Paslon Laporkan Dana Awal Kampanye Masing-masing Rp 1 Juta

GRESIK,1minute.id – Masa kampanye pemilihan bupati (Pilbup) Gresik memasuki hari ketiga, Senin, 28 September 2020.Dua pasangan calon (paslon) yang ikut kontestasi telah menggelar kampanye dialogis. 
Berapa dana kampanye dua paslon itu?

Berdasarkan surat pengumuman komisi pemilihan umum (KPU) Gresik nomor 373/PL.02.5.PU/3525/KPU-Kab/IX/2020 , dua paslon yakni nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, telah menyampaikan laporan dana awal kampanye (LADK). Masing-masing sebesar Rp 1 juta .Dana awal itu berasal kantong paslon.  

PASLON : Nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif.

Divisi Teknis Penyelenggara KPU Gresik Elvita Yulianti mengatakan, LADK dilakukan secara online untuk mengurangi interaksi lanhsung sesuai protokol kesehatan. Caranya, masing-masing tim menginput data melalui sistem informasi dana kampanye (sidakam).

Pasangan nomor urut dua , Cabup – cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah

“Masing-masing melaporkan LADK sebesar Rp 1 juta. Kayaknya itu untuk membuka nomor rekening saja,”ujar Veti-sapaan-Elvita Yulianti melalui pesan WhatApps, Senin, 28 September 2020. Dana kampanye ini, diperkirakan terus bertambah seiring aktivitas kampanye yang dilakukan kedua paslon. 

Tim pasangan calon akan melaporkan dana kampanye itu secara berkala.Berdasarkan tahapan Pilbup masa kampanye berakhir 5 Desember 2020. (*)

Paslon Laporkan Dana Awal Kampanye Masing-masing Rp 1 Juta Selengkapnya

Dua Paslon Deklarasi, Utamakan Keselamatan Jiwa.

GRESIK, 1minute.id – Dua pasangan calon (paslon) Pilbup Gresik bertemu Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, Jumat, 25 September 2020.  Pertemuan virtual itu bertajuk Zoom Meeting FGD (Forum Grup Discusion) dalam rangka Pilkada tahun 2020 dalam masa pandemi di Jawa Timur dihelat Aston Inn Jalan Sumatera, Kompleks Gresik Kota Baru (GKB). 

Dua paslon nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.
FGD ini dihadiri komisioner komisi pemilihan umum, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan pejabat utaman (PJU) Polres Gresik.

Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran berharap pilkada serentak tidak terdapat penambahan penyebaran Covid-19. Paslon harus memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan Pilkada di masa pandemi korona ini.

KAPOLRES : AKBP Arief Fitrianto dalam acara deklarasi pilbup aman, damai, demokratis dan sehat, Jumat, 25 September 2020 ( foto : humas Polres Gresik)

Dua paslon sepakat untuk mematuhi maklumat Kapolri nomor Mak/ 3 /IX/ 2020. Pertama, dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

Poin kedua, penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait para setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 

Berikutnya ketiga, pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan. Dan, poin terakhir, setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.(*)

Dua Paslon Deklarasi, Utamakan Keselamatan Jiwa. Selengkapnya

KPU Gelar Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon. Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Pilbup Gresik dihelat di Hotel Horison, Kompleks Gresik Kota Baru (GKB), Kamis, 24 September 2020.

Rapat pleno hanya dihadiri tidak lebih 15 orang itu dipimpin oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Akhmad Roni di mulai pukul 19.00. Dua paslon hadir. Yakni, Cabup – Cawabup, Moh Qosim dan Asluchul Alif . Dan, Cabup – Cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Paslon QA, mengenakan setelah baju warna putih , celana kasual hitam dan menggunakan kopiah hitam.

Sedangkan, paslon Niat, memakai busana warna berbeda. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani memakai setelan baju warna hijau, celana hitam berkopiah hitam. Cawabup Ning Min-sapaan-Aminatun Habibah memakai blazer warna putih , rok bawahan hitam dan hijab warna merah.

Busana yang dipakai kedua paslon itu nantinya akan digunakan sebagai foto dalam kertas suara di pilbup 9 Desember 2020 nanti.

QA : Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Moh Qosim – Asluchul Alif usai menghadiri pengundian nomor urut Pilbup, Kamis, 24 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dalam pengundian nomor urut itu, paslon, Cabup Moh Qosim dan Cawabup Asluchul Alif mendapatkan nomor urut satu. Sedangkan, Cabup Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah memperoleh nomor urut dua. “Saya bacakan, pasangan Doktor Moh Qosim dan dokter Asluchul Alif mendapat nomor urut satu, sedangkan Haji Fandi Akhmad Yani dan Hajjah Aminatun Habibah mendapat nomor urut dua,”kata Roni. 
Roni dalam membacakan berita acara pengambilan nomor urut itu terlihat nervous sehingga beberapa kali harus mengulangi pembacaan naskah penetapan.

NIAT : Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah usai menghadiri pengundian nomor urut Pilbup, Kamis, 24 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Setelah prosesi pengambilan nomor urut, pimpinan pleno meminta dua paslon untuk menandatangi pakta integritas mematuhi protokol kesehatan.

Untuk diketahui, konstestasi Pilbup Gresik 2020 diikuti dua paslon. Paslon Qosim-Alif (QA) diusung PKB dan Partai Gerindra. Sedangkan, Yani – Aminatun Habibah (Niat) didukung PDI-P , PPP, Partai Golkar, NasDem, Partai Demokrat dan PAN. (*)

KPU Gelar Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon. Ini Hasilnya Selengkapnya

KPU Gelar Undian Nomor Urut, Paslon Kerahkan Massa, Polisi Siap Membubarkan

GRESIK,1minute.id – Komitmen pasangan calon (paslon) mematuhi maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan (prokes) bakal diuji, Kamis, 24 September 2020.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik akan melakukan pengundian nomor urut paslon di Hotel Horisson, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB).

Dalam rapat koordinasi antara KPU, badan pengawas pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian Resor Gresik telah disepakati pendukung paslon dilarang hadir dalam acara Kamis malam itu.

Rapat koordinasi di kantor komisi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik dihadiri lima orang komisioner, ketua Bawaslu Imron Rosyadi, dan Kapolres Gresik, itu memutuskan hanya mengundang sekitar 50 orang. Termasuk, kedua paslon, perwakilan partai pengusung, perwakilan legal officer dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, tahapan pilkada pengambilan nomor urut paslon akan mengerahkan 200 personel gabungan. Pengamanan ketat dilakukan untuk mengantisipasi massa.
“Sudah ada komitmen mematuhi maklumat Kapolri. Kalau ada pengerahan massa akan kami bubarkan,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. Polri, tambahnya, tidak akan melihat massa berasal dari salah satu paslon . 

“Kami ingatkan lagi, bila ada pengerahan massa akan kami bubarkan,”katanya dengan nada agak tinggi. Sudah disepakati untuk mematuhi komitmen prokes mencegah penularan coronavirus disease 2019.

Bahkan, dalam rapat dengar pendapat di Jakarta bersama Mendagri , KPU Pusat telah disepakati setiap tahapan pilkada dilarang mengerahkan massa. (*)

KPU Gelar Undian Nomor Urut, Paslon Kerahkan Massa, Polisi Siap Membubarkan Selengkapnya

Satu Calon, Dikawal Dua Polisi

GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik telah menaikkan status dua bakal pasangan calon menjadi pasangan calon (paslon) dalam mengikuti kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Gresik, Rabu, 23 September 2020.

Penetapan paslon itu tanpa dihadiri paslon. Yakni, Moh Qosim-Asluchul Alif (QA) dan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT). Pascapenetapan itu, dua paslon mulai mendapatkan pengawalan aparat kepolisian dalam setiap aktivitasnya. Menyapa konstituen, diantaranya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, setiap calon mendapatkan pengawalan dua personil dari kepolisian. Pengawalan melekat dilakukan hingga hajatan lima tahun itu kelar.

“Karena ada dua paslon. Kami menyiapkan delapan orang untuk kedua paslon itu,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di kantor KPU Gresik, Rabu, 23 September 2020.

Selain pengawalan melekat, lanjut alumnus Akpol 2001, pihaknya juga menyiapkan mobil pengawalan untuk aktivitas paslon. “Kendaraan pengawalan itu dari titik awal bergerak menuju sasaran kegiatan paslon ,”tegas perwira dua melati di pundak itu. (*)

Satu Calon, Dikawal Dua Polisi Selengkapnya

Penetapan Tanpa Kehadiran dan Pendukung Paslon. Polisi Mengapresiasi. Paslon Komitmen Patuhi Maklumat Kapolri Tentang Prokes

GRESIK,1minute.id–Dua bakal pasangan calon naik status menjadi pasangan calon (paslon). Penetapan paslon dilakukan oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Gresik,  Rabu, 23 September 2020.

Penetapan paslon itu dilakukan tanpa kehadiran paslon maupun pendukungnya. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi komitmen penyelenggara dan dua paslon yang bakal bertarung di kontestasi pilbup 9 Desember 2020. 

QA : Pasangan calon (paslon) cabup-cawabup, Moh Qosim-Asluchul Alif ( chusnul cahyadi/1minute.id)

Dua paslon itu adalah Moh Qosim-Asluchul Alif (QA). Paslon QA diusung Partai Kebanhkitan Bangsa dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerimdra).  Kemudian, paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).

NIAT : Cabup Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ( chusnul cahyadi/1minute.id)

NIAT diusung enam partai yakni PDI-P, Partai Golkar, PPP, NasDem dan PAN. “Semua persyaratan sudah lengkap dan tadi sudah ditetapkan sebagai paslon,”ujar Ketua KPU Gresik Ahmad Roni di kantornya, Rabu. 23 September 2020. Kini, kedua paslon mendapatkan perlindungan keamanan.  “Sistem pengamanan dilakukan Polres Gresik,”imbuh Roni.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi paslon tidak mengerahkan massa pendukung dalam agenda penetapan paslon itu. “Komitmen tetap menjaga protokol kesehatan dengan tidak mengerahkan masa patut di apresiasi. Salut kepada paslon,”ujar alumnus Akpol 2001 itu di kantor KPU Gresik,  Rabu, 23 September 2020. (*)

Penetapan Tanpa Kehadiran dan Pendukung Paslon. Polisi Mengapresiasi. Paslon Komitmen Patuhi Maklumat Kapolri Tentang Prokes Selengkapnya

Serahkan Maklumat Kapolri, Kapolres Road Show Mendatangi Penyelenggara Pikada

GRESIK,1minute.id – Tahapan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) terus berjalan. Wabah korona belum berakhir. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan road show dengan mendatangi penyelenggara pemilu, pengawas dan bakal calon pasangan, Selasa, 22 September 2020.

Alumni Akademi Kepolisian 2001 itu, mendatangi mereka untuk menyerahkan maklumat Kapolri  tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Serentak 9 Desember 2020.

Maklumat Kapolri nomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 kali pertama diserahkan kepaa Wakil Bupati Moh Qosim di sela acara di Balai Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyerahkan maklumat Kapolri kepada Ketua Bawaslu Imron Rosyadi

Kapolres AKBP Arief kemudian meluncur ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Jakarta, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Alumnus Akpol 2001 itu diterima Ketua Bawaslu Imron Rosyadi. 

Berikutnya, AKBP Arief menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik kali pertama di kunjungi mantan Kapolres Ponorogo itu. Kapolres Arief didampingi Kasat Intelkam AKP Muhammad Syuhada diterima langsung Ketua KPU Gresik Ahmad Roni.

Maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan diserahkan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto kepada Ketua KPU Gresik Ahmad Roni

Di tiga kunjungan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepada para penyelenggara Pilbup untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Kami mohon selalu mematuhi protokol Covid-19 agar tidak ada klaster baru di setiap tahapan pemilukada. Semoga Gresik aman dari Covid-19,”harap AKBP Arief Fitrianto.

Bagaimana tanggapan penyelenggara pilkada? Mereka sepakat dengan maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Kesanggupan penyelenggara itu membuat Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto lega. (*)

Serahkan Maklumat Kapolri, Kapolres Road Show Mendatangi Penyelenggara Pikada Selengkapnya

Harta Kekayaan Bapaslon Pilbup Gresik mulai Rp 1,5 Miliar, sampai Rp 19,3 Miliar.

GRESIK,1minute.id – Komisi pemilihan umum bakal menetapkan bakal pasangan calon Pilbup Gresik, Rabu lusa, 23 September 2020. Ada dua pasangan calon (paslon) yang bakal ikut kontestasi pesta demokrasi lima tahunan itu.

Dua pasangan itu adalah Bacabup Moh Qosim dengan bacawabup dr Asluchul Alif atau QA. Kemudian, bacabup Fandi Akhmad Yani berpasangan Aminatus Habibah atawa NIAT.

Dua paslon ini, telah mengirimkan daftar kekayaannya kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK). Siapa bakal calon yang paling tajir alias kaya. Dan, siapa calon yang paling sederhana ekonominya.

Merujuk laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di KPK, Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, sebagai calon tertajir. Mantan Ketua DPRD Gresik ini memiliki kekayaan total Rp 19,3 miliar. 

Kekayaan Gus Yani terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 18,6 miliar, aset kendaraan Rp 2,3 miliar. Kemudian aset harta bergerak lainnya Rp 2 juta dan kas Rp 22,9 juta.

Bacawabup tajir posisi runner up, adalah dr Asluchul Alif memiliki kekayaan Rp 6,8 miliar. Rinciannya, aset tanah dan bangunan Rp 4,5 miliar, kendaran Rp 1,3 miliar dan harta bergerak lainnya Rp 325 juta. Kemudian, kas Rp 400 juta, harta lainnya Rp 400 juta.

Bacabup Moh Qosim menempati urutan ketiga. Pataha wakil bupati dua periode ini memiliki kekayaan Rp 6 miliar. Yang terdiri dari aset tanah dan bangunan  Rp 4,5 miliar, aset kendaraan Rp 150 juta, surat berharga Rp 82 juta, dan kas sebesar Rp 1,2 miliar.

Sedangkan, posisi keempat adalah Aminatun Habibah (Ning Min) memiliki harta kekayaan Rp 1,5 miliar. Aset berupa tanah senilai Rp 1,1 miliar, kendaraan Rp 33 juta dan kas  Rp 400 juta.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPUD Gresik Elvita Yuliati mengatakan, LHKPN ranahnya KPK. Komisioner, kata Veti-sapaan-Elvita Yuliati-tidak menerima dan memverifikasi atau audit terkait kekayaan mereka.  

“KPU hanya menerima tanda terima laporan bapaslon,”kata Elvita Yuliati dikonfirmasi melalui pesan WhatApps, Senin, 21 September 2020. (*)

Harta Kekayaan Bapaslon Pilbup Gresik mulai Rp 1,5 Miliar, sampai Rp 19,3 Miliar. Selengkapnya

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT

Bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima dukungan dari Pemuda Pancasila di rumah pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Gresik, Kamis 10 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Pemuda Pancasila Gresik merapat ke pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Deklarasi dukungan PP itu dihelat Rumah Pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Kamis 10 September 2020.

Puluhan anak buah Sarjono, Ketua Pemuda Pancasila Gresik tumplek blek di rumah pemenangan NIAT. Apalagi, saat itu dikabarkan La Nyalla Mattaliti, pimpinan pusat PP juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan hadir memberikan dukungan kepada NIAT.

Prosesi dukungan dengan memasangkan jaket loreng warna hitam dan oranye kepada Yani. “Gus Yani, anggota PP,”teriak massa disambut sorak dan tepuk tangan hadirin.

Cabup Fandi Akhmad Yani mengatakan dukungan Pemuda Pancasila menjadi tambahan darah untuk memenangi Pilbup Gresik. “Mudah-mudahan kami (pasangan NIAT,Red) dan Pemuda Pancasila menjadi pelopor energi perubahan yang ada di Gresik,”kata Yani usai acara deklarasi, Kamis 10 September 2020. 

Untuk memangi kontestasi itu, tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan terus melakukan konsolidasi di tingkat bawah. “Menyapa masyarakat untuk mengajak berjuang. Mendorong Gresik tidak hanya lebih baik, tetapi yang terbaik setidaknya di wilayah Jawa Timur,”katanya. (*)

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT Selengkapnya

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu.

Ilustrasi coblosan pilbup , 9 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Akhmad Roni dikabarkan terkonfirmasi positif korona. Roni kini menjalani isolasi mandiri. Sekana 14 hari kedepan.

Makmun, anggota komisioner KPU memastikan tahapan pemilih tidak terganggu. Sesuai tahapan. Kabar Roni terpapar Covid-19 setelah melakukan test uji usap (swap) di RSU dr Soetomo, Surabaya. Roni, memantau perkembangan tes kesehatan dua calon pasangan (paslon) bupati Gresik pada Kamis (10/9).

Komisioner KPU Devisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan, membenarkan Ahmad Roni terpapar Covid-19. “Setelah dapat konfirmasi itu, empat komisioner dan kepala seksi menjalani uji usap,”ujar Makmun dikonfirmasi 1minute.id, Kamis 10 September 2020.

Komisi juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Penanggulangan Covid-19. “Seluruh ruang juga telah disemprot desinfektan,”imbuhnya. Bagaimana tahapan pemilu? Komisioner Devisi Sosialisasi dan SDM itu memastikan tahapan pilkada tidak akan terganggu.

Komisioner juga telah menunjuk pelaksana harian, yakni Abdullah Sidiq Notonegoro juga menjabat Komisioner Divisi Perencanaan dan Data. Hari ini, Jumat 11 September 2020 penyelenggara akan mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan paslon.

Tim dokter rumah sakit RSU dr Soetomo Surabaya hanya menyampaikan hasil kesimpulan pemeriksaan kesehatan selama 3 hari itu. Calon Bupati Fandi Akhmad Yani mengaku lega bisa menyelesaikan proses pemeriksaan kesehatan. “Semua lancar. Untuk tes psikologi kami harus menjawab 750 pertanyaan,”ujar pasangan cawabup Aminatun Habibah ini, Kamis 10 September 2020.

Calon wakil Bupati dr Asluchul Alif memastikan kondisi kesehatannya baik. “Alhamdulillah sehat semua,”kata pasangan dari cabup Moh Qosim ini. (*)

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu. Selengkapnya