saluran YouTube.  Mengapa program kerja (Proker) memilih untuk menciptakan Dispenser Hand sanitizer. Dia menegaskan pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam hidup manusia masa kini. Manusia saat ini harus lebih memperhatikan mengenai kesehatannya dan juga kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Oleh sebab itu, untuk memudahkan kedua hal tersebut, kelompok 18 KKN UMG memberikan terobosan terbaru untuk membuat alat hand sanitizer yang mana lebih mudah dibuat dan lebih low budget tentunya,”terang Nabilah. Nabilah bersyukur proker pembuatan hand sanitizer Dispenser itu mendapatkan apresiasi dari warga Desa Suci.

“Warga sangat senang dengan adanya cetusan dari kelompok 18 KKN UMG ini atas program kerja hand sanitizer-nya, maupun program-program kerja lainnya.  Karena telah memberi banyak wawasan baru dan hal-hal yang bermanfaat bagi wilayah kami. Semoga silaturahmi antara kami dapat tetap terjaga dengan baik,”katanya. (yad)

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi Selengkapnya

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SDN 6 Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021. Inspeksi dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini menyempatkan berdialog dengan sejumlah siswa terkait proses belajar mengajar offline. 

Diantaranya, Reency Keiko B. Siswa kelas 2 di sekolah berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. 
Reency, kali pertama bertemu dengan guru dan teman-teman di kelas setelah naik kelas dua. “Senang sekali bisa bertemu guru dan teman-teman,”kata Reency menjawab pertanyaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di ruang kelas.

Seragam merah putih yang dipakai bocah bercita-cita menjadi dokter itu terlihat masih baru. Maklum, selama setahun jarang dipakai karena belajar dalam jaringan (daring) di rumah. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta para siswa untuk ikut berdoa agar Pagebluk coronavirus disease 2019 cepat berakhir sehingga aktivitas kembali normal.

CUCI TANGAN: Siswa UPT SDN 6 Gresik mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas di hari pertama PTM di Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021 ( Foto: Chusnul cahyadi/ 1minute.id)

“Semoga Covid-19 cepat berlalu,”kata Gus Yani diamini siswa dan para guru di sekolah yang sebelumnya bernama SDN Sidokumpul 2 Gresik itu. Gus Yani didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan sejumlah anak duanya. Gus Yani menyatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi PTM. Aglomerasi Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo) masuk level 3. Zona oranye.

“Kita evaluasi terus ujicoba PTM ini agar semua dengan prokes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 
Gus Yani meminta kepada sekolah untuk terus melakukan evaluasi kesehatan siswa dan guru.”Sehingga PTM berjalan dengan baik. Karena murid juga antusias ingin belajar di kelas,”katanya. 

Sementara itu, Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan, PTM tetap mengacu pada keputusan bersama empat menteri, PTM maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. “Mekanisme PTM kami serahkan satuan pendidikan masing-masing,”kata Hariyanto. 

Plt Kepala UPT SDN 6 Gresik Hamsiyah menyatakan PTM terbatas ini selama 3 jam, tanpa istirahat. Siswa masuk mulai pukul 07.00. “Dan, semua guru disini telah mendapatkan dua dosis vaksinasi,”katanya.

Dalam pengamatan 1minute.id, PTM perdana ini, sejumlah guru terlihat harus bolak-balik mengantar peserta didik menuju kelas mereka. Sebab, mereka belum pernah masuk sekolah. Sehingga setiap siswa yang masuk terlebih dahulu menanyakan kelas mereka. Setelah itu, mereka diantar ke kelasnya masing-masing. Sebelumnya, mereka wajib melakukan cuci tangan yang disediakan di gerbang masuk sekolah. (yad)

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir Selengkapnya

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan Gresik merencanakan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SD hingga SMP sederajat mulai Selasa besok, 31 Agustus 2021. PTM dilakukan seiring menurunnya tren persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Gresik masuk zona oranye. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dikonfirmasi menyatakan pembelajaran tatap muka dilakukan merujuk pada surat keputusan bersama empat Menteri. 

Yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri nomor 03/BK/2021, nomor 384 tahun 2021, nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan penyelenggaraan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19  serta berdasarkan instruksi Mendagri nomor 35 tahun 2021  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali.

“Berdasarkan keputusan itu, PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat di satuan pendidikan PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan Negeri atau swasta dilaksanakan mulai Rabu besok,”kata Hariyanto pada Senin, 30 Agustus 2021. 

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S). “Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021. 

Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.”Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto.

Sebelumnya, hari ini siswa jenjang SMA sederajat mulai PTM. Peserta didik yang mengikuti PTM hanya 50 persen. Satuan pendidikan menggunakan sistem absensi ganjil dan genap. Proses belajar mengajar hanya berlangsung selama 4 jam. Mulai pukul 06.45 sampai 10.45 tanpa jeda istirahat.  (yad)

PTM Jenjang PAUD hingga SMP Mulai Selasa Besok Selengkapnya

PTM Jenjang SMA Mulai Senin Besok, Jenjang SMP Kapan ? Ini Penjelasan Kadispendik Gresik

PANTAU PTM: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memantau PTM siswa SMP N 2 Gresik pada April 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengisyaratkan segera pembelajaran tatap muka (PTM). Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menyatakan PTM sudah siap untuk dilaksanakan. PTM direncanakan dimulai akhir Agustus 2021.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah organisasi profesi. Organisasi profesi tersebut diantaranya, Persatuan Guru Taman Kanak Kanak (PGTKI) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS/K3S).

“Mereka menginginkan PTM segera dilaksanakan. Mereka sudah kagen kegiatan belajar mengajar,”kata Hariyanto dikonfirmasi melalui selulernya Kamis lalu, 26 Agustus 2021.  Sekolah saat ini sedang melakukan polling untuk meminta persetujuan dari wali murid untuk PTM ini. Form Persiapan PTM, Pendataan kondisi medis dan lainnya itu paling lambat dikirim pada Minggu, 29 Agustus 2021.

“Secara prinsip, Dispendik Gresik siap melakukan PTM,”tegas Hariyanto. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri ( Immedagri) Nomor 35/2021 daerah yang berada dalam zona aglomerasi, yakni Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto) yang saat ini sudah berada di level 3 dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas bertahap.

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan,  untuk satuan pendidikan yang berada di daerah dengan level 3 dan 2 sudah dapat melakukan PTM mulai hari Senin, 30 Agustus 2021 dengan terlebih dahulu memastikan semua checklist kesiapan sekolah sudah dipenuhi, guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin, unit pendidikan sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota setempat dan izin orang tua/wali siswa. (yad)

PTM Jenjang SMA Mulai Senin Besok, Jenjang SMP Kapan ? Ini Penjelasan Kadispendik Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik : Kurangi Sampah Plastik Mulai Sekarang

GRESIK,1minute.id – Komitmen  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengurangi sampah plastik tidak perlu diragukan lagi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekretariat Pemkab Gresik tidak lagi menggunakan bungkus plastik. 

Caranya? Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor Bupati Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu membawa bekal makanan dari rumah, membawa tempat minum sendiri dan  peralatan makan sendiri.  Perlengkapan itu masukkan ke dalam  tas kain serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan plastik. 

Tekad itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan reward kepada Ketua Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Siti Fitriah yang juga Pembina Bank sampah Gemes Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Senin, 23 Agustus 2021.
“Kita harus memulai untuk pengelolaan sampah dan mengurangi penggunaan sampah plastik. Kita awali pengurangan sampah di lingkungan kantor Pemkab Gresik ini. Selanjutnya ke kantor OPD dan kantor-kantor yang lain hingga kantor desa,”kata Bupati  Fandi Akhmad Yani pada Senin, 23 Agustus 2021.

Sementatar itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan sesuai data Kementerian Lingkungan Hidup ada 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik dihasilkan setiap tahun dan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun. 

“Hanya 5 persen sampah kantong plastik yang bisa di daur ulang, sisanya menguasai hampir 50 persen lahan tempat pembuangan akhir (TPA) dan butuh lebih dari 100 tahun untuk terurai,”kata Reza yang juga Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik itu pada Selasa, 24 Agustus 2021.

“Seperti yang disampaikan pak Bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) untuk pengurangan sampah plastik di kantor Pemkab Gresik agar ASN membawa botol minum dan tempat makan yang bisa digunakan berulang kali demi menyukseskan upaya tersebut.Mulai dari sekarang dan seterusnya kita harus menghindari penggunaan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan,”kata Reza.

Penghargaan kepada Siti Fitriah ketua asosiasi Bank Sampah Gresik berupa laptop, printer dan seperangkat meja kursi. Sedangkan, reward  pengurus bank sampah Gemes Sekardadu kelurahan Ngargosari Kecamatan Kebomas berupa mesin pencacah sampah karena sukses mengelola sampah dan meningkatkan ekonomi nasabahnya. (yad) 

Bupati Gresik : Kurangi Sampah Plastik Mulai Sekarang Selengkapnya

Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan

GRESIK,1minute.id – Pengusaha budidaya udang vaname mulai melirik Pulau Bawean. Sayangnya, usaha budidaya itu diduga kurang mempedulikan ekosistem setempat. Aksi penolakan mulai bermunculan. Diantaranya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean.

Mereka memasang spanduk penolakan rencana pembangunan tambak udang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu. Isi spanduk itu ” PMII Bawean Menolak…!!! Akan dibangunnya tambak udang di Dusun Teluk Emur, Desa Kepuhteluk” 

Aktivis PMII Bawean itu juga menyertakan dasar penolakan yakni Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengandalian Pencemaran Air. 

Menurut Kabid Pengembangan Sumberdaya Laut dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Abd. Saddam Mujib menyatakan, merujuk KEP.28/MEN/2004, pengembangan budidaya udang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Sebab, pengembangan budidaya udang memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat membantu pembudidaya, devisa negara, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Akan tetapi, imbuh Saddam, pembangunan tambak harus mematuhi peraturan yang ada. Misalnya,  tata ruang darat yakni rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan tata ruang laut atau rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil (RZWP3K).

Saat ini, ada fenomena menarik di Pulau Putri-sebutan lain- Pulau bawean. Investor asal Pulau Jawa mulai melirik dengan melakukan investasi untuk membangun tambak udang vaname di pesisir pulau Bawean. 

Permasalahannya, kata Saddam, semua tambak yang ada, yakni tradisional maupun super intensif diduga kuat tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL)  untuk pembuangan limbah. “Mereka membuang limbah langsung ke laut tanpa mengolah limbahnya terlebih dahulu,”kata Saddam dalam keterangan pers kepada 1minute.id pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Limbah tetap harus dikelola. Selain dikelola, imbuhnya, pembuangan limbah juga harus melihat kondisi oseanografi seperti arah arus laut dan pasang surut sehingga bisa dikontrol pembuangannya kapan waktu yang cocok untuk dibuang. 

“Jika tidak memperhatikan beberapa hal tersebut akan memicu terjadinya eutrofikasi (pengkayaan nutrient) sehingga dapat mengakibatkan terjadinya blooming microalga berbahaya. Selain itu juga, penyakit gatal-gatal pada kulit bisa menyerang orang yang mandi di pantai,”terangnya didampingi Muhammad, Ketua Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean (PPKB).

Blooming microalga berbahaya dapat berdampak pada mati massal ikan di laut dan mengandung racun (toxic). Selain itu, microalga yang blooming tadi akan terakumulasi pada kerang-kerangan sehingga masuk ke rantai makan dan membahayakn manusia yang memakannya. “Sepanjang pesisir Bawean pada saat ayr laut surut,  air laut terendah sering dijadikan tempat mencari kerang-kerangan oleh warga sekitar untuk dikonsumsi,”tegas Saddam.

Ia pun meminta kepada para investor tidak hanya memikirkan keuntungan. “Petambak juga harusnya memikirikan bagaimana memanfaatkan sumberdaya laut dan pesisir secara berkelanjutan sehingga dapat dinikmati anak cucu kita kelak,”katanya. “Jika petambak yang mengerti lingkungan, pasti akan menggunakan jasa ekosistem dalam mengelola tambaknya bukan sekedar mengkonversi mangrove menjadi tambak,”tambahnya.

Apalagi, sekeliling Pulau Bawean merupakan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). KKP merupakan kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan berdasarkan PermenKP No. Per.30/MEN/2010. “Ini berarti, perairan Pulau Bawean kaya akan sumberdaya hayati laut yang harus dilestarikan,”pungkasnya.(yad)

Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan Selengkapnya

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL

GRESIK, 1minute.id – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Palebon, dan Setrohadi di Kecamatan Duduksampeyan berakhir. Selama sepuluh hari, 18 mahasiswa dari dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FK).

KKN di dua desa itu diketuai oleh Achmad Faishol Ridho, mahasisa dari Teknik Perkapalan. Selama 10 hari mereka melakukan pendampingan kepada masyarakat di dua desa tersebut dalam mengurus program Percepatan Pendaftaran Tanah  Sistematis (PTSL) Kementerian ATR/BPN.

Pendampingan yang dilakukan dengan mengedukasi masyarakat hingga pendampingan dalam proses kelengkapan administrasi. Hasilnya? 

“Alhamdulillah, selama 10 hari melakukan pendampingan di Desa Palebon bisa menyelesaikan proses pendaftaran 300 bidang tanah.  Sedangkan, di Desa Setrohadi mencapai 700 bidang tanah,”ujar Achmad Faishol Ridho pada Selasa, 24 Agustus 2021. 

Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menghapus stigma mengurus sertifikat ribet dan lama. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,”imbuh Edo-sapaan- Achmad Faishol Ridho

Asmaul, salah satu warga setempat bersyukur tanah yang dimiliki sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Terimakasih sekali karena biaya ringan dan proses cepat,”ujar Asmaul. (yad)

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL Selengkapnya