KSAL Gelontor Bantuan dan Baksos, Bupati Gresik Fandi Akhmad Siapkan Huntara dan Huntap Bagi Rumah Warga Rusak Berat

GRESIK,1minute.id – Bantuan untuk korban gempa bumi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik terus mengalir. Kali ini, bantuan datang TNI Angkatan Laut. Bantuan dibawa langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali tiba pada Sabtu, 30 Maret 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mendampingi langsung bantuan sosial dan bakti sosial untuk para korban gempa Bawean dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. Bantuan yang diberikan di antaranya berupa pengobatan gratis untuk penyakit ringan dan ribuan paket sembako. Untuk itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AL atas bantuan yang telah diberikan untuk warga Bawean terdampak.

“Alhamdulillah, ada banyak sekali bantuan yang telah kita terima hari ini dari TNI AL. Semoga ini menjadi suntikan semangat kita untuk lebih kuat dan tabah dalam menghadapi bencana ini,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu. Ia menambahkan, Pemkab Gresik akan memberikan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana yang rumahnya terdampak. Kebutuhan dasar berupa hunian sementara alias huntara. Dan bantuan hunian tetap atau huntap ini dikhususkan bagi rumah terdampak dengan kategori rusak berat.

“Nanti kita akan memberikan bantuan hunian sementara atau hunian tetap untuk beberapa rumah dengan kategori rusak berat. Kita juga terus mendorong perusahaan di Gresik untuk mengerahkan CSR nya berupa bahan bangunan bagi warga Bawean yang terdampak,” harap orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Data dari Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik per 27 Maret 2024, terdapat 9 desa dengan 14 rumah terdampak yang telah terverifikasi lengkap rusak berat dan akan mendapatkan bantuan hunian sementara atau hunian tetap. Jumlah ini tentu akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, mengingat data kerusakan yang telah dirilis beberapa waktu lalu lebih dari itu. Adapun rumah warga terdampak kategori rusak ringan dan rusak sedang akan diberikan bantuan material (semen, genteng, dan baja ringan) dari CSR atau pihak lain.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, melaporkan bahwa kondisi gempa saat ini berangsur hilang dan tidak ada ancaman tsunami. Ia juga menegaskan, langkah utama saat ini adalah melakukan perbaikan untuk beberapa rumah dan fasilitas umum, agar meringankan beban masyarakat Bawean.

“Yang paling utama adalah rumah dan fasilitas umum yang rusak harus diperbaiki, karena layanan masyarakat harus terus berjalan. Maka rumah yang rusak nanti akan diberi penggantian oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” ujarnya.

Adhy Karyono juga berpesan kepada masyarakat Bawean untuk terus waspada terhadap gempa susulan. Menurut data dari BMKG Bawean, per 30 Maret 2024 pukul 14:00 WIB, jumlah gempa mencapai 380 kali dengan magnitudo terbesar Mg 6,5 dan terkecil Mg 2,5.

Dalam acara yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, mengapresiasi antusiasme masyarakat saat pembagian bantuan. Ini menandakan bahwa masyarakat Bawean tetap semangat meski telah mengalami bencana.

“Ini menjadi wujud nyata untuk memulihkan masyarakat yang terdampak oleh gempa di Bawean. Bahwa solidaritas tidak hanya kata-kata tapi juga tindakan nyata. Musibah ini juga mengajarkan agar kita tetap bersatu untuk membantu masyarakat,” ungkap KSAL Muhammad Ali.

Selain KSAL, penyaluran bantuan sosial ini juga dihadiri Panglima Komando Armada Laksamana Madya Tni Denih Hendrata, Panglima Komando Armada II Laksamana Madya Arianto Condrowibowo, Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut Laksamana Muda Sisyani Jaffar, Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Komandan Lantamal V Brigjen TNI Joni Sulistiawati, Danrem 084 Bhaskara Jaya Brigjen TNI Yusman Madayun, Dandim 0817 Gresik Letkol Infanteri Ahmad Saleh Rahanar, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahur Rahman, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Gresik Misbahul Munir, dan perwakilan DCKPKP Gresik. (yad)

KSAL Gelontor Bantuan dan Baksos, Bupati Gresik Fandi Akhmad Siapkan Huntara dan Huntap Bagi Rumah Warga Rusak Berat Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Resmikan Masjid KH Robbach Ma’sum di Kompleks Islamic Center 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Masjid KH Robbach Ma’sum pada Jumat, 29 Maret 2024. Masjid tiga lantai itu berada di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Peresmian masjid dalam kompleks Islamic Center itu diawali buka puasa, Salat Maghrib dan Isya kemudian dilanjutkan Salat Tarawih kemudian ditutup peringatan Nuzul Quran.

Ribuan warga tumplek-blek dalam pengajian KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah ini. “Hari ini (Jumat) bersama-sama kita saksikan peresmian bangunan prasasti yang tahun lalu mulai kita bangun. Semoga kedepan bisa memberikan manfaat dan bisa dipergunakan masyarakat Balongpanggang dan sekitarnya,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pada Jumat malam, 29 Maret 2024.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad mengenang, kala itu dirinya bersama jajaran melakukan tinjauan terhadap struktur bangunan yang tidak tuntas di Desa Kedungpring. Berikutnya, diawali dengan konsultasi dengan aparat penegak hukum, didapatkan kesimpulan bahwa struktur bangunan tersebut bisa dilanjutkan pembangunannya.

“Kami kemudian mengubah rancangannya untuk menjadi sebuah simbol atau identitas bangunan ikonik yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik bersama-sama dengan DPRD terus berusaha mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah di Kabupaten Gresik,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Penyematan nama KH. Robbach Ma’sum pada masjid bukan tanpa makna. Ia mengungkapkan, penamaan nama tersebut merupakan bentuk dedikasi dan penghormatan kepada Bupati Gresik dua periode yakni 2000 – 2010 tersebut. Bupati Gresik yang mengusung tagline “Membangun Desa, Menata Kota” itu. “Beliau (almarhum KH Robbach Ma’sum, Red) adalah tokoh masyarakat, ulama, kiai sekaligus pernah menjadi pemimpin kita semua,” pungkasnya.

MASJID KH ROBBACH MA’SUM: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan dalam peresmian Masjid KH Robbach Ma’sum, Bupati Gresik dua periode 2000-2010 di kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik pada Jumat malam, 29 Maret 2024 (Foto : Diskominfo Gresik untuk 1minute.id)

Kegiatan peresmian ini menjadi momen yang sangat istimewa. Hal ini lantaran bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Quran 1445 H, sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-50 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-537 Kota Gresik. “Pada tahun ini Insya Allah kita lanjutkan pembangunan kompleks Islamic Center dengan pembangunan museum Digital dan Perpustakaan berupa Gresik Universal Sains (GUS). “Lalu, akan dibangun juga aula dan pujasera yang akan mengakomodir pelaku UMKM,” sambungnya.

Untuk diketahui, Kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang ini menempati lahan seluas 21.673  meter persegi. Dalam kompleks itu terdapat 3 bangunan, yakni masjid bernama KH Robbach Ma’sum ; Gresik Universal Sain (GUS) atau perpustakaan digital dan gedung serba guna. Untuk tahap awal yang selesai dibangun adalah bangunan Masjid KH Robbach Ma’sum. Masjid tiga lantai ini berdiri atas lahan seluas 1.900 meter persegi. Lantai 1 dan 2 untuk jamaah pria, lantai 3 untuk jamaah perempuan dan lantai atas alias rooftop untuk kuliner. 

Islamic Center di Desa Kedungpring ini, diharapkan bisa menjadi khazanah baru, tempat destinasi baru di perbatasan Gresik-Mojokerto itu. Legasi baru masa kepemimpinan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Resmikan Masjid KH Robbach Ma’sum di Kompleks Islamic Center  Selengkapnya

Andil Raih Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Tali Asih dan Uang Tunai Kepada Paskun

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 500 petugas kebersihan dan pemeliharaan taman-biasa disebut-pasukan kuning (Paskun) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menerima tali asih berupa sembako dan uang tunai dari Bupati Fandi Akhmad Yani di TPA Kelurahan Ngipik pada Rabu, 27 Maret 2024. 

Pemberian tali asih sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kinerja para petugas kebersihan, dalam menciptakan Kabupaten Gresik menjadi kota bersih dan sehat sehingga mendapatkan Piala Adipura 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Fandi Akhmad Yani  mengucapkan banyak terima kasih, kepada seluruh petugas kebersihan. Dirinya juga mengapresiasi atas kinerja petugas kebersihan dan pertamanan DLH yang patut diberikan penghargaan. “Mereka selalu hadir baik dalam menciptakan kebersihan, kesehatan, lingkungan maupun di TPA dan TPS. Dari situ Kabupaten Gresik mendapatkan kembali piala Adipura,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Dikatakan, dengan mendapatkan penghargaan tersebut Kabupaten Gresik dikenal dengan kebersihannya yang berkaitan dengan kesehatan. Ini dibutuhkan kegigihan dan konsisten, maka perlu senantiasa dijaga.”Kita semua tahu berkat kegigihan mereka Kabupaten Gresik bisa meraih Adipura. Mereka mempunyai peran yang sangat penting didalam kebersihan daerah,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia  menambahkan, keberhasil meraih Piala Adipura menjadi capaian bersama. Mudah-mudahan sedikit tali asih ini memberikan manfaat buat saudara saudara semua. “Tak lupa mari kita doakan juga untuk saudara saudara kita yang di Bawean, agar segera pulih dan melakukan aktifitas kembali dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementara, Kasmuin, salah satu sopir pengangkut kebersihan mengaku senang atas pemberian tali asih berupa sembako dan uang kepada seluruh petugas kebersihan dan pertamanan Kabupaten Gresik. “Jangan melihat nilainya, semoga bermanfaat dan sedikit meringankan beban teman teman seluruh petugas. Ini merupakan wujud perhatian Bapak Bupati Gresik kepada kami,” tuturnya. (yad)

Andil Raih Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Berikan Tali Asih dan Uang Tunai Kepada Paskun Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Bansos Bentuk Perhatian Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelontorkan bantuan sosial program keluarga harapan (PKH). Bantuan sosial (Bansos) kepada berbagai kelompok masyarakat, diantaranya diberikan kepada kelompok inklusif (lansia dan disabilitas), penjaga makam, marbot, guru ngaji, janda miskin, dan anak yatim se-Kabupaten Gresik. 

Rincian, penerima manfaat kelompok inklusif sebanyak 1.400 orang janda miskin dan anak yatim sebanyak 25.095 orang, dan marbot, guru ngaji, dan penjaga makam sebanyak 10.156 orang. Bantuan sosial diberikan kepada penerima manfaat berupa uang tunai dengan nominal yang beragam. Kepada kelompok inklusif, diberikan bantuan sosial sebesar Rp 500 ribu per orang dan untuk kelompok penerima manfaat lain diberikan masing-masing sebesar Rp 200 ribu per orang.

“Nominalnya memang tidak banyak, namun sejatinya bantuan ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik kepada panjenengan semua,” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang hadir dalam Penyaluran Bansos di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa, 26 Maret 2024. 

Bansos yang dibagikan oleh Dinas Sosial Gresik itu bertujuan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di Kecamatan Manyar yang menjadi titik awal penyaluran bansos itu terdapat kelompok inklusif 172 orang ,  janda miskin dan anak yatim sebanyak 2.513 orang dan marbot, guru ngaji dan penjaga makam 1.310 orang.

Sementara itu,Supardi, penerima manfaat kelompok inklusif asal Desa Tebalo mengaku gembira menerima bantuan sosial dari Pemkab Gresik. Rencananya, bantuan sosial tersebut akan dibelikan kebutuhan sehari-hari menjelang Idul Fitri. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupati dan Bu Wabup. Bantuan hari ini sangat membantu dan bisa dipakai untuk membeli kebutuhan pokok untuk hari raya,” ujarnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Bansos Bentuk Perhatian Pemkab Gresik  Selengkapnya

Tim Trauma Healing Dari TNI Dan Polri Diberangkatkan ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik bersama Kodim 0817/Gresik mengirim ribuan paket sembako bantuan dan tim trauma healing. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar memimpin pemberangkatan bantuan sosial (Bansos) dan tim Trauma Healing Polres Gresik ke Pulau Bawean.

Tim trauma healing sebanyak 31 personil TNI dan Polri berangkat dengan naik kapal cepat, Express Bahari dari Pelabuhan Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. AKBP Adhitya Panji Anom berharap kehadiran polisi dapat membantu meringankan beban korban gempa di Pulau Bawean. “Banyak warga yang trauma sehingga kami menurunkan tim trauma healing untuk korban gempa di Pulau Bawean,” ungkap Adhitya Panji Anom. 

Untuk diketahui, memasuki hari keempat ribuan warga terdampak gempa Bawean masih memilih mengungsi di tempat terbuka. Mereka masih trauma. Sebab, gempa susulan masih terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Gresik mencatat ada 251 gempa susulan meski kekuatan sangat kecil. Selain gempa susulan itu, banyak seliweran kabar hoaks tentang ancaman tsunami. (yad)

Tim Trauma Healing Dari TNI Dan Polri Diberangkatkan ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Pemerintah Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Gempa. Ini Besaran Ganti Ruginya!

GRESIK,1minute.id – Memasuki hari keempat, gempa susulan masih terjadi di Pulau Bawean pada Senin, 25 Maret 2024. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 251 gempa susulan. Akibatnya, trauma masih menyelimuti ribuan warga di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean yang terdampak lindu dengan kekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu.

Warga masih memilih untuk mendirikan tenda-tenda di tempat terbuka. Sebagian lainnya ada yang memilih pulang dan mendirikan tenda dari terpal di halaman rumah masing-masing sambil menjaga asetnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat gempa bumi terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mengakibatkan ribuan rumah mengalami kerusakan ringan sampai berat. Di Pulau Bawean yang berada di titik terdekat gempa mengalami dampak paling parah. Di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak tercatat sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, trauma yang dialami masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik belum hilang karena masih merasakan ada getaran atau gempa susulan meski kekuatan kecil. “Tapi, sudah banyak juga pulang, namun mendirikan tenda terpal di halaman rumahnya,” kata Suharyanto dalam Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. 

Rakor dipimpin oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono ini diikuti semua stakeholder terkait dalam Penanggulangan bencana gempa di Pulau Bawean. Stakeholder diantaranya, Korem V Bhaskara Jaya, Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Basarnas, BDPD Jatim dan BPBD Gresik serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik, Lamongan dan Pemkot Surabaya. 

Terkait rumah rusak warga, imbuhnya, pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada warga terdampak bencana gempa ini. Untuk kerusakan ringan akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 15 juta, rusak sedang mendapatkan ganti kerugian Rp 30 juta dan rusak berat mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 60 juta. “Untuk kerusakan berat, nantinya yang membangun adalah dari BNPB agar rumah tahan gempa,” ujarnya. Sedangkan, kerusakan ringan dan sedang, bisa dilakukan oleh warga  terdampak sendiri. 

Suharyanto meminta kepada kepala daerah alias Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk menentukan kriteria kerusakannya dengan menggandeng dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR). “Untuk kreteria kerusakan ringan dan sedang bisa menimbulkan polemik karena ada nominal ganti ruginya,” ungkapnya. 

Meski yang dibahas dalam rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik tergolong berat. Akan tetapi, pembahasan terasa gayeng. Sesekali diselingi guyonan. Suharyanto misalnya, untuk kebutuhan makan warga terdampak sekali-kali nasi krawu. “Senyaman-nyaman hidup d tenda, akan lebih nyaman berada di dalam rumah,” katanya bertamsil. (yad)

Pemerintah Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Gempa. Ini Besaran Ganti Ruginya! Selengkapnya

Masa Tanggap Darurat, Kebutuhan Dasar Prioritas, Kepala BNPB : Warga Berangsur Pulang

GRESIK,1minute.id – Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. Rakor dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Tanggap darurat selama 21 hari mulai 22 Maret hingga 11 April 2024.

Dalam rakor itu, disepakati bahwa penanganan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kebutuhan dasar itu, makan, dan minum, sanitasi serta kesehatan. “Status darurat kita sepakat, kebutuhan dasar warga terdampak seperti mamin, sanitasi , kesehatan dan sebagainya harus terpenuhi. Setelah Kebutuhan dasar terpenuhi, kita melangkah berikutnya yakni transisi Tanggap Darurat,” kata Letjen TNI Suharyanto usai acara di kantor Bupati Gresik pada Senin. 25 Maret 2024.

Ada tiga kabupaten/kota yang menetapkan status tanggap darurat gempa ini. Yakni, Kota Surabaya, Lamongan dan Gresik. Mantan Dandim 0817/Gresik itu didampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua Satgas Bencana BUMN Wilayah Jawa Timur juga Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melanjutkan Tanggap darurat dan transisi tanggap darurat harus paraler. Bersama-sama,

melakukan pendataan infrastruktur yang rusak dan mulai dibangun.

“Untuk mempercepat itu, BNPB dan Korem dan Polres sepakat mengirimkan tim. Salah satu perwira menjadi Satgas di Pulau Bawean,” kata jenderal bintang tiga itu. Gempa di laut Jawa, Tuban-Bawean terjadi psda Jumat, 22 Maret 2024. Memasuki hari keempat pascalindu dengan kekuatan 6,5 magnitudo itu ribuan warga di Pulau Bawean masih memilih mengungsi di tempat yang dianggap aman. Di lapangan, halaman rumah hingga distas bukit. Mereka mendirikan tenda. 

Letjen Suharyanto, mengatakan memasuki hari keempat gempa masih terjadi gempa susulan meski guncangan sangat lemah. “Kami mencatat ada 251 gempa susulan. Sehingga masyarakat masih trauma,” ujarnya.  Selain trauma, imbuhnya, banyak berita hoaks adanya ancaman tsunami. “Kami bersama semua stakeholder telah memberikan sosialisasi. Sekarang warga terdampak berangsur pulang meski mereka tidak tidur dalam rumah tapi mendirikan tenda di halaman rumahnya,” ujarnya. 

Selain kebutuhan dasar, Suharyanto melanjutkan kebutuhan normatif, mungkin ada kebutuhan spesifik seperti pakaian wanita dan makanan bayi. “Karena sifatnya pendahuluan, kalau kurang bisa diajukan,” katanya. 

Ia berpesan, koordinasi harus terus dilakukan dan terkait kebutuhan bisa di data secara berkelanjutan sampai status tanggap darurat selesai dan tidak ada gempa susulan.

Sebelumnya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga mengajak para Kades se-Bawean untuk membuat Tim Kedaruratan di Desa, agar komunikasi terkait koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat bisa jelas.

“Hari ini ada kapal yang mengangkut bantuan berangkat dari Pelabuhan Perak. Sampai saat ini juga semua terpantau aman dan terkendali baik terkait koordinasi, logistik, personel, rescue, dan sistem tanggap darurat juga teraktivasi dengan baik dan mudah sehingga tidak ada masalah,” tambahnya.

Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga memberangkatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa bahan pokok, kebutuhan dasar sehari-hari dan dapur lapangan TNI AD beserta tim tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa terlaksana dengan baik, kita doakan masyarakat Bawean terus dijaga dan terselamatkan, yang paling penting trauma healing tidak ada rasa kekhawatiran lagi bagi warga Bawean,” tuturnya. (yad)

Masa Tanggap Darurat, Kebutuhan Dasar Prioritas, Kepala BNPB : Warga Berangsur Pulang Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Tetapkan  Status Darurat Bencana Gempa Bawean

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi mulai 22 Maret hingga 11 April 2024. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu yang akan memimpin langsung penanganan kedaruratan pascagempa yang memporak-porandakan infrastruktur dan bangunan yang berada di kepulauan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu.

Fandi Akhmad Yani mengatakan, mulai Sabtu malam pihaknya terus mengidentifikasi. Hal ini dilakukan supaya penanganan darurat bencana gempa di Bawean teratasi dan berjalan dengan baik. Pihaknya juga meminta kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi maupun berita hoaks terkait tsunami dan lain lain.

“Saya minta kepada warga untuk tetap tenang, jangan terpancing berita hoaks terkait tsunami atau gempa lain yang membuat warga tidak nyaman. Mudah mudahan ini segera pulih agar warga dapat melakukan aktifitas seperti semula,” tutur Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai mendampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Suharyanto di Pulau Bawean pada Minggu  24 Maret 2024. 

Perlu diketahui dampak bencana gempa mengakibatkan 2.972 rumah rusak ringan, 1.286 rumah rusak sedang dan 820 rumah rusak berat.

Selain itu, gempa berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang Laut Jawa, Tuban-Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat selama tiga hari, sejak Jumat, 22 Maret sampai Minggu, 24 Maret 2024 terjadi gempa susulan sebanyak 229 kali dan memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Akibat gempa tersebut, sebanyak 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 rusak sedang dan 11 rusak berat. Selanjutnya 59 sekolah rusak ringan, 11 rusak sedang, 5 rusak berat, juga terdapat 1 pondok pesantren rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat, dan 1 rumah sakit mengalami rusak ringan. 

Gempa juga mengakibatkan 7 orang mengalami luka luka. Empat diantaranya dari Kecamatan Tambak dan tiga korban luka lainnya berasal dari Kecamatan Sangkapura Bawean. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Tetapkan  Status Darurat Bencana Gempa Bawean Selengkapnya

17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa

GRESIK,1minute.id – Gempa susulan masih terjadi di Pulau Bawean. Meski, tidak sedasyat pada Jumat sore, 22 Maret 2024 yang mencapai 6,5 magnitudo. Namun, suara gemuruh itu menimbulkan trauma bagi masyarakat berada di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean.

Masyarakat memilih tetap bertahan di tempat pengungsian dan di dataran tinggi meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak berpotensi tsunami. Data di dapat 1minute.id dari kantor Kecamatan Tambak menyebutkan, jumlah pengungsi mencapai 17.274 jiwa. Rinciannya, 6.203 anak-anak ; 8.563 dewasa dan 2.508 lansia. Ribuan pengungsi berasal dari 13 desa. 

Sebanyak 2.647 rumah rusak ringan, sedang dan berat. Desa Telukjatiwadang terdampak paling parah dalam bencana lindu yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. 

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Gresik Sukardi menyebutkan ada 5 kecamatan terdampak gempa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. Yakni, Kecamatan Duduksampeyan, Cerme dan Gresik. Serta, Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Warga Pulau Bawean yang terdampak paling parah. Sebab, titik gempa hanya 10 kilometer dari Pulau Bawean itu. 

Selain bangunan rumah, masjid, musala, sarana pendidikan, gempa mengakibatkan 7 orang mengalami luka ringan. Yakni, Hasi’ah, 71,  warga Dusun Tambak Timur, Desa Tambak, Kecamatan Tambak ;  Fatmawiyah, 46, asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia, 4, dari Desa Gelam, Kecamatan Tambak dan Amalia Riski ,18,  warga Desa Tambak Keramat.

Selanjutnya, Nur Hasanah, 39, warga Desa Tambak Keramat, Kemal Abdullah Al Gafiqi, 2 , warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana, 20, warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura.

“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara korban luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” sebut Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD Gresik Sukardi. (yad)

17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa Selengkapnya

Pimpin Penanganan Kedaruratan Pascagempa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ngantor di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ngantor di Pulau Bawean sehari pascabencana gempa berkekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu langsung memimpin penanganan kedaruratan pascagempa yang memporak-porandakan infrastruktur dan bangunan yang berada di kepulauan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga keliling mengunjungi warga terdampak gempa terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Pulau Bawean itu. Sesekali ia dan ribuan warga merasakan guncangan yang menimbulkan suara gemuruh itu. Bupati Fandi Akhmad Yani tiba di Pulau Bawean pada Sabtu, 23 Maret 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  mencatat terjadi 229 kali gempa susulan pada Sabtu, 23 Maret 2024.

“Kami memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana dan trauma healing kepada warga. Ini menjadi penting karena mengembalikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa Bawean baik-baik saja,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Jatim, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) anggota DPRD Gresik Dapil Bawean.

Dikatakan, koordinasi dan segala bentuk upaya mitigasi bencana sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik bersama BMKG untuk menangani warga yang terdampak. Tidak hanya bantuan, bupati juga memberikan trauma healing dan semangat kepada warga terdampak agar tetap tenang menghadapi kondisi yang ada saat ini. 

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebutkan ada 5 Kecamatan yang terdampak gempa di Laut Jawa, Tuban-Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Lima kecamatan yaknk Duduksampeyan, Cerme, Gresik dan dua di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan.

Untuk korban, BPBD mencatat 7 orang mengalami luka ringan. Yakni, Hasi’ah, 71,  warga Dusun Tambak Timur, Desa Tambak, Kecamatan Tambak ;  Fatmawiyah, 46, asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia, 4, dari Desa Gelam, Kecamatan Tambak dan Amalia Riski ,18,  warga Desa Tambak Keramat.

Selanjutnya, Nur Hasanah, 39, warga Desa Tambak Keramat, Kemal Abdullah Al Gafiqi, 2 , warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana, 20, warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura.

“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara korban luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” sebut Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD Gresik Sukardi. (yad)

Pimpin Penanganan Kedaruratan Pascagempa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ngantor di Pulau Bawean  Selengkapnya