Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem

GRESIK,1minute.id – Upaya penanganan tanah longsor di kawasan Putri Cempo (Pucem)  menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

Sebab, tanah longsor yang menjadi jalan alternatif menuju Pesarehan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri dan Putri Cempo berpotensi semakin parah. Bila tidak segera tertangani bisa mengancam keberadaan makam Sayyid Abdurahman, salah situs sejarah itu.

Nah di tengah upaya menuntaskan tanah longsor itu, musyawarah pimpinan kecamatan melakukan blusukan di kawasan tersebut. Dalam gerilya itu, petugas gabungan dari trantib, koramil dan polsek Kebomas menemukan sebuah gua. Sejumlah warga setempat menyebut “Gua Manten”.

Alas lantai ditemukan petugas gabungan ketika melakukan penyisiran kawasan Putri Cempo di Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : ist )

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin dikonfirmasi membenarkan adanya temuan Gua Manten di Kawasan Pucem itu. “Waktu itu, ada seorang pertapa. Sudah kami minta untuk pulang,”ujar Zainul dikonfirmasi selulernya pada Jumat, 26 Maret 2021.

Sebab, kondisi Pucem mengkhawatirkan. Selain itu, muspika khawatir Gua itu menjadi tempat persembunyian orang. “Pelaku terorisme, diantaranya,”katanya. Gua Manten ini cukup besar. Bisa untuk 3 – 5 orang. Di tempat itu terdapat alas lantai. (*)

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri


GRESIK,1minute.id – Talenta muda berbakat asal Kota Santri bermunculan. Diantaranya, Mohamad Hanif Sirajuddin. Prestasi yang telah diukir siswa kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Gresik seakan menjadi oasis bagi pencinta bola di Gresik.

Dengan postur tubuh yang ideal, tinggi 180 centimeter dan berat badan 70 kilogram membuat Hanif , ketika berdiri di bawah mistar gawang sulit ditembus lawan. Anak semata wayang dari pasangan suami-istri, Mohamad Sahari dan Tuti Supriyatin itu pun akhirnya dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Mandiri pada 2016 dan 2017.

Prestasi yang diraih remaja kelahiran 9 Desember 2003 ini, tidak secara instan. Menurut ayahanda Hanif, Mohamad Sahri, Hanif belajar sepak bola sejak masih duduk di kelas IV SDN 1 Gresik. “Saat itu masih berumur 10 tahun,”ujar Sahari kepada 1minute.id pada Kamis, 25 Maret 2021.

Hanif bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Petrokimia Gresik. Memasuki usia 16 tahun, Hanif terus mengasah bakatnya di elit Pro Academy Persela pada 2019.  “Sekarang Hanif gabung di Academi Arema U-18,”kata Sahari.

Ia berharap sepak bola di Gresik bangkit. Sebab, memiliki banyak talenta yang bisa membangkitkan kejayaan olah raga yang paling banyak digemari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Harapannya sepak bola di Gresik bangkit dan lebih maju. Sehingga mengangkat prestasi Gresik dalam bidang olah raga khususnya sepak bola,”katanya. (*)

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri Selengkapnya

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir. 

Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.

Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. 

Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.

KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 
Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan  Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.

Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.

Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021.  Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.

Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.

“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya. 

Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.

Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.

Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS  Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.

Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.

Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.

Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM.
“Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.

Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik Selengkapnya

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) berdiri di Gresik. Lembaga anyar itu bernama Gresik Ekologi dan Observasi (GEO).

LSM yang dipimpin oleh Johar Ismanto ini berfokus dengan misi  lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta melakukan penelitian uji kualitas polusi udara.

Menurut Johar Ismanto, Gresik dikenal sebagai kota industri. Ribuan pabrik berskala kecil hingga besar menjalankan operasi di Gresik. “Kami tidak menolak industrialisasi. Tapi, industri yang harus ramah lingkungan,”ujar Jhon Oi-sapaan-Johar Ismanto pada Rabu, 24 Maret 2021.

Pria 41 tahun ini, selama ini kerap terlibat aksi demonstrasi bersama sejumlah aktivis di Gresik ketika melihat ada ketimpangan sosial, maupun lingkungan di Gresik.

“Kami di GEO akan lebih banyak kajian dengan melibatkan akademisi melakukan penelitian uji kualitas polusi udara,”tegas Jhon Oi. (*)

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik Selengkapnya

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab

GRESIK,1minute.id – Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi) berusaha memanjakan para wisatawan. Teranyar, wisata bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak.

Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.

Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. 

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan, wisata Setigi terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kali ini, pengelola menghadirkan kolam pemandian khusus perempuan berhijab.

“Hari ini, kami luncurkan wahana wisata halal menyambut bulan suci, Ramadan, yakni Pemandian Hijaber,”kata Abdul Halim pada Senin, 22 Maret 2021.

“Kami ingin, wisata Setigi juga menjadi wisata dakwah dengan menghadirkan pemandian Syariah. Hanya perempuan berhijab yang bisa menikmati Pemandian hijaber. Dengan begitu, bagi perempuan yang belum berhijab bisa tergerak hatinya untuk berhijab,”imbuh Abdul Halim.

Kades Abdul Halim menambahkan untuk bisa menikmati wahana wisata halal yang eksotis dan eksklusif ini, pengunjung hanya membayar Rp 10 ribu dan selanjutnya mereka bisa berendam dan berenang dengan nyaman dan santai. “Karena masih masa pandemi, jumlah pengunjung dibatasi beberapa orang saja,”tegasnya. (*)

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab Selengkapnya

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar

GRESIK,1minute.id – Puluhan kafe berdiri di kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem). Sebelum tahun 2000-an kawasan berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi tempat wisata religi ke makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri. Kawasan itu hanya ramai hari tertentu.

Kini, berubah 180 derajat celsius. Kawasan itu, ramai setiap hari. Siang hingga malam hari. Mereka yang datang mayoritas bukan lagi untuk berselancar rohani, bermunajat kepada sang Khaliq.  Tapi, berselancar dunia maya dan berswafoto. Pengunjung lainnya bisa menikmati pemandangan Kota Gresik dari atas bukit itu.

Sekitar 23 kafe berdiri di kawasan Pucem itu. Rata-rata bangunan kafenya menjulang. Pemilik kafe seakan berlomba menawarkan view Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang ciamik.

Pada Siang hari terlihat hamparan lautan dengan kapal berderet seperti sedang menunggu giliran labuh atau sandar di kawasan Gresik Kota Bandar (Pelabuhan). Bila malam hari, gemerlap lampu dan asap cerobong pabrik seakan menambah suasana berbeda.

Bukit Pucem menjadi tempat alternatif bagi para milenial hingga emak-emak untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas rutin.

“Suasana mirip di Batu, Malang,”ujar Zainuri, salah seorang pengunjung kafe di kawasan Pucem ditemui 1minute.id pada Minggu, 21 Maret 2021. Remaja 18 tahun itu bersama tiga orang temannya. Langit Gresik juga sedang mendung. “Lagi, santai saja karena hari libur,”imbuh remaja asal Kecamatan Bungah, Gresik itu.

Kondisi Bukit Pucem yang mengalami longsor cukup parah tidak membuat pengunjung waswas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun gunung ikut merayu masyarakat antara lain keluarga juru kunci makam Putri Cempo mau mengungsi. Pasalnya, bagian dapur rumah telah longsor sehingga mengkhawatirkan keselamatan jiwa para penghuninya.

Sementara perangkat desa hingga kecamatan telah mengeluarkan himbauan kepada pemilik kafe untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pada Minggu, 21 Maret 2021, tansh longsor di Bukit Pucem semakin mengkhawatirkan.

Akses jalan ke kawasan Bukit Pucem hanya dari Jalan Sunan Giri atau Desa Ngargosari. Sebab, alternatif dari Kelurahan Gending ke Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas terputus.

Sebagian masyarakat ada yang mengaitkan salah satu penyebab terjadi tanah longsor di kawasan Bukit Pucem akibat bermunculan bangunan kafe itu. Sebab, sebelumnya kawasan Pucem itu cukup sakral karena tempat makam orang-orang alim keturunan maupun santri Sunan Giri, Wali Songo.

Apalagi, belalakangan muncul duga pembangunan sejumlah kafe di kawasan itu tidak mengindahkan faktor lingkungan. Selain itu, bangunan permanen ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan. (*/bersambung)

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar Selengkapnya

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merangkul para pegiat media sosial untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam penyajian data dan informasi pembangunan. Masyarakat juga bisa lebih mudah menyampaikan keluhan melalui media sosial (medsos)

Pertemuan dengan pegiat medsos itu dihelat di ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu, 20 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, peran influencer atau semacam seseorang yang memberi pengaruh di masyarakat memiliki peran tak kalah penting. 

Bahkan, sangat signifikan dalam membantu mempublikasikan  pembangunan baik dalam menyajikan data akurat, serta mendongkrak pamor daerah melalui promosi potensi lokal seperti budaya, produk UMKM dan dinamisasi politik.

“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman semua dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, sehingga potensi pembangunan di Gresik bisa diketahui. Pemerintah perlu masukan dari para pegiat sosial untuk bisa membangun big data sehingga bisa dinikmati masyarakat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Gus Yani mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaunching aplikasi Gresikpedia yang memungkinkan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah, baik layanan kependudukan, perbaikan infrastruktur, kependidikan dan lain sebagainya. 

Tak hanya masyarakat, aplikasi Gresikpedia yang akan dilaunching akhir Maret ini juga bisa diakses Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan data pembangunan kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami butuh masukan dari para pegiat medsos yang sudah sekian tahun berpengalaman mengelola medsos, apa yang harus kami lakukan serta bagaimana cara mengelolanya,”katanya.

Lebih lanjut Gus Yani menolak kesan ingin mengebiri kreatifitas pegiat medsos dalam silaturahmi ini. Bahkan, ia menginginkan kontrol media agar terus dipertajam sepanjang kritikannya merupakan kritikan yang membangun. 

Pegiat medsos pertemuan tersebut admin berbagai media sosial seperti Info Gresik, Gresik News, Ini Gresik, Gresik Media, Gresik Sumpek, Info Seputar Gresiki, Gresspedia, Berita Gresik, Media Politik Gresik, Beritae Wong Gresik, Gresik Waras, Gresik Movie dan lain-lainnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  (Diskominfo) Gresik Budi Raharjo, silaturahmi ini  memperluas informasi program-program Pemkab Gresik kepada masyarakat. ” Kehadiran penggiat media sosial ini dapat sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah melalui konten-konten menarik,”katanya.

Gresikpedia, merupakan salah satu program kerja 99 hari Nawa Karsa Gresik Baru. Pemerintah Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. (*)

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial Selengkapnya