Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (3)

GRESIK,1minute.id – Gapura Makam Sayyid Abdurrahman sudah hilang. Hilang “tertelan” tanah longsor pada Maret 2020 lalu. Gapura yang menjadi tetenger menuju makam paman Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Putri Cempo hanya tinggal kenangan. 

Beruntung Saya sempat ngelutus ke tempat yang kerap menjadi jujugan warga untuk “berwisata” hati itu. Begini bentuk gapura yang sebelum hilang karena tanah longsor yang sempat diabadikan oleh wartawan 1minute.id

Kondisi makam Sayyid Abdurrahman juga  memprihatinkan. Imbas tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo itu, makam paman Sunan Giri di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mulai retak-retak.

Sejumlah orang mengkhawatirkan situs sejarah itu rusak. Menurut Akhmad Saifudin, juru kunci makam Syekh Sayyid Abdurrahman, sejak 2020  tanah makam terus longsor. Bahkan pada musim hujan pada 2022 terjadi penurunan tanah 10 sentimeter setiap hari.

TANGGA RUSAK : Selain gapura makam Sayyid Abdurrahman, paman Sunan Giri yang hilang karena longsor pada Maret 2020 lalu. Juga tangga menuju makam rusak karena tanah longsor. Foto atas Gapura diambil pada 13 Juli 2019 atau setahun sebelum longsor dan tangga makam diambil pada 5 September 2019. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk menyelamatkan situs religi Syaifuddin kemudian menyusun batu bata masuk menuju makam itu. Upaya Syaifuddin untuk sementara waktu bisa menyelamatkan pesarean Sayyid Abdurrahman itu. Letak makam Syekh Sayyid Abdurrahman dekat dengan makam Putri Cempo. Makam itu kali terakhir direnovasi pada 1991. Renovasi dilakukan karena ada bagian makam yang tertimpa tower telekomunikasi.

“Ada yang menyebut Sayyid Abdurrahman ini sebagai paman Sunan Giri. Beliau ini keturunan Sunan Ampel,” jelas Saifudin. Bukit Putri Cempo kini banyak mengalami perubahan. Area yang dulu sakral itu, kini menjadi pusat kongko para milenial menikmati  suasana malam Kota Industri dengan cerobong-cerobong pabrik yang terus mengeluarkan asap itu. (yad/bersambung)

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang Selengkapnya

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (Bagian : 1)

Marhaban yaa Ramadan. Bulan suci Ramadan 1445 hijriah/2024 masehi tahun ini,  1minute.id  menyajikan hal berbeda. Cerita hasil “ngelutus” di Gresik. Hasil dari mlaku-mlaku jurnalistik itu berwujud buku berjudul “Grissee Kota Bandar”. Buku yang isinya tentang Gresik. Tentang religi, budaya, sampai destinasi wisata di daratan dan kepulauan yakni Pulau Bawean.

Di sejumlah sekolah, buku Grissee Kota Bandar ini, menjadi pendamping buku ajar kurikulum muatan lokal (mulok) tentang Gresik yang memiliki banyak sebutan ini. Sebutan itu, antara lain, Kota Bandar (Pelabuhan,Red) ; Kota Santri ; Kota Wali ; Kota Industri, Kota Pudak dan lainnya. Buku hasil ngelutus Chusnul Cahyadi, yang sudah memasuki cetakan kedua pada 2023 lalu. Tentu saja, sajian mengisi Ramadan ini ada yang baru. Kita mulai dari Nyai Ageng Tumengkang Sari.

PESAREAN Nyai Ageng Tumengkang Sari lengang. Hanya satu, dua peziarah keluar masuk pesarean dalam kompleks Makam Islam Sumur Songo itu. Seakan bergantian. Keluar dan masuk. Kondisi makam rapi dan bersih cukup luas. Di dalam cungkup hanya ada dua makam yakni, makam Nyai Ageng Tumengkang Sari dan makam Buyut Susilowati, dayang atau pendamping.

Peziarah cukup leluasa ketika berdoa di makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini. Sedangkan di luar cungkup atau halaman luar  terdapat sejumlah makam, antara lain ; Mbah Brojol (pengelola bahan baku jamu) ; Mbah Singo (Pengawal) dan Mbah Tarip-tidak disebutkan-jabatannya. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari. 

Berdasarkan cerita singkat yang ditempelkan di area makam disebutkan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah cucu Sunan Giri, Waliyullah yang makamnya di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik.  Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah putri Sunan Weruju ini lahir di Giri, Gresik. Sunan Weruju adalah putra Sunan Girl dari perkawinan beliau dengan Dewi Murthosiah binti Sunan Ampel sebagai putri keraton di Giri Kedaton dan Cucu seorang penguasa Kerajaan Giri Kedaton.

Beliau belajar banyak ilmu Agama dari lingkungannya, kemudian di masa gadisnya, beliau babat alas membuka pemukiman baru dan kemudian menjadi penguasa di wilayah yang kemudian bernama Sumur Songo (Sekarang bagian dari Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik), sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah menikah. Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari diperingati setiap 12 Shofar.

Menurut cerita Nyai Ageng Tumengkang Sari memiliki keahlian dalam bidang kebidanan dan pengobatan (Jamu). Namanya harum dan dikenal oleh masyarakat Gresik sampai sekarang karena sering “membantu” perempuan yang hendak melahirkan. 

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari yang memiliki nama lain yakni Mbah Buyut Sumur Songo atau Nyal Ageng Pamengkang Sari atau Nyal Ageng Pemangku Sumur Songo ini sering dikunjungi orang-orang yang Ingin proses kelahiran putranya lancar dengan membawa minyak kelapa atau air Sumur Songo yang masih ada disekitar makam dan memohon doa kepada Allah dan berkirim doa (wasilah) di makam beliau.

Nama wilayah/dusun Sumur Songo tidak lepas dari kiprah beliau dan usaha beliau dalam menolong persalinan serta pengobatan, banyak versi tentang Sumur Songo yang melegenda dan tersebar di masyarakat, sedangkan sumur yang tersisa kini hanya tinggal tiga buah, satu diantaranya masih berfungsi dan berada di sekitar 50 meter sebelah tenggara makam Nyal Ageng Tumengkang Sari, satu di kompleks SMP Negeri 4 dan satu komplek Perumahan Sidorukun Indah sebelah utara masjid Al Amin, Perumahan Sidorukun Indah Gresik sedang sisanya belum terlacak keberadaannya. Peninggalan yang masih ada di situs makan adalah Pipisan dari batu dan Lumpang dari batu.

Nama sebutan lain dari Tumengkang Sari adalah, Pamengkang berasal dari kata mekangkang, posisi kaki yang berjauhan satu sama lain, posisi ini menunjukan keadaan seorang ibu yang akan melahirkan, Pamengkang menurut Puspodiningrat artinya adalah mengungkap atau mengeluarkan (melahirkan), maka tidak menutup kemungkinan akibat perubahan ucap yang salah terjadi dialog dari kata Pamengkang menjadi Tumengkang, karena Istilah Pamengkang lebih tepat sebagai gelar/nama anumerta beliau yang ahli di bidang persalinan dan pengobatan dibanding istilah Tumengkang.

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini berada di Kompleks Makam Islam Sumur Songo di Desa Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Sumur Songo dalam bahasa Jawa ; Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal. Ada cerita versi terkai Nyai Ageng Tumengkang Sari dan Sumur Songo ini. Cerita yang berkembang adalah Nyai Ageng Tumengkang Sari, cucu Sunan Giri adalah gadis yang cantik. Ahli kebidanan atau kedokteran dan obat. 

Suatu hari, ada seorang pangeran dari kerajaan yang menguasai Nusantara, Majapahit, terpincut kepadanya. Pangeran itu ingin melamarnya. Lazimnya, seorang gadis di lamar seorang pangeran yang ganteng nan gagah dan kaya akan berbunga-bunga. Bahagia. Seandainya kejadian itu sekarang ini, sudah ramai di medsos. Viral dan trending topik. Berhari-hari pula.

Pangeran datang dan melamarnya. Akan tetapi, Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak bahagia. Gadis yang cucunya Sunan Giri itu malah galau. ”Nyai Tumengkang Sari tidak mau menikah karena beda keyakinan,” tutur salah satu warga di temui  di makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024. Menurut lelaki 66 tahun itu,  Nyai Tumengkang Sari dikenal memiliki pendirian yang kuat dan jiwa sosialnya juga tinggi. “Katanya Nyai Ageng Tumengkang Sari, sangat cantik,” ujarnya. 

Keyakinan merupakan prinsip. Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah seorang cucu Sunan Giri dari Sunan Wruju. Dia sangat disegani. Sang pangeran rela melakukan apa pun demi memperistri pujaan hati. Karena bingung, Nyai Tumengkang Sari sempat pergi dari Giri. Dia bersembunyi di sebuah desa terpencil. ”Tidak bisa menerima, tapi tak bisa menolak. Sebab, bisa terjadi pertumpahan darah,” lanjutnya.

Meski dalam hatinya, Nyai Tumengkang Sari sejatinya ingin menolak. Namun, dia tidak ingin peperangan pecah. Akhirnya, dia menemukan satu cara. ”Nyai Tumengkang mengajukan satu syarat,” ucapnya. Menurut cerita, Nyai Tumengkang Sari meminta sang pangeran membuat sepuluh sumur. Seluruhnya harus jadi dalam semalam. Mirip kisah Roro Jonggrang yang minta dibuatkan seribu candi oleh Bandung Bondowoso.  

Mendengar syarat tersebut, sang pangeran tidak gentar. Dia yakin sanggup. Kalau hanya membangun sumur dalam semalam, itu bukan apa-apa. Sebab, pangeran tersebut memang dikenal sakti luar biasa. ”Dia pun mengerahkan semua kekuatan untuk membangun sepuluh sumur. Pangeran yakin sepuluh sumur itu benar-benar jadi hanya dalam semalam. Esoknya, sang pangeran mengajak Nyai Ageng Tumengkang melihat sumur yang diminta. Namun, perempuan cantik tersebut punya akal yang cerdik. Sambil duduk di salah satu sumur, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta sang pangeran menghitung jumlah sumur. Nyai Ageng Tumengkang Sari cemas. Takut pangeran tahu. Namun, dia terus berdoa kepada Allah SWT.

Meminta agar pernikahannya dengan sang pangeran tidak sampai terwujud. Doa itu terkabul. Setelah menghitung jumlah sumur, sang pangeran kaget dan bingung. Satu di antara sepuluh sumur tersebut tiba-tiba menghilang. Pangeran itu menghitungnya berulangkali. Jumlah sumur yang dibangun seolah benar-benar hilang satu. Nyai Ageng Tumengkang Sari terus memanjatkan doa. Seolah tidak bisa dipercaya, Pangeran tidak sadar kalau ada salah satu sumur yang diduduki Nyai Tumengkang Sari.

Karena gagal memenuhi permintaan Nyai Ageng Tumengkang Sari, pernikahan pun batal. Pangeran pulang ke Majapahit dengan hati hampa. Kisah itulah yang kemudian melahirkan nama Dusun Sumur Songo yang kini terkenal di Gresik. Wallahu a’lam. (*/bersambung)

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat Selengkapnya

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa 

Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik (2)

GRESIK,1minute.id – Padusan di Pemakaman Islam Sumur Songo berbeda dengan makam Islam Tlogopojok. Di makam berlokasi di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini tertata lebih ciamik. Lebih bersih karena dikelola oleh Pengurus Pemakaman Islam Sumur Songo. 

Peziarah cukup membawa kembang, kemudian berdoa. Tidak perlu repot membersihkan rumput atau tanaman yang tumbuh. Sebab, pengurus makam telah membersihkan secara rutin. Patut mendapatkan apresiasi. Saat padusan, seperti saat ini, memang banyak dijumpai anak-anak yang menawarkan jasa bersih-bersih makam. Akan tetapi, mereka hanya membawa sapu lidi untuk menyapu atau membersihkan dari daun-daun yang rontok. 

Penataan nizan atau kijingan juga lebih rapi. Sebab, pengurus telah membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh keluarga atau kerabat mereka bila jenazah hendak di makamkan di Sumur Songo , yang dalam bahasa Jawa adalah Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal itu.

SUMUR SONGO : Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal dan pengumuman terkait standar ukuran bangunan nizan di tempelkan di kaca kantor pengurus makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siti artinya tanah ; Lebet (Masuk/kedalam) ; Sedoso adalah sepuluh ; kirang atau kurang ; dan setunggal (satu). Dalam peraturan itu disebutkan : sesuai keputusan pengurus makam Sumur Songo tanggal 9 November 2015, maka standar ukuran bangunan (kijingan/nisan) telah ditetapkan panjang 180 centimeter dan lebar 80 centimeter. “Dilarang membangun melebihi standar,” bunyi dalam pengumuman yang di tempelkan di tembok dalam makam Sumur Sungo itu.

Selain menentukan standar ukuran nizan, pengurus juga memiliki kewenangan mengatur jarak antarmakam. Ketupusan itu diteken oleh Hudi Suyato pada 9 November 2015. 

Dalam pengamatan 1minute.id penataan makam Sumur Songo terlihat rapi. Akses jalan peziarah selebar 1,5 meter dengan konstruksi paving. Sehingga, para peziarah bisa lebih nyaman. Sudah selayaknya bisa di tiru di makam Islam Tlogopojok. 

Selain padusan, tradisi menjelang bulan suci Ramadan, pada hari-hari tertentu, malam Jumat, misalnya banyak dikunjungi para peziarah. Mereka yang berziarah ini ngalap berkah ke pesarean Nyai Ageng Tumengkang Sari yang berada di sisi utara dalam kompleks Makam Sumur Songo itu. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari? Selamat menunaikan ibadah puasa, Ramadan. (yad/habis)

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa  Selengkapnya

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan 

(Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik/bagian 1)

GRESIK,1minute.id – Sehari menjelang bulan suci Ramadan suasana pemakaman umum lebih riuh. Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1445 Hijrah pada Selasa, 12 Maret 2024. Ribuan orang datang untuk berziarah ke makam leluhur atau orang-orang yang dikasihinya. Semua pemakaman umum ramai peziarah untuk padusan. Di kota/kabupaten lain menyebut peziarah menjelang Ramadan ini megengan

Makam Islam Tlogopojok dan makam Islam Sumur Songo, dua diantara ratusan tempat pemakaman di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik banyak dikunjungi peziarah. Makam Islam Tlogopojok, di Kelurahan Tlogopojok adalah makam terbesar di Gresik yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ini. Sedangkan, makam Sumur Songo (Siti Lebet Sedoso Kurang Setunggal) berada di Kelurahan Sidokumpul. Keduanya berada di Kecamatan/ Kabupaten Gresik. 

Dalam pengamatan 1minute.id , pengelolaan kedua makam terbesar itu berbeda. Bila makam Tlogopojok, peziarah harus bekerja ekstrakeras untuk mbatati rumput atau tanaman liar yang tumbuh subur disana. Saking suburnya, tanaman liar sampai menutupi mahesan atau nisan bila tidak sering diziarahi oleh keluarga atau kerabatnya. Jasa mbatati suket alias rumput atau tanaman menui berkah tradisi tahun tersebut. Slamet, salah satu pemuda yang mendapatkan berkah dari tradisi padusan. “Lumayan sehari bisa lebih dari seratus ribu,” kata pemuda bertubuh lencir itu. 

Ada puluhan bahkan ratusan orang yang seperti Slamet menekuni profesi pembersihan makam secara dadakan itu. Tidak patokan harga jasa untuk membersihkan makam di Makam Islam Tlogopojok itu. Negosiasi. Pembersihan makam biasanya dilakukan secara berkelompok mulai dua orang sampai tujuh orang.  “Sembarang (terserah) yang penting pantas,” katanya. 

Selain jasa pembersihan makam, padusan menjadi berkah para penjual kembang nyekar. Mulai dari simpang empat Jalan Gubernur Suryo sampai makam Islam Tlogopojok yang jaraknya lebih kurang 1,5 kilometer banyak dijumpai masyarakat menjual kembang. Harganya Rp 5 ribu per bungkus. Pada hari-hari biasa harga kembang nyekar Rp 2.500 per bungkus. Mekanisme pasar. “Ngapunten regane mundak (maaf harganya naik),” kata seorang nenek penjual kembang nyekar di simpang empat Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Senin, 11 Maret 2024.

Setelah makam bersih dan menabur bunga kemudian peziarah melakukan doa di depan makam orang-orang yang dikasihi. Mereka berdoa. Ada yang melafalkan secara keras, ada juga secara senyap alias dalam hati. 

Berikut rangkaian doa ziarah kubur lengkap.

1. Ucap salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْه

Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Surah Al-Fatihah (3x)

Dibacakan 3 kali saat doa ziarah kubur.

Bismillahir rahmanir rahim Alhamdulillahi rabbil ‘alamin Ar Rahmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin Ihdinash-shirraatal musthaqiim Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan mereka yang dimurkai, dan bukan mereka yang sesat.”

4. Surah Al-Ikhlas (3x)

Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: “Katakanlah, ‘Dialah Yang Maha Esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

5. Surah Al-Falaq (3x)

Qul a’udzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus napasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.”

6. Surah An-Nas (3x)

Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.”

7. Ayat Kursi

Ini adalah bagian dari doa ziarah kubur:

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih.

Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?”

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah maha tinggi lagi maha besar.”

8. Surah Yasin

9. Tahlil, zikir, dan selawat

لَا إِلَهَ إِلَّا الله

Laailaaha Illallah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan engkau ya Allah, maha suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya.”

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammmadin shalaatar ridhaa wardha’an ashhaabihir ridhar ridhaa

Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

10. Doa ziarah kubur

Allahummaghfirlahu war hamhu wa’aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampun dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah pelindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya (HR.Muslim).”

Itulah doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat nyekar. (yad/bersambung)

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan  Selengkapnya

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim

GRESIK,1minute.id – Desa Wedani, Kecamatan Cerme ditetapkan sebagai Desa Devisa pada Selasa, 2 November 2021. Desa para pengerajin sarung tenun itu menjadi satu-satunya Desa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diharapkan bisa menghasilkan devisa bagi negara dan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. 

“Semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Desa Wedani sungguh luar biasa,”puji Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam peresmian Desa Wedani sebagai Desa Devisa Tenun Sarung di Balai Desa (Baldes) setempat pada Selasa, 2 November 2021. Peresmian Desa Devisa ini dilakukan secara hybrid dan virtual. 

Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto, perwakilan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Lukman Hakim serta pengurus koperasi Wedani Giri Nata (WGN) hadir secara langsung. Sedangkan, Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas, Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Untung Basuki hadir secara virtual. 

Fandi Akhmad Yani melanjutkan virus positif yang diraih Desa Wedani bisa menular kepada desa lainnya. “Terus melangkah dan menjadi inspirasi desa lainnya,”imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 
Penetapan Desa Wedani sebagai Desa Devisa hasil dari kolaborasi, sinergi semua pihak.

Pemkab Gresik, Bea Cukai,  LPEI dan stakeholder lainnya. Kolaborasi ini akan terus ditingkatkan sehingga kedepan semakin banyak lahir Desa Devisa di Gresik.  “Sehingga produk UMKM Gresik semakin banyak yang naik kelas,”katanya. Produk asal Desa bisa merambah lima benua tidak banyak. Apalagi dimasa pandemi Covid-19. Banyak UMKM yang kondisi kurang baik. 

SARUNG WEDANI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat motif sarung tenun Desa Wedani, Kecamatan Cerme di Balai Desa setempat pada Selasa, 2 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menjadi kewajiban pemerintah untuk mendampingi UMKM untuk tumbuh dan berkembang bahkan bisa mengekspor produknya. “Karena UMKM adalah salah satu pondasi kekuatan pemulihan ekonomi nasional,”ujarnya. Pemkab Gresik, imbuhnya, akan terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada UMKM.

Lahirnya, Poedak Galery di eks terminal wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan Pahlawan, Gresik akan menjadi pusat bagi semua UMKM untuk berkonsultasi. Termasuk tentang perizinan hingga pendampingan modal yang melibatkan pihak lainnya. Sementara itu, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto menambahkan, pihaknya akan terus mendorong dan membantu UMKM untuk bisa ekspor. Karena Bea cukai memiliki jaringan di luar negeri seperti atase sehingga bisa mencarikan pasar ekspor di luar negeri.

“Kami akan terus membantu UMKM. Karena memiliki potensi ekspor yang luar biasa,”tegas Bier. Tentang volume ekspor UMKM di Gresik, Bier belum menghitung. “Tapi, dalam waktu dekat ini, sarung tenun Desa Wedani ini ekspor satu kontainer ke Yaman,”katanya. Kontainer 20 feed atau sekitar 27 ribu kodi. Bila satu kodi adalah 20 pcs total 540 ribu pcs. 

Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas menyatakan, pihaknya akan terus mendorong UMKM Gresik untuk bisa ekspor.  Pihaknya siap memberikan jasa konsultasi, pelatihan motif, marketing hingga pelaporan keuangan. “Dan, Desa Wedani memiliki kekhasan yakni ATBM (alat tenun bukan mesin) mengusung kearifan penduduk asli,”kata James Rombas dalam sambutan virtualnya. (yad)

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim Selengkapnya

Jhukong, Mahakarya Asli Bawean Didaftarkan ke Unesco


GRESIK, 1minute.id – Ratusan pasang mata tertuju pada sebuah perahu di Wisata Bahari Selayar (WBS) pada Rabu, 9 Juni 2021. Mereka adalah rombongan kunjungan kerja hari kedua Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Kehadiran Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani itu untuk melaunching WBS sebagai salah satu destinasi di Pulau Bawean. WBS yang baru setahun di buka untuk umum itu berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

SUNSET : Jhukong, salah satu objek menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Namun, WBS menyita perhatian publik Kota Santri-sebutan-Kabupaten Gresik karena menyabet juara tiga Anugerah Wisata Gresik 2021 kategoti wisata alam.  Moda transportasi laut para nelayan itu ditambat di bibir pantai sekitar 50 meter dari  lokasi launching yang dilakukan oleh Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Perahu terlihat unik dan ramping. Warnanya juga ngejreng. Di dua sisinya di topang bambu. Perahu itu bergoyang pelan diterjang riak air pantai berpasir putih nan bening itu. Perahu itu hanya ada di Bawean. Masyarakat Pulau Bawean menyebut moda laut bagi nelayan itu dengan nama Jhukong.

MELAYANG : Jhukong, perahu khas nelayan Pulau Bawean di pantai Sangkapura (foto : Grissee Kota Bandar karya chusnul cahyadi)

Dalam buku berjudul Grissee Kota Bandar (2019) karya chusnul cahyadi, wartawan  1minute.id  memberi  sebutan Jhukong itu adalah perahu “bersayap”, karena ada dua keseimbangan yang terbuat dari bambu itu. Jhukong ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke pulau berjarak 80 mil laut atau 3-4 jam perjalanan dengan kapal cepat dari Pelabuhan Gresik itu. 

Menurut Ahmad Najib, inisiator Wonderful Sail to Indonesia di Bawean 3-6 Oktober 2019 lalu, Jhukong telah dibawa masyarakat Pulau Bawean, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik untuk didaftarkan ke United Nations Educational Scientific and Cultural Orrganization (UNESCO), lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu.

“Jhukong adalah mahakarya perahu tradisional asal Bawean,”ujar Najib ditemui dirumahnya di Bawean pada Selasa malam, 8 Juni 2021. Hampir dua tahun, Jhukong didafkarkan ke Unesco. “Mohon doa dan dukungan masyarakat sehingga bisa tercatat sebagai mahakarya warisan di Indonesia. Jhukong sebagai warisan budaya Bawean bertaraf Internasional,”kata lelaki peraih penghargaan Setya Lencana dari Presiden Indonesia itu. 

PARADE JHUKONG : Nelayan Pulau Bawean berangkat mencari ikan pada Rabu, 9 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jhukong, moda laut serba bisa. Bisa untuk memancing dan mengendus bermacam ikan. Antara lain, ikan tongkol. Selain itu, Jhukong telah teruji memilliki ketahanan terhadap gelombang  sampai 2 meter. Penumpang tidak akan mabuk laut karena kapal punya dua keseimbangan dari bambu. 

Jika dilihat bentuknya butuh keterampilan khusus untuk membuat satu unit jhukong, dengan kayu binong yang terkenal tangguh dan tahan gelombang. Sayangnya, ketersedian bahan baku kayu itu mulai langka di Bawean. Harga pun terus melambung. “Jhukong juga terdapat di relief Candi Borobudur,”kata Najib. (yad)

Jhukong, Mahakarya Asli Bawean Didaftarkan ke Unesco Selengkapnya

Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean


GRESIK,1minute.id – Hallo Atung. Maskot Asian Games 2018. Satwa langka yang terancam punah. Gimana kondisi satwa mungil yang gesit itu ? Fotografer 1minute.id pada Selasa. 8 Juni 2021 disela mengikuti kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah menengok langsung tempat penangkaran Rusa Bawean bernama latin Axis Kuhli di Batu Gebang Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu.

RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sore itu, matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. “Tunggu sebentar. Saya ambil makanan sebentar. Jangan berisik nanti rusa lari,”kata Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean kepada 1minute.id

Nur Samsi membawa makanan untuk satwa bertubuh mungil nan lucu itu. Satwa langka yang dikenal gesit itu langsung menyerbu makanan berupa daun segar yang dibawa oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Bawean itu.Puluhan rusa makan begitu lahap.

SATWA LANGKA : Rusa Bawean di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Sehari minimal tiga kali kami memberi makan,”kata lelaki yang murah senyum itu. Dia terlihat begitu menyatu dengan satu dan tiga satwa maskot  Asian Games 2018. Di tempat penangkaran yang telah menjadi salah satu destinasi eduwisata di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean terlihat gemuk dan terawat.

“Sebelumnya ada 28 ekor. Sekarang 30 ekor, serta dua ekor betina sedang bunting,”cerita Nur Samsi. Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Satwa Dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities            (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), rusa Timor (Cervus timorensis) , rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). 

LAHAP MAKAN : RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur . 

Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup di luas  4.556,6 ha lahan konservasi (hampir separoh Bawean). Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada babi kutil, landak dan elang. (yad)

Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean Selengkapnya