Ning Nurul membantu menaikkan sampah plastik dalam memeriahkan HPSN yang digelar DLH Gresik dan Asbag di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 20 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe


GRESIK,1minute.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersama Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Gresik menggelar bakti sosial menanam pohon kehidupan, edukasi memilah sampah dan bersih-bersih lingkungan pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Bakti sosial HPSN bertemakan “Sampah sebagai Bahan Baku Ekonomi Masa Depan” ini dilakukan di pendapa Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas ini di hadiri Nurul Haromaini, istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani. 
Kegiatan diawali senam lingkungan, kemudian penanaman pohon produktif di depan balai desa yang berada di kawasan perbukitan Ngargosari itu. Kemudian dilanjutkan menanam pohon kehidupan dan edukasi kepada masyarakat dan pemilik kafe di sekitar lokasi. 

Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini menanam pohon kendondong. Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya itu didampingi ketua Asbag Gresik Siti Fitria.  Usai menanam pohon dilanjutkan mendatangi sejumlah kafe di sekitar lokasi memeriahkan HPSN ini. Tujuannya, sosialisasi memilah dan memilih sampah dari sumber awal.

TANAM POHON : Ning Nurul menanam pohon kehidupan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu. 20 Februari 2021. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nurul Haromaini mengatakan aksi peduli lingkungan ini patut mendapatkan apresiasi. Apalagi kegiatan melibatkan semua gender. Laki-laki dan perempuan. Bapak, ibu hingga anak-anak. Sebab, kegiatan ini sangat berdampak sekali dengan lingkungan. “Lingkungan bisa bersih. Karena tiap bulan ada penimbangan sampah,”kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini ini. 

Ibu dua anak berusia 28 tahun ini menambahkan, organisasi seperti Asbag ini patut melebarkan sayapnya. Terutama di desa-desa yang belum terbentuk organisasi. Ning Nurul berharap masa kepemimpinan Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) bisa menaungi organisasi yang peduli terhadap lingkungan ini. “Biasa organisasi seperti ini terkendala biaya bisa dibantu,”harapnya.

Ketua Asbag Gresik Siti Fitria mengatakan hampir 70 persen sampah di kawasan Desa Ngargosari ini berupa sampah plastik dan kertas. “Kami melakukan edukasi kepada pengurus kafe untuk mengumpulkan sesuai jenis. Memilih dan memilih sampah dari sumber awalnya,”kata Fitri. “Sampah plastik atau kardus, kertas ini bisa menjadi sumber kehidupan,”tegasnya. Sampah yang terkumpul ini bisa ditukar dengan uang atau emas.  (*)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional

GRESIK,1minute.id – Ratusan jamaah salat Jumat di masjid  KH Ahmad Dahlan menikmati makan siang bersama. Mereka makan nasi dalam kemasan kotak dengan lauk daging dan telur setelah salat Jumat. Jamaah masjid berlokasi di dekat Terminal Bunder itu begitu lahap menyantap nasi yang disediakan oleh tim Pola Pertolongan Allah (PPA) Gresik itu.

Sebenarnya, aksi sosial dengan label Gerakan Jumat Berkah (GJB) itu sudah lama dilakukan oleh anggota PPA Gresik. Akan tetapi, jumlah nasi kotak dalam aksi berbagi kebahagian itu terbatas. Sekitar 250 nasi kotak. Ratusan nasi kotak itu dibagikan kepada pekerja yang ada di jalanan. 

Diantaranya, petugas kebersihan,  pengepul sampah, pekerja proyek dan jamaah salat Jumat. Sehingga tidak semua jamaah salat Jumat di masjid KH Ahmad Dahlan itu menikmati nasi badal salat.

Nah, Jumat hari ini, 12 Februari 2021, mereka menambah dua kali lipat dari Jumat sebelumnya menjadi 500 nasi kotak. Untuk keperluan itu, tim PPA Gresik itu memasak daging 27 kilogram  dan telur 31 kilogram. Mereka memasak sendiri di rumah salah satu anggotanya di kawasan Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Sejak pagi tim PPA Gresik itu memasak untuk mempersiapkan Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN)  bertemakan “Mengantarkan Kebaikan” yang menjadi program PPA Pusat. 

“Menghantarkan Kebahagiaan, menjadi sebuah spirit dari gerakan ini. Bukan tanpa alasan melainkan karena memasukan kebahagiaan di hati seseorang adalah salah satu amalan yang utama,”kata Founder PPA Rendy Reza dalam rilis yang diterima 1minute.id dari tim PPA Gresik pada Jumat, 12 Februari 2021.

PPA ini adalah penggagas komunitas Employee of Allah (EOA) yang menjadi penggerak acara ini. Mereka membagikan makanan siap saji, kebutuhan dapur dan sehari-hari (sembako), buah-buahan, uang tunai, logam mulia, terapi gratis dan lain sebagainya. Inti kegiatan tersebut, menghantarkan kebahagiaan kepada banyak orang.

GJB mendapat respon yang positif dari masyarakat, khususnya para pemetik manfaat. Untuk meningkatkan manfaat dan menyebarkan gerakan ini, terhitung mulai 12 Februari dijadikan gerakan nasional, Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN).

Saat peluncuran hari ini, GJBN dilakukan di 105 kota/Kabupaten, dimana masing-masing tempat melaksanakannya di 2-5 titik. Masing-masing titik akan membagikan 50-400 paket yang dibutuhkan oleh para pencari nafkah di jalanan. Kaum duafa, anak yatim piatu, penghafal Al Quran, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), warga lapas, mualaf dan lainnya. Penerima manfaat GJBN ini diperkirakan lebih dari seratus ribu paket.

Ketua Panitia Sonny Abikim mengatakan GJBN dilakukan serentak di 105 kabupaten/kota di Indonesia. “Akan terus kami gulirkan sehingga gerakan ini semakin meluas dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam kegiatan ini,”ujar Sonny Abikim.

Sony menambahkan selain dengan doa yang rutin kami lantunkan, juga ingin berkontribusi untuk Indonesia dengan aksi nyata. “Dan saya yakin, gerakan ini akan semakin membesar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. Saya mengajak siapapun untuk ikut menghantarkan kebaikan kepada banyak orang di negeri yang kita cintai ini,”ujarnya. (*)

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional Selengkapnya

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek


GRESIK,1minute.id – Suasana Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong masih lengang pada Kamis malam, 11 Februari 2021. Hanya terlihat beberapa pengurus kelenteng berlokasi di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu.

Satu, dua orang  atau satu keluarga umat tridharma yakni Budha, Tao dan Konghucu itu terlihat datang bergantian untuk sembayang menjelang perayaan tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 masehi. Kondisi itu berbeda tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi coronavirus yang belum berujung menjadi penyebab umat yang mendewakan, Dewi Samudera atau Yang Mulai (Y.M.) Mazhu Thian Shang Sing Boo tidak menyelenggarakan sembayang menyambut tahun baru Imlek bersama-sama. 

Ketua TITD Kim Him Kiong Budi Prasetyo Tejo mengatakan, Imlek tahun ini difokuskan pada ritual-ritual minta do’a. Antara lain, ritual penutup tahun, tanda terimakasih kepada kaisar langit, yang akan diadakan pada Kamis malam, pukul 23.00. 

“Hanya lima orang pengurus inti yang sembayang menyambut Imlek,”kata Budi Prasetyo Tejo pada Kamis, 11 Februari 2021. Dalam sembayang itu akan berdoa tolak bala, dijauhkan mara bahaya, bencana banjir, gunung meletus juga berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Sedangkan, pengurus dan umat sembayang sendiri-sendiri. “Kami sudah imbau kepada para jemaat agar melakukan sembayang pada besok Jumat secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada perkumpulan orang dalam jumlah besar,”katanya. (*)

Hanya Pengurus Inti yang Sembayang Sambut Imlek Selengkapnya

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah


GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) peduli lingkungan. BUMN penghasil semen ini mengajak masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan ini merupakan rangkaian perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Seperti namanya, gerakan ini dirancang untuk bisa dilakukan dari rumah. Pasalnya,  pemerintah masih memasuki masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

SIG ikut ambil peran dengan membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. “Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,”ujar Hendi Prio Santoso.

Gerakan ini dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan. 

Foto atau video dan cerita tersebut kemudian diunggah di Instagram sesuai dengan misi perubahan yang telah ditentukan. Pastikan akun Instagram tidak di private. Sebelum diunggah, mention @sig.id dan 3 akun instagram teman untuk ikut serta. Kemudian, beri tagar #MulaiBerubahDariRumah dan tagar tambahan sesuai dengan misi yang peserta pilih pada periode 8 Februari – 7 Maret 2021.

Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa di lakukan di rumah sudah cukup untuk mengikuti gerakan ini. “Karena tujuannya adalah membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan,”kata Hendi Prio.

Pada pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan misi mingguan terkait kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial yang bisa dilihat pada akun instagram @sig.id . Foto/video dan cerita dari misi mingguan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling menginspirasi antarpeserta.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbant,”imbuh Hendi Prio.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada juga gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Ada pula komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial beli di tetangga yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak. Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak.

Karena itulah SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan. Ayo #MulaiBerubahDariRumah bersama SIG. (*)

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah Selengkapnya

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat sekolah di Gresik meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Saat, ini jumlah sekolah adiwiyata mandiri atau nasional berjumlah 29 sekolah.

Empat sekolah peraih Adiwiyata Provinsi Jatim itu adalah UPT SDN 2 Gresik (Karangturi-Gresik) ; UPT SDN 24 Gresik (Kembangan-Kebomas) ; UPT SMPN 10 Gresik (Bungah) dan UPT SMPN 21 Gresik (Panceng).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Plt Bupati Gresik Moh Qosim pada saat  apel pagi ASN dan para Kepala OPD Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada kepala sekolah masing-masing.

Plt Bupati Gresik Moh Qosim menyampaikan selamat kepada para Kepala Sekolah yang telah berjuang sehingga dapat meraih penghargaan lingkungan sekolah sehat tertinggi di Jawa Timur.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan semangat yang nantinya akan melecut kinerja masyarakat sekolah untuk lebih giat lagi dalam membangun sekolah sehat. kalau sudah meraih penghargaan di tingkat propinsi, agar diperbaiki lagi untuk maju ke tingkat nasional,”kata Qosim.

Lebih jauh, Qosim mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan ini amat penting untuk membentuk kesehatan lingkungan untuk masyarakat sekolah dan sekitarnya. Apalagi dimasa pandemi covid-19 saat ini. “Anda semua telah berjasa untuk meningkatkan lingkungan masyarakat yang sehat,”kata Qosim.

Dimasa pandemik ini, imbuhnya, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Kesehatan dapat mendukung masyarakat untuk sehat. Sesuai penelitian, ternyata 45 persen kesakitan diakibatkan oleh lingkungan yang kurang baik. “Tingkatkan terus dan terus untuk ikut menggalakkan disiplin protokol kesehatan di masa pamdemi ini,”pesan Qosim. 

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SMPN 21 Matokan menyatakan, menciptakan kondisi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Mulai dari penyiapan lingkungan yang tertata rapi dan asri sampai menyiapkan dokumen lingkungan.

“Seluruh komponen sekolah serta siswa harus bisa bekerjasama. Mereka mengerjakan semua keperluan termasuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk sadar lingkungan hijau adalah lingkungan sehat sekolah,”katanya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.(*)

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur Selengkapnya

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Kim Hin Kiong Gresik mempersiapkan diri memyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Tahun baru warga Tionghoa itu jatuh pada 12 Februari 2021. 

Pengurus Kelenteng berada di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu mulai mempersiapkan diri. Bersih-bersih kelenteng, menyusikan rupang patung para dewa dan dewi pada Sabtu, 6 Februari 2021. Rupang patung itu diantaranya Dewi Samudera atau Yang Mulia (Y.M) Mazhu  Thian Shang Sing Boo dan Dewi Kwan Im.

Aktivitas bersih-bersih tempat ibadat, Kelenteng dan menyusikan rupang patung dewa dan dewi terasa guyup. Kondisi harmonis umat tiga agama dan kepercayaan yakni Budha, Tao dan Konghucu tidak lepas dari gaya kepimimpinan The Ing Tiong. Pria Maret nanti genap berusia 63 tahun bisa mengayomi umatnya. 

Bapak lima anak yang memiliki nama Indonesia Budi Prasetyo Tejo itu sudah dua periode memimpin salah satu kelenteng tertua di Jawa ini. “Tahun ini memasuki tahun kedelapan,”kata Budi Prasetyo Tejo ditemui 1minute.id pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Selama satu windu memimpin umat tiga keyakinan yakni Budha, Tao dan Konghucu itu, Budi Prasetyo Tejo selalu menjaga keguyuban dan kedamaian antarpengurus dan umat. 

Ketua TITD kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo bersama dua putrinya ikut bersih-bersih kelenteng menyambut Tahun Baru Imlek pada Sabtu, 6 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

“Prinsip pengurus guyup dan akur. Satu kedamaian dan ketenangan dalam kepengerusan sehingga ysng beribadat disini berkah dan terkabul doanya. Kalau kita geger mana mungkin bisa terkabul,”kata Budi Prasetyo Tejo.

Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik ini berada di dekat pesisir atau pelabuhan Gresik. Kelenteng berusia 8 abad  lebih. Budi mengaku selama masa kepemimpinan mencoba terus belajar tentang ajaran dan keyakinan yang dianutnya. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun ini.Umat yang beribadat tempat ibadat di kampung Pecinan ini tidak hanya dari Gresik. Menurut Budi Prasetyo Tejo,  umat di luar Gresik cukup banyak.

“Mereka umat  Tridharma dari Jakarta, Semarang atau luar pulau ketika ke Jawa Timur pasti mampir kesini. Karena ini salah satu kelenteng tertua di Jawa. Bahkan, mungkin tertua di Indonesia,”tegas Budi.

Selain itu,  para nakhoda kapal sembayang di Kelenteng Kim Hin Kiong ini. Mereka berdoa untuk keselamatan, kesehatan dan meminta rezeki berkecukupan.  “Jiamsi obat sangat manjur. Jiamsi juga sangat Cun (cocok),”kata Budi Prasetyo Tejo. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri di dekat pelabuhan Gresik. Pusat perekonomi Gresik saat itu. Karena transportasi jasa dan barang melalui sungai atau pelabuhan begitu ramai. Bahkan, antarnegara. 

Banyaknya umat yang sembayang dinl kelenteng Kim Hin Kiong, pengerus menyediakan tempat untuk menginap bagi umat dari luar Gresik. Kelenteng bisa menampung seratus umat untuk menginap. 

Pengurus menyediakan matras, batal dan makan untuk umat yang menginap. “Semuanya gratis,”tegasnya.  (*)

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis Selengkapnya

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Klenteng Kim Hin Kiong mulai sibuk menyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Para pengurus tempat ibadat Tridharma (TITD) berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik, itu membersihkan klenteng dan menyucikan rupang para dewa pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Ratusan dewa yang berada di tujuh altar kelenteng yang berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Pengurus memulai membersihkan dan mensucikan dewa di altar utama. Di altar utama ini ada Dewi Samudra atau Y.M. Mazhu Thian Shang Sing Boo.Dengan begitu hati-hati, pengurus mensucikan dewa yang paling  dipuja dan dihormati oleh umat tiga agama yakni Budha, Tao dan Konghucu di Gresik itu.

Baju rupang Dewi Samudera yang sudah setahun dipakai digantikan dengan pakaian yang baru. Rupang YM Mazhu Thian Shang Sing Boo itu disucikan dengan air kembang. Tidak semua pengurus atau umat bisa mensucikan rupang Dewi Samudera itu.  Hanya orang yang mendapatkan restu dari Mazhu dan pengurus klenteng yang berdiri 1 Agustus 1511 masehi itu. Setelah rupang Dewi Samudera disucikan berikutnya rupang Kwan Im dan lainnya. Imlek 2021 pada 12 Februari 2021.

Dua umat Tridharma di Kelenten Kim Hin Kiong mengganti baju dewa untuk menyambut tahun baru Imlek 2021 ( foto : Chusnul cahyadi /1minitee.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo, ritual sembayang menyambut Imlek tetap dilakukan. Karena ritual itu sebagai pembuka awal tahun sekaligus sebagai doa umat Tridharma. Berdoa untuk kelancaran rezeki, kesehatan , dan lainnya untuk umat Tridharma. 

Tentu juga berdoa Indonesia khususnya Gresik terhindar dari bala bencana dan pandemi Covid-19 segera sirna. Akan tetapi, ritual sembayang itu dilakukan secara terbatas. “Hanya lima orang pengurus yang akan ikut ritual sembayang malam Imlek,”kata lelaki bernama Tionghoa The Ing Tiong ini.

Pengurus tidak mengundang umat untuk bersembayang Imlek. Namun, bila ada umat yang sembayang dan berdoa pada malam Imlek tetap diperbolehkan. “Tapi, sembayangnya setelah pengurus. Sembayang sendiri-sendiri,”tegas Tejo yang sudah delapan tahun memimpin Klenteng Kin Hin Kiong ini. (*)

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa Selengkapnya

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak

GRESIK,1minute.id – Suasana Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Ujungpangkah berbeda. Sejumlah anak pelajar sekolah dasar terlihat keluar masuk markas polisi berlokasi di Jalan Pendidikan, Banyulegi, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. 

Mereka terlihat semringah ketika keluar mapolsek sambil menenteng dua buku. Buku itu berjudul “Mengenal Polri” dan “Polisi Sahabat Dan Pelindung Kita”. Buku itu dibagikan oleh bhabinkamtimas Polsek setempat. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Ujungpangkah AKP Sujito menjelaskan, buku-buku tersebut menjadi sarana mengenalkan tugas Polisi kepada para anak, serta untuk menumbuhkan kecintaan pada Polisi.
“Jadi polisi itu bukan untuk ditakuti, namun polisi pun bisa jadi sahabat anak, yang mengayomi dan melindungi,” ujarnya. 
Masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar dilakukan secara daring atawa dalam jaringan. “Meski di masa pandemi seperti ini, Saya harap semangat untuk belajar tidak turun,”katanya.

Buku-buku itu juga dibagikan dibagikan kepada anak yang dijumpai oleh anggota bhabinkamtibmas di kampung-kampung. Pasalnya,  sampai saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah belum aktif seperti biasanya dikarenakan Covid-19. (*)

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak Selengkapnya