Rieke Diah Pitaloka Orasi Budaya Mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Jadi World Heritage

GRESIK,1minute.id – Rieke Diah Pitaloka kembali manggung. Tapi, mantan artis pemeran Oneng, dalam sinetron Bajaj Bajuri itu tidak sedang bersandiwara. Anggota Komisi VI DPR RI itu melakukan orasi budaya mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo milik PT Semen Padang, untuk ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO.

Politikus dari PDI-P itu menilai dua pabrik itu menyimpan banyak memori perjuangan rakyat Minang pada masa penjajahan dan telah berkontribusi besar dalam pembangunan di Indonesia.

Dalam orasi budaya pada acara Indarung Arts Market Festival 2022 yang digelar pada 17-19 November 2022 di Pabrik Indarung I, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan bahwa infrastruktur yang baik adalah salah satu amanat konstitusi yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Pembangunan infrastruktur sendiri membutuhkan semen sebagai kebutuhan dasar dalam setiap pembangunan fisik.

“Semen adalah salah satu kebutuhan dasar pembangunan infrastruktur yang tidak terpisahkan dari pembangunan manusia dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Semen adalah material vital yang dibutuhkan untuk mengeskplorasi potensi ekonomi, menjadi kekuatan ekonomi yang pada pasal 33 konstitusi kita dinyatakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,”kata Rieke Diah Pitaloka.

Berdiri sejak 1910 dan menjadi pabrik semen pertama di Indonesia, Pabrik Indarung I menjadi bagian dari sejarah pembangunan di Indonesia. Pada awal era kemerdekaan, Pabrik Indarung I menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang dirumuskan oleh Bung Karno bersama bersama Dewan Perancang Nasional (Depernas, sekarang Bappenas) yang terdiri dari 513 orang pendiri bangsa menuju Indonesia menjadi negara industri.

Rieke Diah Pitaloka menjelaskan, sebagai bagian dari persiapan dijalankannya Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, maka Pabrik Indarung I dinasionalisasi oleh Pemerintah sebagai aset Negara Republik Indonesia pada 1958. Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana pun dinyatakan dijalankan berdasarkan Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960.

Untuk mengabadikan memori akan besarnya jasa bangunan bersejarah ini, Rieke Diah Pitaloka yang juga dikenal sebagai aktivis budaya menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pabrik semen pertama dan tertua di Indonesia itu untuk ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO. 

“Saya tidak mau Indarung hilang dari sejarah. Saya tidak mau Indarung  dilupakan. Saya butuh energi, semangat, dan kecintaan tanah air yang terekam di besi berkarat Indarung,” ujar Rieke Diah Pitaloka.

“Saya rencanakan untuk melakukan perjumpaan kebudayaan bersama Indarung Heritage Society dan SIG untuk merintis tim kecil memperjuangkan arsip Indarung sebagai Memori Kolektif Bangsa yang akan ditetapkan Arsip Nasional Republik Indonesia, memperjuangkan arsip Indarung ditetapkan UNESCO sebagai Memory of The World, memperjuangkan Indarung ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage,”lanjut Rieke Diah Pitaloka.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sebagai strategic holding company yang menaungi PT Semen Padang, menyambut baik dukungan anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka agar Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo ditetapkan sebagai Word Heritage oleh UNESCO.

“Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo merupakan tonggak sejarah dan simbol kemandirian bangsa untuk mendukung pembangunan di tanah air. Sejumlah mahakarya kebanggaan bangsa, seperti Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR dan Jembatan Semanggi di Jakarta, hingga Jembatan Ampera di Palembang yang masih berdiri hingga saat ini menjadi saksi kokohnya produk Semen Padang yang dihasilkan di Indarung,” kata Vita Mahreyni.

Pabrik Indarung I dan PLTA Rasak Bungo mulai didaftarkan Manajemen PT Semen Padang, tertanggal 28 Oktober 2022 menjadi Cagar Budaya Kota Padang dan Peringkat Provinsi pada tanggal 10 November 2022. Saat ini sedang proses untuk menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional, untuk selanjutnya akan dilakukan pengurusan sebagai situs warisan budaya dunia dari UNESCO.

Pabrik Indarung I didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 18 Maret 1910 dan PLTA Rasak Bungo tahun 1908. Sejak resmi berhenti beroperasi pada 1999, pabrik semen yang berada di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat ini telah memproduksi jutaan ton semen untuk memenuhi kebutuhan semen di dalam negeri hingga luar negeri. Tercatat sebagai pabrik semen pertama dan tertua di Indonesia bahkan Asia Tenggara, Pabrik Indarung I resmi dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958. (yad)

Rieke Diah Pitaloka Orasi Budaya Mendukung Pabrik Semen Indarung I dan PLTA Rasak Bungo Jadi World Heritage Selengkapnya

Alfatihah, Karya Riyanto, Ketua Dewan Hakim MTQ Khat, Dikoleksi Walikota Surabaya

GRESIK,1minute.id – Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXII Kota Surabaya dilakukan pada Sabtu, 22 Oktober 2022. MTQ yang digelar sebagai rangkaian menyambut Hari Santri Nasional 2022 itu diikuti 491 peserta. Semua pesertanya warga Kota Pahlawan. Ada empat kategori yang dilombakan. Yakni, 

Cabang Tilawah Al-Quran, Tafsir Al Quran, Khath Al Quran dan Hifzh Al Quran. Penutupan MTQ dilakukan di Balai Kota Surabaya bertepatan Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober itu.

Penutupan MTQ terasa lebih spesial. Sebab, Walikota Surabaya Eri Cahyadi memilih kaligrafi Surat Al Fatihah sebagai koleksi di rumah dinasnya. Kaligrafi berukuran 90 cm x 90 cm menggunakan cat akrilik itu karya seniman Kaligrafi asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ia bernama Muhammad Riyanto, 47 tahun. Pada MTQ ke-XXII Kota Surabaya ini, Riyanto adalah hakim Ketua kategori Cabang Khat. “Alhamdulillah  dikoleksi Pak Walikota Eri Cahyadi, mas,”kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Sabtu malam, 22 Oktober 2022. 

Riyanto mengatakan, dirinya mendapat mandat sebagai ketua dewan hakim MTQ ke-XXII Kota Surabaya untuk Cabang Khat. Dewan juri berjumlah 3 orang dengan dua orang panitera. “Kulo waktu niku diserahi dados Ketua Dewan Hakim MTQ Cabang Khat. Alhamdulillah lancar,”katanya berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Siapa Muhammad Riyanto?

Riyanto adalah seniman Kaligrafi asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ia tinggal di Grand Sutomo, Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan/Kabupaten Gresik.  Karya sudah melanglang buana hingga mancanegara. Di Malaysia, misalnya. Sebanyak lima lukisan kaligrafi karya Riyanto masuk ekshibisi bertaraf internasional bertajuk Art is Fair in /KL/ Fahrenheit 88 ini. Sebanyak 500 karya seniman dunia dipamerkan mulai 11-28 November 2021. 

Lima karya Riyanto berjudul “Allah Greatness ; Islamic Cultural ” Walisongo Religius Transportation ” ; Dream ” Noah Ship Future ” ; Kolaborasi dan Leader Ship In Politik ” Win or Lose “. Semua lukisan menggunakan cat akrilik. “Semuanya beraliran Surialis,”kata Riyanto  dikonfirmasi selulernya pada Sabtu, 13 November 2021 lalu.

Saat itu, lukisan berjudul Islamic Cultural “Walisongo Religius Transportation” dengan media kanvas ukuran 120 X 155 cm itu menjadi magnet pengunjung di negari Mahatir Mohamad itu. Riyanto menggambarkan semua tempat ziarah makam Wali Songa itu telah dilengkapi dengan sistem moda transportasi modern yang terintegrasi menjadi satu kesatuan.

Selain moda transportasi bus, kapal juga moda transportasi massal berupa kereta bawah tanah yang menghubungkan sembilan penyebar agama Islam di Indonesia itu. 

JUSTICE : Muhammad Riyanto dan karya lukisnya. (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Diantaranya, berjudul Dream Noah Ship Future. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun. “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari. 

Lewat lukisan itu, dia ingin bercerita kehidupan di darat yang menggambarkan kesibukan manusia yang sebenarnya. Sementara itu, di bagian bawah menceritakan bagaimana sebuah fondasi kehidupan. Kemudian, di fase langit adalah kehidupan setelah meninggal.

Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto tetap menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. “Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”jelas Riyanto. Lukisan kali terakhir berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Alfatihah, Karya Riyanto, Ketua Dewan Hakim MTQ Khat, Dikoleksi Walikota Surabaya Selengkapnya

Mustofa Ibrahim Kolektor Kaset Pita, Penyanyi Favorit Muchsin Alatas 

GRESIK1minute.id – MUSTAFA Ibrahim, 57, bukan sekadar penikmat musik lawas. Lelaki keturunan Arab yang tinggal di Kampung Pecinan, Jalan Setia Budi, Gresik itu juga kolektor kasat pita dan piringan hitam. pun disulap menjadi studio pribadi untuk sekedar memutar kaset koleksinya.

MUCHSIN ALATAS, salah satu penyanyi favorit Mustafa Ibrahim. Setiap senggang, biasanya sore hari Mustafa memutar kaset yang dinyanyikan suami Titiek Sandhora itu. Judulnya, Pasrah. Lirik lagunya //Lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu//Asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu//

//Lebih baik aku mati di tanganmu//Daripada aku mati bunuh diri//Lebih baik aku mati di tanganmu//Daripada aku mati bunuh diri// … “Ini (penyanyi) salah satu favorit saya,” ujar Mustofa Ibrahim. Muchsin Alatas adalah seorang penyanyi dan aktor Indonesia keturunan Bugis, Sulawesi Selatan yang lahir 1944. Muchsin Alatas menikah dengan Titiek Sandhora, juga seorang penyanyi dikenal pada era-1960an

Di telinga anak milenial, nama dua penyanyi legendaris itu sangat asing. Sebab, mereka ada penyanyi di era 80-an. Suara lembut Muchsin Alatas tetap terasa enak di dengar. Karena itulah, Mustofa Ibrahim menyimpan kaset dengan pitam hitam itu sebagai salah satu koleksinya. “Kebetulan sama-sama keturunan Arab. Sudah seperti saudara sendiri,”kelakar pria 57 tahun itu pada suatu kesempatan.

Koleksi album kaset pita,  piringan hitam,  radio serta pemutar piringan hitam berada di garasi rumah Mustafa Ibrahim. Rumah Mustafa adalah lawas. Rumah heritage itu berada di kampung Pecinan, Jalan Setia Budi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik. Dikatakan kampung Pecinan karena dulunya kawasan mayoritas di huni warga keturunan Tionghoa. 

PIRINGAN HITAM DAN KASET PITA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) di studio pribadi tempat koleksi kaset dan piringan hitam Mustofa Ibrahim (kiri) pada Juli 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di kampung itu juga terdapat Tempat Ibadat umat tridharma, Kelenteng Kim Hien Kiong. Kawasan kampung Pecinan ini, salah satu kawasan heritage yang berada di Gresik Kota Lama (GKL). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan revitalisasi kampung tersebut pada 2021. Dan, dilanjutkan tahun ini dengan melakukan pengecatan rumah warga di Kampung itu.

Rumah yang mendapatkan bantuan pengecatan , salah satu milik Mustafa Ibrahim. Bupati Gresik Fandi Akhmad yang secara simbolis pengecatan rumah Mustafa Ibrahim itu pada Senin, 11 Juli 2022 lalu. Saat itu, Mustofa Ibrahim memperlihatkan koleksi miliknya. Ratusan biji kaset pita tertata rapi di tembok rumahnya.  Kaset koleksinya diantaranya Muchsin Alatas, Nike Ardilla dan banyak lagi. Genre pop, barat, hingga aliran kroncong. Termasuk alat pemutar kaset kuno, tape, speaker serta ratusan piringan hitam. “Masih ada dua lemari yang belum dipajang, belum sempat,”ujarnya.

Sejak belia Mustofa mengoleksi kaset. Menurutnya, hal tersebut hal yang lumrah. Bagi anak remaja saat itu. “Banyak juga yang mengoleksi. Namun sepertinya tidak sampai tersimpan rapi,”tuturnya.

Tidak heran, sejak dulu dia pun selalu menyempatkan waktu berburu kaset. Disetiap kota yang dikunjunginya, termasuk Ibukota Jakarta. “Harga kaset saat itu hanya Rp 300. Pernah beli kaset dengan harga tiga kali lipat, karena edisi khusus,” ujarnya 

Nah, di usianya yang sudah memasuki kepala lima, Mustofa pun tetap setia menjadi penikmat musik. Dia sengaja menyulap garasi mobil berukuran 6×3 meter menjadi studio pribadi. Hanya untuk menikmati seluruh koleksimya dengan nyaman. “Rencananya kaset koleksi mau saya pajang semua. Lalu membuka warung kopi. Tapi modalnya masih belum ada,” candanya.

Apalagi, lingkungan rumahnya tengah disiapkan menjadi kawasan Wisata Kota Tua oleh Pemkab Gresik. Setidaknya, hal tersebut sejalan dengan kegemarannya mengoleksi kaset Kuno. “Jadi semakin bersemangat memajang koleksi,” ucapnya.

Hobi Mustofa juga mendapat apresiasi langsung dari penyanyi idolanya. Yang tak lain adalah Muchsin Alatas. Saat menyempatkan berkunjung ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada 2003 lalu. “Katanya, koleksi saya lebih lengkap dibandingkan punya artisnya,”tuturnya lantas tertawa. (ChusnulCahyadi/*)

Mustofa Ibrahim Kolektor Kaset Pita, Penyanyi Favorit Muchsin Alatas  Selengkapnya

Wabup Gresik Kesengsem Karya Aam, Pelukis  Menggunakan Kaki juga Anggota Amfpa Asal Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepincut dengan karya lukis Muhammad Amanatullah-biasa disapa-Aam. Pelukis difabel tinggal di Jalan R.A.Kartini, Gresik. Lukisan pelukis dengan kaki yang membuat Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu kesengsem itu tentang petani membajak sawah secara tradisional yakni menggunakan dua ekor sapi. 

Membajak sawah tradisional ini kini langka. Sebab, sebagian besar petani telah menggunakan mesin traktor. “Saya minat dengan lukisan ini, saya beli ya Mas Aam,”kata Bu Min. “Njeh monggo Bu Min, syukur Alhamdulillah lukisan saya diminati Ibu Wakil Bupati Gresik,”jawab Aam. 

Ketertarikan Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun dengan lukisan karya Aam tidak serta-merta. Awalnya, Aam melakukan demonstrasi melukis di depan Wabup Gresik itu di Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu, 23 September 2022. Saat itu, Wabup Aminatun Habibah menghadiri acara pembagian bantuan sosial alat bantu penyandang disabilitas, duafa dan lanjut usia (Lansia) rangkaian HUT Omah Duafa yang didirikan oleh Syaikhu Busiri itu.

Aam, pelukis satu-satunya dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA), sebuah asosiasi pelukis menggunakan mulut dan kaki yang bermarkas di Eropa itu menunjukkan keahlian, melukis dengan kaki. Aam terlahir dengan organ tubuh pendek. Kedua kaki dan tangannya pendek. 

Keterbatasan fisik tidak membuat Aam berkecil hati. Karena Aam memiliki keahlian melukis dengan kaki. Selain melukis dengan kaki, Aam juga guru ngaji di tempat pendidikan quran (TPQ) di masjid deket rumah. Aam yang baru menyandang gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu dikenal sebagai seorang motivator. Ia pun dinobatkan sebagai The Best Motivator di UMG 2022 itu.

Bu Min kagum dengan karya Aam. Mata Bu Min berkaca-kaca karena terharu sampai meneteskan air mata. “Saya terharu sekaligus kagum melihat beliau (Aam). Dengan keterbatasan yang dimiliki ternyata menyimpan semangat yang begitu luar biasa. Semangat itu ditunjukkan dengan berbagai karya lukis yang sudah dibuat. Saya lihat hasil lukisan ternyata sangat menakjubkan,”kata Bu Min.

Ia menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Aam. Sebab, ia melihat sosok Aam yang begitu menginspirasi. “Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada mas Aam. Saya tertarik dengan salah satu lukisan beliau berminat untuk membeli,” ucap Bu Min. 

Aam gembira karyanya diminati oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Artinya, semakin banyak tokoh yang mengoleksi karyanya. Sebelumnya, lukisan Aam telah dikoleksi oleh mantan Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam ;  Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Aam juga pernah melukis wajah Presiden Joko Widodo dan menyerahkan kepada presiden ketika melakukan kunjungan kerja ke Gresik tahun lalu. Kini,  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. (yad)

Wabup Gresik Kesengsem Karya Aam, Pelukis  Menggunakan Kaki juga Anggota Amfpa Asal Gresik Selengkapnya

Panen Bandeng Melimpah, Banjir Kali Lamong Teratasi, Warga Desa Tambakberas Kirab Tumpeng 1000 Bendeng

GRESIK,1minute.id – Tumpeng seribu bandeng berjajar di gedung serba guna Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Sabtu 3 September 2022. Tumpeng bandeng itu tingginya bervariasi. Mulai 1 meter hingga 2 meter. Selain tumpeng, warga juga membawa lauk dan buah dalam wadah bak plastik.

Tumpeng seribu bandeng sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Khaliq karena panen melimpah. Bencana banjir Kali Lamong mereda setelah proyek normalisasi Kali Lamong berjalan sesuai dengan rencana. Tumpeng bendeng bila ukuran ikan bandeng kilometer perekor sama dengan 1 ton. Kalau harga bandeng Rp 30 ribu perkilogram sama dengan 30 juta.

Bagi masyarakat Desa Tambakberas mungkin tidak begitu besar bila dibandingkan kerugian mereka akibat banjir Kali Lamong yang dialami bertahun-tahun. Banjir tahunan mengakibatkan kerugian warga mencapai miliran rupiah. Karena tambak mereka jebol dan ikan bandeng hanyut.

“Tahun ini dua kali banjir Kali Lamong. Alhamdulillah tidak sampai masuk desa,”kata Mujib, warga setempat pada Sabtu, 3 September 2022. Sejak normalisasi Kali Lamong dimulai 2021, banjir Kali Lamong tidak sampai masuk Desa Tambakberas. Ratusan hektare tambak bandeng selamat. Sedekah Bumi Kirab Tumpeng 1000 bandeng dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah dan Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhamad sangat meriah. Sebab, baru kali pertama digelar pascapandemi Covid-19. 

Kepala Desa (Kades) Tambakberas Wahyudi mengatakan, kirab tumpeng 1000 bandeng ini kali kedua dilakukan oleh warga Desa. Pertama dilakukan sebelum pandemi Covid-19 pada 2019. “Vakum dua tahun karena pandemi. Dan, baru tahun ini Sedekah bumi kirab 1000 tumpeng kembali dilaksanakan,”kata Wahyudi. 

HANTARAN WARGA : Sebagai wujud syukur kepada Sang Khaliq, Setiap warga Desa Tambakberas, kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik membawa makanan dan hasil bumi dalam Sedekah Bumi Kirab Tumpeng 1000 Bandeng pada Sabtu, 3 September 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengapa bukan kirab tumpeng nasi, tapi tumpeng ikan bandeng? Ia mengatakan, mayoritas warga Desa Tambakberas ada petani tambak bandeng. “90 persen warga disini petambak bandeng. Semoga semakin tambah rezeki,”harap Wahyudi. Ia berjanji akan menjadikan kirab tumpeng bandeng ini menjadi tradisi tahunan sehingga bisa menjadi program desa mempertahankan kearifan lokal (local wisdom).

Wahyudi melanjutkan, program pengendalian (normalisasi) Kali Lamong melalui program Nawa Karsa sangat menguntungkan warga desanya. “Kalau di pikir-pikir (Desa Tambakberas,Red) menjadi prioritas selain Desa Jono,”ujarnya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan Sedekah bumi Kirab tumpeng 1000 bandeng di Desa Tambakberas ini. Sebab, ikan bandeng menjadi salah satu produk unggulan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di sektor perikanan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menyebut produktivitas ikan bandeng di Gresik mencapai 80 ribu ton pertahun.

Artinya ketahanan pangan sangat bagus.  Bila ketahanan pangan baik, imbuhnya, ekonomi warga tercukupi. “Angka stunting bisa turun,”harapnya. “Tadi kata Camat Cerme (Umar Hasyim,Red)  menyebut di Desa Tambakberas ini hanya ada satu anak stunting,”katanya. (yad)

Panen Bandeng Melimpah, Banjir Kali Lamong Teratasi, Warga Desa Tambakberas Kirab Tumpeng 1000 Bendeng Selengkapnya

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC 

GRESIK,1minute.id – Sembayat Bamboo Carnival (SBC) meriah pada Rabu malam, 17 Agustus 2022. Carnaval tingkat desa. Kemeriahan setara Kabupaten/Kota. Jalan Raya Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik  ditutup semua kendaraan. 

Carnaval terheboh tahun ini. Anggarannya swadaya masyarakat setempat mencapai  ratusan juta rupiah. Carnaval turun-temurun itu menjadi ajang adu kreatifitas warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.  Carnaval ini layak menjadi agenda pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Kemeriahan tidak kalah dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Di sini (Kabupaten Gresik) ada Bamboo Carnival Sembayat. Itu mimpi Kami,”ujar Khusnul khuluq, 28 tahun pada Rabu, 17 Agustus 2022.

PATUNG GAJAH : Patung mirip gajah ini salah satu yang menyita perhatian masyarakat dalam Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

SBC yang dihelat setiap 17 Agustus itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ada 23 peserta. Mereka mewakili rukun tetangga (RT) masing-masing di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Satu RT satu atraksi.  “Alhamdulillah Bamboo Carnival Sembayat bisa kami gelar lagi. Selama 3 tahun vakum akibat pandemi,”kata Kepala Desa Sembayat Amin sebelum acara pada Rabu malam, 17 Agustus 2022.

SBC : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sekitar pukul 19.00 WIB SBC dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad h naik motor menuju lokasi di depan Balai Desa Sembayat. Karena jalan Deandles itu, warga sudah tumpah ruah. 

Patung hewan dan tokoh legenda memenuhi jalan nasional itu. Ada patung Kerbau, Kuda Naga, Gajah, Harimau sampai ikan Koi. Tokoh legenda seperti, Gajah Mada,. Semua patung yang dibuat dengan bahan utama bambu itu memiliki cerita masing-masing.

Kades Amin melanjutkan patung  dibuat oleh warga. Swadaya masyarakat. Untuk pembuatan patung tersebut, rata-rata menghabiskan anggaran antara Rp 15 juta sampai Rp 25 juta. “Kalau bersama seindah system bisa mencapai ratusan juta,”ujar Amin. 

HARIMAU: Patung hewan singa semakin menambah meriah Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Khusnul khuluq, warga RT 1 RW Desa Sembayat Barat menambahkan  pembuatan patung bambu butuh waktu 1,5 bulan. “Setiap hari, ada 10-an warga gotong royong,”katanya. Berapa biayanya? “Kisaran biayanya Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta,”katanya. 

Sementara itu, Bambang, warga setempat mengatakan, SBC ini layak menjadi event Kabupaten. “Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan. “Semaga (SBC) bisa menjadi terbesar di Jawa Timur. Seperti jember Fashion show,”harap Bambang. (yad)

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC  Selengkapnya

Vakum 2 Tahun, Sedekah Laut Nelayan Campurejo Meriah

GRESIK,1minute.id – Sedekah laut di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik meriah pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Ratusan warga setempat menyambut antusias tradisi yang sempat vakum 2 tahun karena pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Sejak pagi, warga berada di pesisir pantai utara (Pantura) Gresik itu sudah bersiap. Mereka membawa nasi tumpeng kuning, aneka lauk dan buah-buahan. Sebelum di makan bersama di tengah laut dengan menumpang puluhan perahu nelayan mereka berdoa bersama untuk keselamatan, mendapatkan rezeki berlimpah. 

Menurut Ketua Rukun Nelayan Campurejo Muzi, tradisi sedekah laut ini merupakan warisan budaya yang dilakukan secara turun temurun di Desa Campurejo yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan. “Selain menjaga tradisi, sedekah laut ini juga untuk memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia,”katanya. 

Tradisi sedekah laut ini terasa berbeda. Sebab, sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan soft launching stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBUN) di desa setempat. Operator SPBUN kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini adalah PT Gresik Migas. Kehadiran SPBUN ini, sebagai jawaban pemerintah hadir di tengah masyarakat nelayan yang mengalami kesulitan mendapatkan solar untuk nelayan. (yad)

Vakum 2 Tahun, Sedekah Laut Nelayan Campurejo Meriah Selengkapnya

Penjamasan Di malam 1 Suro Lestarikan Tradisi Jawa, Keris Ikon Indonesia di Unesco

GRESIK,1minute.id – Tidak banyak orang bisa melakukan penjamasan benda pusaka. Benda pusaka keris, misalnya.  Ediyanto, diantaranya. Pada malam Suro atau malam 1 Muharam pemuda 32 tahun itu pun lebih sibuk dari biasanya. Sibuk melakukan penjamasan atau mencuci benda pusaka keris.

Benda pusaka koleksi pribadi maupun milik orang lain. Kolektor keris. Ediyanto mengatakan mencuci keris atau menjamas tujuannya membersihkan pusaka dari kotoran agar keutuhan besi tetap terjaga. Selain itu, juga menjaga tradisi budaya yang sudah turun-temurun. Dalam ritual tersebut, ada beberapa sesaji yang disiapkan. Diantaranya, kemenyan, degan hijau, kembang melati, telur ayam kampung, dan pisang.

KOMUNITAS : (kiri) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Komisaris dan jajaran direksi Petrokimia Gresik mengunjungi stan Panji Giri Sedayu yang memajang puluhan koleksi benda pusaka di PetroNite Fest 2022 pada 17 Juli 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya itu disiapkan di dekat keris yang akan dijamas. Sebelum keris masuk prosesi penjamasan, juga disiapkan air tujuh sumur yang dicampur jeruk nipis. Kemudian dicampur lalu dioleskan di beberapa kali pada keris yang dijamas. “Prosesi semua itu tidak lain menghargai yang membuat keris, menjaga keutuhan besi serta melestarikan budaya, supaya tidak hilang,”ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 29 Juli 2022.

Ia mengaku menekuni profesi sebagai penjamas benda pusaka itu sejak 1999 atau 23 tahun.  Bapak dua orang anak itu, mendapat ilmu itu, dari turun-temurun keluarganya. Bahkan, di rumahnya ada beberapa keris yang masih disimpan di rumahnya. 

“Menjadi penjamas keris sudah hobi saya sejak muda. Apalagi benda pusaka ini identik dengan orang Jawa. Warisan leluhur yang harus dilestarikan. Keris juga ikon orang Indonesia yang sudah diakui UNESCO,”jelas Ediyanto.

Ada cerita diluar nalar yang pernah dialami Ediyanto. Saat itu, dirinya sedang melakukan penjamasan benda pusaka keris. Sewaktu besinya dipijat. Tiba-tiba tangan kanannya seperti kesemutan. Namun, saat ditaruh kembali. Kesemutan pada tangannya hilang.

“Saya pernah mengalami hal itu, yang lebih dikhawatirkan lagi kalau tangan tergores besi keris. Lukanya bisa sebulan lebih parah dibanding tergores pisau,”ungkapnya.

Di Kabupaten Gresik terdapat satu komunitas pencinta keris. Namanya, Panji Giri Sedayu. Komunitas ini sempat memamerkan koleksi mereka di PetroNite Fest 2022 di halaman Sarana Olahraga Tridharma Petrokimia Gresik. (yad)

Penjamasan Di malam 1 Suro Lestarikan Tradisi Jawa, Keris Ikon Indonesia di Unesco Selengkapnya

Sosok Mat Kauli : Penggiat Macapat Asli Gresik, Diusia 92 Tahun Tetap Energik 

GRESIK,1minute.id – Tembang berjudul Wirangrong seakan menghipnotis puluhan pasang mata. Pelantun syair Jawa itu adalah Mat Kauli. Seniman Macapat asli Wong Gresik. Rumahnya di Jl Awikoen Jaya, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Usia Mat Kauli kini lebih dari 91 tahun. Ia lahir 1 Mei 1931. Namun, Mat Kauli “ngidung” bahasa Jawa tanpa kacamata. 

Sambil memengang dua buku. Mat Kauli mencari salah satu bait syair. Syair itu telah ditandai dengan lingkaran menggunakan pensil. “Syair ini, cerita  tentang ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba,”kata Mat Kauli di acara Pelantikan Pengurus Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022. Bunyi syair itu , begini!

… //yen leren nyeret adhidhis//Netrane pan merem karo//yen wus ndadi awake akuru//cahya biru putih//Njelambut wedi toya//Lambe biru untu pethak//…

Artinya kurang lebih begini. 

…//ketika berhenti mencari kutu (tumo) // dua matanya tertutup//kalau sudah ketagihan badannya kurus//badannya membiru//Jorok  takut air//mulutnya membiru gigi putih//…

Mat Kauli membacakan syair Jawa dengan bernada. Cengkoknya panjang. Sehingga terasa enak di telinga meski tanpa iringan musik. Suasana gedung eks kantor Bank Gresik di Jalan Pahlawan, Gresik,  tempat pelantikan Pengurus Granat Gresik itu hening. Mereka seakan terhipnotis oleh suara Mat Kauli. Tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Ketua DPD Granat Jawa Timur Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT) Arie Soeripan.

Sejak 1949, Mat Kauli sinau Macapat. Usianya sangat muda. Masih 18 tahun. Mat Kauli lahir 1 Mei 1931. Mat Kauli belajar macapat langsung dari ayahnya, almarhum Niti Sastro Samardi. Mat Kauli dalam membacakan karya sastra Jawa tidak kalah dengan penyair lainnya. Di Indonesia. Bisa menghipnotis penonton.

Meski Mat Kauli tidak tamat sekolah dasar. Ia hanya mengenyam bangku sekolah dasar-dulu sekolah rakyat (SR) selama 3 tahun. “Separoh (18 bulan) sekolah zaman Perang Dunia kedua. Separoh lagi, sekolah zaman penjajah Jepang,” terang kakek 26 cucu itu sambil tersenyum. 

Mat Kauli sempat terhenti belajar Macapat karena desanya di bombardir serdadu Belanda. Puluhan bahkan ratusan pejuang gugur. Mereka dimakamkan di Gunung atau Bukit Lengis. “Saiki dadi G-JOS (Stadion Gelora Joko Samudro),”kenang kakek 23 cicit itu. 

Kini dia mahir menembang macapat. Ada puluhan tembang yang populer. Antara lain, Durma, Mijil, Kinanthi, Gambuh, Pucung, dan Megatruh. Kemudian, Pangkur, Maskumambang, Sinom, Asmaradana, Dhangdhanggula, dan Wirangrong. Masing-masing mengandung cengkok dan cerita yang berbeda-beda.

Mat Kauli sangat ingin tradisi macapatan, khususnya macapat Gresik, tetap lestari. Tidak punah. Karena itulah dia risau. Maklum, di era modern, kata suami Supartin itu, tradisi macapat semakin jarang ditampilkan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Padahal, macapatan merupakan tradisi Gresik sejak zaman Sunan Giri dan generasi sesudahnya. ’’Ini harus dilestarikan,”imbuhnya sambil menoleh Suwarmo, 62, rekan duet macapatnya.

Dalam catatan wartawan 1minute.id kurun waktu empat bulan, Mat Kauli hanya tampil dua kali. Pada 5 Maret 2022, penggiat macapat ini tampil di acara Launching komunitas Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah Budaya Kota Lama Gresik (KLG) di halaman SMP Darul Islam (Daris) Gresik. Kedua, tampil di pelantikan pengurus Granat Gresik pada 28 Juni 2022.

“Kalau bisa tradisi macapatan ini ditampilkan ketika banyak orang,”katanya. Harapannya  tradisi nguri-uri budaya macapatan bisa lestari. Demi tekadnya itu, lelaki yang selalu memakai kopyah hitam ketika tampil itu selalu hadir setiap ada undangan macapatan. Tidak peduli apakah dapat sangu atau tidak. Dijemput atau tidak jemput oleh panitia. “Dijemput di rumah saja sudah cukup senang,”katanya. 

Semangat Mat Kauli  agar tradisi macapat tetap lestari memang sangat besar. Selain mengajar tanpa pamrih, dia rela menulis ulang buku peninggalan almarhum ayahnya, Niti Sastro Samardi. Mat Kauli mengalihaksarakan huruf Jawa ke tulisan Latin. Tujuannya, semua orang bisa membaca bunyi tulisan meskipun tidak tahu artinya.

Mat Kauli membutuhkan waktu selama 14 bulan untuk mengalihaksarakan huruf Jawa ke tulisan Latin. Ada juga buku yang semula ditulis dalam aksara Arab pegon dialihaksarakan huruf latin. Alihaksara dilakukan oleh almarhum Hadisoedarto, kerabat Mat Kauli yang tinggal di Kelurahan Pekelingan, Gresik. 

Lalu apa resep Mat Kauli bisa tetap energik? Mat Kauli memiliki prinsip bahwa rezeki itu tidak bisa dikejar. Bekerja tidak perlu ngoyo. “Ora at labora (berdoa dan berusaha),”katanya. Selain itu, imbuhnya, gaya hidup tidak neka-neka. “Obat panjang umur dan sehat ojo ngonsumsi narkoba,”tegasnya. (yad)

Sosok Mat Kauli : Penggiat Macapat Asli Gresik, Diusia 92 Tahun Tetap Energik  Selengkapnya

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok 


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 27 anak dari 9 Kabupaten /kota di Indonesia menggelar pameran lukisan di Iconmall pada Sabtu, 21 Mei 2022. Sebanyak 65 karya yang dipamerkan bocah-bocah puluhan tahun anggota Sanggar Lukis DAUN bertajuk “DAUN Drawing Exhibition” itu.

Pameran lukisan ini memperingati Bulan Menggambar Nasional berlangsung hingga 29 Mei 2022.
Meski usia mereka tergolong belia, namun karya mereka tergolong fonomenal. Out of the box. Genre lukisan juga variatif. Sehingga sangat enak dinikmati oleh siapa pun. 
“Kami disini (Sanggar Lukis DAUN) membangun infrastruktur gagasan. Out put adalah karya,”kata Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN Arik S. Wartono pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Gagasan tentu original. “Seni rupa anak, terdepan kita prioritaskan kreatifitas anak,”tegasnya. Puluhan karya pelukis anak berasal dari kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kudus, Jogyakarta, Depok, Jakarta dan Denpasar ini membuat para pengunjung terasa betah menikmati karya mereka.

Bhre Otes : Bhre Bhawana Praja Kawula, pelukis cilik menggunakan media puntung rokok sebagai karyanya. Karya Bhre, murid Sanggar DAUN bisa menyelamatkan lingkungan dab kali pertama di Indonesia dalam DAUN Drawing Exhibition di Gresik pada Sabtu, 21 Mei 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, karya Bhre Bhawana Praja Kawula. Siswa kelas 3 SDN Pacar Keling, Surabaya memamerkan 4 karya. Bhre tidak memakai cat. Anak nomor dua dari lima bersaudara pasangan Yoko Sardiyoko dan Mela Damayanti itu menggunakan puntung rokok dan pensil. Ia pun mendapatkan julukan Bhre Otes. Otes adalah puntung rokok. 

“Awalnya, nenek marah. Saya memungut rokok dianggap seperti orang gila,”cerita Bhre sambil tersenyum. Namun, akhirnya nenek memahami. Sebab, Bhre dengan ribuan puntung rokok yang dikumpulkan sejak Maret 2022 itu dianggap bisa menyelamatkan lingkungan. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi. “Saya bisa bertemu dengan pak Walikota karena otes itu,”ucapnya. 

Menurut Bhre, puntung rokok filter bisa mencemari lingkungan. Meski sudah ditanam di tanah namun baru bisa terurai 5 tahun sampai 10 tahun. “Sejak Maret lalu, saya memungut 30 ribu puntung rokok,”terangnya. 
Ribuan otes itu lalu di cuci menggunakan cuka dan garam. Kemudian dikeringkan. “Di cuci untuk menghilangkan bakteri,”tegasnya.

Dari ribuan puntung rokok itu, Bhre Otes telah menghasilkan 20 lukisan. Empat diantaranya di pajang dalam DAUN Drawing Exhibition. Empat lukisan itu berjudul Unititle dengan media puntung & pensil on canvas. “Saya pingin pameran tunggal,”katanya. (yad)

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok  Selengkapnya