Unjuk Rasa Damai Tolak Omnibus Law, Jadi Tontonan Orang Dewasa hingga Anak-anak

GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan UU Omnibus Law masih terjadi di Gresik, Selasa 13 Oktober 2020. Meski tidak sebesar unjuk rasa sebelumnya.

Aksi penolakan dilakukan puluhan aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di depan gedung DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Aksi dilakukan aktivis lembaga swadaya masyarakat ini lebih bersifat menghibur.

Masyarakat Kota Giri pun seakan mendapatkan hiburan gratis menyegarkan di tengah kondisi pandemi dan krisis ekonomi. 
Aksi yang pimpin Muhammad Mudin yang juga kepala distrik GMBI Gresik diselingi joget di depan gerbang parlemen yang di jaga barikade polisi itu cukup menghibur.

Orang dewasa hingga anak seakan menikmati aksi penolakan pengesahan undang-undang cipta tenaga kerja itu. “Omnibus Law Cipta Kerja semakin menyengsarakan buruh. DPR harus mencabutnya,”tegas Mudin dalam orasinya diatas mobil komando di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 13 Oktober 2020. 

Selama 60 menit berorasi tidak ada wakil rakyat menemui mereka. Setelah negosiasi sepuluh orang perwakilan mereka akhirnya menyerahkan tuntutan mereka mendesak DPRD Gresik untuk menolak pengesahan omnibus law cipta kerja kepada Setyo Rupawan, staf bagian humas DPRD Gresik. Massa membubarkan diri. Begini aksi massa yang menolak Omnibus Law Ciptaker itu (*)

Search
Unjuk Rasa Damai Tolak Omnibus Law, Jadi Tontonan Orang Dewasa hingga Anak-anak Selengkapnya

Dokter Alif, Anjurkan Warga Konsumsi Sayur dan Buah untuk Jaga Kesehatan Mata

GRESIK,1minute.id – Calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif menghadiri launching gerai optik di Kecamatan Cerme. Dalam kesempatan itu, cawabup yang berpasangan dengan calon bupati (cabup) Moh Qosim itu, mengajak masyarakat untuk banyak mengomsumsi sayuran dan buah untuk menjaga kesehatan mata.

“Mata adalah jendela dunia,”kata dokter Alif-panggilan-Asluchul Alif bertamsil. Alif menambahkan kesehatan mata perlu dijaga. Sebab, kalau mata kita sehat tentu aktivitas tak akan terganggu. Gerai optik itu buka pada Sabtu 10 Oktober 2020. 

Cawabup nomor urut 1 ini menjelaskan, faktor usia dan pola hidup juga sangat mempengaruhi kondisi mata seseorang. “Kalau kondisi sudah seperti ini, seseorang bisa memakai alat bantu penglihatan seperti kacamatan optik,”jelas dokter Alif.

Cawabup Asluchul Alif bersama relawan di acara launching gerai optik di Cerme, Sabtu 10 Oktober 2020 ( foto : Tim Media QA)

Di bidang kesehatan, pasangan QA (Qosim – Alif) bertekad akan mendaftarkan seluruh warga di BPJS Kesehatan. “Berdasarkan komunikasi kami dengan BPJS Kesehatan, warga Gresik yang belum terdaftar di BPJS hanya 30 persen. Itu yang nanti akan kami daftarkan,” terangnya.

Selama ini, tambahnya, melalui Rumah Sakit Fathma Medika pihaknya sudah mendaftarkan ratusan penjaga warung kopi, pedagang dan pekerja rentan di BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan, bulan lalu, berkat didaftarkan di BPJS, seorang ahli waris penjaga warung kopi mendapatkan santunan kematian uang Rp 42 juta. “Selain itu, kami juga menggelar operasi katarak gratis bagi warga tak mampu,” ucapnya (*)

Dokter Alif, Anjurkan Warga Konsumsi Sayur dan Buah untuk Jaga Kesehatan Mata Selengkapnya

Berguru Ilmu Ekonomi, QA Mendapatkan Masukkan Membentuk Program Bank Wakaf

GRESIK,1minute.id – Calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif berguru ilmu ekonomi kepada Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH  Abdul Kholiq. Cawabup pasangan calon bupati (Cabup) Moh Qosim itu mendapat masukkan untuk membuat program pembentukkan bank wakaf.

Mengadopsi program perekonomian umat yang dicanangkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Program ini tidak hanya di tingkat ritel dan toko kelontong. Juga, menjadi sebuah korporasi bertujuan memperkuat perekonomian umat. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH  Abdul Kholiq secara khusus kepada Cawabup nomor urut satu Asluchul Alif. 

Menurut KH Abdul Kholiq, program  pemberdayaan melalui keterampilan di bidang UMKM mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran. Pemasaran perlu  jaringan, karena selama ini produk yang dihasilkan UMKM kesulitan akses pasar. “Jadi istilahnya belum naik kelas, hanya terdistribusi di tetangga dan toko toko kelontong,”katanya dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 8 Oktober 2020.

KH Abdul Kholiq mencontohkan yayasan yang dikelolanya. “Di yayasan kami, ada yang wakaf kambing 5 ekor, sekarang sudah mencapai 50 ekor dan telah kami bagikan kepada yang berhak,”terang KH Abdul Kholiq. Cawabup Alif terlihat serius mendengarkan gagasan KH Abdul Kholiq itu.

Ia menambahkan, konteks wakaf ini bukan hanya wakaf untuk pembangunan masjid dan gedung madrasah. “Namun lebih kepada wakaf aset ekonomi,”sarannya. Lebih jauh Kholiq memberikan contoh wakaf yang bisa membantu ekonomi ummat yang masih lemah.

Di antaranya salah satu yayasan lembaga pendidikan mengelola aset wakaf sebuah hotel. Sehingga keuntungan dari layanan hotel tersebut dipakai untuk membiayai operasional pendidikan termasuk menggaji guru-gurunya.

Di Malaysia, terangnya,  punya aset wakaf kebun sawit sekian ribu hektare dari mantan perdana menteri Malaysia Mahatir Mohammad untuk disalurkan kepada yayasan yatim piatu disana. “Lha model seperti ini kalau diterapkan oleh Mas Alif dan Pak Qosim di Gresik akan sangat bagus sekali, hanya saja model wakaf seperti ini belum populer,” cerita Abdul Kholiq yang juga terlibat dalam forum yayasan panti asuhan se- Kabupaten Gresik ini.

Cawabup pasangan QA, dokter Alif didampingi Ketua Yayasan Himmatun Ayat, KH  Abdul Kholiq. ( foto : Tim Media QA ) 

Cawabup Gresik Asluchul Alif sependapat dengan ide KH Abdul Kholiq itu. Dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif pun berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat. Khususnya kalangan yang perlu mendapat perhatian adalah para janda atawa single parent dan anak yatim. Sebab selama ini masih banyak yang belum mendapatkan akses ekonomi.

“Dalam program saya bersama Pak Qosim mencanangkan program pendidikan untuk anak yatim dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi,”kata pasangan QA ini.

Sedangkan, Ibu-ibu single parent, tambah Ketua DPC Partai Gerindra ini, mencanangkan pendampingan dengan keterampilan di bidang UMKM. Mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran.

“Produk UMKM dari Ibu-ibu kami buatkan akses pasar ke ritel modern. Jadi kami buat regulasi pasar modern di Gresik seperti tenan di mal-mal dan minimarket waralaba seprti Alfamart, Indomaret untuk menyerap produk UMKM,”katanya.  “Tentu akan kami dampingi agar produk UMKM yang dihasilkan Ibu-ibu bisa sesuai standar pasar modern tersebut,”imbuhnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini mengaku saat ini memimpin yayasan lembaga pendidikan yang menaungi TPQ dan madrasah diniyah (Madin) tinggalan orang tuanya, sehingga sedari awal bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan umat menjadi salah satu prioritasnya. 

“Insyaallah bila diijabai oleh Allah memimpin Gresik apa yang kami serap dari Bapak Abdul Kholiq dan yayasan ini akan Kami realisasikan,”kata dokter Alif. (*)

Berguru Ilmu Ekonomi, QA Mendapatkan Masukkan Membentuk Program Bank Wakaf Selengkapnya

Penolakan Omnibus Law Cipta Kerja Memanas

GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Karya semakin memanas. Gedung DPRD Gresik sebagai pusat aksi yang dilakukan oleh massa. Ada dua gelombang aksi unjuk rasa dilakukan oleh gabungan mahasiswa di Kota Giri.

Kali pertama  mahasiswa gabungan yang ngeluruk kantor parlemen berlokasi di Jalan KH Wachid Hasyim. Aksi sempat memanas karena aksi lembar air mineral dan bakar ban bekas. Namun, aparat cepat bisa mendinginkan situasi. Aksi kedua dilakukan aktivis dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). 

Mahasiswa jas merah ini menggelar salat ghaib Randi, mahasiswa jurusan Budidaya Perairan Universitas Halu Oleo Kendari angkatan 2016 yang tewas tertembak peluru aparat ketika berdemonstrasi menolak RUU KPK dan RKUHP di DPRD Sulawesi Tenggara, 26 September 2020.

“Sedangkan doa bersama kami tujukan kepada nakes yang berjuang di masa pandemi korona,”ujar koordinator aksi IMM Gresik Muhammad Zia-ul Afak, Kamis 8 Oktober 2020.  Selain beorasi, mahasiswa membentangkan sejumlah poster. Bunyi poster itu diantara UU omnibus law produk jahiliyah ; Wakil Rakyat Penghianat ; DPR the real imposter dan Maaf Sedang ada Perbaikan Negoro. (*)

Penolakan Omnibus Law Cipta Kerja Memanas Selengkapnya

Hj Maria Ulfa : Ibu Harus Ingatkan Nyoblos Dulu, Kemudian Boleh Berpergian

GRESIK, 1minute.id – Target 77,5 persen pemilih dalam pemilihan bupati (Pilbup) Gresik 2020 membuat komisioner komisi pemilihan umum (KPU) harus kerja keras. Pasalnya, pemungutan suara 9 Desember itu dihelat ditengah pandemi korona.

Untuk mencapai target pemilih itu, KPU intens menggelar sosialisasi. Diantaranya, ke vvorganisasi perempuan yakni PKK dan Dharma Wanita Persatuan di Pendapa Bupati Gresik, Rabu 7 Oktober 2020.

Sosialisasi bertajuk Mensukseskan Pemilukada 9 Desember 2020 itu dibuka Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Hj Maria Ulfa. Istri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto itu mengajak para ketua TP PKK di kecamatan hingga kelurahan atau desa untuk hadir saat pencoblosan. 

“Para ibu mengingatkan agar saat hari pemungutan suara yang dijadikan hari libur itu tidak berpergian sebelum mencoblos terlebih dahulu,”kata Hj Maria Ulfa, Rabu 7 Oktober 2020.

Menurut Maria Ulfa, TP PKK Kabupaten Gresik ikut bertanggung jawab dalam mensukseskan pemilu yang bersih aman, tertib dan damai. Dalam melaksanakan sosialisasi ke masyarakat, Maria Ulfa mewanti-wanti tetap melaksanakan protokol kesehatan. Yaitu selalu menggunakan masker, selalu cuci tangan dan physical distancing.

“Sosialisasi yang paling baik melalui grup-grup media sosial,”katanya sambil mencontohkan WhatApp. “Para ibu camat harus punya grup WA yang anggotanya para Ibu kades, ibu ketua RW atau para ibu ketua RT dan akhirnya sampai ke masyarakat,”ujarnya. 

SOSIALISASI : Komisioner KPU Gresik Elvita Yulianti melakukan sosialisasi kepada pengurus PKK Kabupaten dan Dharma Wanita Persatuan di Pendapa Bupati, Rabu 7 Oktober 2020 ( foto : Humas Pemkab Gresik )

Sementara itu, komisioner KPU Devisi Teknis Penyelenggaraan Elvita Yulianti mengajak peserta sosialisasi dalam melaksanakan hak pilih sesuai hati nurani. “Kenali calon melalui visi-misinya, kiprahnya, serta dalami apa yang telah anda ketahui tentang calon pemimpinmu,”kata Vetty-sapaan-Elvita Yulianti..

Terkait kampanye terbuka dan rapat umum dengan menghadirkan banyak massa dilarang. Maksimal 50 orang. “Kami lebih mengedepankan kampanye dalam jaringan (daring),”katanya. (*)

Hj Maria Ulfa : Ibu Harus Ingatkan Nyoblos Dulu, Kemudian Boleh Berpergian Selengkapnya

QA Janji Wujudkan Mimpi Masyarakat Bangun Infrastruktur Jalan Beton

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (Paslon) Moh Qosim – Asluchul Alif semakin intens blusukan ke Kecamatan Balongpanggang. Setelah menggelar sambung rasa di Desa Ngasin dan Jombang Delik. Kini, paslon nomor urut satu itu menyambangi Desa Karangsemanding.

Sambung rasa yang dilakukan calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif ini bertujuan mewujudkan mimpi masyarakat tentang infrastruktur jalan. Jalan beton.  Selama jalan konstruksi paving. 

Jayus, warga setempat mengaku sangat mengapresiasi program betonisasi jalan yang telah digagas paslon QA ( Qosim-Alif). Konsep perbaikan infrastruktur dengan cara pengecoran ini dinilai tepat sekali.

WUJUDKAN MIMPI : Cawabup Gresik Asluchul Alif dalam sambung rasa di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : tim media QA )

“Nek dalan apik yo podo seneng. Sing gowo dagangan sek gak guling (Kalau jalannya bagus ya pada senang, biar yang bawa jualan juga tidak takut jatuh, Red),”ujar Jayus, yang juga tokoh masyarakat saat mengikuti agenda sambung rasa bersama cawabup Gresik Asluchul Alif di Desa Karang Semanding, Selasa 6 Oktober 2020.

Dokter Alif–sapaan akrab-Asluchul Alif menjelaskan alasan melakukan betonisasi jalan kabupaten agar lebih kuat dari aspal. Cawabup yang berpasangan dengan Cabup Moh Qosim ini berkomitmen ingin memberikan fasilitas yang semakin lebih baik lagi.

“Bapak dan Ibu pasti tahu kalau kekuatan jalan yang dipaving paling hanya 3 bulan sampai 1 tahun. Apalagi kontur tanah di wilayah selatan cenderung bergerak,”kata Alif. Dengan alasan itulah sehingga pola perbaikan pengaspalan atau pavingisasi tidak akan mampu bertahan lama. “Kalau gak di beton, tentu kondisi jalan mudah rusak,”lanjut ketua DPC Pantai Gerindra Gresik ini.

Program infrastruktur QA ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Gresik juga mampu melakukan perbaikan dengan kualitas bagus seperti di beberapa kota/kabupaten lainnya. “Selain kuat, betonisasi jalan juga bisa membuat warga Gresik bangga. Karena jalanan mulus,” tegasnya. (*)

QA Janji Wujudkan Mimpi Masyarakat Bangun Infrastruktur Jalan Beton Selengkapnya

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA

GRESIK, 1minute.id – Pasangan calon nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif (QA) menggelar sambung rasa di dua desa di Kecamatan Balongpanggang. Cabup Qosim menggelar acara di Desa Ngasin. Sedangkan, Cawabup Alif memusatkan kegiatannya di Desa Jombang Delik.

Di Desa Ngasin, Cabup Moh Qosim mendapatkan keluhan tentang hasil panen petani kerap gagal. Penyebabnya, serangan hama, irigasi hingga persoalan Kali Lamong yang kerap banjir ketika musim hujan.

Heru, salah satu petani di Desa Ngasin curhat tentang kabar rencana pemerintah mencabut subsidi untuk pupuk. Selama ini, tambahnya, petani mengandalkan pemupukan menggunakan pupuk bersubsidi.  “Kami berharap jangan sampai (pupuk subsidi) dihapus pak, masih banyak warga yang tidak mampu untuk membeli. Dan ada yang beli, ujung-ujungnya pupuk sudah habis,”katanya.

Penghapusan subsidi pupuk itu, tambahnya, akan membuat beban petani semakin berat. Sebab, petani selama ini sering merugi karena gagal panen akibat diserang hama tikus atau wereng coklat. “Ini saja sudah habis masa panen, belum memuaskan untuk ekonomi bagi petani,”katanya.

Warga lainnya berharap kepada Pak Qosim-sapaan-Moh Qosim ketika terpilih untuk menuntaskan persoalan Kali Lamong.

SAMBUNG RASA : Calon Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif dalam sambung rasa di Desa Jombang Delik, Kecamatan Balongpanggang, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : tim media QA )

Sementara itu, Cawabup Asluchul Alif yang menggelar sambung rasa di Desa Jombang Delik mendapatkan keluhan serupa. Diantaranya, minimnya saluran irigasi pertanian. Sebagian petani di desa selama ini menyedot air melalui pipa menggunakan genset untuk pengairan. “Biayanya sangat mahal,”kata petani setempat. 

Bagaimana tanggapan Moh Qosim dan Asluchul Alif (QA). Cabup Qosim mengatakan pihaknya bila terpilih sebagai Bupati bersama Wabup dokter Alif akan mengupayakan penambahan jatah pupuk bersubsidi untuk petani. 

Diakui kebutuhan pupuk bersubsidi kurang, dan itu terjadi di seluruh Indonesia. Namun demikian QA nanti akan berjuang menambah jatah alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. “Terlebih Gresik merupakan salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Timur,”kata Pak Qosim.

Soal Kali Lamong yang sering banjir, ketua DPC PKB Gresik itu berjanji akan menyelesaikan persoalan Kali Lamong di tahun pertama pengabdian QA.  “Dulu Balai Besar Bengawan Solo (BBWS, Red) belum mengizinkan karena menunggu keputusan beberapa kota yang tidak hanya Gresik dilewati Kali Lamong,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Gresik ini.

Sementara itu, dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif menambahkan, selain mengupayakan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk petani. Juga, akan membuat kartu tani. “Kartu tani diharapkan mampu memberikan solusi termasuk mengenai masalah pupuk,”kata Alif.

“Kartu tani nanti difungsikan untuk memberikan informasi data yang valid antara kebutuhan dan realisasi program yang berhubungan dengan pengembangan sektor pertanian,”tambah Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini.

Terkait penambahan infrastruktur desa, Alif melanjutkan, akan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan infrastruktur di tingkat desa. “Basis data informasi berasal dari pemerintahan desa (usulan dan program),”jelas dia. (*)

Selesaikan Persoalan Kali Lamong di Tahun Pertama Pengabdian QA Selengkapnya

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law

GRESIK,1minute.id – Buruh dan mahasiswa tumplek-blek di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020. Tujuan mereka sama. Menolak diundangkannya undang-undang (UU) omnibus law Cipta Karya.

Undang-undang itu dianggap bakal semakin menyengsarakan nasib buruh. “Kita sudah siapkan rencana untuk judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Nanti DPP LEM yang akan melakukan,”tegas Ali Muchsin, Ketua DPC LEM Gresik diatas mobil komando, Selasa 6 Oktober 2020.

TOLAK OMNIBUS LAW : Ratusan buruh tergabung dalam sekretariat bersama serikat pekerja-serikat buruh (SP-SB) menggelar aksi di depan gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Ali mencontohkan, cuti haid dua hari buruh perempuan selama diperoleh dengan tetap di gaji. “Disahkan omnibus law cuti haid di hapus,”kata Ali. Kemudian, pekerja outsourcing akan dikontrak seumur hidup. Padahal jumlah buruh di Kota Giri mencapai 200 ribu. “Kami terpaksa turun ini murni  berjuang untuk kepentingan kami semua,”tegasnya.

MAHASISWA : Puluhan mahasiswa ikut turun aksi menolak UU omnibus law di depan Gedung DPRD Gresik, Selasa 6 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )

Unjuk rasa buruh dan mahasiswa ini sudah tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan. Physical distancing. “Karena pejabat di pusat yang tidak peduli terhadap rakyat. Mohon maaf kalau kami akhirnya berunjuk rasa,”tegasnya.

Selama 60 menit massa buruh dan mahasiswa menggelar orasi. Akan tetapi, tidak satu pun anggota parlemen di kota Gresik yang menemui  mereka. Namun, buruh dan mahasiswa tetap melakukan orasi secara bergantian. Cabut…cabut…omnibus law. (*)

Buruh Lakukan Judicial Review UU Omnibus Law Selengkapnya

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik

GRESIK, 1minute.id – Tahapan pemilihan bupati (Pilbup) terus bergulir. Saat ini, dua pasangan calon (Paslon) sedang berkampanye untuk memikat hati calon pemilih. Sementara itu, Polres Gresik mematangkan kesiapan pengamanan coblosan 9 Desember 2020. 

Sebanyak 2.260 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Linmas. Nah, untuk mengetahui kesiapan Polres Gresik melakukan pengamanan pesta demokrasi itu, Waka Polda Jatin Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo melakukan kunjungan kerja ke Polres Gresik, Rabu 30 September 2020. 

Sekitar pukul 15.00, Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo tiba di Mapolres GresikJenderal bintang satu itu disambut langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Mereka kemudian menuju Aula Parama Satwika 98. Selama 1,5 jam dilakukan di lantai dua gedung sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Gresik itu.

Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, kedatangannya untuk melihat kesiapan Polres Gresik dalam pelaksanaan pengamanan Pilbup Gresik. “Karena kesiapan ini wujud tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat,”ujar Brigjend Slamet Heru.

Pilbup tahun ini, tambahnya, berbeda karena digelar pada masa pandemi korona dan negara dalam kondisi resesi ekonomi. “Karena situasi Covid saat ini sangat berpengaruh dalam setiap tahapan . Maka dalam masa kampanye tetap mengutamakan protokol kesehatan,”tegas Brigjend Slamet Hadi. Polri harus ikut berperan dalam penurunan kasus Covid-19. “Jangan sampai ikut meningkatkan kasus Covid – 19,”katanya. 

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto menerima kunjungan rombong dari Polda Jatim di Mapolres Gresik ( Foto Humas Polres Gresik)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, Polres Gresik mendapatkan hibah dana pengamanan Pilbup 2020 sebesar Rp 5 miliar. “Untuk pengamanan di kota diutamakan di Kantor KPU, Kantor Bawaslu dan rumah pasangan calon,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.

Dalam waktu dekat, tambah Kapolres Arief, Polres akan laksanakan simulasi dan persiapan pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada. “Untuk pengaman pilbup ini  akan terjunkan 2.260 personil gabungan Polri, TNI dan linmas,”ungkapnya. (*)

Siagakan 2.260 Personil Gabungan Amankan Pemilihan Bupati Gresik Selengkapnya

Nelayan Gresik Utara Mengeluh Tak Pernah Diperhatikan Pemerintah

GRESIK,1minute.id  – Pasangan calon nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT) road show ke Kecamatan Ujungpangkah, Selasa, 29 September 2020. Calon Bupati – Wakil Bupati di usung enam partai itu mendatangi nelayan di Desa Ngembo, Kecamatan Ujungpangkah, diantaranya.

Kedatangan Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani dan Ning Min-panggilan-Aminatun Habibah dalam kampanye dialogis hari ke empat itu disambut antusias relawan, masyarakat dan nelayan setempat. Mereka menaruh harapan NIATbisa terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada 9 Desember 2020.

Dalam kampanye dialogis itu, Gus Yani dan Ning Min, mendapatkan banyak keluhan dari nelayan Ngembo. Mereka mengaku selama ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Diantaranya, bantuan peralatan. “Selama ini kami beli peralatan sendiri. Selama lima tahun tidak pernah ada bantuan apapun dari pemerintah,” ujar Samsuri, nelayan kerang hijau, warga Dusun Cabean, Desa Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah  rilis tim media center NIAT yang di terima redaksi 1minute.id, Selasa 29 September 2020.

DIALOGIS : Calon Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Cawabup Aminatun Habibah bertemu nelayan Desa Ngembo, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Selasa 29 September 2020 ( foto : tim media center NIAT for 1minute.id )

Samsuri mengaku, keluhan nelayan seperti harga tidak stabil itu sudah disampaikan ke dinas terkait. “Tapi tidak ada respon apapun dari pemerintah. Kami hanya ingin pemerintah bisa menstabilkan harga,”harapnya. Senada juga disampaikan Hilal.  Selama bertahun-tahun sebagai nelayan tidak pernah tersentuh bantuan apapun. “Jangankan bantuan pesisirnya habis dibiarkan,”ungkapnya. Gus Yani dan Ning Min terlihat serius mendengarkan aspirasi nelayan Ngembo itu.

Sementara Gus Yani mengaku akan merealisasikan harapan masyarakat jika dirinya terpilih menjadi Bupati Gresik. Khususnya para nelayan di Gresik utara. 
Menurut mantan Ketua DPRD Gresik itu, APBD  Gresik sangat besar untuk mensejahterakan masyarakat dari berbagai sektor. 

“Kalau APBD tidak cukup, kami akan carikan CSR untuk pemberdayaan nelayan. Perusahaan akan lebih senang jika CSR bermanfaat langsung kepada masyarakat dibanding digunakan membangun patung,”kata Gus Yani disambut tepuk tangan masyarakat. (*)

Nelayan Gresik Utara Mengeluh Tak Pernah Diperhatikan Pemerintah Selengkapnya