Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya

LONGSOR : Bangunan kafe di kawasan Putri Cempo mulai longsor (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Azan Asar baru selesai berkumandang, nenek Musa’adah mengambil wudu kemudian salat Asar. Setelah salat nenek 70 tahun itu menuju dapur rumahnya untuk memasak. 

Bangunan dapur ibunda juru kunci Makam Putri Cempo – ada yang menyebut – Putri Campa, Ahmad Syaifudin itu berdinding asbes gelombang. Lantai tanah liat. Namun, di bagian pojok timur lantai rumah nenek di kawasan Bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik itu terlihat berlubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran. 

Begitu 1minute.id mencoba melonggo lubang itu terlihat dasar tebingnya. Cukup dalam. Sekitar 7-10 meteran. “Tanahnya longsor,”kata Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021. 

Musa’adah seakan tidak terlihat risau. Apalagi,  waswas dan khawatir dapur rumah dan bangunan rumah yang berada di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin) akan ikut tergerus air hujan dan ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo (Puncem) itu.

Apalagi  bagian lantai tanah liat rumah Musa’adah sudah mulai retak-retak. Sehingga, salah satu blandar rumah disanggah kayu balok. “Untuk menahan atap biar tidak ambruk,”sela Syaifuddin, anak Musa’adah yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu.

Ada tiga bangunan rumah di sekitar makam Syeh Sayyid Abdurahman itu. Semuanya keluarga Musa’adah berjumlah empat orang. Yakni, Musa’adah, Syaifudin dan anaknya. Serta, Samsul Arif, adik Musa’adah. 

Bukit Puncem mengalami longsor sejak 2018. Kondisi tanah kapur yang labil membuat longsoran di kawasan yang terdapat situs religi Makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, paman Sunan Giri itu semakin parah. Dan, kali terakhir, tanah longsor pada Selasa,  2 Maret 2021.

Akses jalan alternatif Gending-Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan rumah dan kafe di sekitar Bukit Puncem itu rawan longsor.   

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik


GRESIK,1minute.id – Koleksi lukisan RSUD Ibnu Sina Gresik bertambah pada Selasa, 2 Maret 2021. Lukisan terbaru itu karya Ariel Ramadhan. Lukisan berjudul “Bersatu Melawan Pandemi” itu dihadiahkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemkab Gresik bertepatan 1 tahun Pagebluk Corona di Indonesia.

Lukisan berukuran 80 x 100 cm menggunakan cat air dan arklik diatas kanvas itu diterima oleh Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina Gresik Maftuhan dan Ketua Tim Pinere RSUD Ibnu Sina Gresik dr Wiwik Kurnia Ilahi. 

Ariel, penyandang disleksia itu terlihat semringah.  Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Ariel yang didampingi ayahnya, Eko Sumargo dan kurator lukis,Arik S Wartono itu mengaku senang bisa berkontribusi dalam upaya memerangi pagebluk corona melalui karyanya. “Covid ini berdampak semua sektor, termasuk seniman lukis,”kata Ariel dengan nada lirih.

Pagebluk corona membuat sejumlah agenda pameran tertunda. Antara lain, keliling pantai utara Jawa, Singapura dan Australia. Namun, Ariel mengambil hikmah dari pandemi berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bisa menyelesaikan sejumlah lukisan. “Lukisan Bersatu Melawan Pandemi bisa saya selesaikan dua bulan,”katanya.

Ariel mengungkapkan lukisan tentang sejumlah wajah dari berbagai profesi memakai masker menunjukkan covid menyerang semua lapisan masyarakat. “Semua warga harus bersatu untuk bisa melawan penyebaran pandemi ini,”ujarnya. Tentang kapal pinisi berbendera palang merah, mahasiswa ITS Surabaya mengaku dibesarkan di kawasan pesisir Kota Santri. 

Sementara itu, dr Wiwik Karunia Ilahi mengatakan rumah sakit sangat senang menerima lukisan Bersatu Melawan Pandemi ini. Lukisan ini, tambahnya,akan dipasang di depan lobi masuk rumah sakit untuk menginspirasi masyarakat yang berkunjung di RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Lukisan ini membuat kita, para nakes bangga. Memerangi Covid -19 bukan tugas nakes saja. Tapi, tugas kita semua dengan cara mematuhi protokol kesehatan,”ujar ketua Tim Pinere (Penyakit infeksi emerging dan remerging) RSUD Ibnu Sina Gresik ini.

Terkait kembangan Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik dalam dua pekan ini cenderung menurun. Di ruang ICU tersisa 3 pasien. Di dua ruang lainnya sekitar 10 pasien. Rumah sakit menyediakan 110 bad untuk pasien covid kategori sedang dan berat. “Dibandingkan bulan November dan Desember tahun lalu semua ruang nyaris penuh. Semoga Covid segera berakhir,”harapnya. (*)

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi

GRESIK,1minute.id –  Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah menggelar tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu, 27 Februari 2021. Tasyakuran digelar secara sederhana. Namun tetap khidmat. Diawali Khotmil Quran, badal salat Subuh dilanjutkan dengan Istighotsa.

Tasyakuran dihadiri Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, sejumlah ulama, forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani,-Aminatun Habibah bersama Habib Luthfi di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu. 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam tausiyah, Habib Luthfi memberikan sejumlah pesan khusus kepada Gus Yani-sapaan akrab -Fandi Akhmad Yani dan Bu Min -panggilan- Aminatun Habibah untuk ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jangan mau saling dibenturkan oleh sesama bangsa dan tanah air. Jangan mudah termakan hoaks,”kata Rais Am Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman) ini.

Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini juga berpesan agar selalu menanamkan cinta kepada bangsa dan tanah air. “Jangan mudah terpecah belah,”imbuhnya. 

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Tiba-tiba Habib Luthfi berdiri dengan suara bergetar menyatakan “Wahai bangsa ku yang aku banggakan rela kah kita terpecah bela?”dijawab serentak tidak rela. Habib Luthfi mengaku bangga dan senang jawaban itu dan mengakhiri pidato kerakyatannya.

Sebelumnya, di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik, Habib Luthfi mendoakan Gus Yani dan Bu Min bisa semakin mensejahterakan masyarakat Gresik. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku mendapatkan kehormatan tasyakuran pelantikan kedatangan tamu Habib Luthfi bin Yahya. Tasyakuran secara sederhana dengan protokol kesehatan ditengah guyuran hujat lebat. “Semoga Gresik ke depan menjadi lebih bermanfaat. Mudah-mudahan Gresik Baru lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat Gresik,”ujar Gus Yani. (*)

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi Selengkapnya

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik


GRESIK,1minute.id – Pagebluk  Covid-19 masih belum berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Kondisi itu membuat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dilakukan secara berbeda oleh Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik pada 21 Februari 2021. Ibu-ibu anggota Polres Gresik itu menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagikan masing-masing seratus paket sembako dan alat kebersihan kepada petugas kebersihan di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik.

Baksos dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto. Baksos diawali penyerahan paket sembako dari ketua Bhayangkari Polres Gresik Ny Inanda kepada salah satu polisi wanita (Polwan) kemudian diteruskan kepada petugas kebersihan di TPA Ngipik.

BAKSOS HPSN : Anggota Polwan Polres Gresik menyerahkan bantuan alat kebersihan dari Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik kepada pemulung di TPA Ngipik Gresik. Baksos ini memperingati HPSN diperingati setiap 21 Februari.

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto mengatakan bakti sosial sebagai wujud kepedulian para istri Polri di Polres Gresik untuk membantu masyarakat terhadap kesulitan yang dihadapi di masa  Pandemi Covid-19 ini.

“Bhayangkari Cabang Gresik, mencoba meringankan beban mereka dalam bentuk baksos dengan membagikan paket sembako dan paket alat kebersihan,”kata istri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ini.

Pada kesempatan itu, Inanda Arief Fitrianto  mengajak kepada seluruh masyarakat melakukan berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Mari kita peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan, sehingga dapat menciptakan bangsa yang sehat dan berprestasi,”pungkasnya. (*)

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik Selengkapnya

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas


GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh menghimbau kepada masyarakat untuk berprilaku hidip bersih dan sehat (PHBS). Caranya, kata Najikh,tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan pemilahan sampah di sumber-sumber sampah yang secara berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengurangan sampah.

Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari ini, Najikh akan menggelar Pekan Sedekah Sampah (Pedas). 
Pedas selain memeriahkan HPSN juga menyemarakkan Bulan Rajab, Syakban, dan menyonsong bulan suci, Ramadan.

“Kami menghimpun sedekah dalam bentuk pengumpulah barang bekas tidak terpakai. Sampah yang masih ada nilai ekonomisnya,”kata mantan Sekretaris DPRD Gresik ini pada Sabtu, 20 Februari 2021.  Hasil yang didapat dari Pedas itu dilaporkan ke Baznas Gresik.

“Tapi, kami mohon kembali untuk disalurkan ke rekan-rekan pasukan kuning, pasukan taman, pasukan TPA dan anak yatim,”kata mantan Plt (Sekretaris Daerah) dan Plt Bupati Gresik menggantikan berakhirnya masa kepemimpinan periode dua almarhum KH Robbach Ma’sum pada 1 September 2010 itu.

Untuk diketahui sampah perkotaan masih menjadi problem pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Volume sampah terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, diperkirakan jumlah penduduk Gresik sekitar 1,3 juta jiwa. Sementara, tempat pembuangan akhir (TPA) hanya satu. TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. 

Edukasi Sampah : Istri Bupati Gresik terpilih, Nurul Haromaini (dua dari kanan) bersama Ketua Asbag Siti Fitriah saat memperingati HPSN di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 20 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pemerintah sedang berupaya membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tiga wilayah. Yakni, Wilayah Selatan di Kecamatan Kedamean, Wilayah Utara diusulkan di Kecamatan Ujungpangkah. Satu lagi, di Pulau Bawean diusulkan di Kecamatan Sangkapura.

Problem sampah rumah tangga itu akan bisa teratasi bila masyarakat peran aktif melakukan tindakan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle) mulai dari awal yaitu rumah, warung atau kafe masing-masing. 

Tadi pagi, Sabtu. 20 Februari 2021, Nurul Haromain Yani bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) melakukan kegiatan peduli lingkungan. Kegiatan dihelat di sekitar bangunan pendapa Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengawali rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari itu.

Istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani itu secara simbolis menanam pohon kehidupan jenis kedondong, mengedukasi para pemilik kafe di sekitar Desa Ngargosari-kini menjadi-salah satu sentral kafe di Gresik itu. 

Bahkan, ibu dua anak berusia 28 tahun itu, ikut membantu relawan Asbag memunguti sampah plastik, botol air mineral di sekitar lokasi HPSN. Alumnus Ilmu Komunikasi Unair Surabaya tidak terlihat canggung. Puluhan karung berisi botol mineral berhasil dikumpulkan dalam aksi peduli lingkungan itu. (*)

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas Selengkapnya
Ning Nurul membantu menaikkan sampah plastik dalam memeriahkan HPSN yang digelar DLH Gresik dan Asbag di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 20 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe


GRESIK,1minute.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersama Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Gresik menggelar bakti sosial menanam pohon kehidupan, edukasi memilah sampah dan bersih-bersih lingkungan pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Bakti sosial HPSN bertemakan “Sampah sebagai Bahan Baku Ekonomi Masa Depan” ini dilakukan di pendapa Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas ini di hadiri Nurul Haromaini, istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani. 
Kegiatan diawali senam lingkungan, kemudian penanaman pohon produktif di depan balai desa yang berada di kawasan perbukitan Ngargosari itu. Kemudian dilanjutkan menanam pohon kehidupan dan edukasi kepada masyarakat dan pemilik kafe di sekitar lokasi. 

Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini menanam pohon kendondong. Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya itu didampingi ketua Asbag Gresik Siti Fitria.  Usai menanam pohon dilanjutkan mendatangi sejumlah kafe di sekitar lokasi memeriahkan HPSN ini. Tujuannya, sosialisasi memilah dan memilih sampah dari sumber awal.

TANAM POHON : Ning Nurul menanam pohon kehidupan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu. 20 Februari 2021. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nurul Haromaini mengatakan aksi peduli lingkungan ini patut mendapatkan apresiasi. Apalagi kegiatan melibatkan semua gender. Laki-laki dan perempuan. Bapak, ibu hingga anak-anak. Sebab, kegiatan ini sangat berdampak sekali dengan lingkungan. “Lingkungan bisa bersih. Karena tiap bulan ada penimbangan sampah,”kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini ini. 

Ibu dua anak berusia 28 tahun ini menambahkan, organisasi seperti Asbag ini patut melebarkan sayapnya. Terutama di desa-desa yang belum terbentuk organisasi. Ning Nurul berharap masa kepemimpinan Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) bisa menaungi organisasi yang peduli terhadap lingkungan ini. “Biasa organisasi seperti ini terkendala biaya bisa dibantu,”harapnya.

Ketua Asbag Gresik Siti Fitria mengatakan hampir 70 persen sampah di kawasan Desa Ngargosari ini berupa sampah plastik dan kertas. “Kami melakukan edukasi kepada pengurus kafe untuk mengumpulkan sesuai jenis. Memilih dan memilih sampah dari sumber awalnya,”kata Fitri. “Sampah plastik atau kardus, kertas ini bisa menjadi sumber kehidupan,”tegasnya. Sampah yang terkumpul ini bisa ditukar dengan uang atau emas.  (*)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional

GRESIK,1minute.id – Ratusan jamaah salat Jumat di masjid  KH Ahmad Dahlan menikmati makan siang bersama. Mereka makan nasi dalam kemasan kotak dengan lauk daging dan telur setelah salat Jumat. Jamaah masjid berlokasi di dekat Terminal Bunder itu begitu lahap menyantap nasi yang disediakan oleh tim Pola Pertolongan Allah (PPA) Gresik itu.

Sebenarnya, aksi sosial dengan label Gerakan Jumat Berkah (GJB) itu sudah lama dilakukan oleh anggota PPA Gresik. Akan tetapi, jumlah nasi kotak dalam aksi berbagi kebahagian itu terbatas. Sekitar 250 nasi kotak. Ratusan nasi kotak itu dibagikan kepada pekerja yang ada di jalanan. 

Diantaranya, petugas kebersihan,  pengepul sampah, pekerja proyek dan jamaah salat Jumat. Sehingga tidak semua jamaah salat Jumat di masjid KH Ahmad Dahlan itu menikmati nasi badal salat.

Nah, Jumat hari ini, 12 Februari 2021, mereka menambah dua kali lipat dari Jumat sebelumnya menjadi 500 nasi kotak. Untuk keperluan itu, tim PPA Gresik itu memasak daging 27 kilogram  dan telur 31 kilogram. Mereka memasak sendiri di rumah salah satu anggotanya di kawasan Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Sejak pagi tim PPA Gresik itu memasak untuk mempersiapkan Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN)  bertemakan “Mengantarkan Kebaikan” yang menjadi program PPA Pusat. 

“Menghantarkan Kebahagiaan, menjadi sebuah spirit dari gerakan ini. Bukan tanpa alasan melainkan karena memasukan kebahagiaan di hati seseorang adalah salah satu amalan yang utama,”kata Founder PPA Rendy Reza dalam rilis yang diterima 1minute.id dari tim PPA Gresik pada Jumat, 12 Februari 2021.

PPA ini adalah penggagas komunitas Employee of Allah (EOA) yang menjadi penggerak acara ini. Mereka membagikan makanan siap saji, kebutuhan dapur dan sehari-hari (sembako), buah-buahan, uang tunai, logam mulia, terapi gratis dan lain sebagainya. Inti kegiatan tersebut, menghantarkan kebahagiaan kepada banyak orang.

GJB mendapat respon yang positif dari masyarakat, khususnya para pemetik manfaat. Untuk meningkatkan manfaat dan menyebarkan gerakan ini, terhitung mulai 12 Februari dijadikan gerakan nasional, Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN).

Saat peluncuran hari ini, GJBN dilakukan di 105 kota/Kabupaten, dimana masing-masing tempat melaksanakannya di 2-5 titik. Masing-masing titik akan membagikan 50-400 paket yang dibutuhkan oleh para pencari nafkah di jalanan. Kaum duafa, anak yatim piatu, penghafal Al Quran, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), warga lapas, mualaf dan lainnya. Penerima manfaat GJBN ini diperkirakan lebih dari seratus ribu paket.

Ketua Panitia Sonny Abikim mengatakan GJBN dilakukan serentak di 105 kabupaten/kota di Indonesia. “Akan terus kami gulirkan sehingga gerakan ini semakin meluas dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam kegiatan ini,”ujar Sonny Abikim.

Sony menambahkan selain dengan doa yang rutin kami lantunkan, juga ingin berkontribusi untuk Indonesia dengan aksi nyata. “Dan saya yakin, gerakan ini akan semakin membesar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. Saya mengajak siapapun untuk ikut menghantarkan kebaikan kepada banyak orang di negeri yang kita cintai ini,”ujarnya. (*)

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional Selengkapnya