GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggelar refleksi Sumpah Pemuda di Tetenger Keris Sumelang, Rabu 28 Oktober 2020.
Momentum kebangkitan pemuda ini digunakan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi itu untuk menyatukan tekad mendesak pemerintah mencabut omnibus law. Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan 5 Oktober 2020 dianggap cacat prosedural dan berpotensi menyengsarakan rakyat.
“Omnibus law Cipta Kerja harus dicabut,”teriak Ketua PC PMII Gresik Ahmad Faishol Ridho Abdillah, Rabu 28 Oktober 2020. Selain itu, mahasiswa terus mendesak pemerintah menghentikan tindakan represif, intimidasi dan penangkapan terhadap aktivis.
Aksi dilakukan mulai pukul 11.30 itu mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bahkan, jumlah personil pengamanan lebihi perserta aksi yang berlangsung tertib hingga pukul 12.30 itu.
Aktivis mahasiswa itu berusaha menggelorakan semangat pemuda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik mengambil peran aktif untuk mewujudkan dan memajukan kesejahteraan rakyat.
Momentum memperingati ke 92 tahun Sumpah Pemuda kembali merajut Persatuan Rakyat untuk mendesak pemerintah mencabut omnibus law dan hentikan kriminalisasi, intimidasi dan penangkapan massa aksi. (*)
GRESIK, 1minute.id – Potensi adanya klaster baru, pemilihan bupati (Pilbup) masih menjadi momok bagi penyelenggara pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha keras mengantisipasi.
Bahkan, untuk mencegah adanya klaster baru itu, kerja komisioner bagai petugas satuan gugus tugas (satgas) Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik di Hotel Aston Inn Gresik, Senin 26 Oktober 2020.
“Pilbup ini tantangan bagi kami. Karena aturan cukup rigit terkait protokol kesehatan. Bahkan, kami bagai satgas Covid-19 meski tidak punya kompetensinya,”kata Akhmad Roni dalam sosialisasi kerjabareng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik.
Sosialiasi dimoderatori Ketua PWI Gresik Sholahuddin itu berlangsung gayeng. Roni menjelaskan semua kegiatan terkait tahapan pilbup harus dilakukan dengan protokol kesehatan. “Seperti satgas covid. Ngurusi prokes itu ribet. Karena tidak ada keahlian untuk penanganan covid,”imbuhnya.
Dia mencontohkan rencana hari pencoblosan 9 Desember 2020. Seluruh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) lebih 22 ribu anggota itu harus menjalani rapid test. Anggaran tes cepat itu berasal dari APBN setiap anggota dianggarkan maksimal Rp 150 ribu. “Anggarannya sekitar Rp 3,4 miliar,”tegasnya.
Data didapat 1minute.id pilbup Gresik ini ada 2.264 tempat tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS rata-rata 7 petugas. Total petugas yang terlibat sekitar 15.848 orang. Ditambah Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mencapai 22 ribuan. Anggaran Covid-19 sebesar Rp 150 ribu per anggota dibutuhkan anggaran Rp 2,4 miliar.
Roni mengatakan, setiap TPS akan disiapkan tiga bilik suara. Dua bilik suara untuk pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius. “Satu bilik suara untuk pemilih yang hasil pengecekan thermo gun diatas 37,5 derajat celcius,”terangnya.
SOSIALISASI : Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi Pilbup Gresik kerjabareng PWI Gresik, Senin 26 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Saat ini, pihaknya sedang mengusulkan tinta tetes bagi pemilih yang telah melaksanakan hak pilihnya. “Pemilu sebelumnya pemilih mencelup jari ke wadah tinta,”katanya.
Bagaimana dengan pemilih yang terkonfirmasi korona? Mereka ada melakukan isolasi mandiri, dirawat di rumah sakit atau di pondok rehabilitasi korona di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).
Roni mengatakan, pemilih yang terkonfirmasi korona tetap memiliki hak untuk partisipasi dalam pilbup. “Nanti ada petugas memakai hazardous materials (hazmat) yang mendatangi pemilih yang terkonfirmasi korona,”tegasnya. Perkembangan korona di Kota Santri menunjukkan indikasi tertangani semakin baik.
Saat ini, status Gresik di zona oranye akan terus baik hingga zona hijau. “Saat pencoblosan wabah korona telah terselesaikan,”harapnya.
Sehingga partisipasi masyarakat dalam pilbup ini bisa mencapai standar nasional yakni 77,5 persen. “Target itu memang sulit. Apalagi saat ini kegiatan dibatasi,”tegasnya. Sebagai ilustrasi pemilu 2010 tingkat partisipasi masyarakat “hanya” 70,1 persen. Pad 2015 meningkat menjadi 70,10 persen. Pada pemilu 2019 menjadi 85,18 persen. (*)
GRESIK, 1minute.id– Kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) semakin dekat. Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik terlihat semakin solid untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Bupati – Cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT).
Seluruh pengurus partai yang mengusung paslon nomor urut dua itu menyatakan akan all out untuk memenangkan NIAT. Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda mengatakan, dalam pertemuan dilakukan Minggu, 25 Oktober 2020, pimpinan pusat telah menginstruksikan kepada pengurus mulai kabupaten hingga desa untuk memenangkan paslon NIAT.
“Semua jajaran PPP Gresik mulai tingkat kabupaten hingga desa harus satu komando memenangkan Niat. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi,”tegas Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadlir, Senin 26 Oktober 2020.
Dia menanbahkan pihaknya telah menginstruksikan semua pengurus dan kader PPP agar satu suara, satu tujuan, satu perjuangan untuk mewujudkan kemenangan Niat di Pilbup Gresik. “Alhamdulillah, semua kader dan pengurus sudah bulat, satu suara siap memenangkan Niat,”ujar Nadlir.
SOLID : Pengurus DPC PPP Gresik siap menangkan NIAT pada Pilbup Gresik ( foto : NIAT for 1minute.id)
Sementara Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda menambahkan proses penentuan rekomendasi oleh DPP kepada Gus Yani-Bu Min di Pilbup Gresik 2020 membutuhkan waktu cukup panjang. “Makanya, kenapa akhirnya DPP menjatuhkan pilihan kepada Niat, sebab DPP menilai Niat yang terbaik untuk pemimpin Gresik lima tahun mendatang,”kata Huda.
Karenanya, DPC PPP telah menginstruksikan kepada semuanya pengurus dan kader wajib memenangkan Gus Yani – Bu Min di Pilbup 2020,”imbuh Huda yang juga Ketua Tim Pemenangan Niat ini.
“Insya Allah, semua infrastruktur untuk berikhtiar memenangkan Paslon Niat sudah siap. Insya Allah ikhtiar kami ini akan berbuah hasil, Niat yang akan memenangkan Pilbup 2020 untuk mewujudkan Perubahan Gresik Baru yang lebih baik,”tambahnya. (*)
GRESIK,1minute.id– Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gresik (ARG) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gresik, Selasa 20 Oktober 2020.
Tuntutan massa tetap sama dari aksi pekan sebelumnya. Menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Massa di dominasi mahasiswa itu berorasi di bahu jalan depan gerbang masuk kantor bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Gresik.
Sinar matahari di atas ubun-ubun tidak menyurutkan semangat mereka mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja. Sebab, omnibus law ciptaker banyak menguntungkan tuan tanah.
Kordinator lapangan ARG Ahmad Faishol Ridho Abdillah mengatakan, disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja menunjukkan kebijakan pemerintah tidak mempedulikan aspirasi rakyat Indonesia.
Omnibus law ini akan semakin banyak monopoli tanah oleh pemodal. Dan, penguasa yang memiliki kebijakan.
“Pemodal yang akan membangun industri dengan upah murah, dan PHK sepihak,”tegasnya sambil menabur bungah sebagai simbol kematian demokrasi birokrasi di Indonesia.
AKSI ARG : Massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gresik ketika berunjuk rasa di depan Kantor Bupati mendesak pemerintah cabut omnibus lawa, Selasa 20 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
Faishol menjelaskan, sebelum omnibus law, monopoli dan perampasan tanah telah terjadi di Gresik. Perusahan-perusahan swasta dan BUMN menguasai ratusan bahkan ribuan hektar.
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik mengilustrasikan kondisi Kota Industri Gresik memiliki luas daratan 119.125 hektare. Petani Gresik berjumlah 61.243 kepala keluarga hanya memiliki rata-rata 0,5 hektare.
“Angka tersebut menunjukan betapa besarnya monopoli tanah yang dikuasai oleh tuan tanah dan pengusaha industri besar dalam negeri untuk memfasilitasi dominasi tuannya. Penjajahan kolonialisme, dan imperialisme terus melanggengkan penghisapan pada rakyat,”tegasnya.
MASSA ARG : Massa didominasi mahasiswa ini berunjuk rasa depan Kantor Bupati Gresik mendesak pemerintah mencabut UU Ciptaker ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Masa pandemi korona semakin membuat rakyat menderita. Selama pandemi, mulai Maret 202 sekitar 1.049 buruh di PHK dan 511 dirumahkan. Diperparah lagi, mahalnya biaya pendidikan Gresik yang tidak sebanding dengan keilmuan dan fasilitas.
“Ada sekitar 251.079 siswa dari SD-SMA mengalami putus sekolah. Angka kemiskinan, pengangguran dan buta huruf pun masih banyak dialami pemuda, dengan usia produktif di Gresik,”katanya. UU ciptaker, imbuhnya, bukan solusi. Mereka pun berulangkali meneriakkan kata Cabut Omnibus Law.
Selain berorasi aktivis ARG juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan. Ada enam tuntutan mereka teriakkan. Antara lain, terbitkan Perpu membatalkan omnibus law ; Hentikan represif dan kriminalisai massa aksi. Kemudian, bebaskan semua massa aksi yang ditangkap tanpa syarat serta wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. (*)
GRESIK, 1minute.id– Tim kampanye pasangan Qosim-Alif (QA) menyatakan keprihatinannya atas desakan ke Bawaslu untuk melarang Cabup Moh Qosim berceramah di tempat ibadah.
Menurut Sekretaris Tim Kampanye QA Hariyanto, calon bupati (Cabup) Gresik Moh Qosim sejak lama melakukan ceramah di masjid dan menyampaikan gerakan salat subuh berjamaah. “Sehingga, tudingan tim advokasi dan hukum pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) dinilai tidak berdasar dan berlebihan,”kata Hariyanto dalam siaran pers diterima 1minute.id, Minggu 18 Oktober 2020.
Hariyanto menambahkan pihaknya belum mengetahui fisik surat Tim Advokasi dan Hukum Niat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah ke Bawaslu Gresik itu. Jauh sebelum Pilbup Gresik 2020, tambahnya, Cabup Qosim memiliki aktivitas rutin sebagai seorang dai atau penceramah.
“Selama menjadi wakil bupati, Pak Qosim hampir tiap pagi mengawali aktivitasnya berceramah usai salat subuh di seluruh masjid di Kabupaten Gresik. Kegiatan ceramah ini sudah dilakoni Pak Qosim sejak lama,”kata Hariyanto.
Tidak hanya ceramah subuh, kata Hariyanto, Pak Qosim juga sering menjadi penceramah khutbah Jumat. Di beberapa kesempatan, Pak Qosim juga sering berceramah di kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya saat menerima undangan walimatul nikah, aqiqoh, peringatan hari besar Islam.
“Sehingga Pak Qosim berceramah tidak karena ada pemilihan bupati saja. Di tiap kegiatan dan undangan warga, Pak Qosim selalu diminta jadi penceramah,” terang dia.
Pak Qosim saat berceramah memenuhi undangan warga yang menggelar Aqiqoh di Desa Tebalo Kecamatan Manyar. Dalam ceramahnya, Pak Qosim menyampaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan serta teladan Nabi Muhammad SAW ( foto tim media center QA )
Dikatakan, selama berceramah, Pak Qosim tidak sekalipun menyinggung persoalan politik. Baik politik nasional maupun regional, lebih-lebih terkait pemilihan bupati Gresik seperti saat ini. Pak Qosim dalam setiap berceramah menyesuaikan momen dan undangan yang ada. Seperti mendukung imbauan pemerintah untuk protokol kesehatan Covid-19. Juga ceramah kehidupan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga kami menilai tudingan dari Tim Advokasi Niat terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi meminta Bawaslu melarang Pak Qosim berceramah di masjid ini yang kami anggap berlebihan,” jelas Hariyanto.
Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengatakan, selama ini dia memang berkeliling ke masjid, musala dan pondok pesantren untuk berceramah atau memenuhi undangan menyampaikan tausiyah kebaikan.
“Insya Allah selama saya berceramah agama, saya tidak pernah membawa-bawa masalah politik dalam konten ceramah. Saya hanya menyampaikan pesan kebaikan dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW. Kalaupun ada materi di luar itu, biasanya menyampaikan imbauan pemerintah seperti bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan Covid-19,”jelas Pak Qosim. (*)
GRESIK, 1minute.id – Tim advokasi NIAT mengapresiasi kinerja badan pengawas pemilu ( Bawaslu) Gresik. Menurut ketua harian advokasi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT) Irfan Choirie, kinerja bawaslu cukup profesional.
“Ditolaknya laporan Hariyadi menunjukkan kinerja bawaslu profesional. Kami mengapresiasinya,”puji Irfan Choirie didampingi Sekretaris tim advokasi Ali Muchisin dan Ponco Pratikno di Rumah Perjuangan NIAT di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020.
Menurut Irfan, laporan terkait nota kesepahaman (MOU) antara paslon NIAT dengan Barisan Guru Gresik (Barugres) tidak ada aturan yang dilanggar. Tim advokat sependapat dengan keputusan Bawaslu menyatakan laporan Hariyadi tidak memenuhi syarat (TMS).
TIM ADVOKAT NIAT : (ki-ka) Sekretaris Tim Advokat NIAT Ali Muchsin, Ketua harian tim advokat Irfan Choirie , dan Ponco Pratikno memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan NIAT, Sabtu 27 Oktober 2020 ( foto chusnul cahyadi/1minute.id )
“Laporan itu bertujuan untuk menggiring paslon nomor urut 2 (NIAT) di diskualifikasi. Dan Bawaslu sudah memutuskan laporan itu TMS. Keinginan menjadi calon tunggal gagal,”katanya.
Selain mengapresiasi kinerja bawaslu, Irfan mengatakan pihaknya telah bersurat kepada bawaslu terkait rencana salah satu calon memberikan tausiyah di salah satu tempat ibadah di Desa Sidorukun, Gresik, Minggu 18 Oktober 2020.
Menurut Irfan, pihaknya tidak melarang paslon untuk salat di masjid. Akan tetapi, tambahnya, seorang calon memberikan tausiyah berpotensi untuk berkampanye.
“Kami keberatan. Suratnya sudah dikirimkan kepada bawaslu. Sifatnya sebagai tindakan preventif. Karena paslon NIAT berkomitmen pilkada kondusif, jujur dan adil,”tegas Irfan. (*)
GRESIK, 1minute.id – Paguyuban Sopir Gresik (PSG) merapat ke Qosim-Alif (QA). Dukungan para driver konvensional itu di deklarasikan bersamaan dengan peresmian posko relawan Qosim-Alif (QA) di Cafe Soge Roso Dusun Hulaan, Desa Sidolemu, Kecamatan Menganti, Sabtu 17 Oktober 2020.
Deklarasi itu dihadiri langsung calon bupati (Cabup) nomor urut 1 Moh Qosim. Mereka percaya paslon Qosim – Alif (WA) mampu mengakomodir sejumlah harapan para sopir, jika nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik lima tahun ke depan.
“Jika nanti Pak Qosim bersama Dokter Alif memimpin Kabupaten Gresik, kami berharap bisa memfasilitasi kesejahteraan para sopir,” ujar Ketua PSG Parsan Hadi Prayitno. PSG berdiri tahun 2019. Paguyuban memiliki 117 anggota aktif ini mengedapankan rasa solidaritas antarsesama.
“Jika ada keluarga sopir yang kena musibah, pasti kita bantu dengan keuangan kas dari PSG. Yang sering, jika ada anggota kena musibah kecelakaan pasti kami galang bantuan,”imbuhnya.
DUKUNGAN PSG : Cabup Moh Qosim ditengah-tengah pendukungnya dari paguyuban sopir Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020
Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengapresiasi ketulusan paguyuban sopir yang sebagian besar adalah sopir truk untuk saling tolong menolong.
“Meski di lapangan banyak kerja tapi mereka punya kepekaan sosial. Ini jarang sekali sampai ada (paguyuban) kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan duafa,”tutur cabup yang diusung PKB dan Partai Gerindra ini.
Pak Qosim-sapaan akrab- Moh Qosim mengaku sudah mendengar kekompakan anggota PSG. “Ke depan kami Qosim – Alif jika mendapat amanah dari warga Gresik akan membantu untuk legalitas hukum paguyuban ini dengan gratis,”katanya.
Selain itu, tambahnya, juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait bantuan sosialnya (bansos). “Dan pastinya akan kami fasilitasi,” jelas cabup Qosim yang berpasangan dengan cawabup Asluchul Alif itu.
Pak Qosim menjanjikan memfasilitasi dengan melakukan sinergi antara pemerintah, paguyuban, dan perusahaan. Sehingga nantinya para pihak ini bisa saling melengkapi.”PSG adalah kebanggaan Kabupaten Gresik. Kami Qosim – Alif siap menjadi pelindung atau penasehatnya. Meski independen, tapi juga harus di akomodir oleh pemerintah demi kemajuan PSG,”tegas Pak Qosim. (*)
GRESIK,1minute.id– Sejumlah elemen kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan di Kota Santri bergandengan tangan. Bersatu untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota berpenduduk 1,3 juta ini tetap kondusif.
Mereka berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik untuk mengikuti Deklarasi Anti Anarkis, Jumat 16 Oktober 2020. Deklarasi bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif, itu diprakarsai Polres Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin acara dihadiri Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng, Kepala Kesbangpol Pemkab Gresik Darman, dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur Puji Astuti itu.
Sedangkan unsur organisasi kemasyarakat yang hadir diantaranya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pemuda Pancasila (PP), PC Ansor serta Banser Gresik.
BACA TEKS DEKLARASI ANTI ANARKIS : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama TNI perwakilan elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam deklarasi anti anarkitis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, Deklarasi Anti Anarkis bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif. Kondisi saat ini, tambah alumnus Akpol 2001 itu, keberhasilan pembangunan di Gresik telah dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Maka perlunya saling menjaga serta antisipasi atas tindakan maupun kegiatan oknum yang mengganggu Kondusifitas Gresik secara bersama-sama,”ujar perwira dua melati di pundak itu.
Kapolres Arief, mengajak semua pihak untuk antisipasi banyaknya pemberitaan Hoax yang sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab guna menciptakan situasi yang tidak aman. “Kami berharap kepada semua pihak dapat untuk tidak terprovokasi serta menjaga kondusifitas di Gresik,”ujarnya.
Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan, Pemkab Gresik sangat mendukung dengan adanya Deklarasi anti Anarkis yang diprakarsai Polres Gresik ini.
Kabupaten Gresik, Abimanyu, beda dengan daerah lain. Meski, saat ini kamtibmas masih dinilai aman. “Maka dengan adanya himbauan dari bapak Kapolres (AKBP Arief Fitrianto,Red) dan Bapak Kapolda (Irjen Pol M Fadil Imran,Red) untuk menyelenggarakan Deklrasi Anti Anarkis mari kita dukung kegiatan saat ini secara bersama-sama, sehingga jangan sampai terjadi kerusuhan. Khususnya di Gresik,”harap Abimanyu.
DEKLARASI ANTI ANARKITIS : Sejumlah elemen masyarakat serta ormas kepemudaan di Gresik bersama TNI, Polri menggelar Deklarasi Anti Anarkis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Dia melanjutkan sinergitas TNI-Polri berserta masyarakat secara bersama-sama mencegah terjadinya penyebaran Covid – 19. “Ditengah-tengah kondisi tersebut semua pihak menjaga tetap menjaga kerukunan khususnya Jaga Jawa Timur, Jaga Gresik,”tegasnya.
Ada dua poin dalam deklarasi yang dibacakan secara bersama-sama itu. Bunyinya, “Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik adalah masyarakat yang selalu siap sedia menjaga kondusifitas kamtibmas Kabupaten Gresik yang aman dan damai”
“Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik yang mengutuk keras segala bentuk anarkisme dan vandalisme karena tidak sesuai dengan budaya dan cita-cita luhur bangsa Indonesia”. (*)
GRESIK, 1minute.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan bupati dan wakil bupati 2020. Penetapan DPT Pilbup Gresik itu dilakukan di Hotel Horison, Kamis, 15 Oktober 2020.
Acara itu dihadiri panitia pemilihan kecamatan (PPK), Badan pengawas pemilu (Bawaslu), Kesbangpol, TNI dan Polri.
Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengataka proses penetapan daftar pemilih tetap ini cukup panjang. Sebelumnya KPU Gresik melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan PPDP untuk pendataan pemilih.
TAHAPAN PILBUP : Baliho tahapan pemilu ini dipasang di depan pintu masuk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik ( foto dokumen chusnul cahyadi/1minute.id)
Kemudian muncul daftar pemilih sementara (DPS) yang selanjutnya dilakukan uji publik DPS. Hingga akhirnya didapati jumlah DPT yang ditetapkan dalam rapat pleno terbuka.
“Bisa jadi data ini belum sempurna, tapi ini ikhtiar kami terkait pendataan pemilih. Kami bersama PPK dan PPS sudah berusaha maksimal. Jika ada masukan kami terima dengan bukti otentik dengan by name by address,”kata Roni dikutip melalui laman kab-gresik.kpu.go.id, Jumat 16 Oktober 2020.
Terkait dengan ketentuan tanggapan masyarakat menuju ke DPT, tambahnya, pemilih atau pihak berkepentingan dapat mengajukan usul perbaikan mengenai yang tercantum dalam DPS.
Dalam rapat pleno setiap PPK menyampaikan hasil DPT setiap kecamatan. Rata-rata per kecamatan memiliki perubahan data. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Gresik yakni laki-laki 456.202 pemilih. Sedangkan, perempuan 461.990 pemilih. Total 918.192 pemilih. (*)
GRESIK, 1minute.id – Minimarket waralaba menjamur di Kota Santri. Bahkan, sampai ke pedesaan. Akan tetapi, toko modern itu tidak begitu banyak memasarkan produk UMKM.
Nah, pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Moh Qosim dan Asluchul Alif prihatin. Cabup-Cawabup, Qosim-Alif (QA) itu berkomitmen untuk memfasilitasi produk unggulan UMKM agar bisa masuk di toko modern atau waralaba.
“Nanti produk unggulan UMKM Gresik harus bisa dipasarkan di toko modern atau waralaba. Jika mereka tidak mau, izinnya akan dievaluasi,”kata dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif dalam siaran pers diterima 1minute.id, Rabu 14 Oktober 2020.
Cawabup nomor urut 1 ini juga sudah menyiapkan beberapa program peningkatan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif dalam visi-misinya.
“Wujudnya nanti pada akselerasi pendampingan program pemerintah daerah di sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM dan usaha ultra mikro lainnya, mengembangkan ekosistem agro industri perdesaan dan BUMDes sebagai inkubator bisnis berbasis pedesaan,”jelasnya.
SAMBUNG RASA : Paslon Cabup-Cawabup, Moh Qosim-Asluchul Alif berkomitmen fasilitasi produk UMKM masuk toko.modern atau waralaba ( foto : Tim Media QA )
Alif menambahkan wujud daya saing ekonomi berbasis potensi lokal bisa berupa fasilitasi kemudahan akses permodalan dan produk unggulan perdesaan berbasis e-commerce. Dalam program ini paslon QA salah satunya akan meluncurkan ‘Kartu UMKM Bangkit’.
Melalui kartu ini pegiat UMKM dan Ultramikro dibantu dalam kemudahan akses permodalan yang juga ditunjang dengan intervensi pemerintah daerah, dalam mendekatkan “pasar” menjadi solusi berkembangnya sektor UMKM dan Ultramikro yang jumlahnya ratusan ribu di Kabupaten Gresik.
“Kami akan mendirikan BUMD yang menyiapkan pasar produk warga lokal. Sehingga pasar produk UMKM terjamin. Pasar juga akan terintegrasi dengan sistem pasar modern. Semua data juga dapat terpantau secara konkrit,”kata dokter berusia 40 tahun ini. (*)