Gerbong Polri Bergerak Kabag Sumda dan Kapolsek Dimutasi

GRESIK, 1minute.id – Penyegaran personil di kepolisian Resor Gresik seakan tidak pernah berhenti. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian Sumber Daya (Sumda) dan tiga kepala kepolisian sektor (Kapolsek), Rabu, 7 Oktober 2020.

Sertijab dihelat sederhana di Ruang Parama Satwika 98 Polres Gresik dengan protokol kesehatan.  Kabag Sumda Polres Gresik yang sebelumya di tempati Kompol Edy Cahyono digantikan Kompol Didik Wahyudi, sebelumnya menjabat Kasubbag TIK Bagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim. Edy Cahyono menempati pos baru yang ditinggalkan Didik Wahyudi.

Kemudian, Kapolsek Manyar AKP Yadwivana Jumbo Qantasson digantikan Iptu Bima Sakti Pria Laksana, sebelumnya menjabat Kasareskrim Polres Trenggalek. Jumbo-sapaan-Yadwivana Jumbo Qantasson menduduki jabatan baru Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi memberikan ucapan kepada pejabat utama Polres usai upacara Sertijab , Rabu 7 Oktober 2020 ( foto : Humas Polres Gresik )

Kapolsek Sidayu dari AKP Achmad Said, kini dijabat AKP Hari Siswo Suwarno sebelumnya menjabat Kasubbag Humas Bag Ops Polres Sampang. Said menempati pos baru sebagai  Kasubbag Hukum Bag Sumda Polres Gresik yang ditinggalkan Edy Cahyono. Berikutnya, Kanit Lidik 1 Satuan Reserse Narkoba Polres Gresik Iptu Mutlakin dilantik sebagai Kapolsek Dukun. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan upacara serah terima ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jatim No : KEP/1745/IX/2020 tentang pemberhentian jabatan dan pengangkatan jabatan di lingkup Polda Jatim.

“Pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah dalam suatu organisasi untuk penyegaran. Kepada pejabat lama saya ucapakan selamat bertugas ditempat yang baru, dan kepada pejabat baru selamat datang dan bergabung di Polres Gresik, tetap pertahankan apa yang sudah baik,”kata alumnus Akpol 2001 dalam sambutannya  (*)

Gerbong Polri Bergerak Kabag Sumda dan Kapolsek Dimutasi Selengkapnya

QA Janji Wujudkan Mimpi Masyarakat Bangun Infrastruktur Jalan Beton

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (Paslon) Moh Qosim – Asluchul Alif semakin intens blusukan ke Kecamatan Balongpanggang. Setelah menggelar sambung rasa di Desa Ngasin dan Jombang Delik. Kini, paslon nomor urut satu itu menyambangi Desa Karangsemanding.

Sambung rasa yang dilakukan calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif ini bertujuan mewujudkan mimpi masyarakat tentang infrastruktur jalan. Jalan beton.  Selama jalan konstruksi paving. 

Jayus, warga setempat mengaku sangat mengapresiasi program betonisasi jalan yang telah digagas paslon QA ( Qosim-Alif). Konsep perbaikan infrastruktur dengan cara pengecoran ini dinilai tepat sekali.

WUJUDKAN MIMPI : Cawabup Gresik Asluchul Alif dalam sambung rasa di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : tim media QA )

“Nek dalan apik yo podo seneng. Sing gowo dagangan sek gak guling (Kalau jalannya bagus ya pada senang, biar yang bawa jualan juga tidak takut jatuh, Red),”ujar Jayus, yang juga tokoh masyarakat saat mengikuti agenda sambung rasa bersama cawabup Gresik Asluchul Alif di Desa Karang Semanding, Selasa 6 Oktober 2020.

Dokter Alif–sapaan akrab-Asluchul Alif menjelaskan alasan melakukan betonisasi jalan kabupaten agar lebih kuat dari aspal. Cawabup yang berpasangan dengan Cabup Moh Qosim ini berkomitmen ingin memberikan fasilitas yang semakin lebih baik lagi.

“Bapak dan Ibu pasti tahu kalau kekuatan jalan yang dipaving paling hanya 3 bulan sampai 1 tahun. Apalagi kontur tanah di wilayah selatan cenderung bergerak,”kata Alif. Dengan alasan itulah sehingga pola perbaikan pengaspalan atau pavingisasi tidak akan mampu bertahan lama. “Kalau gak di beton, tentu kondisi jalan mudah rusak,”lanjut ketua DPC Pantai Gerindra Gresik ini.

Program infrastruktur QA ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Gresik juga mampu melakukan perbaikan dengan kualitas bagus seperti di beberapa kota/kabupaten lainnya. “Selain kuat, betonisasi jalan juga bisa membuat warga Gresik bangga. Karena jalanan mulus,” tegasnya. (*)

QA Janji Wujudkan Mimpi Masyarakat Bangun Infrastruktur Jalan Beton Selengkapnya

49 Ribu Warga Kota Santri Belum Memiliki KTP Elektronik

GRESIK,1minute.id – Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) diluncurkan sejak 2011. Saat ini memasuki tahun kesembilan. Sudahkah semua penduduk Kota Santri memiliki single identitas itu.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) per 6 Oktober 2020 tercatat 49 ribuan penduduk Gresik belum memiliki e-KTP. Ruang pelayanan Dispendukcapil di bekas Kantor Bupati di Gresik Kota Lama Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik seakan tidak pernah sepi pemohon yang antre mengurus kependudukan. 

Akta kelahiran, kartu keluarga, e-KTP anyar, pembaruan maupun lainnya. Petugas menerapkan protokol kesehatan (prokes) sejak di gerbang masuk hingga ruang pelayanan.

PHYSICAL DISTANCING : Pemohon administrasi kependudukan di Dispendukcapil Gresik, Selasa 6 Oktober 2020. ( foto : chusnul cahyadi,/1minute.id )

Menurut Kadispendukcapil Gresik Khusaini, rata-rata setiap hari ada 500-an warga Kota Santri yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan. Antusiasme masyarakat ditengah masa pandemi korona itu membuat dispendukcapil menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Untuk pendaftaran kami lakukan online. Jadi yang datang ke sini (Dispendukcapil) sesuai jadwal. Tujuannya untuk mencegah kerumunan masyarakat,”kata Khusaini ditemui 1minute.id, Selasa 6 Oktober 2020.

PARKIR MOTOR : Ratusan motor pemohon administrasi kependudukan di Dispendukcapil Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Kedatangan pemohon administrasi kependudukan itu mayoritas dari Gresik Kota. Yakni, Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. “Untuk pemohon di luar tiga kecamatan itu bisa mengurus di kecamatan masing-masing,”imbuh mantan Kabag Kesejahteraan Sosial (Kesra) Pemkab Gresik itu.

Sebagian besar masyarakat yang datang administrasi kependudukan ini adalah permohonane-KTP baru, perubahan,  hilang dan rusak. “Mayoritas pengambilan dan perekaman pemula,”kata Khusaini. 

Lebih lanjut Khusaini mengatakan, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ada 49 ribu belum terintegrasi antara KTP dengan akta kelahiran. “Hasil coklit (pencocokan dan penelitian) KPU ada 11.041 dari 49 ribu yang belum memiliki e-KTP,”jelas lelaki murah senyum itu.

Dispendukcapil tambahnya, telah melakukan verifikasi dan mendistribusikan 3 ribu. “Sisanya 8 ribu data penduduk itu kami print by name by adress per desa per kecamatan,”katanya.

Sekarang tinggal kepedulian masyarakat yang belum memiliki e-KTP untuk mengurusnya. Karena datanya sudah dikirimkan ke kecamatan. “Mereka sudah ngerti data belum melakukan rekam bisa mengurus ke kecamatan masing-masing. Untuk Gresik Kota (Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar) ngurusnya kesini,”katanya.

Pelayanan di dispendukcapil terus dilakukan perbaikan. Bila sebelumnya, pemohon paket administrasi kependudukan melewati beberapa loket. “Sekarang setiap loket bisa mengurusi seluruhnya. Akta, e-KTP, KK dan lainnya,”ungkapnya. 

Bila data lengkap, Khusaini, memberikan jaminan administrasi kependudukan selesai maksimal sehari. “SOP (standar operasional prosedur) kami maksimal sehari selesai. Karena itu, petugas sampai tidak bisa berdiri,”selorohnya. (*)

49 Ribu Warga Kota Santri Belum Memiliki KTP Elektronik Selengkapnya

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA

GRESIK, 1minute.id – Pasangan calon nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif (QA) menggelar sambung rasa di dua desa di Kecamatan Balongpanggang. Cabup Qosim menggelar acara di Desa Ngasin. Sedangkan, Cawabup Alif memusatkan kegiatannya di Desa Jombang Delik.

Di Desa Ngasin, Cabup Moh Qosim mendapatkan keluhan tentang hasil panen petani kerap gagal. Penyebabnya, serangan hama, irigasi hingga persoalan Kali Lamong yang kerap banjir ketika musim hujan.

Heru, salah satu petani di Desa Ngasin curhat tentang kabar rencana pemerintah mencabut subsidi untuk pupuk. Selama ini, tambahnya, petani mengandalkan pemupukan menggunakan pupuk bersubsidi.  “Kami berharap jangan sampai (pupuk subsidi) dihapus pak, masih banyak warga yang tidak mampu untuk membeli. Dan ada yang beli, ujung-ujungnya pupuk sudah habis,”katanya.

Penghapusan subsidi pupuk itu, tambahnya, akan membuat beban petani semakin berat. Sebab, petani selama ini sering merugi karena gagal panen akibat diserang hama tikus atau wereng coklat. “Ini saja sudah habis masa panen, belum memuaskan untuk ekonomi bagi petani,”katanya.

Warga lainnya berharap kepada Pak Qosim-sapaan-Moh Qosim ketika terpilih untuk menuntaskan persoalan Kali Lamong.

SAMBUNG RASA : Calon Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif dalam sambung rasa di Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : tim media QA )

Sementara itu, Cawabup Asluchul Alif yang menggelar sambung rasa di Desa Jombang Delik mendapatkan keluhan serupa. Diantaranya, minimnya saluran irigasi pertanian. Sebagian petani di desa selama ini menyedot air melalui pipa menggunakan genset untuk pengairan. “Biayanya sangat mahal,”kata petani setempat. 

Bagaimana tanggapan Moh Qosim dan Asluchul Alif (QA). Cabup Qosim mengatakan pihaknya bila terpilih sebagai Bupati bersama Wabup dokter Alif akan mengupayakan penambahan jatah pupuk bersubsidi untuk petani. 

Diakui kebutuhan pupuk bersubsidi kurang, dan itu terjadi di seluruh Indonesia. Namun demikian QA nanti akan berjuang menambah jatah alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. “Terlebih Gresik merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Timur,”kata Pak Qosim.

Soal Kali Lamong yang sering banjir, ketua DPC PKB Gresik itu berjanji akan menyelesaikan persoalan Kali Lamong di tahun pertama pengabdian QA.  “Dulu Balai Besar Bengawan Solo (BBWS, Red) belum mengizinkan karena menunggu keputusan beberapa kota yang tidak hanya Gresik dilewati Kali Lamong,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Gresik ini.

Sementara itu, dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif menambahkan, selain mengupayakan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani. Juga, akan membuat kartu tani. “Kartu tani diharapkan mampu memberikan solusi termasuk mengenai masalah pupuk,”kata Alif.

“Kartu tani nanti difungsikan untuk memberikan informasi data yang valid antara kebutuhan dan realisasi program yang berhubungan dengan pengembangan sektor pertanian,”tambah Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini.

Terkait penambahan infrastruktur desa, Alif melanjutkan, akan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan infrastruktur di tingkat desa. “Basis data informasi berasal dari pemerintahan desa (usulan dan program),”jelas dia. (*)

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA Selengkapnya

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law

GRESIK,1minute.id – Buruh dan mahasiswa tumplek-blek di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020. Tujuan mereka sama. Menolak diundangkannya undang-undang (UU) omnibus law Cipta Karya.

Undang-undang itu dianggap bakal semakin menyengsarakan nasib buruh. “Kita sudah siapkan rencana untuk judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Nanti DPP LEM yang akan melakukan,”tegas Ali Muchsin, Ketua DPC LEM Gresik diatas mobil komando, Selasa 6 Oktober 2020.

TOLAK OMNIBUS LAW : Ratusan buruh tergabung dalam sekretariat bersama serikat pekerja-serikat buruh (SP-SB) menggelar aksi di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Ali mencontohkan, cuti haid dua hari buruh perempuan selama diperoleh dengan tetap di gaji. “Disahkan omnibus law cuti haid di hapus,”kata Ali. Kemudian, pekerja outsourcing akan dikontrak seumur hidup. Padahal jumlah buruh di Kota Giri mencapai 200 ribu. “Kami terpaksa turun ini murni  berjuang untuk kepentingan kami semua,”tegasnya.

MAHASISWA : Puluhan mahasiswa ikut turun aksi menolak UU omnibus law di depan Gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Unjuk rasa buruh dan mahasiswa ini sudah tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan. Physical distancing. “Karena pejabat di pusat yang tidak peduli terhadap rakyat. Mohon maaf kalau kami akhirnya berunjuk rasa,”tegasnya.

Selama 60 menit massa buruh dan mahasiswa menggelar orasi. Akan tetapi, tidak satu pun anggota parlemen di kota Gresik yang menemui  mereka. Namun, buruh dan mahasiswa tetap melakukan orasi secara bergantian. Cabut…cabut…omnibus law. (*)

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law Selengkapnya

Sinergi TNI-Polri, Berikan Rasa Aman dan Nyaman. Kamtibmas Kota Santri Semakin Kondusif

GRESIK,1minute.id – Tentara Nasional Indonesia genap berusia 75 tahun, Senin 5 Oktober 2020. Peringatan HUT TNI itu digelar sederhana di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik. 

Tasyakuran dengan memotong nasi tumpeng dan roti tart. Tasyakuran itu diikuti Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto beserta pejabat utama.

Melihat dua institusi di Kota Santri begitu akrab, solid membuat hati masyarakat Kota Santri adem. Memberikan perasaan aman dan nyaman. Kamtibmas dan kondusifitas Kota Gresik semakin terjaga. (*)

Sinergi TNI-Polri, Berikan Rasa Aman dan Nyaman. Kamtibmas Kota Santri Semakin Kondusif Selengkapnya

Kapolres Ingatkan Protokol Kesehatan, Rencana Sekber SP-SB Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

GRESIK,1minute.id – Ratusan pekerja tergabung dalam sekretariat bersama serikat pekerja – serikat buruh (SP-SB) bakal turun ke jalan, Selasa 5 Oktober 2020.
Ada dua sasaran yang dituju oleh para pekerja itu. Yakni, Kantor DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik dan Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.

Tuntutan mereka adalah menolak penetapan rancangan undang-undang (RUU) omnibus law sebagai undang-undang.
“Kami akan unjukrasa dua hari. Selasa kami bergerak di Gresik. Rabu off. Kamis kami bergerak ke Pemprov Jatim,”ujar Subari, pengurus sekber SP-SB, Senin 5 Oktober 2020. Ali Muchsin menambahkan, pihak akan tetap turun jalan untuk menolak penetapan RUU Omnibus Law menjadi undang-undang.

SAMAKAN PERSEPSI : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menggelar silaturahmi bersama Disnaker, Apindo dan pengurus sekber SP-SB di Mapolres Gresik, Senin 5 Oktober 2020 ( foto : humas Polres Gresik )

Sementara itu, di Aula Parama Satwika 98 Mapolres Gresik digelar silaturahmi antara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama Kodim 0817 Gresik, Kepala Disnaker Gresik Ninik Asrukin dengan ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi S., serta pengurus Sekber SP-SB Gresik.

Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi menjaga kondusifitas kamtibmas di Kota Santri ini. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan kepada pengurus Sekber SP-SB dalam kegiatan aksi unjuk rasa tetap melaksanakan protokol kesehatan serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum.

“Tetap jaga kondusifitas di Gresik serta tetap mengutamakan Protokol kesehatan dalam kegiatan aksi unjuk rasa,”kata alumnus Akpol 2001, Senin 5 Oktober 2020. Pasalnya, tambah AKBP Arief, Gresik masih zona oranye. “Setiap hari masih ada penambahan pasien terpapar Covid-19,”katanya. 

KADISNAKER Gresik Ninik Asrukin

Sementara itu, Kepala Disnaker Gresik Ninik Asrukin menambahkan silaturahmi bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menghasilkan kesepakatan untuk menjaga kondusifitas di Gresik.

“Asprirasi dari teman-teman serikat terkait omnibus law sudah disampaikan oleh Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto, Red) ke pemerintah pusat,”kata Ninik di Mapolres Gresik. Ninik berharap, persoalan omnibus law mendapatkan solusi terbaik. “Sehingga penyebaran Covid-19 di Gresik juga segera berakhir,”harap Ninik. (*)

Kapolres Ingatkan Protokol Kesehatan, Rencana Sekber SP-SB Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Selengkapnya

Rumah Sakit Non Covid, Layanan Unggulan Trauma Center Resmi Beroperasi di Menganti

BUPATI Gresik Sambari Halim Radianto meresmikan RS Non Covid di Jalan Raya Menganti, Gresik, Kamis 1 Oktober 2020 ( foto : Humas Pemkab Gresik )

GRESIK, 1minute.id – Pandemi korona membuat masyarakat khawatir berobat di rumah sakit. Pasalnya, hampir semua rumah sakit melayani pasien terkonfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Kini, di Kota Santri ada rumah sakit yang khusus melayani pasien non-covid. Rumah sakit namanya Eka Husada Gresik yang diresmikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kamis 1 Oktober 2020. Rumah sakit berada di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto brrharap beroperasinya RS Eka Husada ini tidak ada lagi pasien non COVID yang ketakutan masuk rumah sakit. “Selama ini disinyalir banyak orang sakit yang takut mendatangi rumah sakit. Hal ini sangat berbahaya karena akan semakin meningkatkan jumlah orang yang penyakitnya semakin parah dan meninggal dunia,”ujar Bupati Sambari. 

Rumah Sakit Eka Husada ini, tambahnya, sebagai jawaban agar pasien tidak takut datang ke Rumah Sakit. Beroperasi rumah sakit ini, tambahnya,.menambah jumlah tempat tidur rumah sakit di Gresik menjadi 1.716 tempat tidur.

Untuk kasus Covid di Gresik sudah semakin membaik. Indikatornya jumlah pasien Covid yang ada di pondok rehabilitasi atau rumah sakit lapangan di Stadion Gelora Joko Samudro sudah sangat berkurang. “Okupansinya hanya 9 tempat tidur yang terisi dari 200 tempat tidur yang disiapkan saat ini,”jelas bupati berlatar pengusaha ini. 

Bupati Sambari menegaskan program kesehatan adalah yang paling utama. Dia berharap, semoga dengan diresmikannya terletak di Jalan Raya Menganti Gresik ini akan semakin meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Gresik.   

Sementara itu, Dirut PT Rumah Sakit Eka Husada dr Indrawati MARS mengatakan Rumah Sakit Eka Husada adalah sebuah rumah sakit swasta kelas C dengan 101 tempat tidur. Rumah sakit ini, berfokus sebagai rumah sakit traumatologi dengan layanan unggulan trauma centre.

“Kami fokuskan disana karena lingkungan rumah sakit adalah jalur padat lalu lintas dengan volume kendaraan berat yang super sibuk. Lingkungan kami juga banyak industri berat,”katanya. (*)

Rumah Sakit Non Covid, Layanan Unggulan Trauma Center Resmi Beroperasi di Menganti Selengkapnya

Upacara Hari Kesaktian Pancasila Virtual Tetap Khidmat

GRESIK , 1minute.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020 di Monumen Pancasila Sakti, Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2020.

Pantauan 1minute.id dari siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, upacara dihadiri secara virtual pejabat publik dengan protokol kesehatan (prokes). Memakai masker dan berjaga jarak.

Di Pemkab Gresik, upacara digelar di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik,  Kamis 1 Oktober 2020. 
Upacara diantaranya, dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto,  Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail,  Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Meski virtual, upacara berlangsung khidmat. 

VIRTUAL : Forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila virtual di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, 1 Oktober 2020 ( foto : Humas Polres Gresik )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan peringatan hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan di setiap daerah sesuai zona. Untuk zona kuning atau hijau dilaksanakan upacara secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk zona oranye atau merah seperti Kabupaten Gresik digelar secara virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan upacara tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. (*)

Upacara Hari Kesaktian Pancasila Virtual Tetap Khidmat Selengkapnya

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik

GRESIK, 1minute.id – Tahapan pemilihan bupati (Pilbup) terus bergulir. Saat ini, dua pasangan calon (Paslon) sedang berkampanye untuk memikat hati calon pemilih. Sementara itu, Polres Gresik mematangkan kesiapan pengamanan coblosan 9 Desember 2020. 

Sebanyak 2.260 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Linmas. Nah, untuk mengetahui kesiapan Polres Gresik melakukan pengamanan pesta demokrasi itu, Waka Polda Jatin Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo melakukan kunjungan kerja ke Polres Gresik, Rabu 30 September 2020. 

Sekitar pukul 15.00, Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo tiba di Mapolres GresikJenderal bintang satu itu disambut langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Mereka kemudian menuju Aula Parama Satwika 98. Selama 1,5 jam dilakukan di lantai dua gedung sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Gresik itu.

Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, kedatangannya untuk melihat kesiapan Polres Gresik dalam pelaksanaan pengamanan Pilbup Gresik. “Karena kesiapan ini wujud tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat,”ujar Brigjend Slamet Heru.

Pilbup tahun ini, tambahnya, berbeda karena digelar pada masa pandemi korona dan negara dalam kondisi resesi ekonomi. “Karena situasi Covid saat ini sangat berpengaruh dalam setiap tahapan . Maka dalam masa kampanye tetap mengutamakan protokol kesehatan,”tegas Brigjend Slamet Hadi. Polri harus ikut berperan dalam penurunan kasus Covid-19. “Jangan sampai ikut meningkatkan kasus Covid – 19,”katanya. 

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto menerima kunjungan rombong dari Polda Jatim di Mapolres Gresik ( Foto Humas Polres Gresik)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, Polres Gresik mendapatkan hibah dana pengamanan Pilbup 2020 sebesar Rp 5 miliar. “Untuk pengamanan di kota diutamakan di Kantor KPU, Kantor Bawaslu dan rumah pasangan calon,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.

Dalam waktu dekat, tambah Kapolres Arief, Polres akan laksanakan simulasi dan persiapan pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada. “Untuk pengaman pilbup ini  akan terjunkan 2.260 personil gabungan Polri, TNI dan linmas,”ungkapnya. (*)

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik Selengkapnya