Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya(Unusa). Kerjasama dalam  bidang Pendidikan,  Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat. 
Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilakukan di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya pada Jumat, 3 September 2021.

Nota kesepahaman ini disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Hariyanto, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkab Gresik Nurlaelie Indah. Serta, Jajaran Rektorat Unusa. 

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan kerjasama seperti ini sangat diperlukan untuk menyinergikan potensi yang dimiliki para pihak agar dapat memberikan dampak yang lebih besar. “Kami berharap ada hubungan yang dekat antara dunia kampus dan industri termasuk di dalamnya pemerintah daerah. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memang perlu supaya ada titik temu kebijakan untuk kemajuan daerah serta meningkatkan sumber daya manusia di kedua belah pihak,”ujar Jazidie dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan sependapat dengan pernyataan Rektor Jazidie, untuk sinergi positif antara kampus dan pemerintah. “Kita sudah mempersiapkan implementasi dari kerja sama ini. Semoga implementasi tersebut dapat maksimal dilaksanakan supaya membawa kemajuan bagi kedua belah pihak terutama Kabupaten Gresik. Terima kasih sudah mau mendampingi Kabupaten Gresik agar dapat meroket,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Nota kesepahaman yang diteken Rektor Jazidie dengan Bupati Fandi Akhmad Yani ini. dantaranya bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah,pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. (yad)

Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan Selengkapnya

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi


GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Saat ini Gresik berada di zona oranye. Bagi mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat tidak boleh terhenti karena wabah SARS-CoV-2. Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Mereka dari jurusan yakni Akuntansi, Manajemen, PGSD, Pendidikan, dan Matematika.  Berikut, jurusan Psikologi, Teknik Informatika serta Teknik Industri. 
Puluhan mahasiswa ini tergabung dalam kelompok 18.  KKN dimulai 26 Juli 2021 dan berakhir hari ini, Jumat, 3 September 2021. Kondisi Pandemi membuat tugas pengabdian kepada masyarakat itu dilakukan secara daring. Mahasiswa dengan inovasinya membuat karya berjudul

“Dispenser Hand sanitizer” dari bahan PVC. Murah tapi bermanfaat untuk mencegah persebaran Covid-19 dan Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Gaya hidup di New normal.  Lalu bagaimana mereka menjelaskan cara membuat Dispenser Handsanitizer kepada masyarakat Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 18 UMG Maulidah Nabilah menyatakan, kondisi pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak memungkinkan untuk sosialisasi secara offline. Bertahap muka dengan masyarakat. “Solusinya, sosialisasi melalui grup WhatsApp dan channel YouTube,”kata mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi UMG itu pada Jumat, 3 September 2021. 

Tahap awal, mahasiswa menetapkan peserta sasaran sosialisasi di salah satu kampung yang menjadi lokasi KKN. Setelah melakukan pendataan identitas dan nomor smartphone dimasukkan grup WhatsApp. “Sosialisasi kemudian dilakukan dalam grup WhatsApp itu,”kata Nabilah. 

Sedangkan untuk tutorial pembuatan Dispenser Handsanitizer, imbuhnya, bisa diakses melalui saluran YouTube.  Mengapa program kerja (Proker) memilih untuk menciptakan Dispenser Hand sanitizer. Dia menegaskan pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam hidup manusia masa kini. Manusia saat ini harus lebih memperhatikan mengenai kesehatannya dan juga kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Oleh sebab itu, untuk memudahkan kedua hal tersebut, kelompok 18 KKN UMG memberikan terobosan terbaru untuk membuat alat hand sanitizer yang mana lebih mudah dibuat dan lebih low budget tentunya,”terang Nabilah. Nabilah bersyukur proker pembuatan hand sanitizer Dispenser itu mendapatkan apresiasi dari warga Desa Suci.

“Warga sangat senang dengan adanya cetusan dari kelompok 18 KKN UMG ini atas program kerja hand sanitizer-nya, maupun program-program kerja lainnya.  Karena telah memberi banyak wawasan baru dan hal-hal yang bermanfaat bagi wilayah kami. Semoga silaturahmi antara kami dapat tetap terjaga dengan baik,”katanya. (yad)

Mahasiswa KKN UMG Ciptakan Dispenser Hand Sanitizer, Warga Suci Mengapresiasi Selengkapnya

Patroli Siber Bea Cukai dan Pemkab Gresik Amankan 381.880 Batang Rokok Tanpa Cukai


GRESIK,1minute.id – Pembatasan mobilitas orang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengubah modus peredaran rokok ilegal dari offline menjadi online.  Media sosial (Medsos). Modus baru akhirnya tercium oleh petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) Gresik.

Patroli siber yang dilakukan petugas Bea dan Cukai Gresik mengamankan 381.880 batang rokok ilegal. Rokok tanpa Cukai. Kepala KPPBC Gresik Bier Budi Kismuljanto mengatakan keberhasilan penindakan rokok ilegal ini diawali dari kegiatan patroli siber atau patroli medsos yang rutin dilakukan. 

“Di era PPKM seperti saat ini, rupa-rupanya para pelaku kegiatan ilegal ini memanfaatkan medsos untuk mengedarkan barangnya,”ujar Bier Budi pada Kamis, 2 September 2021.Budi dampingi Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Gresik Wijayani Lestari dan Kasubbag Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan. 

Dari hasil temuan awal tim patroli siber yang juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik inilah didapatkan temuan rokok ilegal sebanyak 3 bal di daerah Kecamatan Bungah, Gresik. Selanjutnya dilakukan penelusuran, yang kemudian ditemukan rokok ilegal dengan jumlah yang lebih besar di daerah Karang Binangun, Kabupaten Lamongan. 

OPERASI ROKOK ILEGAL: (ki-ka) Kasubbag Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budi Kismuljanto, Kabag Perekonomian Pemkab Gresik Wijayani Lestari dalam ekspose hasil operasi rokok tanpa cukai pada Kamis, 2 September 2021 ( Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Dari penindakan ini, imbuhnya, didapatkan kurang lebih sekitar 21 karton rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 16 merek. “Perkiraan nilai barang hasil penindakan ini sebesar Rp 389.517.600 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 274.884.862,”urai Bier Budi.

Dari hasil operasi siber dengan barang bukti ratusan ribu batang rokok tanpa cukai mengamankan sejumlah orang. Mereka sedang menjalani pemeriksaan. Bila terbukti melalukan pelanggaran meraka bisa dijerat dengan Pasalpasal 54 dan/atau pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007. “Ancaman hukuman paling lama penjara selama 5 tahun,”ujar Bier Budi dalam ekspose hasil operasi siber rokok ilegal 

Kepala Bagian Perekonomian Setkab Gresik Wijayani Lestari dalam sambutannya di kegiatan jumpa pers mengungkapkan terima kasih atas sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan Bea Cukai Gresik. 

“Kemarin, awalnya kami menemukan ada penjual online yang menjual rokok dengan harga yang murah. Dari sini kami kemudian bekerja sama dengan Bea Cukai dan kemudian langsung ditindaklanjuti sehingga hasilnya bisa kita lihat sekarang,”ungkap Wijayani. 

Dengan pengungkapan tindak pidana bidang cukai ini, imbuh Wijayani, diharapkan mampu memberikabn efek jera terhadap pelaku tindak pidana, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat umum untuk bersama–sama berperan dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal, terutama di daerah Kabupaten Gresik. (yad/adv)

Patroli Siber Bea Cukai dan Pemkab Gresik Amankan 381.880 Batang Rokok Tanpa Cukai Selengkapnya

Lagi, NasDem Peduli Gelar Vaksinasi Masal untuk Percepatan Pembentukan Herd Immunity di Kota Santri

GRESIK,1minute.id – NasDem Peduli berlanjut. Di Gresik, partai dipimpin Syaiful Anwar ini menggelar menggelar vaksinasi masal di dua lokasi. Gerakan kemanusiaan untuk membantu pemerintah melakukan percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Gelar vaksin tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Satgas Covid-19 DPW Nasdem Jawa Timur Suhandoyo, Sekretaris DPD Nasdem Gresik Ainul Fuad, Anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik Mahmud, Gus Kurdi Muhammad, Ketua DPD Garnita Malahayati Nasdem Gresik Erni Rofika Syaiful Anwar, dan Bendahara Nur Rachmad Yani Hidayatullah.

Suhandoyo menyatakan bahwa DPW Nasdem Jatim telah menggelar vaksinasi di 10 kabupaten di Jawa Timur. Sasaran vaksin adalah para kiai, ibu nyai, pengurus, santri, pelajar, dan masyarakat umum di sekitar pesantren.

Alhamdulillah, vaksinasi yang dilakukan DPW dan DPD Nasdem di 10 kabupaten berjalan baik. “Semua dihadiri pejabat setempat sebagai bentuk sinergi untuk mempercepat terbentuknya herd imunity masyarakat,” ujar Suhandoyo, didampingi Ainul Fuad dan Nur Rachmad Yani Hidayatullah. 

Menurut Suhandoyo, vaksinasi yang digelar DPW dan DPD NasDem di 10 kabupaten. Diantaranya, Gresik adalah vaksin dosis 1.  Selama 2 bulan menggelar vaksin di 10 kabupaten tersebut, DPW dan DPD Nasdem telah membantu pemerintah memvaksin sebanyak 30 ribu orang hingga hari ini. “Minggu-minggu ini target kami sudah vaksin sebanyak 50 ribu warga di Jatim,” jelasnya. “Selanjutnya, untuk vaksin dosis 2 juga kami lakukan di tempat sama pondok pesantren,”katanya. 

Sementara itu, Sekretaris DPD NasDem Gresik Ainul Fuad menambahkan, vaksinasi di Ponpes Al Qonaah di Jalan Kalimantan, Gresik Kota Baru (GKB) dan Al Ibrohimi di Kecamatan Manyar disediakan sebanyak 2.000 dosis ini digelar pada Rabu, 1 September 2021. Perinciannya, di Ponpes Al Qonaah di sebanyak 1.200 dosis dan di Ponpes Al Ibrohimi 750 dosis. “Mudah-mudahan dengan gencarnya NasDem Gresik membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi, Covid-19 segera sirna, pandemi Covid-19 segera berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal,”harap Fuad. (yad)

Lagi, NasDem Peduli Gelar Vaksinasi Masal untuk Percepatan Pembentukan Herd Immunity di Kota Santri Selengkapnya

Nenek Diduga Menyuruh Membuang Bayi di Bak Sampah Dekat Makam Dituntut 5 Tahun Penjara

GRESIK,1minute.id – Masih ingat bayi dengan tali pusat dalam kardus yang dibuang di bak sampah dekat pemakaman di Komplek Perumahan Omah  Indah Menganti (OIM) pada 10 Maret 2021 lalu.

Siapa yang tega membuang bayi dengan bobot 1,1 kilogram yang akhirnya meninggal itu?  Pengadilan Negeri (PN) Gresik menggelar sidang terkait pembuangan bayi menggegerkan warga itu. Terdakwa adalah Hardiyaning Astiti Eka, warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik. Perempuan 42 tahun ini diduga yang menyuruh anaknya bernama berinifial AEF, baru melahirkan untuk membuang bayinya itu.

AEF, juga menjadi pesakitan di PN Gresik dalam berkas berbeda. Ia masih dibawah umur. Sidang lanjutan dengan terdakwa Astiti ini memasuki pembacaan surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Salvida Putri digelar di Pengadilan Negeri Gresik.

Jaksa penuntut Selvida Putri nenuntut terdakwa Astiti hukum selama 5 tahun. Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa Salvida Putri dari Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu, 1 September 2021. Dalam berkas tuntutannya terdakwa Astiti sengaja turut serta melakukan membuang cucunya itu. Sehingga bayi malang tersebut meninggal, sesuai pasal 306 ayat (2) KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja telah melakukan atau turut serta melakukan untuk membuang bayi. “Menjatuhkan pidana dengan pidana 5 tahun penjara. Sebab perbuatannya nenek dari bayi yang malang ini sangat keji,” tegasnya dihadapan majelis hakim diketuai oleh Rina Indrajanti ini.

Penasehat hukum terdakwa Muhammad Fatkhur Rozi menyebut, tuntutan jaksa ini berlebihan. Rozi akan melakukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan secara virtual ini. 

Untuk diketahui,  warga Komplek Perumahan Oma Indah Menganti,  Desa Bringkang, Kecamatan Menganti dihebohkan penemuan bayi perempuan yang masih terdapat tali pusat (ari-ari). Bayi berbobot 1,1 kilogram itu diwadahi kardus dibungkus tas kresek lalu dibuang ke tempat pembuangan sampah dekat pemakaman dalam Komplek perumahan itu.

Ketika ditemukan kondisi bayi tanpa baju, membiru diduga karena kedinginan. Belakangan bayi nahas itu meninggal. Polisi menangkap dua orang perempuan. Mereka adalah AEK, 17, dan ibundanya, Hardiyaning Astiti Eka. Berkas mereka dipisah menjadi dua. Dalam persidangan, terungkap bayi itu dibuang karena mereka panik, kalut dan malu. Sebab, bayi tidak berdosa itu lahir akibat hubungan di luar nikah. Ibu bayi berinisial AEK masih belia. (yad)

Nenek Diduga Menyuruh Membuang Bayi di Bak Sampah Dekat Makam Dituntut 5 Tahun Penjara Selengkapnya

Kapolda Pantau Vaksinasi Pelajar, Ingatkan Rencana Droping Vaksin Besar-besaran

GRESIK,1minute.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta meninjau vaksinasi untuk siswa di SMA Negeri 1 Gresik pada 1 September 2021. Ada 1.249 pelajar di sekolah berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu mendapatkan vaksin dosis pertama. 

Irjen Pol Nico Afinta mengatakan kunjungan ke sekolah ini sebagai bentuk dorongan dan support kegiatan jajaran Forkopimda Gresik.”Terutama dalam melaksanakan vaksinasi terhadap pelajar. Bupati Gresik paling utama sangat membantu, sangat mendukung vaksinasi. Bupati bersinergi dengan Dandim dan Kapolres Gresik bersama-sama rencana vaksinasi,”kata jenderal dua bintang itu. 

Pihaknya menyampaikan terima kasih terhadap jajaran yang telah bekerja sama menyukseskan vaksinasi sehingga berjalan lancar. Forkopimda Gresik diharapkan bisa terus berkoordinasi untuk mencapai target herd immunity 70 persen.

Kapolda Nico Afinta mengingatkan rencana droping besar-besaran dosis vaksin pada awal September 2021 ini. Dua juta dosis sudah tiba di Jawa Timur tinggal didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota. “Yang terpenting adalah menyiapkan puskesmas sebagai ujung tombak. Saya yakin pemerintahan Gresik juga mengharapkan droping besar agar vaksinasi bisa terus dikebut,”ujarnya.

Untuk diketahui, dalam kunjungan tersebut Irjen Pol Nico Afinta didampingi PJU Polda Jatim. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail. Mereka meninjau langsung vaksinasi terhadap pelajar. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani  mengatakan dosis pelajar ditargetkan selesai pada pekan ini. “Targetnya ada 8.000 dosis vaksin untuk pelajar. Dan akan selesai minggu ini kemudian dilanjut minggu depan,” kata Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Kapolda Pantau Vaksinasi Pelajar, Ingatkan Rencana Droping Vaksin Besar-besaran Selengkapnya

Jaga Imun, SIG Peduli Salurkan 5 Ribu Multivitamin ke Warga Jatim dan Jateng

GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun selama PPKM di Jawa-Bali. Namun, masyarakat tetap tidak boleh lengah. Tetap protokol kesehatan (Prokes) dan menjaga kesehatan. Diantaranya mengkonsumsi multivitamin. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) melalui program SIG Peduli menyalurkan bantuan sebanyak 5.000 paket multivitamin senilai Rp 250 juta .

Paket multivitamin bernilai ratusan juta itu dibagikan masyarakat di Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi, Jawa Timur. Serta, Kabupaten Pati, Blora, Rembang dan Grobokan di Jawa Tengah.  Paket bantuan yang diberikan berisi tablet vitamin C, D dan Zinc. Bantuan diserahkan oleh General Manager of CSR SIG Edy Saraya secara dimbolis dilakukan di dua tempat terpisah.

Kali pertama bantuan diserahkan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di Kantor Pemkab Pacitan pada Minggu, 29 Agustus 2021.  Sedangkan di Jawa Tengah bantuan diserahkan kepada Wardoyo, Kepala Desa Kudur, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati di Balai setempat pada Senin, 30 Agustus 2021.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan SIG dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, terutama di beberapa wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sempat mengalami lonjakan kasus.

“Pemberian paket multivitamin ini diharapkan dapat membantu meningkatkan imunitas masyarakat sehingga mengurangi potensi terpapar Covid-19. Selain itu juga diperlukan untuk terus menjaga pola hidup sehat dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat,”ungkap Edy Saraya dalam siaran pers di terima 1minute.id pada Selasa, 31 Agustus 2021.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi bantuan yang diberikan SIG. Menurutnya, situasi pandemi juga berdampak pada Kebupaten Pacitan, terutama pada sektor pariwisata yang sangat menurun. “Melalui pemberian multivitamin ini, semoga dapat menambah dan memperkuat daya tahan tubuh masyarakat terutama di Pacitan,”katanya.

Bupati Indrata mengatakan, kasus Covid-19 mengalami penurunan. Angka kematian juga menurun. Pacitan kini berada di zona oranye. “Dalam waktu dekat tempat wisata dan pembelajaran tatap muka akan kembali dibuka sehingga diharapkan kehidupan bermasyarakat dapat kembali normal. Terima kasih kepada SIG, semoga sinergi ini dapat berlajut untuk program pelayanan masyarakat lainnya,”jelas Indrata Nur Bayuaji.

Sementara itu, Wardoyo, Kepala Desa Kudur, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati,  merasa bersyukur warganya menerima 350 paket multivtamin dari SIG. Menurutnya multivitamin saat ini sangat dibutuhkan oleh warganya di masa pandemi saat ini. “Desa kami merupakan Desa dengan penanganan Covid-19 terbaik, dari 2.100 warga, hanya 50 orang yang terpapar. Bantuan multivitamin ini semoga dapat meningkatkan imunitas bagi warga kami,”ujarnya. (yad)

Jaga Imun, SIG Peduli Salurkan 5 Ribu Multivitamin ke Warga Jatim dan Jateng Selengkapnya

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai melakukan pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong. Untuk tahap awal ini, ada sepuluh bidang lahan yang dilakukan pembayaran ganti rugi untuk masyarakat pemilik lahan di Desa Tambakberas dan Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. 

Pembayaran ganti rugi senilai Rp 5,9 miliar dilakukan di Balai Desa Tambakberas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan forum pimpinan kecamatan setempat pada Selasa, 31 Agustus 2021. Masyarakat penerima ganti rugi proyek percepatan normalisasi Kali Lamong itu semringah. 

Abdul Hadi dan Imam Santoso, diantaranya. Abdul Hadi, pemilik lahan dan bangunan seluas 141 m² di Desa Jono mendapatkan nilai ganti rugi sebesar Rp 772.735.900. Sedangkan, Imam Santoso, pemilik tanah seluas 1.739 m² mendapatkan ganti rugi Rp 709.508.089.

Proses pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong ini tergolong cepat. Pembebasan lahan perdana ini sebagai tonggak awal pemerintahan yang memiliki tagline “Gresik Baru” untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sepanjang bantaran Kali Lamong akibat banjir selama puluhan tahun itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi masyarakat yang sukarela melapas lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong ini. “Mudah-mudahan ini menjadi rezeki yang barokah karena mau merelakan tanahnya untuk proyek kemanusiaan ini. Sampeyan mendapatkan pahala. Semoga berkah,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, masyarakat yang merelakan lahannya untuk proyek percepatan normalisasi Kali Lamong akan tercatat di prasasti.  “Iki gawe kepentingan wong akeh.Alhamdulillah sampeyan untung. (Pemerintahan) tidak ada niatan merugikan bapak dan ibu,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik dalam sambutannya. 

Ganti rugi pembebasan lahan ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir diharapkan bisa stimulus bagi pemkab Gresik melakukan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.  Lebih lanjut ia menyatakan untuk tahap awal ini ĺpemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menganggarkan untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong melalui APBD 2021 sebesar Rp 30 miliar. Pemkab hanya memiliki kewenangan membebaskan lahan dibawah 5 hektare.

“Anggaran pembangunan awal Tanggul dikerjakan oleh BBWS sebesar Rp 100 miliar. BBWS sudah melakukan pekerjaan penanggulan Kali Lamong di Desa Jono,”katanya. 

BANJIR KALI LAMONG: Kondisi Jalan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme saat banjir Kali Lamong pada 3 Januari 2021. Kondisi memprihatinkan ini terjadi setiap tahunnya dan sudah puluhantahun. (Foto: Chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri menambahkan, tahap awal ada 54 bidang dengan luas 4,8 hektare yang dibebaskan. “Hari ini, ganti rugi dibayar 10 bidang kepada masyarakat senilai Rp 5,9 miliar,”ujarnya. Rinciannya, 8 bidang untuk masyarakat Desa Tambakberas dan 2 bidang warga Desa Jono.

“Sebanyak 44 bidang sisanya akan dibayar pada September nanti,”kata Asep Heri yang juga Ketua pengadaan tanah normalisasi Kali Lamong ini. Asep Heri juga mengapresiasi sikap masyarakat yang legawa melepaskan sebagaian lahan untuk proyek kemanusiaan ini. “Ganti rugi ini penghormatan kepada pemilik tanah,”,tegasnya. Pembebasan lahan perdana ini tergolong lancar. Tim pengadaan membutuhkan waktu sebulan.  

Lalu akan digunakan untuk apa uang ganti rugi tersebut? Murti, pemilik tanah di Desa Jono mengaku akan digunakan untuk membeli rumah lagi. “Semoga masih ada sisanya,”kata Murti yang tinggal di bantaran Kali Lamong di Desa Jono sejak 1991 itu. Ia mengaku selama 30 tahun hampir tiap tahun kebanjiran. “Tahun lalu saja, empat kali rumah kebanjiran,”ungkapnya.  Murti memiliki lahan dan bangunan seluas 141 m² mendapatkan ganti rugi sekitar Rp 700 jutaan. “Ganti ruginga hampir Rp 700 jutaan,”katanya. (yad)

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SDN 6 Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021. Inspeksi dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini menyempatkan berdialog dengan sejumlah siswa terkait proses belajar mengajar offline. 

Diantaranya, Reency Keiko B. Siswa kelas 2 di sekolah berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. 
Reency, kali pertama bertemu dengan guru dan teman-teman di kelas setelah naik kelas dua. “Senang sekali bisa bertemu guru dan teman-teman,”kata Reency menjawab pertanyaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di ruang kelas.

Seragam merah putih yang dipakai bocah bercita-cita menjadi dokter itu terlihat masih baru. Maklum, selama setahun jarang dipakai karena belajar dalam jaringan (daring) di rumah. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta para siswa untuk ikut berdoa agar Pagebluk coronavirus disease 2019 cepat berakhir sehingga aktivitas kembali normal.

CUCI TANGAN: Siswa UPT SDN 6 Gresik mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas di hari pertama PTM di Gresik pada Selasa, 31 Agustus 2021 ( Foto: Chusnul cahyadi/ 1minute.id)

“Semoga Covid-19 cepat berlalu,”kata Gus Yani diamini siswa dan para guru di sekolah yang sebelumnya bernama SDN Sidokumpul 2 Gresik itu. Gus Yani didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan sejumlah anak duanya. Gus Yani menyatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi PTM. Aglomerasi Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo) masuk level 3. Zona oranye.

“Kita evaluasi terus ujicoba PTM ini agar semua dengan prokes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 
Gus Yani meminta kepada sekolah untuk terus melakukan evaluasi kesehatan siswa dan guru.”Sehingga PTM berjalan dengan baik. Karena murid juga antusias ingin belajar di kelas,”katanya. 

Sementara itu, Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan, PTM tetap mengacu pada keputusan bersama empat menteri, PTM maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. “Mekanisme PTM kami serahkan satuan pendidikan masing-masing,”kata Hariyanto. 

Plt Kepala UPT SDN 6 Gresik Hamsiyah menyatakan PTM terbatas ini selama 3 jam, tanpa istirahat. Siswa masuk mulai pukul 07.00. “Dan, semua guru disini telah mendapatkan dua dosis vaksinasi,”katanya.

Dalam pengamatan 1minute.id, PTM perdana ini, sejumlah guru terlihat harus bolak-balik mengantar peserta didik menuju kelas mereka. Sebab, mereka belum pernah masuk sekolah. Sehingga setiap siswa yang masuk terlebih dahulu menanyakan kelas mereka. Setelah itu, mereka diantar ke kelasnya masing-masing. Sebelumnya, mereka wajib melakukan cuci tangan yang disediakan di gerbang masuk sekolah. (yad)

PTM Jenjang Sekolah Dasar Lancar, Siswa Menyambut Antusias dan Berdoa Covid-19 Berakhir Selengkapnya

Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Salurkan 31 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Jatim

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik dan Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah menggelontor 31 ton oksigen ke Pemprov Jatim. Bantuan oksigen medis itu diserahkan langsung Dirut Petrokimia Gresik yang juga Ketua Satgas BUMN Jatim Dwi Satriyo Annurogo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Senin, 30 Agustus 2021.

Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa puluhan ton oksigen medis itu sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Jatim. 

Dwi Satriyo menyatakan, bantuan oksigen cair ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang baru reaktivasi pada 15 Agustus 2021. Unit Produksi Oksigen sempat mandek selama 11 tahun. Reaktivasi merupakan tindaklanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo disaksikan oleh para pimpinan sejumlah perusahaan. Yakni, PTPN XII dan X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam saat menerima kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ke Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik pada Senin, 30 Agustus 2021.

Seperti diketahui, selama ini Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Wilayah Jatim senantiasa berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam proses penyaluran oksigen medis ke berbagai rumah sakit yang membutuhkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Per 29 Agustus 2021, total bantuan oksigen medis yang telah disalurkan Satgas BUMN Wilayah Jatim sekitar 71,35 ton untuk sejumlah rumah sakit di Jatim. Sedangkan Petrokimia Gresik sendiri telah menyalurkan 109,22 ton oksigen medis untuk 30 rumah sakit di 17 kabupaten/kota yang tersebar di empat provinsi yakni Jatim, Jateng, DIY dan Bali.

“Bantuan oksigen yang kami salurkan selama ini didapat dari pemasok lain, sehingga cakupannya sangat terbatas. Dengan beroperasinya kembali Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik, diharapkan akan memperluas jangkauan penyaluran bantuan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan, khususnya di area Jawa-Bali,” ujar Dwi Satriyo.

Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen cair per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen dan kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank. 

Sebagaimana disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu, ke depan setelah kondisi pasokan oksigen stabil, ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit. “Secara prinsip, Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Wilayah Jatim berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid-19,” tegas Dwi Satriyo.

Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan oksigen, namun juga berbagai bantuan lainnya yang selama ini telah disalurkan Petrokimia Gresik bersama Satgas BUMN Jatim untuk penanggulangan bencana Covid-19 maupun bencana lainnya, khususnya di wilayah Jatim. “Ke depan, Satgas BUMN Wilayah Jatim juga akan menyisihkan dana CSR untuk bantuan beasiswa bagi anak-anak yatim yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19,” tutup Dwi Satriyo.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dan penguatan untuk Pemprov Jatim, khususnya dari Satgas BUMN Jatim dalam pengendalian kasus Covid-19 di Jatim. Menurutnya bantuan ini merupakan wujud implementasi gotong royong yang terbangun di Jatim.
Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan oksigen di Jatim meningkat mulai bulan Juli, dan Satgas BUMN Jatim telah banyak memberikan dukungan bahkan sebelum reaktivasi Unit Produksi Oksigen milik Petrokimia Gresik ini.

“Satgas BUMN Jatim memiliki peranan besar dalam penanggulangan Covid-19. Meskipun kondisi atau kasus Covid-19 melandai, semua harus tetap disiapsiagakan. Reaktivasi Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik ini merupakan bentuk kesiapsiagaan,” tandasnya. (yad)

Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Salurkan 31 Ton Oksigen Medis ke Pemprov Jatim Selengkapnya