Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bakal menjadikan Kampung Pecinan menjadi destinasi wisata di Gresik. Kampung Pecinan berlokasi di Jalan Setiabudi, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan Gresik telah dilakukan revitalisasi oleh Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik. 

Revitalisasi dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari akan dilanjutkan tahun ini. Ada tujuh ruas jalan yang bakal di sulap menjadi kawasan yang lebih ciamik. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat ; AKS Tubun; Agus Salim ; KH Zubair ; Malik Ibrahim dan Setiabudi.

Mengapa Kampung Pecinan? Kampung ini terdapat bangunan rumah lawas peninggalan Kolonial Belanda. Di kampung itu juga terdapat tempat ibadat warga Tionghoa. Tempat Ibadat itu adalah Klenteng Kim Hin Kiong. Prasasti yang ditempel di klenteng alias Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) tertulis berdiri 1 Agustus 1153 Masehi. Kini, telah berumur 869 tahun. 

Artinya lebih tua dari lahirnya Kota Gresik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38/1974 , Hari Jadi Kota Gresik pada 9 Maret 1487 dan Hari Pemkab Gresik pada 27 Februari 1974. Tahun ini, Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-48 Pemkab Gresik. 

Infrastruktur jalan di kampung Pecinan sudah tertata lebih elok. Enak dipandang mata. Eksterior seperti penerangan jalan umum (PJU)-nya berornamen khas Tionghoa. Kabel listrik tidak semrawut karena di bawah tanah. 

Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo memberikan apresiasi langkah Pemkab Gresik melakukan revitalisasi Kampung Pecinan itu. “Kalau memang telah menjadi kebijakan Pemerintah, kami dari Klenteng Kim Hin Kiong sangat mendukung,”kata Budi Prasetyo Tedjo usai ritual Sembayang menyabut Tahun Baru Imlek pada Selasa dini hari, 1 Februari 2022.

Budi berharap, penetapan Klenteng Kim Hin Kiong sebagai kawasan heritage akan menjadikan Klenteng lebih ramai. Lebih banyak orang yang bersembayang di Klenteng ini. Meski selama umat Tionghoa yang melakukan ritual sembayang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari Tangerang, Jakarta, Bekasi atau Semarang, Jawa Tengah dan lainnya. Warga Tionghoa dari luar Gresik kalau pergi ke Surabaya pasti mampir sembayang di Klenteng ini.

“Klenteng ini tertua di Jawa,”tegas Budi didampingi sejumlah orang pengurus TITD Kim Hin Kiong itu.
Selain Klenteng tertua di Jawa, lanjutnya, Klenteng Kim Hin Kiong ini juga sangat dikenal dengan memiliki obat paling mujarab alias Ciamsi bagi pemeluk Tri Dharma (Buddha, Taoisem, dan Konfusius). Masih menurut Budi,  ciamsi obat dan ciamsi mengenai nasib.

“(Ciamsi) sangat-sangat cocok,”tegasnya. Terkait revitalisasi yang telah dilakukan Dinas CK PKP Gresik,  Budi mengaku sangat senang. Sebab, revitalisasi yang dilakukan membuat suasana kampung Pecinan semakin bagus.”Penataan sangat senang, bagus sekali. Lebih rapih, lebih bersih dan lebih cerah, Terutama malam hari,”tegasnya. 

Klenteng Kim Hin Kiong juga menjadi saksi dari toleransi beragama yang ada di Gresik. Meski berada di daerah mayoritas pemeluk agama Islam, tapi umat Tionghoa  dan warga sekitar bisa saling menghormati. (yad)

Wisata Heritage Kampung Pecinan Gresik, Klenteng Tertua di Jawa yang Kesohor Ciamsi Selengkapnya

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan tahun baru Imlek 2573 Kongzili dirayakan secara sederhana oleh warga Tionghoa di Gresik. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat perayaan pergantian tahun tanpa ada pertunjukan seni Barongsai dan kembang api. 
Selama dua tahun ini umat Konghucu  merayakan Imlek hanya melakukan sembayang dan doa bersama di Kelenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik. 

Puluhan umat Tri Dharma mulai berdatangan sejak pukul 22.00. Mereka berasal dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sekitar Jawa Timur lainnya. Sembayang dan doa bersama  dilakukan mulai pukul 12.00 malam. Selama 45 menit sembayang yang dipimpin oleh Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong Edi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong) itu berlangsung secara khidmat. 

“Ada tiga dari 9 altar yang menjadi tempat sembayang,”kata Edi Prasetyo Tedjo usai sembayang. Tiga altar yang wajib disembayangi dalam perayaan Imlek ini adalah Altar Thian Kong ,(Tuhan Yang Maha Kuasa) Altar Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Laut dan Dewa Bumi.

Selain itu, dia juga mendoakan kepada umat Tionghoa yang telah memberikan donasi untuk TITD Kim Hin Kiong. Sumbangan diantaranya lampu lampion. Jumlah lampion berjumlah ratusan. Sehingga Klenteng berlokasi di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu terasa semarak.

“Tadi satu per satu nama penyumbang kami laporkan dan di doakan. Bagi yang belum menyumbang juga di doakan yang sama,”katanya.  Umat yang mengajukan untuk menyumbang lampion ini cukup banyak sehingga pengurus Klenteng yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi atau 869 tahun ini terpaksa menolaknya.

“Klenteng sudah penuh lampion,”ujarnya. Dia menyebutkan lampion memiliki filosofi tentang menerangi diri sendiri , hidup sejahtera dan rukun damai.
Edy Prasetyo Tedjo menegaskan dalam sembayang umat berdoa pada tahun ke depan hidup semakin rukun dan damai. Dengan rukun dan damai bisa lebih sejahtera. “Kami juga berdoa pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Gresik dan NKRI,”tegasnya. Usai sembayang umat Tionghoa bersilaturahmi dan saling.  

SILATURAHMI: Anggota Formagam bersilaturahmi dengan pengurus Klenteng Kim Hin Kiong pada Senin malam, 31 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya sembayang bersama, anggotaForum Masyarakat Cinta Keberagaman  (Formagam) melakukan silaturahmi ke pengurus Klenteng. Formagam terdiri dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan. Antara lain, Ansor,  Banser dan Gusdurian.

Gusdurian merupakan kelompok yang beranggotakan individu, komunitas, atau lembaga yang sama-sama memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. Fokus gerakan ini ialah pada isu-isu tertentu. Di antaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan tradisi.

Mereka datang bersama Ketua Formagam Djoko Pratomo ditemui ketua TITD Kim Hin Kiong Edy Prasetyo Tedjo. Pertemuan terasa gayeng. Seperti kerukunan antarumat beragama yang sudah lama terjalin rukun dan damai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik Selengkapnya

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD 

GRESIK,1minute.id – Dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim dan Nur Saidah menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) nomor 7 tahun 2021 tentang Desa Wisata. Sosper tahap pertama tahun 2022 itu dihelat di salah satu kafe di Kecamatan Cerme pada Minggu malam, 30 Januari 2022.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nurhamim menjelaskan prinsip diselenggarakannya Desa Wisata. Menurut Anha-sapaan-Ahmad Nurhamim, ada tiga prinsip yakni pemberdayaan masyarakat, potensi dan pengembangan budaya dan kearifan lokal serta kelestarian alam dan perlindungan lingkungan hidup.

Prinsip pemberdayaan masyarakat tersebut diharapkan melalui pengembangan Desa Wisata bisa meningkatkan nilai tambah di desa khususnya ekonomi masyarakat. “Wajib hukumnya, melalui perda ini bisa terwujud Desa Wisata yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat,”tegas Ketua DPD Partai Golkar itu optimis.

Di kesempatan yang sama Nur Saidah juga menjelaskan maksud dengan adanya perda Desa Wisata ini. Menurut Nur Saidah, Perda Desa Wisata adalah memberikan pedoman bagi penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan berbasis kawasan pedesaan agar sesuai perencanaan pembangunan Daerah.

Legislator dari Partai Gerindra juga menekankan bahwa tujuan utama dari pengembangan Desa Wisata adalah peningkatan  pendapatan asli daerah (PAD)”Tentunya tujuan akhirnya adalah Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga nantinya desa bisa mandiri,” pungkasnya. Sosper Tahap I/2022 digelar serentak oleh 50 anggota DPRD Gresik di berbagai tempat selama Januari-Februari 2022. (yad)

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD  Selengkapnya

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Ratusan pedagang Pasar Sidayu membuka lapak di Alun-alun Sidayu pada Senin, 31 Januari 2022. Mereka berjualan di tempat penampungan sementara pascabencana kebakaran pada Minggu, 30 Januari 2022. Suasana tempat penampungan ratusan pedagang riuh. Maklum, sedang pasaran, Pahing. Momentum yang paling di tunggu oleh pedagang di pasar berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu. 

“Untuk sementara, sesusi arahan pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun. Sehingga, perekonomian tetap jalan,”kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro,  Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono pada 31 Januari 2022.

Pihaknya telah memasang tenda untuk para pedagang. “Dan, hari ini (Senin, Red) bertepatan dengan Pasaran Pahing semua pedagang sudah berjualan di tempat penampungan sementara,”tegasnya. Terkait revitalisasi Pasar Sidayu yang dibangun masa Kolonial Belanda pada 1881 Masehi itu, Diskoperindag akan segera diwujudkan. “Tahun ini, revitalisasi akan dilakukan,”tegasnya. 

Berapa kerugian yang dialami 259 pedagang yang kiosnya ludes di lahap amuk si jago merah, Agus Budiono, mengestimasikan cukup besar. “Estimasi kerugian pedagang sekitar Rp 5,1 miliar,”tegasnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajukan penggunaan biaya tidak terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

BTT, imbuhnya, bisa diajukan oleh pemerintah daerah dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, termasuk recovery atau renovasi pasar yang terbakar. “Pemerintah bisa ambil dana untuk recovery kebakaran dari pos Biaya Tak Terduga atau BTT. Kemudian, sosialisasi call center kebakaran menjadi sangat penting untuk antisipasi di kemudian hari mengingat Damkar sudah menjadi Dinas sendiri,” ujar Syahrul pada Senin, 31 Januari 2022.

Bantuan tak terduga, sambungnya, bisa diajukan pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gresik. Kemudian hasil evaluasi penggunaan dana akan disampaikan kepada DPRD Gresik. “Domainnya ada di DPPKAD, mereka lebih faham teknis penggunaan BTT,” terang Syahrul. 

Seperti diberitakan sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Polisi masih menyelidiki penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau ke lokasi kebakaran. 

Bupati berusia 36 tahun langsung memutuskan merelokasi pedagang di tempat penampungan sementara di Alun-alun Sidayu yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kebakaran. Relokasi itu dilakukan agar perekonomian masyarakat tetap jalan.

Selain merelokasi, Bupati Fandi Akhmad Yani juga menjanjikan secepatnya melakukan revitalisasi Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis yang konon  dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makannya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini Selengkapnya

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 257 dari 527 kios hangus terbakar. Kebakaran hebat di pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik itu diduga akibat korsleting listrik.  

Kebakaran menjelang Salat Subuh ini menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung meninjau lokasi kebakaran pasar yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda itu. Pasar Sidayu berada di sisi utara Alun-alun Sidayu itu mulai buka Badal Subuh hingga pukul 12.00. Pada, hari pasaran yakni Pahing, pasar buka sampai pukul 15.00.

Selama 3 jam, Bupati Fandi Akhmad Yani berada ditengah-tengah pedagang yang terkena musibah kebakaran itu. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang pagi memakai baju koko warna putih dan berkopiyah mendengarkan keluhan pedagang setempat. Sesekali Bupati 36 tahun itu memeluk pedagang untuk menenangkan mereka. 

PASAR DARURAT: Sejumlah pedagang mulai berjualan di Alun-alun Sidayu karena tempat jualan mereka di Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian memutuskan aktifitas pedagang pasar tidak boleh terhenti. Untuk sementara, pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun Sidayu. Pemkab akan mendirikan tenda untuk para pedagang berjualan di Alun-alun. Revitalisasi Pasar Sidayu akan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya kita akan koordinasikan dengan DPRD dan pihak terkait. Mohon doanya agar pemulihan pasar ini dapat kita lakukan secepatnya,”kata Gus Yani. Dalam pengamatan 1minute.id,  amuk si jago merah terjadi pukul 04.00. Pasar masih tutup. Tiba-tiba api menyembul ke angkasa. Dalam hitungan menit api membesar dan meluluhlantakkan 259 dari 527 kios yang ada. 

Sekitar pukul 07.00, petugas Damkar Gresik berhasil menguasai amuk si jago merah. Pembasahan hingga pukul 13.00 masih terus dilakukan. Meski, terbakar pedagang masih bersyukur. Sebab, tidak semua barang dagangan ludes. Bahkan, sebagian barang dagangan belum dikirim. “Kami baru kulakukan. Tapi, barang akan dikirim besok (Senin Pahing,Red),”kata seorang pedagang. 

Pahing adalah hari pasaran di Pasar Sidayu. Biasanya, banyak pembeli. Saking banyaknya calon pembeli jam operasional pasar buka hingga badal Asar. “Hari biasa, jam 9-an sudah sepi,”kata Maskur, warga setempat ditemui 1minute.id pada Minggu, 30 Januari 2022. (yad)

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Ratusan kios ludes terbakar. Ratusan kios dahulunya tempat parkir kendaraan pengunjung pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pasar Sidayu memiliki memiliki historis cukup panjang. Sebab, pasar yang berlokasi disisi utara Alun-alun Sidayu itu dibangun pada masa Kolonial Belanda. Saat itu, Sidayu masih menjadi kadipaten dengan seorang pemimpin yang juga tokoh agama bernama Raden Adipati Suryo Diningrat (pada versi lain dikenal juga dengan Suryo Adiningrat), putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu pada 1817 Masehi.

Kanjeng Sepuh lahir pada 1784 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Kanjeng Sepuh dikenal sebagai sosok yang berani dalam menentang diskriminasi yang dilakukan Belanda terhadap pribumi. Selain pemimpin yang berani, Kanjeng Sepuh juga dikenal sebagai pemuka agama. Makam Kanjeng Sepuh berada di dalam Kompleks Masjid Jamik Sidayu atau sisi barat Alun-alun Sidayu. Jaraknya tidak lebih dari 1 kilometer Pasar Sidayu. 

Menurut Kepala Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu Sujari, Pasar Mriyunan ini dibangun sejak pemerintah Kanjeng Sepuh. “Zaman kolonial Belanda,”katanya ditemui 1minute.id di lokasi Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022. Pasar Sidayu dahulu berbentuk huruf U. “Bagian kios yang terbakar itu, dulunya tempat parkir,”imbuh Sujari.

KOKOH : Konstruksi bangunan Pasar Sidayu masih terlihat kokoh. Pasar Sidayu yang ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ini dibangun pada zaman Kolonial Belanda (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Purnomo, salah satu setempat setali tiga uang dengan Sujari. Ia mengatakan berdirinya Pasar Sidayuberbarengan dengan Pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya pada Minggu, 30 Januari 2022.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, bekas bangunan memiliki konstruksi sangat kokoh. Tiang penyangga dari cor. Sedangkan atap berbahan kayu jati. Pada 2007, Pemkab Gresik menambah ratusan kios baru. Kios di bangun belakang gerbang pintu masuk bergaya Kolonial Belanda.  Bangunan baru berkonstruksi tiang baja dan tanpa penyekat. Kios baru tidak tersentuh api. Selamat. 

Selain bangunan baru, ada penambahan lapak atau kios di dalam area pasar. Akibatnya, parkir kendaraan pedagang atau pengunjung pasar berada di luar pasar. Dekat Alun-alun Sidayu. (yad)

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir Selengkapnya

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Gresik masih terus melakukan pembasahan pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebagian kios di Pasar Sidayu yang terbakar masih terlihat api dan asap. 

Hampir separoh kios di pasar tradisional berlokasi Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu ludes dilahap si jago merah. Berdasarkan data UPT Pasar Sidayu jumlah kios berjumlah 527 uni. Sebanyak 259 kios hangus menjadi arang. Ratusan kios yang ludes terbakar itu sebagian menempati bagian bangunan kuno.

Menurut polisi kali pertama yang mengetahui pasar tradisional Sidayu terbakar adalah Ainul Wafa. Pagi itu, sekitar pukul 04.00 lelaki 40 tahun hendak Salat Subuh. Ainul Wafa melihat nyala api sudah membakar atap salah satu kios. Tiupan angin pagi membuat api cepat membesar. Apalagi bangunan kios semi permanen, papan dan kayu.

PEMBASAHAN: Petugas Pemadam kebakaran Dinas Damkar Gresik melakukan pembasahan di Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Api terus membesar dan meluluhlantakkan ratusan kios. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di pasar yang bangunan utamanya berarsitektur Kolonial Belanda itu. Menurut Purnomo, Pasar Sidayu berdirinya berbarengan dengan pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, asap masih terlihat menyembul di tumpukan barang dagangan yang hangus terbakar. Petugas mobil tangki membawa air masih hilir mudik menyuplai air hingga pukul 11.50 WIB. Sejumlah pedagang pasar terlihat ada yang mengais sisa barang di kios yang terbakar. 

Seperti diberitakan Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. Kebakaran ratusan kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. (yad)

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat

GRESIK,1minute.id- Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. 

Informasi yang dihimpun kebakaran kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pedagang pasar ada sudah berjualan. Pembeli mulai berdatangan badal Salat Subuh. Tiba-tiba salah pedagang berteriak-teriak kebakaran. Pedagang dan calon pembeli berhamburan menyelamatkan diri. 

PELUK PEDAGANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menenangkan salah satu pedagang Pasar Sidayu yang layaknya ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. (FOTO : Ist)

Pedagang membawa barang yang ada didekatnya untuk menyelamatkan asetnya. Tiupan angin membuat bara api semakin membesar. Lidah api menjilat kios-kios bangunan semi permanen itu dengan cepat. Pedagang hanya bisa melongo melihat layaknya terbakar. 

Sekitar pukul 07.10, petugas Damkar berhasil menguasai si jago merah. Camat Sidayu Nuryadi masih belum bisa memastikan berapa lapak yang hangus. “Nanti perkembangan saya Informasikan. Ini pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) masih di lokasi kebakaran,”katanya. (yad)

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat Selengkapnya

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama berlanjut. Tahun ini make over wajah GKL yang memiliki nilai sejarah berpotensi menjadi destinasi wisata minat khusus dijanjikan kelar. 

Selain melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik akan mewujudkan kawasan integrasi di bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik sebagai kawasan Minapolitan.

Seperti apa kawasan integrasi  Minapolitan  Randuboto  itu? Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, sejumlah bangunan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Pantai Utara Gresik itu dilakukan pemugaran. Bangunan yang saat ini banyak membelakangi DAS Bengawan Solo itu akan diubah menghadap aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa. 

“Harapan masyarakat tidak membuang sampah di bantaran sungai,”ujar Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi dengan puluhan jurnalis di salah satu kafe di Gresik pada Jumat, 28 Januari 2022. Arsitektur bangunannya, imbuhnya, juga akan di make over bergaya arsitektur Dhurung (bangunan berarsitektur khas Bawean). 

2018 : Kondisi DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Kawasan ini di make over menjadi minapolitan terintegrasi. (Foto atas) maket minapolitan yang akan dikerjakan oleh Dinas CK PKP Gresik kepada jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dhurung adalah bangunan multifungsi. Selain sebagai tempat menyimpan padi, hasil panen. Dhurung juga difungsikan untuk menerima tamu. “Bangunan rumah saat ini berada sekitar 7 meter dari bantaran sungai akan mundur menjadi 8 meteran,”katanya. 

Sehingga akses jalan semakin lebar. Di kawasan Minapolitan, tambahnya, akan dibangun diantaranya, tempat pelelangan ikan (TPI). TPI akan menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan di Kecamatan Ujungpangkah yakni Desa Pangkah Kulon ; Pangkah Wetan, dan Banyuurip. Serta hasil tangkapan ikan nelayan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

“Hasil kajian mobilisasi hasil laut lebih mudah melalui Desa Randuboto,”kata mantan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Gresik itu.

PENGOLAHAN IKAN : Konsep pembangunan kawasan minapolitan di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu yang bakal dilakukan oleh Dinas CK PKP Gresik (Foto: Tangkapan layar /1minute.id)

Program integrasi di Desa Randuboto ini, rencananya mulai dikerjakan pada tahun ini. Untuk diketahui, kawasan minapolitan di bantaran atau  DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu digagas mulai September 2021. 

Langkah awal dimulai sosialisasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik bersama pemerintah desa setempat.  Rpat konsolidasi tanah komprehensif pada Rabu, 1 September 2021. Kepala Kantor BPN Gresik Asep Heri mengatakan untuk mendukung kawasan minapolitan, dibutuhkan sinergi antarlembaga baik Pemkab, Pemdes serta pemerintah pusat.

“Jadi program ini induknya DAK integrasi didanai Kementrian PUPR, tetapi dibarengi dengan program ATR BPN konsolidasi tanah. Jadi nanti ada penataan tanah,”kata Asep Heri.  Asep menambahkan, dalam pengembangannya juga akan diatur terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Bahkan, penataan jalan serta segala fasilitas yang ada.

Dia menyatakan, untuk tahap pertama ada 186 rumah yang akan dijadikan pilot projek. Nantinya, akan diklirkan soal legalitas tanah termasuk dengan sertifikat hak milik. “Selain bidang tanah ditata kebutuhan dasar masyarakat dibantu seperti sertifikat tanah, pemasangan instalasi listrik, PDAM, jalan dan lain sebagainya. Kebutuhan dasar akan diperbaiki,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra menerangkan pihaknya siap menerima program DAK Integrasi sebagai upaya penataan kawasan bantaran sungai. (yad)

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan  Selengkapnya

SBI Bangun Pelabuhan Terminal Khusus di Tuban dengan Investasi Rp 1,4 Triliun

GRESIK,1minute.id – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memulai proyek pembangunan pengembangan pelabuhan Terminal Khusus di Tuban, Jawa Timur.

Pengembangan pelabuhan Terminal Khusus tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri dalam hal ekspor semen dan clinker.Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan dilakukan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha SIG Aulia Mulki Oemar, Direktur Operasi SIG Yosviandri.

Kemudian,  Plt. Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo, Direktur Offtake and Partnership SBI Yasuhide Abe serta Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero) Ferry Febrianto. Proyek dengan investasi sebesar Rp1,4 triliun ini diantaranya meliputi, peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT. Penambahan kapasitas pada Terminal Khusus dilakukan dengan membangun trestle jetty dan jetty platform baru dari jetty existing. 

Selain peningkatan kapasitas pada terminal khusus, guna menunjang kebutuhan operasi di pabrik, maka dilakukan pembangunan sarana pabrik berupa fasilitas blending silo sistem kapasitas 8 ribu ton, clinker silo sistem kapasitas 15 ribu ton, dan semen silo sistem kapasitas 2×18.000 ton serta alat transportasi berupa tube conveyor beserta sarana pendukungnya, yang berfungsi mengirim semen curah dari silo menuju ke kapal.

Plt Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa proyek pengembangan dermaga dan sarana produksi semen di Tuban merupakan salah satu realisasi kerja sama strategis antara SBI dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) yang mulai resmi berjalan sejak 4 Agustus 2021. 

Proyek pengembangan dermaga ini direncanakan untuk mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 500 ribu ton semen per tahun. Pengembangan dermaga ini melengkapi kemampuan pabrik Tuban untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SIG dan TCC. “Kami juga akan memiliki sarana transportasi untuk mengirim semen curah dari silo langsung menuju ke kapal,”tutur Lilik Unggul Raharjo. 

Pengembangan dermaga dan sarana produksi & transportasi yang direncanakan akan memakan waktu selama dua tahun ini, menjadi langkah strategis SBI untuk berkontribusi pada akselerasi perwujudan visi SIG menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional, melalui optimalisasi utilisasi aset-aset perusahaan dan peningkatan arus kas dan profitabilitas. 

Sementara itu Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha SIG Aulia Mulki Oemar menyampaikan pengembangan dermaga dan sarana produksi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk untuk ekspor.

“Pembangunan ini memiliki banyak aspek, tidak hanya komitmen perusahaan kepada investor, tetapi juga bagian dari komitmen negara yang memberikan kenyamanan kepada investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,”ujar Aulia Mulki Oemar.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN antara SIG dan Hutama Karya yang menjadi amanah Kementerian BUMN. “Semoga proyek ini juga dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Tuban serta Indonesia pada umumnya,” tambah Aulia Mulki Oemar. (yad) 

SBI Bangun Pelabuhan Terminal Khusus di Tuban dengan Investasi Rp 1,4 Triliun Selengkapnya