Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab

GRESIK,1minute.id – Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi) berusaha memanjakan para wisatawan. Teranyar, wisata bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak.

Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.

Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. 

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan, wisata Setigi terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kali ini, pengelola menghadirkan kolam pemandian khusus perempuan berhijab.

“Hari ini, kami luncurkan wahana wisata halal menyambut bulan suci, Ramadan, yakni Pemandian Hijaber,”kata Abdul Halim pada Senin, 22 Maret 2021.

“Kami ingin, wisata Setigi juga menjadi wisata dakwah dengan menghadirkan pemandian Syariah. Hanya perempuan berhijab yang bisa menikmati Pemandian hijaber. Dengan begitu, bagi perempuan yang belum berhijab bisa tergerak hatinya untuk berhijab,”imbuh Abdul Halim.

Kades Abdul Halim menambahkan untuk bisa menikmati wahana wisata halal yang eksotis dan eksklusif ini, pengunjung hanya membayar Rp 10 ribu dan selanjutnya mereka bisa berendam dan berenang dengan nyaman dan santai. “Karena masih masa pandemi, jumlah pengunjung dibatasi beberapa orang saja,”tegasnya. (*)

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab Selengkapnya

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar

GRESIK,1minute.id – Puluhan kafe berdiri di kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem). Sebelum tahun 2000-an kawasan berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi tempat wisata religi ke makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri. Kawasan itu hanya ramai hari tertentu.

Kini, berubah 180 derajat celsius. Kawasan itu, ramai setiap hari. Siang hingga malam hari. Mereka yang datang mayoritas bukan lagi untuk berselancar rohani, bermunajat kepada sang Khaliq.  Tapi, berselancar dunia maya dan berswafoto. Pengunjung lainnya bisa menikmati pemandangan Kota Gresik dari atas bukit itu.

Sekitar 23 kafe berdiri di kawasan Pucem itu. Rata-rata bangunan kafenya menjulang. Pemilik kafe seakan berlomba menawarkan view Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang ciamik.

Pada Siang hari terlihat hamparan lautan dengan kapal berderet seperti sedang menunggu giliran labuh atau sandar di kawasan Gresik Kota Bandar (Pelabuhan). Bila malam hari, gemerlap lampu dan asap cerobong pabrik seakan menambah suasana berbeda.

Bukit Pucem menjadi tempat alternatif bagi para milenial hingga emak-emak untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas rutin.

“Suasana mirip di Batu, Malang,”ujar Zainuri, salah seorang pengunjung kafe di kawasan Pucem ditemui 1minute.id pada Minggu, 21 Maret 2021. Remaja 18 tahun itu bersama tiga orang temannya. Langit Gresik juga sedang mendung. “Lagi, santai saja karena hari libur,”imbuh remaja asal Kecamatan Bungah, Gresik itu.

Kondisi Bukit Pucem yang mengalami longsor cukup parah tidak membuat pengunjung waswas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun gunung ikut merayu masyarakat antara lain keluarga juru kunci makam Putri Cempo mau mengungsi. Pasalnya, bagian dapur rumah telah longsor sehingga mengkhawatirkan keselamatan jiwa para penghuninya.

Sementara perangkat desa hingga kecamatan telah mengeluarkan himbauan kepada pemilik kafe untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pada Minggu, 21 Maret 2021, tansh longsor di Bukit Pucem semakin mengkhawatirkan.

Akses jalan ke kawasan Bukit Pucem hanya dari Jalan Sunan Giri atau Desa Ngargosari. Sebab, alternatif dari Kelurahan Gending ke Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas terputus.

Sebagian masyarakat ada yang mengaitkan salah satu penyebab terjadi tanah longsor di kawasan Bukit Pucem akibat bermunculan bangunan kafe itu. Sebab, sebelumnya kawasan Pucem itu cukup sakral karena tempat makam orang-orang alim keturunan maupun santri Sunan Giri, Wali Songo.

Apalagi, belalakangan muncul duga pembangunan sejumlah kafe di kawasan itu tidak mengindahkan faktor lingkungan. Selain itu, bangunan permanen ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan. (*/bersambung)

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar Selengkapnya

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merangkul para pegiat media sosial untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam penyajian data dan informasi pembangunan. Masyarakat juga bisa lebih mudah menyampaikan keluhan melalui media sosial (medsos)

Pertemuan dengan pegiat medsos itu dihelat di ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu, 20 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, peran influencer atau semacam seseorang yang memberi pengaruh di masyarakat memiliki peran tak kalah penting. 

Bahkan, sangat signifikan dalam membantu mempublikasikan  pembangunan baik dalam menyajikan data akurat, serta mendongkrak pamor daerah melalui promosi potensi lokal seperti budaya, produk UMKM dan dinamisasi politik.

“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman semua dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, sehingga potensi pembangunan di Gresik bisa diketahui. Pemerintah perlu masukan dari para pegiat sosial untuk bisa membangun big data sehingga bisa dinikmati masyarakat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Gus Yani mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaunching aplikasi Gresikpedia yang memungkinkan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah, baik layanan kependudukan, perbaikan infrastruktur, kependidikan dan lain sebagainya. 

Tak hanya masyarakat, aplikasi Gresikpedia yang akan dilaunching akhir Maret ini juga bisa diakses Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan data pembangunan kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami butuh masukan dari para pegiat medsos yang sudah sekian tahun berpengalaman mengelola medsos, apa yang harus kami lakukan serta bagaimana cara mengelolanya,”katanya.

Lebih lanjut Gus Yani menolak kesan ingin mengebiri kreatifitas pegiat medsos dalam silaturahmi ini. Bahkan, ia menginginkan kontrol media agar terus dipertajam sepanjang kritikannya merupakan kritikan yang membangun. 

Pegiat medsos pertemuan tersebut admin berbagai media sosial seperti Info Gresik, Gresik News, Ini Gresik, Gresik Media, Gresik Sumpek, Info Seputar Gresiki, Gresspedia, Berita Gresik, Media Politik Gresik, Beritae Wong Gresik, Gresik Waras, Gresik Movie dan lain-lainnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  (Diskominfo) Gresik Budi Raharjo, silaturahmi ini  memperluas informasi program-program Pemkab Gresik kepada masyarakat. ” Kehadiran penggiat media sosial ini dapat sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah melalui konten-konten menarik,”katanya.

Gresikpedia, merupakan salah satu program kerja 99 hari Nawa Karsa Gresik Baru. Pemerintah Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. (*)

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial Selengkapnya

Ikhtiar Lahir dan Batin, untuk Sejahterakan Masyarakat Gresik


GRESIK,1minute.id – Ikhtiar untuk mensejahterakan masyarakat terus dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

Diantaranya, mengetuk pintu langit dengan menggelar khotmil quran dan istighotsah di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat, 19 Maret 2021.

Istighotsa rangkaian memerayakan HUT ke-47 Pemkab Gresik, Hari Jadi ke-534 Kota Gresik serta Isrok Mikroj ini dihadiri sejumlah kiai, yakni KH Mahfud Ma’shum, KH Muchtar Djamil. Dan, KH Agoes Ali Masyhuri , Tulangan, Sidoarjo secara virtual.  

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, meminta doa kepada seluruh kiai dan jamaah Istighotsah untuk mendoakan pemerintah kabupaten Gresik agar selalu diberi kelancaran. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, juga memohon doa khusus kepada para kiai dan habaib yang hadir agar seluruh masyarakat Gresik diberi keselamatan dan kesejahteraan.

“Saya juga mohon doa agar masyarakat saya yang ada di wilayah Gresik Selatan yang selalu mendapat bencana rutin banjir tahunan agar selalu diberi kesabaran dan kedepan bisa hidup lebih baik dengan tidak mengalami kebanjiran. Saya juga mohon didoakan agar saya bisa melaksanakan kepemimpinan dan bisa mensejahterakan masyarakat Gresik,”kata Gus Yani.

Istighotsah ini juga dihadiri Waka Polres Gresik dan Kasdim 0817 Gresik dilakukan dengan protokol kesehatan. Ruang Mandala Bhakti Praja berkapasitas seribu hanya diisi seratusan undangan. 

Sementara itu, KH Agoes Ali Mashuri meminta kepada jamaah untuk selalu bahagia. Sebab, menurut pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat , Tulangan, Sidoarjo itu, 
kesehatan selalu hadir pada suasana bahagia.

“Hidup pada suasana pandemi ini harus penuh kesenangan. Masker, cuci tangan dan segala macam yang termasuk protokol kesehatan harus juga kita laksanakan. Jadi ada upaya lahir dan batin,”katanya. (*)

Ikhtiar Lahir dan Batin, untuk Sejahterakan Masyarakat Gresik Selengkapnya

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin turun. Berdasarkan data di Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme pada Kamis 18 Maret 2021 pukul 20.00 tersisa sepuluh yang tergenangi air luapan Kali Lamong itu.  

Sehari sebelumnya, masih tercatat 16 desa. Artinya, enam desa telah terbebas dari genangan banjir tahunan itu. Namun, masyarakat tetap waspada karena musim hujan belum berakhir.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya masih akan turun hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi cuaca nyaris sama dengan kabupaten Lamongan maupun Mojokerto atau bagian hulu Kali Lamong.

Selama ini, banjir Kali Lamong ditengarai  disebabkan curah hujan bagian hulu tinggi. Sehingga air mengalir ke bagian hilir mulai Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Cerme, Menganti hingga Kebomas.

Parahnya lagi, Kali Lamong di Gresik Selatan sepanjang 58 kilometer terjadi penyempitan dan pendangkalan. Akibatnya, air meluap ke puluhan desa. Rumah, sawah, tambak hingga infrastruktur jalan terendam air bah. 

Menurut Camat Cerme, berdasarkan pantauan di lapangan masih ada sepuluh desa yang tergenangi banjir Kali Lamong pada Kamis malam ini. Sepuluh desa yang terdampak itu adalah Desa Guranganyar ;  Dungus ; Morowudi ; Pandu dan Tambakberas.

Kemudian, Desa Jono ; Padeg ; Cerme Kidul ; Semampir serta Banjarsari. “Ada 290 unit rumah. Kondisi terparah di Desa Guranganyar ada 160 unit rumah dengan ketinggian air antara 20-40 centimeter,”terang Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin kondisi yang dialami masyarakat terdampak banjir Kali Lamong. Banjir terjadi setiap tahun. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, merencanakan normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun.

Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.
“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. “Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD,”imbuh Bupati Gresik yang belum genap sebulan dilantik itu. (*)

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong Selengkapnya

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut


GRESIK,1minute.id – Curah hujan sedikit mereda. Luapan Kali Lamong mulai surut. Jalan Raya Cerme sudah tidak terlihat ada genangan air. Akan tetapi, air luapan Kali Lamong masih terlihat di 16 desa di Kecamatan Cerme.

Jalan Raya Morowudi, Cerme masih dipasang papan pengalihan jalan. Akan tetapi, sejumlah kendaraan roda dua, empat maupun kendaraat berat masih terlihat berlalu lalang di jalan kabupaten itu.

Puluhan anak terlihat bermain air di jalan raya jurusan Cerme-Balongpangang itu. Ada berenang, diantaranya. Munculnya ombak dari lalu lalang kendaraan yang lewat membuat mereka tambah riang. Sementara orang tua mereka mengamati anaknya berenang bagai sebuah danau dadakan itu.

Camat Cerme Suyono mengatakan, banjir Kali Lamong masih menggenangi 16 desa di Kecamatan Cerme. Sebanyak 1.701 rumah tergenangi air banjir. Dibandingkan, sehari sebelum berkurang 288 unit. “Jumlah desa yang tergenangi berkurang satu desa. Siang ini, masih 16 desa yang terdampak Kali Lamong,”kata Suyono pada Rabu. 17 Maret 2021. 

Terparah, genangan air di rumah warga di Desa Morowudi 700 unit, Dungus 500 unit, Iker-ikergeger 350 unit, Guranganyar 310 unit dan Cermekidul 82 unit. Ketinggian airnya antara 20 cm hingga 90 cm.

Dalam pantauan 1minute.id, akses jalan yang masih terputus antara lain ke Desa Pandu. Ketinggian air di jalan poros desa masih setinggi paha orang dewasa. Puluhan sepeda motor milik warga setempat diparkir di depan gerbang masuk ke rumah penduduk.

Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah naik perahu karet sejauh 200 meteran kemudian jalan kaki sejauh 100 meter. “Kalau malam hari, kami berjaga bergantian,”kata seorang warga ditemui 1minute.id pada Rabu, 17 Maret 2021.

Sedangkan, kondis nyaris sama dialami warga Kompleks Cerme Prisma Land (CPL) di Desa Guranganyar. Pasalnya, ketinggian air nyaris mencapai 1 meteran. 
Sehingga, kendaraan milik warga dititipkan di dekat gerbang masuk kompleks perumahan itu. (*)

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut Selengkapnya

Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS


GRESIK,1minute.id – Polisi menghentikan proyek sistem penyedian air minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Jalan Raya Manyar pada Selasa, 16 Maret 2021.

Pasalnya, proyek pipanisasi berdiameter 1.100 milimeter itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) itu. Selain menyebabkan kemacetan, proyek tersebut membahayakan pengguna jalan alias pengendara.

Sebab, tanah bekas galian berlumpur dan nyaris memenuhi badan jalan setelah diguyur hujan.
Sejumlah anggota Polsek Manyar dan Trantib Kecamatan Manyar mendatangi para pekerja pemasanngan pipanisasi yang sedang beraktivitas di jalan nasional itu. 

Sejumlah pekerja lain melakukan pengeboran bawah tanah yang menyeberangi ruas jalan Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu. Anggota Polsek Manyar dengan didampingi petugas Trantib Kecamatan Manyar meminta para pekerja menghentika pengerjaan tersebut. 

Petugas menyarankan pekerjaan dilanjutkan malam hari untuk menghindari terjadinya kemacetan parah. 

Selain itu, petugas juga menghimbau menambah rambu-rambu agar tidak menimbulkan korban.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan anggotanya telah mendatangi lokasi proyek PDAM tersebut.

“Pengerjaan proyek tersebut sudah dua sampai tiga hari dan perlu diketahui akibat proyek yang dikerjakan saat jam kerja sempat terjadi penumpukan kemacetan arus lalin di jalan raya sukomulyo hingga jalan raya manyar akibat pengerjaan proyek tersebut,”ujar Iptu Bima Sakti kepada wartawan pasa Selasa, 16 Maret 2021.

Alumni Akpol 2013 itu menghimbau, demi kepentingan masyarakat terutama pengguna jalan, proyek tersebut dikerjakannya malam hari saja. Dan lumpur yang tersisa segera dibersihkan agar tidak menjadi potensi penyebab Laka Lantas.

“Pihaknya mengupayakan dititik tersebut bisa dilalui dua arah lalu lintas agar tidak sampai terjadi kemacetan,”imbuh perwira dua balok di pundak itu. Lebih lanjut Bima Sakti mengatakan kalau bisa pekerjaan proyek dilakukan diatas jam 18.00 agar tidak terjadi kemacetan saat orang pergi dan pulang kerja. 

“Anggota kami menghimpau ke para pekerja proyek pipa PDAM tersebut untuk meminggirkan alat beratnya agar tidak terjadi kemacematan dan kalo di kerjakan malam pihak kami akan monitoring pengawasannya surat pemberitahuan pekerjaan proyek tersebut juga belum masuk di Polsek,”tandasnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zahriyah dikonfirmasi 1minute.id mengatakan proyek SPAM BGS itu adalah proyek investasi. “Itu proyek milik PPKT bukan PDAM Giri Tirta,”katanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 16 Maret 2021. (*)

Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS Selengkapnya

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin

Warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme ketika memakamkan warga pada Selasa, 16 Maret 2021 ( foto : istimewa)

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin sulit dikendalikan. Debit air yang tinggi membuat tanggul di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme jebol pada Selasa, 16  Maret 2021.

Akibatnya, banjir Kali Lamong semakin meluas di Kecamatan Cerme. Pada Senin malam, ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me datangi warga air bah masih merendam 12 desa di Kecamatan Cerme. Tadi pagi, Selasa, 16 Maret 2021, desa terdampak banjir tahunan berasal dari kabupaten tetangga itu bertambah empat desa. 

Empat desa susulan yang diduga imbas dari jebolnya tanggul di Desa Tambakberas itu adalah Dampaan ; Padeg ; Cerme Kidul dan Semampir. Ketinggian air di dalam rumah warga di empat desa antara 20 cm – 40 cm. 

Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id di Kecamatan Cerme, ada rumah 2.036 unit , sawah 404 hektar , dan tambak 771 hektar. Selain, ribuan infrastruktur jalan yang terendam air, bagai sebuah telaga dadakan. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang harus di tanggung akibat banjir kiriman itu.

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada tanggul di Desa Tambakberas yang jebol karena tekanan volume air yang sangat kuat. “Iya benar, ada tanggul yang jebol di Desa Tambakberas,”kata Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu. 

Tanggul yang jebol cukup panjang. Lebih dari 3 meteran. Air bah itu menerobos begitu deras. Jebolnya tanggul di Desa Tambakberas ini semakin penderitaan masyarakat. Apalagi, banjir Kali Lamong sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di kawasan Gresik Selatan.

Sementara itu, warga Desa Dampaan harus kerja ekstra untuk memakamkan Tasmin. Kakek 82 tahun meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 23.00. Area pemakaman terendam air bah. Masyarakat lalu membangun tanggul setinggi 50 centimeter untuk menahan air agar tidak masuk liang lahat. Tasmin di makamkan tadi siang. (*)

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin Selengkapnya

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.

“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. 

“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.

SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat Selengkapnya