GRESIK,1minute.id – Rencana Pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Rencananya, Wakil Bupati Gresik Aminatun akan bertemu dengan semua stakeholder untuk membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin nanti, 5 April 2021.
Pembelajaran tatap muka mulai serius dibahas, seiring perkembangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menunjukkan tren berkurang. Gresik yang semula zona merah kini masuk zona kuning.
Selain itu, sudah ada Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam panduan PTM antara lain, jarak antarsiswa dalam kelas 1,5 meter, maksimal 18 siswa dalam kelas atau 50 persen dari kapasitas kelas.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membebas sekolah untuk memecahan rombel di kelas. Bisa dua kali atau tiga rombel.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab terus mematangkan rencana PTM. “Senin depan , Bu Min akan melakukan pertemuan membahas PTM,”kata Gus Yani dan dibenarkan Aminatun Habibah pada Kamis, 1 April 2021. “Kita akan fokus pendidikan dulu,”kata Gus Yani. (yad)
GRESIK,1minute.id – Hari ini, genap sebulan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah menjalankan amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Sejumlah gebrakan telah dilakukan di program 99 hari kerja Nawa Karsa.Program untuk mewujudkan “Gresik Baru”.
Namun, duet Bupati Gresik termuda dan Wakil Bupati perempuan pertama itu belum sreg akan kinerja anak buahnya. Antara lain, pelayanan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta -dulu bernama- PDAM Giri Tirta itu.
Indikatornya netizen masih menyoroti buruknya kinerja perusahaan yang dipimpin oleh Siti Aminatus Zariyah itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dihadapan Kajari Gresik Heru Winoto, kepala seksi kejari Gresik dan para kepala cabang Giri Tirta mengaku baru ngeh di struktur organisasi Perumda ada kepala cabang.
“Artinya, struktur organisasinya gemuk. Seharusnya dibarengi layanan lebih maksimal,”sentil Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 1 April 2021. Gus Yani meminta komitmen para kepala cabang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Apakah anda semua untuk berubah?”tanya Gus Yani dan dijawab siap secara bersamaan. “Mudah-mudahan bisa berubah. Dan ini terus menjadi evaluasi,”imbuh Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Kehadiran direksi dan jajaran pimpinan cabang untuk menyaksikan MoU pendampingan Hukum antara Perumda Giri Tirta dan Kejaksaan Negeri Gresik yang dilakukan Direktur Utama Siti Aminatus Zariyah dengan Kajari Gresik Heru Winoto.
Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah meminta kepada seluruh pegawainya untuk lebih kerja keras. Melakukan inovasi, sinergitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (yad)
GRESIK,1minute.id – Percepatan normalisasi Kali Lamong membuat empat kabupaten/kota bersatu. Mereka sepakat untuk menemui kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemen-PUPR) di Jakarta.
Selain itu, empat kepala daerah yakni Gresik, Lamongan, Mojokerto dan Surabaya dengan difasilitasi Pemprov Jatim dan Bakorwil II Bojonegoronakan mendesak BBWS meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk normalisasi Kali Lamong. Sebab, penanganan Kali Lamong tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dilakukan secara bersama-sama.
Kesamaan persepsi, sinergitas antardaerah itu tercetus dalam sinkronisasi percepatan pembangunan sistem pengendali banjir Kali Lamon di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 1 April 2021.
Rakor itu dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jatim Jempin Marbun serta Perwakilan BBWS Bengawan Solo, Kepala Dinas PU Gresik Gunawan Setijadi dan perwakilan Dinas PU dari Lamongan, Mojokerto dan Surabaya.
Dalam rapat yang berlangsung satu jam lebih itu menyimpulkan, pengendalian banjir Kali Lamong, tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri harus bersama-sama. “Perencanaan kegiatan oleh BBWS. Jadi untuk kabupaten dan Kota terlintas untuk samakan persepsi perencanaan kabupaten seperti apa akan kita selaraskan dengan Perencanaan BBWS,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.
Perpres nomor 80/2019 merupakan satu apresiasi dari provinsi Jatim. Maka kabupaten/kota yang teraliri Kali Lamong , mengusulkan duduk bersama melakukan normalisasi. Harapannya, BBWS memberikan kelonggaran kepada kabupaten dan kota masing-masing membantu melakukan normalisasi. Pengerukan Kali Lamong.
“Bersama Kabupaten Mojokerto, Lamongan ingin punya satu cantolan, punya kewenangan sungai Kali Lamong beserta cucu sampai cicit-cicitnya Kali Lamong agar kita mengoptimalisasi air curah hujan tinggi bisa kita alirkan ke waduk-waduk kita. Kita sepakat dan dikomandoi oleh Bakorwil Bojonegoro dan BBWS mudah-mudahan ibu Gubernur hadir dalam MoU tersebut,”imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Provinsi membuka lebar berusaha lari kencang memberikan regulasi yang mudah. “Ini tidak boleh disia-siakan kabupaten dalam hal ini, Gresik memang lebih sedikit maju studi larap sudah selesai. Tinggal menentukan penentuan lokasi perencanaan BBWS, maka mudah-mudahan tahun ini pembangunan tanggul pembebasan lahan kali lamong dimulai tahun ini tentunya,”harapnya.
Rencana jangka panjang, penentuan lokasi sudah dipaparkan oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim Jempin Marbun.
Jempin Marbun menyatakan pihak Pemprov akan menerbitkan penetapan LLokasi (penlok) sekitar 50 hari sejak pengajuan. Hal ini apabila semua syarat yang telah ditentukan sudah beres.
Pejabat Pemprov Jatim ini merinci profil pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektare atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang.
“Untuk penentuan lokasi di atas 5 hektare kewenangan Provinsi, dibawah 5 hektare kewenangan daerah,”kata Jembun Marbun.
Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menyebut pertemuan ini sudah selangkah lebih maju. Kesimpulan yang dihasilkan memiliki progres untuk mempercepat normalisasi Kali Lamong.
“Saya siap koordinasi dengan Pemprov untuk menekan MoU, saya juga siap untuk menjadi koordinator bersama kepala-kepala daerah yang dilintasi Kali Lamong,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id– Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penebusan pupuk bersubsidi lebih praktis. Antara lain, melalui Kartu Tani. Dinas Pertanian Gresik menggandeng bank plat merah, BNI 46 untuk penebusan kuota pupuk petani.
Bank BUMN ini menyediakan mesin EDC di setiap agen dan kios resmi pupuk bersubsidi. Petani yang bisa menebus pupuk harus sesuai elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Kartu ini berisi data pribadi, luas lahan, dan alokasi pupuk bersubsidi. Transaksi penebusan pupuk nontunai atau cashless.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap penebusan pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK tidak dipersulit karena faktor administrasi. Kejadian di Balongpanggang dan Benjeng, petugas salah input NIK (nomor induk kependudukan) mengakibatkan petani tidak bisa menebus jatah pupuk bersubsidi.
“Padahal, musim tanam terus berjalan. Petani tidak bisa menanam karena kesulitan pupuk,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani. Kartu Tani menjadi harapan baru bagi petani garda terdepan menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro mengatakan, jumlah petani Gresik berjumlah 94 ribuan. Kartu tani yang baru tersalurkan 43 ribuan. Kartu Tani itu dimulai 2017. “Tapi, baru diaplikasi tahun ini,”kata Eko.
Selama tiga tahun itu, ada sejumlah kartu tani yang hilang atau rusak. “Launching ini, untuk mendorong petani segera melapor bila kartu taninya hilang atau rusak,”ujar Eko.
Kabupaten Gresik, salah satu kabupaten lumbung pangan di Jatim. Hasil produksi beras kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mencapai 270 ribu hingga 300 ribu ton pertahun. Jumlah penduduk 1,3 juta mengonsumsi sekitar 140 ribu ton per tahun. “Rata-rata Gresik masih surplus 110 – 120 ribu ton per tahun,”terang Eko. (*)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak menginginkan peluncuran layanan pengaduan masyarakat berbasis android sekadar serenomial.
Bupati Fandi Akhmad Yani meminta operator pengaduan untuk merespon cepat setiap pengaduan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengakuntidak segan-segan mengevaluasi jika ada respon lambat.
“Respon lambat akan kami evaluasi, mudah-mudahan Saya yang mencoba kalau lambat. Biar ada yang kontrol terus. Jadi kalau ada respon lambat tinggal mengadu saja jadi bahan evaluasi kita,”tegas Bupati Gresik termuda itu pada Rabu, 31 Maret 2021.
Gus Yani menjelaskan Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi. “Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,”ucapnya.
Untuk diketahui, selain Gresikpedia, Gresik Akas 112, ada aplikasi Apalan untuk pengaduan jalan rusak di Gresik. Gus Yani menyebut, respon pengaduan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat.
“Ada aplikasi Apalan, ada anggota dewan nyepet dijalan itu bagian kreativitas tidak apa-apa, yang penting kita aduan terbuka akuntabel transparan dan cepat responsif. Kita berbenah terus, mudah-mudahan Gresik Smart City dirasakan. Ada anggota DPRD pesimis, Saya dan Bu Min (Wabup Gresik Aminatun Habibah,Red) optimis ada anggota DPRD pesimis karena dia kolonial,”tutupnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik kini tidak perlu ribet bila membutuhkan bantuan maupun informasi tentang Kota Santri. Di luar maupun dalam rumah. Karena semua ada dalam genggaman, smartphone.
Caranya, mengunduh aplikasi Gresikpedia akan mendapatkan informasi up to date tentang Gresik. Sedangkan, pelayanan pengaduan cukup tekan 112 bebas pulsa.
Gresikpedia dan Gresik Akas 112 adalah bagian dari program kerja 99 hari Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Mengusung semangat perubahan pemerintahan ‘Gresik Baru’, Gus Yani sapaan akrabnya di era digitalisasi harus menjadi wadah untuk dekat dengan masyarakat. Mempermudah layanan masyarakat.
“Aplikasi Gresikpedia dan Gresik Akas 112 bukanlah sekadar seremonial. Harus memiliki strategi khusus,”kata Gus Yani pada Rabu,31 Maret 2021. Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi.
“Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,” ucapnya. Layanan komunikasi masyarakat bisa semakin dekat, semakin mudah bisa langsung. Gus Yani mencontohkan seperti layanan di Surabaya hanya 10 menit.
“Kami harus punya target, ketika ada kontak 112 langsung responsif. Ini harus cek langsung tidak hanya selesai di seremonial. Mungkin kita baru mulai ada kelanjutan bahkan di kabupaten atau kota lain sudah siap, saya tidak mau pesimis,”tegasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gresik Budi Raharjo mengatakan para ASN di Gresik diajak untuk menginstal aplikasi Gresikpedia. “Aplikasi berbasis android one portal, one acces, aplikasi ini di download di android. Untuk iPhone menggunakan browser,” kata dia.
Sedangkan Gresik Akas 112 merupakan nomor telepon darurat atau hal-hal lain yang berkaitan pertolongan selama 24 jam. “Ada tiga sif bagian sistem panggilan nasional darurat di Indonesia,”terangnya.
Diketahui dalam Gresikpedia pemkab berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. One data, one portal, and open access.
Gresik Akas 112 yang ditunjang berbagai kanal multiplatform (Suara Gresik, Lapor.go.id, dan platform media sosial). Kanal multiplatform ini menjadi pintu terbuka bagi seluruh masyarakat Gresik untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, saran, kritik dan berbagai tanggapan terhadap pembangunan maupun pelaksanaan pelayanan di Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno siap mempromosikan destinasi wisata di Gresik. Wisata religi , minat khusus hingga sentra tanaman hias tropis di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.
Sandiaga Uni berjanji akan mendatangi dan mempromosika sejumlah destinasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.
“Syaratnya cuma satu, ada nasi krawunya,”kata Sandiaga Uno saat acara Bincang Tokoh secara virtual yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik di Gresik di Hotel AstonInn di Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.
Bincang Tokoh, puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.
Sandiaga Uno menambahkan ada dua destinasi wisata religi di Gresik, yakni Makam Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri, hal ini membuktikan wilayah Gresik memiliki pasar pariwisata religi yang patut dikembangkan.
Selain itu, sebagai Kota Santri, Sandiaga menilai Gresik dapat mengembangkan wisata halal. “Gresik memiliki potensi pariwisata besar yaitu makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Ini bisa dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata halal,” katanya.
Selain pariwisata religi, Sandi Uno-yang dikenal dengan sebutan – Mas Menteri ini pun menyebut beberapa potensi wisata Gresik lain, di antaranya Bukit Jamur, Bukit Gosari, dan Pantai Gili Niko di Pulau Bawean.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang berbicara langsung kepada Sandiaga menjelaskan di Gresik juga ada wisata tanaman hias tropis. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mengatakan destinasi baru di launching bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
“Ini merupakan terobosan terbaru di tengah suhu Kabupaten Gresik yang terbilang panas. Oleh karena itu, kami minta Kemenparekraf mendukung dan membantu mempromosikan ini,”kata Bu Min.
Mendengar hal itu, Sandiaga menekankan perlunya pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata yang dikelola dan dikembnagkan oleh tiap desa.
Menurut Sandiaga, saat ini ada peningkatan desa yang dikembangkan menjadi pariwisata, pada 2020, tercatat ada 16 desa wisata dan 2021 ada peningkatan yakni 26 desa wisata. “Ini yang harus didukung terus oleh pemerintah daerah, yakni munculnya desa-desa wisata,”kata Sandiaga.
Selain Bincang Tokoh, PWI Gresik memberikan penghargaan kepada lima tokoh yang dianggap memiliki jasa untuk membumikan Kota Santri itu bertajuk Giri Pancasuar Award (GPA).
Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir (foto : chusnul cahyadi)
Terpisah, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengapresiasi Bincang Tokoh dan GPA. Ketua DPC PKB Gresik ini berjanji akan mensupport gelaran yang dihelat PWI Gresik ini. Penganugerahan, imbuh Abdul Qodir, telah memacu masyarakat termotivasi dan motivasi melakukan hal yang positif. “Kalau bisa tahun depan kategorinya di tambah,”saran Qodir. (*)
GRESIK,1minute.id– Sektor pariwisata untuk mendongkrak perekomian mulai digarap serius duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. Diantaranya, melaunching Sentra Tanaman Hias Tropis di Dusun Miru, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.
Sebanyak 1.439 show room tersebar di tiga desa dan tiga kecamatan yakni Kedamean, Driyorejo, Wringinanom. Panjangnya 17 kilometer. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pontensi sentra tanaman hias tropis ini sungguh luar biasa.
Selama ini, kawasan ini masih dikelola pemerintah desa (Pemdes). Peran pemerintah masih belum signifikan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengusulkan petani di kawasan sentral tanaman hias tropis ini akan difasilitasi masuk BPJS tenaga kerja.
“Sudah kami minta desa untuk mendata para petaninya,”katanya. Terkait pemenuhan ketersediaan ruang terbuka hijau di perusahaan atau perkantoran, Gus Yani, menghimbau untuk belanja pohon di sentra tanaman hias ini. “Tidak perlu jauh-jauh disini begitu banyak tanaman hias,”tegasnya
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wabup Aminatun Habibah , Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir melihat dan membeli hasil panen warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Selain itu, Pemkab Gresik mewacanakan kawasan ini sebagai tempat pariwisata minat khusus tanaman hias. Pemkab, tambahnya, akan mengkomunikasi pihak ketiga.
“Pemerintah menjadi marketing untuk mengenalkan kawasan ini sehingga bisa menjadi kawasan wisata,”kata Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.
Gus Yani mengatakan, masa pandemi sektor pariwisata agak turun. Upaya pemerintah menggeber pelaksanaan vaksinasi diharapkan kedepan pariwisata pulih kembali. “Launching ini bagian dari pemulihan ekonomi,”kata alumnus Unair Surabaya ini.
Gus Yani mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah telah melarang mudik lebaran. “Lebaran tidak mudik bisa jalan-jalan ke sentra tanaman hias disini,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id– SimulasI pembelajaran tatap muka dilakukan SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Simulasi disaksikan langsung Ketua Bhayangkari Jatim Ny Ulli Nico Afinta pada Selasa, 30 Maret 2021.
Dalam sosialisasi siswa sekolah luar biasa berlokasi di Jalan Randuagung, Kompleks Perumahan Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu wajib melewati bilik sanitizer, cuci tangan, memakai masker dan melepas sepatu untuk ganti sandal yang disediakan oleh sekolah dalam naungan Bhayangkari Polres Gresik itu.
Setelah itu, siswa masuk ke kelas. Jumlah siswa dalam satu kelas ada dua hingga empat siswa. Selain, kegiatan belajar mengajar, siswa juga mengikuti belajar mengaji di musala dalam kompleks SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik itu.
Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jatim Ully Nico Afinta dan Ketua Bhayangkari Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto dalam simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Simulasi PTM ini dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.
Sehari sebelumnya, Senin 29 Maret 2021, Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Inanda Arief Fitrianto mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut PTM di lembaga pendidikan yang dinaunginya itu.
Nantinya, proses pembelajaran akan mendapatkan pengawasan dan pengawalan, serta memfasilitasi pengobatan bagi tenaga pendidik dan peserta didik yang terdampak Covid-19. “Kami juga membentuk Tim Satgas Covid-19 sekolah,”ujarnya pada Senin, 29 Maret 2021.
Protokol kesehatan ditrerapkan ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Melewati bilik sterilisasi dan membawa peralatan ibadah pribadi. Dan sejumlah standar operasional prosedur (SOP) lainnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Ketua Bhayangkari Gresik Inanda Arief Fitrianto dengan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik sedang mengaji di TPQ sekolah pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan persiapan pembukaan sekolah tatap muka SLB Kemala Bhayangkari 2 di Aula Mapolres Gresik. Bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Pasiter Kodim 0817/Gresik, Kapten Inf Siari beberapa kesiapan protokol kesehatan dipaparkan.
“Kami melaporkan kesiapan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka kepada Bupati. Namun pelaksanaan dimulai kapan menunggu satgas covid. Kami hanya memaparkan kesiapan, bahwa kami sudah siap,” ucapnya.
Alumnus Akpol 2001 ini menerangkan sudah ada surat persetujan pelaksanaan PTM. Mulai dari guru, wali murid, SOP telah disiapkan. Mulai dari tempat mencuci tangan, thermo gun dan protokol kesehatan lainnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebelum pelaksanaan PTM, akan dilaksanakan simulasi terlebih dahulu. “Simulasi persiapan pembelajaran tatap muka, diawali oleh SLB Kemala Bhayangkari 2, mudah-mudahan besok itu persiapan lancar. Besok simulasi di SLB, berikutnya di sekolah-sekolah yang lain,” paparnya.
Gus Yani sapaan akrabnya menjelaskan, perkembangan pelaksanaan PTM di Gresik memang terus dikebut. Terbaru Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jawa Timur sudah bertemu dengan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.
“Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa, tetapi bulan Juni itu paling lama. Awal tahun ajaran baru,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id – Angka kemiskinan di Gresik masih dua digit. Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Fandi Akhmad Yani -Aminatun Habibah kerja ekstra keras untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Santri ini. Antara lain, mengajak perusahaan pengguna maupun pengerah tenaga kerja agar berkolaborasi dengan baik.
“Saya minta agar mereka ikut mensukseskan program Pemkab Gresik yaitu mengurangi pengangguran di Gresik dengan menempatkan penduduk Gresik sebagai tenaga kerja,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 29 Maret 2021.
FGD ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, anggota Komisi IV DPRD Gresik, perwakilan perusahaan pemberi tenaga kerja, perusahaan penyedia jasa pekerja (PPJP), perusahaan pemborong pekerjaan, serikat pekerja/buruh serta beberapa OPD.
Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran sehingga mengulangi beberapa kali. Bahkan, orang nomor satu di Gresik ini akan keliling ke sejumlah perusahaan atau perusahaan pengerah tenaga kerja untuk memeriksa KTP pekerjanya.
“Kalau memang masih ada perusahaan pengerah tenaga kerja yang masih mengutamakan orang luar Gresik dengan kompensasi tertentu, Saya tidak segan-segan untuk meminta kepada perusahaan penyedia tenaga kerja agar menghentikan kontraknya,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sebelumnya, Gus Yani Bupati menyampaikan beberapa pesan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) dimasa pandemi ini sebaiknya pemerintah tidak boleh merencanakan banyak hal, tetapi fokus pada satu atau dua target perencanaan yang terukur.
“Sebagai orang muda saya menyampaikan, kalau Gresik punya tiga target yaitu penyelesaian Kali Lamong, Penyempurnaan Insfrastruktur dan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran” katanya didepan peserta FGD.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyoroti banyak alumni SMK yang tidak terserap dunia kerja. Bu Min-sapasn-Aminatun Habibah menganggap hal ini tidak sesuai yang diharapkan.
“Kami mohon dukungan dari dunia industri dan pengusaha agar dapat membantu permasalahan ini. Misalnya mengadakan kerjasama dengan SMK dengan memberikan bantuan atau semacam informasi jenis kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan. Hal ini agar masyarakat sekitar industri bisa terserap,”katanya.
Menanggapi yang disampaikan oleh Wabup Gresik, Ketua DPRD Gresik Abdul Qosir juga mengusulkan tata kelola pendidikan diubah agar lebih responsif terhadap industri yang ada. (*)