Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya!

SEKDA Gresik Washil Miftachul Rachman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 dari 27 kandidat pimpinan Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Rabu besok, 23 November 2021.
Mereka menjalani tes Kesehatan setelah panitia seleksi terbuka (Pansel) menetapkan mereka melaju ketiga besar.

Belasan pejabat itu memperebutkan menduduki lima kursi jabatan eselon dua yang lowong saat ini. Lima kursi yang belum memiliki pimpinan definitif itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) ; Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bappeda).

Sedangkan,12 pejabat lainnya menjalani General check up pada Kamis lusa, 24 November 2021. Mereka kandidat calon pimpinan di Dinas kesehatan (Dinkes) Gresik; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Untuk diketahui, panitia seleksi terbuka (Pansel) telah mengumumkan 3 besar jabatan pimpinan Pratama di Lingkungan Pemkab Gresik. Sebanyak 27 pejabat itu memperebutkan 9 kursi yang lowong di Pemkab Gresik.  

Sembilan kursi yang lowong berdasarkan pengumuman bernomor 09/PANSEL/2021 diteken oleh Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman itu yakni Dinas Pendidikan (Dispendik); Dinas Kesehatan (Dinkes) ; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) dan Dinas Sosial (Dinsos). Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Mereka yang lolos ketiga besar setelah Pansel melakukan penilaian Seleksi Administrasi, Penelusuran Rekam Jejak, Seleksi Kompetensi dengan Metode Assessment Center, Penulisan Makalah, Presentasi dan Wawancara serta Tes Kesehatan (termasuk Tes Bebas Narkoba). “Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun 2021 bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat,”ujar Washil dalam surat pengumuman yang diteken Senin, 22 November 2021. 

Untuk tahapan berikutnya, 27 pejabat itu harus menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik. Tes Kesehatan dibagi dua sesi yakni Selasa dan Rabu, 23-24 November 2021. Hari pertama untuk calon kandidat yang menduduki kursi Kadispendik; Kepala DPM-PTSP; DPUTR; Pol PP dan Bappeda. Sedangkan, hari Kamis, untuk posisi Kadinkes; Kadinsos ; Direktur RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 
Ini 9 kursi dan 27 kandidat pejabat yang bakal mengisi kursi secara definitif itu. (yad)

Nama ini disusun berdasarkan urutan abjad sebagai berikut: 
A. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Ali Mahfud ; Daifi  ; S. Hariyanto 
B.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik Achmad Hadi ; Dhiannita Tri Astuti dan Ketuk Pratikno
C. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Gresik. A.M. Reza Pahlevi  ; Farida Haznah Makruf  dan Subhan
D. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah Gresik. Herawan Eka Kusuma ; Misbahul Munir dan Narto 
E. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  Gresik. Mochamad Jusuf Ansyori  ; Musnadi dan Suprapto 
F. Asisten Perintahan dan Kesejahteraan  Rakyat Setda Gresik. Moh. Nadlelah ; Oedi Margiantonius dan Suyono
G. Kepala Dinas Kesehatan Gresik. dr. Mukhibatul Khusnah ; dr. Puspitasari Whardani dan dr. Wiwik Susanti 
H. Kepala Dinas Sosial Gresik
Hamim ; Kiki Nuriyadi dan dr. Ummi Khoiroh
I. Direktur RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik
dr. Kartiko Husodo Odi ; dr. Soni  dan dr. Titik Ernawati 

(Data Pansel)

Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya! Selengkapnya

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk

GRESIK,1minute.id – Jabatan Washil Miftachul Rachman bertambah satu lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu terpilih sebagai Ketua One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampaikan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.  

Washil, kali pertama menduduki posisi ketua OPOP di Kabupaten/kota di Jatim. Karena baru Kabupaten Gresik yang memiliki pengurus OPOP. Kopilaborasi Sambang Pesantren digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim di Yayasan Ponpes Qomaruddin Bungah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadiri acara Kopilaborasi Sambang Pesantren dalam kesempatan menyampaikan merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

Menurutnya, OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren. “Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha sekecil. Apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras. Semangat itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,”tegasnya. 

Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Jatim Mohammad Ghofirin mengapresisasi respon cepat Pemkab Gresik. Ia menyebut  Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang kali pertama merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. “Di Jawa Timur, baru Kabupaten Gresik yang mengukuhkan Pengurus OPOP,”kata Ghofirin. 

Ia mengatakan Jatim memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Pihaknya berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat sesuai slogan OPOP “Pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” tegasnya. 

Pengukuhan Pengurus OPOP ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Plt. Diskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh dan pengurus Ponpes Qomaruddin KH. iklil, Gus Alaudin dan KH. Nawawi.  Serta, sejumlah kepala OPD Pemkab Gresik. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan Santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri dan siap berkolaborasi. OPOP yang menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Maka Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai 3 pilar OPOP Provinsi Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji. (yad)

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk Selengkapnya

4 UMKM Binaan SIG, Meramaikan Expo Pariwisata Hybrid

GRESIK, 1minute.id – Sebanyak 4 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meramaikan kegiatan Expo Pariwisata Hybrid Event 2021. Expo Pariwisata itu dihelat di Kota Batu, Malang mulai Jumat sampai Minggu, 19-21 November 2021.

Empat produk UMKM Binaan SIG itu yakni kerajinan kulit (Lee Choir) asal Sidoarjo, kerajinan pipa rokok/Once (Pipres Colection) asal Madura , kerajin batik Gedog (Melati Mekar Mandiri) serta makanan olahan keripik tulang muda sapi (TUMUSA) 333 asal Tuban. 

Menurut General Manager of CSR SIG Edy Saraya, partisipasi 4 UMKM Binaan SIG selain untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Batu, Expo ini juga bertujuan untuk  membantu dan meningkatkan pemasaran produk untuk UMKM dan ekonomi kreatif.

“SIG secara berkelanjutan melakukan pembedayaan, pengembangan, dan pembinaan UMKM Binaan melalui  program pelatihan, promosi dan mengikutsertakan dalam kegiatan pameran,”kata Edy Saraya dalam siaran pers di terima 1minute.id pada Senin, 22 November 2021. Selain itu, tambah Edy Saraya, SIG terus berupaya untuk mendorong UMKM Binaan untuk naik kelas dari Go Modern, Go Digital dan Go Online. 

“Hingga saat ini SIG Group telah membina sebanyak 39.578 UMKM binaan yang berasal dari beberapa wilayah operasional perusahaan,”terangnya. (yad)

4 UMKM Binaan SIG, Meramaikan Expo Pariwisata Hybrid Selengkapnya

Masuk 32 Besar, Gresik United Semakin Percaya Diri

GRESIK,1minute.id – Tiket lolos ke babak 32 besar Liga 3 Regional Jawa Timur akhirnya dipegang Gresik United. M Irvan dkk siap memberikan yang terbaik untuk Ultrasmania dan masyarakat Gresik. 

Pelatih Gresik United Subangkit menjelaskan puas dengan apa yang ditampilkan anak asuhnya. Penampilan melawan Surabaya Muda bisa jadi modal bagus untuk menghadapi Babak 32 Besar. Terlebih, dia melihat pemainnya sudah mulai enjoy bertanding di Liga 3 Zona Jatim. ”Anak-anak sudah bermain dengan tenang. Tidak emosional dan terbebani,”kata Subangkit pada Senin, 22 November 2021.

Tiket Babak 32 Besar berhasil didapat
tidak lepas dari hasil evaluasi yang dilakukannya. Khususnya usai menelan kekalahan melawan Persida Sidoarjo di laga perdana. Dia pun akhirnya merubah cara bermain dan meningkatkan mental skuadnya.

Lolos ke Babak 32 Besar, Gresik United bakal melawan salah satu tim tiga terbaik di Liga 3 Zona Jawa Timur. Mantan Pelatih PSIS Semarang itu menjelaskan masih menunggu siapa calon lawan. Menunggu semua grup menyelesaikan pertandingan.

Sambil menunggu, Subangkit menjelaskan akan tetap melakukan evaluasi. Khususnya soal pelanggaran-pelanggaran tidak perlu yang kerap merugikan skuadnya dalam empat pertandingan di Grup C. ”Di babak 32 besar nanti harus hati-hati. Karena sistem gugur. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal,” terangnya.

Kepastian Gresik United lolos ke-32 besar setelah mengalahkan Surabaya Muda di Stadion Gelora Joko Samudro pada 15 November lalu. M. Irvan dkk menang telak atas lawannya Surabaya Muda lima gol tanpa balas. (yad)

Masuk 32 Besar, Gresik United Semakin Percaya Diri Selengkapnya

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah

GRESIK,1minute.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menggelar Mini Virtual Job Fair Gresik (MR JOE) 2021 di SMK Asa’adah, Kecamatan Bungah. MJF dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 22 November 2021.

MR JOE diikuti delapan perusahaan ini bertujuan mempertemukan penyedia dan pencari kerja dan mengurangi angka pengangguran di Gresik. Serta, menggerakkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 yang belum berujung ini. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap para pencari kerja bisa memanfaatkan MR JOE 21 mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion. Minat, bakat, fisik dan sesuai ijazah. Sebaliknya, penyedia kerja memilih tenaga kerja yang sesuai dengan yang perusahaan butuhkan. 

Tugas pemerintah, imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, melakukan harmonisasi. Ada dua hal tantangan yakni Pandemi dan Ekonomi melalui Gresikpedia dimana aplikasi tersebut masuk 10 besar dalam deretan a plikasi di dunia. “Maka manfaatkan dan kelola semaksimal mungkin melalui Aplikasi Gresikpedia,”harap Gus Yani.

“Gresikpedia adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan sebagai one data, one portal, dan open akses untuk masyarakat gresik ketika membutuhkan informasi, layanan administrasi, dan pengaduan layanan publik melalui satu alamat Gresikpedia,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah ikut berkontribusi melalui Job Fair ini. Sebab, tanpa dukungan mereka peluang bursa kerja dalam mengurangi angka pengangguran tidak akan maksimal. “Kita dorong banyaknya investasi kedepan agar pencari kerja dan pemberi kerja dapat tercapai oleh perusahaan dan masyarakat Gresik,”imbuhnya. 

Gus Yani meminta disnaker turun ke lokasi, jemput bola ke sekolah. Antara lain, sekolah menengah kejuruan (SMK). Nantinya, Disnaker bersama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja akan melakukan sosialisasi di sekolah terutama SMK. 

“Mudah mudahan melalui Job Fair ini akan ada konsultasi yang akhirnya akan ada rekrutmen tenaga kerja, yang tentunya kalau ini berjalan baik otomatis dapat membantu penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gresik akan berjalan sesuai harapan kita artinya mengurangi angka pengangguran,”harapnya. 

Sebelumnya, Kepala Disnaker Gresik Budi Rahardjo mengatakan, MR JOE 21 digelar selama seminggu diikuti sebanyak 1.100 peserta pencari kerja. Setiap harinya 156 peserta. Interview dilakukan virtual. Sampai saat ini yang sudah mendaftar di 8 perusahaan. Sebanyak 72 persen pencari kerja asal Gresik. Sisanya, 28 persen warga luar Gresik. “Ini sudah mencapai target sesuai yang diharapkan Bapak Bupati Gresik sebanyak 60 persen,”kata Budi Rahardjo dalam sambutannya. 

Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Gresikpedia yang diinisiasi oleh Bupati Gresik.  “Peserta dapat mengakses peluang kerja melalui Aplikasi tersebut,”kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Gresik itu. Budi  mengucapkan terima kasih kepada yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarudin dan SMK Asa’adah yang sudah ikut mensukseskan terselenggaranya Mini Job Fair di Kabupaten Gresik ini. (yad)

Kurangi Pengangguran, Dongkrak Perekonomian, Disnaker Gelar MR JOE 21 di SMK Asa’adah Selengkapnya

Gempur Rokok Ilegal di Daratan dan di Kepulauan, Ajak Masyarakat dan Insan Pers Ikut Awasi Peredaran rokok Tanpa Cukai

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kantor Bea Cukai Gresik seakan tidak pernah lelah melakukan sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di daratan hingga kepulauan. Sosialisasi di Pulau Bawean dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy dan anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim pada Kamis dan Jumat, 18-19 November 2021.

Metode sosialisasi untuk mengajak masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat kota Gresik itu ada dua cara. Yakni berdialog bersama pedagang toko kelontong di Pendapa Kecamatan Sangkapura. Metode kedua, petugas menempelkan stiker “Gempur Rokok Ilegal” di Desa Sawah Mulya dan Kumalasa. Keduanya di Kecamatan Sangkapura. 

Sementara itu, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di daratan dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Gresik di Hotel Horrison di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Kecamatan Manyar bersama sejumlah stakeholder dan insan pers. Sosialisasi menghadirkan Kepala Dinas Kominfo Gresik Siti Jaiyaroh, Kepala Sub Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Gresik Ari Munandar dan Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidsus Kejari Gresik Faris Almer.

Wabup Gresik Aminatun Habibah dihadapan pedagang dan pemilik toko kelontong meminta tidak menjual rokok tanpa cukai. “Masyarakat juga jangan membeli rokok tanpa cukai,”tegas Bu Min. Mengapa rokok harus bercukai? Bu Min mengatakan, cukai salah satu penerimaan bagi pemerintah. “Hasil penerimaan cukai nanti akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,”katanya. “Jangan beli rokok yang tanpa cukai,”imbuhnya. 

MASIF SOSIALISASI: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menempelkan stiker Gempur Rokok Ilegal di toko kelontong di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Menurut, Faisal Andy ada lima jenis rokok ilegal yang beredar selama ini. Yakni, rokok polos ; rokok cukai palsu ; rokok menggunakan pita cukai bekas; rokok menggunakan cukai beda dan rokok menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongan. 

“Penggunaan rokok ilegal ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun,”kata Faisal Andy. Faisal Andy meminta kepada masyarakat untuk membantu ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Bagaimana caranya? “Jangan membeli rokok tanpa cukai. Laporkan kepada kami bila menemukan peredaran rokok tanpa cukai,”tegas Faisal Andy.

Anggota Komisi I  DPRD Gresik Bustami Hazim mengatakan, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal itu sangat membantu masyarakat dan pedagang. Sosialisasi diharapkan masyarakat dan pedagang lebih waspada dan tidak menjual rokok tanpa cukai. Legislator asal Bawean ini, menengarai masih ada peredaran rokok tanpa cukai di Bawean. “Sosialisasi ini akan sangat membantu penjual tidak menjual rokok tanpa cukai. Sedangkan, masyarakat kalau membeli rokok yang bercukai,”tegas Komisi bidang hukum dan pemberantasan ini.

SOSIALISASI GEMPUR ROKOK ILEGAL: Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea  Cukai  Gresik Faisal Andy menempelkan stiker Gempur Rokok Ilegal di etalase pedagang di Desa Sawah Mulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 18 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terpisah, di hotel Horrison GKB , Kepala Sub Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Gresik Ari Munandar menyebut penerimaan cukai oleh negara pada 2020 mencapai Rp 178 triliun. Penerimaan tersebut dipastikan bertambah ketika peredaran rokok ilegal bisa diberantas, khususnya di Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar ikut mengawasi peredaran rokok ilegal. Setidaknya, dengan mengetahui lima ciri khusus rokok ilegal.

“Sehingga penerimaan cukai optimal dan bisa kembali ke masyarakat melalui pemerintah daerah. Dalam bentuk infrastruktur, fasilitas umum dan berbagai layanan masyarakat lainnya,”jelas Ari saat memaparkan materi.
Ia menambahkan, setiap tahun desain pita cukai selain berubah. Sudah dilengkapi hologram, informasi harga dan jenis barang. Serta desain khusus. tematik yang diproduksi oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Hal ini memudahkan dalam identifikasi rokok berpita cukai asli atau palsu dan lainnya.

“Tujuan sosialisasi ini adalah menurunkangrafik peredaran rokok ilegal. Jika menemukan
peredaran di lapangan akan lebih baik
melapor. Sehingga akan kami tindaklanjuti
hingga kepada pihak produsen sebagai upaya
penindakan,”tegasnya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Gresik Siti Jaiyaroh mengatakan sosialisasi ini berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 230/ PMK.07/2020 dan PMK No. 206/PMK.07/2020. “Dua peraturan tersebut kemudian diimplementasikan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 33 Tahun 2021 tentang Penjabaran P-APBD Tahun Anggaran 2021,” katanya.

Melalui sosialisasi gempur rokok ilegal ini, pihaknya berharap bisa menutup celah peredaran rokok tanpa pita cukai. Yakni dengan membekali masyarakat dengan pemahaman. “Harapannya sosialisasi ini membawa dampak baik bagi masyarakat Gresik secara umum,” tandasnya.

Sedangkan, Kepala Sub Seksi Penuntutan Pidsus Kejari Gresik Faris Almer menyampaikan bahwa para pihak yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal akan mendapatkan sanksi hukuman yang tidak main-main. Tahun 2020, ada satu kasus yang sudah disidangkan dan diganjar hukuman satu tahun penjara serta denda Rp. 97 juta. (yad)

Gempur Rokok Ilegal di Daratan dan di Kepulauan, Ajak Masyarakat dan Insan Pers Ikut Awasi Peredaran rokok Tanpa Cukai Selengkapnya

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik

GRESIK, 1minute.id –  Pulau Bawean menjadi primadona wisata di Gresik. Kondisi alamnya  eksotis. Penduduknya ramah dan religius. Sebuah potensi yang tidak dimiliki di Gresik daratan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewacanakan menjadikan Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan.

Bila teralisasi, Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menjadi pertama di Indonesia. Pemkab Gresik itu mulai menyosialisasikan kepada masyarakat dan praktisi pendidikan di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik pada Jumat malam, 19 November 2021.
Sosialisasi dipimpin langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan anggota DPRD Gresik Musa. Sosialisasi bertujuan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat, aktivis dan praktisi pendidikan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pulau Bawean memiliki potensi luar biasa. Bawean, pulaunya indah yang menjadi daya tarik semua orang. Pulau Bawaen menjadi pulau wisata seperti di Bali tidak cocok. “Banyak lembaga pendidikan dan pondok pesantren,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mencontohkan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, memiliki 22 lembaga. Di Desa Sukaoneng, Sangkapura berderet sekolah dan pondok pesantren.  Bagaimana caranya Bawean bisa menarik semua orang ? Konsep Pulau Pendidikan yang akan diterapkan di Bawean adalah menjadikan Pulau Bawean sebagai tempat tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar studi tentang bahasa, dengan mendirikan pusat pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

“Kami ingin menjadikan Bawean sebagai ‘Pare’ nya Kabupaten Gresik, tetapi tidak hanya berhenti di bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab, karena Bawean kental dengan pendidikan pesantrennya,”jelas Bu Min. 
Bu Min berharap bahwa realisasi Bawean sebagai Pulau Pendidikan nantinya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Pulau Bawean, namun untuk seluruh pelajar yang ingin belajar bahasa dan tertarik untuk datang ke Bawean. 

Bu Min memohon doa dan masukan dari masyarakat agar program ini dapat diwujudkan dengan baik. “Jadi tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat mengangkat UMKM yang ada di Pulau Bawean, ekonomi masyarakat akan bergerak maju dan sejahtera,”sambungnya. 

Dimana lokasinya? Bu Min meminta masyarakat Bawean untuk membantu mengusulkan tempat yang tepat. “Bawean Perintis Pulau Pendidikan ini, bagian dari merealisasikan Program Nawa Karsa, Gresik Cerdas,” katanya. Bu Min mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi transportasi kepada pelajar yang belajar bahasa Inggris dan Arab di Pulau Bawean. “Kami berharap mimpi kami ( Bupati dan Wabup Gresik, Red)ini bisa cepat teralisasi,”ujarnya.

Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan Pemkab Gresik itu. “Bila teralisasi, gagasan Pulau Pendidikan ini satu-satunya di Indonesia,”kata Musa.

Sebelumnya, Plt Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan memaparkan kondisi terkini sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pendidik. Ia menyatakan ada dua program prioritas Dinas Pendidikan untuk mensukseskan program Nawa Karsa. Dua program prioritas itu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan.

Hariyanto mengaku, sarpras pendidikan di Gresik sangat memprihatinkan. “Sekitar 75 persen sarpras pendidikan rusak. Rusak ringan, sedang dan berat,”katanya.  Sedangkan kualitas tenaga pendidik masih belum sesuai standardisasi pendidikan nasional. “Dinas Pendidikan dalam waktu dekat ini adalah dengan memberikan insentif kepada tenaga pendidik, khususnya guru-guru non PNS, dengan harapan agar kualitas tenaga pendidik akan meningkat dan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas pula,”katanya. 

Sosialisasi Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menghadirkan Fiaz, staf ahli Bupati Gresik. Salah satu, peserta sosialisasi meminta Pemkab Gresik menetapkan lokasinya. Ia mengusulkan tempat penangkaran rusa Bawean sebagai tempatnya. “Konsepnya sekolah alam,”katanya. (yad)

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengawali program Ngantor di Desa. Untuk kali pertama, Wabup Aminatun Habibah ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021.

Baru beberapa menit ngantor, Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah menerima sejumlah keluhan dari masyarakat setempat. Diantaranya, keluhan kesulitan air bersih, harga Tahu dan Tempe mahal serta hama kera dan babi hutan. Bu Min ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa itu didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah. 

Bagaimana tanggapan Wabup Aminatun Habibah terkait curahat masyarakat tersebut? Bu Min mengatakan, terkait kesulitan air bersih yang dialami masyarakat menyarankan pemerintah desa setempat untuk membuat sumur bawah tanah. Pembuatan sumur bor itu disarankan menggunakan dana desa (DD) secara multiyears. 

Sebab, pembuatan sumur bor itu membutuhkan anggaran cukup besar. Tahun pertama mengalokasikan anggaran DD sebesar Rp 100 juta. “Nanti air tersebut didistribusikan ke warga berbayar. Tapi, jangan mahal-mahal. Pendapatan dari air tersebut bisa menjadi pendapatan desa,”katanya. 

Tentang harga Tahu dan Tempe mahal, Bu Min menyarankan masyarakat desa untuk menanam bahan bakunya. Kedelai, misalkan. “Saya yakin masyarakat disini bisa inovatif,”tegasnya. Tentang hama kera dan babi hutan? Wabup berjanji setelah pulang dari Pulau Bawean akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Gresik. “Kalau saat ini di Gresik daratan pengendalian hama tikus dilakukan dengan fogging dan burung hantu. Tapi, disini hama kera dan babi hutan,”tegasnya. 

VAKSINASI LANSIA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika berdialog dengan Saidi,70, warga Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura saat vaksinasi di balai desa setempat pada Jumat, 19 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, suasana di Balai Desa Kumalasa saat itu lebih ramai dari biasanya. Sebab, pemerintah desa setempat menggelar vaksinasi massal dan pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) serta pos pelayanan terpadu (Posyandu) Lanjut Usia (Lansia). Dua kegiatan itu membuat suasana di balai desa tersebut terasa lebih riuh dari biasanya. 

Wabup Aminatun Habibah menyempatkan hadir ditengah masyarakat setempat. Memantau dan berdialog dengan warga yang sedang mengikuti vaksinasi. “Ngak sakit kan mbah,”kata Bu Min kepada kakek Saidi, 70, warga setempat. Saidi menjawab tidak terasa sakit. (yad)

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal Selengkapnya

Dubes Mesir untuk Indonesia Kunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin, Indonesia bagai Negara Keduanya

GRESIK,1minute.id – Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohammaed Mughoib Sultan mengunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin di Desa Suci, Kecamatan Manyar,  Gresik pada Kamis,18 November 2021. Dubes Ashraf disambut lantunan salawat Nabi oleh Santri dan para kiai. 

Dalam pertemuan di  Aula Daarun Nadwah Rushoifah yang diikuti oleh santri dan pengasuh Ponpes, Ashraf menceritakan hubungan kedua negara, Mesir dan Indonesia

Menurut Ashraf, negaranya memiliki kedekatan dan kesamaan dengan Indonesia. Utamanya dalam mengkampenyakan Islam yang tasamuh, moderat, serta cinta kepada negara. “Juga pentingnya hubbul wathon cinta dan bela Negara dalam kehidupan bersama. Maka, kedatangan ini tak lain adalah dalam rangka menjalin kerjasama dalam hal-hal tersebut,” katanya. 

Menurutnya, apa yang telah berlangsung antara Indonesia dan Mesir atau sepesifiknya Universitas Al-Azhar adalah sesuatu yang telah lama terjalin dan patut dibanggakan. Ditambahkan banyak sekali syaikh al-Azhar yang telah menganggap Indonesia sebagai Negara keduanya. “Kunjungan kami ke Jawa Timur ini adalah yang pertama kalinya, dan kami berharap semoga ini bukanlah yang terakhir,”harapnya. 

Sementara itu, perwakilan pengasuh Ponpes Mamba’us Sholohin Agus Moh Najib mengaku sangat terkesan dengan kedatangan Duta Besar Mesir untuk Indonesia. Pasalnya, lembaganya ini telah lama memiliki hubungan dengan Mesir melalui Universitas Al-Azhar. Di mana telah banyak alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin yang melanjutkan studinya di Al-Azhar. 

“Dan kini telah banyak dari mereka yang telah memiliki peran penting di tengah masyarakat dengan menjadi pemimipin instansi, pondok pesantren ataupun lembaga-lembaga lainnya,” bebernya.  Lebih lanjut, Ponpes Mambaus Sholihin sangat berharap semoga kunjungan ini dapat menghasilkan berbagai kerjasama yang intens dan berkelanjutan. 

“Baik antara Indonesia dengan Mesir secara umum ataupun antara Al-Azhar dengan Mambaus Sholihin secara khusus,”katanya Sebelumnya, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohammaed Sultan lebih dulu mengunjungi Ponpes Langitan Tuban. Kunjungan Ashraf ke Jawa Timur.  Kunjungan Duta Besar Mesir ini mendapat pengamanan dari Polres Gresik. Dalam hal ini Polsek Manyar sebagai ujung tombak pelaksanaan pengamanan dari awal hingga akhir kegiatan.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno di lokasi Ponpes Mamba’us Sholihin mengatakan Polisi hadir ditengah masyarakat.”Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk hadir ditengah masyarakat. Memberikan pelayanan demi terciptanya rasa aman dan nyaman,”kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu menambahkan bahwa kegiatan kunjungan Duta Besar Mesir di Ponpes Mamba’us Sholihin berjalan lancar dan kondusif. (yad)

Dubes Mesir untuk Indonesia Kunjungi Ponpes Mamba’us Sholihin, Indonesia bagai Negara Keduanya Selengkapnya

SIG Gelontor Semen ke Warga Terdampak Banjir di Bumiaji

GRESIK, 1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama distributor semen PT Jawa Berkat Utama menggelontorkan bantuan 200 zak semen untuk pembangunan rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. 

Bantuan diserahkan oleh General Manager Sales Regional 3, Akhmad Yani Yulianto kepada Camat  Bumiaji Bambang Hari Suliyan di kntornya pada Jumat pekan lalu, 12 November 2021.General Manager Sales Regional 3, Akhmad Yani Yulianto mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada korban banjir dan dukungan terhadap pemulihan infrastruktur. Banjir yang terjadi telah merusak rumah warga, sehingga perlu ditangani dengan cepat mengingat rumah merupakan kebutuhan utama sebagai tempat tinggal.

“Kami turut prihatin dan peduli atas bencana banjir yang menimpa, diharapkan dengan bantuan ini dapat bermanfaat untuk meringankan beban para korban. Saat ini semen dan bahan bangunan lainnya sangat dibutuhkan warga yang mulai melakukan pembangunan dan perbaikan rumah akibat banjir,”kata Akhmad Yani Yulianto.

Akhmad Yani Yulianto melanjutkan selain  bantuan semen, SIG juga memastikan ketersediaan pasokan semen di daerah terdampak bencana terpenuhi guna mempercepat pemulihan infrastruktur. 

Sementara itu, Kasi Kesra Kecamatan Bumiaji, Yudhi Suparnadi Arifin menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan SIG dan PT Jawa Berkat Utama. Menurutnya, banjir yang terjadi telah merusak 31 rumah dengan rincian 12 rusak berat, 5 rusak sedang dan 7 rusak ringan. “Banjir juga menyebabkan kerusakan kebun, saluran air, tempat usaha warga,”katanya. 

Lebih lanjut Yudhi menambahkan saat ini petugas dari kecamatan Bumiaji dan pihak terkait melakukan penyisiran dan pembersihan material pascabanjir dan juga melakukan pengkajian kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada sektor perumahan dan permukiman, infrastruktur publik, ekonomi produktif dan sosial.

“Adanya bantuan semen sangat berarti bagi masyarakat untuk kembali melakukan pembangunan rumah. Melalui kerjasama yang baik antara instansi dan perusahaan, semoga dapat mempercepat pemulihan infrastruktur akibat bencana yang terjadi sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas normal,”ujar Yudhi. (yad)

SIG Gelontor Semen ke Warga Terdampak Banjir di Bumiaji Selengkapnya