DPRD Gresik Komitmen Menyiapkan Anggaran Percepatan Pembangunan Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Gresik bersama DPRD Gresik bersepakat untuk penuntasan problem  banjir tahunan itu. 

Hal itu terungkap dalam Dialog Terbatas berjudul “Percepatan Pembangunan di Tengah Pandemi” yang digelar Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama DPRD Gresik pada Sabtu, 20 November 2021. Dialog dihelat di hotel Asto Inn di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) itu digelar secara virtual dan hybrid.

Pembicara yang hadir secara hybrid adalah Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan tiga orang Wakil Ketua DPRD Gresik. Yakni, Mujib Riduan, Ahmad Nurhamim, dan Nur Saidah. Sementara narasumber yang hadir virtual yaitu, Wakil MPR RI Jazilul Fawaid dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak mengatakan, pemerintah provinsi mengapresiasi langkah pemda terkait komitmen percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong. “Provinsi menjadi penyeimbang daerah penyokong dan mandiri, Gresik salah satu condong mandiri. Pemerintah provinsi hadir secara program, nah ini lah bersama potensi sinergi program keseriusan pemkab melakukan anggaran pembebeasan lahan kali lamong,”ujarnya. 

Emil menambahkan, pihaknya juga siap mengawal anggaran dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo agar tidak mengurangi anggaran. Dikatakan dia, empat daerah yang dilalui Kali Lamong, wilayah Gresik paling luas. Panjangnya mencapai 64 km dari total panjang Kali Lamong sekitar 103 km. Karena itu, selama ini Gresik menjadi daerah paling terdampak.

“Itu yang juga menjadi kendala, dalam kondisi saat ini semoga pemerintah pusat tidak mengurangi anggaran pembuatan tanggul dan parapet Kali Lamong. Sementara, Pemkab sudah berkomitmen terhadap pembebasan lahan,”tambahnya.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, sepakat dengan Wagub Emil Elestianto Dardak. Ia terus mendorong penyelesaian Kali Lamong. Dirinya juga siap mengawal anggaran agar tidak ada pengurangan. “Agar seiringan, pemerintah daerah bisa melakukan komunikasi ke pusat ke DPR RI. Untuk memastikan dapat alokasi anggaran. Kami siap mengawal anggaran,” kata Jazil-sapaan akrab-Jazilul Fawaid. 

Sedangkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik serius melakukan  percepatan pembangunan infrastruktur Kali Lamong. “Pemkab sudah melakukan pembebasan lahan,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, terkait pembangunan parapet tanggul merupakan wewenang pemerintah pusat melalui BBWS Bengawan Solo. “Jangan sampai pembebasan lahan dilakukan tapi tidak dibangun oleh BBWS. Ini yang kami khawatirkan. Penanganan ini butuh komitmen bersama. Langkahnya harus sama dan beriringan. Itu yang jadi upaya kita bersama,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Tak mau berdiam diri, pemerintah daerah, tambahnya, meminta pemerintah pusat untuk mendapatkan wewenang normalisasi dengan mengeruk Kali Lamong sehingga dapat meminimalisir dampak banjir. 

SAMBUT PEMBICARA: Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan menyambut kehadiran Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pada Sabtu, 20 November 2021 (Humas DPRD Gresik for 1minute.id)

Tahun ini, pengerjaan tanggul parapet telah dibangun di Desa Jono dan Tambakberas. Keduanya di Kecamatan Cerme sepanjang 1,3 kilometer. Pengerjaan itu menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar. “Kita sudah dapatkan wewenang agar bisa normalisasi. Kita kolaborasi dengan Kota Surabaya juga untuk kebutuhan alat berat. Normalisasi ini setidaknya meminimalisir dampak banjir serta perbaikan tanggul,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir menambahkan, komitmen wakil rakyat dalam penanganan Kali Lamong serius. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJD) Pemda dan DPRD Gresik sepakat mengalokasikan anggaran besar.

“Pembicaraan komitmen anggaran cukup untuk pengadaan lahan, pada 4 tahun RPJMD. Berapa pun kebutuhan lahan kami siap. Setiap tahun Rp 200 miliar pun siap. Tapi problemnya, ketika dipercepat pembebasan lahan, tapi kami belum tahu BBWS apa bisa mengerjakan,”imbuhnya.

Banjir akibat luapan Kali Lamong, kata Qodir menjadi momok tersendiri bagi warga Gresik Selatan. Setiap tahun, ribuan rumah terendam. Hektaran lahan persawahan dan tambak juga terendam. Dengan kerugian berkisar Rp 80-an miliar per tahun. “Total kebutuhan lahan sekitar 282,7 hektare. Kebutuhan anggaran pembebasan lahan itu diperkirakan mencapai Rp 800 miliar,”terangnya.

Selain membahas Percepatan Infrastruktur Penanganan Kali Lamong, para pembicara itu membahas dua tema lainnya yakni pembangunan sarana dan pra sarana pendidikan dan revitalisasi dan konektivitas jalan.(yad/adv)

DPRD Gresik Komitmen Menyiapkan Anggaran Percepatan Pembangunan Kali Lamong Selengkapnya

Pelaku Dihukum, Barang Bukti Disita, Kejari Gresik, Bea Cukai, Pemkab Gresik Musnahkan 106,8 Ribu Batang Rokok Ilegal

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memusnahkan 106.800 rokok tanpa cukai di halaman Kantor Korp Adhyaksa Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 24 November 2021.

Ribuan batang rokok senilai Rp 97,18 juta itu dimusnahkan dengan cara dibakar dan digilas menggunakan stomewals. Rokok yang dimusnahkan itu berasal dari seorang terpidana. Tidak dijelaskan identitas terpidana perkara rokok ilegal itu.

Pemusnahan dilakukan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap itu dilakukan bersama-sama dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Washil Miftachul Rachman, Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Gresik Nono Mursito, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Gresik Siti Jaiyaroh, serta Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Irwan Tjatur Pambudi, Humas Pengadilan Negeri Gresik Fatkhur Rochman. 

BAKAR ROKOK ILEGAL: Petugas gabungan Kejari Gresik, Pemkab Gresik, Bea Cukai, Pengadilan Negeri Gresik, BNNK Gresik memusnahkan barang bukti sebanyak 106,8 ribu batang rokok ilegal yang telah berkekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejari Gresik pada Rabu, 24 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ada tiga tong tempat pembakaran. Prosesi pembakaran dilakukan bersama-sama dengan para undangan tersebut. Di tempat lainnya, seorang operator stomewals menggilas ribuan rokok itu. Setelah tergilas, rokok yang sudah gepeng itu lalu dimasukkan ke tempat pembakaran hingga menjadi abu. Abu rokok tersebut kemudian di pendam ke tanah. Pemusnahan rokok ilegal itu menegaskan komitmen aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan pemberantasan peredaran rokok tanpa cukai di pasaran. 

Pasalnya, peredaran rokok tanpa cukai itu berpotensi merugikan keuangan negara. Selain itu, upaya perlindungan terhadap konsumen. Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto menegaskan, ribuan batang rokok itu dilakukan setelah memiliki kekuatan hukum tetap. ”Ada satu perkara yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Gresik,”kata Heru Winoto usai acara pemusnahan barang bukti di kantornya. Rokok Ilegal itu kalau dinominalkan senilai Rp 97,18 juta. ”Kami siap bersinergi, berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal,”tegas Heru Winoto.

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI ROKOK ILEGAL: Operator stomewals bersiap menggilas ribuan batang rokok ilegal di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 24 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Heru kembali menegaskan komitmen Korp Adhyaksa untuk turut menciptakan masyarakat Gresik yang lebih baik. Menekan peredaran rokok tanpa cukai di pasaran. Pemberantasan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Tapi, harus dilakukan secara bersama-sama, berkolaborasi, bersinergi dengan Pemkab Gresik, Bea Cukai, Kepolisian, BNNK dan Pengadilan Negeri serta rumah tahanan (rutan) Gresik.  ”Kami siap berkoordinasi,”tegasnya.  

Sebelum pemusnahan barang bukti tersebut, Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Gresik Nugroho Tanjung mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini semua telah memiliki kekuatan hukum tetap.  ”Pemusnahan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hokum tetap sampai dengan periode Bulan November 2021,”ujar Nugroho Tanjung dalam laporan tertulisnya. (yad)

Pelaku Dihukum, Barang Bukti Disita, Kejari Gresik, Bea Cukai, Pemkab Gresik Musnahkan 106,8 Ribu Batang Rokok Ilegal Selengkapnya

Gerakan PKK Sehat Lestari Terencana Dilaunching, Forkopimda Pun Ikut Menyosialisasikan

GRESIK,1minute.id – Gerakan Pembinaan Terpadu PKK Sehat Lestari Terencana bakal masif dibumikan di Kabupaten Gresik. Gerakan bertujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Selain itu, menurunkan angka stunting, penyuluhan kepada masyarakat untuk menghidupkan lingkungan yang bersih dan sehat serta pelayanan KB. Juga, mendukung program vaksin Covid-19 itu dilaunching di Pendapa Bupati pada Selasa, 23 November 2021.

Istimewanya lagi, acara yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Yani dan Dinas KB-PPA Gresik dilakukan oleh forum koodinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik. Kehadiran  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ; Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ; Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto ; Kasdim 0817/Gresik Mayor Sugeng Riyadi ; perwakilan dari Polres Gresik dan Pengadilan Negeri Gresik bentuk dukungan dan komitmen pemerintah mensukseskan program tersebut. 

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali menyatakan gerakan pemberdayaan ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan keluarga, progam keluarga berencana dan pembangunan kesehatan nasional yang terkait dengan 10 program PKK, khususnya kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Program PKK Sehat Lestari Berencana yang sebelumnya adalah program Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan. Ia berharap kegiatan dapat meningkatkan komitmen dari dinas terkait mendukung program tersebut. 

Antara lain, penurunan AKI dan AKB.  “Serta penurunan angka stunting, penyuluhan kepada masyarakat untuk menghidupkan lingkungan yang bersih dan sehat, pelayanan KB serta mendukung program vaksin Covid-19,”ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali.
Selain itu, imbuhnya, program PKK Sehat Lestari Terencana sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kader PKK kepada masyarakat untuk mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga lingkungan masyarakat.

Kader PKK harus aktif memantau kesehatan balita melalui posyandu serta merencanakan keluarga sehat dan kesejahteraan keluarga berencana. Meskipun kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian lomba, Ning Nurul menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremonial lomba saja, melainkan bisa dilaksanakan di kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan untuk membawa generasi Indonesia yang lebih sehat. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya berpesan sosialisasi ini tidak boleh berhenti di perlombaan saja. Hal ini karena program-program PKK memiliki peran yang penting dalam masyarakat sehingga wajib hukumnya untuk bisa direalisasikan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja, tetapi benar-benar terealisasi ditengah masyarakat. Karena semuanya berawal dari keluarga, pencegahan stunting hingga pencegahan narkoba semuanya berawal dari keluarga. Ini sangat luar biasa jika kita bisa kelola dengan baik,”ujarnya. (yad)

Gerakan PKK Sehat Lestari Terencana Dilaunching, Forkopimda Pun Ikut Menyosialisasikan Selengkapnya

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern

GRESIK, 1minute.id –  Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gresik berbenah. Organisasi ini berencana membangun jaringannya di kecamatan hingga desa. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPD HKTI Jawa Timur Warsito dalam kegiatan Pra-Musyawarah Cabang (Pra-Muscab) HKTI Gresik di Ruang Putri Mijil dalam Kompleks Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 23 November 2021.

Pra-Muscab HKTI Gresik ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus harian HKTI Jawa Timur.  Warsito mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum HKTI Jawa Timur, bahwa kedepan HKTI akan dipusatkan di kecamatan-kecamatan sehingga bisa berperan aktif kepada petani yang ada di wilayahnya. 

“Harapannya dibawah ketua DPC yang baru nantinya, HKTI di Gresik ini akan aktif di seluruh kecamatan yang ada. Aktif dalam artian akselerasi mengadvokasi petani mulai dari kecamatan paling ujung utara hingga ke selatan,”ujarnya. 

Akselerasi yang ada, harapannya semua petani bisa di advokasi oleh kader-kader HKTI yang ada di setiap kecamatan hingga ke tingkat desa. Petani disini bukan hanya petani di sawah atau ladang, melainkan juga para petani ikan di tambak. 

Hal senada juga diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia mengungkapkan dengan adanya HKTI di kecamatan dan bahkan sampai di desa akan membuat HKTI akan semakin dekat dengan masyarakat. Khususnya masyarakat tani, baik petani sawah maupun petani tambak. “Petani ini memiliki peran yang luar biasa, bayangkan saja kalau petani mogok kerja, apa jadinya negara. Tumbuhnya bangsa indonesia ini juga tidak lepas dari peran petani,” tegas Gus Yani. 

Ia tidak menampik bahwa masih banyak problem dalam dunia pertanian, seperti tergerusnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), persaingan dengan kemajuan perindustrian, masalah hama dan distribusi pupuk.  Untuk itu, menurut Gus Yani, diperlukan komunikasi yang apik antara pemerintah daerah dengan para petani. “Bagaimana kita bisa tahu persoalan yang ada di pertanian kalau kita tidak turun ke sawah atau tambak. Yang terjadi nantinya adalah masalah keterlambatan,”ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Gus Yani, menjelaskan keinginannya bahwa dengan adanya birokrasi akan mempermudah urusan petani, seperti distribusi pupuk maupun urusan pertanian lainnya. Di lain pihak, juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju di era saat ini untuk kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. 

“Ini yang harus benar-benar kita perjuangkan. Maka mari kita bersama-sama berjuang salah satunya dalam HKTI ini untuk terus bekerja dengan hati dan ikhlas, sehingga petani kita menjadi maju, mandiri dan modern,” tutup Bupati Yani. (yad) 

Bupati Mengajak HKTI Kolaborasi Mewujudkan Petani Maju, Mandiri dan Modern Selengkapnya

Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya!

SEKDA Gresik Washil Miftachul Rachman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 dari 27 kandidat pimpinan Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Rabu besok, 23 November 2021.
Mereka menjalani tes Kesehatan setelah panitia seleksi terbuka (Pansel) menetapkan mereka melaju ketiga besar.

Belasan pejabat itu memperebutkan menduduki lima kursi jabatan eselon dua yang lowong saat ini. Lima kursi yang belum memiliki pimpinan definitif itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) ; Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bappeda).

Sedangkan,12 pejabat lainnya menjalani General check up pada Kamis lusa, 24 November 2021. Mereka kandidat calon pimpinan di Dinas kesehatan (Dinkes) Gresik; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Untuk diketahui, panitia seleksi terbuka (Pansel) telah mengumumkan 3 besar jabatan pimpinan Pratama di Lingkungan Pemkab Gresik. Sebanyak 27 pejabat itu memperebutkan 9 kursi yang lowong di Pemkab Gresik.  

Sembilan kursi yang lowong berdasarkan pengumuman bernomor 09/PANSEL/2021 diteken oleh Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman itu yakni Dinas Pendidikan (Dispendik); Dinas Kesehatan (Dinkes) ; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) dan Dinas Sosial (Dinsos). Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Mereka yang lolos ketiga besar setelah Pansel melakukan penilaian Seleksi Administrasi, Penelusuran Rekam Jejak, Seleksi Kompetensi dengan Metode Assessment Center, Penulisan Makalah, Presentasi dan Wawancara serta Tes Kesehatan (termasuk Tes Bebas Narkoba). “Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun 2021 bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat,”ujar Washil dalam surat pengumuman yang diteken Senin, 22 November 2021. 

Untuk tahapan berikutnya, 27 pejabat itu harus menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik. Tes Kesehatan dibagi dua sesi yakni Selasa dan Rabu, 23-24 November 2021. Hari pertama untuk calon kandidat yang menduduki kursi Kadispendik; Kepala DPM-PTSP; DPUTR; Pol PP dan Bappeda. Sedangkan, hari Kamis, untuk posisi Kadinkes; Kadinsos ; Direktur RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 
Ini 9 kursi dan 27 kandidat pejabat yang bakal mengisi kursi secara definitif itu. (yad)

Nama ini disusun berdasarkan urutan abjad sebagai berikut: 
A. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Ali Mahfud ; Daifi  ; S. Hariyanto 
B.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik Achmad Hadi ; Dhiannita Tri Astuti dan Ketuk Pratikno
C. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Gresik. A.M. Reza Pahlevi  ; Farida Haznah Makruf  dan Subhan
D. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah Gresik. Herawan Eka Kusuma ; Misbahul Munir dan Narto 
E. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  Gresik. Mochamad Jusuf Ansyori  ; Musnadi dan Suprapto 
F. Asisten Perintahan dan Kesejahteraan  Rakyat Setda Gresik. Moh. Nadlelah ; Oedi Margiantonius dan Suyono
G. Kepala Dinas Kesehatan Gresik. dr. Mukhibatul Khusnah ; dr. Puspitasari Whardani dan dr. Wiwik Susanti 
H. Kepala Dinas Sosial Gresik
Hamim ; Kiki Nuriyadi dan dr. Ummi Khoiroh
I. Direktur RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik
dr. Kartiko Husodo Odi ; dr. Soni  dan dr. Titik Ernawati 

(Data Pansel)

Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya! Selengkapnya

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk

GRESIK,1minute.id – Jabatan Washil Miftachul Rachman bertambah satu lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu terpilih sebagai Ketua One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampaikan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.  

Washil, kali pertama menduduki posisi ketua OPOP di Kabupaten/kota di Jatim. Karena baru Kabupaten Gresik yang memiliki pengurus OPOP. Kopilaborasi Sambang Pesantren digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim di Yayasan Ponpes Qomaruddin Bungah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadiri acara Kopilaborasi Sambang Pesantren dalam kesempatan menyampaikan merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

Menurutnya, OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren. “Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha sekecil. Apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras. Semangat itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,”tegasnya. 

Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Jatim Mohammad Ghofirin mengapresisasi respon cepat Pemkab Gresik. Ia menyebut  Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang kali pertama merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. “Di Jawa Timur, baru Kabupaten Gresik yang mengukuhkan Pengurus OPOP,”kata Ghofirin. 

Ia mengatakan Jatim memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Pihaknya berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat sesuai slogan OPOP “Pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” tegasnya. 

Pengukuhan Pengurus OPOP ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Plt. Diskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh dan pengurus Ponpes Qomaruddin KH. iklil, Gus Alaudin dan KH. Nawawi.  Serta, sejumlah kepala OPD Pemkab Gresik. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan Santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri dan siap berkolaborasi. OPOP yang menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Maka Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai 3 pilar OPOP Provinsi Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji. (yad)

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk Selengkapnya

4 UMKM Binaan SIG, Meramaikan Expo Pariwisata Hybrid

GRESIK, 1minute.id – Sebanyak 4 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meramaikan kegiatan Expo Pariwisata Hybrid Event 2021. Expo Pariwisata itu dihelat di Kota Batu, Malang mulai Jumat sampai Minggu, 19-21 November 2021.

Empat produk UMKM Binaan SIG itu yakni kerajinan kulit (Lee Choir) asal Sidoarjo, kerajinan pipa rokok/Once (Pipres Colection) asal Madura , kerajin batik Gedog (Melati Mekar Mandiri) serta makanan olahan keripik tulang muda sapi (TUMUSA) 333 asal Tuban. 

Menurut General Manager of CSR SIG Edy Saraya, partisipasi 4 UMKM Binaan SIG selain untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Batu, Expo ini juga bertujuan untuk  membantu dan meningkatkan pemasaran produk untuk UMKM dan ekonomi kreatif.

“SIG secara berkelanjutan melakukan pembedayaan, pengembangan, dan pembinaan UMKM Binaan melalui  program pelatihan, promosi dan mengikutsertakan dalam kegiatan pameran,”kata Edy Saraya dalam siaran pers di terima 1minute.id pada Senin, 22 November 2021. Selain itu, tambah Edy Saraya, SIG terus berupaya untuk mendorong UMKM Binaan untuk naik kelas dari Go Modern, Go Digital dan Go Online. 

“Hingga saat ini SIG Group telah membina sebanyak 39.578 UMKM binaan yang berasal dari beberapa wilayah operasional perusahaan,”terangnya. (yad)

4 UMKM Binaan SIG, Meramaikan Expo Pariwisata Hybrid Selengkapnya

Masuk 32 Besar, Gresik United Semakin Percaya Diri

GRESIK,1minute.id – Tiket lolos ke babak 32 besar Liga 3 Regional Jawa Timur akhirnya dipegang Gresik United. M Irvan dkk siap memberikan yang terbaik untuk Ultrasmania dan masyarakat Gresik. 

Pelatih Gresik United Subangkit menjelaskan puas dengan apa yang ditampilkan anak asuhnya. Penampilan melawan Surabaya Muda bisa jadi modal bagus untuk menghadapi Babak 32 Besar. Terlebih, dia melihat pemainnya sudah mulai enjoy bertanding di Liga 3 Zona Jatim. ”Anak-anak sudah bermain dengan tenang. Tidak emosional dan terbebani,”kata Subangkit pada Senin, 22 November 2021.

Tiket Babak 32 Besar berhasil didapat
tidak lepas dari hasil evaluasi yang dilakukannya. Khususnya usai menelan kekalahan melawan Persida Sidoarjo di laga perdana. Dia pun akhirnya merubah cara bermain dan meningkatkan mental skuadnya.

Lolos ke Babak 32 Besar, Gresik United bakal melawan salah satu tim tiga terbaik di Liga 3 Zona Jawa Timur. Mantan Pelatih PSIS Semarang itu menjelaskan masih menunggu siapa calon lawan. Menunggu semua grup menyelesaikan pertandingan.

Sambil menunggu, Subangkit menjelaskan akan tetap melakukan evaluasi. Khususnya soal pelanggaran-pelanggaran tidak perlu yang kerap merugikan skuadnya dalam empat pertandingan di Grup C. ”Di babak 32 besar nanti harus hati-hati. Karena sistem gugur. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal,” terangnya.

Kepastian Gresik United lolos ke-32 besar setelah mengalahkan Surabaya Muda di Stadion Gelora Joko Samudro pada 15 November lalu. M. Irvan dkk menang telak atas lawannya Surabaya Muda lima gol tanpa balas. (yad)

Masuk 32 Besar, Gresik United Semakin Percaya Diri Selengkapnya

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah

GRESIK,1minute.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menggelar Mini Virtual Job Fair Gresik (MR JOE) 2021 di SMK Asa’adah, Kecamatan Bungah. MJF dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 22 November 2021.

MR JOE diikuti delapan perusahaan ini bertujuan mempertemukan penyedia dan pencari kerja dan mengurangi angka pengangguran di Gresik. Serta, menggerakkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung ini. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap para pencari kerja bisa memanfaatkan MR JOE 21 mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion. Minat, bakat, fisik dan sesuai ijazah. Sebaliknya, penyedia kerja memilih tenaga kerja yang sesuai dengan yang perusahaan butuhkan. 

Tugas pemerintah, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, melakukan harmonisasi. Ada dua hal tantangan yakni Pandemi dan Ekonomi melalui Gresikpedia dimana aplikasi tersebut masuk 10 besar dalam deretan a plikasi di dunia. “Maka manfaatkan dan kelola semaksimal mungkin melalui Aplikasi Gresikpedia,”harap Gus Yani.

“Gresikpedia adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan sebagai one data, one portal, dan open akses untuk masyarakat gresik ketika membutuhkan informasi, layanan administrasi, dan pengaduan layanan publik melalui satu alamat Gresikpedia,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah ikut berkontribusi melalui Job Fair ini. Sebab, tanpa dukungan mereka peluang bursa kerja dalam mengurangi angka pengangguran tidak akan maksimal. “Kita dorong banyaknya investasi kedepan agar pencari kerja dan pemberi kerja dapat tercapai oleh perusahaan dan masyarakat Gresik,”imbuhnya. 

Gus Yani meminta disnaker turun ke lokasi, jemput bola ke sekolah. Antara lain, sekolah menengah kejuruan (SMK). Nantinya, Disnaker bersama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja akan melakukan sosialisasi di sekolah terutama SMK. 

“Mudah mudahan melalui Job Fair ini akan ada konsultasi yang akhirnya akan ada rekrutmen tenaga kerja, yang tentunya kalau ini berjalan baik otomatis dapat membantu penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik akan berjalan sesuai harapan kita artinya mengurangi angka pengangguran,”harapnya. 

Sebelumnya, Kepala Disnaker Gresik Budi Rahardjo mengatakan, MR JOE 21 digelar selama seminggu diikuti sebanyak 1.100 peserta pencari kerja. Setiap harinya 156 peserta. Interview dilakukan virtual. Sampai saat ini yang sudah mendaftar di 8 perusahaan. Sebanyak 72 persen pencari kerja asal Gresik. Sisanya, 28 persen warga luar Gresik. “Ini sudah mencapai target sesuai yang diharapkan Bapak Bupati Gresik sebanyak 60 persen,”kata Budi Rahardjo dalam sambutannya. 

Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Gresikpedia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik.  “Peserta dapat mengakses peluang kerja melalui Aplikasi tersebut,”kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Gresik itu. Budi  mengucapkan terima kasih kepada yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarudin dan SMK Asa’adah yang sudah ikut mensukseskan terselenggaranya Mini Job Fair di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah Selengkapnya

Gempur Rokok Ilegal di Daratan dan di Kepulauan, Ajak Masyarakat dan Insan Pers Ikut Awasi Peredaran rokok Tanpa Cukai

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kantor Bea Cukai Gresik seakan tidak pernah lelah melakukan sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di daratan hingga kepulauan. Sosialisasi di Pulau Bawean dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy dan anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim pada Kamis dan Jumat, 18-19 November 2021.

Metode sosialisasi untuk mengajak masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat kota Gresik itu ada dua cara. Yakni berdialog bersama pedagang toko kelontong di Pendapa Kecamatan Sangkapura. Metode kedua, petugas menempelkan stiker “Gempur Rokok Ilegal” di Desa Sawah Mulya dan Kumalasa. Keduanya di Kecamatan Sangkapura. 

Sementara itu, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di daratan dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Gresik di Hotel Horrison di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Kecamatan Manyar bersama sejumlah stakeholder dan insan pers. Sosialisasi menghadirkan Kepala Dinas Kominfo Gresik Siti Jaiyaroh, Kepala Sub Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Gresik Ari Munandar dan Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidsus Kejari Gresik Faris Almer.

Wabup Gresik Aminatun Habibah dihadapan pedagang dan pemilik toko kelontong meminta tidak menjual rokok tanpa cukai. “Masyarakat juga jangan membeli rokok tanpa cukai,”tegas Bu Min. Mengapa rokok harus bercukai? Bu Min mengatakan, cukai salah satu penerimaan bagi pemerintah. “Hasil penerimaan cukai nanti akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,”katanya. “Jangan beli rokok yang tanpa cukai,”imbuhnya. 

MASIF SOSIALISASI: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menempelkan stiker Gempur Rokok Ilegal di toko kelontong di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Menurut, Faisal Andy ada lima jenis rokok ilegal yang beredar selama ini. Yakni, rokok polos ; rokok cukai palsu ; rokok menggunakan pita cukai bekas; rokok menggunakan cukai beda dan rokok menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongan. 

“Penggunaan rokok ilegal ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun,”kata Faisal Andy. Faisal Andy meminta kepada masyarakat untuk membantu ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Bagaimana caranya? “Jangan membeli rokok tanpa cukai. Laporkan kepada kami bila menemukan peredaran rokok tanpa cukai,”tegas Faisal Andy.

Anggota Komisi I  DPRD Gresik Bustami Hazim mengatakan, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal itu sangat membantu masyarakat dan pedagang. Sosialisasi diharapkan masyarakat dan pedagang lebih waspada dan tidak menjual rokok tanpa cukai. Legislator asal Bawean ini, menengarai masih ada peredaran rokok tanpa cukai di Bawean. “Sosialisasi ini akan sangat membantu penjual tidak menjual rokok tanpa cukai. Sedangkan, masyarakat kalau membeli rokok yang bercukai,”tegas Komisi bidang hukum dan pemberantasan ini.

SOSIALISASI GEMPUR ROKOK ILEGAL: Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy menempelkan stiker Gempur Rokok Ilegal di etalase pedagang di Desa Sawah Mulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 18 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terpisah, di hotel Horrison GKB , Kepala Sub Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Gresik Ari Munandar menyebut penerimaan cukai oleh negara pada 2020 mencapai Rp 178 triliun. Penerimaan tersebut dipastikan bertambah ketika peredaran rokok ilegal bisa diberantas, khususnya di Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar ikut mengawasi peredaran rokok ilegal. Setidaknya, dengan mengetahui lima ciri khusus rokok ilegal.

“Sehingga penerimaan cukai optimal dan bisa kembali ke masyarakat melalui pemerintah daerah. Dalam bentuk infrastruktur, fasilitas umum dan berbagai layanan masyarakat lainnya,”jelas Ari saat memaparkan materi.
Ia menambahkan, setiap tahun desain pita cukai selain berubah. Sudah dilengkapi hologram, informasi harga dan jenis barang. Serta desain khusus. tematik yang diproduksi oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Hal ini memudahkan dalam identifikasi rokok berpita cukai asli atau palsu dan lainnya.

“Tujuan sosialisasi ini adalah menurunkangrafik peredaran rokok ilegal. Jika menemukan
peredaran di lapangan akan lebih baik
melapor. Sehingga akan kami tindaklanjuti
hingga kepada pihak produsen sebagai upaya
penindakan,”tegasnya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Gresik Siti Jaiyaroh mengatakan sosialisasi ini berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 230/ PMK.07/2020 dan PMK No. 206/PMK.07/2020. “Dua peraturan tersebut kemudian diimplementasikan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penjabaran P-APBD Tahun Anggaran 2021,” katanya.

Melalui sosialisasi gempur rokok ilegal ini, pihaknya berharap bisa menutup celah peredaran rokok tanpa pita cukai. Yakni dengan membekali masyarakat dengan pemahaman. “Harapannya sosialisasi ini membawa dampak baik bagi masyarakat Gresik secara umum,” tandasnya.

Sedangkan, Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidsus Kejari Gresik Faris Almer menyampaikan bahwa para pihak yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal akan mendapatkan sanksi hukuman yang tidak main-main. Tahun 2020, ada satu kasus yang sudah disidangkan dan diganjar hukuman satu tahun penjara serta denda Rp. 97 juta. (yad)

Gempur Rokok Ilegal di Daratan dan di Kepulauan, Ajak Masyarakat dan Insan Pers Ikut Awasi Peredaran rokok Tanpa Cukai Selengkapnya