Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI


GRESIK,1minute.id – Pemeriksaan kesehatan santri asal Gresik bakal balik ke pondok pesantren berlanjut.  Pada Sabtu hari ini, memasuki gelombang ketiga. Giliran untuk 97 dari 174 santri Ponpes Lirboyo, Kediri yang menjalani  pemeriksaan rapid test Antigen gratis. Rapid Antigen dilakukan di Puskesmas Manyar.

Santri lainnya menjalani rapid di sejumlah puskesmas. Ratusan santri Ponpes Lirboyo ini menjalaji rapid Antigen karena berencana balik ke pondok pascaliburan pada Minggu besok, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari kantor PCNU Gresik. Sehari sebelumnya, puluhan santri asal Ponpes Modern Gontor yang menjalani rapid test Antigen. 

Berdasarkan data Rabitha Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Gresik lebih dari 2 ribu santri yang bakal balik ke ponpes secara bergelombang. Mereka nyantri di puluhan ponpes yang tersebar di Jawa Timur.

Pemeriksaan kesehatan untuk santri Ponpes Lirboyo ini dimulai pukul 07.00. Santri dan santriwati datang ke puskesmas Manyar secara bergelombang. Sekitar pukul 11.30, rapid Antigen kelar. Selama menjalani rapid antigen mereka didampingi Sekretaris RMI PCNU Gresik Imam Junaidi.

Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan mengatakan test rapid Antigen gratis ini untuk santri dari Lirboyo, Kediri. Data dari RMI ada 97 santri. “Tapi yang datang 85 santri. Mereka yang berhalangan hadir karena beberapa faktor,”ujar dr Ovaldo. 

Dalam tiga gelombang ini, tambah Ovaldo, puskesmas Manyar telah melakukan rapid Antigen sebanyak 345 santri. Bagaimana bila ada santri terindikasi reaktif, Ovaldo mengatakan pihaknya akan melaporkan RMI dulu sebelum dilakukan isolasi mandiri. 

Terkait adanya santri go show alias langsung daftar sendiri-sendiri, Ovaldo menyarankan mereka untuk mendaftar terlebih dulu kepada RMI melalui pengurus pondok masin-masing. Sebab, kuota harian alat kesehatan rapid terbatas.

“Mekanisme yang benar santri mendaftar ke RMI kemudian akan dikoordinasikan pengurus pondok masing untuk mendapatkan pelayanan rapid antigen gratis,”tegasnya. Pendaftaran ke RMI minimal H-3 sebelum balik ke pondok. Sehingga bisa dipersiapkan alokasi alat kesehatan untuk rapid antigen gratisnya.

Sementara itu, koordinator santri Ponpes Lirboyo Ahmad Muhdlor mengatakan santri asal Gresik yang balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 berjumlah 174 santri. Mereka memeriksakan kesehatan di Puskesmas Manyar dan Mengganti. “Sedangkan asal Pulau Bawean menjalani rapid test di puskesmas Alun-alun Gresik,”kata Muhdlor.

Rapid test antigen ini dilakukan sebagai syarat wajib santri yang akan balik ke pondok. “Kalau ada yang positif tidak boleh berangkat. Santri yang positif itu harus menjalani isolasi lebih dulu. Semua ini dilakukan untuk menjaga keselsmatan yang lainnya,”kata santri tinggal di Desa Leran, Kecamatan Manyar ini. (yad)

Rapid Antigen Gratis untuk Santri Berlanjut, Syaratnya Mendaftar ke RMI Selengkapnya

Nyaman dan Judul Buku Lengkap, Perpustakaan Ruang Waktu Kandidat Jawara di Jatim

GRESIK,1minute.id – Buku tetap penting dan perlu. Pun, keberadaan perpustakaan masih dibutuhkan. Apalagi di pedesaan.  “Perpustaakan Ruang Waktu”, diantaranya.  Perpustakaan ini berada di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik tergolong ciamik sehingga masuk nominasi juara perpustakaan desa tingkat Jawa Timur.

Ketua Dewan Juri Lomba Perpustakaan Jatim Hasto Hendarto melakukan penilaian perpustakaan Ruang Waktu itu pada Jumat, 21 Mei 2021. Tim juri lomba diterima Wakil Bupati Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Gresik Siti Jaiyaroh.

Perpustakaan Desa Sukoanyar kandidat juara perpustakaan Desa tingkat Propinsi Jawa Timur. Dan calon wakil Jawa Timur menuju lomba perpustakaan desa tingkat Nasional. 

Pustakaan Mesin Waktu ini cukup asri. Buku-buku yang berjumlah sekitar 3000 unit tertata rapi. Perpustakaan ni juga menyimpan ratusan ribu naskah buku digital.Ruang pengunjung tertata apik sehingga nyaman dan menyenangkan berada di dalam perpustakaan. Apalagi dalam ruang perpustakaan ini ada kolam ikan sehingga pengunjung pun betah berlama-lama membaca.

Menurut Wabup Aminatun Habibah demam gadget seperti saat ini seakan sudah mengubah budaya masyarakat dari yang berbudaya membaca menjadi budaya mendengar. 

“Namun buku tetap unggul dibanding media baca yang lain. Fisik buku akan menjadi bukti otentik bagi ilmu yang pernah kita dapat dari membaca. Selain untuk diri sendiri, buku juga bisa dibaca oleh pihak lain yang tentu saja jumlahnya lebih dari seorang,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah memberi keyakinan kepada para pengunjung perpustakaan yang menghadiri penilaian lomba perpus desa tersebut.

Ia optimistis kondisi perpustakaan yang nyaman akan lebih banyak masyarakat yang suka membaca buku. Untuk itu penataan perpustakaan desa yang ada di Sukoanyar Cerme ini bisa di replikasi ditempat yang lain di Gresik.

Ketua Dewan Juri Hasto Hendarto saat menyampaikan sambutan mengatakan, satu hal yang penting perpustakaan desa harus berbasis inklusi sosial, yaitu menjadi pusat pemberdayaan dengan menyimpan buku-buku kebudayaan. Pusat Ilmu pengetahuan dan Pusat Pemberdayaan.

“Intinya perpustakaan saat ini harus bisa melayani segala jenis dan bentuk kebutuhan masyarakat terkait informasi. Tentu saja hal ini harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas IT,”kata Hasto.

Kepala Dinas kearsipan dan Perpustakaan Gresik Siti Jaiyaroh bersama Camat Cerme Suyono selalu memantau keberadaan perpustakaan desa yang ada di wilayah Kecamatan Cerme tersebut. Suyono Camat Cerme melihat adanya kecenderungan masyarakat pelajar sekitar perpustakaan memanfaatkan tempat ini sebagai media untuk pembelajaran online.

“Selain sebagai sarana belajar daring dimasa pandemic ini, perpus desa juga bisa dipakai sebagai tempat pembelajaran dengan adanya kelengkapan buku-bukunya,”katanya. (yad)

Nyaman dan Judul Buku Lengkap, Perpustakaan Ruang Waktu Kandidat Jawara di Jatim Selengkapnya

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat


GRESIK, 1minute.id – Sejumlah calon pengunjung destinasi di Kota Santri kecele pada Kamis, 20 Mei 2021. Pasalnya, lebaran ketupat tahun ini pengelola sejumlah tempat wisata itu memilih untuk tutup karena khawatir pengunjung membludak sehingga berpotensi terjadinya persebaran corona virus disease 2019 .

Destinasi wisata memilih tutup pada lebaran Ketupat itu adalah Wisata Indah Pasir Putih Delegan di Desa Delegan, Kecamatan Panceng ; Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah ; Edu wisata Lontar Sewu di Desa Hendrosari, Kecamatan Mengantu. Serta, Wahana air Dynasty Water World di Jalan Rantau GKB, Desa Sukomulyo, Manyar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapreasi keputusan pengelola destinasi untuk berperan serta melakukan ikhtiar mencegah persebaran corona virus disease 2019 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Alumnus Akpol 2001 itu wanti-wanti meminta pengelola tempat wisata untuk tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Lakukan pembatasan terhadap pengunjung dan perhatikan jam operasional, jangan melewati batas waktu yang telah ditetapkan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu pada Kamis, 20 Mei 2021. 

Pihaknya, tambah perwira dua melati di pundak itu berjanji tetap akan terus mengawasi penerapan protokol kesehatan. “Mengingat masih didalam masa pandemi, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan, supaya mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus penyebarannya,”katanya.(yad) 

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat Selengkapnya

Diperkuat Atlet PON, Ketua KONI Targetkan Raih 5 Medali Emas di Peparprov Jatim

GRESIK, 1minute.id – Sebanyak 13 atlet difabel mengikuti Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur di Surabaya. Mereka diberangkatkan oleh Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri dari Pendapa Bupati Gresik pada Kamis, 20 Mei 2021.

Mereka akan bertanding di cabang olahraga (cabor) atletik dan catur. Peparaprov Jatim di Surabaya itu berlangsung selama 5 hari mulai Kamis-Senin, 20-25 Mei 2021.

Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri mengatakan, tahun lalu atlet yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Gresik ini bisa meraih 2 emas.

“Tadi teman-teman akan bertanding di Pekan Peparprov Jatim di Surabaya ini menargetkan  4 sampai 5 medali emas,”kata dr Anis pada Kamis, 20 Mei 2021. Andri Bagus Sugianto, dan Imanuel Trisnanto, diantaranya atlet yang menjadi andalan untuk mendulang medali emas dalam Peparprov Jatim ini. 

Andri, Ketua NPCI Gresik ini terjun di Cabor Atletik. Sprinter asal Suci, Kecamatan Manyar bertanding di kelas sprinter 100 , 200 dan 400 meter. “Mas Andri pernah ikut PON 2016,”kata Muhammad Azizi Rabani, Phaser (pendamping lari) Andri Bagus Sugianto. Andri, atlet lari yang menyandang Tuna Netra.

Sedangkan, Imanuel Trisnanto akan bertanding di nomor lempar cakram dan tolak peluru. “Doakan Saya bisa meraih target emas,”kata Imanuel. 
Rencana pertandingan atlet difabel ini akan digelar di GOR AAL Bumimoro Surabaya pada Jumat besok, 21 Mei 2021 mulai pukul 06.00. “Ayo beri dukungan kepada atlet kita,”kata pengurus KONI Gresik lainnya. 

Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur di Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 5 hari, mulai Kamis-Senin (20-24 Mei 2021). Kegiatan ini diikuti 26 Kabupaten dan 8 Kota. Ada 4 cabang olahraga akan dipertandingkan,  yakni atletik, badminton, tenis meja dan catur. (yad)

Diperkuat Atlet PON, Ketua KONI Targetkan Raih 5 Medali Emas di Peparprov Jatim Selengkapnya

Pandemi, Tradisi Kupatan di Kauman Dilakukan Terbatas pada Kamis Malam


GRESIK,1minute.id – Tradisi Kupatan di Kampung Kauman, Kelurahan Pekauman, Gresik digelar pada Kamis malam, 20 Mei 2021. Akan tetapi, tradisi turun temurun itu dilakukan secara terbatas. Hanya untuk keluarga atau warga Pekauman.

Bairut, salah satu tokoh masyarakat Kampung Kauman mengatakan, pembatasan merayakan Kupatan dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi antara lembaga dan tokoh masyarakat pada 11 Mei 2021.  “Tradisi Kupatan, karena sudah turun-temurun tetap dilakukan dengan pembatasan dan protokol kesehatan,”katanya pada Rabu, 19 Mei 2021.

Nafik Udin, pemuda Kampung Kauman membenarkannya. “Tadi Lurah Pekauman juga mengeluarkan surat himbauan itu kepada warga,”kata Nafik.

Dalam surat bernomor 050/49/437.101.14/2021 tertanggal 19 Mei 2021 perihal himbauan Tradisi Kupatan disebutkan berdasar hasil kesepakatan rapat koordinasi antar lembaga dan tokoh masyarakat tertanggal 11 Mei 2021 perihal kegiatan Kupatan yang telah menjadi tradisi temurun dan sudah sangat melekat di kalangan masyarakat khususnya di Kelurahan Pekauman serta mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang sampai dengan saat ini masih nyata ada, sehingga kegiatan sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan dengan tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan serta mencegah terjadinya penularan.

Pelaksanaan protokol kesehatan dalam kegiatan tradisi Kupatan dilaksanakan sesuai ketentuan sebagai berikut :

1. Melaksanakan pembatasan jumlah tamu hanya dikhususkan untuk keluarga/warga Pekauman.

2. Melakukan pembatasan waktu kegiatan Kupatan maksimal sampai dengan pukul 21.00 WIB.

3. Mewajibkan tamu dan penerima tamu untuk menggunakan wajib masker serta menjaga jarak aman minimal 1 meter

4. Menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer

5. Setiap warga wajib menjaga diri sendiri dan jika terjadi sesuatu hal maka akan di screning/diisolasi seluruh keluarga oleh tim Satgas Covid-19.

Tradisi Kupatan Kampung Kauman Gresik

Menurut sejumlah warga, tradisi menunda lebaran diperkenalkan oleh ulama bernama Kiai Baka yang masih keturunan Sunan Giri. Ia meminta santrinya agar mengikuti sunah Rasul dengan berpuasa Syawal selama enam hari.

Menurut Wikipedia Kauman (juga disebut Pekauman/Pakauman) merupakan nama beberapa daerah tertentu di Jawa yang banyak dihuni oleh warga Muslim. Kauman biasanya terletak di sebelah barat Alun-alun dan dapat ditandai dengan adanya masjid di daerah tersebut. Nama ini diduga berasal dari kata “kaum imam”.

Kampung Kauman ini berada di belakang Masjid Jamik Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Warga Kauman Gresik memiliki tradisi unik dalam merayakaan Hari Raya Idul Fitri. Mereka selalu ‘menunda’ perayaan Lebaran dan baru melakukannya pada 8 Syawal.

Ketika mayoritas masyarakat Gresik melakukan unjung-unjung untuk saling bermaaf-maafan ke rumah saudara, kerabat atau sahabat. Warga Kampung Kauman, mayoritas memilih berdiam diri dalam rumah. Mereka berpuasa. (yad)

Pandemi, Tradisi Kupatan di Kauman Dilakukan Terbatas pada Kamis Malam Selengkapnya

Duyung Terdampar lalu Mati di Pantai Mayangkara

GRESIK,1minute.id – Seekor Duyung atau dugong adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut terdampar di Pantai Mayangkara Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Badan hewan mamalia yang bisa bertahan hidup dan mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun itu penuh luka dan mati. Luka seperti tertusuk benda tajam. Mulut dan mata sebelah kiri berdarah. Diduga muat dugong diburu oleh pemburu liar ketika berada di laut lepas. 

“Ini kejadian kali pertama kurun waktu 15-20 tahun. Sebelumnya ada duyung tersangkut jaring nelayan tapi masih hidup,”ujar Abrari, salah satu warga Pulau Bawean dihubungi 1minute.id pada Selasa, 18 Mei 2021.

Terpisah , Camat Tambak Agung membenarkan bahwa ada ikan dugong sepanjang dua meter   terdampar di Pantai Mayangkara. “Saat ditemukan keadaan sudah mati,”kata Agung pada Selasa, 18 Mei 2021.

Duyung atau Dugong ditemukan terdampar di Pantai Mayangkara pada Minggu malam, 16 Mei 2021. Penemuan hewan mamalia dengan panjang 2 meter menghebohkan warga di Pulau Putri itu. Pemerintah Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak , anggota Polair Bawean dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di Bawean sudah mengecek ke lokasi memastikan kondisi Duyung. 

“Sudah dikubur pada Senin (17/5) pukul 09.00 di sekitar pantai, kemarin juga ada dari mahasiswa Brawijaya mau lakukan penelitian tapi SOP dari pihak terkait langsung di kuburkan dikarenakan bukan bahan penelitian,”tegas Agung. 

Perlu diketahui bahwa dugong merupakan salah satu hewan mamalia laut yang langka dan dilindungi oleh Negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 79 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi mamalia laut, dimana di dalamya termasuk dugong. (yad)

Duyung Terdampar lalu Mati di Pantai Mayangkara Selengkapnya

Saudagar Dermawan itu Dirikan Masjid Akbar Moed’har Arifin

Search


GRESIK,1minute.id – Masjid Akbar Moed’har Arifin begitu megah. Masjid berlokasi di Jalan Deandles Km 31, Desa Sekapuk, Sidayu, Gresik itu dibangun oleh almarhum Chairman PT Polowijo Gosari Grup H.Achmad Djauhar Arifin itu menjadi ikon baru di Gresik Utara.

Haji Arifin, saudagar dermawan itu menceritakan saat H Achmad Moed’harsyah sakit di Singapura, keluarga berjanji akan membangun surga.

“Karena hidup bukan dunia saja, tapi yang utama adalah untuk akhirat. Karena kami pengusaha, kami belanjakan untuk akhirat,”kata Arifin, adik Moed’har waktu itu. Kini masjid telah berdiri megah. Dan, ikon di Gresik Utara. Saudagar dermawan itu menyusul kakaknya pada 27 Juli 2020. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saudagar Dermawan itu Dirikan Masjid Akbar Moed’har Arifin Selengkapnya

Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran

GRESIK,1minute.id – Sejumlah destinasi di Gresik ramai dikunjungi wisatawan. Wisata Indah Pasir Putih Delagan, diantaranya. Petugas gabungan Polres Gresik dan Polsek Panceng mendatangi tempat wisata berlokasi di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Gresik pada Sabtu,15 Mei 2021.

Kunjungan itu, selain memastikan kondisi kamtibmas aman. Petugas kepolisian itu memantau pengunjung tempat wisata dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Delegan itu terkait protokol kesehatan (Prokes) karena pandemi belum berakhir.

Pemantauan tempat wisata itu dipimpin Kapolsek Panceng AKP D.Jannah. Mereka siaga di gerbang masuk wisata alam pantai yang memiliki pasir putih itu. Petugas berada digaris terdepan itu memastikan pengunjung hendak masuk kawasan pantai itu memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

“Mencegah pengunjung bergerombol karena berpotensi persebaran Covid-19,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Panceng AKP D. Jannah pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Sementara, personil lainnya berkeliling di sekitar pantai yang biasanya dimanfaatkan pengunjung sekadar berjemur atau menunggu anggota keluarga bermain air pantai tersebut.

“Anggota langsung memberikan teguran bagi pengunjung yang tidak memakai masker. Mengimbau mentaati prokes dengan cara melaksanakan 3M + 1T (memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan dan tidak berkerumun),”terang mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik itu. 

Ia mengatakan teguran dilakukan dengan simpatik dan persuasif tetap dikedepankan.”Tapi bila pengelola tidak mengindahkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, kepolisian bisa menutup.Hal tersebut perlu dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru saat momen libur sekarang ini,”tegas Jannah. (yad)

Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran Selengkapnya

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi

GRESIK, 1minute.id – Dokaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kota Santri ketika merayakan Idul Fitri. Sayangnya, tradisi wisata menggunakan moda yang ditarik seekor kuda belum ada inovasi baru. 

Misalnya, keliling kawasan Gresik Kota Lama (GKL). Selama ini, bertahun-tahun dokaran, start Alun-alun Gresik kemudian menyusuri Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman dan berhenti sebentar di Wisma A. Yani di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas kemudian melanjutkan perjalanan pulang lewati jalan sama. 

Jarak sekitar 5 kilometer. Ongkos dokaran Rp 100 ribu P.P. Penumpang maksimal 6 orang (dewasa dan anak-anak). Ahmad, salah satu kusir dokar mengatakan dalam sehari bisa sekali rit sangat baik. “Sejak pagi sampai sore baru sekali narik,”katanya pada Jumat sore, 14 Mei 2021.

Masa pandemi yang belum berakhir ditengarai penyebab masyarakat enggan dokaran. Perekonomian masyarakat belum pulih. Dokar ada menyebut Andong, salah satu moda transportasi yang eksis di Kota Santri-sebutan lain-Gresik. Sehari-hari moda ditarik seekor kuda ini hanya untuk transportasi di wisata religi Sunan Giri. Start terminal Sunan Giri di Jalan Mayjend Sungkono menuju depan gerbang makam Waliyullah di Bukit Giri. Jarak sekitar 2 kilometer. Angkos penumpang Rp 5 ribu per orang.

Sejak pagebluk kawasan wisata rohani itu di tutup untuk mencegah persebaran corona. Sebelum, wadah dari Wuhan, Tiongkok itu mengganas sekitar 1,2 juta orang berkunjung ke makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata atau berjuluk Joko Samudro itu. 

Lebaran Idul Fitri, momen diharapkan bisa mendapatkan pundi-pundi pendapatan agar dapur tetap ngebul setelah setahun “puasa” karena wabah COVID-19. Akan tetapi, daya beli masyarakat Gresik masih belum pulih. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi Selengkapnya

Petrokimia Gresik dan Polres Bagikan Takjil sambil Sosialisasi Larangan Mudik

 
GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan memasuki hari ke-29 pada Selasa, 11 Mei 2021. Insan Petrokimia Gresik bersama Polres Gresik membagikan ratusan takjil kepada masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Pembagian takjil ini tidak dilakukan di pinggir jalan seperti yang dilakukan kebanyakan warga atau komunitas selama Ramadan. Tapi, pembagian takjil bertajuk Ramadan Dambaan “Takjil Keliling” dibagikan melalui empat takmir masjid yang ada di Kecamatan Kebomas. 

Empat takmir masjid itu, adalah Masjid KH Ahmad Dahlan di kawasan terminal Bunder ; Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Desa Kembangan ; Masjid Faqih Usman di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) dan Masjid Baitus Salam di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo. Ada 600 paket takjil yang dibagikan kepada empat takmir masjid itu.

Rombongan Ramadan Dambaan “Takjil Keliling” ini dilepas oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Futrianto di Mapolres Gresik. Rombongan Takjil Keliling ini dipimpin oleh Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Sedangkan, manajemen Petrokimia Gresik dipimpin VP Humas Awang Djohan Bachtiar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan Polres Gresik bekerjasama dengan Petrokimia Gresik membagikan takjil ke masjid-masjid. “Kita tetap mematuhi protokol kesehatan karena semangatnya memperingati HUT ke-49 Petrokimia Gresik ini menegakkan aturan prokes dan larangan mudik lebaran,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Pembagian takjil keliling ke masjid ini, imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu, dilakukan sebagai salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk mengingatkan tidak perlu mudik lebaran untuk menghindari persebaran Covid-19. 

TAKJIL JAMAAH MASJID : Karyawati Petrokimia Gresik dan Polwan Polres Gresik membagikan takjil kepada jamaah di masjid KH Ahmad Dahlan pada Selasa, 11 Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Karyawati Petrokimia Gresik dan Polwan Polres Gresik menyerahkan takjil ke takmir masjid. Bukan door to door yang akan menimbulkan kerumunan. “Kita menghindari itu. Sekaligus menyampaikan harapan kita bahwa kegiatan bermanfaat kepada masyarakat. Dan, penyebaran Covid-19 tetap bisa tekan,”tegasnya.

Sementara itu, VP Humas Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar menambahkan, pembagian takjil bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudik lebaran. “Gresik masuk zona kuning ini pinginnya tetap, atau kalau bisa zona hijau. Supaya kita bisa bekerja atau beraktivitas secara normal kembali,”harap Awang.

Dia melanjutkan, Petrokimia Gresik  ditunjuk sebagai koordinator Satgas Nasional BUMN di Jawa Timur tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. “Kalau kita konsisten mematuhi aturan yang ada, kita melindungi diri kita sendiri, keluarga ada di rumah atau diperantauan,”kata Awang. (yad)

Petrokimia Gresik dan Polres Bagikan Takjil sambil Sosialisasi Larangan Mudik Selengkapnya