SIGAP-RTLH DPKP Gresik Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik PAN-RB

GRESIK,1minute.id – Sistem Informasi Program Pendataan Rumah Tidak Layak Huni (SIGAP-RTLH) Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Pemkab Gresik masuk 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional. 

Ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional (KIPP) diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan Top 45 oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo melalui zoom meeting kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 9 November 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah. SIGAP-RTLH merupakan Sistem informasi Program Pendataan Rumah Tidak Layak Huni berbasis teknologi informasi terbukti mampu melipat jarak dan waktu pendataan serta pemutakhiran data RTLH. 

Inovasi  DPKP itu sebagai solusi dan strategi dalam menjawab permasalahan RTLH sebagai solusi pengentasan kemiskinan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menempati RTLH di Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan  SIGAP RTLH ini merupakan sistem pendataan dan pemutakhiran data RTLH yang terintegrasi. “Sehingga memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam melakukan pendataan RTLH dan realisasi pemberian bantuan perbaikan rumah dapat tepat sasaran,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Hasil inovasi DPKP ini, imbuhnya, dapat menjadi basis data yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyusunan usulan kegiatan penuntasan RTLH dari berbagai sumber pendanaan, sehingga penerima bantuan bisa memiliki rumah dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman serta layak huni. 

“Saya mengareasiasi dan mendukung sepenuhnya terhadap keberlanjutan program tersebut,”tegasnya. Ia mengharapkan program itu dapat menjadikan kolaborasi dengan aplikasi maupun inovasi lain sehingga konsep one data, one gate, one policy yang selaras dengan Nawa Karsa. “Program pemerintahan yang kami laksanakan saat ini untuk dapat terlaksana menuju Kabupaten Gresik Smart City,”ujarnya. (yad)

SIGAP-RTLH DPKP Gresik Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik PAN-RB Selengkapnya

Diskominfo Masif Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Berkolaborasi dengan Mahasiswa


GRESIK, 1minute.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik semakin masif melakukan gempuran rokok ilegal di pasaran. Semua elemen dirangkul untuk membantu membatasi peredaran rokok tanpa cukai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Diantaranya, menggandeng mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Gresik yang dilakukan di sebuah Kafe di Jalan tambang di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 10 November 2021. Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal itu melibatkan tiga pilar yaitu, Bea Cukai Gresik, Kejaksaan Negeri Gresik dan Bagian Perekonomian Pemkab Gresik.  

Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai ini dihadiri 25 mahasiswa dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UINSI) Gresik; Universitas Qomarudin Bungah dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Serta, sepuluh peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkab Gresik. Tampak hadir Sekretaris Diskominfo Gresik Hary Syawaludin.

Ada empat narasumber dalam sosialisasi selama 3 jam, mulai pukul 09.00 itu. Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik, Faisal Andy menjlentrehkan sepak terjang institusi dalam pemberantasan rokok ilegal.  Ia menyebut beberapa waktu, Kantor Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 0,5 miliar batang sigaret kretek mesin (SKM), ribuan batang sigaret putih mesin (SPM) , 228 ribu liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

“Peredaran rokok tanpa cukai berpotensi menimbulkan kerugian negara. Selain itu membahayakan bagi masyarakat,”katanya dihadapan puluhan mahasiswa. Ia pun menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal tersebut kepada para mahasiswa. Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai bertujuan untuk perlindungan masyarakat,  melindungi iklim usaha dan pengaman penerimaan negara. 

SOSIALISASI : Narasumber dan sebagian peserta Gempur Rokok Ilegal foto bersama usai sosialisasi di salah satu Kafe di jalan tambang Desa Suci,Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 10 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Indah Rahmawati, dari Kejaksaan Negeri Gresik menyatakan, pihaknya telah melakukan proses penyidikan terhadap pelaku tindak pidana peredaran rokok tanpa cukai. “Ada 4 orang yang telah disidik oleh kejaksaan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Gresik, “kata jaksa dari seksi pidana khusus (Pidsus) Kejari Gresik.  

Sedangkan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Gresik Widjajani Lestari membeberkan tentang dana bagi hasil cukai hasil tembakau (BDHCHT). Ia menyebutkan, komposisi BDHCHT yang diterima oleh Pemkab Gresik adalah bagian dari transfer ke daerah yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau provinsi penghasil tembakau sebesar 2 persen.

Komposisi pembagian adalah 30 persen untuk provinsi, 40 persen kabupaten/kota penghasil tembakau dan 30 persen kabupaten/kota non penghasil tembakau. “Nah, Gresik ini tergolong kabupaten bukan penghasil tembakau,”tegasnya. “Diutus beli rokok ya beli yang bercukai,”tegaa Wiwik-sapaan-Widjajani Lestari. (yad)

Diskominfo Masif Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Berkolaborasi dengan Mahasiswa Selengkapnya

Tim Kumdam V/Brawijaya Pertebal Kesiplinan, Ketaatan Hukum Anggota Kodim 0817/Gresik

GRESIK,1minute.id – Kedisiplinan anggota TNI, Persatuan Istri Tentara (Persit) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kodim 0817/Gresik semakin dimantapkan. Bagaimana caranya? Kegiatan Penyuluhan Hukum dilakukan di Aula Kodim 0817/Gresik pada Selasa, 9 November 2021.

Penyuluhan bertemakan “Melalui Penyuluhan Hukum Kita Tingkatkan Disiplin dan Taat untuk Mengurangi Pelanggaran Hukum Di Satuan” ini menghadirkan Tim Penyuluhan Hukum dari Kumdam V/Brawijaya Mayor Chk Andik Asfar ini dibuka oleh Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi yang mewakili Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Mayor Inf Sugeng Riyadi dalam sambutan meminta kepada seluruh anggota untuk menyimak setiap materi yang akan disampaikan oleh tim penyuluh. Apabila nantinya ada yang kurang jelas agar di tanyakan berkenaan dengan masalah hukum militer.

Sebab, sebagai anggota TNI dan Persit, dituntut untuk mampu menjadi teladan bagi masyarakat dengan cara mengimpelemntasikan kedisiplinan dalam mentaati hukum dengan baik, serta bisa melakukan kontrol diri untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran di ruang lingkup militer. Apalagi tindak kejahatan yang berkaitan atau bersinggungan dengan hukum. “Saya berpesan tetap jadilah pribadi yang baik dan professional dalam setiap kondisi,”harap Kasdim.

Kegiatan penyuluhan dihadiri Perwira Staf, para Danramil, Prajurit Jajaran Kodim 0817/Gresik, Perwakilan Persit KCK Cabang XLlV, serta PNS Kodim 0817/Gresik.

Mayor Chk Andik Asfar menyatakan kegiatan penyuluhan ini agar tingkat pelanggaran dan permasalahan hukum militer agar lebih dipahami sesuai dengan aturan yang berlaku oleh anggota militer maupun Persit dan PNS dapat meminimalisir angka pelanggaran satuan di Jajaran Kodim 0817/Gresik.

“Hukum merupakan seperangkat aturan norma yang mengatur manusia yang harus ditaati dan dipedomani. Hukum dibuat memiliki dasar sesuai kebutuhan dan kondisi yang terjadi, apabila terjadi pelanggaran akan lakukan tindakan tegas dengan sesuai aturan dan tindak disiplin yang berlaku,”tuturnya.

Saat ini, imbuh Andik Asfar, kasus yang banyak terjadi di wilayah militer adalah tindak pidana tidak hadir tanpa izin (THTI) ; Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Perceraian. Selain itu, Narkoba dan Asusila. Maka dengan adanya penyuluhan hukum, Tim Kumdam V/Brawijayaberharap kepada personel Militer dan PNS serta Ibu Persit Kodim 0817/Gresik bisa mawas diri dan lebih memperbaiki diri lagi.

“Supaya memiliki kehidupan yang cerah dan sehat dalam berkeluarga sehingga dapat mendukung untuk menjalankan tugas sehari-hari,”katanya. (yad)

Tim Kumdam V/Brawijaya Pertebal Kesiplinan, Ketaatan Hukum Anggota Kodim 0817/Gresik Selengkapnya

BNPB Ingatkan Fenomena La Nina, Pemkab Gresik Kebut Normalisasi Kali Lamong Kerahkan 17 Unit Ekskavator


GRESIK, 1minute.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau semua pihak untukwaspada atas meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, ancaman bencana ini meningkat akibat fenomena alam La Nina yang datang bersamaan dengan masa puncak musim hujan di Indonesia. La Nina sendiri diprediksi bakal terjadi hingga Januari-Februari 2022.  “Fenomena La Nina sendiri memicu peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan hingga 70 persen,”ujarnya dilansir dari laman BNPB pada Senin, 8 November 2021.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ngebut melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebanyak 17 unit ekskavator diterjunkan di sepanjang aliran Kali Lamong mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme. Puluhan backhoe itu beraktivitas sejak Oktober 2021.

Normalisasi dengan cara melakukan pengerukan dan pelebaran Kali Lamong akibat sedimentasi itu. Pendangkalan ditambah lagi penyempitan Kali Lamong mengakibatkan tidak bisa menampung volume air ketika curah hujan tinggi. Kali Lamong di Gresik Selatan kembali meluap pada Kamis, 4 November 2021. 

Camat Cerme Suyono terus memantau percepatan normalisasi Kali Lamong di sisi timur Jembatan Morowudi,  Kecamatan Cerme.  Semua operator alat berat terus bekerja. Muara Kali Lamong terlihat semakin lebar dan dalam. Volume air yang tertampung semakin banyak. Harapan tidak sampai meluber ke desa lainnya. “Saat ini, kedalaman mencapai 2 meter dari dasar air,”kata Suyono yang berada di lokasi normalisasi Kali Lamong pada Selasa, 9 November 2021.

KEBUT NORMALISASI KALI LAMONG: Camat Cerme Suyono memantau percepatan normalisasi Kali Lamong di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme pada Selasa, 9 November 2021 (Foto : Istimewa)

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Endoong Wahyukuncoro mengatakan belasan ekskavator disebar di sejumlah titik. Sebanyak delapan ekskavator dari titik nol  jembatan Bulangkulon, Kecamatan Benjeng ke arah Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi dikerjakan rekanan dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar,”kata Endoong.

Sedangkan, swakelola titiknol dari jembatan Bulangkulon ke arah Benjeng dengan mengerahkan empat alat ekskavator milik DPUTR Gresik. Rinciannya, 2 unit ekskavator  long up dan 1 unit ekskavator kecil. Dan, 1 unit ekskavator long up ditempatkan di Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang. Kemudian di Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme ditempatkan empat unit ekskavator. Dua unit milik Pemkab Gresik dan 2 unit lainnya pinjaman dari Pemkot Surabaya. (yad)

BNPB Ingatkan Fenomena La Nina, Pemkab Gresik Kebut Normalisasi Kali Lamong Kerahkan 17 Unit Ekskavator Selengkapnya

Pelebaran Kali Lamong Sisi Timur Jembatan Morowudi Sudah Mencapai 40 Meteran


GRESIK,1minute.id – Empat unit ekskavator masih terus melakukan normalisasi Kali Lamong. Normalisasi di sisi timur Jembatan Morowudi sudah mencapai lebar 40 meteran pada Senin, 8 November 2021. Hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Empat operator backhoe terus beraktivitas melakukan pengerukan. Pelebaran dan pendalaman di muara Kali Lamong yang melintasi empat kabupaten dan kota di Jawa Timur itu.  Yakni, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya itu. 

Empat backhoe yang beraktivitas di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik itu masing-masing milik Pemkab Gresik dan Pemkot Surabaya. Mereka berkolaborasi dalam percepatan normalisasi Kali Lamong itu.

Disisi lain, air luapan Kali Lamong terus merambah ke empat desa lainnya menjadi tujuh desa yang terdampak air bah kiriman dari kabupaten tetangga Gresik itu. Data yang dihimpun oleh wartawan 1minute.id,  tujuh desa terdampak itu adalah Dadapkuning, Sukoanyar Ngembung dan Dungus. Kemudian,  Desa Pandu, Morowudi dan Guranganyar.  

Dampak air kiriman itu di tujuh desa di Kecamatan Cerme itu sebanyak 232 rumah terendam air. Ketinggian air antara 5 centimeter hingga 40 centimeter. Terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land di Desa Guranganyar. Ada 220 unit rumah yang terendam air bah dengan ketinggian 30-40 centimeter. 

Sedangkan, area sawah seluas 135 hektare dan tambak 129 hektare. Selain itu, infrastruktur jalan juga terendam air. “Kami terus memantau perkembangan. Saat ini Saya di Morowudi,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi pada Senin, 8 November 2021.

Sementara itu, genangan di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean terus turun. Namun, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk antisipasi banjir susulan. Banjir Kali Lamong yang melewati di Gresik ini akan cepat surut bila kawasan hulu antara lain di Mojokerto maupun Lamongan tidak diguyur hujan lebat.  

Merujuk pada perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam dua kedepan, mulai Senin hingga Selasa besok dua wilayah Kabupaten Mojokerto dan Lamongan hanya berawan. Cuaca hujan dengan intensitas ringan diperkirakan turun pada Rabu lusa, 10 November 2021. “Semoga di hulu tidak hujan,”harap Suyono.  (yad)

Pelebaran Kali Lamong Sisi Timur Jembatan Morowudi Sudah Mencapai 40 Meteran Selengkapnya

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Air bah Kali Lamong memasuki wilayah Cerme, Gresik pada Sabtu , 6 November 2021. Air luapan dari bagian hulu Lamongan dan Mojokerto itu menggenangi sawah, tambak dan infrastruktur jalan poros Desa di tiga desa yakni Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. 

Air luapan Kali Lamong itu mulai memasuki tiga desa di Kecamatan Cerme itu sekitar pukul 10.00. Volume air semakin tinggi. Data yang dihimpun 1minute.id,  air bah di Desa Dadapkuning menggenangi sawah seluas 70 hektare dengan kedalaman 20 centimeter ;  tambak seluas 100 ha kedalaman 5 cm ;  jalan poros desa ketinggian air setinggi lutut orang dewasa, 50 cm sepangjang 200 meter. 

Sedangkan, di Desa Sukoanyar banjir kiriman itu menggenangi sawah seluas 50 ha kedalaman 54 cm ; tambak seluas 34 ha kedalaman 50 cm ;  jalan poros desa sepanjang 60 m ketinggian air 30 cm ; jalan kampung sepanjang 100 m ketinggian air 10 cm. Selain itu ada dua rumah tergenang dengan ketinggian air 30 cm ; Jalan PU sepanjang 500 m ketinggian air 39 cm. 

Kemudian, di Desa Ngembung , luapan air Kali Lamong  menggenangi sawah seluas 25 ha kedalaman air 100 cm ; jalan poros desa sepanjang 100 m ketinggian air 70 cm. 
“Kami pantau di lokasi,  hanya dua rumah di Desa Sukoanyar yang tergenangi air,”kata Camat Cerme Suyono pada Sabtu, 6 November 2021. Sementara itu, proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut. 

TERENDAM AIR LUAPAN KALI: Proyek Jembatan Dungus, Kecamatan Cerme dihentikan sementara karena terdampak luapan Kali Lamong pada Sabtu, 6 November 2021. ( foto atas) Camat Cerme Suyono memantau Proyek normalisasi Kali Lamong di Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme . (Foto: Ist for 1minute.id)

Diantaranya, di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme. Ada tiga alat berat, ekskavator yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan. Pelebaran dan pendalaman.  Normalisasi Kali Lamong ini membuat daya tampung air semakin banyak. Kali sebelum normalisasi  awalnya selebar selangkah kini sudah menjadi tiga atau empat kali lebih lebar. 

Untuk diketahui sejak Kamis, 4 November 2021 kawasan hulu yakni Lamongan dan Mojokerto hujan sangat lebat. Dampaknya, enam desa di Kecamatan Balongpanggang tergenangi air luapan Kali Lamong itu. Sehari kemudian air bah melanda Kecamatan Benjeng. Di dua kecamatan itu air mulai surut karena mengalir ke Kecamatan Cerme. 

Pemkab Gresik mulai mengurai problem tahunan itu dengan melakukan normalisasi Kali Lamong. Proyek normalisasi Kali Lamong itu baru di mulai pada Oktober 2021. Akibat tingginya curah hujan dari bagian hulu mengakibatkan air meluap. (yad)

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong Selengkapnya

Dishub Wacanakan Menggunakan Sistem Retribusi Parkir Non-Tunai


GRESIK, 1minute.id – Dinas Perhubungan Gresik mulai serius menggarap potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir kendaraan di tepi jalan umum. Hasil kajian akademisi sektor pendapatan retribusi parkir di ruang milik jalan (rumija) mencapai Rp 9 miliar hingga Rp 12 miliar per tahun. Akan tetapi, proyeksi itu nyaris tidak pernah teralisasi. 

Tahun ini, misalnya, Dishub Gresik menargetkan pendapatan dari retribusi parkir Rp 4 miliar. Namun, sampai triwulan keempat, Oktober 2021 baru teralisasi sekitar Rp 800 jutaan. “Mestinya pendapatan parkir di Gresik ini berpotensi bisa mencapai Rp 9 milyar, tetapi sampai hari ini dari yang ditargetkan Rp 4 miliar  saja baru 20 persen capaiannya,”ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Tursilowanto Hariogi saat mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan pertemuan dengan perwakilan perbankan di Pudak Galery pada Kamis, 4 November 2021.

Belum teralisasi target tersebut ditengarai ada faktor kebocoran. Penyebab kebocoran diantaranya, ada oknum juru parkir nakal. Sebab, Pemkab masih menggunakan  sistem pemungutan retribusi parkir di rumija masih konvensional. Menggunakan karcis. Disejumlah rumija kerap ditemui pengguna parkir mendapatkan karcis parkir yang lusuh. Karena telah berulang kali dipakai. Ada juga oknum ujug-ujug datang memungut parkir tanpa karcis. 

Kelemahan itu, akan diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pemkab akan menetapkan model pembayaran parkir non tunai alias cashless. Yakni,  petugas parkir dibekali alat scan melalui gawai yang dimiliki. Pengguna parkir cukup melakukan scanner barcode antargawai , petugas jukir dengan pengguna parkir. Mirip scan aplikasi #PeduliLindungi ketika masuk mal atau tempat lainnya. 

Dishub mewacanakan pembayaran parkir melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Tursilo-panggilan-Tursilowanto Hariogi mengatakan, pengalihan pembayaran parkir dari tunai menjadi non-tunai merupakan strategi yang diambil oleh Pemkab Gresik agar pemasukan PAD bisa masuk dengan baik, dan di lain pihak juga bagaimana memberdayakan juru parkir lewat sistem bagi hasil sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Pengelolaan parkir di Kabupaten Gresik telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) 3/2020 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir. Dalam perda tersebut diantaranya menjelaskan penyelenggaraan parkir di jalan umum dapat dilakukan dengan cara non-tunai serta penetapan tarif parkir yang dihitung berdasarkan jenis kendaraan, frekuensi, dan zona parkir.

“Pengalihan pembayaran parkir dari tunai menjadi non-tunai merupakan strategi yang diambil oleh Pemkab Gresik agar pemasukan PAD bisa masuk dengan baik, dan di lain pihak juga bagaimana memberdayakan juru parkir lewat sistem bagi hasil sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan,”kata mantan Asisten Administrasi Umum Pemkab Gresik itu.

Sejumlah sumber menjelaskan, pengalihan pembayaran parkir dari tunai dan non-tunai adalah sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, sumber yang enggan disebutkan identitasnya meminta Pemkab Gresik, sebagai pengelola langsung penarikan retribusi menyiapkan perangkat yang memadai untuk meminimalisir terjadinya kebocoran retribusi itu.  

Ia mencontohkan, ada oknum jukir nakal berdalih alat scanner barcode rusak sehingga meminta pengguna membayar tunai. “Bisa kah pengguna parkir menolak membayar,”katanya. Atau, pengguna parkir tidak memiliki saldo untuk bayar non-tunai. “Semua celah terjadinya kebocoran harus diminimalisir. Sehingga, target PAD bisa terpenuhi,”tegas sumber itu. (yad)

Dishub Wacanakan Menggunakan Sistem Retribusi Parkir Non-Tunai Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dinobatkan sebagai Tokoh Muda NU Inspiratif oleh Forum Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan diberikan di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 4 November 2021.

Selain Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2021 juga diberikan kepada sebelas tokoh pemuda inspiratif lainnya. Penghargaan itu salah satu bentuk support dan apresiasi yang diberikan FJN kepada tokoh muda NU sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN). Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober dan HSN diperingati setiap 22 Oktober. 

Gus Yani dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FJN atas penghargaan tersebut. Bupati termuda , 36 tahun dalam sejarah Pemkab Gresik ini mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan motivasi bagi dirinya dan juga sebagai motivasi bagi anak-anak muda lainnya. 

“Sebenarnya masih banyak anak-anak muda yang berprestasi, tetapi ini juga sebagai suatu amanah yang melekat untuk saya dan semoga menjadi motivasi bagi saya untuk dapat memberikan inspirasi untuk anak-anak muda yang lain,”ujar Gus Yani. 

Ia berpesan kepada seluruh anak-anak muda, khususnya anak muda NU untuk terus berkontribusi dan berdedikasi pada daerah dan organisasi NU. “Tidak usah berebut di struktur, tetapi ada kewajiban dedikasi dan loyalitas bagi anak muda untuk mengabdi di organisasi NU,” jelas Gus Yani.

Santri, ujar Gus Yani, merupakan sumber daya manusia yang lebih siap dalam hal kemandirian. Santri juga harus modern dan memiliki wawasan yang luas di era yang penuh tantangan ini. “Potensi dan kelebihannya banyak, tinggal mentalnya saja yang harus dibangun untuk memiliki mental pejuang,” tambahnya.

Gus Yani juga berharap FJN dapat terus bersinergi dengan Pemkab Gresik dalam mensukseskan program Nawa Karsa yang mengedepankan kemanfaatan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gresik juga akan memberikan dukungan dan terbuka kepada FJN untuk program-program selanjutnya. 

Sebelumnya, Koordinator FJN Didi Rosadi, menilai sosok Gus Yani sebagai tokoh pemuda NU yang inspiratif. Ia juga melihat program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yaitu Nawa Karsa yang berhubungan langsung dengan anak muda dan Nahdliyin. Diantaranya, Gresik Seger. Program ini memberikan kesejahteraan bagi takmir masjid dan petugas makam. Kemudian,  Gresik Cerdas yang memberikan insentif bagi penghafal Quran dan santri. (yad)

Berikut 12 Tokoh muda NU Inspiratif 2021.

1. Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jatim),

2. Anwar Sadad (Wakil Ketua DPRD Jatim),

3. Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya),

4. KH Abdussalam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim),

5. Ahmad Muhdlor Ali (Bupati Sidoarjo),

6. Fandi Akhmad Yani (Bupati Gresik),

7. Muhammad Al Barra (Wakil Bupati Mojokerto),

8. Mohammad Haerul Amri (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor),

9. Fauzan Fuadi (Ketua F-PKB DPRD Jatim),

10. AKBP Rofiq Ripto Himawan (Kapolresta Mojokerto),

11. Dewi Mariya Ulfa (Wakil Bupati Kediri),

12. Surokim Abdussalam (Dekan FISIB Univ Trunojoyo Madura).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021 Selengkapnya

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 79 kafilah, pendamping dan official asal Kabupaten Gresik berangkat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Madura pada Selasa, 2 November 2021. MTQ akan digelar mulai 2-11 November 2021dengan target mempertahankan juara umum digelaran 4 tahunan itu.

Puluhan kafilah asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu diberangkatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dari Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Puluhan kafilah itu berlomba di tujuh cabang perlombaan yakni Tilawah Quran ;  Hifdzil Quran ; Tafsir Quran ;  Fahmil Quran; Syarhil Quran ; Khattil Quran dan Makalah Ilmiah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kafilah yang mengikuti MTQ Jawa Timur tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan agar kesehatan setiap peserta tetap terjaga.  “Semuanya di sana terus memakai masker ya, jangan ikut-ikutan yang tidak disiplin. Sehat itu nomor satu, untuk menang itu nomor dua, karena kesehatan adalah faktor utama dan selanjutnya kemenangan akan mengikuti, mudah-mudahan pulang membawa kemenangan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Harapannya MTQ ke-XXIX kali ini Kafilah Kabupaten Gresik dapat meraih juara umum kembali. “Insya Allah apa yang menjadi kebiasaan, karena kita sudah pernah 3 kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ, mudah-mudahan ini juga menjadi kebiasaan karena keseringan menang, sehingga besok kita akan mendapatkan juara,”ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, para kafilah sebelum keberangkatan untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga suara masing-masing, karena suara adalah hal yang sangat penting bagi peserta. Agar saat perlombaan semua tubuh fit dan tidak ada kendala apapun.

Bu Min-sapaan-Aminatun mengatakan disebuah perlombaan, menang dan kalah adalah suatu hal yang biasa. Tapi kita harus tetap berperang, dan mempunyai keinginan untuk menang. “Kita harus senantiasa fight, punya keinginan untuk menang itu harus, karena memang ini lomba. Kami Pemerintah Kabupaten Gresik senantiasa  mendukung apa yang menjadi keinginan kita semua,”ujarnya. 

Menang menurut Bu Min adalah suatu kesiapan dari diri kita sendiri. Karena sebenarnya peserta lomba MTQ yang dikirim adalah seorang pemanang dari kabupaten masing-masing. “Kadang ada yang tidak siap menang, semua kembali pada diri kita masing-masing. Jadi kita harus tetap optimis, karena kesiapan kita untuk menang adalah modal utama kita. Mudah-mudahan keinginan bapak Bupati kita untuk menjadi juara umum lagi akan terwujud,”harapnya. (yad)

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021 Selengkapnya

Serbuan Vaksinasi untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Digeber

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Percepatan pembentukan herd immunity terus dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Setelah vaksinasi jemput bola untuk awak kapal, lanjut usia (lansia). Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar kini melakukan vaksinasi diperuntukkan masyarakat umum dan penyandang disabilitas.

Vaksinasi dilakukan di gerai vaksin Gedung Olahraga (GOR) Onggo Joyo Kusumo di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar pada Senin, 1 November 2021.
Diantaranya, Achmad Shofiyuddin. Pemuda 27 tahun ini penyandang down syndrome atawa difabel intelektual. Yudi-panggilan-Achmad Shofiyuddin tinggal di Jalan Makam Dalem, Desa Manyarejo diantar Ibundanya, Siti Fatimah naik motor. Yudi yang periang dan supel itu membuat suasana gerai vaksin semakin gayeng. 

Melihat Yudi datang ke gerai vaksin Aiptu Asyhari, anggota Polsek Manyar yang melakukan pengamanan vaksinasi membantu memapahnya. Yudi tersenyum. Alumnus SMA Luar Biasa di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu itu memberikan apresiasi. Yudi pun memberi hormat. Polisi berpostur tinggi besar itu lalu mengantar Yudi ke ruang dan membantu membesarkan hati untuk tidak takut vaksin. 

“Alhamdulillah Pak, lega rasanya akhirnya anak saya telah menerima dosis kedua vaksin Covid-19. Semoga senantiasa diberikan kesehatan,”kata Siti Aminah, ibunda Yudi. Siti Aminah mengisahkan, Yudi, anak semata wayangnya  mengalami down syndrome sejak lahir. Meski mengalami difabel intelektual, Yudi tetap bersemangat belajar hingga lulus SMALB di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu.

Siti Aminah bersyukur masyarakat dilingkungan tempat tinggal sangat membantu. Memberi motivasi bagi keluarganya. Juga membantu menjaga Yudi ketika bermain diluar rumah.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan mengatakan target 1.600 dosis vaksin. “Hari ini petugas vaksinator Puskesmas Manyar memberikan 1.600 vaksin Sinovac dosis pertama dan kedua kepada masyarakat,”kata dia. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno menyebut serbuan vaksinasi ini berkolaborasi dengan Puskesmas Manyar. “Kami berkoordinasi mendorong Puskesmas Manyar untuk terus melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin,”kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin, agar mendatangi gerai vaksin terdekat untuk bisa menerima vaksin Covid-19. “Vaksinasi sebagai ikhtiar menyudahi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”pungkasnya. (yad)

Serbuan Vaksinasi untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Digeber Selengkapnya