Datang Terlambat, Gerbang Kantor Bupati Ditutup, Ratusan Kendaraan Diduga ASN Mengular

GRESIK,1minute.id – Etos kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih belum sesuai ekspektasi. Diduga puluhan bahkan ratusan abdi negara terpaksa tidak bisa mengikuti apel pagi setiap Senin karena terlambat. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik bakal memberikan sanksi pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). 

“Sudah kami ingatkan sejak awal. ASN yang terlambat masuk kerja akan mendapatkan sanksi pengurangan TPP,”kata Kepala BKD Gresik Khusaini dikonfirmasi selulernya pada Senin, 24 Januari 2022. 

TERLAMBAT: Puluhan kendaraan diduga ASN tertahan tidak bisa masuk karena terlambat masuk kantor pada Senin, 24 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id puluhan bahkan ratusan kendaraan bermotor roda dua dan empat berjubel di gerbang masuk kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Senin pagi, 24 Januari 2022. Bahkan, antrean masuk meluber di jalan nasional itu. Mereka tidak bisa masuk karena gerbang kantor ditutup. Di halaman kantor Bupati itu sedang ada apel pagi.  Sejumlah kendaraan yang datang terlambat ada yang memilih untuk balik kanan. (yad)

Datang Terlambat, Gerbang Kantor Bupati Ditutup, Ratusan Kendaraan Diduga ASN Mengular Selengkapnya

Siang ini, Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik Diresmikan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki gedung baru, UPT pengujian kendaraan bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. 
Gedung baru itu berlokasi di Jalan raya nasional di Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Gedung baru menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik yang bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Pemkab Gresik yang diperingati setiap 27 Februari itu. 
Selama hampir 5 dasawarsa, Pemkab Gresik hanya sewa pakai gedung PKB milik Pemprov Jatim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Gedung lama itu, sekarang digunakan sebagai gedung Samsat.
Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik ini memiliki luas 20.369 meter persegi (m²). Luas bangunan 1.550 m² terdiri dari gedung utama uji PKB dan kantor 1.440 m² dan 150 m². 

Pembangunan gedung baru UPT PKB Dishub Gresik dilakukan melalui 2020 dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Gedung tersebut rencananya diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada siang hari ini, Senin, 24 Januari 2022.

Kepala UPT PKB Dishub Gresik Sriono mengatakan, pembangunan gedung diharapkan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Gresik. Tahun lalu, PAD yang disetorkan ke Pemkab Gresik sekitar Rp 2,5 miliar. “Tahun ini target meningkat sekitar Rp 3 miliar “kata Sriono pada Senin, 24 Januari 2022.

Gedung baru semangat pelayanan akan semakin dipermudah. Bila selama ini, pendaftaran kendaraan yang hendak melakukan uji kir melalui cara konvensional yakni datang ke kantor. “Kedepan pendaftaran bisa dilakukan secara online,”imbuhnya. Dalam sehari rata-rata 150 unit kendaraan bermotor yang melakukan uji kir. (yad)

Siang ini, Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik Diresmikan Selengkapnya

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wangiharum bunga itu begitu semerbak. Mirip wangi bunga Melati. Puluhan ekor semut terlihat mengerubuti kelopak bunga yang mulai mekar malam hari itu. Bunga itu adalah Wijaya Kusuma (Epiphyllum  oxypetalum). Malam semakin larut kelopak bunga yang berwarna putih, kuning semakin mekar. Oh…begitu cantik bentuknya saat mekar.

Bunga Wijaya Kusuma adalah bunga yang klasik dan ciamik cantik. Struktur daun Wijaya Kusuma juga tak kalah menarik untuk diamati. Daunnya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan berbentuk zig-zag. Kelopak bunganya yang besar akan mekar dengan anggun di tengah kegelapan malam. Hanya mekar di malam hari.

MEKAR DI MALAM HARI: Bunga Wijaya Kusuma yang berjuluk Queen of the Night ketika mekar di malam hari. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah itu, bunga layu dan merunduk. Kemudian rontok. 
Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  kelopak bunga Wijayakusuma mulai merekah hingga mekar sempurna hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam. Beberapa kali melakukan pengamatan secara langsung bunga berjuluk “Queen of the Night” ini mekar.

Saat pagi hari atau cahaya matahari bersinar, kelopak bunga sudah menutup. Kelopak bunga ketika mekar berdiri tegak kemudian merunduk. Karena itulah bunga Wijaya Kusuma mendapatkan julukan ‘Queen of the Night’.

Cara Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Cara merawat bunga Wijaya Kusuma sendiri terbilang mudah. Sebab, Wijaya Kusuma dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan. Yang pasti, Anda harus menaruhnya di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Meski tergolong dalam keluarga Kaktus, namun Wijaya Kusuma lebih cocok disebut sebagai tanaman tropis. Ia tak bisa tumbuh di suhu udara lebih dari 38 derajat celcius. Suhu udara optimal untuk tanaman ini berada di antara 10-32 derajat Celcius. 

Mitos yang Mengelilingi Bunga Wijaya Kusuma 

HARUM : Kelopak bunga Wijaya Kusuma ini sangat harum ketika mekar di malam hari (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan dalam mitologi Jawa, Wijaya Kusuma dianggap sebagai tanaman sakti. Wijaya Kusuma menjadi syarat bagi seorang raja yang akan naik takhta, yang dipercaya di kalangan keraton di Jogjakarta dan Surakarta (Solo). Selain itu, bunga ini juga dipercaya sebagai pusaka Raja Dwarawati, Prabu Kresna, yang merupakan titisan Batara Wisnu, sang pelestari alam.

Berikut mitos-mitos bunga Wijaya Kusuma mengutip berbagai sumber.

MEKAR : Bunga Wijaya Kusuma ketika awal mekar berdiri tegak pada malam hari. Keesokan harinya bunga merunduk (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. Bunga penting di kalangan kerajaan

Konon, di zaman dahulu kala, bunga ini menjadi favorit petinggi-petinggi kerajaan. Selain karena kelopaknya yang anggun, bunga ini juga dianggap langka, karena hanya dimiliki kalangan kerajaan dan orang-orang mampu. Dikisahkan, para pengawal bahkan harus bepergian jauh untuk memetik bunga Wijaya kKusuma. Konon, istana yang memiliki bunga Wijaya Kusuma akan menjadi kerajaan yang makmur.

2. Membawa Keberuntungan

Salah satu mitos yang paling lekat dengan bunga klasik ini adalah sifatnya yang membawa hoki. Konon, barang siapa yang melihat bunga ini mekar di malam hari, akan mendapatkan keberuntungan. Kabar burung ini muncul dari nama bunga itu sendiri. Dalam bahasa Jawa, ‘wijaya‘ bermakna ‘kemenangan’, sementara ‘kusuma‘ berarti ‘tegak’.

3. Berasal dari Indonesia

Karena namanya, tanaman satu ini sering kali dianggap sebagai tanaman asli Indonesia. Padahal, kenyataannya tanaman ini berasal dari Meksiko. Bunga ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang Tiongkok yang masuk melalui jalur laut di masa Kerajaan Majapahit.

MERUNDUK : Hanya satu malam mekar. Keesokan harinya bunga Wijaya Kusuma kemudian merunduk, layu dan beberapa hari kemudian rontok. (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, bunga Wijaya Kusuma merupakan bunga yang cantik dan layak dikoleksi pecinta tanaman hias. Bentuknya yang klasik membuat taman rumah jadi lebih elegan di malam hari. (yad)

Menikmati “Queen of the Night”, Bunga Klasik nan Cantik Selengkapnya

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari

GRESIK,1minute.id – Mesin pengolah sampah di TPA Ngipik itu masih berdiri kokoh. Meski, sebagai cat besi ada yang mulai memudar dan berkarat. Wartawan 1minute.id mencoba melihat dari dekat pengolah sampah itu. Namun, sampai pukul 14.30 tidak terdengar mesin pengolah sampah itu menderu. Corong terbuat mirip terpal yang biasa digunakan “memuntahkah” hasil pengolahan diikat ke atas. Seharusnya corong itu ujungnya ke bawah.

Tidak ada satu pun orang di sekitar mesin pengolah sampah itu. Hanya ada dua truk yang parkir di sekitar mesin pengolah sampah milik Semen Indonesia Foundation itu. Lahan TPA Ngipik dengan luas sekitar 9 hektare itu aset perusahaan plat merah, penghasil semen. Mesin pengolah sampah itu didatangkan dari Jerman. 

BUKIT SAMPAH : Begini kondisi sampah di TPA Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konon kemampuannya bisa mengolah sampah menjadi tanah uruk, komposer, dan plastik (bahan bakar). Kalau mesin pengolah sampah tersebut berjalan maksimal, semua sampah di TPA Ngipik dapat dimanfaatkan. Bukit sampah yang menggunung di TPA Ngipik semakin berkurang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu mencapai antara 200 ton sampai 300 ton per hari.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya akan berencana membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota dan Gresik Selatan. “Bila dua pabrik pengolahan sampah bisa beroperasi maksimal masing-masing bisa mengolah 100 ton sampah per harinya,”kata Najikh dikonfirmasi melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari Selengkapnya

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah

GRESIK,1minute.id – Bukit sampah yang menjulang keangkasa di TPA Ngipik menjadi berkah bagi para pemulung. Jumlah puluhan. Mereka sebagai besar berasal dari luar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sulasmi, antara lain. “Super” women berusia 60 tahun itu berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Nenek 3 cucu mengais rezeki di TPA Ngipik sejak 1983. 

SUPER WOMEN : Pemulung perempuan sedang mengais rezeki di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu 22 Januari 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semula Sulasmi bersama suami memilah, memilih dan memungut sampah di TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu. Sulasmi memilih sampah plastik, botol air mineral maupun kardus. Sampah itu lalu dikumpulkan digubuknya di Ngipik. Ia kini sendirian bekerja. “Sudah 2 tahun suami meninggal,”kata Sulasmi suara lirih sambil mengais sampah plastik di TPA Ngipik pada Sabtu, 22 Januari 2022.

BUKIT SAMPAH: Seorang pemulung perempuan berjibaku memilah, memilih, memungut sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sulasmi melanjutkan, suami sakit di Gresik. Karena kondisi kesehatan semakin parah, Sulasmi kemudian membawa suaminya pulang ke kampung halaman di Pacitan, Jawa Timur. “Suami meninggal disana (Pacitan,Red),” katanya dengan nada lirih. 

BISKUIT: Seorang pemulung perempuan di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik mewadahi biskuit di karung setelah kalengnya mereka ambil untuk dijual pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Hampir separuh umur Sulasmi dihabiskan untuk mengais rezeki di TPA Ngipik. Sulasmi mengaku menjadi pemulung di TPA Ngipik sejak 1983. Kini, sudah 39 tahun, perempuan tangguh itu berjibaku dengan tumpukan sampah. “Nyuwun pandongane mugi-mugi pinaringan sehat terus ngih,”katanya. Berapa penghasilan Sulasmi setiap harinya? Nenek 60 tahun hanya tersenyum. “Alhamdulillah, cekap (cukup,Red),”dalihnya. (yad)

Super Women di TPA Ngipik, Sulasmi Sejak 1983 Mungut Sampah Selengkapnya

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang

GRESIK,1minute.id – Sampah kota bakal menjadi problem krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menampung mayoritas sampah rumah tangga warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa. 

ANTRE: Truk pengangkut sampah menunggu antrean membuang sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Antrean panjang truk pengangkut sampah menjadi pemandangan saban hari. Sejak musim hujan. Para sopir harus sabar antre menunggu giliran membuang sampah di TPA Ngipik itu pada Sabtu, 22 Januari 2022. “Kalau sampeyan kesini hari efektif (Senin sampai Jumat) antrean sampai luar pagar (gerbang) TPA,”cerita Imam Solikin, salah satu sopir pengangkut sampah ditemui 1minute.id pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Pada Sabtu dan Minggu antrean berkurang. Solikin mengaku sudah 30 menit menunggu giliran membuang sampah. Sampah yang diangkut Solikin diambil dari Kecamatan Cerme, Gresik itu. “Sehari Saya empat sampai lima kali rit,”katanya. 

BECEK : Air hujan bercampur air lindi sampah membuat TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik becek pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id antrean panjang truk sampah itu terjadi mulai terlihat begitu masuk gerbang TPA hingga tempat pembuangan. Sebanyak 8 truk yang antre setelah jembatan timbangan. Antrean lebih panjang sebelum jembatan timbang. Antrean terjadi karena jalan di TPA Ngipik becek karena musim hujan. 

Antrean semakin parah karena alat berat yang beroperasi hanya masing-masing satu unit backhoe dan bulldozer. Menurut sejumlah orang yang ada di TPA itu, biasanya ada tiga unit backhoe yang beroperasi untuk meratakan sampah. Namun, sejak sepekan terakhir dua dari tiga backhoe rusak. “Satu backhoe yang beroperasi,”kata salah satu pemulung di TPA Ngipik. 

ALAT BERAT: Operator Backhoe sedang meratakan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

TPA Ngipik, satu-satunya lahan pembuangan akhir yang dimiliki Pemkab Gresik. Di TPA itu tempat menampung semua sampah rumah tangga mulai dari Kota, Gresik Selatan, dan Utara. Gresik Selatan meliputi Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan. Kemudian, Gresik Utara mulai dari Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Berikut, sampah rumah tangga di kawasan Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Saban hari volume sampah yang dibuang ke TPA Ngipik berkisar antara 200 ton – 300 ton.

BANGAU: Tumpukan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik menjadi tempat burung Bangau untuk mencari makan pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya tumplek-blek dibuang di TPA Ngipik. 
Pemkab Gresik sudah berancang-ancang membuka sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) lainnya. Yakni, Gresik Selatan, Utara dan Pulau Bawean. Namun, hingga saat ini belum teralisasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik  Mokh Najikh mengatakan,  ada dua TPST yang akan dipersiapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. “TPST Ngipik dan Belahanrejo, Kecamatan Kedamean,”kata Najikh dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang Selengkapnya

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 digelar di SD Muhammadiyah Gresik pada Jumat, 21 Januari 2022. Acara bertajuk “Isi Bekal Kami” ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik berupaya untuk membudayakan pemenuhan gizi bagi anak didiknya dengan makanan-makanan yang terjamin kebersihannya.

Wabup Aminatun Habibah mengajak masyarakat insan pendidikan untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi bagi anak sebagai langkah usaha bersama penanggulangan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, Saya mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah Gresik yang sudah menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional,”ujarnya. Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Tahun ini, Hari Gizi Nasional mengambil tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah melanjutkan, Peringatan Hari Gizi ini  menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah Gresik sangat mendukung kesehatan bagi anak-anak yang salah satunya dengan memberikan makanan bergizi. “Dan ujungnya akan membentuk kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak secara maksimal sehingga menghindarkan anak-anak kita dari stunting,” ujar Bu Min.

Ia berpesan agar kebiasaan pemenuhan gizi lewat makanan yang bergizi bisa terus dilakukan selepas momen peringatan Hari Gizi Nasional baik itu di sekolah maupun di rumah.Di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung hingga saat ini, selain pemenuhan gizi lewat makanan yang sehat, juga dibutuhkan pemberian vaksinasi untuk menangkal virus penyebab Covid-19. 

Sesuai instruksi dari pemerintah pusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik mengenai pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. SD Muhammadiyah Gresik tidak mau ketinggalan. Disela peringatan Hari Gizi Nasional itu, Bu Min menyempatkan meninjau pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua di sekolah itu. Sebanyak 125 siswa mendapatkan suntik vaksin merek Sinovac itu. Gelaran vaksinasi dimulai pada Senin lalu, 17 Januari 2022 berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Alun-Alun Gresik itu. (yad)

Wabup Gresik Ajak Guru dan Orang Tua Cegah Stunting dengan Makanan Bergizi Selengkapnya

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi

GRESIK,1minute.id – Perban warna putih itu masih “menyelimuti” kelopak mata bagian kiri pelajar sekolah menengah pertama di Kecamatan Driyorejo, Gresik. Kelopak mata bagian kiri pelajar kelas VIII itu mengalami luka robek dan lebam akibat perundungan yang mengarah kekerasan fisik dilakukan oleh sekelompok orang. 

Terduga pelaku perundungan adalah para senior korban di sekolah. Aksi brutal dilakukan sejumlah pelajar itu ditandatangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Polres Gresik. Penyidik PPA telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. 

“Sudah tiga saksi yang kami mintai keterangan. Antara lain saksi korban dan orang tua korban,”kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy.

Informasi yang dihimpun perundungan atawa bullying kepada korban berinisial MI terjadi sekitar pukul 09.00 pada Senin lalu, 17 Januari 2022. Saat itu, jam istrahat sekolah. Korban MI didatangi kakak kelas berinisial AR. Korban diajak oleh terduga ke samping sekolah. Di lokasi tidak jauh dari sekolah itu sudah berkumpul 6-8 anak lainnya. Korban lalu dikeroyok tanpa mengetahui penyebabnya. Pelaku menendang, memukul korban hingga nyaris kelenger.  Setelah puas, para pelaku meninggalkan korban sendirian yang mengerang kesakitan. (yad)

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi Selengkapnya

Pengurus Tiara Kusuma Dikukuhkan, Ini Harapan Wabup Gresik

GRESIK,1minute.id – Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia Tiara Kusuma Kabupaten Gresik punya nakhoda baru. Ia bernama Yuni Lestari. Susunan Pengurusnya pun sudah terbentuk dan dikukuhkan di Atrium Gressmall pada Rabu, 19 Januari 2022.

Pengukuhan pengurus anyar periode 2022-2026 dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Tampak hadir diantaranya Ketua TP PKK Gresik sekaligus Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Gresik Sutaji Rudi. 

Wabup Aminatun Habibah memberikan apresiasi kepada DPC Tiara Kusuma telah memberikan bimbingan kepada generasi muda sehingga bisa mandiri dan sanggup untuk berwirausaha. Wabup perempuan pertama di Gresik itu berharap peran Tiara Kusuma diperluas dengan memberikan pelatihan keahliannya kepada penyandang disabilitas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Saya menitipkan kepada teman-teman Tiara Kusuma, agar teman-teman kita yang berkebutuhan khusus yang memungkinkan untuk bisa dibimbing dengan kompetensi njenengan semua. Teman-teman berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan bimbingan dan belajar,”katanya. (yad)

Pengurus Tiara Kusuma Dikukuhkan, Ini Harapan Wabup Gresik Selengkapnya

Dinkes Surabaya dan BIN Jemput Bola Vaksinasi Warga Kelurahan Petemon Kuburan 

SURABAYA,1minute.id- Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan BIN blusukan ke Petemon Kuburan, Surabaya pada Senin, 17 Januari 2022. Tujuan blusukan jemput bola untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat setempat. 

Untuk mendekatkan pelayanan vaksin kepada masyarakat, maka petugas mesti mau turun ke wilayah terkecil dalam masyarakat, yaitu RT atau RW, demikian disampaikan Koordinator Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Sawahan Denik usai melakukan vaksin tahap 1 di Balai RW 02 

“Selama ini, kami masih sibuk melakukan vaksin di masing masing puskesmas, seiring masyarakat yang karena kesibukan dan juga informasi yang kurang lengkap, sehingga kami harus jemput bola dengan mendatangi mereka,” jelas Denik. 

Puskesmas Sawahan bekerja sama dengan BIN melakukan vaksinasi  di Balai RW 2  Petemon Kuburan dan berhasil mem vaksin 198 orang dosis 1. Ketua RW 2 Petemon Kuburan Wawan merasa senang  karena warganya mendapatkan suntikan vaksin, dan masyarakat tidak perlu jauh jauh pergi ke puskesmas. “Ketika petugas Puskesmas Sawahan dan dari BIN menawarkan untuk dilakukan vaksinasi, maka kami langsung setuju, dengan harapan warga kami semakin sehat,”ujar Wawan. (yad)

Dinkes Surabaya dan BIN Jemput Bola Vaksinasi Warga Kelurahan Petemon Kuburan  Selengkapnya