27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok 


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 27 anak dari 9 Kabupaten /kota di Indonesia menggelar pameran lukisan di Iconmall pada Sabtu, 21 Mei 2022. Sebanyak 65 karya yang dipamerkan bocah-bocah puluhan tahun anggota Sanggar Lukis DAUN bertajuk “DAUN Drawing Exhibition” itu.

Pameran lukisan ini memperingati Bulan Menggambar Nasional berlangsung hingga 29 Mei 2022.
Meski usia mereka tergolong belia, namun karya mereka tergolong fonomenal. Out of the box. Genre lukisan juga variatif. Sehingga sangat enak dinikmati oleh siapa pun. 
“Kami disini (Sanggar Lukis DAUN) membangun infrastruktur gagasan. Out put adalah karya,”kata Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN Arik S. Wartono pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Gagasan tentu original. “Seni rupa anak, terdepan kita prioritaskan kreatifitas anak,”tegasnya. Puluhan karya pelukis anak berasal dari kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kudus, Jogyakarta, Depok, Jakarta dan Denpasar ini membuat para pengunjung terasa betah menikmati karya mereka.

Bhre Otes : Bhre Bhawana Praja Kawula, pelukis cilik menggunakan media puntung rokok sebagai karyanya. Karya Bhre, murid Sanggar DAUN bisa menyelamatkan lingkungan dab kali pertama di Indonesia dalam DAUN Drawing Exhibition di Gresik pada Sabtu, 21 Mei 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, karya Bhre Bhawana Praja Kawula. Siswa kelas 3 SDN Pacar Keling, Surabaya memamerkan 4 karya. Bhre tidak memakai cat. Anak nomor dua dari lima bersaudara pasangan Yoko Sardiyoko dan Mela Damayanti itu menggunakan puntung rokok dan pensil. Ia pun mendapatkan julukan Bhre Otes. Otes adalah puntung rokok. 

“Awalnya, nenek marah. Saya memungut rokok dianggap seperti orang gila,”cerita Bhre sambil tersenyum. Namun, akhirnya nenek memahami. Sebab, Bhre dengan ribuan puntung rokok yang dikumpulkan sejak Maret 2022 itu dianggap bisa menyelamatkan lingkungan. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi. “Saya bisa bertemu dengan pak Walikota karena otes itu,”ucapnya. 

Menurut Bhre, puntung rokok filter bisa mencemari lingkungan. Meski sudah ditanam di tanah namun baru bisa terurai 5 tahun sampai 10 tahun. “Sejak Maret lalu, saya memungut 30 ribu puntung rokok,”terangnya. 
Ribuan otes itu lalu di cuci menggunakan cuka dan garam. Kemudian dikeringkan. “Di cuci untuk menghilangkan bakteri,”tegasnya.

Dari ribuan puntung rokok itu, Bhre Otes telah menghasilkan 20 lukisan. Empat diantaranya di pajang dalam DAUN Drawing Exhibition. Empat lukisan itu berjudul Unititle dengan media puntung & pensil on canvas. “Saya pingin pameran tunggal,”katanya. (yad)

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok  Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing

GRESIK,1minute.id –  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik menggelar Workshop Implementasi Nawa Karsa dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Gresik tahun Anggaran 2023 pada Kamis,19 Mei 2022.

Worksop dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program dan pelaporan serta tim penyusun RKPD 2023. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan  kegiatan ini menjadi starter untuk mengingatkan kembali apa yang menjadi tujuan Pemkab Gresik melakukan pembangunan, pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 
“Program (Nawa Karsa) ini benar-benar harus tercapai,”tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

“Kita telah mengalami turbulensi kondisi yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Tetapi dengan energi positif seperti saat ini, mudah-mudahan Nawa kKarsa bisa benar-benar tercapai. Mari kita bekerja bersama, bekerja lebih keras. Waktu yang paling tepat adalah sekarang. Sudah tidak boleh ada lagi lipsing-lipsing saja, rohnya Nawa Karsa, termasuk dalam-dalamnya juga Nawa Karsa,”imbuhnya. 

Dalam Nawa Karsa memiliki tujuan masing-masing, maka setiap perangkat daerah harus benar-benar bisa menerjemahkan apa itu Nawa Karsa. Untuk diketahui Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri.

Pertama, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, adalah soal penanganan banjir Kali Lamong. Kedua adalah masalah terkait data kemiskinan, dimana ini berdampak pada efektifitas program pengentasan kemiskinan. Ketiga adalah PKH Inklusif, dimana kita fokus pada masyarakat yang sudah masuk desil I dan II data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Namun mereka belum tersentuh program bantuan sosial manapun maupun warga yang dirasa miskin ber-KTP Gresik tapi belum masuk DTKS,”katanya sambil memberikan contoh lansia yang tidak memiliki KTP, penyandang disabilitas, kepala rumah tangga perempuan dan kelompok marginal lain.

Untuk diketahui desil satu yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan 10% terendah di Indonesia. Desil dua yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 11% – 20% dan desil tiga yaitu rumah tangga/individu dengan kondisi kesejahteraan antara 21% – 30 %. 

Keempat, terkait dengan pembangunan infrastruktur di tingkat dusun yang menghubungkan antardesa melalui program gerbang dusun. Berikutnya, Kelima adalah meningkatkan gairah sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (ekraf)  melalui Gresik Kota Bandar. Keenam, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui program Go-Tani.

Selanjutnya, Ketujuh, transformasi digitalisasi melalui Gresikpedia. Kedelapan, perluasan kesempatan kerja baik yang bersifat pelatihan seperti santri 4.0 dan revitalisasi BLK, maupun yang bersifat kewirausahaan seperti Gresik Jagoan, Gresik Komik dan One Pesantren One product (OPOP).  “Kesembilan, masalah lingkungan yakni terselesaikannya TPA dan sistem pengelolaan sampah terpadu ditingkat kecamatan serta taman kota yang ramah anak dan difabel,”terangnya. (yad)

Bupati Gresik Ajak OPD Kerja Keras Wujudkan Nawa Karsa, Tidak Lagi Lipsing Selengkapnya

Korban Sempat Syok, Motor Ditemukan Polisi  Semringah 

GRESIK,1minute.id – Albert Setiawan Tanojo semringah. Pasalnya, motor pemuda 25 tahun yang raib digondol maling bisa ditemukan oleh anggota Polsek Manyar. Polisi kemudian menyerahkan kepada pemuda asal Jalan Wiraatmaja, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas,Jawa Tengah yang indekos di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Rabu,18 Mei 2022.

Albert tidak menyangka motor matik dengan nomor polisi (nopol) R 4055 DJ yang raib digasak maling itu bisa ditemukan oleh Polisi. Polisi kemudian menyerahkan kepada Albert. Informasi yang dihimpun motor kelir putih strip merah itu hilang ketika di tinggal oleh Albert mudik lebaran ke Banyumas, Jateng. Albert baru ngeh ketika balik mudik melihat motor di parkir di kamar kosnya di Desa Yosowilangun hilang pada Jumat, 6 Mei 2022.

Albert kemudian melaporkan kejadian nahas yang dialami ke Polsek Manyar. Sehari, dua hari, sampai seminggu belum ada kabar dari kepolisian. Albert pun pasrah. Namun, polisi tidak menyerah. Patroli digencarkan. Memasuki hari ke-12, anak buah AKP Windu Priyo Prayitno melihat motor matik tergeletak semak-semak. Polisi yang kepo membawa sepeda motor yang kunci starter telah rusak itu. Polisi semakin curiga kemudian mencocokkan nomor mesin, dan nomor rangka motor itu. 

Hasilnya? Motor matik itu milik Albert. “Hari ini  kami serahkan kepada pemiliknya di tempat kos setelah mencocokkan bukti kepemilikan,”ujar Kapolres Gresik AKBP Moch Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno pada Rabu, 18 Mei 2022.

“Karena yang bersangkutan butuh motor tersebut untuk bekerja maka kami sengaja menyerahkannya, mengantar ke tempat kos,”imbuhnya. Apa reaksi Albert? Ia mengaku awalnya sempat kaget tempat kosnya didatangi polisi. Namun, perasaan syok itu hanya hitungan detik setelah mengetahui motor ditemukan. “Good job Polsek Manyar. Terima kasih atas respon cepat,”pujinya. (yad)

Korban Sempat Syok, Motor Ditemukan Polisi  Semringah  Selengkapnya

Dari Anggota Penyidik Korupsi, Kini Alifin Menjabat Kasi Pidsus Kejari Gresik 

GRESIK,1minute.id –  Alifin N Wanda kembali ngantor di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Bila sebelumnya ia pernah menjadi anggota penyidik sejumlah perkara korupsi di Kabupaten Gresik. Kali ini, Alifin dilantik sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik. 

Alifin menggantikan Dimas Adji Wibowo yang mendapat tugas baru sebagai Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Probolinggo. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Gresik M.Hamdan S., di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu,18 Mei 2022.

Acara sakral yang dihadiri para kepala seksi dan staf itu berlangsung khidmat. Kajari Gresik M.Hamdan S dalam sambutannya berpesan kepada Kasi Pidsus yang baru agar meneruskan dan mempertahankan kinerja yang lama dan dapat ditingkatkan menuju Kejaksaan yang profesional.

“Untuk Kasi Pidsus yang baru agar menjalankan kinerja sesuai dengan SOP dan segera bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja di Kejari Gresik,”ujar Hamdan.
Lebih lanjut, ia menambahkan, menjalin hubungan dengan bidang lain sangat diperlukan untuk menjaga kekompakan dan saling mengisi dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. “Selamat buat kasi Pidsus yang baru, kami menunggu karya-karya terbaru anda. Mengingat anda adalah stok lama di Kejari Gresik,” tegasnya.

Data yang dihimpun 1minute.id, pada 2019 sejumlah perkara korupsi di Kabupaten Gresik sempat ditangani oleh Alifin. Saat itu, Alifin menjadi jaksa penyidik di Seksi Pidana Khusus Kejari Gresik. Alifin menjadi anggota tim penyidiknya. Perkara korupsi ikut ditangani diantaranya di Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, pungutan dana kapitasi jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan dari BPJS Kesehatan Kabupaten Gresik di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.

Kemudian, penyalagunaan anggaran di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik dan korupsi anggaran di Kecamatan Duduksampeyan. Hasilnya, pengadilan tindakan pidana korupsi (Tpikor) Surabaya di Sidoarjo menvonis terdakwa terbukti melakukan pidana korupsi.  (yad)

Dari Anggota Penyidik Korupsi, Kini Alifin Menjabat Kasi Pidsus Kejari Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Gaji Ribuan Guru Penerima SK P3K


GRESIK,1minute.id – Ribuan guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik menggelar halalbihalal di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Rabu,18 Mei 2022. 
Halalbihalal yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua PGRI Gresik Arief Susanto, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto bertemakan

“Kembali Fitri Mendidik Dengan Sepenuh Hati” itu menghadirkan pembicara tunggal  KH.Ahmad Rofi’i Mahfudz (Gus Eeng) dari Sidoarjo.  Menurut Gus Eeng, tujuan dari dunia pendidikan adalah untuk menjadikan generasi yang terbaik dengan sentuhan akhla. “Insya Allah generasi bangsa kita akan menjadi generasi yang berkualitas dan berakhlakul Karimah untuk mewujudkan kemajuan bangsa,”pesan Gus Eeng. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak seluruh jajaran pengurus, pengawas dan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebab,  dalam mendidik anak tidak hanya dengan membaca ataupun menghitung.  “Namun dengan hati yang tulus dan ikhlas dalam mendidik mereka agar menjadi insan yang mulia, cerdas dan berkarakter,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu kembali menegaskan sikap pemerintah untuk mensejahterakan tenaga pendidik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “Untuk guru-guru Insya Allah akan menjadi perhatian kami semua termasuk guru TK dan TPQ yang dengan tekun dan sabar akan diupayakan agar mereka dapat tersenyum bahagia,”imbuh mantan Kepala SMK Qomaruddin, Kecamatan Bungah itu. Ia berharap Guru bisa menjadi agen perubahan dengan meningkatkan kualitas dari masa ke masa. 

Sementara itu, Ketua PGRI Gresik Arief Susanto menambahkan, forum yang dihadiri sekitar 1.500 sampai 2 ribu ini jarang terjadi. Keluarga  besar PGRI, imbuhnya, tiada henti mendoakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wakil Bupati Gresik Bu Min untuk selalu diberikan kesehatan kemudahan dalam menjalankan tugas demi kemaslahatan masyarakat.

“Apa yang menjadi harapan Keluarga Besar PGRI akan mengawal Program Dunia Pendidikan sesuai apa yang diharapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik,”ujar Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. Pasalnya, kata Arief, pemkab Gresik dalam menunjang kegiatan belajar mengajar sudah terbantu. Guru yang sudah diangkat melaluiPegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 1.700 yang tersebar di beberapa sekolah baik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Itu semua tidak lepas dari perjuangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik mudah-mudahan anggaran tunjangan untuk Guru dari P3K segera dialokasikan.” pintanya.

“Kami berharap dalam kegiatan apapun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai kepanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati untuk tetap memperhatikan keluarga besar PGRI,”harap Arief Susanto. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam sambutannya menyampaikan pihaknya terus bergerak dalam memajukan dunia pendidikan.  Diantaranya, sudah melaunching Pembelajaran Kurikulum Sejarah Lokal, Edukasi Wisata untuk melihat tempat sejarah di Kabupaten Gresik, CSR Peduli Pendidikan. “Dan Tahfidz Alquran program pembelajaran semua sekolah di Gresik wajib mengikuti ekstrakulikuler tahfidz,”terangnya. 

Selain itu, kepedulian terhadap Guru Tidak Tetap (GTT) yang dulunya tidak dapat di sertifikasi sekarang dirubah menjadi honor dan dapat sertifikasi. “Termasuk guru dari P3K yang sekarang sudah menerima SK tersebut sudah dianggarkan Rp 100 miliar untuk pembayaran Guru P3K,”terangnya. (yad)

Pemkab Gresik Anggarkan Rp 100 Miliar untuk Gaji Ribuan Guru Penerima SK P3K Selengkapnya

Kalau Tidak Ngantuk, Ya Rem Blong, Truk Kontainer Lindas Suzuki Ertiga

GRESIK,1minute.id – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa. Sebuah truk kontainer yang diduga mengalami rem blong melindas mobil Suzuki Ertiga di simpang 3 Raya Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Rabu, 18 Mei 2022. 

Akibat serudukan truk kontainer itu bodi mobil Suzuki Ertiga kelir merah itu rusak berat. Bodi minibus tidak terbentuk. Pengemudi Suzuki Ertiga bernama Sudiyono tergencet bodi mobil yang dikendarainya. Untuk mengevaluasi pensiunan guru berusia 60 tahun tinggal di Dusun Dukuh, Desa/Kecamatan Bungah itu butuh waktu 2 jam.

Menurut cerita Sekamto, 51, sekitar pukul 11.00 truk kontainer nomor polisi (nopol) L 9367 UX yang disopiri Suwarno, 44, warga Widang, Tuban melaju dari arah Raya Sidayu menuju ke Manyar, Gresik. Memasuki jalan menurun Raya Bungah tepatnya simpang 3 Raya Bungah, sopir truk kontainer tidak bisa mengendalikan laju kendaraan beratnya itu. Nahas di depan ada mobil Suzuki Ertiga nopol W 1743 CW.

Kendaraan berat itu langsung melindas bodi mobil Suzuki Ertiga yang kendarai Sudiyono. Minibus terseret karena truk kontainer warna hijau terus melaju menabrak tiang telkom dan berhenti setelah menabrak sebuah toko.
Menurut saksi mata kejadian memilukan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Truk kontainer nomor polisi (Nopol) L 9367 UX melaju dari arah  Sidayu ke Manyar. Setelah melewati jalan tanjakan Raya Bungah kemudian jalan menurun. Nah, saat jalan menurun itu, diduga truk kontainer yang disopiri oleh 

“Kayaknya (sopir kontainer) kalau ngak ngantuk ya (rem) ngeblong. Tiba-tiba menabrak begitu saja,”ungkap Sekamto,51, petugas penyebrangan jalan di simpang 3 Raya Bungah itu kepada wartawan. Sopir Suzuki Ertiga meninggal di lokasi kejadian (TKP) akibat tertabrak truk kontainer dan tertimpa tiang telkom. Sementara sopir truk kontainer selamat dan telah dilarikan ke rumah sakit islam (RSI) Mabarrot NU Bungah. 

Hingga pukul 12.30, ketika berita ini ditulis petugas kepolisian dari Polsek Bungah bersama warga masih  melakukan proses evakuasi korban yang tergencet di dalam mobil. Cuaca hujan deras disertai banyaknya lilitan kabel di lokasi menjadi penghambat proses evakuasi. Kecelakaan itu mengakibatkan jalan Deandles di Pantai utara (Pantura) Kabupaten Gresik itu macet dua arah, yakni dari arah Sidayu tujuan Manyar dan sebaliknya. (yad)

Kalau Tidak Ngantuk, Ya Rem Blong, Truk Kontainer Lindas Suzuki Ertiga Selengkapnya

Pasutri Korban Laka Bus Pariwisata Ardiansyah Dimakamkan, Andik di TPU Katimoho, Istrinya di TPU Benowo

GRESIK,1minute.id – Suasana duka menyelimuti keluarga Andik Suyanto di Desa Katimoho, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Selasa,17 Mei 2022. Andik bersama istrinya, Anita Agustina adalah s korban kecelakaan tunggal di ruas Tol Sumo KM 712 yang menawaskan 15 orang pada Senin, 16 Mei 2022 sekitar pukul 06.15 WIB itu. 

Kabar Andik dan istrinya, Anita Agustina itu membuat warga desa setempat seakan ikut merasakan duka. Puluhan warga setempat mengalir ke rumah duka untuk bertakziah. Diantaranya, Aipda Febriyanto. Febriyanto adalah Bhayangkara Pembina Keamanan dab Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Katimoho. Febriyanto tidak sendirian. Ia bersama Kepala Unit (Kanit) Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Kedamean Aipda Eko Subandi.

“Kami Polres Gresik mengucapkan bela sungkawa kepada korban meninggal,”kataKapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Kedamean Iptu Dante Anam Irawanto pada Selasa,17 Mei 2022.

Diketahui Andik dan istrinya, Anita Agustina adalah dua dari 14 korban meninggal dalam kecelakaan maut di Ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712 pada Senin,16 Mei 2022. Andik dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Katimoho. Sedangkan, Anita Agustina dimakamkan di TPU Benowo, Surabaya.  
Bus pariwisata Ardiansyah perjalanan pulang ke Benowo dari wisata di Gunung Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah menabrak rambu jalan atau variable message sign/VMS) di KM 712.400A Tol Sumo.

Sebanyak 14 penumpang meninggal dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan. Ade Firmansyah, diantaranya yang selamat dalam kecelakaan  bus pariwisata bernomor polisi (nopol) S 7322 UW itu.

Siapa Ade Firmansyah? Ia adalah sopir bus pariwisata Ardiansyah yang mengalami kecelakaan di Tol Sumo KM 712 pada Senin,16 Mei 2022. Kecelakaan tunggal pukul 16.15 WIB, itu mengakibatkan 14 penumpang meninggal.Sopir berusia 28 tahun itu asal Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya. Ade Firmansyah adalah sopir pengganti. Ade Firmansyah diduga mengantuk. Satlantas Polresta Mojokerto masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan maut itu. (yad)

Pasutri Korban Laka Bus Pariwisata Ardiansyah Dimakamkan, Andik di TPU Katimoho, Istrinya di TPU Benowo Selengkapnya

Doa Bersama agar Pandemi Berakhir di Haul ke-555 Nyai Gede Pinatih, Ibu Angkat Sunan 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Haul ke-555 Nyai Gede Pinatih digelar oleh pengurus Pesarean Makam Nyai Gede Pinatih beserta masyarakat Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik. Haul ibu asuh Sunan Giri itu diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Salah satu pengurus Pesarean Nyai Gede Pinatih Mohammad Tajudin saat mendampingi Gus Fachri Muchtar Djamil, anak dari almarhum KH Mochtar Jamil mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk meneladani jasa beliau dalam penyebaran agama Islam di Gresik

“Nyai Gede Pinatih adalah tokoh wanita Islam Gresik yang mempunyai peranan penting dalam sejarah perjalanan hidup Sunan Giri (Raden Paku) diketahui beliau adalah ibu angkat yang mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Sunan Giri hingga dewasa,”ujar Tajuddin pada Minggu, 15 Mei 2022.

Ditambahkan Tajudin, kegiatan ini juga sebagai bentuk ikhtiar dalam mengetuk pintu langit, menggapai Rahman Rahim Allah SWT agar wabah Covid-19 di negeri ini dapat segera terselesaikan. “Acara ini digelar sehari saja dikarenakan masih dalam suasana pandemi Covid-19, sehingga kami memohon kepada Allah SWT semoga pandemi segera diangkat dari dunia agar kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa,”katanya. 

Haul Nyai Gede Pinatih digelar pada Sabtu, 14 Mei 2022. Serangkaian acara digelar.  Diantaranya Khotmil Quran Bil Ghoib Wanita , Tahlil Umum Anak – anak dan TPQ. Tahlil Umum Dewasa Putra dan Wanita dan Hadrah Tradisional & Al – Banjari  serta Santunan Anak Yatim Piatu. Nyai Gede Pinatih atau Nyai Ageng Pinatih adalah ibu angkat Sunan Giri.

Nyai Ageng Pinatih adalah saudagar kaya raya ini diangkat sebagai Syahbandar Perempuan Pertama di Gresik antara 1458-1477. Nyai Ageng Pinatih dimakamkan di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.  Masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memperingati Haul Nyai Ageng Pinatih setiap 12 Syawal. (yad)

Doa Bersama agar Pandemi Berakhir di Haul ke-555 Nyai Gede Pinatih, Ibu Angkat Sunan  Selengkapnya

Sopir Diduga Ngantuk, Bus Pariwisata Ardinsyah Menabrak Rambu Jalan Tol Sumo, 13 Penumpang Meninggal

MOJOKERTO,1minute.id – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Sumo KM 712 arah Surabaya pada Senin pagi, 16 Mei 2022. Kecelakaan tunggal pada pukul 06.15 WIB, itu mengakibatkan 13 orang meninggal dunia. Korban meninggal itu adalah penumpang bus pariwisata Ardiansyah.

Informasi yang dihimpun bus pariwisata Ardiansyah perjalanan pulang dari berwisata Gunung Dieng, Wonosobo, Jateng. Bus bernomor polisi (nopol) S 7322 UW tujuan Surabaya. Bus pariwisata yang disopiri Ade Firmansyah, 29, itu mengangkut 25 penumpang tujuan Benowo, Surabaya. Bus melaju ke arah Surabaya. Memasuki Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) KM 712, bus pariwisata oleng ke kiri. Diduga sopir bus Ade Firmansyah tidak kuat menahan kantuk. 

Bus kemudian menabrak rambu lalu lintas atau variable message sign/VMS) di KM 712.400A Tol Sumo hingga ambruk. Akibat benturan itu bentuk moncong dengan rambu lalu lintas ditengarai sangat kencang hingga bodi bus pariwisata rusak parah. Bodi bus tidak terbentuk. Ringsek. Akibatnya, 13 penumpang meninggal dunia. Sedangkan, 12 penumpang lainnya luka-luka berat dan ringan.

Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Heru Sujio Budiono mengatakan bus pariwisata membawa rombangan wisatawan asal Benowo, Surabaya. Mereka perjalanam pulang dari Gunung Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. ” Bu hendak kembali ke Surabaya setibanya di lokasi mengalami laka tunggal,”kata AKP Heru Sujio Budiono dikutip dari inilahmojokerto.com

Korban laka tunggal dibawa ke lima rumah sakit di Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik. Lima rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Emma Kota Mojokerto, RS Citra Medika (Ciko), Tarik, Sidoarjo, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wahidin Sudiro Husodo serta RSUD RA Basuni Gedeg Mojokerto dan RS Petrokimia Gresik.

Untuk korban meninggal berjumlah 13 orang dibawa ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kordinator rawat inap RSUD Wahidin Sudiro Husodo dr Alvin Humaidi mengatakan, 13 orang korban kecelakaan bus pariwisata sebanyak 4 orang yang identitasnya dapat diidentifikasi yakni, Titis Hermi, Ainur Rofiq, Edi Purnomo, dan Andik. Keempat orang tersebut beralamat di Jalan Benowo, Surabaya.

Sementara, 10 orang dirujuk ke RS Citra Medika yakni, Jefri Adi, Yati Nanik, Bayu, Adi, Adrian Maulana, Suudi, Sujono, Ade Firrmansyah, Saqila (4 tahun) dan satu orang meninggal dunia belum diketahui identitasnya.

Sedangkan korban yang dirujuk di RS Emma Kota Mojokerto berdasarkan Senkom Tol Sumo (Surabaya – Mojokerto) ada 4 orang yakni Muhammad Noval Al Habib, laki-laki usia 13 tahun, warga Benowo, Surabaya kondisinya diduga mengalami patah lengan kiri.

Sementara Mujiana, perempuan berusia 54 tahun, warga Benowo, Surabaya kondisinya sadar tapi belum bisa diajak komunikasi, diduga mengalami patah tulang di paha. Sedangkan Nur Ali, laki-laki usia 57 sampai 59 tahun, warga Benowo, Surabaya. kondisinya tidak sadarkan diri. Mujiana dan Nur Ali adalah sepasang suami istri. Anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun, memakai kaos hitam dan celana olah raga hitam putih. Kondisinya cedera dan tidak sadarkan diri. (yad)

Sopir Diduga Ngantuk, Bus Pariwisata Ardinsyah Menabrak Rambu Jalan Tol Sumo, 13 Penumpang Meninggal Selengkapnya

Dimeriahkan Grup Gambus Putri Banyu Biru, Puncak Harlah ke-72 Fatayat Semarak

GRESIK,1minute.id – Grup Gambus Putri Banyu Biru meramaikan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-72 Fatayat Nahdlatul Ulama di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Harlah badan otonom (Banom) NU itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah , Anggota DPRD Jatim juga Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PCFNU) Gresik Ufiq Zuroida, serta  Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir.

Penampilan Grup Gambus Putri Banyu Biru yang sarat prestasi itu menambahkan semarak acara. Apalagi mereka membawakan dua lagu ciptaan mereka sendiri. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap Fatayat serta banom Nahdlatul Ulama lainnya bisa bersinergi dan kolaborasi sehingga bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah desa setempat. 

“Sahabat Fatayat harus bisa berinovasi membaca peluang apa yang menjadi program Desa terlebih dapat membantu BUMDes dalam rangka menaikkan APBDes atau program lain yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”pesan Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam sambutannya pada Minggu, 15 Mei 2022.

Pada kesempatan itu, Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu berharap Fatayat dan semua stakeholder lainnya memberikan support untuk mewujudkan program pemerintah. “Minal Aidin Wal Faizin Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Gresik  Mohon Maaf yang sebesar besarnya apabila program-program yang kami jalankan bersama bapak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) belum terlaksana, semoga dapat terlaksana dan kami selesaikan hingga 2024,”katanya. 

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Ranting Lowayu Nazila mengungkapkan sejumlah kegiatan telah dilakukan untuk menyemarakan Harlah ke-72 Fatayat NU di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun ini. Antara lain, launching single lagu gambus yang dibawakan oleh Grup Gambus Putri Banyu Biru. “Dua lagu single itu ciptaan kami sendiri,”kata Nazila.

“Semoga kehadiran Grup Gambus Putri Banyu Biru ini mampu menghidupkan Fatayat NU Ranting Lowayu dan akan membumikan potensi Desa Lowayu,”katanya.  Untuk diketahui jumlah penduduk di Desa Lowayu berjumlah 8.600 jiwa. Mereka tersebar di 36 rukun tetangga (RT) dan 9 rukun warga (RW). Grup Gambus Putri Banyu Biru runner up Kabupaten Gresik. (yad)

Dimeriahkan Grup Gambus Putri Banyu Biru, Puncak Harlah ke-72 Fatayat Semarak Selengkapnya