Ikhtiar Lahir dan Batin, untuk Sejahterakan Masyarakat Gresik


GRESIK,1minute.id – Ikhtiar untuk mensejahterakan masyarakat terus dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

Diantaranya, mengetuk pintu langit dengan menggelar khotmil quran dan istighotsah di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Jumat, 19 Maret 2021.

Istighotsa rangkaian memerayakan HUT ke-47 Pemkab Gresik, Hari Jadi ke-534 Kota Gresik serta Isrok Mikroj ini dihadiri sejumlah kiai, yakni KH Mahfud Ma’shum, KH Muchtar Djamil. Dan, KH Agoes Ali Masyhuri , Tulangan, Sidoarjo secara virtual.  

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, meminta doa kepada seluruh kiai dan jamaah Istighotsah untuk mendoakan pemerintah kabupaten Gresik agar selalu diberi kelancaran. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, juga memohon doa khusus kepada para kiai dan habaib yang hadir agar seluruh masyarakat Gresik diberi keselamatan dan kesejahteraan.

“Saya juga mohon doa agar masyarakat saya yang ada di wilayah Gresik Selatan yang selalu mendapat bencana rutin banjir tahunan agar selalu diberi kesabaran dan kedepan bisa hidup lebih baik dengan tidak mengalami kebanjiran. Saya juga mohon didoakan agar saya bisa melaksanakan kepemimpinan dan bisa mensejahterakan masyarakat Gresik,”kata Gus Yani.

Istighotsah ini juga dihadiri Waka Polres Gresik dan Kasdim 0817 Gresik dilakukan dengan protokol kesehatan. Ruang Mandala Bhakti Praja berkapasitas seribu hanya diisi seratusan undangan. 

Sementara itu, KH Agoes Ali Mashuri meminta kepada jamaah untuk selalu bahagia. Sebab, menurut pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat , Tulangan, Sidoarjo itu, 
kesehatan selalu hadir pada suasana bahagia.

“Hidup pada suasana pandemi ini harus penuh kesenangan. Masker, cuci tangan dan segala macam yang termasuk protokol kesehatan harus juga kita laksanakan. Jadi ada upaya lahir dan batin,”katanya. (*)

Ikhtiar Lahir dan Batin, untuk Sejahterakan Masyarakat Gresik Selengkapnya

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin turun. Berdasarkan data di Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme pada Kamis 18 Maret 2021 pukul 20.00 tersisa sepuluh yang tergenangi air luapan Kali Lamong itu.  

Sehari sebelumnya, masih tercatat 16 desa. Artinya, enam desa telah terbebas dari genangan banjir tahunan itu. Namun, masyarakat tetap waspada karena musim hujan belum berakhir.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya masih akan turun hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi cuaca nyaris sama dengan kabupaten Lamongan maupun Mojokerto atau bagian hulu Kali Lamong.

Selama ini, banjir Kali Lamong ditengarai  disebabkan curah hujan bagian hulu tinggi. Sehingga air mengalir ke bagian hilir mulai Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Cerme, Menganti hingga Kebomas.

Parahnya lagi, Kali Lamong di Gresik Selatan sepanjang 58 kilometer terjadi penyempitan dan pendangkalan. Akibatnya, air meluap ke puluhan desa. Rumah, sawah, tambak hingga infrastruktur jalan terendam air bah. 

Menurut Camat Cerme, berdasarkan pantauan di lapangan masih ada sepuluh desa yang tergenangi banjir Kali Lamong pada Kamis malam ini. Sepuluh desa yang terdampak itu adalah Desa Guranganyar ;  Dungus ; Morowudi ; Pandu dan Tambakberas.

Kemudian, Desa Jono ; Padeg ; Cerme Kidul ; Semampir serta Banjarsari. “Ada 290 unit rumah. Kondisi terparah di Desa Guranganyar ada 160 unit rumah dengan ketinggian air antara 20-40 centimeter,”terang Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin kondisi yang dialami masyarakat terdampak banjir Kali Lamong. Banjir terjadi setiap tahun. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, merencanakan normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun.

Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.
“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. “Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD,”imbuh Bupati Gresik yang belum genap sebulan dilantik itu. (*)

Masih 10 Desa Kebanjiran, Akibat Luapan Kali Lamong Selengkapnya

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut


GRESIK,1minute.id – Curah hujan sedikit mereda. Luapan Kali Lamong mulai surut. Jalan Raya Cerme sudah tidak terlihat ada genangan air. Akan tetapi, air luapan Kali Lamong masih terlihat di 16 desa di Kecamatan Cerme.

Jalan Raya Morowudi, Cerme masih dipasang papan pengalihan jalan. Akan tetapi, sejumlah kendaraan roda dua, empat maupun kendaraat berat masih terlihat berlalu lalang di jalan kabupaten itu.

Puluhan anak terlihat bermain air di jalan raya jurusan Cerme-Balongpangang itu. Ada berenang, diantaranya. Munculnya ombak dari lalu lalang kendaraan yang lewat membuat mereka tambah riang. Sementara orang tua mereka mengamati anaknya berenang bagai sebuah danau dadakan itu.

Camat Cerme Suyono mengatakan, banjir Kali Lamong masih menggenangi 16 desa di Kecamatan Cerme. Sebanyak 1.701 rumah tergenangi air banjir. Dibandingkan, sehari sebelum berkurang 288 unit. “Jumlah desa yang tergenangi berkurang satu desa. Siang ini, masih 16 desa yang terdampak Kali Lamong,”kata Suyono pada Rabu. 17 Maret 2021. 

Terparah, genangan air di rumah warga di Desa Morowudi 700 unit, Dungus 500 unit, Iker-ikergeger 350 unit, Guranganyar 310 unit dan Cermekidul 82 unit. Ketinggian airnya antara 20 cm hingga 90 cm.

Dalam pantauan 1minute.id, akses jalan yang masih terputus antara lain ke Desa Pandu. Ketinggian air di jalan poros desa masih setinggi paha orang dewasa. Puluhan sepeda motor milik warga setempat diparkir di depan gerbang masuk ke rumah penduduk.

Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah naik perahu karet sejauh 200 meteran kemudian jalan kaki sejauh 100 meter. “Kalau malam hari, kami berjaga bergantian,”kata seorang warga ditemui 1minute.id pada Rabu, 17 Maret 2021.

Sedangkan, kondis nyaris sama dialami warga Kompleks Cerme Prisma Land (CPL) di Desa Guranganyar. Pasalnya, ketinggian air nyaris mencapai 1 meteran. 
Sehingga, kendaraan milik warga dititipkan di dekat gerbang masuk kompleks perumahan itu. (*)

Curah Hujan Menurun, Banjir Kali Lamong mulai Surut Selengkapnya

Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS


GRESIK,1minute.id – Polisi menghentikan proyek sistem penyedian air minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Jalan Raya Manyar pada Selasa, 16 Maret 2021.

Pasalnya, proyek pipanisasi berdiameter 1.100 milimeter itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) itu. Selain menyebabkan kemacetan, proyek tersebut membahayakan pengguna jalan alias pengendara.

Sebab, tanah bekas galian berlumpur dan nyaris memenuhi badan jalan setelah diguyur hujan.
Sejumlah anggota Polsek Manyar dan Trantib Kecamatan Manyar mendatangi para pekerja pemasanngan pipanisasi yang sedang beraktivitas di jalan nasional itu. 

Sejumlah pekerja lain melakukan pengeboran bawah tanah yang menyeberangi ruas jalan Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu. Anggota Polsek Manyar dengan didampingi petugas Trantib Kecamatan Manyar meminta para pekerja menghentika pengerjaan tersebut. 

Petugas menyarankan pekerjaan dilanjutkan malam hari untuk menghindari terjadinya kemacetan parah. 

Selain itu, petugas juga menghimbau menambah rambu-rambu agar tidak menimbulkan korban.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan anggotanya telah mendatangi lokasi proyek PDAM tersebut.

“Pengerjaan proyek tersebut sudah dua sampai tiga hari dan perlu diketahui akibat proyek yang dikerjakan saat jam kerja sempat terjadi penumpukan kemacetan arus lalin di jalan raya sukomulyo hingga jalan raya manyar akibat pengerjaan proyek tersebut,”ujar Iptu Bima Sakti kepada wartawan pasa Selasa, 16 Maret 2021.

Alumni Akpol 2013 itu menghimbau, demi kepentingan masyarakat terutama pengguna jalan, proyek tersebut dikerjakannya malam hari saja. Dan lumpur yang tersisa segera dibersihkan agar tidak menjadi potensi penyebab Laka Lantas.

“Pihaknya mengupayakan dititik tersebut bisa dilalui dua arah lalu lintas agar tidak sampai terjadi kemacetan,”imbuh perwira dua balok di pundak itu. Lebih lanjut Bima Sakti mengatakan kalau bisa pekerjaan proyek dilakukan diatas jam 18.00 agar tidak terjadi kemacetan saat orang pergi dan pulang kerja. 

“Anggota kami menghimpau ke para pekerja proyek pipa PDAM tersebut untuk meminggirkan alat beratnya agar tidak terjadi kemacematan dan kalo di kerjakan malam pihak kami akan monitoring pengawasannya surat pemberitahuan pekerjaan proyek tersebut juga belum masuk di Polsek,”tandasnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zahriyah dikonfirmasi 1minute.id mengatakan proyek SPAM BGS itu adalah proyek investasi. “Itu proyek milik PPKT bukan PDAM Giri Tirta,”katanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 16 Maret 2021. (*)

Biang Macet dan Potensi Kecelakaan, Polisi Hentikan Pekerjaan Pemasangan Pipanisasi SPAM BGS Selengkapnya

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin

Warga Desa Dampaan, Kecamatan Cerme ketika memakamkan warga pada Selasa, 16 Maret 2021 ( foto : istimewa)

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin sulit dikendalikan. Debit air yang tinggi membuat tanggul di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme jebol pada Selasa, 16  Maret 2021.

Akibatnya, banjir Kali Lamong semakin meluas di Kecamatan Cerme. Pada Senin malam, ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me datangi warga air bah masih merendam 12 desa di Kecamatan Cerme. Tadi pagi, Selasa, 16 Maret 2021, desa terdampak banjir tahunan berasal dari kabupaten tetangga itu bertambah empat desa. 

Empat desa susulan yang diduga imbas dari jebolnya tanggul di Desa Tambakberas itu adalah Dampaan ; Padeg ; Cerme Kidul dan Semampir. Ketinggian air di dalam rumah warga di empat desa antara 20 cm – 40 cm. 

Berdasarkan data yang dihimpun 1minute.id di Kecamatan Cerme, ada rumah 2.036 unit , sawah 404 hektar , dan tambak 771 hektar. Selain, ribuan infrastruktur jalan yang terendam air, bagai sebuah telaga dadakan. Belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang harus di tanggung akibat banjir kiriman itu.

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada tanggul di Desa Tambakberas yang jebol karena tekanan volume air yang sangat kuat. “Iya benar, ada tanggul yang jebol di Desa Tambakberas,”kata Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu. 

Tanggul yang jebol cukup panjang. Lebih dari 3 meteran. Air bah itu menerobos begitu deras. Jebolnya tanggul di Desa Tambakberas ini semakin penderitaan masyarakat. Apalagi, banjir Kali Lamong sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di kawasan Gresik Selatan.

Sementara itu, warga Desa Dampaan harus kerja ekstra untuk memakamkan Tasmin. Kakek 82 tahun meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 23.00. Area pemakaman terendam air bah. Masyarakat lalu membangun tanggul setinggi 50 centimeter untuk menahan air agar tidak masuk liang lahat. Tasmin di makamkan tadi siang. (*)

Tanggul Tambakberas Jebol, Warga Desa Dampaan Bangun Tanggul untuk Makamkan Tasmin Selengkapnya

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.

“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.

Tahap awal ini,  tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi. 

“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi. 

“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.

SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)

Gus Yani : Normalisasi Kali Lamong Dimulai Musim Kemarau Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 100 Miliar dari Pusat Selengkapnya

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Curah hujan masih tinggi. Banjir Kali Lamong berpontesi semakin meluas. Kondisi itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus turun gunung bertemu masyarakat terdampak hingga larut malam pada Senin, 15 Maret 2021.

Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi sejumlah warga desa terdampak banjir Kali Lamong di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.

Mulai dari Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang. Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Menggunakan sepatu boots, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani membagikan bantuan kepada warga.

Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, Camat dan kepala desa setempat.

Selain membagikan sembako, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambangi para korban banjir luapan Kali Lamong memohon doa restu kepada masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Lamong. 

“Mohon doa, normalisasi Kali Lamong akan kita mulai musim kemarau nanti,”katanya kepada warga yang ditemui pada Senin malam, 15 Maret 2021. 

SEMBAKO : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme, Gresik pada Senin malam. 15 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam apel pagi di kantor Bupati Gresik memberikan perhatian serius banjir luapan Kali Lamong ini. Sebab, kurun waktu Januari hingga 15 Maret 2021, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu sudah kali keempat menerjang puluhan desa di empat kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Kedamean dan Cerme.

Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin. “Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani. (*)

Bupati Gresik Temui Warga Terdampak Banjir hingga Larut Malam. Minta Doa Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Sebanyak 19 desa tersebar di dua kecamatan yakni Benjeng dan Cerme. Rincianya, tujuh desa di kecamatan Benjeng dan 12 desa di Kecamatan Cerme. 

Ratusan rumah tergenangi air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu. Ratusan hektare sawah dan tambak tenggelam. Kondisi yang dialami ribuan jiwa masyarakat terdampak banjir Kali Lamong ini membuat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah prihatin.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati mengajak seluruh aparat sipil negara (ASN) untuk berubah. Bekerja lebih keras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kita harus punya strategi, inovasi dan kreatifitas.Kita tidak boleh santai dan selalu mengulang-ulang hal yang sama,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani lalu menyinggung tentang banjir Kali Lamong yang melanda masyarakat di Gresik Selatan.

Yakni, di Kecamatan Cerme, Benjeng, Kedamean dan Balongpanggang. Bupati yang baru dilantik 26 Februari 2021 itu, menyatakan keprihatinannya.  Bupati Gresik termuda, 35 tahun itu kembali mengajak ASN di Gresik bekerja keras lagi, memiliki rasa empati membantu masyarakat di Gresik Selatan agar terbebas dari banjir rutin itu.

“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,”kata Gus Yani. Keprihatinan Gus Yani beralasan. Pasalnya, kurun waktu 2,5 bulan sudah kali keempat Kali Lamong meluap. 

Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sejak Minggu hingga Senin, hari ini ada tujuh desa terdampak banjir. Tujuh desa itu, adalah Sedapurklagen ;  Karangankidul ; Munggugebang dan Klampok. Berikutnya, Desa Deliksumber ; Bengkelolor  dan Gluranploso.

“Camat bersama  muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait,”kata Reza Pahlavi.

Sedangkan, banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin parah. Bila siang hari tadi masih sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data diperoleh 1minute.id pada Senin. 15 Maret 2021 pukul 20.00 , air bah meluas ke tiga desa lainnya.

“Debit air malam ini semakin tinggi, sudah 12 desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi Senin malam. Belasan desa yang kebanjiran itu yaitu Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.Tiga desa terendam susulan yakni Tambakberas ; Lengkong dan Jono. (*)

Banjir Kali Lamong Meluas, Merambah 19 Desa di Benjeng dan Cerme, Bupati Ajak ASN Peduli Selengkapnya

Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Kini, kecamatan Cerme sudah sembilan desa yang terendam air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu.

DataSatgas Bencana Kecamatan Cerme sembilan desa yang tergenangi banjir tahunan itu adalah Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.

Di sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lomong itu, ada 286 rumah yang tergenangi air bah dengan ketinggian antara 20 cm hingga 80 cm. Kondisi terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land (CPL).

Ada 210 unit rumah kompleks perumahan berlokasi Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Gresik.Ketinggian antara 60 cm – 80 cm. Selain, ratusan rumah penduduk, air itu menerjang ratusan hektare sawah dan tambak. Akibat ini, masyarakat mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta.

Camat Cerme Suyono, air bah mulai masuk Cerme pada Sabtu malam. Namun, curah hujan yang tinggi membuat air bah cepat meluas. “Tadi pagi, sudah sembilan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Suyono pada Senin, 15 Maret 2021. 

Untuk kawasan perumahan, kondisi terparah di Desa Guranganyar. “Di Kompleks perumahan CPL ada 210 rumah yang tergenangi air. Ketinggian air sekitar 80 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Sedangkan, untuk infrastruktur jalan yang terendam banjir Kali Lamong paling parah di Desa Sukoanyar sepanjang 1,5 kilometer. (*)

Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong Selengkapnya

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal

GRESIK,1minute.id  – Kuasa hukum PT Kohir Mustika Berkah (KMB) Moch Toha angkat bicara terkait pemasangan portal jalan yang dilakukan warga Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) pada Minggu pagi, 14 Maret 2021.

Dia mengatakan, masyarakat tidak memiliki hak memasang portal  jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut adalah aset klien, PT KMB. Berdasarkan eigendom verponding lahan yang dimiliki KMB seluas 25 hektare atau 25 ribu meter persegi.

“Jalan yang dipasang portal itu bagian dari aset klien kami,”kata Toha pada Minggu, 14 Maret 2021. PT KMB , tambahnya, selama ini tidak mempermasalahkan aset klien digunakan untuk jalan dan taman, sebagai fasilitas umum atau fasilitas sosial. Meski, klien tambah Cak To-sapaan-Moch Toha belum melakukan transaksi penjualan kepada masyarakat.

Selama ini, dia mengklaim penjualan di aset KMB dilakukan oleh pengembang sebelumnya. “Tapi fakta hukumnya pengembang sebelumnya itu tidak pernah bisa menunjukkan hak kepemilikan lahannya kepada user (pembelinya),”katanya. 

Sehingga, katanya, warga yang merasa tidak puas menimpahkan kekesalannya kepada PT Kohir. “Seolah-olah kesalahan ditimpahkan klien. Padahal, kesalahan itu dilakukan pengembang sebelumnya yang tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”katanya.

Selain itu, tambahnya, klien juga ikut membantu pembuatan jalan tersebut. “Saat itu, klien membantu pembangunan jalan itu sekitar Rp 240 jutaan,”kata Cak To. Atas dasar itu, jelasnya, masyarakat tidak berhak untuk memasang portal jalan. 

“Kami akan lakukan pendekatan kepada pengurus RW dan masyarakat lainnya,”ujarnya. Sebab, pihak KMB akan melakukan upaya hukum bila portal jalan itu tidak di buka. “Klien memiliki bukti, berupa eigendom vorponding atas nama keluarga A.Kohir,”jelasnya. 

Surat Eigendom verponding yang diklaim dimiliki oleh PT Kohir Mustika Berkah di area Kompleks Perumahan ABR ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.

Mereka berasal dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.

Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Menggunakan fasilitas jalan swadaya masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan. 

Massa berasal dari dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran. Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki iktikad baik.

“Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021. Masyarakat  akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan.

Akses jalan itu yang di portal itu adalah yang pembangunannya dilakukan secara swadaya warga perumahan. Sehingga, saat inu aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system. (*)

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal Selengkapnya