Akhir Januari 2022, Seluruh Anak Usia 6-11 Tahun di Gresik Tervaksinasi

GRESIK,1minute.id – Vaksinasi anak 6-11 tahun terus digeber di Kabupaten Gresik. Satuan Tugas Covid-19 Gresik menargetkan seluruh anak usia 6-11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama akhir Januari 2022. Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen bisa berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ada tiga sekolah yang melakukan vaksinasi kepada anak-anak hari ini, Selasa, 11 Januari 2022. Tiga lembaga pendidikan itu adalah SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) sebanyak 463 siswa ; SD Al Ibrah 300 murid dab SD Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI) Gresik sebanyak 200 siswa.

Vaksinasi di SD Mugeb dipusatkan di Lapangan Futsal. Vaksinasi untuk siswa kelas I, II dan V itu terasa beda. Sebab, menghadirkan dua orang berkostum superhero  Ironman dan Captain America. Tampak hadir digelaran vaksinasi Merdeka itu antara lain Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosih dan sejumlah anggotanya. 

AKBP Much Nur Azis mengatakan, vaksinasi kepada anak-anak memerlukan perhatian khusus. Tokoh superhero Captain America dan Iron Man didatangkan membantu menghibur anak-anak. Selain itu ada juga tokoh kartun BoboiBoy. Di SD YIMI badut iku menghibur anak-anak saat menerima dosis vaksin. “Anak-anak bisa belajar dengan baik, vaksinasi merdeka ini serentak di seluruh Indonesia,”kata Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis. 

Vaksinasi Sinovac: Muhammad Rifky Putra Cahyadi, siswa SD Muhammadiyah GKB (Mugeb) mendapatkan vaksinasi dosis pertama di lapangan futsal sekolahnya pada Selasa, 11 Januari 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Vaksinasi di Gresik secara keseluruhan mencapai 85 persen termasuk lanjut usia (lansia). Vaksinasi anak mencapai 51,69 persen hingga hari ini. Alumnus Akpol 2002 ini menargetkan akhir bulan Januari vaksinasi seluruh anak-anak usia 6-11 tahun sudah divaksin. “Dua pekan atau kurang dari satu bulan ini anak-anak di Gresik sudah kita vaksinasi semuanya termasuk yang ada di Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura semuanya,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Alumnus Akpol 2002 ini mengingatkan agar masyarakat yang telah menerima dosis vaksin untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Sebab, wabah coronavirus disease 2019 belum berakhir. Masih ada varian baru, Omicron yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Meski, varian baru kali pertama ditemukan di Afrika Selatan belum ditemukan di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Akhir Januari 2022, Seluruh Anak Usia 6-11 Tahun di Gresik Tervaksinasi Selengkapnya

Gubernur Khofifah Siap Fasilitasi Alumni SMK Masuk PT Program Vokasi

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke SMK dan SMA Negeri 1 Cerme pada Selasa, 4 Januari 2022. Kunjungan kerja orang nomor satu di Jawa Timur itu untuk memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah jenjang SMA/SMK sederajat di Kabupaten Gresik itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Satgas Covid-19 Gresik. Yakni, menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Khofifah yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wachid Wahyudi disambut oleh Bupati Gresik Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan Cabang Gresik Kiswanto dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto serta pihak sekolah. 

Khofifah melihat secara langsung aktivitas PTM yang sedang berjalan sekolah berlokasi di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kebomas Gresik itu. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun menyempatkan berkomunikasi dengan siswa setempat. Khofifah lega karena PTM sesuai prokes. 

Kehadiran Gubernur Khofifah ke lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik membawa kabar yang menyenangkan bagi siswa di sekolah kejuruan itu. Khofifah mengatakan, siswa kelas XII di SMK yang hendak meneruskan kuliah memiliki peluang besar masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Terutama PTN yang memiliki Program Vokasi. Gubernur Khofifah siap memfasilitasi.

Program Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Secara umum pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, menjelaskan bahwa Gubernur Jatim Khofifah sudah melakukan upaya dalam memfasilitasi alumni SMK untuk bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT) dengan meminta pada para Rektor PT untuk penyediaan kuota, khususnya pada Program Vokasi. “Peluang alumni SKM masuk ke perguruan tinggi program Vokasi terbuka lebar,”kata Wahid Wahyudi. 

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik yang komandan Satgas Covid-19 Gresik  melaporkan kesiapan pelaksanaan PTM di Kabupaten Gresik. (yad)

Gubernur Khofifah Siap Fasilitasi Alumni SMK Masuk PT Program Vokasi Selengkapnya

Hadirkan Doraemon Plus Hadiah Gendong bagi Anak Suntik Vaksin Covid-19

GRESIK,1minute.id- Vaksin untuk anak 11 tahun kedua memasuki hari kedua. Dinas Kesehatan Gresik menargetkan 122.335 anak dapat suntik dosis pertama. Forum koordinasi pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggeber vaksinasi di semua Kecamatan. 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. 

Antara lain, SDIT Al Ibrohimi di Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar pada Jumat, 17 Desember 2021. Untuk menghibur anak-anak berusia 6-11 tahun menghadirkan tokoh kartun dari Negeri Sakura, Jepang : Doraemon. Kehadiran badut itu menjadikan vaksinasi Covid-19 untuk anak terasa lebih rileks. Penuh tawa.

Selama proses suntik vaksin dosis pertama, petugas vaksinator didampingi oleh Babinsa Kodim 0817/06 Manyar dan Bhabinkamtibmas Polsek Manyar. 
Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan didampingi Forkopimcam Manyar mengatakan hari ini mengadakan vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak.

“Alhamdulillah, vaksin Covid-19 kepada anak-anak usia 6-11 tahun di SDIT Al Ibrohimi dengan sasaran sebanyak 370 anak,” kata dr Aldo-panggilan-dr Ovaldo Kurniawan pada Jumat, 17 Desember 2021. Ia menerangkan bahwa vaksin yang diberikan adalah jenis Sinovac dosis pertama. Pelaksanaannya akan diselesaikan hari ini.

Aldo berharap dengan adanya vaksinasi ini, pandemi Covid-19 segera berakhir. Namun ia juga mengingatkan masyarakat, meskipun sudah menerima vaksin tidak boleh abai protokol kesehatan. “Karena sekarang telah muncul varian baru Covid-19 yaitu omicron yang menjadi ancaman kita bersama,” tandasnya.

Kepala SDIT Al Ibrohimi Ahmad Jamharimengapresiasi upaya Forkopimcam Manyar dalam memotivasi anak-anak didiknya agar antusias menerima vaksin Covid-19.
“Terima kasih, siswa-siswi SDIT Al Ibrohimi sangat bersyukur bisa menerima dosis vaksin di sekolah. Alhamdulillah, inovasi Forkopimcam Manyar berhasil menambah semangat anak-anak untuk tetap sehat terhindar dari corona,”katanya. 

Sementara itu, Faisal, siswa kelas 1C SDIT Al Ibrohimi yang awalnya takut jarum suntik bisa tersenyum. Apalagi, bocah 7 tahun mendapatkan hadiah gendong dari Aiptu Fahrur Rozi, kanit Binmas Polsek Manyar. “Ayo tak gendong, kalau mau vaksin. Tidak sakit loh,”kata polisi berkumis berhati mulia itu. (yad)

Hadirkan Doraemon Plus Hadiah Gendong bagi Anak Suntik Vaksin Covid-19 Selengkapnya

SMA NUSA Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan

GRESIK,1minute.id – SMA Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik mendeklarasikan sekolah ramah siswa. Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan pada Kamis, 16 Desember 2021. Deklarasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Aminatun Habibah, menyatakan bahwa kenyamanan siswa dalam belajar adalah yang paling utama. ‘’Di sekolah itu yang nomor satu adalah kenyamanan siswa-siswi kita dalam belajar. Karena kalau mereka tidak nyaman, pada akhirnya mereka malah tidak mau sekolah. Untuk itu saya benar-benar apresiasi sekali acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan  ini,’’ungkap Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah. 

Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselenggarakan oleh SMA NUSA Gresik ini, kali pertama diadakan oleh sekolah di Kabupaten Gresik.

Wabup melanjutkan apabila kenyamanan dapat diciptakan oleh pihak sekolah, maka siswa-siswi yang belajar akan merasa nyaman dan senang menempuh pembelajaran di sekolah. Ia berharap apa yang telah dideklarasikan oleh SMA NUSA Gresik itu bisa dilaksanakan dengan baik, supaya dapat mewujudkan sekolah yang benar-benar anti perundungan dan kekerasan.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi percontohan oleh sekolah-sekolah lain, dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa-siswi di Kabupaten Gresik dalam menempuh pendidikan. ‘’Kegiatan ini merupakan contoh yang baik, mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan untuk sekolah-sekolah lainnya,’’harap Bu Min. (yad)

SMA NUSA Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan Selengkapnya

Siswa SDIT Al Ibrah Juarai Lomba Tahfidz Quran hingga Esai

GRESIK,1minute.id – Peringatan Bulan Bahasa pada Oktober 2021 memberikan berkah bagi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Ibrah Gresik. Sekolah berlokasi di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) itu menempatkan tujuh siswanya sebagai juwara tingkat nasional dalam beberapa lomba literasi.

Tujuh siswa prestasi itu adalah Hafidzatun Najwa dan Hanun Adlyn Khairunnisa, menyabet juara I dan III di ajang lomba tahfidz Quran se-Jawa-Bali yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Firdaus Jembrana, Bali. 

Kemudian, ajang literasi se-Indonesia di SMPIT Insan Kamil, Sidoarjo, siswa SDIT Al Ibrah memboyong lima medali. Yakni. Khansa Zahirah Najla runner up lomba tahfidz;  Qoyyuma Shabira Aufa juara pertama lomba menulis esai ; Janeeta Malilah merebut juara I lomba pidato. Berikutnya,  Nahla ‘Ain Al Halwa dan Amrina Rosyada, masing-masing juara I untuk lomba cipta cerpen dan baca puisi.

Kepala SDIT Al Ibrah, M. Musyafak mengaku surprise dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Ia mengaku tidak pernah memasang target terhadap para anak didiknya. Saat menghadap menjelang pelaksanaan lomba, ia berpesan jangan berorientasi pada kemenangan atau juara. 

“Tampilkan kemampuan secara maksimal. Perkara menang atau kalah, tidak usah terlalu dipikirkan, karena justru menjadi beban. Tampil saja seperti tanpa beban apa pun,”ujar Musyafak.

Musyafak menambahkan pada dasarnya sudah memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan. Karena itu, sejak kelas 1, sekolah telah melakukan pemetaan atas potensi yang dimiliki siswa berdasarkan bakat dan minat mereka. Karena itu, sekolah melakukan bina prestasi, sekaligus menyiapkan sejumlah guru khusus untuk melakukan pendampingan. 

“Ketekunan dan kesabaran para guru pembimbing dan pendamping ini juga punya andil dalam mengantarkan anak-anak yang punya bakat khusus ini dalam berprestasi,” katanya. 

Terpisah, Ustadzah Diah, guru pembimbing dan pendamping untuk lomba menulis esai, mengatakan, persiapan yang dilakukan relatif singkat. “Hanya seminggu menjelang lomba berlangsung,”katanya. Namun ia mengaku, Qoyyuma Shabira Aufa memang memiliki talenta di bidang literasi, khususnya menulis. Hal itu, katanya, sudah terlihat ketika putri pasangan Ferry Andian Sumirat dan Auditya Purwandini Sutarto itu diajak ngobrol santai untuk menggali ide yang akan jadikan detil topik tulisan.

“Dari segi genre tulisan, esai itu terbilang cukup berat untuk anak usia SD. Yang umum, anak seusia dia kan sukanya bikin puisi atau cerpen. Tapi saya cermati ananda Qoyyum (Qoyyuma Shabira Aufa,Red) memang memiliki talenta menulis cukup kuat. Ini pula yang memudahkan saat membuat kerangka tulisan. Semua ide juga kerangka tulisan dari dia, saya cuma mengarahkan saja,”ujarnya.

Tentang talenta menulis yang dimiliki Qoyyum, juga dibenarkan ibunya, Auditya Purwandini Sutarto. Bahkan, lanjutnya, bakat menulis itu sudah kelihatan sejak kecil. Bakat itu kemudian kerap diasah lewat berbagai diskusi dengan ayahnya. “Anaknya memang suka diskusi, baik dengan saya maupun ayahnya. Ada saja yang dibahas. Untuk menulis, selama ini lebih banyak berupa karya fiksi, khususnya puisi. Untuk esai ini, buat kami benar-benar surprise. Kami nggak nyangka kalau bisa juara,”ujar dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Gresik ini.

Bagaimana dengan Janeeta Malilah, juara pertama lomba pidato? Menurut guru pembiming dan pendampingnya, Ustadzah Alma, butuh waktu praktis cuma tiga hari untuk mempersiapkan diri. Waktu tiga hari itu, katanya, dimanfaatkan untuk tiga hal.

Persiapan lebih singkat dilakukan Janeeta Malilah. Peraih juara I lomba pidato ini, seperti diakui guru pembiming dan pendampingnya, Ustadzah Alma, butuh waktu praktis cuma tiga hari untuk mempersiapkan diri. Waktu tiga hari itu, katanya, dimanfaatkan untuk tiga hal yakni membangun dan membangkitkan rasa percaya diri, pemahaman teks, dan teknik hafalan.

“Kebetulan, pada ketiga aspek itu dia sudah bagus, sehingga tinggal berlatih dan moles saja,”kata Alma. Talenta Janeeta mulai terlihat di kelas II. “Ditunjang, anaknya memang nurut kalau dibimbing. Apalagi orang tuanya juga sangat mendukung,”ujarnya seraya mengisahkan, saat berlatih, ia kerap melakukan secara online via zoom bertiga dengan Janeeta dan ibunya. (yad)

Siswa SDIT Al Ibrah Juarai Lomba Tahfidz Quran hingga Esai Selengkapnya

Peringati Hari Pahlawan, Siswa SMK Sunan Giri Menganti Bersih-bersih, Tabur Bunga hingga Doa Bersama

GRESIK,1minute.id – Hari Pahlawandiperingati setiap 10 November. Bagaimana siswa SMK Sunan Giri Menganti, Gresik itu menghargai jasa para Pahlawan patut ditiru oleh pelajar lain. Sekolah yang dipimpin oleh Safi’i itu menggelar rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pahlawan selama beberapa hari. 

Antara lain, apel bendera, bersih-bersih makam Pahlawan dan Doa bersama. Kegiatan melibatkan anggota organisasi siswa intra sekolah (OSIS) berkolaborasi dengan Koramil 0817/14 Menganti dan Polsek Menganti. 

Menurut Kepala SMK Sunan Giri Menganti Syafii, rangkaian kegiatan memperingati Hari Pahlawan itu selama 2 hari, mulai Senin, 8 November 2021. Kegiatan diawali apel pagi di halaman sekolah. Kemudian dilanjutkan bersih-bersih dan tabur bunga di makam para Pahlawan. “Hari ini (Selasa, 9/11) ditutup dengan doa bersama,”terang Syafi’i. 

Semua kegiatan itu tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam sambutannya, Syafi’i menggelorakan semangat belajar siswa karena bagian dari menghargai jasa para Pahlawan.  “Tugas siswa menghargai jasa para pahlawan dengan giat belajar, berprestasi serta berakhlak terpuji. Karena sebagai generasi emas penerus bangsa,”pesan Syafi’i.

Selain rajin belajar,  Syafi’i, juga mengingatkan pentingnya generasi milenial untuk menjaga keutuhan NKRI. “Selaku pelajar, hendaknya dapat mengambil hikmah bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal utama yang harus dijaga karena besar dan kecilnya sebuah negara diukur dengan kondisi masyarakat dan bangsa yang saling berdamai, berdampingan dan hidup rukun ditengah tengah perbedaan apapun,”katanya. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Sunan Giri Menganti Ahmad Mussaddad menambahkan, peringatan Hari Pahlawan juga digelar lomba pembacaan puisi tema Pahlawan. “Semoga kegiatan semacam ini dari tahun ke tahun dapat kita lestarikan bersama dalam rangka menghargai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan,”harapnya.

Danramil 0817/14 Menganti diwakili oleh Batiud Triyono mengapresiasi kegiatan siswa memperingati Hari Pahlawan ini. “Kegiatan seperti ini menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan pelajar khususnya SMK Sunan Giri Menganti,”kata Triyono. (yad)

Peringati Hari Pahlawan, Siswa SMK Sunan Giri Menganti Bersih-bersih, Tabur Bunga hingga Doa Bersama Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengunjungi SMP Negeri 24 Gresik.  Kedatangan Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah untuk memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah berlokasi di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik.

Di sekolah dipimpin oleh Syahrul Ulyah itu, PTM dilakukan dua sesi. Pagi dan siang. Ada 14 rombongan belajar (rombel). Pembelajaran offline itu dilakukan selama 3 jam tanpa istirahat. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Jawa-Bali saat ini,  Gresik masuk level 1 atawa zona hijau.

Meskipun begitu, Bu Min tetap mengingatkan sekolah dan siswa mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

“Ayo nak dibenerin pake maskernya, makin ganteng loh kalau maskernya di pake,”canda Bu Min. Kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah berjalan hampir 3 minggu disambut baik oleh siswa dan wali murid. Dengan berjalannya PTM, diharapkan proses belajar mengajar ebisa berjalan maksimal. Tetapi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan agar tidak muncul klaster penyebaran Covid-19.

Di akhir kunjungan, beliau berpesan kepada peserta didik bila kurang sehat untuk tidak memaksakan masuk sekolah “Kalau badan panas tidak boleh masuk ya, semangat belajar terus agar menjadi anak yang pintar mudah-mudahan cita-cita tercapai,”pesan Bu Min sambil berjalan meninggalkan sekolah. (yad)

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik Selengkapnya

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi


GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin intensif melakukan percepatan pembentukan herd immunity. Memasuki zona hijau atawa level 1, vaksinasi semakin digenjot. Vaksinasi untuk santri maupun pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Karimi di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 September 2021. Ditempat terpisah, di SMP Muhammadiyah 1 Gresik vaksinasi menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) berusia diatas 12 tahun.

Vaksinasi dosis pertama di Ponpes Al-Karimi Tebuwung diikuti ribuan santri ini diinisiasi oleh Lantamal V Surabaya. Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator dikerahkan untuk melakukan penyuntikan 1.200 santri dan masyarakat sekitar Ponpes dengan vaksin Sinovac. 

Meski ribuan santri dan warga yang mengikuti serbuan vaksinasi ini, proses lancar, cepat dan sesuai protokol kesehatan (prokes) karena data calon penerima vaksin telah di data oleh pengurus Ponpes. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas proses vaksinasi santri ini.

“Alhamdulillah gerakan vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar. Tentunya ini hasil kerja keras dari semua pihak, terutama keluarga besar TNI AL dan Ponpes Al Karimi,”ujar Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, vaksinasi merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi satu langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Gus Yani seakan tidak pernah lelah mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada meskipun saat ini Kabupaten Gresik sudah turun level 1 PPKM. K”Kita harus terus waspada, tidak hanyut dalam euforia karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Tetap mematuhi protokol kesehatan karena disiplin menjadi kunci keselamatan kita semua,”kata Gus Yani.

Serbuan vaksin untuk santri ini diadakan penuh mulai pagi hingga sore dihadiri perwakilan keluarga Besal Laktamal V Surabaya Asisten Operasi Danlantamal V Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, Gus Han dari Ponpes Peterongan Jombang, serta keluarga besar pengurus Ponpes Al Karimi Tebuwung Dukun, Gresik. 

TERTIB PROKES: Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gresik anti giliran vaksinasi dengan tetap menjaga prokes di halaman sekolah pada Selasa, 14 September 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat terpisah, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik  Maflakhah, vaksinasi diperuntukkan siswa berusia 12 tahun ke atas. ” Vaksinasi diikuti 119 siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik  dan 10 siswa SD Muhammadiyah Gresik,”ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 14 September 2021. (yad)

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi Selengkapnya

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.

Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.

Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III  masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.

Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah Selengkapnya