Laporan Siwaslu Cepat dan Akurat, Bawaslu Gresik Dinobatkan Terbaik oleh Bawaslu RI


GRESIK, 1minute.id – Kerjakeras pengawas dalam pemilihan bupati (Pilbup) Gresik berbuah penghargaan dari Bawaslu Republik Indonesia.

Penghargaan diberikan oleh Divisi Pengawasan Bawaslu RI kepada Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Gresik sebagai pengguna Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) terbaik pertama dalam pengawasan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Piagam penghargaan diserahkan Kordinator Divisi Pengawasan Bawaslu RI Mochammad Afifuddin  di sela kegiatan evaluasi pelaksaan Pilkada Serentak 2020 Nasional di Malang, Senin 21 Desember 2020. 

Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi, mengungkapkan  apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengawas mulai Pengawas TPS, Kelurahan/Desa, sampai Kecamatan atas kerja kerasnya dalam mengawasi pelaksaan Pilbup Gresik 2020.

“Semoga penghargaan ini bisa membayar kerja keras mereka. Tanpa PTPS, pengawas desa dan kecamatan, Bawaslu Gresik tidak akan bisa mendapat penghargaan ini,”kata Imron, Selasa 22 Desember 2020. 

Sementara itu, Koordinator Divisi PHL Bawaslu Gresik Muhammad  Syafi’ Jamhari menambahkan salah satu kriteria penilaian Bawaslu RI adalah kecepatan dan akurasi dalam laporan Siwaslu.

“Alhamdulillah, kerja keras pengawas akhirnya berbuah manis. Laporan Pengawas TPS pada 9 Desember pukul 20.00 masuk 2.017 dari 2.267 TPS . Pada 10 Desember data sudah 100 persen. Artinya, Bawaslu Gresik sudah bisa melihat hasil perolehan Pilkada Gresik 2020 secara menyeluruh,”ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pengawasan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada Serentak 2020, Bawaslu menggunakan alat bantu teknologi informasi Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu).

Selain itu, Siwaslu juga sebagai pedoman fokus pengawasan sekaligus alat bantu pelaporan dan rekapitulasi hasil pengawasan Pilkada Serentak 2020. (*)

Laporan Siwaslu Cepat dan Akurat, Bawaslu Gresik Dinobatkan Terbaik oleh Bawaslu RI Selengkapnya

Satgas Batasi 25 Persen Kapasitas Gereja, Jemaat GKI Daftar Lewat WA, Anak-anak dan Lansia Tidak Boleh

Jemaat GKI Gresik


GRESIK, 1minute.id – Sejumlah pengurus gereja mulai mempersiapkan menggelar Perayaan Hari Natal. Diantaranya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik. 

Umat kristiani merayakan perayaan kelahiran Yesus Kristus di masa pandemi Covid-19 akan beda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengurus gereja di Gresik ini.

Yakni, mematuhi protokol kesehatan (prokes). Selain itu, untuk mencegah terjadinya penyebaran corona virus disease 2019,  Satgas Covid-19 Gresik hanya merekomendasikan jemaat yang hadir hanya 25 persen dari kapasitas gereja. 

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan hasil rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik memperbolehkan umat kristiani untuk merayakan Natal di gereja maupun tempat beribadah. 

“Tapi, tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Reza dikonfirmasi Selasa 22 Desember 2020. Prokes pencegahan penyebaran virus corona adalah memakai masker, menjaga jarak (physical distancing) dan mencuci tangan dengan air mengalir. 

“Dalam rakor forkopimda disepakati batasan 25 persen dari kapasitas tempat ibadah,”kata Reza yang juga Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu. 

Terpisah, jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik Joko Pratomo mengatakan, pengurus gereja telah menyiapkan perayaan Natal 2020 mengacu peraturan satgas Covid-19. 

Untuk peribadatan Natal, tambah Joko, pengurus membatasi jemaat maksimal 100 orang. “Jemaat harus daftar lewat Whatsapp,”ujar Joko dikonfirmasi melalui telepon, Selasa 22 Desember 2020.

Pengurus juga telah menyiapkan tempat cuci tangan, petugas memeriksa suhu badan dan wajib bermasker. “Untuk jemaat anak-anak dan usia diatas 50 tahun tidak diperbolehkan,”ujar Joko yang juga Ketua Forum Masyarakat Pencinta Keberagamaan (Formagam) Gresik itu. 

Dia menambahkan perayaan Natal di GKI Gresik dilakukan dua kali. Pertama pukul 16.00 dilakukan di gereja. Sedangkan, perayaan malam hari, pukul 19.00 dilakukan secara steaming alias daring.  “Upaya itu dilakukan untuk mendukung pemerintah untuk penanganan covid-19,”katanya. (*)

Satgas Batasi 25 Persen Kapasitas Gereja, Jemaat GKI Daftar Lewat WA, Anak-anak dan Lansia Tidak Boleh Selengkapnya

Deadline Sanggahan Hasil Rekapitulasi Habis, KPU Kini Nunggu BRPK untuk Tetapkan Paslon Niat, Bupati dan Wakil Bupati Gresik

Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah

GRESIK,1minute.id – Batas akhir sanggahan hasil rekapitulasi sudah berakhir. Sekitar pukul 03.25 tadi pagi, Selasa 22 Desember 2020. Batas waktu sanggahan itu berdasarkan waktu KPU Gresik merampungkan penghitungan suara Pilbup tingkat Kabupaten di salah satu hotel di Gresik, Kamis 17 Desember 2020. 

Dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilbup Gresik itu,  pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) unggul dibanding pasangan calon, Moh Qosim – Asluchul Alif. 
Pasangan Niat memperoleh 369.844 ribu suara. Sedangkan QA mendapat 355.611 suara.Niat unggul dari incumbent dengan selisih 14.233 suara. 

Namun penyelenggara pemilu belum menetapkan Niat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. KPU memberikan batas waktu paslon untuk melakukan sanggahan paling lama 3×24 jam berdasarkan jam kerja. 

Nah,  tadi pagi sekitar pukul 03.25 adalah deadline akhir sanggahan hasil rekapitulasi itu.   Bila ada sanggahan akan berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebaliknya, paslon legawa KPU akan menetapkan Gus Yani dan Bu Min sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan dari Mahkamah Konstitusi (MK) melalui KPU Pusat. “Sampai pagi ini belum ada pemberitahuan dari KPU Pusat,”ujar Akhmad Roni dikonfirmasi melalui Whatsapp, Selasa 22 Desember 2020.

Roni kini menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) MK melalui KPU Pusat. “Masih nunggu konfirmasinya dari MK melalui KPU RI,”imbuh Roni. 

Seperti diberitakan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Gresik Soeyanto mengatakan, jika berpedoman pada Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Perselisihan Hasil Pilbup (PHP) , selisih hasil suara yang bisa dibawah ke MK adalah 0,5 persen dari suara sah. 

Hal itu selaras dengan Pasal 158 ayat 2 UU Pilkada. Bunyinya, Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa , pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak 0,5 persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota.

Jumlah penduduk Kota Santri sekitar 1,2 juta jiwa. “Jadi, dengan selisih satu persen berdasarkan real count KPU akan sia-sia bila dibawah ke MK,”tegas Soeyanto kepada 1minute.id, Selasa 15 Desember 2020.

Ketua tim kuasa hukum QA Hariyadi pernah menyatakan, paslon QA telah legawa terhadap hasil Pilbup. Sehingga, paslon tidak melakukan upaya gugatan di MK.

Terpisah, Ketua tim Pemenangan Niat Khoirul Huda tetap meminta pendukung dan simpatisan Niat untuk menunggu penetapan hasil KPU Gresik.

“Jawaban KPUmasih menunggu surat dr MK melalui KPU RI terkait BRPK,”kata Huda yang juga Sekretaris DPC PPP Gresik itu. (*)

Deadline Sanggahan Hasil Rekapitulasi Habis, KPU Kini Nunggu BRPK untuk Tetapkan Paslon Niat, Bupati dan Wakil Bupati Gresik Selengkapnya

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong

Seorang warga Desa Mungungianti, Kecamatan Benjeng membersihkan bak menggunakan air banjir di depan rumahnya, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : Chusnul Cahyadi)

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Cerme, Gresik, Senin 21 Desember 2020.

Masyarakat berada di aliran Kali Lamong masih dilanda kekhawatiran . Pasal, curah hujan di masih cukup tinggi. Kali Lamong berpotensi kembali meluap.  

Data dihimpun 1minute.id, ada delapan desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Delapan desa itu adalah Sukoanyar ; Dungus ; Guranganyar dan Iker-ikergeger. Kemudian,  Desa Pandu ; Jono ; Tambakberas dan Morowudi. 

Masih merujuk data tersebut, dari delapan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong itu ada dua desa tergolong cukup parah. Dua desa itu adalah Desa Tambakberas dan Guranganyar.

Di Desa Tambakberas, tercatat ada 200 somah atawa rumah tergenangi air setinggi 30-50 centimeter. Kemudian,  Desa Guranganyar terdapat 150 rumah yang kebanjiran setinggi 30-70 centimeter. 

Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, desa yang tergenangi banjir Kali Lamong terus berkurang. “Siang tadi tercatat hanya delapan desa yang terdampak,”katanya dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Senin 21 Desember 2020.

Sebagian besar air luapan Kali Lamong menggenangi jalan poros desa (JPD) , sawah dan tambak. Untuk JPD yang terparah adalah ruas jalan Tambakberas-Jono panjangnya sekitar 2 kilometer. “Tapi, ketinggian airnya antara 35 hingga 70 centimeter,”kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu. 

DISTRIBUSI SEMBAKO : H. R. M. Thohir memimpin langsung bakti sosial Keluarga Besar PT Hasil Bantuan Grup kepada masyarakat korban banjir Kali Lamong, Senin 21 Desember 2020 ( foto : ist)

Sementara itu, masyarakat yang peduli korban luapan Kali Lamong itu masih terus mengalir. Diantaranya, keluarga besar PT Hasil Bantuan Grup. 

Perusahaan yang dipimpin H.R. M.Thohir membagikan 600 paket sembako untuk masyarakat di dua desa di Kecamatan Cerme yakni Tambakberas dan Dungus. Serta Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,”kata H Thohir, Senin 21 Desember 2020. (*)

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong Selengkapnya

Kasus Corona Tren Meningkat, Bupati Sambari Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan Larang Hiburan Tahun Baru

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan covid-19 di ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Pemkab Gresik, Senin 21 Desember 2020

GRESIK,1minute.id – Kedisplinan masyarakat mencegah penyebaran virus corona mengendur. Jumlah kasus Covid-19 cenderung meningkat diduga disebabkan menurunnya kedisplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Kondisi itu membuat Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik yang juga Komandan Satgas Pencegahan Covid-19 Gresik kembali kembali mengencangkan penegakan prokes.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Giri itu meminta Satgas Covid-19 untuk menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk masyarakat. 

“Tolong belikan masker dan hand sanitizer yang botol kecil untuk dibagikan ke masyarakat melalui kecamatan dan pemerintah desa,”ujar Bupati Sambari dalam rapat yang dihadiri forkopimda di Ruang Mandala Bhakti Praja, Senin 21 Desember 2020. 

Forkopimda Gresik mendukung rencana Bupati Gresik itu. Pengetatan itu dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan Satgas Covid Pusat agar pemerintah daerah melakukan pengetatan protokes, terutama  menjelang Natal dan Tahun baru (Nataru). 

Bupati Sambari juga meminta kepada para anggota Forkopimda untuk meniadakan segala bentuk kegiatan yang menciptakan kerumunan. “Jadi tidak ada lagi panggung hiburan, hura-hura dan segala bentuk pesta pada malam pergantian tahun,”ujar dosen pascasarjana di Universitas Airlangga Surabaya ini. 

“Giatkan lagi operasi yustisi, operasi kegiatan malam hari sesuai Perbup 22 tahun 2020. Wisata antarprovinsi selama Nataru juga harus ditutup sesuai himbauan Gubernur tidak boleh keluar kota,”imbuhnya serius. 

Bupati Sambari  juga meminta kepada camat untuk memperketat dalam mengeluarkan surat izin hajatan atau keramaian lainnya. 

“Kepada jajaran Forkopimda untuk memberlakukan chek point saat malam pergantian tahun dengan menjaga setiap perbatasan. Mulai jam 17.00 ada larangan untuk kendaraan yang keluar dan masuk rombongan,”katanya. (*)

Kasus Corona Tren Meningkat, Bupati Sambari Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan Larang Hiburan Tahun Baru Selengkapnya

Operasi Lilin Semeru Dimulai, Pastikan Kamtibmas Aman, Kamseltibcar Lantas dan Cegah Penyebaran Covid-19

APEL OSL : Polres Gresik gelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 di Halaman Pemkab Gresik, Senin 21 Desember 2020

GRESIK,1minute.id –  Operasi Lilin Semeru (OLS)  2020 mulai digelar hari ini,  Senin 21 Desember 2020. Menandai OSL selama 15 hari kedepan, Polres Gresik melakukan Apel Gelar Pasukan OSL di halaman Kantor Pemkab Gresik, tadi pagi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang memimpin langsung apel yang melibatkan dari unsur TNI, Polri,  Pol PP hingga organisasi kemasyarakatan dan kepanduan di Kota Giri ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 merupakan bentuk kesiapan akhir pengecekan dalam pengamanan perayaan Natal dan tahun Baru (Nataru).

“Baik kesiapan petugas pengaman dan sarana prasarana yang digunakan,”kata AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya. 
Apel gelar Pasukan OSL ini dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto,  Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe,  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Heru Winoto, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan pejabat utama Polres Gresik itu,  alumnus Akpol 2001 itu menambahkan bentuk pengamanan yaitu ibadah Natal, Perayaan Tahun Baru, destinasi wisata dan tempat kerumunan massa.   

“Sehingga pengamanan harus ekstra guna antisipasi gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas serta pencegahan penyebaran virus Covid-19,”tegas perwira dua melati di pundak itu. OSL akan digelar selama 15 hari.

Pengamanan maksimal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam merayakan nataru.  (*)

Operasi Lilin Semeru Dimulai, Pastikan Kamtibmas Aman, Kamseltibcar Lantas dan Cegah Penyebaran Covid-19 Selengkapnya

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak


GRESIK,1minute.id – Memasuki pekan kedua, air luapan Kali Lamong di Gresik Selatan berangsur surut. Dalam pantauan 1minute.id, sejumlah jalan kampung, perkantoran dan fasilitas umum terlihat surut.

Di Kecamatan Benjeng, sekitar pukul 11.00 jalan Raya Benjeng -Balongpanggang hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Sedangkan, perkantoran yang tergenangi air diantaranya Markas Koramil Benjeng.
Kemudian di Desa Munggungianti, Benjeng hanya beberapa jalan kampung yang terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter.

AMBROL : Badan jalan desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng tergerus air luapan Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Bagaimana dengan di Kecamatan Cerme. Menurut Camat Cerme Suyono mengatakan, masih tersisa tujuh desa di kecamatan Cerme yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong.

Tujuh desa itu adalah Desa Sukoanyar, Dungus, Guranganyar dan Iker-ikergeger. Berikutnya, Desa Pandu, Jono dan Tambakberas.

“Di Desa Tambakberas ada 300-an unit rumah yang tergenangi air,”kata Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020.

Warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar mendistribusikan sembako korban banjir Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020. ( foto : ist)

Disisi lain, penderitaan yang dialami ribuan jiwa warga di Gresik Selatan ini mematik rasa empati elemen masyarakat. Mereka pun berbondong-bondong menyalurkan bantuan untuk korban banjir Kali Lamong. Selain, Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Organisasi kemasyarakatan hingga perorangan berusaha meringankan beban masyarakat terdampak Kali Lamong. Diantaranya, warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar. Mereka mendistribusikan ratusan paket sembako di tiga desa di kecamatan Benjeng. (*)

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak Selengkapnya

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif


GRESIK,1minute.id– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) semakin intensif dilakukan aparat gabungan. 

Minggu, 20 Desember 2020 operasi yustisi dilakukan di Alun-Alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sasarannya masyarakat beraktivitas pagi fasilitasnya umun di perkotaan itu. 

Seakan sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik Minggu pagi beraktivitas melepas penat di Alun-alun Gresik. Ada sekadar jalan-jalan pagi. Sebagain lainnya nongkrong. Sedangkan anak-anak bermain di fasilitas umum berlokasi di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. 

Masa pandemi masyarakat yang beraktivitas tetap harus mematuhi prokes. Memakai masker, diantaranya.  Operasi yustisi dipimpin Kasat Binmas Polres Gresik AKP Junaedi, perwakilan TNI dan Pol PP itu menjaring sepuluh pemuda yang tanpa masker. 

“Kami masih melakukan himbauan simpatik. Kepada para pelanggar prokes kami berikan masker,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa, Minggu, 20 Desember 2020.

Sementara itu,  Satgas Covid-19 mencatat ada sepuluh orang terkonfirmasi Covid-19. Mereka berasal dari Desa Jatirembe, Benjeng ; Desa Sumput, Driyorejo, masing-masing satu orang terkonfirmasi. 

Kemudian, di Kecamatan Kedamean ada dua kasus yaitu dari Desa Manunggal dan Katimoho.  Lalu, Kecamatan Cerme ada tiga kasus yakni di Desa Dadapkuning , Dungus dab Ngembung. 

Sedangkan di Kecamatan Kebomas ditemukan tiga kasus yakni Desa Randuagung, Klangonan dan Kedanyang. 
“Sedangkan yang terkonfirmasi sembuh ada 7 kasus dan satu kasus meninggal dunia,”kata Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Sabtu 19 Desember 2020. (*)

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif Selengkapnya

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam

Jalan akses menuju rumah penduduk di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik
GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kubangan bekas galian C tergenangi air. Orang tua tetap harus memperhatikan anak ketika bermainnya. 

Jangan sampai kejadian menimpah Adi Yusuf Maulana, 8 tahun, terulang lagi. Adi,  bocah kelas III Sekolah Dasar tinggal Desa Betiting Kecamatan Cerme ini ditemukan meninggal dunia, Sabtu 19 Desember 2020 menjelang Maghrib. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 16.00 itu cuaca gerimis. Adi, 8 tahun itu kemudian memancing bersama lima temannya  di sebuah kubangan di belakang SDN  Betiting dalam kompleks Perumahan Cerme Indah, tempat tinggalnya. 

Awalnya bocah-bocah kompleks perumahan itu senang. Riang karena bisa hujan-hujanan. Mereka juga bisa memancing bersama dengan teman-temannya. Mereka semakin riang. 

Bocah rata-rata berumur 8 tahun itu tidak menyadari bahaya bila berkain di dekat kubangan bekas galian C ketika gerimis. Sebab, sekitar lokasi kubangan bekas galian C itu licin. 

Tiba-tiba Adi terpeleset. Sejumlah temannya dikabarkan panik kabur pulang memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing. “Adi tetenggelam,”teriak mereka. 

Sekejap, penduduk di kompleks perumahan itu riuh.  Mereka bergegas menuju kubangan di belakang SDN Betiting itu. Kubangan diubek-ubek. Selama 1,5 jam Adi ditemukan di dasar kubangan. Namun, nyawa Adi tidak tertolong. Bocah 8 tahun itu meninggal dunia. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada kejadian siswa tenggelam di sebuah kubangan di belakang SDN Betiting, Kecamatan Cerme itu. “Iya tadi (Sabtu)  malam pukul 21.00 korban dimakamkan di TPU dalam kompleks perumahan,”ujar Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020. 

Sementara itu, air bah luapan Kali Lamong kembali menggenani rumah warga di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. (*)

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya