Anjal dan Ortu Riang, Main Permainan Tradisional, Go Back to Door eh Gobak Sodor


GRESIK,1minute.id – Suasana rumah belajar anak jalanan (anjal) di Terminal Gubernur Suryo, Gresik meriung. Sejumlah anak anjal dan pembimbingnya terlihat gembira. Tersenyum bahkan sampai tertawa lepas pada Minggu, 13 Juni 2021.

Ya, pagi itu anak-anak itu “istirahat” mengais rezeki di jalan. Mereka larut dalam permainan tradisional yakni selodor, gobak sodor, dakon dan engkle. Permainan tradisional yang mulai langka itu terasa lebih asyik dan menyenangkan dibandingkan games melalui gawai. Selama bermain mereka tertawa ger…geran.

Menurut pembimbing rumah belajar Anjal Gubernur SuryonUstadzah Iin Budiarti,  permainan tradisional seperti selodor, gobak sodor dan engkle sudah mengurat dan berakar di tanah air ini. “Saat ini sudah kurang dikenal oleh anak anak, bahkan terasa asing, kita berharap agar permainan ini tidak punah, ya kita kenalkan pada binaan kita,”kata Ustadzah Iin pada Minggu pagi, 13 Juni 2021.

Ia menyebut permainan tradisional anak anak itu  sudah ada sejak zaman nenek moyang. Permainan itu  penuh filosofi baik pendidikan moral, kebersamaan, setia kawan, dan sportivitas. Permainan Gobak Sodor, diantaranya.

Menurut Ustadzah Iin, beberapa orang tua menyebut permainan Gobak Sodor itu berasal dari ksra  ” go back to door ” namun karena lidah Jawa lebih mudah menyebut dengan gobag sodor.  Gobag sodor dimainkan  secara grup atau tim dan melibatkan dua. Tiap tim itu terdiri tiga hingga lima orang.

Biasanya ini  dimainkan  dengan menggunakan lapangan segiempat berukuran 9 x 4 meter yang dibagi menjadi enam bagian. Kedua tim yang secara bergantian untuk memasuki daerah lawan, sementara tim lawan menghalangi dengan hanya menyentuh badan lawan.

Ny Suliwa, 60, orang tua anjal merasa senang bisa melihat anak dan cucunya dengan ceria memainkan beberapa permainan tradisional. Ia mengaku sudah tinggal di lingkungan terminal Gubernur Suryo selama 20 tahun dan baru kali pertama melihat anak dan cucunya begitu riang.

“Saya sudah cukup lama tidak melihat anak anak bermain begitu senang. Permainan tradisional selalu ngangeni karena mengajarkan kebersamaan, meski tidak satu tim namun tetap berteman,”ujarnya. (yad)

Anjal dan Ortu Riang, Main Permainan Tradisional, Go Back to Door eh Gobak Sodor Selengkapnya

Tiga Anak DAUN, Gelar Pameran Fotografi Ponsel


GRESIK,1minute.id – Dua fotografi terus berkembang. Fotografer muda bahkan anak tumbuh subur bagai jamur di musim hujan. Diantaranya, Ariel Ramadhan, 20, Raden Anggara, 11, dan Javiera Alin Yuditha, 13.

Ketiganya siswa DAUN Photografi itu memamerkan puluhan karya di salah satu mal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Pameran fotografi menggunakan smartphone itu bertajuk Daun Photography Exbition “Art Journey into the Future” untuk merayakan HUT ke-17 DAUN Chindren Art School pimpinan Arik S. Wartono itu.

Arik S.Wartono mengatakan, Alin, Angga dan Ariel adalah siswa gelombang pertama, Daun Photography. Mereka belajar fotografi pada Agustus 2020. “Praktis baru delapan bulan belajar fotografi,”kata Arik pada Sabtu, 12 Juni 2021. Semua karya yang dipamerkan hingga 27 Juni 2021 nsnti itu tidak menggunakan kamera DLSR atau Mirroless.

“Mereka hanya menggunakan smartphone,” ujarnya. Meski memakai smartphone, imbuhnya, mereka wajib memakai mode profesional alias pakar. “Kami optimistis, ketika mereka  menguasai mode pro berpindah ke kamera DLSR hasilnya akan semakin luar biasa,”tegasnya. 
Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di kota pesisir, imbuhnya, secara sadar atau tidak eksplorasi karya-karya mereka tidak jauh dari imaji tentang laut.

Alin yang saat ini bersekolah Kelas VII di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya karya-karyanya lebih fokus pada genre travel photography dan human interest. Kemudian, Ariel Ramadhan yang saat ini berkuliah di Prodes ITS Design & Digital Marketing dia lebih memilih foto-foto abstrak minimalism.

Sedangkan Raden Anggoro yang masih berstatus pelajar Kelas V SD Luqman Al – Hakim Surabaya genre foto-produk atau still life. Angga, fotografer cilik mengaku baru setahun terakhir belajar fotografi ponsel. “Kadang masih kesulitan mencari objek fotonya,”kata bocah 11 tahun bercita-cita sebagai arsitek ini. (yad)

Tiga Anak DAUN, Gelar Pameran Fotografi Ponsel Selengkapnya

Kini, Ada Motif Sarung Batik Khas Gresik


GRESIK,1minute.id – Koleksi motif batik khas Gresik bertambah. Sebelumnya ada motif batik Sisik Bandeng , Damarkurung, Ndulit. Dan, BatikPamiloto Ceplokan. 

Motif batik terakhir, Pamiloto Ceplokan ini ditetapkan sebagai pakaian khas Gresik melalui hak paten yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Nomor D002017004963, tertanggal 31 Januari 2017. 

Ajang Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 4 Juni 2021 memilih tiga dari puluhan motif batik sarung khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebagai pemenang. Untuk kali pertama Kabupaten Gresik yang memasuki 47 tahun memiliki sarung batik khas Gresik.

PRASASTI MEMBATIK : Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini menggoreskan canting ke kain sebagai penanda Launching Sarung Batik Khas Gresik dengan disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam Anugerah Wisata Gresik 2021 di halaman Kantor Bupati pada Jumat, 4 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Dalam AWG kali pertama, saya dan Gus Yani (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,Red) memakai sarung tenun dari Cerme yang di modifikasi sebagai busana,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ditemui usai pelepasan ekspor perdana kacang hijau ke Filipina di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Bu Min-begitu sapaan- wabup perempuan pertama di Kota Santri ini mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk berinovasi menciptakan motif batik khas Gresik lainnya. Bisa motif khas desa di kecamatan masing-masing.

PEMENANG LOMBA : Tiga motif sarung batik khas Gresik ditetapkan sebagai pemenang lomba yang.diumumkan pada Anugerah Wisata Gresik 2021 di halaman kantor Bupati pada Jumat, 4 Juni 2021 (foto : ist)

“Karena saya dan bapak bupati berusaha menggerakkan semua UMKM.  ASN bebas memakai batik motif apa saja. Asalkan hasil dari UMKM asal Gresik,”kata Bu Min. Lomba Sarung Batik Khas Gresik ini diprakarsai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik diketuai Nurul Haromaini Akhmad Yani. (yad)

Kini, Ada Motif Sarung Batik Khas Gresik Selengkapnya

Cak Ferry dan Yuk Raisa Terpilih sebagai Duta Wisata Gresik, Pasca Vakum 3 Tahun


GRESIK,1minute.id –  Ferry Fahrial Rahmad dan Yoraisa Ghany Setiawan akhirnya terpilih sebagai Cak dan Yuk Gresik 2021. Mereka terpilih sebagai Duta Wisata Gresik dalam Anugerah  Wisata Gresik (AWG) 2021di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021.

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Mereka terpilih sebagai Duta Wisata Gresik setelah tiga tahun kegiatan ini vakum. Cak Ferry dan Yuk Raisa terpilih setelah menyisihkan 13 pasangan finalis lainnya.Pemilihan Cak dan Yuk Gresik ini dihadiri diantaranya, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo. 

Anugerah Wisata Gresik rangkaian Program Nawa Karsa, 99 Hari pertama kepempinan Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. (yad)

Cak Ferry dan Yuk Raisa Terpilih sebagai Duta Wisata Gresik, Pasca Vakum 3 Tahun Selengkapnya

Pandemi, Tradisi Kupatan di Kauman Dilakukan Terbatas pada Kamis Malam


GRESIK,1minute.id – Tradisi Kupatan di Kampung Kauman, Kelurahan Pekauman, Gresik digelar pada Kamis malam, 20 Mei 2021. Akan tetapi, tradisi turun temurun itu dilakukan secara terbatas. Hanya untuk keluarga atau warga Pekauman.

Bairut, salah satu tokoh masyarakat Kampung Kauman mengatakan, pembatasan merayakan Kupatan dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi antara lembaga dan tokoh masyarakat pada 11 Mei 2021.  “Tradisi Kupatan, karena sudah turun-temurun tetap dilakukan dengan pembatasan dan protokol kesehatan,”katanya pada Rabu, 19 Mei 2021.

Nafik Udin, pemuda Kampung Kauman membenarkannya. “Tadi Lurah Pekauman juga mengeluarkan surat himbauan itu kepada warga,”kata Nafik.

Dalam surat bernomor 050/49/437.101.14/2021 tertanggal 19 Mei 2021 perihal himbauan Tradisi Kupatan disebutkan berdasar hasil kesepakatan rapat koordinasi antar lembaga dan tokoh masyarakat tertanggal 11 Mei 2021 perihal kegiatan Kupatan yang telah menjadi tradisi temurun dan sudah sangat melekat di kalangan masyarakat khususnya di Kelurahan Pekauman serta mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang sampai dengan saat ini masih nyata ada, sehingga kegiatan sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan dengan tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan serta mencegah terjadinya penularan.

Pelaksanaan protokol kesehatan dalam kegiatan tradisi Kupatan dilaksanakan sesuai ketentuan sebagai berikut :

1. Melaksanakan pembatasan jumlah tamu hanya dikhususkan untuk keluarga/warga Pekauman.

2. Melakukan pembatasan waktu kegiatan Kupatan maksimal sampai dengan pukul 21.00 WIB.

3. Mewajibkan tamu dan penerima tamu untuk menggunakan wajib masker serta menjaga jarak aman minimal 1 meter

4. Menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer

5. Setiap warga wajib menjaga diri sendiri dan jika terjadi sesuatu hal maka akan di screning/diisolasi seluruh keluarga oleh tim Satgas Covid-19.

Tradisi Kupatan Kampung Kauman Gresik

Menurut sejumlah warga, tradisi menunda lebaran diperkenalkan oleh ulama bernama Kiai Baka yang masih keturunan Sunan Giri. Ia meminta santrinya agar mengikuti sunah Rasul dengan berpuasa Syawal selama enam hari.

Menurut Wikipedia Kauman (juga disebut Pekauman/Pakauman) merupakan nama beberapa daerah tertentu di Jawa yang banyak dihuni oleh warga Muslim. Kauman biasanya terletak di sebelah barat Alun-alun dan dapat ditandai dengan adanya masjid di daerah tersebut. Nama ini diduga berasal dari kata “kaum imam”.

Kampung Kauman ini berada di belakang Masjid Jamik Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Warga Kauman Gresik memiliki tradisi unik dalam merayakaan Hari Raya Idul Fitri. Mereka selalu ‘menunda’ perayaan Lebaran dan baru melakukannya pada 8 Syawal.

Ketika mayoritas masyarakat Gresik melakukan unjung-unjung untuk saling bermaaf-maafan ke rumah saudara, kerabat atau sahabat. Warga Kampung Kauman, mayoritas memilih berdiam diri dalam rumah. Mereka berpuasa. (yad)

Pandemi, Tradisi Kupatan di Kauman Dilakukan Terbatas pada Kamis Malam Selengkapnya

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi

GRESIK, 1minute.id – Dokaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kota Santri ketika merayakan Idul Fitri. Sayangnya, tradisi wisata menggunakan moda yang ditarik seekor kuda belum ada inovasi baru. 

Misalnya, keliling kawasan Gresik Kota Lama (GKL). Selama ini, bertahun-tahun dokaran, start Alun-alun Gresik kemudian menyusuri Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman dan berhenti sebentar di Wisma A. Yani di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas kemudian melanjutkan perjalanan pulang lewati jalan sama. 

Jarak sekitar 5 kilometer. Ongkos dokaran Rp 100 ribu P.P. Penumpang maksimal 6 orang (dewasa dan anak-anak). Ahmad, salah satu kusir dokar mengatakan dalam sehari bisa sekali rit sangat baik. “Sejak pagi sampai sore baru sekali narik,”katanya pada Jumat sore, 14 Mei 2021.

Masa pandemi yang belum berakhir ditengarai penyebab masyarakat enggan dokaran. Perekonomian masyarakat belum pulih. Dokar ada menyebut Andong, salah satu moda transportasi yang eksis di Kota Santri-sebutan lain-Gresik. Sehari-hari moda ditarik seekor kuda ini hanya untuk transportasi di wisata religi Sunan Giri. Start terminal Sunan Giri di Jalan Mayjend Sungkono menuju depan gerbang makam Waliyullah di Bukit Giri. Jarak sekitar 2 kilometer. Angkos penumpang Rp 5 ribu per orang.

Sejak pagebluk kawasan wisata rohani itu di tutup untuk mencegah persebaran corona. Sebelum, wadah dari Wuhan, Tiongkok itu mengganas sekitar 1,2 juta orang berkunjung ke makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata atau berjuluk Joko Samudro itu. 

Lebaran Idul Fitri, momen diharapkan bisa mendapatkan pundi-pundi pendapatan agar dapur tetap ngebul setelah setahun “puasa” karena wabah COVID-19. Akan tetapi, daya beli masyarakat Gresik masih belum pulih. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi Selengkapnya

Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 3/habis)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id
PASAR dan LELANG BANDENG
PEMERINTAH Kabupaten memutuskan menggelar pasar dan lelang bandeng pada 27 Ramadan (malam pitu likur) atau Jumat, 7 Mei 2021.Tahun lalu, tradisi ratusan tahun itu ditiadakan. Penyebabnya, corono virus disease 2019 (COVID-19) mengganas di Kota Santri, Gresik. 

Tahun ini, pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu belum ada tanda-tanda berakhir. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi itu beda. Pasar bandeng dan pernak-perniknya, lazimnya dipusatkan di depan Pasar Kota Gresik di Jalan H.Samanhudi, HOS Cokroaminoto, Jalan Raden Santri, Basuki Rahmat. 

Kondisi saat ini, pada masa pandemi tentu riskan adanya kerumunan massa yang berpotensi persebaran COVID-19. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi digeber di sepuluh tempat. 

Yakni, Lapangan Sitarda Ujungpangkah ;  Alun-alun Sidayu ; Lapangan Gembos Bungah dan Lapangan Suci Manyar. Kemudian, Area Pasar Baru Gresik ; Lapangan Manunggal Kedamean serta Lapangan Klampok Benjeng. Selanjutnya, halaman Kecamatan Cerme, Lapangan Menganti dan Lapangan Duduksampeyan. 

KONTES BANDENG : Lima ekor ikan bandeng hasil budidaya petambak Gresik pada Pasar dan Lelang Bandeng Gresik ( foto : chusnul cahyadi)

Selain tersebar di sepuluh titik itu. Durasi Pasar Bandeng juga diperpanjang. Sebelum pandemi hanya 2 hari. Tahun ini, mulai 5 hingga 10 Mei 2021. Pasar Bsndeng menjadi momen bagi petambak untuk langsung bertemu dengan pembeli. Harga bandeng pun sesuai mekanisme pasar. Meski kecenderungan harga lebih tinggi dari biasa. 

Akan tetapi, masyarakat Gresik selama ini tidak begitu mempersoalkan. Apalagi, ungkapan seakan menjadi kepercayaan di masyarakat. “Lebaran durung mangan bandeng tidak lengkap,”kata Arif Budiman, pemuda asal Gresik.

Semua lapisan masyarakat bisa menikmati makan ikan bandeng dengan aneka menu masakan. Kotokan, Keropok, Bali , Semur semuanya bahan utama ikan bandeng. Aneka menu itu bisa ditemui di berbagai Langgar atau Musala badal salat Id. Suasana lebaran guyup rukun bikin kangen sehingga pekerja selalu kangen mudik. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo saat memimpin rakor gelaran Pasar Bandeng mengatakan, untuk lelang bandeng dilakukan secara virtual yang akan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan bupati/wali kota se-Jatim.

BANDENG SEUKURAN BAYI : Pedagang ikan bandeng pada Pasar Bandeng Gresik pada 2018

Lelang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. “Kami berharap bandeng peserta kontes ini adalah asli produksi petani Gresik. Kami minta pihak panitia terutama dinas perikanan mengecek betul hal ini. Kami bangga meskipun bandengnya tak terlalu besar tapi hasil petani Gresik asli,”ujar Pj Sekda  Abimanyu menyampaikan harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Camat Gresik Purnomo mengatakan, Pasar Bandeng tetap dibatasi jumlahnya. “Karena pasar bandeng identik di pasar Gresik. Kuota penjual lebih banyak dari 9 titik lainnya,”kata Purnomo dikonfirmasi pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Terkait pusat Pasar Bandeng, Purnomo belum bisa memastikan lokasi. “Apakah di Jalan Gubernur Suryo, depan Pasar Gresik atau sepanjag Jalan H. Samanhudi ,”kata Purnomo.

Panitia terus mematangkan gelaran pasar dan lelang bandeng. Juga menghimbau masyarakat tetap patuhi prokes. Sehingga tujuan pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi terwujud tanpa muncul klaster baru. Corona cepat berakhir. (*)

Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei Selengkapnya

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh

GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik terasa lebih fresh pada Selasa, 9 Maret 2021. 

Pasal, apel tahunan dengan inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diselingi dengan sejumlah performance kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. 

Sehingga peserta upacara yang memakai baju Khas Gresik. Peserta laki-laki memakai baju koko berkopyah. Sedangkan, peserta perempuan baju kurosi. Berkebaya, jarik dan kerudung itu betah menyaksikan atraksi kesenian khas Gresik itu.

TARI DAMARKURUNG : Damarkurung, seni lukis maestro Mbah Masmundari. Di Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa. 9 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebelum upacara dimulai pukul 07.30 itu, ada empat kesenian yang menghibur. Yakni, Jaran Kepang ; Pencak Macan ; Rebana dan Terbang Jidor. Setelah upacara, ada Tari Masmundari, Damarkurung dan Kridaninglegis.

Tari Masmundari, baru kali pertama ditampilkan di depan publik. Ada sepuluh remaja memakai jarik memakai masker bergambar wajah perempuan lansia menari sambil membawa Damarkurung. Masmundari adalah maestro seniman lukis damarkurung. Masmundari adalah ikon Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upacara Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik mengatakan, Gresik kaya akan kesenian. “Kita tampilkan agar ASN lainnya ikut serta melestarikannya. Bukan, hanya tugas Disparbud,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani usai upacara di halaman Kantor Bupati Gresik.

PENCAK MACAN : Pencak Macan , kesenian khas Pesisir, Gresik. Kelurahan Lumpur, Gresik memeriahkan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Asisten Umum dan Pemerintahan Tursilowanto Harijogi dan Kepala Disbudpar Gresik Agustin H. Sinaga.
“Tapi, penampilan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Disparbud Gresik Agustin H. Sinaga menambahkan, pagelaran kesenian ini untuk mengairahkan para pekerja seni di Gresik. “Supaya pekerja seni budaya dapat bangkit kembali,”kata Sinaga. (*)

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh Selengkapnya

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik


GRESIK,1minute.id – Koleksi lukisan RSUD Ibnu Sina Gresik bertambah pada Selasa, 2 Maret 2021. Lukisan terbaru itu karya Ariel Ramadhan. Lukisan berjudul “Bersatu Melawan Pandemi” itu dihadiahkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemkab Gresik bertepatan 1 tahun Pagebluk Corona di Indonesia.

Lukisan berukuran 80 x 100 cm menggunakan cat air dan arklik diatas kanvas itu diterima oleh Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina Gresik Maftuhan dan Ketua Tim Pinere RSUD Ibnu Sina Gresik dr Wiwik Kurnia Ilahi. 

Ariel, penyandang disleksia itu terlihat semringah.  Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Ariel yang didampingi ayahnya, Eko Sumargo dan kurator lukis,Arik S Wartono itu mengaku senang bisa berkontribusi dalam upaya memerangi pagebluk corona melalui karyanya. “Covid ini berdampak semua sektor, termasuk seniman lukis,”kata Ariel dengan nada lirih.

Pagebluk corona membuat sejumlah agenda pameran tertunda. Antara lain, keliling pantai utara Jawa, Singapura dan Australia. Namun, Ariel mengambil hikmah dari pandemi berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bisa menyelesaikan sejumlah lukisan. “Lukisan Bersatu Melawan Pandemi bisa saya selesaikan dua bulan,”katanya.

Ariel mengungkapkan lukisan tentang sejumlah wajah dari berbagai profesi memakai masker menunjukkan covid menyerang semua lapisan masyarakat. “Semua warga harus bersatu untuk bisa melawan penyebaran pandemi ini,”ujarnya. Tentang kapal pinisi berbendera palang merah, mahasiswa ITS Surabaya mengaku dibesarkan di kawasan pesisir Kota Santri. 

Sementara itu, dr Wiwik Karunia Ilahi mengatakan rumah sakit sangat senang menerima lukisan Bersatu Melawan Pandemi ini. Lukisan ini, tambahnya,akan dipasang di depan lobi masuk rumah sakit untuk menginspirasi masyarakat yang berkunjung di RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Lukisan ini membuat kita, para nakes bangga. Memerangi Covid -19 bukan tugas nakes saja. Tapi, tugas kita semua dengan cara mematuhi protokol kesehatan,”ujar ketua Tim Pinere (Penyakit infeksi emerging dan remerging) RSUD Ibnu Sina Gresik ini.

Terkait kembangan Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik dalam dua pekan ini cenderung menurun. Di ruang ICU tersisa 3 pasien. Di dua ruang lainnya sekitar 10 pasien. Rumah sakit menyediakan 110 bad untuk pasien covid kategori sedang dan berat. “Dibandingkan bulan November dan Desember tahun lalu semua ruang nyaris penuh. Semoga Covid segera berakhir,”harapnya. (*)

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Goresan Tangan Ariel, Bersatu Melawan Pandemi Menyita Perhatian Penggemar Seni di Gresik


GRESIK, 1minute.id – Lukisan Ariel Ramadhan menyita perhatian penggemar seni di Gresik. Lukisan itu berjudul Bersatu Melawan Pandemi. Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu mengambarkan dengan kapal pinisi. Puluhan orang dari berbagai negara memakai masker. 

Ariel menganalogikan kapal kayu berbendera Indonesia dengan bagian layar terdapat logo red cross atawa palang merah Internasional itu bisa selamat berlayar. Mengarungi wilayah  Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote bila seluruh orang dalam kapal itu bersatu.

Awak dan penumpang kapal mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya, memakai masker. “Saya mengamati, selama pandemi masih ada masyarakat abai dengan prokes itu,”kata Ariel ditemui di salah satu mal di Gresik, Minggu, 17 Januari 2021.

Ariel bersama 25 teman lainnya menggelar pameran lukisan, sketsa, batik, fotografi dan puisi. Ada 87 karya dalam pameran bertajuk Art Journey. Pameran seni untuk memperingati 17 tahun Sanggar Daun Gresik. Pendiri dan pembina utama Sanggar DAUN Arik S. Wartono mengatakan, Art Journey digelar hingga 6 Februari 2021. “Karya Ariel Ramadhan, nanti akan hibahkan ke RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Arik.

Arik S. Wartono

Namun,  Arik belum bisa memastikan apakah manajemen rumah sakit pemerintah itu mau menerima dan memasang karya siswa Sanggar Daun itu. “Kami sedang berkomunikasi dengan manajemen rumah sakit,”katanya.  
Menurut Arik,  Sanggar Daun berdirinya 2004. Ratusan karya siswa telah dipersembahkan untuk bangsa Indonesia. “Tidak kurang dari 900 penghargaan internasional,”kata Arik.  Siswa diundang dan menjadi peserta pameran dan festival seni rupa anak internasional. 

Penyelenggara lembaga PBB, sosial, perusahaan multinasional dan galeri di berbagai negara. Seperti, Australia, Jepang, Kanada, Mesir, Inggris, USA, Russia, Jerman, Prancis, Polandia, Belanda, Macedonia, Turki, India, Hongkong. “Termasuk berpameran di Museum Van Gogh Belanda, Look and Learn dan Saatchi Gallery UK, IE NO HIKARI dan Kanagawa Gallery Jepang,”katanya.

Raihan itu tercapai karena kreatifitas adalah kata kunci untuk anak-anak DAUN. Belajarnya pun, terangnya,  lebih banyak di luar ruangan, yakni di taman kota, stasiun kereta api, trotoar jalanan, alun-alun, pantai, gunung, sawah, hutan. 
“Untuk pelajaran teknis biasanya lokasi belajarnya bergantian di teras rumah siswa, atau di halaman belakang, bukan di dalam ruangan,”ujarnya. (*)

Goresan Tangan Ariel, Bersatu Melawan Pandemi Menyita Perhatian Penggemar Seni di Gresik Selengkapnya