Bupati Gresik Prihatin Dinas Pertanian Tidak Memiliki Data Produktivitas Pertanian 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Cabang HKTI Gresik menggelar rapat kerja di Aula Poedak Galery pada Sabtu, 20 Agustus 2022. Rakercab dibuka oleh Warsito, Sekretaris DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur.

Warsito, meminta kepada pengurus cabang HKTI Gresik segera melakukan konsolidasi ketingkat anak cabang untuk merekam problem petani. “Sehingga keberadaan HKTI bermanfaat bagi petani,”kata Warsito.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta pengurus HKTI Gresik dibawah komando Musa untuk segera melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian Gresik. Sebab, saat ini, imbuhnya, mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo kondisi krisis energi. “Kalau bisa fokus dua sektor yakni pertanian dan perikanan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Sektor perikanan, jelasnya, produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik mencapai 80 ribu ton. Bila harga bandeng Rp 30 ribu perkilogram, perputaran uang mencapai Rp 2,4 triliun,”katanya. Kemudian sektor pertanian harus digenjot untuk mewujudkan ketahanan pangan. Awalnya, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya itu bicaranya datar-datar saja. 

Tiba-tiba nada bicara Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani agak meninggi setelah bertanya tentang angka produktivitas hasil pertanian kepada perwakilan dari Dinas Pertanian yang mewakili Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik Eko Anindito Putro pada acara tersebut. Namun, penyuluh pertanian itu tidak bisa menjlentrehkan produktivitas pertanian di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Petugas itu menyebut angka yang dianggap oleh Bupati Fandi Akhmad Yani tidak masuk akal.

“Data harus real, ojo copy paste,”tegasnya. Berulang kali Bupati Fandi Akhmad Yani menanyakan angka produktivitas hasil pertanian. Namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. 

“Dinas Pertanian tidak memiliki data tersebut. Pak Eko tidak oke blas,”katanya. Ia pun meminta Dinas Pertanian untuk segera melakukan validasi data produktivitas pertanian secepatnya. Sebab, kondisi yang tidak biasa karena adanya ancaman krisis pangan itu harus melakukan pekerjaan yang luar biasa. “Kinerja biasa saja, karena kondisi saat tidak biasa.Kerja cepat dan terukur,”tegasnya. 

Wartawan 1minute.id merujuk pada abstraksi dilaman BPS Gresik menyebutkan Pendataan Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) atau lebih dikenal dengan sebutan Survei KSA.

Pelaksanaan Survei KSA untuk komoditas padi mulai diimplementasikan secara nasional pada 2018. Pengamatan segmen dilakukan pada 7 hari terakhir setiap bulan. Estimasi luas panen hasil pengamatan KSA 2019 di Kabupaten Gresik sebesar 61.643,05 hektar. Sementara itu, estimasi produksi padi di Kabupaten Gresik dari Januari hingga Desember 2019 sebesar 367.717,66 ton Gabah Kering Giling (GKG). 

Jika dikonversikan menjadi beras dengan angka konversi GKG ke beras tahun 2018 produksi beras pada 2019 diperkirakan sebesar 211.233,83 ton beras. (yad)

Bupati Gresik Prihatin Dinas Pertanian Tidak Memiliki Data Produktivitas Pertanian  Selengkapnya

Bus Trans Jatim Mengaspal di Surabaya Raya, Jarak 74 KM, Waktu Tempuh 2 Jam 10 Menit

GRESIK,1minute.id – Moda transportasi masal, Trans Jatim mulai mengaspal di Jalan Raya pada Jumat, 19 Agustus 2022. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang melaunching moda darat itu di terminal Porong, Sidoarjo. Launching dihadiri 3 kepala daerah yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor Ali.

“Beroperasi bus Trans Jatim akan mengurai kemacetan, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas serta mengurangi emisi buang di wilayah aglomerasi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo ,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya. 

“Hari ini sudah kita mulai koneksitas transportasi publik di wilayah aglomerasi Surabaya raya yang akan menjadi kekuatan pertumbuhan ekonomi Ring 1 di Jawa Timur termasuk Pasuruan dan Mojokerto yang nanti akan kita lanjutkan koridor 2 dan 3 di tahun 2023 kemudian  koridor 4 pada tahun berikutnya,”sambung mantan Menteri Sosial itu.

Tahun ini, jelasnya, ujicoba koridor 1 Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Pada 2023 akan tambah koridor 2 dari Mojokerto – Surabaya dan Koridor 3 Mojokerto – Pasuruan kemudian koridor IV wilayah Malang Raya pada 2024.

Sementara itu, Direktur Angkutan jalan Kementrian Perhubungan Suharto mengaku  bangga bisa menyaksikan langsung  operasional Bus Trans Jatim itu. “Saya berdiri disini sebagai saksi atas tingginya komitmen Gubernur Jatim, Pemprov Jatim dalam memperkuat dan mondorong angkutan umum di berbagai kota,”katanya.

“Dengan adanya peluncuran Trans Jatim menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim. Karena masih banyak para kepala daerah diluar sana belum memahami akan kebutuhan masyarakat akan angkutan umum,”ungkapnya.

Sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bahwa pemerintah wajib menyediakan layanan angkutan umum yang selamat, aman nyaman, dan terjangkau seperti yang sudah dirangkum oleh Transjatim ini.

“Pelayanan yang terintegrasi dengan angkutan masal lainnya ini sekaligus akan memanjakan kepada masyarakatnya menunjukan bahwa pemerintah hadir ditengah masyarakat dalam hal pelayanan transportasi,”pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Nyono menyampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan ini adalah mewujudkan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur yaitu Jatim Akses dan meningkatkan angkutan masal di wilayah aglomerasi Sidoarjo, Surabaya dan Gresik untuk mengurangi kemacetan, menurunkan emisi gas buang dan angka kecelakaan.

Dijelaskan Nyono, Bus Trans Jatim diberikan nama Raden Wijaya dengan singkatan ramah aman dinamis ekonomis dan nyaman wujud inovasi Jatim Berkarya difasilitasi dengan CCTV untuk penumpang juga dapat memonitor pengemudi Bus Trans Jatim yang ngantuk maupun ugal-ugalan.

Nyono menyebut jumlah armada yang beroperasional sebanyak 20 bus dan 2 Bus cadangan cadangan. Total 22 unit bus. Bus medium dengan High Deck diharapkan tidak menambah kemacetan jalan raya dapat mengambil penumpang di setiap halte.

Halte tersebut dimulai dari terminal Porong – terminal Larangan kemudian masuk tol Sidoarjo- terminal Bungurasih masuk tol turun Exit tol Romokalisari dan berakhir d terminal Bunder, Gresik  

Jumlah halte sebanyak 32 titik. Rincianya, 15 unit. Rincianya, 17 bus dari Sidoarjo menuju Gresik dan 15 unit bus melayani Gresik-Sidoarjo. Jarak total 74 kilometer. Jam operasional  mulai pukul. 05.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 10 menit.

Selain itu Bus Transjatim juga difasilitasi dengan Pramugara dan Pramugari tujuannya untuk mempermudah penumpang yang belum faham dan familier pembayaran menggunakan cashles dan e money ataupun barkot Qris serta pemesanan tiket dapat dilakukan melalui Aplikasi TransJatim Ajaib.

Aplikasi TransJatim Ajaib dilengkapi fitur terdiri dari pembelian tiket secara elektronik, Info Semua Bus Koridor Bus, Info Rute dan dapat melihat posisi bus dengan jarak calon penumpang dengan tarif Rp. 2.500 untuk pelajar dan santri sedangkan Rp. 5. 000 untuk penumpang umum dan selama seminggu kedepan hingga akhir Agustus Bus TransJatim di Gratiskan. (yad)

Tentang Bus Trans Jatim 

Jumlah Armada : 22 unit

Jurusan : Sidoarjo, Surabaya dan Gresik 

Jarak tempuh : 74 km

Waktu tempuh : 2 jam, 10 menit 

Jumlah Halte  : 32 titik (17 unit di Sidoarjo dan 15 unit di Gresik)

Jam operasional : Pukul. 05.00 WIB – 21.00 WIB 

HTM   :  Pelajar  Rp 2.500  ; Unum Rp 5.000

(data diolah 1minute.id)

Bus Trans Jatim Mengaspal di Surabaya Raya, Jarak 74 KM, Waktu Tempuh 2 Jam 10 Menit Selengkapnya

Bunda Puspa, Wadah Menuju Keluarga Sejahtera dan Kesetaraan Gender

GRESIK,1minute.id –  Perempuan zaman dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu istilahnya perempuan identik dengan pekerjaan rumah saja, seiring berjalannya waktu hal itu sudah bergeser. Perempuan juga dapat menjadi sebuah tonggak dalam menggerakkan perekonomian disekitarnya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika membuka kegiatan Pembelajaran Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) tahap 1 di Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Kegiatan diikuti 30 ibu rumah tangga di desa setempat diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga melalui pemberdayaan perempuan untuk mencapai keluarga sejahtera , kesetaraan gender serta terlaksananya pemenuhan hak anak.

Aminatun Habibah mengatakan program Bunda Puspa akan jadi satu landasan untuk perempuan bisa hidup secara mandiri dan sejahtera. “Dengan adanya kegiatan sekarang ini yaitu Bunda Puspa, nantinya akan memberikan harapan kepada ibu-ibu semua untuk menjadi perempuan yang (lebih) mandiri,”harap Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Bunda Puspa merupakan implementasi dari salah satu misi yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu 9 Prioritas atau Nawa Karsa yang menjadi nafas pembangunan menuju Gresik Baru yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari). 

Bu Min, begitu biasa disapa didampingi oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan  Anak (KB-PPPA) Gresik drg Syaifuddin Ghozali, Camat Ujungpangkah Arifin, Kepala Desa Banyurip Ihsanul Haris dan Pengurus cabang Fatayat NU Gresik Nur Khosiah.

juga bahwa UMKM kedepannya akan jadi tulang punggung di Kabupaten Gresik. Sehingga sangat perlu untuk meningkatkan mutu dari sdm yang ada agar dapat mewujudkan hal tersebut. Ia juga terangkan kalau program ini akan jadi salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam bangun jaringan UMKM di Gresik. 

“UMKM itu merupakan tulang punggung dari kabupaten pada nanti dan masa yang akan datang, jadi nanti itu pusat perekonomian di kabupaten Gresik adalah UMKM, dan Ibu-Ibu ini akan jadi tolak ukur dari keberhasilan UMKM di Gresik selain dari UMKM-UMKM yang sudah ada,”ucap Bu Min.

Kepala Desa Banyurip Ihsanul Haris mengaku  program Bunda Puspa menjadi satu landasan untuk perempuan bisa hidup secara mandiri dan sejahtera. “Dengan adanya kegiatan sekarang ini yaitu Bunda Puspa, nantinya akan memberikan harapan kepada ibu ibu semua untuk menjadi perempuan yang (lebih) mandiri,”katanya. 

Kadis KBPPPA Syaifuddin Ghozali menambahkan acara hari ini merupakan sesi penyaringan. Nantinya akan ada 10 orang yang masuk kelas usaha dan dibimbing secara profesional untuk mengembangjan usaha mereka. “Sedangkan sisanya akan tetap didampingi dari KBPPPA dan disaring lagi di tahun depan,”kata Ghozali. 

Di kelas usaha, imbuhnya, akan diberikan bantuan yang relevan terhadap usahanya dan didampingi oleh tenaga profesional. “Bantuan akan berupa sarpras yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam usaha mereka,”tegas mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik itu. (yad)

Bunda Puspa, Wadah Menuju Keluarga Sejahtera dan Kesetaraan Gender Selengkapnya

2023, Pemkab dan DPRD Gresik Sepakati 3 Prioritas ; Entas Kemiskinan, Pembangunan Infrastruktur dan  Banjir Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah bersama DPRD Gresik menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran (TA) 2023.

Kesepakatan awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2023 itu ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir di gedung DPRD Gresik pada Selasa,16 Agustus 2022. 

Dalam KUA-PPAS itu, Pendapatan, diproyeksikan sebesar Rp 3,9 triliun. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,4 triliun dan dana transfer pusat Rp 2,5 trilun. Sedangkan, belanja daerah diestimasikan sebesar Rp 4,1 triliun. Ada tiga program prioritas yakni pengurangan angka kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan penanggulangan bencana banjir Kali Lamong. 

Menurut Abdul Qodir, pihaknya optimistis PAD Gresik 2023 sebesar Rp 1,4 triliun bisa tercapai. Untuk merealisasikan target tersebut, kata legislator asal Wringinanom, Gresik itu organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus kerja out of the box. “Saya berharap memang nanti beberapa OPD yang menjadi leading sektor dari pendapatan daerah ini, akan melakukan inovasi-inovasi,”kata Qodir. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan pada KUA-PPAS 2023 belanja daerah disepakati Rp 4,190 triliun. Ada tiga program prioritas yang harus diselesaikan 2023 mendatang. “Yakni, penurunan angka kemiskinan, penanggulangan bencana banjir serta pembangunan infrastruktur yang diimplementasikan dalam program nawa karsa,”ujar Hamdi saat membacakan laporan Banggar.

Sedangkan untuk sektor pendapatan, diproyeksikan mencapai Rp 3,9 triliun. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,4 triliun dan dana transfer pusat Rp 2,5 trilun. Pihaknya berharap sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat tercapai. Apalagi, pihaknya mendukung program inovasi perangkat daerah terkait problematika yang masih terjadi di lapangan.

Pihaknya juga menyampaikan catatan agar program kegiatan pemerintah harus diukur secara substantif. Dengan indikator keberhasilan hilangnya problem daerah. “Baik angka kemiskinan, infrastruktur dan penanggulangan banjir,” pungkasnya.

Semntara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung rekomendasi yang disampaikan dewan. Menurutnya, pembiayaan program belanja daerah dibutuhkan inovasi dan kerja kreatif bersama. “Dalam memanfaatkan potensi daerah untuk peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gresik supaya lebih aktif dalam tahap penyusunan Rancangan APBD 2023. “Sehingga pembahasan dapat selesai tepat waktu. Dan tidak menghambat kinerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,”imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. (yad)

2023, Pemkab dan DPRD Gresik Sepakati 3 Prioritas ; Entas Kemiskinan, Pembangunan Infrastruktur dan  Banjir Kali Lamong  Selengkapnya

Ditinggal Pergi Rumah Dilahap Api 

GRESIK,1minute.id – Bencana kebakaran masih mewarnai di Kabupaten Gresik. Dalam tiga hari belakangan, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Gresik harus berjibaku menjinakkan amuk si jago merah.

Musibah teranyar menimpah keluarga Setiyo Wiyarno dan Kurnia Sari pada tadi sore, Kamis, 18 Agustus 2022. Rumah pasangan suami-istri di Dusun Purworejo, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ludes diamuk api. 

Menurut Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga, pihaknya mendapatkan kabar kebakaran rumah di dusun Purworejo itu sekitar pukul 16.25 WIB. Sekitar pukul 16.52 WIB dua mobil damkar terdiri dari satu unit pemadam dan satu unit mobil suplai tiba di lokasi kejadian atau 27 menit.

Sesuai Permendagri, ukuran ideal dilihat dari respon time yakni 15 menit petugas sudah harus sampai ke lokasi kebakaran usai menerima laporan

“Lokasi kejadian jauh pos Damkar,”kata Sinaga. Sekitar pukul 18.20 WIB tujuh petugas di bawah komando R.Vincencius Soebiyantoro, perwira piket bisa menjinakkan amuk si jago merah. Saat kejadian itu, pemilik rumah sedang keluar. Sehingga, rumah dalam kondisi kosong. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Gresik itu, amuk api diduga berasal dari korsleting. “Kemungkinan korsleting karena rumah dalam kondisi kosong,”terang Sinaga.

Berdasarkan catatan Damkarmat Gresik 1 – 18 Agustus 2022 sebanyak 25 kejadian kebakaran dan 16 penyelamatan. Sinaga seakan tidak bosan mengingat warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebelum meninggalkan rumah untuk mematikan barang elektronik yang berpotensi menimbulkan kebakaran. (yad)

Ditinggal Pergi Rumah Dilahap Api  Selengkapnya

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 tim berlaga dalam lomba Dayung Perahu di waduk Desa Gredek,Kecamatan Duduksampeyan pada Kamis, 18 Agustus 2022. Puluhan tim itu berasal dari berbagai desa di se-Kabupaten Gresik. Setiap tim terdiri dari empat orang. 

Lomba Dayung Perahu agenda tahunan desa yang dipimpin oleh Muhammad Bahrul Ghofar itu sempat vakum setahun karena wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Ada aturan yang disyaratkan oleh panitia dalam lomba dayung tradisional ini. Salah satunya, peserta tidak boleh membawa peralatan dayung sendiri. Kemudian, peserta tidak diperbolehkan melintas batas tengah, serta tidak boleh menabrak perahu saat sama-sama mendayung. Bila itu terjadi maka panitia mendiskualifikasi.

Serunya lagi, peserta lomba dayung tidak hanya kaum Adam. Emak-emak di desa itu ikut partisipasi memeriahkan lomba merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia itu. Setiap tim harus menyelesaikan satu putaran dengan jarak 150 meteran.

Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, lomba dayung tradisional ini setiap tahun digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Lomba dayung digelar selama 3 hari berakhir pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

LATIHAN: Anak-anak Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik berlatih usai gelaran Lomba Dayung Perahu tradisional di Waduk Desa setempat pada Kamis, 18 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tahun lalu vakum karena pandemi Covid-19 masih tinggi. Selain itu, panitia tidak mendapat izin dari pihak satgas,”katanya usai pembukaan pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Sementara, Yuyun, salah satu peserta menuturkan, dirinya sempat khawatir tercebur di waduk. Namun, ketakutan itu sirna saat berusaha mendayung bersama rekannya tapi malah perahunya berbelok arah. “Perahunya berbalik arah mas susah juga mendayung perahu. Saya kira mudah seperti melihat di televisi,”katanya sambil tersenyum.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, waduk Desa Gredek memiliki spot apik ketika menjelang senja. Meski, lomba babak penyisihan berakhir, anak-anak desa memanfaatkan untuk mandi dan belajar mendayung. Begini suasana usai pembukaan Lomba Dayung Perahu tradisional itu. (yad)

Lomba Dayung Perahu Tradisional kembali Digelar di Waduk Desa Gredek, Ternyata Susah Selengkapnya

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC 

GRESIK,1minute.id – Sembayat Bamboo Carnival (SBC) meriah pada Rabu malam, 17 Agustus 2022. Carnaval tingkat desa. Kemeriahan setara Kabupaten/Kota. Jalan Raya Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik  ditutup semua kendaraan. 

Carnaval terheboh tahun ini. Anggarannya swadaya masyarakat setempat mencapai  ratusan juta rupiah. Carnaval turun-temurun itu menjadi ajang adu kreatifitas warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.  Carnaval ini layak menjadi agenda pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Kemeriahan tidak kalah dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Di sini (Kabupaten Gresik) ada Bamboo Carnival Sembayat. Itu mimpi Kami,”ujar Khusnul khuluq, 28 tahun pada Rabu, 17 Agustus 2022.

PATUNG GAJAH : Patung mirip gajah ini salah satu yang menyita perhatian masyarakat dalam Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

SBC yang dihelat setiap 17 Agustus itu, dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ada 23 peserta. Mereka mewakili rukun tetangga (RT) masing-masing di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Satu RT satu atraksi.  “Alhamdulillah Bamboo Carnival Sembayat bisa kami gelar lagi. Selama 3 tahun vakum akibat pandemi,”kata Kepala Desa Sembayat Amin sebelum acara pada Rabu malam, 17 Agustus 2022.

SBC : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sekitar pukul 19.00 WIB SBC dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad h naik motor menuju lokasi di depan Balai Desa Sembayat. Karena jalan Deandles itu, warga sudah tumpah ruah. 

Patung hewan dan tokoh legenda memenuhi jalan nasional itu. Ada patung Kerbau, Kuda Naga, Gajah, Harimau sampai ikan Koi. Tokoh legenda seperti, Gajah Mada,. Semua patung yang dibuat dengan bahan utama bambu itu memiliki cerita masing-masing.

Kades Amin melanjutkan patung  dibuat oleh warga. Swadaya masyarakat. Untuk pembuatan patung tersebut, rata-rata menghabiskan anggaran antara Rp 15 juta sampai Rp 25 juta. “Kalau bersama seindah system bisa mencapai ratusan juta,”ujar Amin. 

HARIMAU: Patung hewan singa semakin menambah meriah Sembayat Bamboo Carnival pada Rabu malam, 17 Agustus 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Khusnul khuluq, warga RT 1 RW Desa Sembayat Barat menambahkan  pembuatan patung bambu butuh waktu 1,5 bulan. “Setiap hari, ada 10-an warga gotong royong,”katanya. Berapa biayanya? “Kisaran biayanya Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta,”katanya. 

Sementara itu, Bambang, warga setempat mengatakan, SBC ini layak menjadi event Kabupaten. “Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan. “Semaga (SBC) bisa menjadi terbesar di Jawa Timur. Seperti jember Fashion show,”harap Bambang. (yad)

Sembayat Bamboo Carnival, Karnaval Desa, Kemeriahan Tak Kalah JFC  Selengkapnya

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi

GRESIK,1minute.id – Tuntas sudah proses ganti rugi tanah untuk proyek Normalisasi Kali Lamong. Ganti rugi tahap pertama. Kayin, 63, warga Desa Jono, Kecamatan Cerme dan hak waris Ny Sarmi, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti kali terakhir menerima pembayaran ganti rugi proyek normalisasi Kali Lamong.

Pelepasan dan ganti hak atas tanah kedua warga itu dipusatkan di Desa Jono pada Selasa, 16 Agustus 2022. Kayin yang rumahnya seluas 124 meter persegi (m²) terkena dampak proyek normalisasi Kali Lomong mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 396,8 juta. Sedangkan, Hari Santoso, ahli waris keluarga Ny Sarmi lahannya seluas 213 m² menerima ganti rugi Rp 80,5 juta. 

“Proses ganti rugi tahap pertama ini tertunda. Lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali,”dalih Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi dalam sambutannya. Seharusnya, ganti rugi dilakukan pada 2021. “Penyebabnya, proses verifikasi administrasi belum lengkap sehingga pembayaran ganti rugi dilakukan sekarang,”tambah Hadi. 

Sementara itu, Kasi Pengadaan Tanah BPN Gresik Dading Wirya Kusumah menambahkan, pembebasan lahan tahap pertama sejatinya menyisakan 3 bidang tanah. “Dua bidang ganti rugi hari ini. Satu lagi, dititipkan ke Pengadilan Negeri Gresik,”kata Dading dalam sambutannya yang dihadiri muspika Cerme dan Menganti serta Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda ini.

Informasi yang dihimpun, konsiyansi ganti rugi dilakukan karena para ahli waris belum sepakat besaran ganti rugi. Sehingga, panitia pembebasan lahan menitipkan uang ganti rugi kepada Pengadilan Negeri Gresik. 

Camat Cerme Umar Hasyim mengatakan, tahap kedua di Desa Jono masih ada 14 bidang yang harus dibebaskan. “Semoga proses ganti rugi bisa lancar. Persoalan banjir Kali Lamong yang puluhan tahun bisa teratasi,”harap Umar Hasyim. 

Tahun ini, Pemkab Gresik menargetkan normalisasi Kali Lamong sepanjang 15 kilometer. Pengerjaannya dibagi menjadi dua bagian. Di wilayah hilir meliputi Desa Jono dan Pandu, Kecamatan Cerme. Kemudian, Desa Bangkelolor dan Bulurejo, Kecamatan Benjeng.

Sedangkan di wilayah huludiarahkan ke Desa Dapet, Sedapurklagen, Sekarputih, Wotansari,. Banjaragung dan Lundo, Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi ini terus dikerjakan lantaran cukup efektif menanggulangi dampak dari banjir Kali Lamong,”kata Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi. 

Dia berharap, normalisasi Kali Lamong bisa selesai sesuai rencana. Sehingga, keberadaan Kali Lamong selama ini dianggap bencana. “Normalisasi kelar, Kali Lamong bisa menjadi berkah bagi warga,”harap Hadi. (yad)

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi Selengkapnya

Akhirnya Warga Kawasan Dermaga Pesona Pekelingan Merdeka Air Bersih

GRESIK,1minute.id – Muk Ifa terlihat semringah. Ibu berusia 27 tahun itu bisa mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik menjelang HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Selama ini, ibu rumah tangga bermukim di kawasan Dermaga Pesona Pekelingan, Jalan R.E.Martanata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini mendapat air bersih dengan membeli air secara jerigen atau mobil tanki air. “Satu kubiknya Saya beli Rp 40 ribu,”kata Efa pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Air itu hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) selama 8 hari. “Karena dirumah hanya saya sama suami,”imbuhya. Dalam sebulan Efa bisa membeli 3 kubik sampai 4 kubik. Untuk keperluan air bersih bila di rata-rata  4 kali per bulan. Efa harus merogoh kocek sebesar Rp 160 ribu. 

Kebutuhan air semakin banyak bila dalam satu keluarga terdapat 4 orang atau lebih. Seorang pemilik warung di dekat Dermaga Pesona Pekelingan mengaku rata-rata sebesar Rp 200 ribu perbulan. “Kalau ada air bersih lebih murah ya Saya senang,”kata seorang ibu lainnya. 

Kini, Efa dan ratusan warga lainnya Merdeka Air Bersih. Menjelang Hari Kemerdekaan. Ratusan jiwa warga berada di kawasan Dermaga Pekelingan itu bisa mendapatkan air bersih lebih mudah. Tentu lebih murah. Program Air Bersih yang dimotori Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah sudah diresmikan pada Selasa, 16 Agustus 2022.

ANTUSIAS WARGA: Sejumlah ibu-ibu tinggal di kawasan Dermaga Pekelingan menikmati program Air Bersih. (Foto atas) Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono membuka kran air dari tando menandai program Air Bersih digagas oleh UMG pada Selasa, 16 Agustus 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Program Air Bersih itu bisa terwujud hasil kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dan instansi lainnya. Antara lain, Perumda Giri Tirta Gresik, PT Pelindo Gresik, Keluarga Besar Keluarga Universitas Airlangga (Kalingga), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gresik, Kelurahan Pekelingan serta komunitas setempat. 

Peresmian Program Air Bersih dilakukan oleh Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam.  Tampak hadir Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono. 

Dosen Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik Ali Yusa mengatakan, pihaknya bersama elemen lain menggagas program air bersih untuk warga karena selama ini mereka belum menikmati air bersih secara layak. “Mereka selama berpuluh tahun harus membeli air tangki,”ujar Yusa pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Ia berharap program Air Bersih ini bisa menjadi pengungkit perekonomian warga setempat. “Air bersih pembangkit ekonomi. Ini salah satu implementasi program Nawa Karsa,”kata Yusa yang juga penanggungjawab Living Labolatory Maritime di Dermaga Pesona Pekelingan ini. 

Untuk tahap awal, pihaknya, masih menyediakan satu tandon dengan ukuran 5 ribu liter. Berdasarkan hasil analisis, warga sekitar yang membutuhkan berjumlah 500 jiwa. Kebutuhan air setiap orang sekitar 16 liter/hari atau sekitar 8 ribu liter perhari. “Untuk hari pertama ini, karena memeriahkan Hari Kemerdekaan air kami bagikan gratis,”tegasnya. 

Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam mengapresiasi program Air Bersih ini.”Orientasi untuk melayani warga,”kata mantan Kepala Dinas Perikanan Gresik itu. Hal senada diungkapkan perwakilan dari PT Pelindo Gresik. (yad)

Akhirnya Warga Kawasan Dermaga Pesona Pekelingan Merdeka Air Bersih Selengkapnya

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall 

GRESIK,1minute.id – Penggemar jajanan lawas khas Gresik kini bisa ditemui di Gressmall. Ada Arang-arang Kambang, Karak, Kupat Keteg, Bubur Campur, Sego Krawu, Masin, Endok Bader dan Dukang. Kuliner nostalgia diberi label Pasar Djadoel Grissee itu dihelat oleh Omah Dhuafa. Foundernya Syaikhu Busiri yang juga anggota DPRD Gresik. 

Pasar Djadoel Grissee berlangsung mulai Senin hari ini, 15 Agustus hingga 20 Agustus 2022 mendatang itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Menurut Fandi Akhmad Yani, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), salah satu penggerak kebangkitan ekonomi nasional. Karena itu sejumlah hambatan di sektor ini harus segera diatasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pascapandemi bisa di realisasikan. 

“Dengan adanya Pasar Djadoel seperti ini secara tidak langsung kita telah membuat pasar baru dimana kita mengenalkan jajanan Gresik, Jajanan Djadoel di kalangan yang berbeda atau menengah kebawah sehingga dapat membuka peluang baru bagi UMKM,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Ia berharap  kepada pedagang dapat menyesuaikan pemasaran modern. Seperti digitalisasi melalui sosial media maupun e-Commerce. Karena tranformasi ekonomi digital menjadi hal yang penting untuk segera dilakukan.

“Yang lokal jangan sampai ditinggalkan termasuk jajanan tradisional ini harus kita kenalkan melalui pameran kali ini dijadikan sebuah pengenalan. Selanjutnya kita dorong melalui sarana modern untuk masuk kedalam marketplace,”harap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pembuatan Pasar Djadoel Grissee ini, dihadiri oleh Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri, 

Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah, Kadis Kominfo Gresik Ninik Asrukin, General Manager Gressmall Eric P Bangun dan Manager PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Sugeng Wahyudi, dan SPV Operasional Gressmall Dedi.

Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Omah Dhuafa bisa menumbuhkan traffic pengunjung di mal serta upaya dalam meningkatkan UMKM Gresik bisa berkembang dengan baik sesuai harapan Pemkab Gresik.

“UMKM harus segera masuk e-katalog LKPP tujuannya agar dapat lebih fokus, terarah dan berkelanjutan,”harapnya. 

Sementara itu, Founder Omah Dhuafa Syaikhu Busiri mengatakan langkah penataan UMKM masuk ditengah pasar modern merupakan momen satu-satunya dengan mengajak pedagang kaki lima bisa berjualan di dalam mal.

“Sebuah kegiatan untuk membantu UMKM di Gresik untuk lebih eksis dan maju melalui kemajuan teknologi digitalisasi saat ini,”kata Syaikhu yang juga anggota DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan, General Manager Gressmall Erik P. Bangun menambahkan, Pasar Djadoel Grissee, merupakan event yang unik dimana menyuguhkan jajanan tradisional ditengah era modern. “(Pasar Djadoel) selain menjaga sejarah dan budaya, juga masih merawat makanan tradisionalnya atau jajanan lawas daerahnya,”puji Erik. (yad)

Kuliner Lawas Khas Grissee, Kini Hadir di Gressmall  Selengkapnya