Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak

GRESIK,1minute.id – Fonomena kekerasan anak yang terjadi belakangan ini membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. Stop bullying, kekerasan seksual dan intoleransi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, anak merupakan tumpuan bagi orang tua dan sebagai generasi penerus bangsa. Anak harus memperoleh perlakuan yang baik dan dilindungi. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri kegiatan ‘Ngobrol Asik Pendidikan’ yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 25 September 2023.

Dialog itu dihadiri para guru dan tenaga pendidik (tendik) dalam naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Adanya fenomena kekerasan anak, baik yang dilakukan oleh oknum guru ataupun teman sebayanya, menimbulkan dampak yang buruk. Terutama berdampak pada psikologis seorang anak.

“Tentunya, kekerasan menimbulkan trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah,” kata Gus Yani. Oleh karena itu, fenomena seperti ini perlu menjadi perhatian serius dan menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius. Ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni stop bullying, stop kejahatan seksual dan stop intoleran terhadap anak. 

“Tiga persoalan itu harus tuntas. Formulasinya adalah dengan cara menambah daya kapasitas kita sebagai seorang guru atau tenaga pendidik yang profesional. Utamakan profesionalitas,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia melanjutkannperlu tumbuhnya ketegasan yang terukur dari seorang pendidik kepada muridnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran kita sebagai orang tua. “Kita sebagai orang tua juga memiliki peran yang sama, yakni fungsi kontrol terhadap kepribadian anak. Saya tekankan, bahwa sekolah bukanlah tempat penitipan anak. Namun sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi semua harus bersinergi, sebab pengembangan karakter anak di rumah juga sangat penting. Jangan sampai ada lagi kekerasan, baik itu berupa kekerasan fisik ataupun kekerasan verbal,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik  Aminatun Habibah memberikan warning bahwa jangan ada lagi kejadian kekerasan pada anak. Menurutnya, dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, sama halnya dengan menodai lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat untuk belajar yang nyaman.

Menurut Bu Min, sekolah perlu menciptakan kultur yang aman, nyaman dan sehat. Sehingga, siswa bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya. Selain itu, Sekolah perlu memberikan sanksi tegas kepada anak yang melakukan bullying. Sehingga, pelaku merasa jera dan tidak melakukan tindakan bullying kembali kepada temannya.

“Peran guru dan orang tua perlu untuk mengajarkan siswa/anak untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah bersama, bukan dengan kekerasan dan main hakim sendiri,” pungkas wabup  berlatar pendidik itu. 

Untuk diketahui, dua pekan terakhir dugaan kekerasan yang dialami anak berinisial SAH, 8 tahun menguncang Kabupaten Gresik. Anak kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku mendapat kekerasan fisik. Anak korban mengaku mata dicolok tusuk bakso hingga mengalami penurunan pengelihatan. Sementara polisi telah melakukan melakukan pemeriksaan 47 saksi dan melakukan pemeriksaan kesehatan mata di empat rumah sakit, diantaranya,  RSUD Ibnu Sina Gresik dan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023 lalu. 

“Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya. (yad)

Bupati Gresik :  Ayo Jadikan Sekolah Tempat Nyaman, Stop Kekerasan Anak Selengkapnya

Robby Setiabudi Madjid Jabat DKU Petrokimia Gresik, Alumnus University of Queensland, Australia Awali Karir di Staf Keuangan 

GRESIK,1minute.id – Pupuk Indonesia menunjuk Robby Setiabudi Madjid menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Umum (DKU) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia per 25 September 2023. Sebelumnya, Robby mengemban amanah sebagai Senior Vice President (SVP) Keuangan dan Pendanaan Investasi di Pupuk Indonesia mulai tahun 2021. Lulusan Magister Ekonomi dari University of Queensland, Australia ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Plt. Direktur Keuangan di salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia.

Robby yang lahir di Jakarta, 16 Juli, mengawali karirnya di Petrokimia Gresik sebagai Staf Keuangan mulai 2003. Kmudian menjabat sebagai Manager Keuangan pada 2014 – 2017 dan Manager Pengadaan di Petrokimia Gresik pada 2018 – 2019. Kemudian mendapat amanah di anak perusahaan Pupuk Indonesia.

 Pts. SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Karina Sari menyampaikan bahwa, seluruh Insan Petrokimia Gresik bersama DKU yang baru siap mendukung Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia menciptakan masa depan baru sebagai perusahaan global berwawasan lingkungan dengan menerapkan Green Industry. “Kami keluarga besar Petrokimia Gresik menyampaikan selamat bertugas kepada Bapak Robby, dan siap untuk berkolaborasi secara harmonis untuk kemajuan Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia,” pungkasnya. Dengan adanya perubahan ini, lanjut Karina, berikut jajaran Direksi Petrokimia Gresik :

• Direktur Utama : Dwi Satriyo Annurogo

• Direktur Operasi dan Produksi : Digna Jatiningsih

• DKU : Robby Setiabudi Madjid. (yad)

Robby Setiabudi Madjid Jabat DKU Petrokimia Gresik, Alumnus University of Queensland, Australia Awali Karir di Staf Keuangan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Memakmurkan Lebih 21 Ribu Petani Anggota Program Makmur, Produktivitas Meningkat

GRESIK,1minute.id – Program Makmur  membawa petani di Indonesia semakin makmur. Program Makmur itu diinisiasi oleh Pupuk Indonesia berrsama Menteri BUMN Erick Thohir. Petrokimia Gresik sukses merealisasikan program tersebut. Kuartal II 2023 berhasil memakmurkan 21.403 petani yang ada di Indonesia, melalui peningkatan produktivitas hasil panen. Kado manis di peringatan Hari Tani Nasional. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, selama Januari – Agustus 2023, Petrokimia Gresik telah merealisasikan program inisiatif Kementerian BUMN Republik Indonesia ini di lahan seluas 102.589 hektar (Ha) atau sudah 104 persen dari target yang diamanahkan di sepanjang tahun 2023, yaitu 99.000 Ha.

“Alhamdulillah, program Makmur yang merupakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari bantuan modal, pendampingan budidaya, asuransi pertanian hingga jaminan pemasaran mampu meningkatkan hasil panen berbagai komoditas pertanian yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan atau kemakmuran bagi para petani di negeri ini” ujar Dwi Satriyo di Peringatan Hari Tani Nasional pada Minggu, 24 September 2023. 

Program Makmur Petrokimia Gresik telah direalisasikan di beberapa provinsi, antara lain di Jawa Barat pada lahan seluas 8.534 ha, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (14.043 Ha). Kemudian di Provinsi Jawa Timur (63.917 Ha), Bali dan Nusa Tenggara (9.138 Ha), Sumatera (2.738 Ha), serta Kalimantan (4.219 Ha). Adapun komoditas yang menjadi sasaran Petrokimia Gresik terbanyak adalah padi di lahan seluas 44.495 ha, selanjutnya tebu (35.481 Ha), hortikultura (10.093 Ha), jagung (8.301 Ha), dan kelapa sawit (4.219 Ha).

“Kami berharap budidaya ini bisa diduplikasi oleh petani lain sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tandas Dwi Satriyo. Dalam program ini, Petrokimia Gresik berperan dalam memberikan jaminan penyediaan pupuk non-subsidi. Petrokimia Gresik juga melakukan kawalan budidaya, mulai dari pengujian tanah melalui layanan Mobil Uji Tanah, hingga penyediaan pestisida melalui anak perusahaan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Adapun pupuk non-subsidi Petrokimia Gresik yang digunakan dalam program Makmur diantaranya NPK Phonska Plus, ZA, Urea, ZK dan SP-36. Selain itu juga produk baru perusahaan yaitu ZA Plus, SP-26, Phosgreen dan Petroganik Premium. Melalui program Makmur ini juga menjadi media edukasi bagi perusahaan kepada petani agar tidak bergantung dengan pupuk bersubsidi yang saat ini alokasinya semakin terbatas.

“Penggunaan produk non-subsidi Petrokimia Gresik terbukti memberikan hasil siginifikan bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia. Semoga semakin banyak petani yang tergabung dalam program Makmur ini maka semakin lebih banyak lagi petani yang terinspirasi,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik Memakmurkan Lebih 21 Ribu Petani Anggota Program Makmur, Produktivitas Meningkat Selengkapnya

Jelang Pilkaos, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sosialisasi bersama Komisioner KPU Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilkaos) UPT SMP Negeri 2 Gresik digelar pada Selasa, 26 September 2023 nanti. Hari ini, Jumat, 22 September 2023, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu menggelar sosialisasi pra calon pemilih pemula. Mereka adalah seluruh siswa  di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang berjumlah 760 siswa ini mengusung tema “Pemilihan Ketua OSIS Sarana Belajar Demokrasi di Sekolah”.

Sosialisasi untuk materi pembelajaran P5 dalam kurikulum merdeka itu menghadirkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Makmun. P5 dalam kurikulum merdeka adalah Pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan merenungkan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. 

Makmun menjelaskan tentang pentingnya sosialisasi pra calon pemilih pemula untuk menggali potensi berdemokrasi di lingkungan sekolah. Yakni, kesadaran akan kehidupan demokrasi kepada para siswa. “Pagi ini kita akan belajar bersama tentang pemilu dan demokrasi, bagaimana demokrasi itu bisa kita terapkan mulai dari lingkungan terkecil kita, terutama sekolah dan keluarga,” terang Makmun. Kehidupan berdemokrasi sangat penting untuk ditanamkam sejak dini. Ia mencontohkan di sekolah bisa menerapkan pemilih ketua OSIS dan pelaksanaan programnya. 

Sosialisasi digelar di halaman sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik selama 60 menit mulai pukul 07.00 WIB sampai 08.00 WIB. Karena materi cukup menarik sehingga terasa cepat selesai.  

Sementara itu, Kepala UPT SMPN 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, kegiatan yang menarik dan langka ini telah memberikan kebahagiaan tersendiri untuk siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik. “Keilmuan pendidikan berpolitik tentang berdemokrasi sudah dipahami oleh siswa dengan detail langsung dari sumbernya yaitu KPU kabupaten Gresik,” kata Salim. Sedangkan, proses Pilkosis UPT SMP Negeri 2  Gresik,  telah membentuk Komisi Pemilihan OSIS (KPO). (yad)

Jelang Pilkaos, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar Sosialisasi bersama Komisioner KPU Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat menyelamatkan masa depan anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Anak perempuan kelas 2 sekolah dasar negeri di Kecamatan Menganti itu mengaku menjadi korban kekerasan fisik di sekolah. Ia dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan mata kanan mengalami penurunan pengelihatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya mengupayakan menyelamatkan masa depan anak SAH dengan kembali sekolah. “Keluarga anak SAH, kami ajak untuk memilih sekolah yang cocok,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH  di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023. 

“Saran Saya cari sekolah yang mendekati rumah dan lebih menyenangkan. Saya ajak mereka keliling agar memilih sendiri. Artinya dari anaknya nyaman, terus orang tua lebih percaya diri. Semoga kasus segera tuntas,” harapnya. 

Disisi lain, Pemkab Gresik terus berbenah menjadikan sekolah ramah anak. Ia pun mengajak insan media memberikan pemberitaan edukatif. “Saya dalam setiap pertemuan di rapat atau forum guru terus mendorong guru dan tenaga pendidik untuk mengupgrade diri untuk menuju profesional,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginan anak korban SAH maupun orang tua. Mereka menginginkan sekolah di SD Miftahul Ulum. SD tersebut masuk dalam Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Hulaan,Kecamatan Menganti. “Semua persyaratan sudah selesai. Kapan anak SAH mau masuk sekolah bisa,” kata Hariyanto di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Dalam rilis di Mapolres Gresik terungkap fakta-fakta baru yang berbeda dengan pengakuan keluarga anak korban, SAH, 8 tahun, tersebut. Fakta baru itu, hasil pemeriksaan empat rumah sakit yang melakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya menyebutkan hasil pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada. Sementara penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa sebanyak 47 saksi. Semuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa anak SAH pada 7 Agustus 2023. Sedangkan, 6 kamera CCTV sekolah berdasarkan hasil analisis Labfor Polda Jatim tidak aktif sejak 1 Juni 2023. 

Untuk diketahui kejadian dugaan kekerasan kepada anak korban SAH pada 7 Agustus 2023.  Sekitar pukul 08:30 WIB saat anak korban melihat acara lomba 17- an di sekolah di Kecamatan Menganti. Saat anak korban melihat korban tersebut ia dipanggil oleh seseorang anak laki-laki dan tiba-tiba ia di tarik ke sebelah sela antara ruang dan gerbang timur sekolah di lalu anak korban di mintai uang, Namun tidak diberikan oleh anak korban.

Lalu anak laki laki tersebut mengambil tusukan pentol di lantai atau ditanah, sambil menutup mata kiri anak korban dengan tangannya, anak laki-laki tersebut menusuk mata anak korban. Dan anak laki-laki tersebut berlari meninggalkan korban. Atas kejadian tersebut korban mengalami penurunan pengelihatan. Korban kemudian melaporkan ke Polres Gresik pada 28 Agustus atau 21 hari pascakejadian. (yad)

Bupati Gresik Ajak Pilih Sekolah, Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso Pilih SD Miftahul Ulum Selengkapnya

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar konferensi pers  perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan penurunan penglihatan. 

Empat rumah sakit telah melakukan pemeriksaan terhadap korban SAH. Pemeriksaan kali terakhir, adalah Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Hasilnya, pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dr Bambang Tuhariyanto Sp.M, dari RSUD Ibnu Sina Gresik di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.  Bagaimana hasil analisis DVR CCTV yang dilakukan oleh Labfor Polda Jatim? 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjlentrehkan pihak telah melakukan pemeriksaan 47 orang saksi dalam perkara dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8 tahun itu. “Tidak ada saksi yang melihat dan mengetahui kejadian itu,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Selain pemeriksaan saksi-saksi, imbuhnya, pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polda Jatim untuk melakukan analisa DVR CCTV sekolah. Ada enam kamera pengintai yang dilakukan analisa. Hasilnya? “Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya.

Anak korban SAH dalam laporan ke Polres Gresik pada 28 Agustus 2023. Sedangkan, kejadian dugaan anak korban dicolok dengan tusuk bakso terjadi pada 7 Agustus 2023. Sedangkan kamera CCTV sekolah berdasarkan analisa  DVR tersebut tidak melakukan aktifitas elektronik atau merekam sejak 1 juni 2023, hingga 18 agustus 2023. “Hal ini dikuatkan dari data Log File dimana sejak 1 juni 2023 hingga 18 agustus 2023 tidak ada data yang terekam dalam bahasa lain CCTV Tersebut dalam kondisi mati atau tidak dihidupkan,” jelas mantan Kapolres Blitar itu.

Rilis perkembangan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 18 tahun, tergolong istimewa. Sebab, rilis perkembangan penyidikan ini dihadiri Forkopimda Gresik. Selain Kapolres Adhitya Panji Anom, Bupati Gresik  Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dan Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, SpM dan seorang psikologi.

AKBP Adhitya Panji Anom melanjutkan,  penjelasan dari ahli forensik menyatakan bahwa apabila rekaman CCTV sengaja dihapus, data dalam log file tetap ada atau history rekaman tetap ada. “Jadi kesimpulannya adalah CCTV yang terdapat dalam sekolah SDN 236 GRESIK memang tidak aktif atau tidak menyala saat kejadian 7 Agustus 2023,” tegasnya.  (yad)

Kapolres Gresik : CCTV Sekolah Tidak Aktif Sejak 1 Juni 2023,  Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik meliris perkembangan perkara dugaan kekerasan terhadap anak korban berinisial SAH, 8 tahun. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu mengaku dicolok dengan tusuk bakso hingga mengakibatkan kebutaan. 

Benarkah? Hasil pemerikasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di RS PHC Surabaya mencegangkan. Kebutaan yang dialami siswa kelas 2 sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti itu bukan karena kekerasan. 

Menurut dr Bambang Tuhariyanto Sp.M,  hasil pemeriksaan RMI, mata kanan mengalami keluhan sedangkan, mata kiri kondisinya normal. “Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada,” ujar dokter spesialis mata dari RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 21 September 2023.

Anak korban berinisial SAH menjalami pemeriksaan RMI di RS PHI Surabaya pada Rabu, 20 September 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi oleh dr Bambang Tuhariyanto yang mendampingi anak korban SAH itu.

Thoha-begitu sapaan-Bambang Tuhariyanto melanjutkan pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat yang tidak dilihat oleh mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada. Terkait penurunan penglihatan mata tersebut, Thoha tidak memberikan keterangan pasti. Sebab, bukan kewenangannya. “Terkait penurunan pengelihatan mata dari tusukan bakso belum tentu juga,” kata dr Thoha.  

Lebih lanjut dr Tuha mengungkapkan penurunan penglihatan mata bisa disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. Kelainan mata karena katarak biasa dialami orang dewasa. Sedangkan, katarak pada anak tidak pernah menemuinya. Sedangkan, buta warna bisa dialami semua orang. Mulai anak sampai orang dewasa. 

Rilis perkembangan penyidikan dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH cukup spesialis. Karena dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Selain Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana dab Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir. Selain itu, juga Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, dr. Bambang Tuhariyanto, Sp.M dan seorang psikologi. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Dokter Spesialis Mata Tidak Ada Bekas Luka, Kasus Anak Dicolok Tusuk Bakso  Selengkapnya

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kondisi psikologis SAH, 8, anak yang diduga dicolok tusuk bakso hingga buta terus membaik. Siswa kelas II sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu sudah bisa tersenyum. Anak korban kekerasan yang diduga oleh seniornya tersebut menginginkan pindah sekolah. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dr Titik Ernawati mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak SAH sejak 4 September 2023. Anak SAH yang semula sering termenung dan murung kini ceria. “Alhamdulillah sekarang lebih ceria dan lebih banyak bercerita,” ujar dr Titik Ernawati melalui pesan WhatApps pada Rabu, 20 September 2023. 

Akan tetapi jika disinggung kasus tersebut memang ada akspresi yang berubah dari keceriaannya, jadi perlu waktu untuk pulih dan menceritakan dengan terbuka kasus tersebut.

Anak SAH, imbuhnya, tidak lagi merasakan sakit yang dialami. Bahkan, anak korban kekerasan fisik itu kangen sekolah. Untuk diketahui,  kekerasan yang dialami anak SAH terjadi pada 7 Agustus 2023. Korban diduga dicolok tusuk bakso. Akibat kekerasan itu, mata kanan anak SAH tidak bisa melihat. Buta.  Kejadian kekerasan yang dialami anak korban. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah menaikkan status penyidikan.

“Anak SAH ada keinginan kembali ke sekolah dan merindukan beberapa temannya dan juga gurunya yang baik,” terang dr Titik Ernawati.  

Kesimpulan terakhir  hasil pendampingan dengan psikologis klinis, anak SAH sebaiknya pindah sekolah. “Dan kami sudah observasi beberapa sekolah yang aman dan menyenangkan buat SAH,” katanya.

Sementara itu, sumber 1minute.id menyebutkan anak SAH telah selesai menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien. “Sudah ada hasilnya. Tapi, nanti ada dokter yang menyampaikan hasil pemeriksaan MRI itu,” ujar sumber yang meminta identitas tidak disebut. (yad)

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah Selengkapnya

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru

GRESIK,1minute.id – Trauma anak SAH, 8 tahun belum pulih. Sejak kejadian dicolok tusuk bakso hingga salah satu mata mengalami penurunan penglihatan bocah kelas II SD itu takut untuk sekolah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pun turun tangan mencarikan sekolah baru untuk SAH.

Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad juga berencana membawa ke rumah sakit di Surabaya untuk pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” kata Fandi Akhmad Yani ketika menjenguk SAH di rumahnya bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso oleh seseorang tidak dikenal. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. (yad)

Selamatkan Masa Depan Anak Korban Ngaku Dicolok Tusuk Bakso, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Carikan Sekolah baru Selengkapnya

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk SAH (8). Siswi kelas 2 SD yang mengalami penurunan penglihatan diduga akibat dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya di SDN 236 Gresik pada Senin, 19 September 2023. Kapolres dan Bupati membawakan mainan dan bingkisan sebagai bentuk motivasi untuk SAH.

Kapolres Gresik mengatakan kedatangannya untuk memberikan support dan memastikan proses penyidikan kasus tersebut terus berlanjut. “Hari ini dilakukan pemeriksaan psikologi korban di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing,” kata AKBP Adhitya Panji Anom pada Selasa, 19 September 2023. Mantan Kapolres Blitar itu melanjutkan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. “Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan,” imbuh AKBP Adhitya Panji Anom.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni . Dinas Pendidikan, RSUD Ibnu Sina, Dinas Keluarga Berencana Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB,PP,PA), serta DPRD Gresik. Pihaknya turut prihatin atas apa yang dialami SAH.

“Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali,” tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik. Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.

“Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita – cita,” katanya.

Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien.

“Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban,” pungkasnya. 

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berinisial SAH, 8, siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Menganti menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial. Anak korban yang berjenis kelamin perempuan ini dicolok tusuk bakso yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya. Sebelumnya, anak korban ini juga kerap mengalami bullying. Meski sekolah diduga berusaha menutupi perkara tersebut namun akhirnya tetap mencuat ke permukaan. Pepatah: Serapat-rapat menyimpan bangkai, bau busuk pasti akan tercium. (yad)

Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Sambangi ke Rumah Anak Dicolok Tusuk Bakso Selengkapnya