Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa

GRESIK,1minute.id – Big data tentang kependudukan masih belum tertata rapi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap anggota Perkumpulan Badan Permusyawaratan Daerah (P-BPD) bisa membantu pemerintah desa untuk melakukan perbaikan data, bersinergi membangun Gresik baru. 

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Rapat Kerja (Raker) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Perkumpulan BPD di salah satu hotel di Kota Batu, Malang. Bimtek selama 2 hari, mulai Sabtu-Minggu, 18-19 September 2021 dibuka Bupati Fandi Akhmad Yani dan ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Fandi Akhmad Yani menyatakan, harapan besar dari BPD untuk turut mendukung Desa masing-masing untuk membangun Gresik baru yang lebih baik. “BPD mempunyai peran penting dalam pemerintahan tingkat Desa, saya berharap BPD bisa bersinergi dengan desa sehingga program pemerintah yang ada di tingkat desa bisa berjalan dengan baik dengan dukungan penuh BPD,”harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani juga berharap semua anggota BPD ini kompak sehingga tidak ada benturan di desa terkait adanya perkumpulan BPD. Selain itu, Gus Yani juga menekankan agar BPD dan Desa bersama-sama dalam perbaikan data guna keberlangsungan pembangunan di desa. 

“Kita bisa mengatasi kemiskinan di tingkat desa itu juga karena berpatokan dengan data. Segala aspek pembangunan di desa juga berdasar pada data. Untuk itu mulai saat ini data-data yang ada di desa harus dibenahi dan ditata dengan baik,”tegas Gus Yani.

TUTUP RAKER: Wabup Gresik Aminatun Habibah berfotobersama peserta raker P-BPD di salah satu hotel di Batu,Malang pada Minggu, 19 September 2021 (foto : humas Pemkab Gresik)

Selain Gus Yani, narasumber lain yakni Kepala Inspektorat Gresik Edy Hadisiswoyo dengan materi tentang peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pengawasan pembangunan tingkat desa ;  Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (PMD) Malahatul Farda “Pembinaan dan pemberdayaan fungsi dan tugas BPD’ da  Kepala Dinas KBPP dr Syaifuddin Ghozali  tentang ‘Pemberdayan Perempuan dan Anak di tingkat Desa dan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nurul Yatim yang memberikan pemaparan tentang ‘ Membangun sinergitas dalam Pemerintahan Desa’. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada BPD membantu mewujudkan program pemerintah daerah dalam dukungan pada pemerintah desa. “Pemerintah daerah memiliki beberapa program yang harus disukseskan, dengan kekompakan BPD ini semoga turut mendukung dan mensukseskan program pemerintah daerah melalui pemerintahan di tingkat desa” ujar Bu Min. 

Sementara itu, Suyanto, Ketua Perkumpulan BPD Gresik mengatakan kegiatan ini bimtek pengurus diharapkan dapat memberikan pengarahan ke desa desa. (yad)

Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa Selengkapnya

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari


GRESIK,1minute.id – Sebuah tempat pemandian ditemukan masyarakat Dusun Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom, Gresik.  Tempat pemandian atau “Umbul Pasiraman” atau “Umbul Binangun” (pengucapan dalam bahasa Jawa “Umbul Winangun”) itu diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. 

Tempat para raja, permasuri, para istri (garwo ampil), serta para putri-putri raja mandi. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sedang menunggu hasil penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Bila hasil kajian BPCB menyatakan, pemandian itu adalah salah satu situs budaya peninggalan Kerajaan Majapahit, pemdes akan menjadikan kawasan itu sebagai desa wisata.

Tempat pemandian itu ditemukan warga pada Kamis lalu, 9 September 2021. Saat itu, warga hendak membuat waduk ukuran 12 x 8 meter persegi. Pembuatan waduk di area tempat mata air yang tidak pernah kering itu menggunakan alat berat, ekskavator. Di kedalaman 2 meter alat penggalian mebentur benda keras. Benda ada batu bata warna merah. Ukuran batu bata ini lebih besar dan tebal dibandingkan batu bata yang ada selama ini. 

Tebalnya, tebal 9 centimeter dan lebar 32 centimeter hingga 40 centimeter. Selain, batu bata juga ditemukan Lumpang. “Pertama kena alat berat, posisinya tertimbun tanah dan tidak beraturan. Sedangkan yang masih dibawah ini bentuknya batu bata tersusun memanjang seperti tempat padusan. Saya injak, dasarnya juga batu bata,”terang Nur Silam, salah satu warga setempat. 

BATUBATA PETIRTAAN: Warga Desa Rejosari, Desa Sukorame, Kecamatan Wringinanom menemukan tempat pemandian diduga era Majapahit. Kepastian tempat pemandian ini situs sejarah menunggu penelitian dari BPCB Trowulan, Mojokerto ( Foto : Ist)

Selain ditemukan bebatuan kuno, warga juga menemukan lumpang berbentuk batu, tempat zaman dahulu menumbuk padi. Kata Nur Silam, lumpang biasanya dijadikan simbol yang dipajang di dekat petirtaan. “Lumpang ini tertanam di dalam tanah, saya  mengira mungkin bebatuan biasa, setelah digali ternyata lumpang,”katanya.

Penemuan diduga tempat pemandian para raja dan permaisuri kerajaan Majapahit itu telah dilaporkan oleh warga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. Petugas Disbudpar telah mendatangi lokasi penemuan tersebut. Kini, warga menunggu petugas dari BPCB Trowulan, Mojokerto. Saat ini, sejumlah warga melakukan penjagaan secara bergiliran di lokasi penemuan tempat pemandian itu. Pasalnya, sejak ditemukan lokasi banyak dikunjungi oleh warga yang penasaran. (yad)

Diduga Tempat Pemandian Raja dan Permaisuri Ditemukan di Rejosari Selengkapnya

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor


GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik memperluas manfaat program “Makmur” dengan mengawal budidaya benih kangkung kualitas ekspor. Biji kangkung ini salah satu bahan kosmetik. Luasnya 567 hektare di lima kabupaten di Jatim. Kesuksesan program tersebut salah satunya ditandai dengan peningkatan hasil panen benih kangkung hingga 12 persen di lahan seluas 36,11 hektare di Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan sehat menjadi semakin penting dan strategis, sehingga kegiatan produksi pertanian termasuk komoditas hortikultura harus ditingkatkan. “Untuk itu kami terus berupaya mengoptimalkan manfaat Program Makmur dengan menyasar lebih banyak komoditas, tidak hanya komoditas pangan, tapi juga komoditas hortikultura,”ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 17 September 2021.

Setelah padi, tebu, jeruk, kentang dan bawang merah, kali ini Program Makmur menyasar tanaman kangkung, yang merupakan komoditas hortikultura primadona petani Gresik. Budidaya tanaman kangkung oleh petani Gresik diambil bijinya sebagai benih untuk diekspor oleh perusahaan penampung ke berbagai negara mulai dari Thailand, Filipina, India, hingga Jepang. 

Meski ditengah pandemi Covid-19, kuantum ekspor benih kangkung masih menembus angka 80 ton pada tahun 2020. “Melalui Program Makmur, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewadahi petani kangkung agar mendapatkan jaminan permodalan, jaminan mutu hasil panen hingga jaminan pasar,” ujar Dwi Satriyo.

Dari sisi pendanaan, Bank BNI memberikan pinjaman modal hingga Rp 800 miliar, kemudian anak perusahaan Petrokimia Gresik, yaitu Petrosida Gresik berperan sebagai penyalur pupuk dan penanggulangan hama/penyakit, dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) berperan sebagai offtaker yang membeli hasil panen petani binaan.

Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri berperan dalam menyediakan layanan Mobil Uji Tanah (UJT) untuk memberikan analisis lahan pertanian, sehingga petani dapat memperoleh rekomendasi pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Adapun rekomendasi pemupukan dalam Program Makmur pada komoditi kangkung ini menggunakan kombinasi pupuk subsidi dan pupuk non subsidi yaitu pupuk NPK Phonska subsidi 200 kg/ha, NPK Phonska Plus 200 kg/ha, pupuk ZA non subsidi 200 kg/ha, pupuk SP-36 subsidi 100 kg/ha, dan pupuk organik Petroganik sebanyak 2 ton/ha.

Formula ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas benih kangkung di Gresik hingga 12 persen, dari rata-rata 1,49 ton/ha menjadi rata-rata 1,67 ton/ha. Dengan demikian, omzet petani pun meningkat hingga 20-25 persen. “Melalui Program Makmur, petani dapat memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk bersubsidi karena keterbatasan alokasi yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,”ujar Dwi Satriyo.

Ia menegaskan bahwa Program Makmur merupakan wujud visi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bawah komando Pupuk Indonesia, serta terobosan dan strategi untuk meningkatkan produksi pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Dwi Satriyo berharap Program Makmur dapat dijalankan di seluruh Indonesia dan mampu menjadi solusi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani di berbagai daerah.
“Komitmen ini akan terus kami tingkatkan dengan menyasar lebih banyak komoditas di berbagai daerah, agar manfaat Program Makmur dapat dirasakan lebih banyak petani di Indonesia,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Anang Ma’ruf, salah satu petani kangkung binaan EWINDO yang mengikuti program ini mengungkapkan bahwa Program Makmur sangat berdampak positif bagi dirinya dan petani kangkung lainnya.

“Kami merasa sangat diuntungkan karena kebutuhan petani sangat bisa terpenuhi. Untuk itu, kami berharap terus dibantu melalui Program Makmur untuk memakmurkan petani,” ujarnya. Selain di Gresik, program Makmur pada komoditi benih kangkung kerja sama dengan EWINDO juga dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto (37 Ha), Jombang (50 Ha), Lamongan (81 Ha), dan Tuban (363 Ha). (yad)

Program Makmur Petrokimia Gresik Sasar Petani Kangkung untuk Ekspor Selengkapnya

Pelayanan jadi Trending Topik, Dirut Giri Tirta Ngungsi Mandi

DIRUT : Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menganggap manajemen perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta gagal merealisasikan rencana kerjanya. Akibatnya, melesetnya target itu, pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat kerap menjadi sorotan masyarakat. Tranding topik di media sosial (medsos).

Bupati Fandi Akhmad Yani meminta Inspektorat untuk melakukan audit kinerja dan keuangan Perumda Giri Tirta itu. “Target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai pertemuan di kantor Perumda Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021.

Rapor merah untuk Perumda Giri Tirta. Bagaimana pendapat Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah? Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah tidak menampik Perumda Giri Tirta menjadi tranding topik di medsos.  “Sebulan terakhir ada kebocoran pipa besar sehingga air tidak keluar. Kok yo beruntun. Didekat rumah saya air juga tidak mengalir,”kata Risa.
Bahkan, Direktur Utama Perumda Giri Tirta itu mengaku harus ngungsi mandi ke kantornya.

“Saya sendiri saja, pindah mandi ke kantor,”dalihnya.  Ia mengaku perbaikan kerusakan pipa besar akan kelar satu sampai dua hari kedepan,”kata Risa. Terkait manajem gagal merealisasikan rencana kerjanya? Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah mengatakan, penambahan penyertaan modal pemerintah dari APBD Gresik 2019 sebesar Rp 25 miliar belum dilaksanakan seluruh.

“Hanya proyek pipanisasi saluran air dari Desa Kedungrukem, Benjeng sampai Balongpanggang yang selesai tahun ini,”ujar Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah pada Jumat, 17 September 2021. Anggaran Rp 3,6 miliar. Untuk proyek pipanisasi Giri sampai SPBU Veteran dan Giri sampai Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas baru proses lelang.  Risa dengan tegas membantah proyek itu tidak sesuai perencanaan sebelumnya. “Pekerjaan itu sesuai perencanaan. Cuma pelaksaan belum dilaksanakan,”tegasnya. 

Pekerjaan tidak bisa cepat dilakukan, imbuhnya, karena pihak harus menyusun detail Engineering Design (DED) , Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta survei. “Penyusunan DED, RAB butuh waktu hampir setahun. Karena harus survei,”dalihnya. Selain itu, ada rencana pengalihan pekerjaan sehingga harus berkonsultasi dengan Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan (PBKP). (yad)

Pelayanan jadi Trending Topik, Dirut Giri Tirta Ngungsi Mandi Selengkapnya

Sowan Toga dan Tomas, Awali Tugas Kapolres Azis

SILATURAHMI: Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis sowan ke kediaman KH Muchtar Djamil (Foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melakukan roadshow, silaturahmi kepada sejumlah tokoh agama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) yang dikunjungi diantaranya Ketua PCNU Gresik KH Chusnan Ali ; Pemangku Pondok Pesantren (Ponpes) Ala Nuriyah KH Aminin (Gus Minin). Kemudian, kediaman KH Muchtar Djamil di Jalan Samanhudi, Kelurahan Bedilan, Gresik dan KH Abdul Ghofur, Jalan Sultan Agung, Desa Sungon Legowo, Kecamatan Bungah.

Selain tokoh agama, alumnus Akpol 2002, itu juga menjalin silaturahmi dengan anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani;  Ketua PN Gresik Wiwin Arodawanti ; Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto. Mantan Kapolres Ponorogo itu juga berkunjung ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Murkus.

Pada rangkaian silaturahmi dan sowan tokoh agama tersebut, Kapolres Gresik sengaja meminta doa restu. “Semoga Polres Gresik dengan kepemimpinan AKBP Mochamad Nur Azis mendapatkan ridho dari Allah SWT,”tutur KH Muchtar Djamil.

Pada rangkaian silaturahmi dan sowan tokoh agama tersebut, Kapolres Gresik sengaja meminta doa restu. “Saya silaturahmi dan memperkenalkan diri, serta mohon restu agar amanah saya sebagai Kapolres Gresik dapat saya laksanakan dengan baik,”kata Azis.

Menyinggung Covid-19, perwira Polisi dengan dua melati dipundak itu mengharap dukungan tokoh agama serta pemahaman masyarakat terkait program pemerintah percepatan vaksinasi guna mencapai herd immunity. (yad)

Sowan Toga dan Tomas, Awali Tugas Kapolres Azis Selengkapnya

Bupati Minta Inspektorat Audit Teknik dan Keuangan Perumda Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Inspektorat Eddy Hadisiswoyo mendatangi kantor Perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad tiba pukul 14.00. Selama 2,5 jam Gus Yani di dalam ruangan Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah. 

Ada apa? “Kami membahas tentang banyaknya keluhan masyarakat. Hampir setiap hari ada keluhan dari masyarakat,”ujar Gus Yani usai pertemuan dengan manajemen Perusda Giri Tirta. “Kami bersama inspektorat duduk bersama untuk melakukan evaluasi kinerja Perumda Giri Tirta,”sambungnya.

Dalam pertemuan tertutup untuk wartawan, mantan Ketua DPRD Gresik, itu mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan. Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik. “Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya. 

Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya. Kemungkinan terburuk hasil audit?  Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta.

“Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya.
Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. 

Terpisah, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah tidak menampik adanya pekerjaan yang tidak sesuai rencana. Dia menyatakan, anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar itu tidak sesuai dengan perencanaan karena ada perubahan rencana pekerjaan. 

“Perubahan perencanaan dengan pengalihan pekerjaan itu harus mendapatkan persetujuan BPKP,”ujarnya. Selain persetujuan BPK itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED). “Pengunaan anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar akan selesai tahun ini,”kata Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah. (yad)

Bupati Minta Inspektorat Audit Teknik dan Keuangan Perumda Giri Tirta Selengkapnya

Vaksin Dulu, Lalu Nge-Mal, Pemkab Gelar Vaksinasi di Mal

NGEMAL : Pengunjung di Iconmall antre vaksinasi pada Kamis, 16 September 2021 (Foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Percepatan pemulihan ekonomi digeber Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Memasuki level 1 atawa zona hijau, serbuan vaksinasi semakin masif dilakukan. Antara lain, menggelar vaksinasi tempat perbelanjaan modern, mal. 

Ada dua mal yang menggelar vaksinasi kepada masyarakat yakni Icon Mall dan Gressmall. Diskoperindag mengalokasikan 500 dosis dua mal itu. Dalam pantauan pelaksanaan vaksinasi Icon Mall hari kedua pada Kamis, 16 September 2021 berjalan lancar. Sebab, masyarakat yang hendak vaksin membawa pulpen. Vaksinasi diperuntukkan pelajar dan masyarakat umum.

Masyarakat yang sudah kebelet belanja atau nge-mal yang belum menerima dosis vaksin bisa bernafas lega. Mereka tidak perlu gigit jari karena aturan masuk mal harus vaksin.

Kepala Dinas Koperasi, Perindag dan usaha mikro (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono menyatakan vaksinasi di mal ini sebagai ikhtiar untuk percepatan pembentukan herd immunity.  Diskoperindag berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan ini melakukan pemulihan ekonomi.

“Kami jemput bola agar kelompok kekebalan tubuh di masyarakat atau herd immunity segera terbentuk, minimal 70 persen di akhir tahun ini,” kata Agus pada wartawan pada Kamis, 16 September 2021. (yad)

Vaksin Dulu, Lalu Nge-Mal, Pemkab Gelar Vaksinasi di Mal Selengkapnya

Wabup Minta IPI Tak Lelah Berkarya untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu


GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap kepada para pengurus Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Gresik untuk tidak pernah lelah dan terus berkarya untuk masyarakat. Hal itu disampaikan Bu Min- sapaan akrab-Wakil Bupati Aminatun Habibah saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-15 IPI Gresik yang dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto di salah satu hotel di Kecamatan Manyar, Gresik pada Kamis, 16 September 2021.

Bu Min mengatakan, sebagai tenaga kependidikan, IPI mempunyai tugas melakukan kegiatan pengendalian mutu, melakukan evaluasi dampak program PAUD, pendidikan kesetaraan dan keaksaraan. Serta, pendidikan dan pelatihan pada jalur pendidikan non formal dan informal.

“Mengacu pada tugas dan fungsi IPI tersebut, Saya berharap kepada seluruh jajaran pengurus untuk tidak pernah lelah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui fungsinya sebagai pengendali mutu dan melakukan evaluasi terhadap lembaga pendidikan non formal,”katanya.

Dirinya juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para penilik yang selama ini berkontribusi dan memberikan manfaat bagi keberlangsungan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Melalui momentum ini, saya sangat mengapresiasi atas segala bentuk kontribusi yang telah IPI berikan bagi keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Gresik,”imbuh Bu Min.

Pada kesempatatan itu, Bu Min menegaskan komitmen pemerintah  mendukung dan mensupport terhadap program dan tugas IPI demi terwujudnya jalur pendidikan non formal di Gresik yang memiliki komptensi dan bermutu. (yad)

Wabup Minta IPI Tak Lelah Berkarya untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu Selengkapnya

Terancam Kolaps, Dewan Siap Selamatkan Perumda Giri Tirta

JUMPA PERS : (ki-ka) Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim Dalam jumpa pers di Ruang Komisi III DPRD Gresik pada Kamis, 16 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Perusahaan umum daerah (Perumda) Giri TirtaGresik terancam kolaps. Kebocoran air mencapai 40 persen. Tahun ini diproyeksikan merugi miliar rupiah. Perusahaan penyumplai kebutuhan hajat hidup 1,3 juta di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengusulkan penambahan penyertaan modal pemerintah sebesar Rp 118 miliar.

Usulan manajemen berkantor di Jalan Raya Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas itu telah masuk ke meja parlemen, DPRD Gresik. Wakil rakyat itu akan membentuk panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Modal Dasar dan Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah pada Perusahaan Umum  Daerah (Perumda) Giri Tirta.

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim membenarkan ada draf Raperda tersebut. “Kondisi Perumda Giri Tirta harus diselamatkan. Karena menyangkut kebutuhan dasar (air bersih) untuk masyarakat,”kata Abdul Qodir dalam konferensi pers di ruang Komisi III DPRD Gresik pada Kamis, 16 September 2021.

Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menambahkan dalam draf yang diajukan mengajukan penambahan penyertaan modal pemerintah Rp 118 miliar. Anggaran ratusan miliar akan digunakan untuk investasi perbaikan infrastruktur pipanisasi. “Memang belum detail rancana pengunaan anggarannya,”kata  legislator asal PKB Gresik itu.

Dia meyakinkan, nantinya pansus Perumda Giri Tirta itu akan sangat detail dan njelimet. Sebab, Pansus telah kulakukan data dari masyarakat untuk mengurangi benang ruwet persoalan air bersih untuk masyarakat Kota Santri itu. 

“Karena problem di Perumda Giri Tirta ini, bukan lagi kekurangan pasokan air. Air berlimpah tapi mengapa tidak sampai kepada pelanggan,”tegasnya.  Bila persoalan pipanisasi yang uzur sehingga menimbulkan kebocoran sampai 40 persen. Untuk perbaikan infrastruktur pipanisasi itu, manajemen Perumda Giri Tirta harus membuat bisnis plan dan strategi pembiayaan secara detail. 

“Dimana saja titik pipanisasi yang uzur. Karena tidak mungkin pembiayaan perbaikan infrastruktur ditanggung oleh pemerintah seluruhnya,”tegasnya.
Selain itu, manajemen Perusda Giri Tirta wajib efisiensi dengan melakukan penataan struktur organisasinya. Sebab struktur organisasi yang saat ini tergolong gemuk.

“(Manajemen Giri Tirta) akan mendapatkan ujian cukup berat dari pansus. Pansus memiliki data sangat banyak,”tegas Ketua DPC PKB Gresik itu.
“Andai Perumda Giri Tirta bisa menekan angka kebocoran air hingga 20 persen saja sudah untung,”katanya.

Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menambahkan, ada tiga problem yang dihadapi manajemen Giri Tirta saat ini. Pertama, sebut Nurhamim, adalah persoalan klasik, kebocoran pipa. “Kebocoran pipa ini jangankan untung. Balik modal biaya pembelian air saja sangat baik,”tegas politisi dari Partai Golkar ini.

Problem kedua, manajemen belum mampu mengkonsolidasikan sumber daya manusia (SDM). “Problem ketiga ada finansial,”kata Ketua DPD Partai Golkar Gresik itu. Problem finansial ini muncul, kata Nurhamim, akibat kerjasama pihak ketiga pada 2013 lalu. “Kerjasama dengan pihak ketiga tapi Manajemen tidak mampu memanfaatkan hasil kerjasama sehingga menjadi bumerang,”tegasnya. 

DPRD Gresik, imbuhnya, sepakat untuk menyelamatkan perusahaan pemasok kebutuhan air untuk masyarakat dan industri ini. Akan tetapi, DPRD Gresik memberikan persyaratan yang ketat. Pembahasan akan dilakukan secara mendalam dan teliti. (yad)

Terancam Kolaps, Dewan Siap Selamatkan Perumda Giri Tirta Selengkapnya

Nenek yang Membuang Cucunya Divonis 3,5 Tahun

GRESIK,1minute.id – Terdakwa Hardiyaning Astiti Eka lemas. Nenek 42 tahun yang diduga menyuruh anaknya berinisial AEF (berkas berbeda) yang baru melahirkan untuk membuang bayi divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun. Putusan majelis itu lebih rendah 1,5 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik.

JPU Salvida Putri dan kuasa hukum terdakwa dari pusat bantuan hukum (Posbakum) PN Gresik Muhammad Fatkhur Rozi menyatakan pikir-pikir. 

Menurut Ketua majelis hakim Rina Indrajanti menyatakan terdakwa Eka sengaja melawan hukum. Ia turut serta melakukan membuang bayi. Sehingga bayi meninggal. “Terdakwa terbukti melanggar pasal 306 ayat (2) KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,”tegasnya pada Rabu, 15 September 2021. 

Hakim Rina menyebut, kendati terdakwa Eka mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Namun menurut hukum tidak dibenarkan. “Sehingga terdakwa pantas dijatuhi hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara,”sambung Rina.

Seperti diberitakan  warga Kompleks Perumahan Graha Omah Indah, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti dihebohkan penemuan bayi perempuan yang masih terdapat tali pusat (ari-ari) pada 10 Maret 2021 sekitar pukul 07.00. Bayi berbobot 1,1 kilogram itu diwadahi kardus lalu dibuang ke tempat pembuangan sampah dalam Kompleks perumahan itu.

Ketika ditemukan kondisi bayi tanpa baju, membiru diduga karena kedinginan. Belakangan bayi nahas itu meninggal. Polisi menangkap dua orang perempuan. Mereka adalah AEK, 17, dan ibundanya, Hardiyaning Astiti Eka. Berkas mereka dipisah menjadi dua. Dalam persidangan, terungkap bayi itu dibuang karena mereka panik, kalut dan malu. Sebab, bayi tidak berdosa itu lahir akibat hubungan di luar nikah. (yad)

Nenek yang Membuang Cucunya Divonis 3,5 Tahun Selengkapnya