Perampok Sadis, Bunuh Agen Tukar Uang dan Sikat Uang Ratusan Juta

GRESIK,1minute.id – Rumah pengusaha penukaran uang dan konter smartphone di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dirampok. Pelaku menghabisi korban dan membawa kabur uang sekitar Rp 150 juta. Korban bernama Wardatun Toyyibah, 29 tahun

Polisi masih terus menelisik pelaku perampokan yang menewaskan Istri Mahfud itu. Korban tewas dengan luka tusukan di bagian tubuhnya. Korban mengenakan daster warna hijau itu tewas dengan posisi tertelungkup di lantai kamar tidur rumahnya. Sedangkan, anak korban yang berusia 2,5 tahun selamat. Kali pertama yang menemukan korban Wardatun Toyyibah meninggal adalah Mahfud, suaminya pada Sabtu, 16 Maret 2024 sekitar pukul 07.00 WIB.

Kematian Wardatun Toyyibah itu menggegerkan masyarakat desa setempat. Dalam sekejap rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha, Agen BRILink dan konter smartphone, Kakfud Cell itu riuh. Warga seakan turut merasakan duka yang dialami keluarga Mahfud itu. 

Informasi yang dihimpun, korban Wardatun Toyyibah tidur bersama anak balitanya berusia 2,5 tahun di dalam kamarnya pada Jumat malam, 15 Maret 2024. Sedangkan, Mahfud, suami korban tidur di kamar lainnya. Rumah keluarga Mahfud ini terdapat dua kamar yang bersebelahan. Renovasi rumah itu belum kelar seratus persen pembangunan. Bagian atap ruang tamu rumah arsitektur minimalis belum terpasang. 

RUMAH DUKA ; Pengusaha penukaran uang ditemukan tewas di duga korban perampokan di rumahnya pada Sabtu, 16 Maret 2024 ( Foto : istimewa)

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Gresik korban meninggal karena mengalami luka-luka di bagian leher dan ulu hati. Ada beberapa luka tusukkan. Belum diketahui secara pasti alat yang digunakan oleh perampok untuk menghabisi nyawa korbannya itu. Diduga alat tusuk adalah obeng. 

Polisi menemukan sarung tangan diatas kasur kamar korban. Diperkirakan perampokan masuk dengan mencongkel pintu belakang rumah korban. Setelah menghabisi korban dan menggasak uang ratusan juta, pelaku kabur lewat pintu jendela. 

Camat Dukun Gunawan Purna Atmaja dikonfirmasi membenarkan adanya warga meninggal akibat perampokan. “Sudah ditangani oleh polisi,” katanya dikonfirmasi Sabtu, 16 Maret 2024. (yad)

Perampok Sadis, Bunuh Agen Tukar Uang dan Sikat Uang Ratusan Juta Selengkapnya

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (3)

GRESIK,1minute.id – Gapura Makam Sayyid Abdurrahman sudah hilang. Hilang “tertelan” tanah longsor pada Maret 2020 lalu. Gapura yang menjadi tetenger menuju makam paman Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Putri Cempo hanya tinggal kenangan. 

Beruntung Saya sempat ngelutus ke tempat yang kerap menjadi jujugan warga untuk “berwisata” hati itu. Begini bentuk gapura yang sebelum hilang karena tanah longsor yang sempat diabadikan oleh wartawan 1minute.id

Kondisi makam Sayyid Abdurrahman juga  memprihatinkan. Imbas tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo itu, makam paman Sunan Giri di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mulai retak-retak.

Sejumlah orang mengkhawatirkan situs sejarah itu rusak. Menurut Akhmad Saifudin, juru kunci makam Syekh Sayyid Abdurrahman, sejak 2020  tanah makam terus longsor. Bahkan pada musim hujan pada 2022 terjadi penurunan tanah 10 sentimeter setiap hari.

TANGGA RUSAK : Selain gapura makam Sayyid Abdurrahman, paman Sunan Giri yang hilang karena longsor pada Maret 2020 lalu. Juga tangga menuju makam rusak karena tanah longsor. Foto atas Gapura diambil pada 13 Juli 2019 atau setahun sebelum longsor dan tangga makam diambil pada 5 September 2019. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk menyelamatkan situs religi Syaifuddin kemudian menyusun batu bata masuk menuju makam itu. Upaya Syaifuddin untuk sementara waktu bisa menyelamatkan pesarean Sayyid Abdurrahman itu. Letak makam Syekh Sayyid Abdurrahman dekat dengan makam Putri Cempo. Makam itu kali terakhir direnovasi pada 1991. Renovasi dilakukan karena ada bagian makam yang tertimpa tower telekomunikasi.

“Ada yang menyebut Sayyid Abdurrahman ini sebagai paman Sunan Giri. Beliau ini keturunan Sunan Ampel,” jelas Saifudin. Bukit Putri Cempo kini banyak mengalami perubahan. Area yang dulu sakral itu, kini menjadi pusat kongko para milenial menikmati  suasana malam Kota Industri dengan cerobong-cerobong pabrik yang terus mengeluarkan asap itu. (yad/bersambung)

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang Selengkapnya

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Wabup Gresik : Pemkab Gresik Jamin Stok Aman, Janji Intervensi Turunkan Harga 

GRESIK,1minute.id – Harga kebutuhan pokok masih belum stabil memasuki hari kedua bulan suci Ramadan pada Kamis, 14 Maret 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta masyarakat tidak panik. Ia memastikan ketersediaan kebutuhan pokok selama Bulan Ramadan aman.

“Memasuki bulan puasa seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok memang cukup tinggi sehingga harga juga sedikit naik,” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional, Pasar Baru Gresik pada Kamis, 14 Maret 2024. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Forkopimda melakukan pemantauan langsung perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern.

Dalam sidak itu, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini masih menemukan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti, beras, minyak goreng dan telur mengalami kenaikan. Misalnya, harga beras premium mencapai Rp16.000/kg, gula kristal putih Rp16.500/kg, minyak goreng curah Rp16.500/kg, minyak goreng kemasan premium Rp18.000/liter, daging sapi Rp105.000/kg dan telur ayam ras Rp30.000/kg.

Adapun beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga diantaranya cabai merah keriting yang turun menjadi Rp 55.000/kg setelah sebelumnya menembus Rp 60.000/kg, cabai merah besar yang turun menjadi Rp 45.000/kg dari harga sebelumnya Rp 60.000/kg dan cabai awit merah yang turun dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 40.000/kg. 

Menanggapi hal tersebut, Bu Min mengatakan akan melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan intervensi agar harga bisa turun. “Untuk harga beras, memang relatif masih tinggi namun cenderung sudah turun dibandingkan pekan-pekan lalu,” kata Wabup berlatar pendidik itu.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Gresik Edy Chumaidy mengatakan, harga beras yang cenderung turun ini salah satunya akibat intervensi pemerintah lewat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Untuk beras SPHP ini banyak peminatnya, tapi tetap kita batasi pembelian perorangnya. Dengan harga Rp10.900/Kg, beras SPHP disuplai dari Bulog untuk Pasar Baru Gresik sebanyak 45 ton setiap minggunya,” ujar Chumaidy yang juga pedagang di Pasar Baru Gresik. (yad)

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Wabup Gresik : Pemkab Gresik Jamin Stok Aman, Janji Intervensi Turunkan Harga  Selengkapnya

Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Gratis. Ini Syaratnya!

GRESIK,1minute.id – Mudik Bareng Gus Yani dan Bu Min kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pendaftaran mudik bareng gratis itu dibuka mulai 19 sampai 21 Maret 2024 di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik di terminal Bunder, Gresik. Berangkat hari Sabtu, 1 April 2024 di halaman Kantor Bupati Gresik Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Khusaini mengatakan program mudik gratis ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa beban biaya transportasi yang mahal.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya serta memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan aman bagi para pemudik.

Kegiatan ini sengaja disosialisasikan lebih awal kepada masyarakat untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat yang akan mudik Lebaran menuju kampung halamannya masing-masing, dengan segala sumberdaya transportasi yang ada, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi, bahkan menggunakan transportasi sepeda motor.

“Berkendara dengan sepeda motor selain tidak di desain untuk perjalanan jauh, risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor juga sangat tinggi. Untuk itulah tahun ini kami menggelar mudik gratis,” kata Khusaini.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Gresik Suhartono, peserta mudik gratis terbuka untuk masyarakat Gresik yang hendak mudik di kampung halamannya.

“Kami akan menyiapkan 15 armada bus untuk mudik tahun ini. Armada tersebut akan melayani 8 rute yang ada di Jawa Timur,” kata Suhartono pada Kamis, 14 Maret 2024. Delapan rute yakni Gresik-Madiun-Ponorogo ;  Gresik-Bojonegoro-Tuban ; Gresik-Probolinggo-Banyuwangi. Kemudian, Gresik-Lumajang-Jember ; Gresik-Malang-Blitar dan Gresik-Kediri-Tulungagung. 

“Pendaftaran mudik gratis ini dibuka 19 sampai 22 Maret 2024. Pendaftaran dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor Dishub Gresik di Terminal Bunder. Pendaftaran akan ditutup otomatis oleh penyelenggara jika kuota sudah terpenuhi,” katanya.

Lalu apa persyaratan bisa mudik gratis ? Calon pemudik cukup membawa foto kopi KTP  dan Kartu Keluarga. Atau surat keterangan (suket) domisili Kabupaten Gresik dari Kecamatan.

Bagi masyarakat yang dinyatakan sudah terdaftar’ akan diberikan tiket yang berisi nama, alamat, nomor HP, nomor bus dan kursi, serta jurusan yang diberikan oleh petugas di Kantor Dinas Perhubungan. (yad)

Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Gratis. Ini Syaratnya! Selengkapnya

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik 

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (2)

GRESIK,1minute.id – MAKAMDewi Sekardadulengang. Siapa Raden Ajeng Dewi Sekardadu? Dewi Sekardadu adalah ibunda Sunan Giri. Waliyullah. Masyarakat Gresik menyakini makam Dewi Sekardadu dulu berada di Blambangan, Banyuwangi.

Konon, mengingat jarak Gresik-Banyuwangi yang cukup jauh. Sunan Giri memiliki gelar Prabu Satmata atau Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton itu kemudian bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam kali pertama.

Tempat itu dinamakan Gunung Anyar. Salah satu dusun di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam Dewi Sekardadu berada dalam satu cungkup yang megah. Khusus untuk makam Dewi Sekardadu ditutup dengan kain kelambu.

SILSILAH : Prasasti tentang silsilah Raden Ajeng Dewi Sekardadu yang di pesarean Dewi Sekardadu di Dusun Gunung Anyar, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Makam pertama adalah Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya tidak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan keempat dari Sunan Giri. Bangunnya semi permanen. Tembok dan gebyok kayu ukiran yang sangat terawat baik. 

Di sekitar halaman pesarean Dewi Sekardadu ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana terasa teduh. Ada fasilitas penunjang lainnya yakni musalah, toilet serta joglo untuk para peziarah beristirahat. (yad/bersambung)

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik  Selengkapnya

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam

GRESIK,1minute.id – Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik meluap pada Selasa, 12 Maret 2024. Puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun terendam air. Ketinggalan air 20 hingga 30 centimeter. Warga terdampak banjir kali pertama dalam periode 10 tahun terakhir ini masih bertahan di rumah masing-masing. 

Tingginya curah hujan dan durasi waktu lama membuat Sungai Bengawan Solo yang meliintas di Kabupaten Gresik meluap. Luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu merendam puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo. Air bah sungai itu meluap dan menggenangi permukiman penduduk itu pada Selasa pagi. 

Luapan air Sungai Bengawan Solo di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik ini kali pertama pascapembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah itu. Desa Madu Mulyorejo berada sebelum BGS.

Banjir yang disebabkan Sungai Bengawan Solo meluap ini menjadi perhatian serius Serda Azis, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 0817/16 Dukun itu. Serda Azis terus memantau perkembangan debit air yang menggenangi rumah warga tersebut. “Saat ini ada 18 KK (Kepala Keluarga) yang terdampak banjir Sungai Bengawan Solo,” kata Serda Azis.

Untuk antisipasi kebutuhan alat evaluasi telah disiapkan, jika ada yang membutuhkan akan siap melakukan evakuasi. Hingga petang ini terus dilakukan pemantauan dan belum ada warga yang dievakuasi. Sebagai langkah awal, akan dipantau terus perkembangannya, dan apabila dibutuhkan, kami siap melakukan evakuasi warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” tandas Babinsa Serda Aziz. (yad)

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam Selengkapnya

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (Bagian : 1)

Marhaban yaa Ramadan. Bulan suci Ramadan 1445 hijriah/2024 masehi tahun ini,  1minute.id  menyajikan hal berbeda. Cerita hasil “ngelutus” di Gresik. Hasil dari mlaku-mlaku jurnalistik itu berwujud buku berjudul “Grissee Kota Bandar”. Buku yang isinya tentang Gresik. Tentang religi, budaya, sampai destinasi wisata di daratan dan kepulauan yakni Pulau Bawean.

Di sejumlah sekolah, buku Grissee Kota Bandar ini, menjadi pendamping buku ajar kurikulum muatan lokal (mulok) tentang Gresik yang memiliki banyak sebutan ini. Sebutan itu, antara lain, Kota Bandar (Pelabuhan,Red) ; Kota Santri ; Kota Wali ; Kota Industri, Kota Pudak dan lainnya. Buku hasil ngelutus Chusnul Cahyadi, yang sudah memasuki cetakan kedua pada 2023 lalu. Tentu saja, sajian mengisi Ramadan ini ada yang baru. Kita mulai dari Nyai Ageng Tumengkang Sari.

PESAREAN Nyai Ageng Tumengkang Sari lengang. Hanya satu, dua peziarah keluar masuk pesarean dalam kompleks Makam Islam Sumur Songo itu. Seakan bergantian. Keluar dan masuk. Kondisi makam rapi dan bersih cukup luas. Di dalam cungkup hanya ada dua makam yakni, makam Nyai Ageng Tumengkang Sari dan makam Buyut Susilowati, dayang atau pendamping.

Peziarah cukup leluasa ketika berdoa di makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini. Sedangkan di luar cungkup atau halaman luar  terdapat sejumlah makam, antara lain ; Mbah Brojol (pengelola bahan baku jamu) ; Mbah Singo (Pengawal) dan Mbah Tarip-tidak disebutkan-jabatannya. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari. 

Berdasarkan cerita singkat yang ditempelkan di area makam disebutkan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah cucu Sunan Giri, Waliyullah yang makamnya di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik.  Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah putri Sunan Weruju ini lahir di Giri, Gresik. Sunan Weruju adalah putra Sunan Girl dari perkawinan beliau dengan Dewi Murthosiah binti Sunan Ampel sebagai putri keraton di Giri Kedaton dan Cucu seorang penguasa Kerajaan Giri Kedaton.

Beliau belajar banyak ilmu Agama dari lingkungannya, kemudian di masa gadisnya, beliau babat alas membuka pemukiman baru dan kemudian menjadi penguasa di wilayah yang kemudian bernama Sumur Songo (Sekarang bagian dari Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik), sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah menikah. Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari diperingati setiap 12 Shofar.

Menurut cerita Nyai Ageng Tumengkang Sari memiliki keahlian dalam bidang kebidanan dan pengobatan (Jamu). Namanya harum dan dikenal oleh masyarakat Gresik sampai sekarang karena sering “membantu” perempuan yang hendak melahirkan. 

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari yang memiliki nama lain yakni Mbah Buyut Sumur Songo atau Nyal Ageng Pamengkang Sari atau Nyal Ageng Pemangku Sumur Songo ini sering dikunjungi orang-orang yang Ingin proses kelahiran putranya lancar dengan membawa minyak kelapa atau air Sumur Songo yang masih ada disekitar makam dan memohon doa kepada Allah dan berkirim doa (wasilah) di makam beliau.

Nama wilayah/dusun Sumur Songo tidak lepas dari kiprah beliau dan usaha beliau dalam menolong persalinan serta pengobatan, banyak versi tentang Sumur Songo yang melegenda dan tersebar di masyarakat, sedangkan sumur yang tersisa kini hanya tinggal tiga buah, satu diantaranya masih berfungsi dan berada di sekitar 50 meter sebelah tenggara makam Nyal Ageng Tumengkang Sari, satu di kompleks SMP Negeri 4 dan satu komplek Perumahan Sidorukun Indah sebelah utara masjid Al Amin, Perumahan Sidorukun Indah Gresik sedang sisanya belum terlacak keberadaannya. Peninggalan yang masih ada di situs makan adalah Pipisan dari batu dan Lumpang dari batu.

Nama sebutan lain dari Tumengkang Sari adalah, Pamengkang berasal dari kata mekangkang, posisi kaki yang berjauhan satu sama lain, posisi ini menunjukan keadaan seorang ibu yang akan melahirkan, Pamengkang menurut Puspodiningrat artinya adalah mengungkap atau mengeluarkan (melahirkan), maka tidak menutup kemungkinan akibat perubahan ucap yang salah terjadi dialog dari kata Pamengkang menjadi Tumengkang, karena Istilah Pamengkang lebih tepat sebagai gelar/nama anumerta beliau yang ahli di bidang persalinan dan pengobatan dibanding istilah Tumengkang.

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini berada di Kompleks Makam Islam Sumur Songo di Desa Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Sumur Songo dalam bahasa Jawa ; Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal. Ada cerita versi terkai Nyai Ageng Tumengkang Sari dan Sumur Songo ini. Cerita yang berkembang adalah Nyai Ageng Tumengkang Sari, cucu Sunan Giri adalah gadis yang cantik. Ahli kebidanan atau kedokteran dan obat. 

Suatu hari, ada seorang pangeran dari kerajaan yang menguasai Nusantara, Majapahit, terpincut kepadanya. Pangeran itu ingin melamarnya. Lazimnya, seorang gadis di lamar seorang pangeran yang ganteng nan gagah dan kaya akan berbunga-bunga. Bahagia. Seandainya kejadian itu sekarang ini, sudah ramai di medsos. Viral dan trending topik. Berhari-hari pula.

Pangeran datang dan melamarnya. Akan tetapi, Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak bahagia. Gadis yang cucunya Sunan Giri itu malah galau. ”Nyai Tumengkang Sari tidak mau menikah karena beda keyakinan,” tutur salah satu warga di temui  di makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024. Menurut lelaki 66 tahun itu,  Nyai Tumengkang Sari dikenal memiliki pendirian yang kuat dan jiwa sosialnya juga tinggi. “Katanya Nyai Ageng Tumengkang Sari, sangat cantik,” ujarnya. 

Keyakinan merupakan prinsip. Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah seorang cucu Sunan Giri dari Sunan Wruju. Dia sangat disegani. Sang pangeran rela melakukan apa pun demi memperistri pujaan hati. Karena bingung, Nyai Tumengkang Sari sempat pergi dari Giri. Dia bersembunyi di sebuah desa terpencil. ”Tidak bisa menerima, tapi tak bisa menolak. Sebab, bisa terjadi pertumpahan darah,” lanjutnya.

Meski dalam hatinya, Nyai Tumengkang Sari sejatinya ingin menolak. Namun, dia tidak ingin peperangan pecah. Akhirnya, dia menemukan satu cara. ”Nyai Tumengkang mengajukan satu syarat,” ucapnya. Menurut cerita, Nyai Tumengkang Sari meminta sang pangeran membuat sepuluh sumur. Seluruhnya harus jadi dalam semalam. Mirip kisah Roro Jonggrang yang minta dibuatkan seribu candi oleh Bandung Bondowoso.  

Mendengar syarat tersebut, sang pangeran tidak gentar. Dia yakin sanggup. Kalau hanya membangun sumur dalam semalam, itu bukan apa-apa. Sebab, pangeran tersebut memang dikenal sakti luar biasa. ”Dia pun mengerahkan semua kekuatan untuk membangun sepuluh sumur. Pangeran yakin sepuluh sumur itu benar-benar jadi hanya dalam semalam. Esoknya, sang pangeran mengajak Nyai Ageng Tumengkang melihat sumur yang diminta. Namun, perempuan cantik tersebut punya akal yang cerdik. Sambil duduk di salah satu sumur, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta sang pangeran menghitung jumlah sumur. Nyai Ageng Tumengkang Sari cemas. Takut pangeran tahu. Namun, dia terus berdoa kepada Allah SWT.

Meminta agar pernikahannya dengan sang pangeran tidak sampai terwujud. Doa itu terkabul. Setelah menghitung jumlah sumur, sang pangeran kaget dan bingung. Satu di antara sepuluh sumur tersebut tiba-tiba menghilang. Pangeran itu menghitungnya berulangkali. Jumlah sumur yang dibangun seolah benar-benar hilang satu. Nyai Ageng Tumengkang Sari terus memanjatkan doa. Seolah tidak bisa dipercaya, Pangeran tidak sadar kalau ada salah satu sumur yang diduduki Nyai Tumengkang Sari.

Karena gagal memenuhi permintaan Nyai Ageng Tumengkang Sari, pernikahan pun batal. Pangeran pulang ke Majapahit dengan hati hampa. Kisah itulah yang kemudian melahirkan nama Dusun Sumur Songo yang kini terkenal di Gresik. Wallahu a’lam. (*/bersambung)

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat Selengkapnya

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa 

Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik (2)

GRESIK,1minute.id – Padusan di Pemakaman Islam Sumur Songo berbeda dengan makam Islam Tlogopojok. Di makam berlokasi di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini tertata lebih ciamik. Lebih bersih karena dikelola oleh Pengurus Pemakaman Islam Sumur Songo. 

Peziarah cukup membawa kembang, kemudian berdoa. Tidak perlu repot membersihkan rumput atau tanaman yang tumbuh. Sebab, pengurus makam telah membersihkan secara rutin. Patut mendapatkan apresiasi. Saat padusan, seperti saat ini, memang banyak dijumpai anak-anak yang menawarkan jasa bersih-bersih makam. Akan tetapi, mereka hanya membawa sapu lidi untuk menyapu atau membersihkan dari daun-daun yang rontok. 

Penataan nizan atau kijingan juga lebih rapi. Sebab, pengurus telah membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh keluarga atau kerabat mereka bila jenazah hendak di makamkan di Sumur Songo , yang dalam bahasa Jawa adalah Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal itu.

SUMUR SONGO : Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal dan pengumuman terkait standar ukuran bangunan nizan di tempelkan di kaca kantor pengurus makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siti artinya tanah ; Lebet (Masuk/kedalam) ; Sedoso adalah sepuluh ; kirang atau kurang ; dan setunggal (satu). Dalam peraturan itu disebutkan : sesuai keputusan pengurus makam Sumur Songo tanggal 9 November 2015, maka standar ukuran bangunan (kijingan/nisan) telah ditetapkan panjang 180 centimeter dan lebar 80 centimeter. “Dilarang membangun melebihi standar,” bunyi dalam pengumuman yang di tempelkan di tembok dalam makam Sumur Sungo itu.

Selain menentukan standar ukuran nizan, pengurus juga memiliki kewenangan mengatur jarak antarmakam. Ketupusan itu diteken oleh Hudi Suyato pada 9 November 2015. 

Dalam pengamatan 1minute.id penataan makam Sumur Songo terlihat rapi. Akses jalan peziarah selebar 1,5 meter dengan konstruksi paving. Sehingga, para peziarah bisa lebih nyaman. Sudah selayaknya bisa di tiru di makam Islam Tlogopojok. 

Selain padusan, tradisi menjelang bulan suci Ramadan, pada hari-hari tertentu, malam Jumat, misalnya banyak dikunjungi para peziarah. Mereka yang berziarah ini ngalap berkah ke pesarean Nyai Ageng Tumengkang Sari yang berada di sisi utara dalam kompleks Makam Sumur Songo itu. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari? Selamat menunaikan ibadah puasa, Ramadan. (yad/habis)

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa  Selengkapnya

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan 

(Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik/bagian 1)

GRESIK,1minute.id – Sehari menjelang bulan suci Ramadan suasana pemakaman umum lebih riuh. Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1445 Hijrah pada Selasa, 12 Maret 2024. Ribuan orang datang untuk berziarah ke makam leluhur atau orang-orang yang dikasihinya. Semua pemakaman umum ramai peziarah untuk padusan. Di kota/kabupaten lain menyebut peziarah menjelang Ramadan ini megengan

Makam Islam Tlogopojok dan makam Islam Sumur Songo, dua diantara ratusan tempat pemakaman di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik banyak dikunjungi peziarah. Makam Islam Tlogopojok, di Kelurahan Tlogopojok adalah makam terbesar di Gresik yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ini. Sedangkan, makam Sumur Songo (Siti Lebet Sedoso Kurang Setunggal) berada di Kelurahan Sidokumpul. Keduanya berada di Kecamatan/ Kabupaten Gresik. 

Dalam pengamatan 1minute.id , pengelolaan kedua makam terbesar itu berbeda. Bila makam Tlogopojok, peziarah harus bekerja ekstrakeras untuk mbatati rumput atau tanaman liar yang tumbuh subur disana. Saking suburnya, tanaman liar sampai menutupi mahesan atau nisan bila tidak sering diziarahi oleh keluarga atau kerabatnya. Jasa mbatati suket alias rumput atau tanaman menui berkah tradisi tahun tersebut. Slamet, salah satu pemuda yang mendapatkan berkah dari tradisi padusan. “Lumayan sehari bisa lebih dari seratus ribu,” kata pemuda bertubuh lencir itu. 

Ada puluhan bahkan ratusan orang yang seperti Slamet menekuni profesi pembersihan makam secara dadakan itu. Tidak patokan harga jasa untuk membersihkan makam di Makam Islam Tlogopojok itu. Negosiasi. Pembersihan makam biasanya dilakukan secara berkelompok mulai dua orang sampai tujuh orang.  “Sembarang (terserah) yang penting pantas,” katanya. 

Selain jasa pembersihan makam, padusan menjadi berkah para penjual kembang nyekar. Mulai dari simpang empat Jalan Gubernur Suryo sampai makam Islam Tlogopojok yang jaraknya lebih kurang 1,5 kilometer banyak dijumpai masyarakat menjual kembang. Harganya Rp 5 ribu per bungkus. Pada hari-hari biasa harga kembang nyekar Rp 2.500 per bungkus. Mekanisme pasar. “Ngapunten regane mundak (maaf harganya naik),” kata seorang nenek penjual kembang nyekar di simpang empat Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Senin, 11 Maret 2024.

Setelah makam bersih dan menabur bunga kemudian peziarah melakukan doa di depan makam orang-orang yang dikasihi. Mereka berdoa. Ada yang melafalkan secara keras, ada juga secara senyap alias dalam hati. 

Berikut rangkaian doa ziarah kubur lengkap.

1. Ucap salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْه

Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Surah Al-Fatihah (3x)

Dibacakan 3 kali saat doa ziarah kubur.

Bismillahir rahmanir rahim Alhamdulillahi rabbil ‘alamin Ar Rahmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin Ihdinash-shirraatal musthaqiim Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan mereka yang dimurkai, dan bukan mereka yang sesat.”

4. Surah Al-Ikhlas (3x)

Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: “Katakanlah, ‘Dialah Yang Maha Esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

5. Surah Al-Falaq (3x)

Qul a’udzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus napasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.”

6. Surah An-Nas (3x)

Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.”

7. Ayat Kursi

Ini adalah bagian dari doa ziarah kubur:

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih.

Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?”

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah maha tinggi lagi maha besar.”

8. Surah Yasin

9. Tahlil, zikir, dan selawat

لَا إِلَهَ إِلَّا الله

Laailaaha Illallah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan engkau ya Allah, maha suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya.”

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammmadin shalaatar ridhaa wardha’an ashhaabihir ridhar ridhaa

Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

10. Doa ziarah kubur

Allahummaghfirlahu war hamhu wa’aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampun dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah pelindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya (HR.Muslim).”

Itulah doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat nyekar. (yad/bersambung)

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan  Selengkapnya

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya!

GRESIK,1minute.id – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M. Ersat menegaskan tim rukyatul hilal dari Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik tidak berhasil melihat. Awal puasa Ramadan ditetapkan Selasa lusa, 12 Maret 2024.

Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya. Ratusan pasang mata tertuju pada perukyak dari LFNU Gresik untuk rukyatul hilal di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke Bukit Condrodipo. Badal Ashar, massa semakin banyak. Mereka menenuhi lantai. Sedangkan, para perukyak dan undangan berada di lantai Bukit Condrodipo.

Di lantai dua itu, sejumlah peralatan pendukung pengamatan hilal telah dipasang. Diantaranya, kompas, Global Positioning System (GPS), Busur Derajat, Teleskop motorik dan thedolite. Sedangkan di lantai satu sejumlah peralatan milik massa “pemburu” rukyat sedang menyorot ke langit. Selama rukyatul hilal kondisi langit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berawan. Matahari terakhir terlihat pukul 17.46 WIB dan terbenam pukul  17.46 menit, 18 detik. Hilal tidak terlihat. Tinggi hilal minus 0 derajat. 

“Posisi hilal saat ini masih berada di bawah 3 derajat, sehingga sulit untuk terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, kemungkinan besar bulan akan digenapkan menjadi 30 hari,” katanya. Ersat menyatakan, pelaksanaan rukyatul hilal di Bukit Condrodipo ini sangat penting dalam penetapan awal bulan Ramadan 1445 H. Kementerian Agama selalu mengacu pada 3D, yaitu Di hisab, Di rukyah, Di isbat. “Dengan proses pengamatan dan penetapan ini, kita dapat memastikan awal bulan Ramadhan 1445 H,” tegasnya.

Moh. Ersat menambahkan bahwa adanya perbedaan penetapan awal Ramadan 1445 H yakni Senin, 11 Maret dan Selasa, 12 Maret 2024 merupakan suatu hal biasa. Ersat mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi hal tersebut dengan bijak, dan selalu mengedepankan dan menjaga toleransi dalam menghargai perbedaan tersebut.

Untuk diketahui rukyatul hilal dilakukan di 134 titik rukyatul hilal di Indonesia, 27 titik diantaranya ada di Jawa Timur, salah satunya yakni di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Bukit Condrodipo berada di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut. (yad) 

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya! Selengkapnya