Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang

GRESIK, 1minute.id – Kesabaran masyarakat Dusun Buyuk,  Desa Bringkang, Kecamatan Menganti sudah sulit diredam. Pasalnya, jalan desa rusak berat. 

Lubang dan licin ketika hujan mengancam keselamatan pengendara. Minggu, 22 November 2020 malam sejumlah pemuda dusun setempat menanam pohon pisang di badan jalan desa tersebut. Mereka juga memasang sejumlah poster. 

Isinya, diantaranya “Kami tidak takut corona. Kami takut ke jerungop (kejlungup, Red) Disini”. Kerusakan jalan yang diduga dipicu proyek pengerukan waduk telah mengakbatkan sejumlah warga setempat terjatuh. 

“Ini kami lakukan karena tidak ada tanggungjawab panitia pengerukan waduk membersihkan  tanah yang memenuhi sepanjang jalanan seusai mengeruk waduk,”ujar seorang warga. 

PERBAIKAN : Pemerintah Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik memperbaiki sementara jalan berlubang dengan cara menguruk, Senin 23 November 2020 (foto : istimewa)

Mereka pun siap ngeluruk desa untuk mendesak pemerintah desa setempat untuk melakukan perbaikan.

Terpisah , Camat Menganti Sujarto mengatakan pemerintah berencana melakukan perbaikan jalan desa itu tahun depan. Jalan desa yang bakal diperbaiki itu sepanjang 100 meter dengan lebar 4 meter. 

“Untuk saat ini jalan lubang telah diuruk. Tanaman pisang sudah kami cabut,”kata Sujarto dikonfirmasi 1minute.id, Senin 23 November 2020. (*)

Takut Kejlungup, Sejumlah Pemuda Desa Bringkang Tanam Pohon Pisang Selengkapnya

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat

GRESIK, 1minute.id – Buruknya pelayanan PDAM menjadi perhatian pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (niat).

Bahkan, paslon nomor urut 2 yang diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik itu berjanji memperbaiki pelayanan air minum dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Giri Tirta itu dalam 100 hari pertama kerja. 

“Bila Niat dapat amanah, maka dalam 100 hari kerja nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai perusahaan daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, Sabtu 21 November 2020 malam. 

Menurut Gus Yani, selama sepuluh tahun terakhir merasakan standar pelayanan minimal (SPM) PDAM Giri Tirta sangat buruk. Ironisnya, pelayanan buruk itu belum ada solusi kongkrit bagi masyarakat.

Buruknya pelayanan PDAM itu berdampak kerugian bagi  pelanggan air bersih PDAM. “Mereka (pelanggan) sudah membayar. Tapi, kesulitan mendapatkan air bersih,”tegas Gus Yani. Pelanggan yang mengalami krisis air bersih itu diantara di hampir seluruh kecamatan di Gresik.

“Di kecamatan Kota Gresik saja misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujarnya.

Disisi lain, kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen. 
Gus Yani bercerita saat menyapa warga diantaranya di Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Kebungson. Keduanya, di Kecamatan  Gresik. 

Mulyono, misalnya. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat masih sangat buruk. (*)

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat Selengkapnya

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon)  Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menjanjikan masyarakat Gresik cukup menggunakan e-KTP untuk mendapatkan berbagai pelayanan.

Janji itu ucapkan Gus Yani-Bu Min dalam debat perdana Pilbup Gresik, Jumat 20 November 2020. “Program Gresik Baru akan kami realisasikan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 9 Desember mendatang,”kata Gus Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Sabtu 21 November 2020.

Single identitas di e-KTP, tambahnya,  bisa diakses kapan saja oleh siapa saja karena sudah elektronik. “e-KTP ini menunjukkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pendidikan, beasiswa, kesehatan secara gratis hanya dengan e-KTP saja,”kata Cabup di dukung enam dari delapan partai di gedung DPRD Gresik ini.  

Bagaimana dengan pemulihan ekonomi pascapandemi korona? Gus Yani mengakui pandemi Covid-19 berdampak semua sektor. Bila paslon Niat mendapatkan amanat untuk memimpin Gresik kedepan, Gus Yani mengaku akan melakukan upaya pemulihan ekonomi.

“Pemerintah akan lebih hadir kepada masyarakat dengan mendorong usaha di rumah masing-masing, Dan ini belum tersentuh oleh pemerintah sebelumnya,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Cawabup nomor 2 Aminatun Habibah atau akrab disapa Bu Min menambahkan bahwa jika dirinya terpilih akan ada penambahan modal Rp 10 juta buat anak muda kreatif yang sudah bergerak di sektor kewirusahaan di Gresik.

“Kami juga akan meningkatkan ekonomi dengan mendorong usaha ibu-ibu. Kami punya program Bunda Puspa, ini khusus untuk kaum perempuan dengan diberikan pendampingan, pelatihan dan modal untuk meningkatkan ekonomi sekaligus mensupport pemasarannya,”kata Cawabup perempuan pertama di Gresik ini.

Selanjutnya di sektor pendidikan,  Kepala Sekolah SMK Assaadah itu, mengatakan merasakan betul dinamika dunia pendidikan antara sinergi pemerintah dengan tenaga pendidik di Gresik. Sejauh ini Bu Min melihat bahwa peran tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan yang berkualitas belum disentuh pemerintah secara maksimal.

“Kami menginginkan nantinya ada pelatihan untuk peningkatan SDM tenaga pendidik yang di fasilitasi pemerintah Kabupaten Gresik. Tentu gaji mereka yang rendah baik guru non PNS atau honorer K2 maupun yang belum disertifikasi akan kami naikkan,”kata Bu Min.

Pemilu semakin dekat, pada kesempatan itu Gus Yani dan Bu Min mengajak masyarakat Gresik yang memiliki hak pilih agar tidak golput untuk menentukan pilihannya pada paslon nomor 2 demi masa depan Gresik 5 tahun kedepan.

Pihaknya juga berpesan bahwa majunya menjadi Cabup dan Cawabup bukan kehendak pribadi atau kelompok tapi atas dorongan para ulama, Kiai dan masyarakat di Gresik.

“Pasangan Niat  maju, nyalon bukan kehendak Saya dan Bu Min melainkan ini perintah Kiai, karena kami santri maka kami wajib takzim dengan guru kami,”kata Gus Yani. (*)

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik Selengkapnya

Modernisasi PBJ, Pemkab Gresik Kembali Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim

GRESIK,1minute.id – Kinerja Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah pimpinan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kembali mendapat pengakuan. 

Kali inii, penghargaan piagam atas komitmen untuk Perubahan Budaya Kerja menuju Modernisasi Pengadaan Barang/Jasa dan meningkatkan peran serta pelaku UMK Jawa Timur 2020.

Apresiasi tingkat Regional Jawa Timur diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Penjabat sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno mewakili Bupati Sambari dalam acara Launching Ceremony Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo) di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis 19 November 2020.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, di bawah kepemimpinan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, penghargaan tersebut menjadi penilaian tersendiri terhadap pengadaan barang/jasa yang diterapkan Pemkab Gresik yang selalu mengalami modernisasi dan  update sesuai aturan perundangan yang berlaku.

“Dengan diterimanya penghargaan tersebut, maka sesuai mandat UU nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, berarti belanja pengadaan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Gresik harus lebih ditingkatkan lagi,”kata Reza.

Indikator lain yaitu penilaian meliputi tingkat kematangan unit kerja pengadaan barang/jasa yang telah mencapai tingkat tertentu, yakni soal kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Pemkab Gresik dinilai mampu meningkatkan kapasitas kemampuan SDM pengadaan barang/jasa (PBJ). Termasuk secara aktif menyelenggarakan uji kompetensi terutama untuk pejabat fungsionalnya. Keaktifan ini diperhitungkan sejak diamanatkan melalui Perpres nomor 16 tahun 2018,”terang Reza Pahlevi.

“Inovasi  harus dilakukan lebih banyak lagi dan tranparansi harus makin  ditingkatkan yakni Inovasi untuk meningkatkan transparansi  pengadaan barang dan jasa,”imbuhnya (*)

Modernisasi PBJ, Pemkab Gresik Kembali Dapat Penghargaan dari Gubernur Jatim Selengkapnya

Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik terkena semprit Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan KASN tertanggal 18 November 2020 yang ditandatangani Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto itu adalah Camat Duduksampeyan Suropadi dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Umum dan Perlindungan Masyarakat Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Gresik, Muhammad Amien.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadlif mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN. “Sanksi belum kami lakukan karena surat KASN itu baru kami terima hari ini,”kata Nadlif dikonfirmasi 1minute.id melalui Whatsapp, Jumat 20 November 2020.

Melansir surat berkop KASN yang diperoleh 1minute.id, sanksi pelanggaran kedua ASN itu berbeda. Untuk Camat Duduksampeyan Suropadi, berdasarkan surat No: R-3619/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari Halim Radianto sebagai pembina kepegawaian, agar menjatuhkan hukuman berupa disiplin sedang yang pelaksanaannya mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sedangkan, Muhammad Amien, berdasarkan surat No: R-3609/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari untuk menjatuhkan sanksi moral berupa pernyataan terbuka. Rekomendasi tersebut harus ditindaklanjuti selama 14 hari kerja.

Kepala BKD Pemkab Gresik Nadlif menegaskan pihak akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Mengikuti rekom dari KASN sesuai ketentuan,”tegas Nadlif dikonfirmasi melalui whatsapp, 1minute.id, Jumat 20 November 2020.

Akan tetapi, tambahnya, pihak belum memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN itu karena surat tersebut baru saja diterimanya. 

Terpisah, terlapor Suropadi dikonfirmasi mengatakan pihaknya waktu itu sudah melakukan klasifikasi kepada bawaslu (Badan Pengaawas Pemilihan Umum) Gresik. “Waktu itu katanya sudah klir,”ujar Suropadi dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020.

Terkait memakai atribut salah satu pasangan calon, Suropadi mengaku waktu itu disuruh oleh relawan. “Kaus itu saya pakai diruangan lalu saya lepas lagi,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan ketika dikonfirmasi membenarkan bila Muhammad Amien adalah salah satu kepala bidang di Pol PP. “Kami sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan,”kata Abu Hasan dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020. 

Dalam surat KSAN itu disebutkan kronologis dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Duduksampeyan Suropadi dilakukan pada 17 Juni 2020 pukul 15.00 di rumah makan Aqila, Lamongan. 

Pertemuan yang dikemas dalam sosialisasi peningkatan kesejahteraan kepala desa dengan Alokasi Dana Desa (ADD) itu dihadiri oleh salah satu pasangan bakal calon. Terlapor Suropadi memberikan sambutan mengenakan kaus bakal calon bertuliskan QA di dada kanan dan tulisan Relawan Sakti di bagian punggung.

Karena perbuatan tersebut dilakukan sebelum penetapan calon, maka perbuatan tersebut termasuk dalam pelanggaran disiplin ASN dan dikenakan sanksi mengacu pada peraturan pemerintah (PP) nomor 53 /2010 tentang Disiplin PNS. 

Lalu pelanggaran Muhammad Amien, yakni memposting pada akun media sosial facebook dengan nama “muhammad Ameinamd” mendukung salah satu paslon pada 2 dan 4 Juli 2020. Atas tindakan Amien, KASN merekomendasikan kepada bupati untuk memberiksan sanksi displin secara moral. 

Yakni, memberikan pernyataan secara terbuka di website pemerintah daerah/media massa/media elektronik yang dapat diakses publik atau  dibacakan saat upacara yang dihadiri pegawai. 

Bukti penjatuhan sanksi moral melalui pernyataan terbuka disampaikan kepada KASN dalam bentuk tangkapan layar/website/kliping koran/foto/video.

Pelanggaran netralitas dua ASN tersebut mengacu ketentuan pasal 32 ayat ayat (2) UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. (*)

Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik Selengkapnya

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah menyiapkan diri untuk mengikuti debat kandidat di putaran pertama Pilkada Gresik 2020, Jumat 20 November 2020 malam. 

Debat kali pertama ini, pasangan NIAT akan mengusung misi Nawa Karsa Gresik Baru. Ketua Tim Pemenangan NIAT, Khoirul Huda  mengatakan debat nantinya bertema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah, Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat’.

Dan ini sudah menjadi perhatian bagi paslon NIAT. “Semua sudah masuk dan terjabarkan dalam Nawa Karsa Gresik baru paslon NIAT. Hal itu menjadi jawaban untuk perbaikan Gresik, baik tentang persoalan daerah hingga kesejahteraan masyarakat,”ujar Huda yang jugaucap Sekretaris DPC PPP Gresik ini,  Jumat 20 November 2020. 

Huda mengambil salah satu contoh permasalahan yang paling mendasar di Gresik. Yakni, tentang lapangan pekerjaan yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat Gresik. Karena itu solusi atas persoalan tersebut semuanya ada dalam program Nawa Karsa Gresik baru. Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas pasangan NIAT.

Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri. Pelayanan kesehatan solusinya di program Gresik Sehati dengan meningkatkan fasilitas kesehatan. 

“Menyiapkan tenaga medis profesional dan didukung sarana yang mumpuni. Termasuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu,” tutupnya. (*)

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam Selengkapnya

Nobar Resepsi Virtual Milad ke-108 Muhammadiyah Ingatkan PHBS, Kita banyak Kehilangan Tokoh Penting di Gresik selama Covid-19


GRESIK,1minute.id – Resepsi milad ke-108 Muhammadiyah tahun ini tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi Covid-19, resepsi milad digelar secara virtual via zoom.

Milad daring itu secara nasional yang diikuti keluarga besar warga Muhammadiyah dari unsur pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang, ranting se-Indonesia. Plus cabang istimewa yang tersebar di berbagai belahan dunia. 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik me-relay resepsi virtual itu dari Gedung Dakwah  Muhammadiyah (GDM) Gresik, Jl. Raya Permata di kawasan Perumahan Bunder Asri, Rabu 18 November 2020 siang. 

Acara tetap khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan ini. Relay milad di Gedung Dakwah itu diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan cabang dan ranting, serta pengelola amal usaha Muhammadiyah (AUM) se-Gresik.

Ketua PDM Gresik Taufiqulloh A. Ahmady menyempatkan diri menyapa –secara virtual– satu per satu peserta nonton bareng (nobar) resepsi milad ke-108 yang dihelat di masing-masing PCM, PRM, dan sejumlah AUM di berbagai daerah di Gresik. 

Dari data yang masuk ke panitia dan sempat berinteraksi langsung dengan ketua PDM, hampir seluruh cabang menggelar nobar ini, termasuk salah satu cabang di pulau Bawean, yakni cabang Sangkapura. 

Pengantar sebelum tersambung ke milad virtual yang digelar PP Muhammadiyah, Taufiq mengingatkan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagaimana ditetapkan dalam protokol kesehatan. 

Sebagai Muslim, tandas Taufiq, sebenarnya hidup bersih itu tidak asing. Sebab, Islam memang mengajarkan hidup bersih, yang dikenal dengan ajaran thaharah.

“Apa yang dijalankan dalam protokol kesehatan di masa pandemi ini, seperti cuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker, juga jaga jarak (physical distancing), itu baru sebagian dari ajaran thaharah dan baru bersifat hissiyah, yaitu penyucian secara fisik,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam Islam penyucian atau kebersihan secara fisik itu belumlah cukup. Masih ada lagi, yakni thaharah maknawiyah. 

Maksudnya, penyucian diri yang bersifat batiniyah, misalnya membersihkan hati dari kesyjrikan, amalan zikir dan doa untuk memohon segera dijauhkan dari pandemi, dan meninggalkan perilaku tercela baik dalam bentuk perkataan (verbal) seperti saling caci maki dengan orang lain, maupun perbuatan (nonverbal) seperti menghindari hal hal yang bukan menjadi hak miliknya lalu diambil. 

Intinya, lanjut Taufiq, thaharah maknawiyah itu menghindari perilaku yang tercela. Taufiq juga menyinggung tentang perlunya kewaspadaan di masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. 

Sebab, kata dia, perkembangan pandemi di Gresik relatif fluktuatif. Dikatakan, saat ganas-ganasnya, Gresik sempat berstatus merah bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo. Selanjutnya, secara berangsur membaik jadi oranye, lalu kuning dan kini kembali ke posisi oranye.

Mengutip data Tim Satgas Covid-19, Taufiq mengemukakan, selama periode Februari – pertengahan November, di Gresik tercatat 3.608 orang terindikasi positif Covid-19.

Dari jumlah itu, 3.250 pasien dinyatakan sembuh dan meninggal dunia 328 orang. 
“Kita banyak kehilangan tokoh penting di Gresik ini selama masa pandemi, termasuk dari kalangan Muhammadiyah. Karena itu, mari terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati,” pesannya seraya menambahkan, protokol kesehatan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Nobar Resepsi Virtual Milad ke-108 Muhammadiyah Ingatkan PHBS, Kita banyak Kehilangan Tokoh Penting di Gresik selama Covid-19 Selengkapnya

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor

GRESIK,1minute.id – Giring Ganesha atau dikenal Giring  Nidji menyambangi posko pemenangan pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat), Selasa 17 November 2020 malam. 

Kehadiran pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) itu membawa angin segar dan menambah “suplemen” penambah semangat  paslon nomor urut 2 untuk memenangkan konstestasi Pilbup Gresik 9 Desember 2020. 

Sebab, deklarasi dukungan vokalis lagu Laskar Pelangi itu semakin mengukuhkan Gus Yani-Bu Min, adalah paslon yang diinginkan anak-anak milenial di Kota Santri. 

Dalam bincang santuy di posko pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu, Giring menyakini Gus Yani – Bu Min bisa membuat Kota Gresik menjadi lebih baik semua sektor. 

“Pemimpin yang merakyat, yang peduli masyarakat kecil, yang sederhana itu semua ada di Gus Yani dan Bu Min,”kata Giring. “Saatnya pemimpin yang membangun daerah adalah pemimpin millenial dan Niat akan menjadi pemimpin yang benar-benar melayani masyarakat,”tambah Giring yang disambut riuh tepuk tangan milenial Gresik.

Giring Ganesha atau dikenal Giring Nidji ketika mendatangi Posko Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa 17 November 2020 malam.

Giring juga mengajak para milenial untuk memilih Niat karena slogan perubahan yang diusung identik dengan karakter anak-anak muda yang cenderung dinamis dan kerap menginginkan sesuatu yang baru. 

“Saya sudah keliling di 18 kabupaten kota mendampingi calon kepala daerah. Hari ini secara khusus saya mendampingi Gus Yani dan Bu Min, karena saya tau masyarakat Gresik, anak muda  yang ingin perubahan dan perbaikan di Gresik,”ungkap penyanyi yang sekaligus aktor film sang pencerah. 

Selama 60 menit “Bincang Seru Bareng Milenial Gresik” berlangsung gayeng. Giring sebelum mengakhiri membawakan sebuah tembang lagi membuat histeris pengemarnya. 

Cabup milenial Gus Yani mengapresiasi langkah PSI yang mencoba menumbuhkan politik partisipatif oleh anak-anak muda. Diakuinya bahwa dukungan PSI Gresik ke Niat merupakan misi awal PSI dalam menggerakan politik anak muda indonesia. 

“Saya sangat berterima kasih karena PSI sudah memberikan amanat penuh kepada Paslon Niat. Ini menjadi bukti bahwa PSI ialah partai yang memberi ruang baru bagi anak muda untuk berperan di dunia politik,”ujarnya. 

Kehadiran Giring di posko pemenangannya itu, membuat Gus Yani lebih bersemangat karena sosok Giring sendiri merupakan anak muda yang tidak apatis terhadap politik,”Bro Giring ini adalah contoh bahwa perubahan itu diawali dari anak-anak muda yang tidak alergi politik tapi justru partisipatif terhadap politik,”pungkasnya. (*)

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor Selengkapnya

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati


GRESIK,1minute.id – Ribuan buruh masih bertahan di depan kantor Bupati Gresik, Selasa 17 November 2020 pukul 16.45. Massa yang menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2021 sebesar Rp 645 ribu menjadi Rp 4,8 juta per bulan itu.

Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, depan Kantor Bupati Gresik di blokade massa sejak pukul 14.30. Saat ini masa hanya duduk-duduk di badan jalan nasional jurusan Gresik Lamongan itu. 
Belum ada satu pun pejabat Pemkab Gresik yang menemui massa. Masa berasal sekretariat bersama (Sekber) Serikat Pekerjaan-Serikat Buruh (SP/SB). Buruh pun bertekad untuk menginap bila tuntutan tidak dipenuhi. 

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,”tegas Subari, salah satu pengurus Sekber SP/SP Gresik itu. Ribuan buruh tetap menolak kesempatan yang telah diteken asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik yang menurunkan UMK 2021 sebesar Rp 900 ribu. UMK Gresik 2020 Rp 4.197.300 per bulan akan menjadi Rp 3.927.300 per bulan. 

Penurun UMK 2021 dianggap buruh tidak masuk akal. Sebab, hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) terdapat kenaikan kebutuhan sebesar Rp 650 ribuan.  Terpisah, Ketua Apindo Gresik Tri Andi Suprihartono belum bisa dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif. (*)

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati Selengkapnya

Buruh Gresik Desak Upah Naik Rp 645 Ribu jadi Rp 4,8 Juta

GRESIK, 1minute.id – Ribuan buruh turun jalan, Selasa 17 November 2020. Mereka menuntut kenaikkan upah minimum kabupaten (UMK) 2021 sebesar Rp 645 ribu.

Ruas jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas macet dua arah. Dari arah barat dan timur,  kemacetan hingga radius 1 kilometer. Sekitar pukul 14.30, ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja yang tergabung dalam sekretariat bersama (Sekber) Serikat Pekerja – Serikat Buruh (SP/SB).

Nugroho,  dalam orasinya mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menaikkan UMK 2021 sebesar Rp 646 ribu. UMK Gresik 2020 sebesar Rp 4.197.030. Sehingga, UMK Gresik 2021 sekitar Rp 4,8 juta.

Agus Salim, salah satu pengurus SP/SB menyatakan bila pemerintah tidak menaikkan upah. “Teman-teman akan nginap disini (Kantor Pemkab Gresik, Red),”tegas Agus Salim dibenarkan Subari dan Ali Muchisin. (*)

Buruh Gresik Desak Upah Naik Rp 645 Ribu jadi Rp 4,8 Juta Selengkapnya