Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan


GRESIK,1minute.id – Dua tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik jebol. Puluhan rumah di desa itu tergenangi air bah luapan Kali Lamong. 

Kondisi itu, membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Kota Santri, Gresik turun tangan untuk membantu korban terdampak. 

Diantaranya, SMK Karya Bhakti Gresik dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gresik. 
SMK Karya Bhakti membawa puluhan dus mi instan. Sedangkan, Tagana mendistribusikan nasi bungkus.

Sekitar pukul 09.30, bantuan SMK Karya Bhakti tiba di Balai Desa Jono.  Bantuan dibawa mobil pikap dipimpin langsung Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati. 

Sebagian bantuan diturunkan di balai desa dan diterima Kepala Desa Jono Asrun. Sebagian lainnya secara simbolis diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak. 
Pagi itu, jalan kampung desa setempat genangan air setinggi 20 sentimeter. Air juga masih terlihat mengenangi bagian ruang tamu masyarakat.

Tanggul Desa Jono, Kecamatan Cerme yang jebol akibat terjangan arus luapan Kali Lamong

Camat Cerme Suyono mengatakan, kondisi terkini genangan air masih terlihat di sebelas desa. “Tapi, ketinggian air sudah berkurang,”ujar Suyono ditemui  di Desa Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Sementara itu, Kades Jono Nasrun mengatakan, sejak Rabu 16 Desember 2020 dua tanggul di dua titik jebol. “Ada puluhan rumah yang tergenangi,”kata Nasrun, Jumat 18 Desember 2020.

Saat ini, masyarakat hanya berharap hujan tidak turun lagi. “Sebab, perbaikan tanggul akan dilakukan setelah air surut,”kata Nasrun. Pihak desa melalui Kecaamat Cerme telah melaporkan tanggul yang jebol itu kepada Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati mengatakan bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak banjir. “Semoga masyarakat terdampak diberikan kesehatan dan kesabaran,”harap Lina didampingi pengurus Yayasan Karya Bhakti Andhyk Mardi Utomo (*)

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan Selengkapnya

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme

GRESIK, 1minute.id – Kesibukan masih terasa di dapur umum Selter Cerme, Gresik, Kamis 17 Desember 2020. Sejumlah relawan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) dan anggota taruna siaga bencana (Tagana) Gresik masih terus menyiapkan bekal makanan kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. 

Data didapat 1minute.id hingga pukul 12.00 ada dua belas desa yang masih terendam air Kali Lamong itu. Desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong itu adalah Desa Lengkong, Sukoanyar, Dungus,  Dampaan,  dan Guranganyar. 

Kemudian, Desa Morowudi, Iker-ikergeger,  Betiting, Pandu,  Cerme Kidul,  Jono dan Tambakberas. Desa Iker-ikergeger terparah. Data di Kecamatan Cerme, ada 350 rumah yang tergenangi air dengan ketinggian antara 20 – 50 sentimeter. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme, Gresik

Menurut Camat Cerme Suyono, dibandingkan, sehari sebelumnya, Rabu 16 Desember 2020 ketinggian air cenderung surut. “Semoga air terus surut,”ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kini, masyarakat di wilayah aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme,  Kedamean dan Menganti hanya bisa berdoa hujan tidak terjadi di wilayah  hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Bila kedua kabupaten dilanda hujan lebat air akan kembali tinggi. 

Sementara itu, belum surutnya genangan air di sejumlah desa di Kecamatan Cerme membuat organisasi sosial seperti Tagana Gresik masih terlihat sibuk. Sebab, mereka  harus menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya setiap hari harus menyiapkan sekitar 9 ribu  nasi  bungkus. “Nasi  bungkus untuk masyarakat terdampak yang kami bagikan tiga kali sehari,”kata Mukhid,  Kamis 17 Desember 2020.

Selain menyiapkan nasi bungkus, tambahnya, pihaknya juga membagikan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi makanan kami angkut dengan perahu karet milik BPBD Gresik,”katanya.

Disisi lain, calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan istrinya, Ning Nurul membuka dapur umum di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. 

Cabup terpilih itu memberikan bantuan perahu karet untuk moda transportasi warga yang terdampak banjir. “Selain dapur umum dan perahu karet, Gus Yani dan istrinya, Ning Nurul juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir,” kata Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda. (*)

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme Selengkapnya

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon

Mahasiswa pecinta alam, Mapala STAI Hasan Jufri Bawean ketika menanam pohon di area Danau Kastoba


GRESIK, 1minute.id – Pulau Bawean memiliki alam yang eksotis. Biota laut maupun hutan. Masih asri.

Untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Pulau Bawean itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) RKW 11 Pulau Bawean bersama mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STAI Hasan Jufri Bawean dan masyarakat melakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Bakti sosial reboisasi itu pemulihan hutan di area blok Danau Kastoba di Desa Paromaan, Kecamatan Sangkapaura, Pulau Bawean. 

Selain di danau kastoba kegiatan reboisasi juga dilakukan di Beto celeng Dusun Padeleman, Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak. 

Reboisasi ini  sebagai sarana menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki hidrologi hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor serta melestarikan sumber daya air untuk masyarakat sekitar.

Mohammad Rawi mengatakan kegiatan reboisasi tersebut akan berlanjut ke blok Teneden ; blok hutan Pamegetan ; blok Tarip-tarip, dan blok Cemedak. “Totalnya ada seribu bibit pohon,”kata Rawi, salah satu anggota Mapala STAI Hasan Jufri Bawean itu. 

Ribuan pohon yang ditanam diantanya pohon Gondang, Mahoni, Binong, dan Nyamplung. “Semua pohon itu mampu menghasilkan air dikemudian hari,”imbuhnya. Reboisasi, salah satu cara untuk menjaga sumber daya air di Pulau berjarak 80 mil laut dari Gresik itu.

Rawi mengatakan dalam waktu tiga tahun terakhir ini para petani sangat kekurangan air untuk bercocok tanam. ” Kalau dulu mereka mampu untuk menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun, sekarang mereka hanya mampu menanam satu kali dalam satu tahun.”ujarnya.

Rawi bersyukur kegiatan reboisasi mendapatkan respons cukup baik dari masyarakat. Mereka pun turut serta ikut menanam bibit pohon untuk reboisasi. 
“Masyarakat sangat khawatir ladang-ladang yang mereka tanami saat ini menjadi tandus nantinya.”katanya . 

Sementara itu,  Ketua BKSDA RKW 11 Pulau Bawean Nur Syamsi mengatakan sekitar 400 bibit pohon telah ditanam, Senin 14 Desember 2020. “Tujuannya untuk menjaga ekosistem kawasan sekitar daerah konservasi Danau Kastoba,”katanya. (*)

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon Selengkapnya

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus

Cabup Terpilih Fandi Akhmad Yani takziah ke rumah duka keluarga korban luapan Kali Lamong, Senin 14 Desember 2020


GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong semakin besar di Kecamatan Cerme. Jalan Raya Morowudi terputus, Selasa 15 Desember 2020. Genangan air bah setinggi 70 sentimeter.

Menurut penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid, genangan air di sepanjang jalan Morowudi, Kecamatan Cerme sudah setinggi 70 sentimeter. “Sehingga akses jalan menuju Benjeng dari Morowudi dialihkan melewati Metatu, Benjeng,”kata Mukhid, Selasa 15 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Senin 14 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat jenis MPV yang nekat menerobos genangan air harus didorong karena mogok. “Jalan Morowudi memang tidak ditutup warga. Akan tetapi, pengendara memilih memutar haluan daripada mogok ditengah perjalanan,”ujarnya. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid

Disisi lain, kata Mukhid, perkembangan air semakin tinggi membuat taruna tangguh bencana (Tagana) Gresik memindahkan dapur umum dari Benjeng menuju Selter Dinas Sosial (Dinsos) di Kecamatan Cerme. 
Terpisah, Camat Cerme Suyono mengatakan derasnya arus luapan Kali Lamong membuat tanggul di Desa Iker-ikergeger ambrol.

“Tanggul Iker-iker jebol Senin siang,”kata Suyono dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Data Kecamatan Cerme, air luapan Kali Lamong telah menggenangi sembilan desa. Sembilan Desa itu adalah Lengkong ; Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. Kemudian, Desa Dungus ; Dampaan ; Dooro ; Guranganyar dan Morowudi. 

Di sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong itu sebanyak 957 unit. Ketinggian air di dalam rumah warga antara 20 – 40 sentimeter. Di Desa Dungus yang paling parah. Ada 500 unit rumah yang terendam. 

Seperti diberitakan, curah hujan tinggi di hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Air bah itu mengabikatkan seorang siswa terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Senin, 14 Desember 2020. Korban bernama Nusifah, 13 tahun.

Sementara itu, Cabup terpilih versi perhitungan real count KPU Fandi Akhmad Yani melihat langsung kondisi luapan Kali Lamong di Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mampir ke posko banjir di desa setempat. Gus Yani juga menyempatkan takziah kerumah keluarga Nusifah. (*) 

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus Selengkapnya

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin


GREEIK,1minute.id – Badan penanggulangan bencana daerah (BPDB) Gresik menghentikan sementara pencarian anak hilang terseret luapan Kali Lamong di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Minggu 13 Desember 2020.

Korban hilang bernama Nasifah, 13 tahun.  Kapala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, pencarian dihentikan karena kondisi malam hari. “Besok (Senin) pencarian akan kami lanjutkan,”ujar Tarso dikonfirmasi selulernya, Minggu 13 Desember 2020 malam. 

Korban Nasifah sekitar pukul 11.00 berjalan melintasi air bah luapan Kali Lamong di  Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng. 
Ketinggian air sekitar 60 sentimeter di jalan desa. Ratusan unit rumah terendam. Siang itu, Nasifah berjalan bergandengan tangan dengan temannya. 

Tarso menambahkan, perkembangan air bah Kali Lamong mengarah kw Benjeng dan Cerme. “Sebagian desa di Balongpanggang mulai surut. Air mengarah ke Benjeng dan Morowudi, Cerme,”katanya.

Luapan Kali Lamong ini mulai masuk kw desa-desa di Kecamatan Balongpanggang sejak Minggu 13 Desember 2020 pukul 02.00. Hujan lebat mengguyur Gresik Selatan, Lamongan hingga Mojokerto membuat Kali Lamong di area Gresik tidak bisa menampung.

Sebab, kondisi Kali Lamong dangkal dan sempit. Akibatnya air menggenangi sawah, tambak, jalan desa, hingga rumah penduduk. (*)

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin Selengkapnya

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 siswa kelas industri Indospring SMK PGRI 1 Gresik memulai pembelajaran, Sabtu 12 Desember 2020. Kuliah perdana angkatan VII ini dibimbing langsung Human Capital Director PT Indospring Bob Budiono.

Masa pandemi Covid-19 Bob Budiono lebih banyak memotivasi siswa untuk disiplin protokol kesehatan dan budaya kerja. Sebab, virus corona tidak terlihat oleh mata.

Sehingga disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan. “Vaksin sesungguhnya adalah memenuhi prokes,”tegas Bob Budiono dihadapan 24 siswa dan perwakilan wali murid di lantai 2 Gedung SMK PGRI 1 Gresik, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dia melanjutkan masa pandemi semua industri terdampak. Pabrik pegas daun maupun pegas keong (pegas ulir) terdampak virus berawal dari Wulan, Tiongkok itu sempat terdampak. 

“Terpuruk di bulan Mei.Beruntung pencipta alam sangat baik dengan Indospring. Dan, kemudian merangkak naik terutama ekspor,”katanya. “Dan, hari ini Indospring akan melakukan ekspor perdana ke Taman,”imbuhnya. 

Kuncinya, disiplin dan inovasi. Bob berharap 24 dari 380 siswa lolos seleksi ini dari segi kemampuan hampir sama. Lalu apa pembedanya? “Harus memiliki agile (tangkas),”kata Bob Budiono. 

Selain itu, siswa harus berbakti kepada orang tua. “Nanti bila di terima di Indospring jangan lupa berikan perhatian kepada orang tua,”pesannya.

Biasanya, Bob Budiono memberikan kuliah perdana bisa lebih 60 menit. Namun, masa pandemi Bob hanya memberikan kuliah perdana selama 30 menit. Bob mempersilakan siswa untuk mengcopi materi di flasdisk. “Silakan di copi untuk dipelajari,”ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, mengapresisi kepedulian Bob Budiono dan Indospring atas kepedulian kepada dunia pendidikan.

Selain itu, Arief juga meminta kepada 24 siswa kelas industri untuk selalu bersyukur karena terpilih menjadi siswa Indospring Class. 

“Dan utamakan budaya kerja,  seperti tempat waktu, menggunakan APD dan K3,”tegas Arief. (*)

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring Selengkapnya

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes, Puluhan Orang Mendapatkan Teguran hingga Kerja Sosial

Tim Gabungan memberikan sanksi sosial membersihkan taman kepada masyarakat yang terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan, Selasa 1 Desember 2020

GRESIK,1minute.id – Jumlah pasien terpapar Covid-19 masih terjadi di Gresik. Penegakan protokol kesehatan (Prokes) semakin diintensifkan tiga pilar di setiap kecamatan.

Diantaranya, tiga pilar di Kecamatan Manyar dan Balongpanggang , Selasa 1 Desember 2020.

Sekitar pukul 12.30, satgas Covid-19 terdiri dari TNI, Polri dan Petugas Ketenteraman dan Ketertiban melakukan operasi yustisi di sejumlah warung di Kecamatan Manyar. 

Operasi penegakan peraturan bupati (Perbup) nomor 22/2020 tentang Pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru pada kondisi pandemi Virus Corona (Covid-19) dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker. 

Selama 60 menit petugas yang dipimpin Waka Polsek Manyar Ipda Yasin itu melakukan penyisiran di sejumlah fasilitas publik dan warung kopi. Bagaimana hasilnya? 

Kasub Bag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa mengatakan operasi yustisi penegakan prokes itu menindak sepuluh orang. “Mereka yang terjaring operasi yustisi dikenai sanksi hukuman push up tiga orang dan tujuh orang mendapatkan teguran,”ujar Bambang Angkasa didampingi Ipda Yasin. 

Sedangkan, operasi yustisi di Kecamatan Balongpanggang petugas memberikan sanksi teguran simpatik kepada 30 orang dan hukuman sosial membersihkan taman.

Bambang menambahkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ini dilakukan serentak di Gresik (*)

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes, Puluhan Orang Mendapatkan Teguran hingga Kerja Sosial Selengkapnya

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari

GRESIK,1minute.id  – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Gresik. Apalagi, sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) masih sangat minim.

Akibatnya, tak sedikit armada truk angkut sampah dengan kondisi bolong-bolong terpaksa harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per harinya itu. 

Tata kelola sampah di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan. Terbatasnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) membuat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan meningkat.

Kondisi tersebut telah lama menjadi perhatian serius paslon nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) dalam rangka kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah terpadu.
Cabup Gus Yani mengatakan, setelah melewati tahapan kampanye mengelilingi desa ke desa.

Banyak masyarakat yang wadul soal penanganan sampah di Kota Pudak yang kurang diperhatikan pemerintah daerah.
Fakta banyaknya masyarakat yang membuang sembarangan itu karena minimnya TPS. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan peningkatan jumlah hunian terutama di wilayah Gresik Selatan. Padahal, jumlah perumahan di wilayah Gresik selatan membludak.

“Tidak ada fasilitas oleh pemkab untuk penanganan sampah, jadinya banyak saya temui sampah berserakan di tepian jalan,”katanya, Senin 30 November 2020.

Imbas dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ketika terjadi banjir atau genangan yang diakibatkan sampah di selokan maupun sungai. Padahal, Gresik juga memiliki problem banjir kali lamong yang harus segera dituntaskan.

“Kita lihat hari ini, ada banjir dan genangan karena sampah. Saya dapat kiriman fotonya dari seorang teman, lokasinya di kali Deliksumber jurusan Kedungrukem di kecamatan Benjeng. Kan ini harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,”imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika ia dan Bu Min terpilih sebagai Cabup dan Cawabup Gresik periode 2021-2025. Pihaknya menjamin keberadaan truk pengangkut sampah serta sarana TPS harus diperbanyak. Selain itu, pengelolaan yang tepat juga menjadi fokus utama.

“Di visi misi Niat ada program Gresik Lestari. Melalui program itu akan kami wujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang bagus sehingga masalah sampah bisa teratasi. Ini penting karena menyangkut kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan alam dan potret dari pada kota Gresik,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Cawabup Bu Min menambahkan dalam program Gresik Lestari, paslon Niat mendorong filosofi ramah lingkungan pada setiap pembangunan pemukiman dan infrastruktur dengan mengampanyekan lubang serapan biopori.

Hal ini untuk meningkatkan kapasitas tanah dalam meminimalisir genangan, artinya tambah Bu Min, ke depan harus dilakukan manajemen yang baik. Misalnya, ketika ada pengembangan perumahan maka wajib dilakukan gerakan pembuatan lubang biopori.

“Saya kira pemerintah ke depan harus memulai itu. Dikampanyekan ke masyarakat lalu diimplementasikan sehingga semakin banyak lubang biopori maka banjir ataupun genangan tak akan terjadi lagi,”tambahnya.

Paslon Niat juga bakal membuat pengelolaan sampah menjadi terpadu dan terpusat di kecamatan. Sehingga, sudah tidak ada lagi armada truk angkut sampah yang hanya berpusat di kota. Termasuk,  peremajaan armada truk angkut sampah yang sudah tidak layak digunakan.  

“Saya sering menjumpai kontainer sampah di perkotaan Gresik saat melintasi jalan bergelombang sampahnya tumpah di jalan raya. Truknya terus melaju, sementara sampahnya tertinggal di jalan . Pengelolaan seperti ini yang harus kami ubah nantinya,”ujar Cawabup perempuan pertama di Gresik yang juga aktif di bidang lingkungan. (*)

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari Selengkapnya

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar

GRESIK ,1minute.id – Masa pademi Covid-19 memasuki new normal life. Sejumlah perusahaan mulai menggenjot produksi. Mereka pun membutuhkan tenaga kerja.  

SMK PGRI 1 Gresik menggelar Job Matching, untuk memfasilitasi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi ini, Senin 30 November 2020. 

Job Matching dipusatkan di SMK PGRI Gresik dan diikuti lima sekolah imbas yakni SMK YPI Darussalam 1 Cerme ;SMK Semen Gresik ; SMK YASMU Manyar Gresik ; SMK Islamic Qon Gresikdan SMK PGRI 2 Gresik itu dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti. 

Karena masih masa pandemi korona , calon tenaga kerja (naker) yang lulusan SMK se-kabupaten Gresik itu tidak langsung bertemu dengan pihak perusahaan peserta job matching. 

Delapan perusahaan peserta job matching itu adalah PT Indoprima Gemilang ; PT Indospring ; PT Rollent Indonesia dan PT Kawung. Kemudian, PT Swabina Gatra;  CV Kend Teknik; CV Panorama dan CV Alat Ukur Berkah. 

Menurut Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, job matching ini peserta bisa memilih industri atau perusahaan yang mereka minati sesuai dengan background dan kompetensi masing-masing. 

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti memberikan pembekalan kepada peserta Job Matching dengan protokol kesehatan di SMK PGRI Gresik, Senin 30 November 2020 (foto : chusnul cahyadi)

“Perusahaan menyeleksi secara online,” ujar Arief Susanto didampingi Eko Purwanto, penyelenggara Job Matching,  Senin 30 November 2020. SMK PGRI 1 Gresik sebagai penyelenggara berdasarkan instruksi Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri atau perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Job matching ini diawasi Satgas Covid-19 wilayah Timur,”katanya. 

Dalam pantauan1minute.id, sekitar pukul 10.30 atau tiga jam pascapembukaan sudah ada 305 pelamar yang masuk. 

Terpisah, Human Capital PT Indospring Andi Mohtar mengatakan, sekitar pukul 10.30 pelamar yang sudah masuk sebanyak 172 orang. “Kami akan lakukan tahapan seleksi secara virtual,”kata Andi ditemui di sela Job Matching di SMK PGRI Gresik. (*)

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar Selengkapnya