Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 19 pejabat pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II di Pemkab Gresik menjalani uji kompetensi ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Uji kompetensi ini nantinya akan dipakai untuk mengisi jabatan yakni mutasi, rotasi atau pengisian jabatan lowong di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik. Uji kompetensi digelar di ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati Gresik.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada peserta uji kompetensi tidak tegang dan tetap semangat serta fokus. 

“Uji kompetensi ini suatu hal biasa bagi ASN yang sesuai perundangan dilakukan secara berkala. Jadi anda juga harus menghadapi dengan serius tapi santai, semangat dan tetap fokus,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif pada Kamis, 8 April 2021.

Bu Min melanjutkan hasil dari uji kompetensi ini untuk penempatan pejabat sesuai hasil kompetensi yang dilaksanakan kali ini.  

Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan uji kompetensi ini kegiatan rutin bagi pejabat pimpinan tinggi pratama. “Sesuai perundangan dilakukan setiap 2 tahun sekali. Hal ini juga berlaku untuk pejabat administrator dan pengawas, sifatnya fleksibel,”kata Abimanyu.

Untuk uji kompetensi kali ini, tambahnya, diprioritaskan untuk para pejabat eselon II yang usianya dibawah 59 tahun.  Jumlahnya 19 orang. “Pelaksanaan uji kompetensi kali ini, Pemkab Gresik menggandeng PT Binaman Utama Jakarta,”terang Abimanyu.

PT Binaman Utama, kata Abimanyu, adalah lembaga uji kompetensi yang telah sukses menguji para pejabat di kementerian dan beberapa lembaga negara.

“Hasil uji kompetensi assessment ini bisa dipakai pengisian jabatan.Sifatnya untuk merefresh dan mereview pada masing-masing pejabat,”kata Abimanyu sambil mencontohkan mutasi, rotasi, pengisian jabatan yang kosong. 

Siapa saja peserta uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama ini? Mereka adalah Abu Hasan ; Achmad Washil Miftahul Rahman ; Agustin Halomoan Sinaga ; Budi Raharjo dan Choirul Anam. Kemudian, Darmawan ; Eddy Hadisiswoyo ; Eko Anindito Putro dan Ida Lailatussa’diyah. 

Berikutnya, Khusaini, Malahatul Fardah, Mokh Najikh ; Nanang Setiawan ; Ninik Asrukin ; serta Nuri Mardiana. Selanjutnya, drg Syaifudin Ghozali ; Siti Jaiyaroh ; Sutaji Rudy dan Tarso Sagito. (yad)

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek Selengkapnya

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Mal pelayanan publik (MPP) menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik untuk mendongkrak investasi, pemulihan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. 

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa melaunching MPP ke-40 di Indonesia itu pada Rabu, 7 April 2021. Ada 133 layanan dari 21 instansi yang terintegrasi di MPP ini.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  grand launching harus dibarengi perubahan layanan yang lebih cepat. Mengubah etos kerja melayani. Setelah diresmikan bisa meningkatkan investasi di Gresik karena berbagai kemudahan. Intinya ada peningkatan pelayanan birokrasi terutama di bidang perizinan.

“Perizinan harus benar-benar cepat. Kita buka investasi seluas-luasnya agar investasi mengalir dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kabupaten yang berjuluk kota industri, Bupati mengaku prihatin atas jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya. Dia menyebut jumlah prosentase pengangguran di Gresik mencapai 8 persen. Melebihi angka nasional yang 7 persen dan Jawa Timur hanya 5 persen.

“Tapi, Saya tidak malu. Semoga ikhtiar dan kerja keras bisa menurunkan angka pengangguran,”katanya optimistis.

Optimistis Bupati Gresik termuda itu karena Gresik memiliki tiga kawasan industri besar yakni Kawasan Industri Maspion, Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). “Dengan kemudahan perizinan dan investasi, kedepan bisa memberikan angin segar untuk mengurangi angka penganguran,”tegasnya.

Gus Yani mengharapkan mindset aparatur sipil negera (ASN) berubah. “Kalau tidak bisa melompat (kerja cepat) akan saya tinggal,”tegasnya. 

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, MPP didirikan untuk memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat mendapatkan pelayanan. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar MPP ini bisa melaksanakan percepatan reformasi birokrasi dan memudahkan proses perizinan.

“Agenda penting yang harus kita laksanakan yaitu perbaikan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Jangan lupa, agar SDM aparatur terus ditingkatkan,”kata Diah Natalisa.

Diah Natalisa, Gus Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno melihat langsung sejumlah layanan di MPP. Selain, dinas perizinan dan penanaman modal- pelayanan terpadu satu pintu (DPM-PTSP), Disdukcapil dan lainnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yani meminta kepada petugas pelayanan untuk lebih cepat. (yad)

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik Selengkapnya

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer

GRESIK,1minute.id – Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Gresik dilaunching pada Rabu, 7 April 2021. Ada ratusan jenis pelayanan yang bisa dilayani dalam gedung tersebut. Antara lain, pendaftaran nikah oleh kantor urusan agama (KUA) Gresik.

Bahkan, di mal tersebut, disediakan balai nikah. Pasangan Jamin, 58, dan Siti Aisyah, 53, kali pertama menikmati akad nikah dalam gedung MMP dalam kompleks Kantor Bupati Gresik.

Istimewa lagi, akad nikah pasangan duda dan janda asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai saksi pernikahan itu. 

BUKU NIKAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan buku nikah kepada mempelai yang menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jamin memakai setelan jas, sarung dan kopiyah. Sedangkan, Siti Aisyah memakai baju muslim motif batik warna hijau dipadu jilbab warna kuning. Mereka terlihat serasi. Meski, akad nikah itu bukan kali pertama bagi Jamin dan Siti Aisyah.

Namun, Jamin, dalam pernikahan dengan mahar emas 2 gram itu terlihat nderedeg.”Kemejer (nderedeg),”kata Jamin usai akad nikah sambil tersenyum.

Selain Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, pernikahan Jamin dan Siti Aisyah ini disaksikan langsung oleh Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RD Diah Natalisa, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani dan pejabat lainnya.

MEMPELAI : Jamin dan Siti Aisyah ketika menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Saya senang tapi grogi,”imbuh Jamin. Dalam pernikahan ini, pasangan Jamin dan Siti Aisyah langsung mendapatkan buku nikah. Selain itu, pasutri juga mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan status kawin.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik Khusaini,  mempelai setelah mendaftar nikah kemudian mendaftar ke disdukcapil. Pendaftaran semuanya di MPP. “Akad Nikah selesai, pulang langsung bawa KTP,”ujar Khusaini. Keberadaan pelayanan satu atap setidaknya sudah dirasakan Jamin dan Siti Aisyah. (yad)

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer Selengkapnya

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik pada Selasa, 6 April 2021.
Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Gus Yani berharap pertemuan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati  ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, insentif guru dan surat keputusan (SK) yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa mendapatkan sertifikasi. 

“Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, saya minta untuk dilakukan kajian hukum sehingga guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi,”kata Gus Yani. “Mudah-mudahan ini bisa terlaksana karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.

Gus Yani berharap kajian bisa cepat kelar sehingga bisa menjadi kado terindah bagi Kadispendik sebelum purna tugas. “Beri kado terindah untuk para guru honorer ini,”seloroh Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

“Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri,”tegas Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos program pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Tunjangan sertifikasi ini bersumber dari APBN.

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto mengakui pengabdian guru honorer tidak diragukan lagi. “Meskipun gaji dibawah rata-rata, tetap mengabdi,”terang Arief. (yad)

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer Selengkapnya

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin mendengar pengakuan guru honorer yang dipotong gajinya oleh oknum. Bupati Fandi Akhmad Yani akan segera menindaklanjuti terkait adanya pemotongan ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati seusai acara Silaturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 April 2021.

“Kami akan mengevaluasi, akan kami tindaklanjuti. Sangat memprihatinkan ketika hanya sedikit tambahan yang diberikan di tahun 2019 sebagai bentuk perhatian dari pemerintahan kok ada hal seperti itu,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 April 2021.

Jika masih ada guru honorer yang mengalami potongan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gus Yani meminta warga agar tidak ragu melapor. Masyarakat tinggal melapor melalui aplikasi Gresikpedia yang menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah. 

“Bisa disampaikan langsung di Gresikpedia karena itu tekoneksi langsung ke dinas-dinas yang lain. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial da lain sebagainya,”katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan pihak meminta klarifikasi kepada pihak kecamatan di Pulau Bawean. “Segera kami akan minta klarifikasi ke pihak Kecamatan,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Syaiful Bachri, guru honorer di Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya datang ke sini membawa satu misi dari teman-teman di Sangkapura, Pulau Bawean.

Misi itu adalah adanya pemotongan gaji yang diduga dilakukan oknum. Kenaikkan gaji dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta masih dipotong oleh oknum. “Saya tanya pada teman-teman di daratan (Gresik) tidak di potong,”katanya.

“Guru honorer di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Gaji Rp 500 ribu dipotong 50 persen, kadang saya menerima Rp 200 ribu kadang Rp 100 ribu,”ujarnya.

Sarasehan tersebut diikuti perwakilan guru honorer se-Kabupaten Gresik. Mereka berbincang langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Mahin, Kepala BKD Gresik Nadlif dan Ketua PGRI Gresik Arief Susanto. 

Arief mengaku para guru honorer tidak perlu diragukan lagi pengabdiannya. “Meskipun gaji dibawah rata-rata tetap mengabdi,”kata Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. (yad)

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer Selengkapnya

Putus Rantai Distribusi Hasil Pertanian, Pemkab Buka Pasar Mitra Tani

GRESIK,1minute.id – Petani di Kota Santri bisa menjual hasil panen olahan mereka. Dinas Pertanian resmi membuka Pasar Mitra Tani pada Selasa, 6 April 2021.

Wakil Bupati Aminatun Habibah yang meresmikan Pasar Mitra Tani yang berada belakang kantor Dinas Pertanian dalam Kompleks Kantor Bupati Gresik itu. 

Pasar Mitra Tani buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 15.00. Ada puluhan item hasil pertanian yang sudah diolah pasarkan. Mulai beras, sayur mayur, hingga makanan ringan. Karena proses distribusi lebih pendek, harga yang dijual juga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Beras IR 64 medium diantaranya. Beras non poles ini dijual dengan harga Rp 43 ribu per 5 kilogram. “Enak, nasinya juga beraroma harum. Sebaiknya seluruh ASN yang ada di Komplek Pemkab Gresik ini membeli beras disini, karena sangat bagus,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Dia mengatakan, Pasar Mitra Tani dibuka karena pemerintah kabupaten (Pemkab) menginginkan petani bisa menikmati hasil produksi dengan harga sesuai harga pasar. 

“Memang program ini selain melaksanakan program Nawa Karsa Bupati Gresik yaitu Gresik agropolitan. Program ini juga bertujuan untuk stabilitas harga pangan dengan mengurangi disparitas harga,”kata Bu Min-sapaan akrab Wabup Gresik-Aminatun Habibah itu.

Menurutnya, beroperasinya pasar mitra tani, sebagai salah satu ikhtiar memperpendek distribusi, yang mulanya melalui 6 sampai 7 titik distribusi. Dengan program ini bisa menjadi hanya 2 sampai 3 titik distribusi. 

“Hal ini selain menguntungkan masyarakat, petani juga untung karena produksinya bisa dijual sesuai harga pasar,”kata Bu Min. Melihat produk pertanian Gresik yang bermutu baik ini, Bu Min menggagas selanjutnya produk tersebut bisa dipasarkan di beberapa supermarket di Gresik.

“Beberapa saat yang lalu, Bupati sudah menandatangani MoU dengan salah satu supermarket yang punya banyak gerai di Gresik. semoga nanti bisa kita laksanakan,” harampnya optimis.

Kepala Dinas pertanian Gresik Eko Anandito Putro menambahkan gelaran pasar murah berkualitas ini akan menjadi cikal bakal Pasar Mitra Tani/Toko Tani Gresik Centre.

“Pada kegiatan ini kami mengikutkan para petani program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang tersebar di delapan kecamatan di Gresik. Semoga upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,”harapnya. Selain gerai di belakang kantor Dinas Pertanian, dalam waktu dekat akan membuka gerai di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

“Nanti gerai lebih besar kami buka di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kebomas di depan kantor KPU Gresik,”kata Eko. (yad)

Putus Rantai Distribusi Hasil Pertanian, Pemkab Buka Pasar Mitra Tani Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Gelar Reses di Yosowilangun, Khoirul Huda, Disambati Jalan Macet, Sulit Cari Pekerjaan hingga Sengketa Lahan Makam

GRESIK,1minute.id – Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda blusukan ke Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik pada Sabtu malam, 3 April 2021. Kedatangan Sekretaris DPC PPP Gresik itu untuk melakukan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya itu.

Anggota Fraksi PPP DPRD Gresik ini ingin mengetahui aspirasi lapisan grassroot itu secara langsung. Dalam pertemuan agenda Reses masa sidang pertama pada 2021 ini, Huda mendapatkan banyak masukan dari konstituen di daerah pemilihan (Dapil) VIII yang meliputi kecamatan Sidayu, Bungah dan Manyar itu.

Di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, misalnya. Masyarakat mengeluhkan tidak transparan pemerintahan desa setempat dalam penggunaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

Selain itu, lelaki murah senyum itu disambati jalan macet, kesulitan mencari kerja hingga sengketa tanah pemakaman. Anggota DPRD Gresik tiga periode itu terlihat begitu serius dan mencatat keluhan masyarakat itu.

Bagaimana tanggapan anggota legislator dari partai berlambang Kakbah itu? Khoirul Huda mengatakan, terkait tidak transparan pemerintah desa dalam penggunaan DD dan ADD, meminta pemerintah desa harus menyampaikan ke masyarakat melalui papan data di kantor desa.

“Sehingga, masyarakat bisa mengetahui program dan pengalokasi anggarannya,”kata Huda.
Terkait masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, Sekretaris DPC PPP Gresik itu mengatakan DPRD lagi berproses membuat peraturan daerah (Perda) mengatur ketenagakerjaan di Gresik.

“Dan juga meminta dinas tenaga kerja menegur perusahaan agar menyampaikan lowongan kerja melalui Gresikpedia,”jelasnya. Bagaimana dengan kondisi jalan macet? Huda menjanjikan untuk segera berkoordinasi dengan dinas perhubungan (Dishub) Gresik.

“Kita segera koordinasi dengan Dishub, meminta pengaturan pengguna jalan khususnya jam kerja untuk kendaraan besar,”ujarnya. Berikutnya, tentang sengketa tanah pemakaman, Khoirul Huda mengatakan secepatnya melakukan koordinasi dengan dinas pertanahan Gresik. Jawaban itu membuat masyarakat terasa lega. (yad)

Gelar Reses di Yosowilangun, Khoirul Huda, Disambati Jalan Macet, Sulit Cari Pekerjaan hingga Sengketa Lahan Makam Selengkapnya

Tradisi Padusan, Berkah bagi Penjual Bunga dan Jasa Potong Rumput


GRESIK,1minute.id –  Sejumlah makam islam mulai ramai peziarah. Makam Islam Tlogopojok, diantaranya. Kesibukan mulai terlihat di makam islam terluas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak Jumat lalu, 2 April 2021.

Peziarah semakin ramsi diperkirakan menjelang H-1 bulan suci, Ramadan. Ratusan bahkan ribuan orang akan melakukan ziarah ke makam leluhur dan orang-orang yang dicintai telah menghadap sang Khaliq.

Tahun lalu, ketika pagebluk coronavirus disease 2019 mengganas, makam islam Tlogopojok di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan/kabupaten Gresik ini ditutup. Lockdown untuk antisipasi penyebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, tradisi Padusan – ada nyebut -Nyadran tidak bisa dilakukan masyarakat.

Tahun ini, perkembangan covid-19 meredah bahkan Gresik telah berubah status dari zona merah menjadi zona kuning.  Berubahan status menjadi kuning itu memungkinkan masyarakat bisa melaksanakan tradisi Padusan.

Membersihkan, berdoa untuk leluhur, atau orang dikasihi telah mendahului menghadap sang Khaliq. Makam islam Tlogopojok seakan tidak pernah sepi hingga H-1 bulan suci Ramadan.

Banyaknya peziarah ini menjadi berkah bagi penjual bunga dan profesi tukang babat rumput. Hukum ekonomi, semakin banyak pembeli , dan stok barang menipis harga bunga untuk nyekar ke makam terkerek naik. “Bunga kenongo (kenanga) mulai telat,”ungkap Kholifah, penjual bunga di simpang empat Pasar Gresik pada Minggu, 4 April 2021.

TUKANG POTONG RUMPUT : Hanafi sejak kelas V SD hingga memilki satu anal menjadi petugas potong rumput freelance di pemakaman islam Tlogopojok, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Hanafi, jasa pemotong rumput di makam Islam Tlogopojok mengatakan, peziarah ke makam untuk padusan mulai banyak. “Sejak Jumat sudah banyak orang padusan,”ujar Hanafi. Kondisi pemakaman yang rimbun tanaman rumput membuat mayoritas peziarah memilih jasa mbabati rumput. “Saya sejak kelas V SD sampai punya 1 anak disini,”ujar pemuda 30 tahun itu.

Hanafi enggan membeber penghasilannya dari jasa mbabati tanaman di makam Islam Tlogopojok itu. “Ramainya paling-paling setahun sekali,”dalih duda satu anak itu.

Dalam pantauan 1minute.id , suasana padusan terlihat hampir di sejumlah pemakaman di Gresik. Makam Sumur Songo, diantaranya. Di pemakaman berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Gresik juga ramai peziarah.

Namun, area pemakan Sumur Songo lebih tertata bagus dibandingkan pemakaman Tlogopojok.
Akses jalan baik dan nyaris tidak terlihat tanaman tumbuh liar menutupi nisan kuburan.

Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga, dalam menyambut datangnya bulan suci. (yad)

Tradisi Padusan, Berkah bagi Penjual Bunga dan Jasa Potong Rumput Selengkapnya

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat


GRESIK,1minute.id – Pembangunan tetenger yang dibiayai CSR terancam tidak berditeruskan. Pasalnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus pengadaan berat. Sebab, pengadaan alat berat, seperti ekskavator dan backhoe lebih urgen untuk melakukan normalisasi kawasan pesisir pantai hingga Kali Lomong.

Mengapa alat berat? Gresik memiliki garis pantai cukup panjang, sejumlah sungai atau waduk penampungan air dangkal. Ancaman banjir di musim hujan, atau kekeringan musim kemarau. 
Pemkab kesulitan untuk melakukan pengerukan karena alat yang dimiliki hanya 5 unit.

Kalah jauh dari Kota Surabaya sudah memiliki 70 alat berat. Di Kota Pahlawan ini, puluhan alat berat itu berasal dari Corporeate System Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah alat berat untuk mempercepat menangani keluhan masyarakat, salah satunya normalisasi sungai yang menyebabkan banjir. Rencananya, pengadaan alat berat menggunakan dana dari CSR dari perusahaan.

“Kami cari lewat CSR untuk alat berat, jangan bangun-bangun lagi. Kami cari inovasi dan kami juga akan beli dari APBD kami,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 3 April 2021.

Gus Yani-sapaan akrabnya sudah mendengar sendiri bahwa alat berat yang dimiliki Gresik hanya lima saja. Kondisinnya, tidak semua alat berat berfungsi dengan baik. “Dari segi jumlah, sudah sangat ketinggalan dibandingkan dengan Surabaya, yang memiliki 70 alat berat,”ujar Gus Yani.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota, maka harus mengejar ketertinggalan. Dikatakannya, jika Surabaya sudah berlari, Gresik harus bisa berlari. Bahkan saat serah terima jabatan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencontohkan kinerja pemerintah harus melompat bukan berlari lagi agar lebih cepat dalam melayani masyarakat.

“Persiapan sambil menunggu MoU penanganan Kali Lamong dengan BBWS, kami juga menambah alat berat kepingin seperti Surabaya alat beratnya 70, kami cuman lima itupun banyak yang rusak,” tegasnya.

Alat berat itu  akan digunakan untuk membantu mempercepat normalisasi Kali Lamong jika Memorandum of Understanding (MoU) sudah diteken oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pemkab Gresik memang ingin pembagian wewenang lebih dalam menangani Kali Lamong, karena jika hanya menjalani kewajiban membebaskan lahan saja kurang efektif, banjir Kali Lamong masih terus terjadi.

BBWS sendiri baru akan melakukan normalisasi dengan memasang tanggul setelah Pemkab Gresik berhasil membebaskan lahan. Hal inilah yang mendorong meminta adanya MoU agar Pemkab bisa akselerasi menangani Kali Lamong yang sudah menjadi bencana tahunan bahkan semakin parah, ditandai dengan intensitas banjir setiap tahunnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, kebutuhan alat berat cukup mendesak. Namun, kata Gunawan untuk saat ini kebutuhannya berkisar 15 unit. “Kita akan mencoba untuk mencari solusinya, sehingga alat berat bertambah dan menyiapkan operatornya,”kata Gunawan. (yad)

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat Selengkapnya