Vakum 10 Tahun, Tradisi Lelang Bandeng Bergulir kembali

GRESIK,1minute.id  – Tradisi Pasar dan Lelang Bandeng bergulir kembali, setelah beberapa tahun hilang karena aktivitas lelang berganti kontes bandeng. Pada Jumat malam, 7 Mei 2021 tradisi ratusan di Kota Santri menjelang hari raya Idul Fitri kembali bergulir di halaman Kantor Bupati Gresik.

Masa pandemi, tradisi biasanya dihelat pada 27 Ramadan itu dikemas berbeda. Pasar, Kontes dan Lelang Bandeng. Saya mulai dari tradisi Pasar Bandeng. Ratusan tahun dipusatkan di Kota Gresik. Pada tahun lalu, tradisi menjelang lebaran Idul Fitri ditiadakan karena pagebluk corona mengganas.

Tahun ini, wabah dari Wuhan, Tiongkok itu belum ada tanda-tanda berakhir. Bupati dan Wabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah menggelar tradisi turun temurun dengan konsep berbeda. Pasar Bandeng digelar serentak di sepuluh titik. Inovasi baru. Selain pemerataan perekonomian juga memecah kerumunan masyarakat. Protokol kesehatan diperketat.  Harapannya tradisi tetap dipertahankan, perekonomian terungkit tanpa ada tambahan klaster corona virus disease 2019 baru.

“Karena Gresik memiliki potensi perikanan luar biasa. Potensi produksi ikan bandeng Gresik mencapai 80 ribu ton pertahun,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat sambutan pada Jumat malam, 7 Mei 2021. Artinya jika bandeng ini harganya Rp 10 ribu perkilogram, maka putaran ekonomi sektor ikan bandeng mencapai Rp 1 triliun per tahun.

“Ini adalah bentuk kemandirian ekonomi petani tambak,”terang sarjana Ekonomi dari Unair Surabaya itu. Belum termasuk padat karyanya. Kalau bandeng diolah dan melibatkan ibu-ibu misalnya, mencabut duri akan menyerap tenaga kerja.


Kontes Bandeng.  Kontes Bandeng muncul pascalelang bandeng diadakan. Pemenang kontes berjumlah 3 orang, juara 1, 2 dan 3 mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Bandeng itu kemudian diserahkan kepada takmir masjid, panti asuhan hingga pondok pesantren. 

“Kontes bandeng untuk menggairahkan petani tambak untuk memelihara bandeng kawak”. Tidak mudah merawat bandeng seukuran bayi itu. Telaten dan perjuangan karena memeliharanya bertahun-tahun. 

Tiga bandeng pemenang kontes Pasar dan Lelang Bandeng tahun ini adalah Zainal Arifin warga Desa Watu Agung Kabupaten Gresik berbobot 6,5 kilogram, panjang 86 centimer, umur 8 tahun. 

Runner up, diraih Ali Huda, petambak Desa Tanjungwidoro, Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik bobot 5,1 kilogram, panjang 7,3 centimeter, umur 6 tahun. Juara ketiga, bandeng dengan bobot 5,05 kilogram, panjang 83 centimeter dan umur 7 tahun. Bandeng itu milik Syaifullah Mahdi, petambak juga kepala Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Memelihara bandeng kawak, sama dengan merawat bayi. Karena bandeng kawak itu rentan terserang penyakit,”ujar Sandi-sapaan-Syaifullah Mahdi pada Jumat, 7 Mei 2021. Perawatan antara lain menstabilkan pH keasaman air. Kolam tambak harus dalam. 

“Setahun bobot bandeng naik 1 kilogram sudah baik,”katanya. Karena memelihara bandeng kawak sudah tradisi, ia dan petambak lainnya berlomba melakulan budidaya. “Sekarang ini, ada sekitar 20-an bandeng yang umurnya 5 tahunan. Untuk persiapan tahun depan,”katanya tersenyum.

WAKIL RAKYAT : Kontes dan Lelang Bandeng dihadiri ketua partai dan anggota DPRD Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Lelang Bandeng
Tradisi kembali dihidupkan kembali oleh duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Konsep berbeda dengan sentuhan kekinian, virtual dan offline. Pandemi COVID-19 menuntut panitia berinovasi untuk mencegah persebaran wabah sekaligus menghidupkan kembali tradisi yang oleh host acara itu vakum sepuluh tahun terakhir.

Peserta lelang adalah bupati/ walikota dan pejabat Pemprov Jatim. Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut kalaborasi bupati / walikota begitu akrab. Sangat positif. “50 persen perekonomian Jatim itu ditopang kabupaten dan kota di Gerbangkertasusila,”kata Wagub Emil pada Jumat malam, 7 Mei 2021.

Di era 2000-an, lelang bandeng diikuti oleh pejabat pemerintahan kabupaten, manajer badan usaha milik daerah (BUMD) hingga pimpinan perusahaan yang menjalankan operasional di Gresik.  Misalnya, peserta lelang mengatasnamakan paguyuban camat se-Gresik, komunitas kepala organisasi perangkat daerah atau perkumpulan manajer perusahaan. 

Pasar, dan Lelang Bandeng, tradisi ratusan yang menurut budayawan Kris Aji , tradisi berlangsung ratusan tahun menjelang lebaran Idul Fitri. “Dulu santri yang mudik lebaran membawa oleh-oleh bandeng karena bandeng Gresik sangat enak,”kata Kris A.W. (*)

Vakum 10 Tahun, Tradisi Lelang Bandeng Bergulir kembali Selengkapnya

Tiga Ekor Bandeng Kawak Laku Rp 50,9 juta, Hasil Lelang untuk anak Disabilitas

GRESIK,1minute.id –  Tiga ekor bandeng kawak laku seharga Rp 50,9 juta. Ikan bandeng berat 5 kilogram dibeli oleh Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu seharga  Rp 10 juta.  Bandeng kedua berat 5,1 kilogram, panjang 73 centimeter dan berumur 6 tahun dibeli Plh Sekda Provinsi Jatim Heru Cahyono seharga Rp 15,4 juta dan bandeng kawak terbesar berat 6,5 kilogram, panjang 86 centimeter dibeli Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seharga Rp 25,5 juta.

Lelang Bandeng secara virtual kali pertama dalam event tahunan Tradisi Pasar dan Lelang Bandeng ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak , Bupati Lamongan Yuhronur dan Sekda Provinsi Jatim Heru Cahyono. Dan, tuan rumah Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

Lelang dimulai setelah panitia Tradisi Pasar dan Kontes Bandeng Pemkab Gresik menetap tiga pemenang kontes di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 7 Mei 2021. Bandeng seukuran bayi itu hasil budidaya petani tambak di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah dan Pulau Mengare di Kecamatan Bungah.

Lelang dimulai dari juara tiga kontes Ikan bandeng milk Syaifullah Mahdi, petani tambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Bandeng dengan berat 5 kilogram itu dibuka dengan harga perdana seharga Rp 8 juta. 

PETAMBAK : Wagub Jatim Emil Dardak, Bupati dan Wabup Gresik ,Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah bersama petambak pemenang kontes bandeng di halaman kantor Bupati Gresik pada Jumat malam ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Penawar tertinggi adalah Wali Kota Batu, Malang dengan harga Rp 10 juta. Lelang kedua  bandeng petambak Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik berat 5,1 kilogram harga penawaran perdana Rp 10 juta. Setelah mengalami beberapa kali penawaran akhirnya Plh Sekda Provinsi Jatim Heru Cahyono ditetapkan sebagai penawar tertinggi dengan harga Rp 15,4 juta.

Lelang semakin gayeng, untuk bandeng kawak peraih juara pertama dengan berat 6,5 kilogram. Bandeng dengan panjang 86 centimeter, umur 6,5 tahun itu dengan harga penawaran perdana Rp 15 juta. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menawar dengan harga Rp 18 juta.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menaikkan penawaran menjadi Rp 20 juta. Bupati Muhdlor menambah Rp 4 juta menjadi Rp 22 juta. Wali Kota Pasuruan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menawar Rp 22,5 juta. Peserta lelang semakin “panas”.

Bupati Lamongan Yuhronur satu meja dengan Wagub Jatim Emil Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah mengangkat telunjuk menawar Rp 25 juta. Gus Ipul akhirnya angkat tangan menyerah. “Ampun….!kata mantan Wagub Jatim membuat undangan yang hadir ger.geran.bWali Kota Surabaya Eri Cahyadi kemudian menaikkan harga Rp 200 ribu menjadi Rp 25, 2 juta dan akhirnya menjadi penawar tertinggi.

WAGUB JATIM Emil Dardak dan tiga bandeng kawak di Pasar dan Lelang Bandeng di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 7 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Wagub Jatim Emil Dardak mengapreasi langkah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menggelar lelang bandeng dalam tradisi Pasar, Kontes dan Lelang Bandeng ini. 

Dia mengaku baru kali pertama melihat langsung lelang bandeng seukuruan bayi itu. “Ketika dapat undangan saya penasaran, ternyata bandeng sebesar gini,”ujar Wagub Emil Dardak dalam sambutannya. Bentuk apresiasi gelaran dengan protokol kesehatan itu, Wagub Emil menyumbang penawaran perdana sebesar Rp 8 juta.

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan hasil lelang bandeng akan digunakan untuk membantu anak-anak disabilitas di Kota Santri-sebutan-Kabupaten Gresik. Rencana mulia itu menarik empati peserta lelang virtual dan offline untuk partisipasi.

Peserta adalah Walikota dan Bupati di Jatim itu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berterima kasih kepada Bupati Fandi Akhmad Yani telah memberikan kesempatan partisipasi untuk membantu para penyandang disabilitas di Kota Santri. 

Sedangkan, Wali Kota Batu, Malang Dewanti Rumpoko mengapresiasi gebrakan Pemkab Gresik dalam menggelar Lelang Bandeng secara virtual. “Gebrakan luar biasa untuk mengungkit perekonomian. Saya maju mundur,”ujar Dewanti Rumpoko. Apalagi, tambahnya, hasil lelang untuk anak-anak disabilitas. “Sukses terus terutama untuk anak disabilitas,”tegas Dewanti. (yad)

Tiga Ekor Bandeng Kawak Laku Rp 50,9 juta, Hasil Lelang untuk anak Disabilitas Selengkapnya

Hasil Anev, Pakar Puji Penanganan Covid-19 Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua anggota tim pakar Satgas Covid-19 Jakarta mengunjungi Pemkab Gresik. Mereka adalah AKBP Irianto dan Diana. Mereka tertarik cara pemkab Gresik mengerem lonjakan persebaran pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Diana, anggota tim Pakar Satgas Covid-19 Jakarta mengungkapkan tujuan kunjungannya ke Gresik dalam rangka melakukan analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan protokol kesehatan di Kabupaten Gresik.

“Kabupaten Gresik merupakan bagian dari wilayah di tujuh provinsi Jawa dan Bali, bisa mencegah lonjakan dengan lebih mengamankan daerah pemukiman, pasar, terminal, mal dan beberapa tempat keramaian yang lain,”puji Diana. 

Selain itu, tambahnya, pencegahan keluar masuk orang menjadi perhatian dianggap baik. Diana hanya mengusulkan pengetatan daerah perbatasan. “Daerah perbatasan juga harus diperketat,”pinta Diana.

Dua tim pakar Covid-19 ini diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir di ruang Graita Eka Praja (GEP) Kantor Bupati Gresik pada 6 Mei 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi anggota Satgas Covid-19 Gresik mengatakan Gresik saat ini kembali masuk pada zona oranye. “Kami sempat masuk zona kuning, saat itu kami sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM),”cerita Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Selama dua pekan PTM  telah melaksanakan random test PCR untuk murid dan guru. “Hasilnya semuanya negatif, dan Alhamdulillah tidak terjadi kluster baru,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu bangga.

Gus Yani menyinggung tentang penanganan dan potensi kerawanan kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gresik. Bupati mengatakan bahwa pihaknya lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kami menyiapkan Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) untuk tempat karantina para PMI. Setelah dikarantina di Surabaya oleh Pemprov Jawa Timur. Para PMI tersebut juga langsung masuk karantina di GJos selama tiga hari sebelum dipulangkan ke desa asalnya,”ujar bupati termuda Gresik itu. 

Perkembangan vaksinasi juga dipaparkan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. Ia mengatakan vaksinasi masih terus dilakukan di Gresik. Vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) terlaksana sebanyak 100 persen, Pelayanan publik 41,88 persen dan lansia 4,95 persen. Bupati menyatakan bahwa pihaknya tetap menunggu kekurangan vaksin yang akan dialokasikan ke Kabupaten Gresik.

“Belajar dari kasus pemulihan ekonomi ditengah pandemik. Kami sudah melakukan antisipasi dengan penguatan satgas covid yang ada di pasar dan tempat keramaian lainnya. Prokes tetap kami utamakan,”kata alumnus Fakultas Ekomomi Unair Surabaya ini. (yad)

Hasil Anev, Pakar Puji Penanganan Covid-19 Gresik Selengkapnya

Jalan Raya Manyar mulai Exit Tol hingga Jembatan Manyar akan Dilebarkan

GRESIK,1minute.id – Problem perkotaan berupa kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Manyar, Gresik menjadi perhatian pemerintah kabupaten Gresik. Rencananya, jalan nasional di pantai utara Gresik itu akan dilakukan pelebaran sepanjang 3,1 kilometer.

Mulai exit Tol Manyar hingga Jembatan Manyar. Rencana pelebaran jalan Deandles itu  terungkap rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Ruang Graita Eka Praja (GEP) di Kantor Bupati pada Rabu, 5 Mei 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan jangka pendek Pemkab sudah berinisiatif memasang water barrier mulai depan gerbang masuk Kawasab Industri Maspion (KIM) hingga tugu Manyar. Sedangkan, dalam jangka panjang, akan membuat kajian pelebaran jalan sepanjang 3,1 kilometer.

“Sudah punya satu konsep kedepan, hari ini mulai hasil rapat tersebut mengerucut kita siapkan perencanaan kajian karena semua dilandasi kajian tersebut,”terang Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 5 Mei 2021. 

Saat ini, pemkab memiliki ruang milik jalan (rumija) sepanjang 3,1 kilometer dari kebutuhan 3,5 kilometer untuk pelebaran jalan nasional di Gresik bagian Utara (Pantura) itu. Untuk kebutuhan secara pastinya dilakukan studi kelayakan (feasibility study) diestimasikan selesai sebelum Agustus 2021.

“Kembali lagi kita harus dasari dengan perencanaan sebelum Agustus sudah selesai, bulan Agustus sudah masuk Musrenbangnas,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sedangkan untuk jangka pendek rapat koordinasi akan berkelanjutan mencari solusi bagaimana mengurangi kemacetan tersebut. Karena Jalan Raya Pantura Manyar itu melintasi kawasan industri Maspion dan lainnya. “Kita harus rekyaasa lalu lintas jalan raya manyar tidak sampai macet begitu parah,” terangnya. 

Sementara, Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Jalan pada BBPJN Oktaviano Dewo Satriyo Purbo pada pembahasan usulan 2022 pelebaran jalan satu kilo dulu.  “Mungkin kita pembahasan pelebaran satu kilo dahulu mulai dari Exit Tol Manyar sampai Jembatan Manyar,”kata dia. 

Pihaknya meminta untuk mengurangi kemacetan di Manyar. Maka kendaraan besar yang akan masuk keluar Kawasan Industri Maspion akan diatur kembali. Jika kendaraan masuk di pintu timur maspion, maka pintu keluar sisi barat, taman di bahu jalan dijadikan jalur lambat. 

Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Muspika Manyar akan segera bertemu dengan seluruh perusahaan yang akan dilintasi pelebaran jalan. (yad)

Jalan Raya Manyar mulai Exit Tol hingga Jembatan Manyar akan Dilebarkan Selengkapnya

Ratusan Aparat Siap Amankan Idul Fitri Tanpa Mudik

GRESIK,1minute.id– Operasi Ketupat Semeru (OKS) dimula Kamis besok, 6 Mei 2021. OKS digelar selama 12 hari hinvga 17 Mei 2021. Untuk memastikan kesiapan OKS itu, Polres Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Gresik pada Rabu, 5 Mei 2021.

Apel dipimpin Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi. Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan, gelar pasukan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk pengecekan akhir dalam rangka pengamanan perayaan hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Menjelang lebaran pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik terkait kenaikan COVID-19 sebesar 20.03 persen. Kegiatan Ops Ketupat Semeru 2021 harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan menyiapkan mental dan fisik, lakukan deteksi dini, antisipasi sedini mungkin, terutama kewaspadaan terhadap gangguan kamtibmas dengan kerja sama sinergi. “Ops Ketupat Semeru laksanakan tugas sebagai ibadah,”ujar Bu Min-panggilan-Wabup Aminatun Habibah.

Dalam Ops Ketupat Semeru ini, melibatkan TNI. Polri dan Pol PP. Juga melibatkan Dishub,Banser, Senkom, Pemuda Muhammadiyah, Saka Bhayangkara, Kokam dan Rapi Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief fitrianto mengatakan, kita pastikan hari ini, semua pasukan telah siap dalam melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2021 dan dukungan masyarakat sangat kami butuhkan, untuk mewujudkan kabupaten Gresik aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Sebenarnya tujuan utama dalam gelaran pasukan ini juga untuk melakukan penyekatan terkait himbauan larangan Pemerintah pusat bahwa Mudik Lebaran ini dilarang. Berikutnya guna mengantisipasi pendisiplinan protokoler kesehatan kepada masyarakat,”kata alumnus Akpol 2001 ini. (yad)

Ratusan Aparat Siap Amankan Idul Fitri Tanpa Mudik Selengkapnya

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja

GRESIK,1minute.id –  Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi.

Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idul Fitri atau lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

“Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 pada Minggu, 2 Mei 2021 mengutip dari suara.com.

Sementara itu, di ruang Aula Sarja Arya Racana Polres Gresik digelar rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat Semeru pada Senin, 3 Mei 2021. Rakor ini dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Asisten I Setkab Gresik Tursilowanto Hariogi. 

Rakor membahas kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta  larangan mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan anggota yang tugas di lapangan harus bersikap tegas namun tetap humanis. Selain itu, mantan Kapolres Ponorogo itu, tidak lupa mengingatkan anggota untuk menjaga dan melakukan pengecekan kesehatanys. 

“Tugas pokok Polres maupun Polsek jajaran Gresik dibantu TNI dan instansi terkait untuk melaksanakan himbauan larangan mudik lebaran kepada masyarakat demi terjaminnya rasa aman bagi masyarakat,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Ia melanjutkan Operasi Ketupat Semeru 2021 tidak bisa dilaksanakan satu instansi sendiri. Harus ada kerjasama dan sinergitas, gotong royong serta terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat terkait larangan mudik dan kedisplinan mematuhi Protokol kesehatan (prokes) dalam melaksanakan ibadah ramadan dan Idul Fitri. (yad)

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja Selengkapnya

Sebelas Tenaga Migran dari Malaysia dan Singapura Masuk Ruang Isolasi di G-Jos

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sebelas tenaga migran Indonesia (PMI) digiring masuk ruang isolasi di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik Jumat, 30 April 2021.

Mereka tiba pondok rehabilitasi corona virus disease 2021 badal Jumat menumpang dua minibus milik Pemkab Gresik. Belasan tenaga migran dari sejumlah kecamatan di Gresik langsung menjalani tes usap, Antigen sebelum ditempatkan di ruang isolasi berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Gresik itu.

Pekerja migran mayoritas dari negeri jiran, Malaysia menjalani isolasi selama tiga hari di pondok rehabilitasi milik Pemkab Gresik. Isolasi pekerja migran ini untuk kali kedua. Sebelumnya, mereka menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya setelah turun dari pesawat mendarat bandara internasional Juanda di Sidoarjo itu.

Makmun, 29, asal Sangkapura, Pulau Bawean satu diantara sebelas tenaga kerja Indonesia yang masuk ruang isolasi berkapasitas 140 tempat tidur itu. Makmun mengaku dirinya kangen kampung halaman. Selama tujuh tahun bekerja di Malsysia belum pernah mudik lebaran. “Kangen suasana lebaran di kampung,”katanya.

Dia mengaku mendukung kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Gresik ,Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah semua tenaga migran menjalani isolasi sebelum bertemu dengan keluarga. ” Ya mau bagaimana lagi, demi Indonesia,”katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Disnaker Gresik Samsul Arifin, menjelaskan, hari ini ada tambahan pekerja migrain yang datang.

“Total ada11 PMI yang dijemput. Enam orang pulang dari Malaysia dan lima lainnya dari Singapura. Mereka wajib menjalani karantina selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,”kata dia.

Sebelas orang itu melakukan tes usap antigen sebelum masuk ke dalam kamar. Hasilnya semua PMI negatif Covid-19. “Termasuk ada satu balita yang ikut dikarantina. Total mulai minggu kemarin ada 16 orang PMI dikarantina,” katanya.

Disisi lain, update data Covid-19 per 30 April 2021 terjadi penambahan 4 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 5.542 kasus. Sembuh tambah dua kasus menjadi 5.137 kasus. Meninggal dunia 353 orang. (yad)

Sebelas Tenaga Migran dari Malaysia dan Singapura Masuk Ruang Isolasi di G-Jos Selengkapnya

Jaga Iklim Investasi, Peringati May Day dengan Baksos Korban Laka Kerja


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Peringatan Hari Buruh Sedunia akan diperingati secara berbeda oleh buruh yang tergabung dalam serikat pekerja- serikat buruh (SP/SB) Gresik.

Mereka akan menggelar bakti sosial dan pemberian santunan kepada korban laka kerja. Rencana itu terungkap dalam  Ngopi Bareng dan Buka Bersama disalah satu rumah makan di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Rabu, 28 April 2021.

Ngopi Bareng dan Buka Puasa Bersama pengurus SP/SB Gresik ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto serta Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Selain itu, Asisten II Setkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja ( Kadisnaker) Gresik Ninik Asrukin.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan pemerintah berkeinginan dan berkomitmen jelas untuk penyerapan tenaga kerja lokal dan menjaga iklim investasi di Kabupaten Gresik.

Menjaga iklim investasi, tambahnya,  dibutuhkan kondisi kamtibmas yang kondusif. “Kami mengapresiasi kegiatan DPC SP/SB Gresik melaksanakan kegiatan positif,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Bupati Gresik termuda di Gresik menambahkan berkaitan dengan biaya pelaksanaan rangkaian kegiatan Mayday berupa baksos dan santunan kepada korban Laka Kerja, pihaknya bersama Disnaker Gresik bersedia menjembatani.

Selain itu, Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani telah mengagendakan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada para ketua SP/SB. “Pelaksanaan vaksinasi untuk para Ketua DPC SP/SB Gresik akan dilaksanakan Jumat,  30 April 2021 pukul 16.00 di Pendopo Alun-alun Gresik,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi rencana baksos dilakukan anggota SP/SB Gresik untuk merayakan May Day, diperingati setiap 1 Mei itu.

“Semoga komunikasi akan semakin  baik.Tak mudah dalam menciptakan situasi yang kondusif, dibutuhkan peran serta semua pihak termasuk masyarakat dan serikat buruh di wilayah kabupaten Gresik,”kata alumnus Akpol 2001 itu. (yad)

Jaga Iklim Investasi, Peringati May Day dengan Baksos Korban Laka Kerja Selengkapnya

Kajari Gresik : Kades Diperbolehkan Mengalokasikan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid

GRESIK,1minute.id –  Kepala Desa tidak perlu risau dan khawatir mengalokasi dana desa untuk menbantu menanggulangan wabah corona virus disease 2019 (Covid-19). Mengalokasi anggaran pembelian masker, hand sanitizer hingga membelikan pulsa seluler untuk rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW). 

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto mengatakan, kepala desa diperbolehkan mempergunakan sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19. 

“Jangan takut kalau ada yang menakut-nakuti dan mengancam, tentang penggunaan dana desa untuk covid laporkan ke kami,” kata Kajari Gresik Heru Winoto dalam Rapat Koordinasi  pelaksanaan dan evaluasi PPKM Mikro di Kabupaten Gresik pada Rabu, 28 April 2021.

Rakor itu bertujuan untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dengan lebih mengefektifkan para ketua RT dan RW ini dihadiri forkopimda.  Alokasi sebagian dana desa untuk penanggulangan virus corona tetap harus akuntable, transparan sehingga penggunaan dana desa sesuai aturan yang berlaku. Tidak boleh ada mark up dan korupsi dalam pelaksanaannya.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan kepada para Kepala Desa untuk meningkatkan peran serta RT dan RW dalam melaksanakan PPKM di tingkat Desa. Bahkan Bupati mensarankan agar menggunakan sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

“Tidak mungkin kita mengerahkan RT dan RW untuk kegiatan PPKM mikro ini kalau dana desa tidak mendanai. silahkan beli masker, hand sanitizer, desinfektan bahkan pulsa untuk Ketua RT dan RW untuk kebutuhan koordinasi,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Kajari Gresik : Kades Diperbolehkan Mengalokasikan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid Selengkapnya

Perkuat Peran RT dan RW, Bupati Sarankan Kades Gunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Corona

GRESIK,1minute.id – Larangan mudik lebaran bukan basa-basi. Pemerintah semakin intens menyosialisasikan surat edaran (SE) 13 /2021 tentang peniadaan mudik lebaran yang diteken oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021. 

Pemkab Gresik telah menyiapkan tempat isolasi di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) yang memiliki kapasitas 140 tempat tidur untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) maupun masyarakat yang mbandel pulang kampung. 

Rabu pagi tadi, 28 April 2021 Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengumpulkan seluruh kepala desa se-Gresik di halaman parkir selatan Kanto Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Pertemuan bertajuk Rapat Koordinasi pelaksanaan dan evaluasi PPKM Mikro di Kabupaten Gresik. Rakor itu bertujuan untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dengan lebih mengefektifkan para ketua RT dan RW ini dihadiri forkopimda. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan kepada para Kepala Desa untuk meningkatkan peran serta RT dan RW dalam melaksanakan PPKM di tingkat Desa. Bahkan Bupati memerintahakan agar menggunakan Sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

“Tidak mungkin kita mengerahkan RT dan RW untuk kegiatan PPKM mikro ini kalau dana desa tidak mendanai. silahkan beli masker, hand sanitizer, desinfektan bahkan pulsa untuk Ketua RT dan RW untuk kebutuhan koordinasi,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Mengapa perkuat RT dan RW ? Menurut Gus Yani, yang paling tahu tentang warga adalah RT dan RW. Dia lebih tahu warga yang pulang mudik dan yang menjadi pekerja migran. Bagaimana dia mau melaporkan ke pemerintah desa kalau tidak diberi pulsa?

“Silahkan anda para Kepala Desa dan Camat harus berinovasi, bagaimana Covid itu bisa tertanggulangi dan pertumbuhan ekonomi di desa harus jalan,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Tentang pengamanan pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik ke Gresik. Bupati mengingatkan akhir-akhir ini frekuensinya makin besar. Dia menyatakan, sebelum ke Gresik para PMI sudah diamankan sejak kedatangan di Bandara Internasional Juanda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sejak dari Bandara, PMI ini langsung dikarantina selama 2 hari. Kalaupun sakit mereka langsung dirujuk dirumah sakit. Bila sehat maka diserahkan kepada Pemkot dan Pemkab,”ujar bupati Gresik termuda ini.

Ia melanjutkan, untuk PMI asal Gresik langsung diarahkan ke ruang isolasi di pondok rehabilitasi Gelora Joko Samudro (GJOS) selama 3 hari. “Yang perlu kita perhatikan PMI yang tidak melalui bandara. Ini hanya RT RW yang harus melapor ke Kades atau Camat,”tegas Bupati nada serius. (yad)

Perkuat Peran RT dan RW, Bupati Sarankan Kades Gunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Corona Selengkapnya