Setigi itu Bikin Tangan Gatal untuk Cekrak-cekrik

Model memakai Gaun ala Drupadi, istri Pandawa dalam cerita Mahabarata ketika di destinasi Setigi pada Minggu 26 Juli 2020 ( foto : 1minute.id )

RELAKSASI mulai berdampak positif dalam dunia pariwisata. Wisata Selo Tirta Giri (Setigi), misalnya. Wisata alam memanfaatkan bekas bukit kapur itu ramai pengunjung , Minggu , 26 Juli 2020. Ratusan pengunjung memadati destinasi wisata berlokasi di Desa Sekapuk, Ujungpangkah itu.

Pengunjung wisata buatan yang memanfaatkan lahan bekas galian C seluas 2 hektare itu seakan terus mengalir. Datang dan pergi. Ditengah pandemi korona wisata ala mini menjadi jujugan masyarakat. Gresik, Surabaya, Lamongan dan sekitarnya.


Suasana wisata Setigi dengan jembatan peradaban yang ramai ( foto : 1minute.id)

Wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati wisata yang dikelalo badan usaha milik desa (BUMDes) itu. Sebab, pengelola menarik harga tiket masuk Rp 15 ribu per pengunjung.  Di area wisata ini, ada beberapa spot yang bisa dinikmati pengunjung. Jembatan peradaban, misalnya. Jembatan  yang mengambarkan peralihan peradapan tradisional menuju era modern.

Panjang jembatan sekitar 200 meteran. Lebar 2 meteran. Dibagian ujung jemabtan bercat warna putih, terdapat tiga unit rumah adat Papua. Beratap serabut sapu warna hitam dan berdinding kayu. Instanable. Sedangkan, dibawah jembatan itu terdapat telaga dengan air warna hijau. Sejumlah anak-anak di dampingi orang tuanya sedang mengayuh berbentuk bebek dengan cara dikayuh itu.

”Baru sekali ini saya masuk sini. Spot fotonya sangat menarik,”ujar Surya Yetni, salah satu pengunjung Setigi. Minggu, 26 Juli 2020 destinasi itu juga dipenuhi sejumlah komunitas fotografi asal Gresik. Mereka sedang hunting bereng pemotretan model yang bertemakan Busana Drupadi. Perempuan tangguh, istri Pandawa  dalam cerita Mahabarata menggunakan gaun warna merah. Aktivitas para penggemar fotografi seakan menambah khazanah wisata Setigi.  ”Kami ingin menampilkan sosok Drupadi, karena dianggap perempuan tangguh,”ujar Ira, salah seorang make up artis (MUA) model berbusana Drupadi itu. (*)

Setigi itu Bikin Tangan Gatal untuk Cekrak-cekrik Selengkapnya

500 Ribu Masker untuk Cegah Penyebaran Korona

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari menyerahkan bantuan masker kepada Ketua Persit Chandra Kirana Kodim 0817 Gresik dalam Pencanangan Gerakan Gresik Bermasker di halaman Kantor Bupati Gresik. ( foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK,1minute.id—Pandemi korona belum berlalu. Gresik masih masuk zona ronye. Kondisi itu membuat Pemkab Gresik semakin aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.  Diantaranya, ”Gerakan Gresik Bermasker”

Gerakan ini dicanangkan langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di halaman Kantor Pemkab Gresik pada Rabu, 12 Agustus 2020. Dalam acara itu, Bupati berlatar pengusaha ini membagikan sebanyak 500 ribu masker kepada masyarakat. Ribuan masker itu sumbangan dari berbagai pihak yang peduli meredam penyebaran wabah Kota Giri ini.

 ”Kami sangat berterima kasih karena pandemic  Covid-19 saat ini sudah berangsur membaik. Alhamdulillah saat ini kita sudah berada di zona oranye. Insya Allah tidak lama lagi kita akan masuk zona kuning. Mohon dukungan dan doa dari semuanya,”ujar Bupati Sambari dalam sambutannya.

 Untuk bisa masuk zona kuning, lalu hijau, tambahnya, butuh kerjakeras dan kesadaran semua pihak untuk melaksanakan protokol kesehatan. Selalu mengenakan masker, selalu dan sering cuci tangan dengan sabun, physical distancing dan menghindari kerumunan.

”Mematuhi protokol kesehatan adalah vaksi terbaik sebelum vaksin korona ditemukan,”ujarnya. Bupati Sambari meminta kepada para camat lebih aktif melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat.  ”Sosialisasikan dan sambil bagi-bagi masker sampai ke tingkat RT/RW,” saran Sambari.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambari secara simbolis membagikan masker kepada perwakilan masyarakat. Sedangkan, Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari menyerahkan satu kotak masker kepada Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Zumrotus Sholihah Qosim, Ketua Bhayangkari Polres Gresik dan Persit Kartika Candrakirana dan Ketua Dharma Wanita Gresik serta masyarakat. (*)

500 Ribu Masker untuk Cegah Penyebaran Korona Selengkapnya

Bangun Tanggul Dulu, Normalisasi Kali Lamong Kemudian

“Alokasikan Anggaran Rp 150 Miliar untuk Pembebasan Lahan 148 Hekter”

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama forkopimda dan perwakilan BBWS ketika melakukan groundbreaking pembangunan tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. (Foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK,1minute.id—Pemerintah kabupaten Gresik bersama Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) membangun sebuah tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. Groundbreaking menandai proyek pengendalian banjir Kali Lamong itu dilakukan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Bupati Sambari  mengucapkan terima kasih kepada BBWS yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Desa Jono dengan membangun tanggul ini. ”Semoga bantuan pembangunan tanggul ini dapat memberikan manfaat mengurangi bencana banjir di desa ini,”harap Bupati Sambari dalam Groundbreaking pembangunan tanggul  Desa Jono, Seelasa 25 Agustus 2020.

Bupati berlatar pengusaha itu memprediksi bantuan pembangunan tanggul di Desa Jono ini sebagai bantuan pemanasan awal yang nantinya akan diikuti dengan bantuan pembangunan yang lebih besar. Desa Jono Cerme, salah satu di Kecamatan Cerme yang rawan banjir akibat luapan kali lamong. Dan, pada 2019 , luapan Kali Lamong mengakibat tanggul desa jebol.

Terkait program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir, Bupati Sambari mengatakan, sampai saat ini pemkab Gresik telah menyelesaikan study land acquisition and resettlement action plan (LARAP) tahap pertama.  ”Semoga akhir 2020, studi LARAP telah selesai,”harap Sambari. 

Total panjang Kali Lamong 103 km. Melintasi wilayah Gresik 58 km. Mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme dan Kebomas. Pemkab, tambahya, telah mempersiapkan anggaran untuk pembebasan tanah Rp 150 miliar untuk pembebasan lahan seluas 149 hektar. 

”Saya berharap Bupati pengganti saya nanti dapat melaksanakan proyek normalisasi Kali Lamong tersebut. Kami sudah melaksanakan pembebasan tanahnya, pihak BBWS segera melaksanakan pekerjaan fisiknya. Segala tehnis pengerjaannya saya serahkan ke BBWS,” kata Sambari.

Perwakilan BBWS Isdianto  mengharapkan, warga masyarakat mau bekerjasama membantu dengan merelakan tanahnya untuk diganti rugi yang sewajarnya.  ”Semuanya untuk kepentingan bersama,”ujar Isdianto. (*)

Bangun Tanggul Dulu, Normalisasi Kali Lamong Kemudian Selengkapnya

Usai Liburan, ASN Jalani Rapid Test Masal

Suasana rapid test di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 24 Agustus 2020. ( foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK, 1minute.id—Libur dan cuti bersama berakhir. Aparat Sipil Negara (ASN) di Pemkab Gresik kembali masuk kerja kembali, Senin, 24 Agustus 2020. Namun, sebelum masuk ke kantor masing-masing ratusan abdi negara itu menjalani rapid test di Ruang Putri Cempo di Kantor Bupati Gresik. Pemkab menyediakan 250 paket alat tes cepat.

Menurut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, ASN yang menjalani rapid test  untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019. ”Karena mereka selama libur dan cuti bersama melakukan perjalanan luar kota,”ujar Bupati Sambari didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno pada Senin, 24 Agustus 2020.

Sekda Abimanyu menambahkan, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian , serta ASN yang melakukan perjalanan keluar kota selama masa libur dan cuti bersama beberapa  waktu lalu.    ”Rapid tes ini sesuai perintah Bupati. Semua pejabat eselon dua dan tiga diharuskan melaksanakan rapid test secara mandiri dan mengumpulkan hasil rapid test tersebut. Juga, harus mendata para stafnya yang berpergian keluar kota untuk mengumpulkan hasil rapid test.”tegasnya.

ASN yang belum melakukan rapid test masal, kata Abimanyu, bisa melaksanakan rapid test secara mandiri.  Sebab, Pemkab menyiapkan 250 paket rapid test untuk ASN.   ”Jumlah terbatas maka para pimpinan tersebut harus menentukan, siapa yang harus diikutkan rapid test ini,”ujarnya. (*)

Usai Liburan, ASN Jalani Rapid Test Masal Selengkapnya

Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa

Suasana sidang paripurna agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) di ruang Paripurna DPRD Gresik, Senin, 24 Agustus 2020. ( foto : 1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Nakhoda pimpinan DPRD Gresik berganti. Fandi Akhmad Yani digantikan Abdul Qodir. Pergantian ketua DPRD Gresik itu dilakukan dalam rapat paripurna dengan agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) pada Senin, 24 Agustus 2020.

Dalam rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menyatakan keputusan perganggatian pimpinan DPRD Gresik itu merupakan hak dari DPC PKB Gresik. Partai pengusung Fandi Akhmad Yani dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019.  Dan, partai pengusung telah mengusulkan PAW berdasarkan surat keputusan DPP PKB bernomor 3013/DPP/01/VII/2020 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Gresik. Saat Nurhamim, yang juga Ketua DPD Partai Golkar membacakan surat keputusan tersebut, Fandi Akhmad Yani-biasa disapa-Gus Yani tidak hadir. 

”Setelah ini DPRD Gresik punya waktu 7 hari untuk berkirim surat ke Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto,Red). Kemudian, Bupati melanjutkan ke Gubernur Jatim,”kata Nurhamim sambil mengutip pasal 49 Peraturan DPRD Gresik nomor 1/ 2019 tentang Tata Tertib Anggota Dewan.

Untuk sementara, tugas-tugas ketua DPRD nanti digantikan para wakil pimpinan.  ”Sesuai dengan tupoksi masing-masing. Kita kolektif kolegial sampai menunggu dilantiknya ketua pengganti yang baru,”ujarnya.  Proses PAW dari Fandi Akhmad Yani kepada Abdul Qodir, sebelumnya ketua FPKB ini, tambah Nurhamim, diperkirakan membutuhkan waktu selama sebulan.

Sementara itu, Abdul Qodir mengatakan, dirinya siap menjadi pimpinan DPRD Gresik. Tentang prioritas utama tugas yang akan dilakukan, Abdul Qodir mengaku akan melanjutkan program dari Ketua DPRD lama, Fandi Akhmad Yani.  ” Khususnya yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat,”kata Abdul Qodir.

Pihaknya menegaskan akan siap menjalankan amanah tersebut. “Yang jelas jabatan ini menjadi beban tersendiri bagi saya. Sebab banyak dari masyarakat Gresik secara umum memberikan harapan besar kepada kami yang selalu wakil rakyat,” tutur politisi senior PKB itu.

Terpisah, melansir Jawa Pos, Fandi Akhmad Gus Yani mengaku memahami atas keputusan partai tersebut.  ”Sebab terkait mekanisme struktur pimpinan itu merupakan kewenangan partai. Jadi tidak ada rasa kecewa dan menghormati penuh,”jelasnya.

Sebenarnya, tambahnya, tanpa hal tersebut pun pihaknya memang berniat untuk mundur dari kursi legislatif.  ”Sesuai syarat dari KPU untuk pencalonan peserta Pilkada nanti. Segala persyaratan lain juga segera saya proses sebelum masa pendaftaran nanti,”ungkapnya. (*)

Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa Selengkapnya

Wisata Buncob PG Semakin Menawan

Direktur Utama PG Rahmad Pribadi bersama jajaran manajemen ketika mengunjungi perluasan area uji aplikasi produk riset di Kebun Percobaan yang kini dilengkapi kafe dan resto tersebut. ( foto : humas Petrokimia Gresik)

GRESIK, 1minute.id—Eduwisata Kebun Percobaan PT Petrokimia Gresik semakin ciamik. Kebun seluas 7,5 hektare telah dilengkapi kafe dan restoran. Perluasan area uji aplikasi produk riset telah diresmikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Akan tetapi, manajemen perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia belum dibuka untuk umum.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan, perluasan area uji aplikasi produk riset wujud implementasi semangat nasionalisme perusahaan. Dimana perluasan lahan riset ini menunjukkan arah pengembangan PG sebagai perusahaan berbasis riset untuk menghasilkan produk dan pelayanan solusi agroindustri untuk pertanian berkelanjutan.  ”Jika setiap tantangan atau permasalahan tersebut dapat kami hadirkan solusinya, tentu hal ini akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, pertanian yang berkelanjutan, serta daya saing bangsa,”kata Rahmad.

Luas area riset dan kebun percobaan Petrokimia Gresik saat ini mencapai sekitar 7,5 hektar, yaitu terdiri dari 5 hektar kebun percobaan dan 2,5 hektar area perkantoran, delapan unit laboratorium, dan sejumlah mini plant produk pengembangan. ”Perluasan area riset ini juga sejalan dengan salah satu kunci keberhasilan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik, yaitu melahirkan ide atau gagasan baru untuk memperkaya diversifikasi produk agar mampu menjadi market leader dan dominant player di ranah agroindustri nasional,”katanya.

Fasilitas baru dalam area ini adalah rumah kaca, dua unit screen house, kolam ikan (hias dan konsumsi), pertanian hidroponik, area ternak (kelinci dan kalkun), area tanaman pangan (padi) yang terdiri dari tiga jenis (padi basmati, padi untuk lahan rawa, padi Japonica. Kemudian,  area tanaman hortikultura (tomat, terong, kol, bayam, sawi, dan selada), area tanaman buah (jambu, jeruk, pala, durian, srikaya, dan sebagainya).   ”Kami ingin meningkatkan kemampuan dan memperluas kapasitas kami dalam riset dan pengembangan teknologi budidaya pertanian,” ujarnya. 

Perluasan lahan riset ini juga dapat menjadi sarana agroekowisata bagi masyarakat sekitar. Dimana pengunjung dapat menikmati suasana kebun di tengah padatnya kota industri, sekaligus memperoleh edukasi mengenai budidaya pertanian. Selain itu, masyarakat juga dapat merasakan pengalaman baru, serta memperoleh pengetahuan secara langsung tentang beternak unggas, ruminansia (hewan pemamah biak), dan ikan. Pengunjung pun juga bisa merasakan sensasi memetik buah atau sayuran segar secara langsung.  ”Pada akhirnya program ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia pertanian yang merupakan jati diri bangsa sebagai negara agraris,”katanya.

Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono menambahkan, semangat nasionalisme perusahaan dalam proyek ini juga diimplementasikan melalui pendirian  Mustikarasa Cafe dan Resto. Tempat ini merupakan bentuk penghargaan Petrokimia Gresik terhadap Sang Proklamator Kemeredekaan Republik Indonesia, dimana nama “Mustikarasa” sendiri diambil dari judul buku Presiden RI pertama Ir  Soekarno atau Bung Karno,”kata Yusuf pada Minggu, 23 Agustus 2020.

Yusuf menambahkan, fasilitas perluasan itu meski telah diresmikan akan tetapi belum dibuka secara umum.  ”Saat ini masih dimanfaatkan internal perusahaan. Nantinya, bila masa pendemi berangsur membaik tidak kemungkinan akan dibuka untuk umum. Agroeduwisata untuk masyarakat,”katanya. (*)

Wisata Buncob PG Semakin Menawan Selengkapnya

Tunjuk PPP sebagai Ketua Tim Pemenangan NIAT

Ketua DPC PPP Gresik ketika memberikan rekomendasi dukungan DPP PPP kepada pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah di kantor berlambah Kakbah pada Kamis, 20 Agustus 2020. ( foto : 1minute.id)

1minute.id, GRESIK-Pasangan bakal calon bupati- Wakil Bupati Niat mendapat amunisi baru untuk menuju perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan anyar berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Surat rekomendasi diteken Dewan Pimpiman Pusat (DPP) bernomor 2578/REK/DPP/VII/2020 itu diberikan oleh Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir kepada pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) di kantor berlambang Kakbah pada Kamis, 20 Agustus 2020. Bertepatan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijriah itu.
Dukungan dari PPP menambah panjang jumlah partai pendukung NIAT menjadi enam partai. Yakni, Partai Golkar, PDIP, Nasdem, PPP, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Total 29 kursi dari 50 kursi di parlemen Kota Giri ini.
Usai penyerahan rekomendasi dukungan, dilanjutkan dengan pengukuhan tim pemenangan NIAT. Pasangan calon (paslon) NIAT menunjuk Khoirul Huda, sekretaris DPC PPP Gresik sebagai ketua tim pemenangannya. Huda, anggota DPRD Gresik ini dikenal dekat dengan kalangan ulama di Kota Giri.
“Dia sangat dekat dengan pemangku Ponpes Mambaus Sholihin KH Masbuhin Faqih,”ujar seorang anggota partai Kakbah yang enggan disebutkan identitasnya itu.
Huda-sapaan-Khairil Huda mengatakan, akan melakukan konsolidasi secepatnya untuk menggegolkan keinginan paslon yang mengusung tagline “Perubahan untuk Gresik Baru” itu.
“Kami segera merapatkan barisan, mengingat waktu pendaftaran pasangan calon sudah 14 hari lagi,”kata Huda.
Huda mengatakan enam partai pendukung NIAT, tergabung dalam Koalisi Gresik Baru akan melakukan deklarasi bersama sebelum pendaftaran paslon. “Insya Allah sebelum pendaftaran pasangan calon akan melakukan deklarsi akbar,”katanya.
Berdasarkan skedul komisi pemilihan umum (KPU) Gresik, pendaftaran calon pasangan bupati dan wakil bupati mulai 4-6 September 2020. Sedangkan, penetapan paslon pada 23 September 2020 dan pengundian nomor pada 24 September 2020. Tim pemenangan NIAT, tambahnya, akan fokus memantapkan basis dukungan. “Baik di Gresik wilayah selatan maupun utara,”ujar Huda.
Sementara itu, Fandi Akhmad Yani menjanjikan akan berjuang memajukan Gresik jika mendapatkan amanat dari pemilih sebagai Bupati Gresik. (*)

Tunjuk PPP sebagai Ketua Tim Pemenangan NIAT Selengkapnya

Smelting Salurkan CSR Rp 1 Miliar ke Desa Roomo

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim didampingi Direktur Bisnis dan Pemasaran PT Smelting Tatsuya Inoue memberikan bantuan simbolis kepada masyarakat Desa Roomo, Manyar Rabu, 19 Agustus 2020. ( foto : 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id—Ditengah masa pendemi Covid-19. Semua harga kebutuhan mengalami kenaikkan. Daya beli masyarakat menurun. Pencairan bantuan corporate social responsibility (CSR) bagai sebuah oase bagi masyarakat. Di sebuah lapangan parker sub kontraktor  perusahaan peleburan dan permurnian tembaga, PT Smelting mencairkan bantuan kepada masyarakat Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik sebesar Rp 1 miliar pada Rabu, 19 Agustus 2020. 

Bantuan itu diserahkan langsung Direktur Bisnis dan Pemasaran PT Smelting Tatsuya Inoue dan Wakil Bupati Gresik Moh Qosim. Menurut Tatsuya Inoue, bantuan CSR kepada Desa Roomo, Kecamatan Manyar itu diberikan sejak 2014. Selama ini, tambahnya, bantuan tersebut dialokasikan untuk program kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.  ”Pembagiannya melalui yayasan Sumur Giwang Roomo,”ujar Inoue dengan bahasa Indonesia.

Bantuan CSR tersebut berdasarkan UU 6/2014 tentang Desa dan peraturan lainnya tentang hibah. ”Dana CSR PT Smelting ke Desa Roomo disalurkan lewat APBDes,”katanya. Saat ini, CSR yang disalurkan Rp 571.382.000.  ”Sedangkan yang sudah disalurkan sejak Januari hingga Agustus Rp 428.618.00,”urainya.

Bantuan CSR tersebut berdasarkan UU 6/2014 tentang Desa dan peraturan lainnya tentang hibah. ”Dana CSR PT Smelting ke Desa Roomo disalurkan lewat APBDes,”katanya. Saat ini, CSR yang disalurkan Rp 571.382.000.  ”Sedangkan yang sudah disalurkan sejak Januari hingga Agustus Rp 428.618.00,”urainya. (*)

Smelting Salurkan CSR Rp 1 Miliar ke Desa Roomo Selengkapnya

PG Tambah Layanan Mobil Uji Tanah

Mobil uji tanah PT Petrokimia Gresik ( foto : humas Petrokimia Gresik)

GRESIK, 1minute.id—Manajemen PT Petrokimia Gresik berupaya mendongkrak produktivitas pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani. Diantaranya, menambah layanan mobil uji tanah. Semula hanya empat unit, kini menjadi 15 unit. Layanan mobil uji tanah itu ditempatkan di 15 daerah, diantaranya di Jawa Timur, termasuk Gresik.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan, layanan mobil uji tanah telah sudah dilakukan oleh manajemen PG sejak 2015. Saat itu, kata Rahmad, masih berjumlah empat uni kini menjadi 15 unit. Penambahan layanan mobil uji tanah itu dilakukan, setelah manajemen mendapatkan masukan dari para petani yang mengalami kesulitan mengecek kandungan tanahnya karena tidak memiliki alat penguji. 

”Kami menambah sebelas unit mobil uji tanah agar jangkauannya lebih luas lagi,”ujar Dirut PG Rahmad Pribadi dalam siaran persnya pada Minggu, 16 Agustus 202.  Puluhan mobil uji tanah ini, tambahnya,  akan ditempatkan di 15 daerah di delapan provinsi. Di Jawa Timur, diantaranya Gresik, Madiun dan Jember.

Kemudian, di Jawa Tengah di Purwokerto, Magelang, Semarang. Di Jawa Tengah, mobil uji tanah itu ditempatkan di Indramayu, Bandung Barat. Sedangkan, di luar Jawa adalah di Lombok, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ; Banjarmasin (Kalimantan Selatan) ; Bandar Lampung (Lampung) ; Makassar  (Sulawesi Selatan dan Tanah Karo (Sumatera Utara).

”Mobil ini memang dialokasikan untuk 15 daerah tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan juga melayani daerah di sekitarnya,”tambah Rahmad. Layanan mobil uji tanah sendiri berfungsi untuk menguji tingkat kesuburan tanah dan memberikan konsultasi pertanian secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah dari lahan pertaniannya, kemudian dalam waktu singkat dapat mengetahui kandungan tanah sekaligus mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat.  

”Selama ini petani merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk maupun dosis yang akan digunakan. Hadirnya layanan ini akan memberikan solusi atas permasalahan tersebut,”tegasnya. Selain itu, mobil uji tanah ini, Rahmad menambahkan,  juga menjadi sarana Petrokimia Gresik dalam mengedukasi petani untuk menerapkan pola pemupukan berimbang demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.

”Dengan dosis pemupukan yang tepat dan berimbang, maka penggunaan pupuk oleh petani akan lebih efisien dan produktivitasnya pun semakin optimal, sehingga kesejahteraan petani dapat terdongkrak,” terangnya. Ia menambahkan bahwa hadirnya mobil uji tanah juga merupakan bagian dari langkah Petrokimia Gresik untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Dimana ketersediaan pangan di masa wabah ini menjadi prioritas utama. (*)

PG Tambah Layanan Mobil Uji Tanah Selengkapnya

Angkat Cerita Putri Campa Sebagai Tugas Akhir

Sejumlah mahasiswa ketika membawakan tari Champa,  karya Ni’matus Sa’diah , sebagai tugas akhir di Fakultas Seni Tari STKW Surabaya di halaman makam Putri Campa pada 9 Agustus 2020

GRESIK,1minute.id—Perjuangan Putri Campa belajar agama Islam di Kota Pudak menarik perhatian Ni’matus Sa’diah. Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya itu menjadikan migrasi saudagar kaya dari Kamboja dalam sebuah karya seni tari yang elok.  Gadis 22 tahun itu mempersiapkan karya berjudul Tari Champa  selama 9 bulan sebagai syarat tugas akhir sarjana strata 1 di Fakultas Seni Tari STKW Surabaya. 

Semula ada rencana tari berdurasi 15 menit ini akan ditampilkan di Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim. Merebaknya corona virus disease (Covid-19) membuyarkan mimpi gadis yang tinggal di Jalan Awikoen Madya Dalam, Desa Gending, Kecamatan Kebomas itu.

Meski tanpa musik gerakan para penari Putri Champa begitu gemulai. Para penari ini adalah mahasiswa gabungan dari perguruan tinggi di Surabaya dan Gresik ( foto : 1minute.id)

Ni’mah-sapaan-Ni’matus Sa’diah kemudian menampilkan karya tarinya dimainkan lima perempuan dari berbagai pergurun tinggi di Surabaya dan Gresik secara indie.  ”Pandemi korona sehingga saya pentaskan secara terbatas di Gresik,”kata Ni’mah pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Pekan lalu, Ni’mah mengajak lima pemainnya untuk latihan di halaman Makam Putri Campa di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kebomas. Sebelum latihan, mereka kulo nuwun kepada juri kunci makam Akhmad Syaifudin. Gerakan lima penari yang semuanya mahasiswa itu terlihat gemulai meski menari tanpa musik. Menggunakan kostum perpaduan warna merah dan putih gerakan membuat penampilan mereka cukup memukai. Meski hanya berupa potongan-potongan gerakan tari.

Ni’mah mengatakan, selama ini masyarakat menganggap Putri Campa hanya ada di Mojokerto.  ”Loh di Gresik apa juga ada putri Campa,”kata Ni’mah kemarin.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Putri Campa yang makamnkan di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kebomas itu berasal dari Kamboja. Dia migrasi ke Gresik untuk mencari ilmu hingga meninggal di Gresik. Kehadiran Putri Campa ini membuat banyak migran dari Kamboja ikut datang ke Gresik. 

 ”Dan, perjuangan Putri Campa ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat. Dan sampai sekarang khususnya daerah Gending mengingatkan Putri Campa . Saya pingin ungkapkan dalam karya tari, harapannya nanti banyak orang Gresik yang mengetahui tentang sejarah Putri Campa,”katanya. (*)

Angkat Cerita Putri Campa Sebagai Tugas Akhir Selengkapnya