Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu

GRESIK,1minute.id –  Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Masjid Jamik Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terasa lebih meriah pada Minggu, 24 April 2022.

Sebab, tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) memasuki ke-497 Tahun digelar setiap 23 Ramadan ini terbuka untuk umum. Selama 2 tahun, tradisi dilakukan secara terbatas karena pandemi Covid-19. Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya kaum Adam itu hanya membagikan kepada masyarakat desa setempat. 

Namun, tahun ini Sanggring Kolak Ayam terbuka untuk umum.  “Tadi kami menyediakan 543 porsi (piring,)”kata Ketua Panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 Didik Wahyudi pada Minggu, 24 April 2022. Ia menyebutkan setiap porsi bisa dikonsumsi 20-an orang. “Jadi untuk tamu kami sediakan 3 ribu orang,”imbuhnya. 

Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter.Tradisi turun temurun ini, salah satu momen yang dinantikan masyarakat Gresik maupun luar Kabupaten Gresik.  Sebab, tradisi ini digelar setahun sekali. Tepatnya setiap 23 Ramadan. 

Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelarian Sunan Dalem di Desa Gumeno. Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.

KAUM ADAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam yang semuanya Kaum Adam menyiapkan masakan untuk Warga setempat dan tamu pada Minggu, 24 April 2022 ( FOTO : Panitia Sanggring Kolak Ayam for 1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dibangun pada 1539 M atau 946 Hijriah.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Tradisi Sanggring Kolak Ayam Lebih Meriah, Panitia Sediakan 3 Ribu Takjil untuk Tamu Selengkapnya

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya

GRESIK,1minute.id – Hati Muhammad Amanatullah berbunga-bunga. Pelukis yang lahir dengan tubuh pendek itu bisa bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 20 April 2022. Aam-sapaan-Muhammad Amanatullah pun menyerahkan karya lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia itu saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Baru Gresik (PBG). 

Kehadiran anggota AMFPA (Association Mouth and Foot Painting Artists/perkumpulan seni lukis kaki dan mulut) bermarkas di Eropa itu atas undangan Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. “Alhamdulillah besok (Kamis,Red) saya di undang Dinsos Gresik tepatnya di Pasar Gresik. Sda pak Jokowi (Presiden),”kata Aam dalam pesan WhatsApp kepada 1minute.id pada Rabu, 19 April 2022.

Pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 diminta untuk menyerahkan lukisannya kepada mantan Wali Kota Surakarta itu. Selama dua hari, sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu nyaris tidak bisa tidur nyenyak. Deg-degan karena bakal bertemu dengan Presiden Jokowi. 

“Perasaan sangat senang sekali bisa bertemu bapak Jokowi. Ini momen yang sangat istimewa bagi sejarah hidup saya,”kata dengan tersenyum bangga dan senang. 

Aam butuh waktu hitungan hari untuk bisa menyelesaikan lukisan wajah Presiden Jokowi memakai jas warna hitam, baju warna putih dan memakai kopyah warna hitam itu. Jokowi terlihat tersenyum.  Lukisan wajah diatas kanvas menggunakan cat akrilik begitu apik. “Pak Presiden tersenyum. Dan ucapan terima kasih,”ucapnya. 

KARYA MUHAMMAD AMANATULLAH: Lukisan wajah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo karya Aam, Pelukis Difabel dari Gresik (FOTO: Muhammad Amanatullah for 1minute.id)

Aam pemuda multitalenta. Ia terlahir dengan tubuh pendek. Kedua tangan dan kaki pendek. Namun, pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 itu tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia pemuda multitalenta. Mengajar ngaji bagi anak-anak di tempat pendidikan Alquran (TPQ) di kampung di Jalan RA Kartini Gang XVI Nomor 21, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Melukis dan sesekali tampil sebagai motivator secara hybrit maupun dalam jaringan (daring). Aam, panggilan akrabnya, menjadi motivator di sejumlah pertemuan di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain, di Universitas Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat Aam kuliah di Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Ditemani sepeda roda tiga buatan orang tuanya, Aam tampil percaya diri. Sepeda tanpa mesin. Roda sepeda bergerak dengan dorongan dua kaki Aam yang pendek itu. Sepeda itu bergerak. “Kali terakhir Saya tampil sebagai motivator melalui zoom bersama dengan kumpulan mahasiswa Nusantara,”kata Aam dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Selasa, 21 Februari 2022.

Keterbasatan fisik tidak membuat alumnus SMP Negeri 4 Gresik itu terhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, Aam , pemuda multitalenta. Ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan orang lainnya. 

Aam, memiliki keahlian melukis. Ia melukis dengan kakinya. Sejak 2016, Aam tergabung di dalam perkumpulan seni lukis kaki dan mulut bermarkas di Eropa. Namanya, AMFPA ( Associationof Mouth and Foot Painting Artists). “Saya satu-satunya pelukis asal Gresik yang tergabung di AMFPA,”kata Aam. 

Ditengah kesibukan itu, Aam tetap bisa menyelesaikan studinya di Jurusan PGSD UMG. Pada 25 Maret 2022  menyandang gelar sarjana. Gelar sarjana menjadi impian Aam selepas lulus di SMA Semen Gresik. Namun, kondisi keuangan keluarga membuat ia menunda meraih mimpinya itu. Ia terus berkarya serta mengajar melukis anak-anak berkebutuhan khusus di UMG. “Alhamdulillah, ada dua orang donatur yang membiayai saya sampai lulus ini,”,ungkapan dengan mengucap rasa syukur berulangkali.

Kini, Aam berusaha mewujudkan mimpinya memiliki galeri seni lukis. “Masih belum teralisasi. Lukisan belum banyak juga. Di rumah juga tidak ada tempat ,”katanya. (yad)

Aam, Pelukis Difabel Bertemu Presiden Jokowi : Momen Istimewa, Bersejarah Dalam Hidupnya Selengkapnya

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Joe Dimas, Pencipta Lagu dan Penyanyi Mirip Godfather of Broken Heart 

GRESIK,1minute.id – Dua lagu “Terminal Bunder dan Bandar Kota Gresik dinyanyikan cukup apik oleh Joe Dimas. Ratusan pasang mata seakan tidak berkedip melihat sosok penyanyi  memakai beskap, blangkon lengkap dengan keris terselip di pinggan itu.

Ratusan mata penggemar wayang kulit dengan Dalang Ki Puguh Prasetyo seakan tidak berkedip melihat penyanyi berambut gondrong itu. Sepintas wajahnya mirip Didi Kempot, penyanyi julukan Godfather of Broken Heart itu. Suara Joe Dimas menyanyikan lagu  campursari enak di telinga.  “Sampeyan kok mirip Didi Kempot. Bener ada kemiripan,”ujar dua orang perempuan yang sedang berteduh di tenda tempat Joe Dimas menunggu giliran tampil pada Rabu malam, 9 Maret 2022.

Joe Dimas tampil bareng dalam pementasan wayang kulit peringkat HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas,Gresik. Lelaki asal Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini menekuni sebagai penyanyi setahun terakhir ini. “Sebelumnya, Saya kerja di Kalimantan. Karena orang tua tidak ada yang nungui Saya pulang,”ujarnya. Keputusan Joe Dimas pulang kampung mulai membawa berkah. 

Ia pun digandeng oleh Dinas Pariwisata,  Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudparpora) Gresik.  Joe Dimas tidak hanya memiliki suara merdu. Ia juga menciptakan lagu-lagunya. Lagu tersebut kemudian di unggah melalui saluran youtube. “Baru dapat subcribe seribu sewu lebih,”katanya.  (yad)

Joe Dimas, Pencipta Lagu dan Penyanyi Mirip Godfather of Broken Heart  Selengkapnya

Dua Tahun Pendemi, Kini Kesenian Kembali Bergairah Di Gresik


GRESIK,1minute.id– Pengemar wayang kulit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terobati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar wayang kulit di Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 9 Maret 2022. Dalang dalam gelaran perdana di masa pandemi Covid-19 ini adalah Ki Puguh Prasetyo.

Pagelaran wayang kulit dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini berlangsung hingga pukul 12 malam. Dalang Ki Puguh Prasetyo berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. 

“Terima kasih diberi kelonggaran bisa tampil merayakan HUT Pemkab Gresik dan Gresik Kota Tua. Mugo-mugo pandemi berakhir,”kata dalang Ki Puguh Prasetyo. Dalam pagelaran wayang kulit itu, Ki Puguh Prasetyo mendapuk Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Sutaji Rudi sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Gresik. 

“Mugo-mugo wayang kulit menjadi milik semua dipimpin Bapak Sutaji Rudi,”katanya. Dalam  pagelaran wayang kulit ini, dalang membawa personil lengkap. Sindenya berjumlah 6 orang. “Iki kabeh wong Gresik,”katanya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan kecintaan terhadap budaya asli bangsa Indonesia harus terus dijaga. Selaras dengan hal tersebut, Pemkab Gresik berkomitmen untuk melestarikan budaya luhur, salah satunya kesenian wayang kulit. “Sehingga kesenian wayang kulit yang juga menjadi jati diri bangsa Indonesia kian diminati generasi muda. Serta mampu melahirkan dalang maupun seniman wayang kulit muda,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

NYINDEN : Sinden dalam pagelaran wayang kulit di Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 9 Maret 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani, sapaan akrabnya, menambahkan dengan diadakannya pagelaran tersebut menandai bahwa bangkitnya gairah kesenian tradisional di Gresik yang sempat padam karena pandemi Covid-19.  “Kita tahu bahwa selama pandemi Covid-19 melanda, hampir seluruh kegiatan masyarakar terganggu. Termasuk para seniman yang tidak bisa manggung karena dampak pandemi. Mudah-mudahan pagelaran wayang kulit malam ini dapat membangkitkan kembali gairah kesenian termasuk wayang kulit agar para seniman dapat eksis kembali,”katanya. 

Pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan wayang dari Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepada Dalang Ki Puguh Prasetyo. Lakon pagelaran wayang kulit adalah “Tekad Manunggal Dengan Tematik dengan visi misi Kebersamaan dan Kerukunan”.

Bu Min-Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengaku wayang kulit pengajaran yang dapat diperoleh dari filosofi seni budaya yang ada maupun kisah yang dipentaskan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di antaranya berjiwa ksatria nan pemberani, jujur, ulet, dan tanggungjawab perlu untuk diteladani dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.  (yad)

Dua Tahun Pendemi, Kini Kesenian Kembali Bergairah Di Gresik Selengkapnya

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG) terasa meriah pada Sabtu, 5 Maret 2022. Gelaran acara itu seperti nguri-uri budaya dan kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dipusatkan di halaman SMP Darul Islam (Daris) itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Para pencipta sejarah dan budaya Gresik tumplek blek di acara itu. Antara lain, Mat Kauli, seniman macapat,  sejarawan Kota Lama Gresik (KLG) Oemar Zainuddin, keturunan Kanjeng Poesponegoro Askabul Kahfi, dan lainnya. Lahirnya komunitas anyar yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat yang peduli terhadap budaya dan sejarah yang ada di KLG itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengawali  sambutannya mengutip ucapan Presiden Indonesia pertama, Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Bangsa yang besar, bsngsa yang menghargai para pahlawannya”.

Maknanya apa dari kutipan tersebut,  kata Fandi Akhmad Yani, kita harus belajar dari sejarah. Belajar tentang kejayaan masa lalu,  juga bisa belajar tentang kehancuran. “Belajar sejarah bisa melihat kejayaan di masa lampau.  Belajar pula bisa melihat kehancuran  mudah-mudahan di Kabupaten Gresik, khusus lembaga pendidikan memberikan kurikulum  yang mengenal sejarah lokal. Ini sangat luar biasa,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada sambutannya.

Bupati berusia 36 tahun ini, memberikan apresiasi dan akan mendukung Dinas Pendidikan membuat kurikulum sejarah muatan lokal Gresik.  “Kami mendukung betul karena kita belajar sejarah kota Gresik faktanya Kota yang sangat tua, Kota Bandar tertua. Kota bandar terbesar di eranya,”kata Gus Yani. 

Pelabuhan Gresik, imbuhnya, yang ada saat ini punya cerita kesuksesan luar biasa. Pusat perdagangan dari bangsa mana pun.  India,  Gujarat, China dan ini meninggalkan fakta.Banyak prasasti-prasasti kuno mulai dari Makam Nyai Fatimah binti Maimun,  Makam para waliyullah,  Maulana Malik Ibrahim,  makan Sunan Giri 

NGURI-URI BUDAYA: Seniman Macapat satu-satunya di Gresik, Mbah Mat Kauli, 77, bersama keturunan KRT Poesponegoro, Bupati Gresik pertama di launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik di halaman SMP Darul Islam pada Sabtu, 5 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Bahkan di ada klenteng Kim HinKiong yang umurnya sudah ratusan tahun.  Ini fakta yang masih ada prasastinya. Jadi, Gresik ini sangat luar biasa. Lokasi sangat setrategis, tentunya banyak sejarah yang harus kita lestarikan.  Salah satunya ada tari tadi,  Tari Masmundari,”ujarnya. 

Keistimewaan Kota Gresik ini, jelas Gus Yani, tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kota Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan lainnya. Kota Gresik, imbuhnya, memiliki sejarah sangat kuat karena pertemuan 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). “Bahkan, Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kota tua,  masih kurang lengkap di banding Kota Gresik. Semarang hanya memiliki 3 budaya,”katanya. 

Karena sejarah yang kuat itu, pemerintah pusat memberikan hadiah bentuk pembangunan senilai Rp 50 miliar.  “Anggaran itu digunakan untuk membetulkan irigasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ngak menata irigasi, memperbaiki lampu dan sebagainya,”ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengungkapkan rasa syukur karena Launching dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadispendik Gresik S. Harianto,  Kepala Dinas Kebudayaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafparpora) Gresik Sutaji Rudi dan lainnya. “Hari ini begitu menggembirakan karena nguri-uri budaya mendapatkan respon positif,”katanya. (yad)

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik Selengkapnya

Barongsai Ngamen di Trotoar Jalan Pahlawan

GRESIK,1minute.id- Wabah pandemi memaksa pekerja seni turun ke jalan. Mengamen. Tapi, ngamen yang dilakukan oleh lima pemuda mengaku asal Benowo, Surabaya ini berbeda. Mereka memainkan pertunjukan Barongsai. 

Tentu dengan kostum layaknya kesenian yang identik dengan etnis Tionghoa itu. Kostum Naga warna merah dengan alat penabuhnya.  Penampilan mereka ketika di trotoar Jalan Pahlawan depan Gedung Nasional Indonesia (GNI) menyita perhatian pengguna jalan maupun pemilik toko di sekitarnya. 

NGAMEN : Pekerja seni Barongsai ketika mengamen di trotoar Jalan Pahlawan depan Gedung Nasional Indonesia pada Kamis, 30 Desember 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dua pemain Barongsai meliuk-meliuk, dua orang lagi pemain alat musik dan seorang lain membawa wadah berbentuk kubus terbuat dari plastik sebagai “stiker” menerima saweran pengguna jalan. “Kami dari Benowo, Surabaya,”katanya ketika ditemui di dekat Bangjo alias traffic light di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 30 Desember 2021. 

Karena pertunjukan tidak resmi sehingga permainan mereka sepotong-potong karena lampu bangjo menunjukkan warna hijau.  Ia mengaku hampir dua tahun tidak bisa berekspresi akibat pandemi coronavirus disease 2019. Kegiatan kesenian dibatasi karena khawatir menimbulkan kerumunan.  Memasuki akhir tahun, trauma varian Delta dari India belum hilang, muncul varian baru, Omicron yang berasal dari Afrika Selatan itu. (yad)

Barongsai Ngamen di Trotoar Jalan Pahlawan Selengkapnya

Bandar Grisse, Jelajah Kota Tua Runner up East Java Tourism 2021

GRESIK,1minute.id – Bandar Grisse merebut runner up ajang East Java Tourism 2021. Penghargaan event tahunan digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik Sutaji Rudy.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Pariwisata dan Tata Kelola Destinasi pada Disbudpar Gresik M Fither Kuntajaya, Bandar Grisse atau jelajah Heritage Kota Tua masuk kategori Daya Tarik Wisata.  “Heritage Gresik Kota Tua menjadi potensi destinasi wisata minat khusus,”kata Fither pada Sabtu, 11 Desember 2021. Dalam video pendek tentang jelajah Heritage Gresik Kota Tua itu, Disbudpar Gresik, memvisualisasikan tentang bangunan tua peninggalan kolonial Belanda hingga bangunan pribumi yang memiliki arsitektur berbeda.

Misalnya, rumah di Kampung Kemasan dan Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kecamatan Gresik. Selain arsitektur bangunan, imbuhnya, Bandar Grisse juga memvisualisasikan tentang harmonisasi budaya masyarakat. “Kami juga menampilkan Kampung Pecinan. Gresik sejak ratusan tahun telah menjaga kerukunan antarumat beragama. Gresik adalah Kabupaten pluralisme,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, kerukunan antarumat beragama sudah terjaga sejak ratusan tahun. Indikatornya, Gresik Kota Tua memiliki Kampung Arab, Pribumi dan Pecinan. Mereka hidup berdampingan. Rukun dan tenteram. 

Selain penghargaan Daya Tarik Wisata,  dalam ajang East Java Tourism 2021 itu, Gresik mendapat penghargaan terbaik kategori Restoran Non Bintang. “Di event itu juga ada penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Okol Desa Setro, Kecamatan Menganti,”tegas Fither.  (yad)

Bandar Grisse, Jelajah Kota Tua Runner up East Java Tourism 2021 Selengkapnya

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang

GRESIK,1minute.id – Museum Masmundari resmi beroperasi pada Sabtu malam, 27 November 2021. Museum virtual sang maestro Damarkurung itu diresmikan secara hibrid oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Putri Mijil Pendapa Bupati Gresik.

Museum virtual kali pertama itu lahirnya di bidani oleh tiga perempuan yakni Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti. Mereka tergabung dalam Yayasan Gang Sebelah. Yayasan itu berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). 

“Museum Digital Masmundari ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Perilisan museum ini dihadiri oleh keluarga almarhumah Masmundari. Mulai anak, sampai cicit seniman lukis asal Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik itu. Serta, puluhan seniman asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, politisi, akademisi hingga mahasiswa menjadi saksi lahir museum digital tersebut secara langsung. 

Antara lain, perwakilan dari Kemendikbud Ristek Yeni Lasmawati, anggota DPRD Gresik Syaikhu Busiri,  Rekor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Eko Budi Leksono, budayawan dan seniman Kris Aji, Nur Fakih, Oemar Zainuddin, dan Aris Dabul. Anak Masmundari diantaranya Rokayah.  Hadir secara virtual antara lain, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad melanjutkan,  masa pandemi Covid-19 membuat terus berinovasi dan cepat beradaptasi. Semua kalangan dari berbagai lapisan masyarakat harus dapat beradaptasi di era digitalisasi ini. “Yayasan Gang Sebelah sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbukti dengan dihadirkannya Museum Digital Masmundari yang merupakan contoh kecil dari kemajuan teknologi,”tuturnya. 

Damarkurung karya Masmundari ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kemendikbud pada 2017. Penetapan itu menunjukkan karya Damarkurung mirip lampion. Namun, Damarkurung berbentuk kubus. Lukisan Damarkurung oleh Masmundari berbentuk cerita. Dan, biasanya tentang kondisi sekitar. Tradisi pasar bandeng, atau orang mencari ikan di pelabuhan dan lainnya. Masmundari meninggal diusia 115 tahun. 

Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah mengatakan, sejarah Gresik tidak lepas dari kaum perempuan. Deretan panjang tokoh perempuan itu, diantaranya, Siti Fatimah binti Maemun ; Nyai Ageng Pinatih (ibunda angkat Sunan Giri) ; Waliyah Zaenab di Pulau Bawean dan Masmundari. 

“Ketiga perempuan muda (Hidayatun Nikmah, Ayuningtyas, dan Dewi Nastiti,Red) mencetuskan gagasan untuk mendokumentasikan karya Masmundari,  Yayasan Gang Sebelah meresponnya,”kata Dewi yang seorang penyair juga guru di SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu.  Kini, Museum Masmundari telah lahir. Masyarakat bisa berselancar ke dalam museum virtual itu melalui saluran website. www.museummasmudari.com. Berkunjung ke museum tak lagi wajib datang (yad)

Museum Virtual Masmundari Dirilis, Berkunjung ke Museum Tak Lagi Wajib Datang Selengkapnya

Gang Sebelah dan Mendikbudristek Rilis Museum Virtual Masmundari

GRESIK,1minute.id – Masmundari, maestro pelukis Damarkurung akan mempunyai museum di Gresik. Museum virtual. Museum maestro Damarkurung itu diciptakan oleh Yayasan Gang Sebelah berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). 

Rencananya, museum Masmundari (virtual berbasis website) pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu akan dirilis di Ruang Putri Mijil Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu lusa, 27 November 2021.
Perilisan museum virtual dilakukan secara hybrid dan dalam jaringan (daring) ini merupakan output dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kemendikbud Ristek 2021 kategori dokumentasi karya/pengetahuan maestro.

Direktur Acara Perilisan Museum Masmundari Hidayatun Nikmah mengatakan, spirit dan jalan hidup Masmundari perlu diproyeksikan dan digaungkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat Museum Masmundari berbentuk virtual.

Kenapa virtual? Seperti yang kita tahu saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19, banyak museum buka tutup selama pandemi ini. “Jadi kami mencari solusi bagaimana agar manfaat museum dapat diakses tanpa hadir secara langsung di gedung. Jawabannya adalah museum virtual. Museum ini sendiri merupakan sebuah gagasan baru di Gresik,”ujar Ida-sapaan-Hidayatun Nikmah itu.

Ia menjamin, mengemas museum berbentuk virtual yang interaktif, agar dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. “Sekaligus menjadi media promosi di dunia digital untuk menarik kembali minat masyarakat akan museum, damar kurung, dan Masmundari,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tidak banyak pelukis perempuan di Gresik apalagi yang bisa menjadi seorang maestro. Kenyataan bahwa Masmundari tetap bisa berkarya dan berdaya sampai di usianya, 101 tahun. Seolah menjadi representasi karakter seniman maupun perempuan yang tangguh, ulet, kuat, dan gigih.

“Melalui museum ini, teladan Masmundari sebagai seorang maestro dan perempuan yang tangguh akan dihadirkan, untuk terciptanya generasi baru yang lebih siap dan kuat menghadapi segala perubahan zaman. Generasi yang berkarya juga berdaya,” pungkasnya. (yad)

Gang Sebelah dan Mendikbudristek Rilis Museum Virtual Masmundari Selengkapnya